Organisasi dan Proses Produksi suatu Perusahaan Manufaktur
Shared by: HC120207045940
-
Stats
- views:
- 1548
- posted:
- 2/6/2012
- language:
- pages:
- 29
Document Sample


MODUL
AKUNTANSI MANAJEMEN
BAGIAN 1 sd 4 :
Bahan Perkuliahan Mahasiswa Jurusan Akuntansi
Semester Ganjil Tahun Akademik 2008/2009
Oleh :
AFIF SULFA, SE MSi. Ak.
(DTT-32117)
PROGRAM KULIAH KARYAWAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2008
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Bahan Kuliah Akuntansi Manajemen
Bagian 1
Afif Sulfa, SE MSi. Ak.
PENGANTAR AKUNTANSI MANAJEMEN
A. ILUSTRASI
1. Partner sebuah Firma Hukum
Sebuah perusahaan besar telah memutuskan untuk mentransfer sebagian besar
penanganan hukumnya pada pihak luar (outsource), dan Firma Hukum andalah
yang mendapat tawaran tersebut.
Perusahaan tersebut menginginkan perhitungan biaya konsultasi hukum per jam
secara tetap (fixed rate).
Anda telah mendapat data dari staf legal perusahaan tersebut mengenai
penanganan hukum yang dilakukan selama 5 tahun terakhir.
Anda telah memprediksi dan karena persaingan sangat ketat, maka anda
berupaya untuk memenuhi tuntutan perusahaan tersebut untuk menetapkan tarif
per jam dalam penanganan hukum.
2. Manajer Pabrik
Kami telah mengidentifikasi 3 proyek, yang seharusnya dapat meningkatkan
kualitas dan mengurangi waktu produksi kita.
Pertama, kami bermaksud untuk hanya memilih para pemasok yang
menyediakan komponen-komponen dengan tingkat kesalahan kurang dari
0,0001%;
Kedua, proses pembuatan cetakan akan diotomatisasikan;
Ketiga, kita sedang membentuk sel-sel produksi untk setiap produk utama.
Saya ingin tahu bilamana dan seberapa banyak penurunan produk cacat yang
benar-benar terjadi, serta bilamana waktu perputaran benar-benar menurun?
Selanjutnya apakah perubahan ini menurunkan biaya produksi kita?
Saya juga perlu mengetahui biaya sumber daya yang digunakan sebelum dan
sesudah usulan perubahan, untuk melihat apakah benar-benar terdapat perbaikan
dari segi biaya?
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
3. Konsultan Software
Mengapa ini bisa terjadi?
Perjanjian ini seharusnya merupakan perjanjian yang paling menguntungkan
tahun ini. Kita menggunakan sekitar 500 jam lebih lama dari yang dianggarkan,
dan biaya kita meningkat lebih dari Rp.600 juta.
Kondisi ini semakin rumit karena adanya kenyataan bahwa kontrak kita hanya
memungkinkan penagihan jam maksimum sebanyak 100 jam dari jumlah jam
yang ditaksir sebelumnya.
Apabila kita beruntung, kita akan mencapai titik impas.
Apakah kita menghabiskan lebih banyak waktu di setiap lokasi?
Apakah kita menggunakan komposisi tenaga kerja yang salah?
Apakah kita menaksir terlalu rendah waktu pelatihan yang dibutuhkan bagi klien
kita?
Apakah terdapat problem-problem yang tidak terantisipasi dengan software kita?
Saya membutuhkan informasi yang dapat menjelaskan apa yang terjadi
sehingga tindakan korektif dapat dilakukan.
4. CEO sebuah Perusahaan Pelayaran
Resesi telah menurunkan laba kita hingga ke titik yang membuat kita perlu untuk
mempertimbangkan penurunan biaya dan pelayanan.
Saya ingin mengetahui, berapa banyak laba kita jadinya jika kita menurunkan
biaya variabel per penumpang sebesar Rp. 100.000 dengan tetap
mempertahankan volume penumpang saat ini?
Wapres Bagian Pemasaran juga menyatakan bahwa kita dapat meningkatkan
laba dengan menurunkan harga tiket sebanyak 20% dan secara simultan
meningkatkan pengeluaran untuk iklan sebesar Rp. 5.000.000.000, kita dapat
meningkatkan jumlah penumpang sebanyak 20%.
Saya ingin mengetahui pendekatan mana yang menawarkan laba paling banyak,
atau apakah kombinasi dari kedua pendekatan tersebut adalah yang terbaik?
5. Administrator Rumag Sakit
Saya sangat gembira dengan kinerja bagian laboratorium.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Laporan kinerja terakhir menunjukkan bahwa biaya-biaya telah menurun,
sementara jumlah tes yang dilakukan meningkat.
Kita mendapat banyak bisnis, karena mengenakan biaya yang lebih rendah,
yang bukan hanya merupakan hasil dari biaya yang lebih rendah.
Saya diberitahu bahwa pendekatan manajemen berdasarkan aktivitas (activity
based management) yang digunakan di lab, telah menghasilkan penurunan
pemborosan secara signifikan.
Saya perlu bertemu dengan asisten administrator di bagian tersebut, untuk
mendiskusikan apakah prosedur-prosedur ini dapat digunakan untuk bagian lain
di RS ini?
6. Manajer Bank
Kita harus segera memutuskan apakah penambahan produk-produk
berdasarkan komisi termasuk dalam kepentingan utama kita atau tidak?
Keputusan penting ini melibatkan modal yang sangat banyak dan memiliki
implikasi jangka panjang atas jenis bank yang ingin kita jalankan.
Kita harus menetapkan pendapatan yang diharapkan dan biaya untuk
memproduksi produk-produk baru tersebut.
Kita juga perlu mengetahui, berapa biaya untuk meningkatkan sistem informasi
kita dan melatih para pegawai kita dalam hal taktik penjualan silang (cross -
selling tactic)
B. AKUNTANSI KEUANGAN DAN AKUNTANSI MENEJEMEN
Secara garis besar akuntansi dapat dibagi menjadi dua tipe pokok: akuntansi
keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi keuangan menghasilkan informasi
terutama untuk memenuhi kebutuhan pihak luar, sedangkan akuntansi manajemen
menghasilkan informasi terutama untuk memenuhi kebutuhan para manajer dari berbagai
jenjang organisasi.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Tabel 1
Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan
Akuntansi Manajemen Akuntansi Keuangan
1 Fokus internal 1 Fokus Eksternal
2 Tidak mengikuti aturan baku 2 Mengikuti aturan baku (SAK)
3 Informasi keuangan dan non 3 Informasi keuangan bersifat
keuangan, dapat bersifat subyektif obyektif
4 Penekanan pada masa yang akan 4 Orientasi pada masa lalu
dating (historis)
5 Evaluasi dan keputusan internal 5 Informasi mengenai
didasarkan atas informasi yang rinci perusahaan secara
keseluruhan
6 Sangat luas dan multidisiplin 6 Lebih independen
Karena perbedaan karakteristik pemakai informasinya, akuntansi keuangan dan
akuntansi manajemen menpunyai perbedaan karakteristik. Informasi yang dihasilkan oleh
akuntansi keuangan mencakup perusahaan secara keseluruhan, berorientasi pada masa
yang lalu, menpunyai rentang waktu yang kurang fleksibel, dibatasi oleh prinsip akuntansi
yang lazim, ringkas, teliti, sama sekali tidak menyangkut aspek perilaku manusia dalam
organisasi, dan bersumber pada ilmu ekonomi. Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi
manajemen mencakup bagian dari perusahaan, berorientasi pada masa yang akan datang,
mempunyai rentang waktu yang fleksibel tidak dibatasi oleh prinsip akuntansi yang lazim,
terinci, memiliki unsur taksiran yang besar, berhubungan langsung dengan perilaku
manusia dalam organisasi, dan bersumber pada ilmu ekonomi dan psikologi sosial.
B. AKUNTANSI BIAYA MERUPAKAN BAGIAN DARI AKUNTANSI KEUANGAN DAN
AKUNTANSI MENEJEMEN
Akuntasi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan
penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu,
serta penafsiran terhadapnya.
Akuntansi biaya menghasilkan informasi biaya untuk memenuhi berbagai macam
tujuan. Untuk tujuan penentuan harga pokok produk, akuntansi biaya menyajikan biaya
yang telah terjadi di masa yang lalu. Untuk tujuan pengendalian biaya, akuntansi biaya
menyajikan informasi biaya yang diperkirakan akan terjadi dengan biaya yang
sesungguhnya terjadi, kemudian menyajikan analisis terhadap penyimpangannya. Untuk
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
tujuan pengambilan keputusan khusus, akuntansi biaya menyajikan biaya yang relevan
dengan keputusan yang akan diambil, dan biaya yang relevan dengan pengambilan
keputusan khusus ini selalu berhubungan dengan biaya masa yang akan datang.
Akuntansi biaya dapat berperan sebagai bagian dari akuntansi keuangan. Dalam hal
ini akuntansi biaya harus memenuhi karakteristik akuntansi keuangan seperti yang telah
dibahas sebelumnya. Akuntansi biaya dapat pula berperan sebagai bagian dari akuntansi
manajemen. Dalam hal ini akuntansi biaya harus memenuhi karakteristik akuntansi
manajemen, seperti telah dibahas sebelumnya.
C. BIAYA DAN OBYEK BIAYA
Biaya merupakan objek yang diproses oleh akuntansi biaya. Dalam arti luas biaya
adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi
atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu, sehingga secara luas, biaya
adalah bagian beban.
Tidak semua pengorbanan sumber ekonomi disebut dengan istilah biaya. Istilah lain
yang digunakan untuk menggambarkan pengorbanan sumber ekonomi, baik yang sudah
terjadi maupun yang secara potensial akan terjadi adalah harga pokok, beban dan rugi.
Biaya dalam pengertian akuntansi adalah pengorbanan sumber ekonomi atau
penurunan nilai ekonomi untuk menghasilkan produk (barang atau jasa) perusahaan yang
menjadi sumber pendapatan (penghasilan) utama atau normal bagi perusahaan. Dengan
demikian produk (barang atau jasa) yang dihasilkan perusahaan adalah obyek biaya (cost
object). Karena seluruh biaya-biaya yang timbul dalam menghasilkan produk tersebut
sepenuhnya harus dibebankan atau dialokasikan sebagai komponen harga pembentukan
produk tersebut.
D. HARGA POKOK PRODUKSI
Seluruh biaya-biaya yang harus dibebankan atau dialokasikan sebagai komponen
harga pembentukan produk tersebut dikenal dengan istilah Harga Pokok Produksi (Cost of
Goods Manufactured). Harga Pokok Produksi disingkat HPProd. (Cost of Goods
Manufactured, disingkat CoGM) adalah pembebanan / pengalokasian seluruh biaya yang
timbul untuk menghasilkan produk perusahaan.
Contoh Laporan Harga Pokok Produksi :
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
PT. FAADHILLAH MANUFAKTUR
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
BULAN SEPTEMBER 2007
a. Persediaan bahan baku (direct material), 01-09-07 Rp. 15.000.000
b. Pembelian (purchase) Rp. 125.000.000
Retur Pembelian (purchase return) (2.500.000)
Potongan Pembelian (purchase discount (7.500.000)
Ongkos angkut pembelian (transportation in) 4.000.000
Pembelian bersih (net purchase) Rp. 119.000.000
c. Bahan baku siap diproduksi (available DM to produce) Rp. 134.000.000
d. Persediaan bahan baku (direct material), 30-09-07 (22.000.000)
e. Bahan baku yang diproduksi (produced DM) Rp 112.000.000
*)
f. Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) 64.000.000
g. Biaya-biaya overhead (overhead costs) :
1) Biaya bahan tidak langsung (IDM cost) Rp. 5.000.000
2) Biaya tenaga kerja tidak langsung (IDL cost) 37.000.000
3) Biaya penyusutan (depreciation) 8.000.000
4) Biaya asuransi (insurance) 7.000.000
5) Biaya sewa gudang (rent) 9.000.000
6) Biaya PBB (tax property) 3.000.000
7) Biaya pemeliharaan (maintenance); 13.000.000
8) Biaya bahan bakar & listrik 23.000.000
9) Biaya-biaya lain (miscellaneous) 6.000.000
Jumlah biaya-biaya overhead (overhead costs) 114.000.000
h. Biaya produksi periode berjalan (current manufacturing cost) Rp 290.000.000
i. Biaya Barang Dalam Proses (work in process) awal, 01-09-07 25.000.000
Total Biaya Produksi (total manufacturing cost) Rp.315.000.000
j. Biaya Barang Dalam Proses (work in process) akhir, 30-09-07 ( 15.000.000)
Harga Pokok Produksi (cost of goods manufacture) Rp.300.000.000
*) Asumsi jumlah jam kerja = 10.000 JKL , tariff upah Rp. 6.400/JKL
Jumlah Biaya TK Langsung : 10.000 x Rp. 6.400 = Rp. 64.000.000
E. KOMPONEN-KOMPONEN BIAYA PRODUKSI
Adapun komponen-komponen pembentukan biaya produksi dikelompokkan menjadi
tiga bagian, yaitu :
1. Biaya Bahan Baku Langsung (Direct Material Cost),
Biaya bahan ini adalah termasuk biaya utama (prime cost), yaitu biaya timbul akibat
penggunaan atau diproduksinya bahan baku dan atau bahan penolong menjadi produk
perusahaan. Bahan baku adalah bahan yang akan menjadi bagian dari produk yang
dihasilkan.
Contoh :
a. Terigu, telur, baking powder, gula, vanilla, dan garam adalah bahan baku atas
produk berupa roti.
b. Kayu, lem, pasak, vernis, oker, cat dan dempul adalah bahan baku atas produk
berupa furnitur kayu.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost),
Biaya tenaga kerja langsung ini di samping termasuk biaya utama (prime cost), juga
disebut sebagai biaya pengolahan (conversion cost), yaitu biaya timbul untuk
memproduksi bahan baku dan atau bahan penolong menjadi produk perusahaan.
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang terlibat secara langsung dalam
pengolahan (pengerjaan) bahan baku menjadi produk, di Indonesia istilah tenaga kerja
langsung ini dikenal juga dengan sebutan buruh (labour).
3. Biaya Overhead (Overhead Cost).
Biaya overhead ini termasuk sebagai biaya pengolahan (conversion cost), yaitu biaya
timbul untuk membantu dalam pengolahan bahan baku menjadi produk perusahaan.
Biaya-biaya ini bersifat tidak langsung (indirect), sehingga seluruh biaya-biaya yang
bersifat tidak langsung dalam menghasilkan produk disebut sebagai biaya overhead.
Biaya-biaya ini antara lain adalah :
a. Biaya bahan tidak langsung (indirect material cost);
b. Biaya tenaga kerja tidak langsung (indirect labor cost);
c. Biaya penyusutan mesin;
d. Biaya asuransi pabrik atau bahan baku;
e. Biaya sewa gudang;
f. Biaya PBB (tax property) atas tanah & bangunan pabrik atau gudang;
g. Biaya perbaikan dan pemeliharaan (repair and maintenance);
h. Biaya bahan bakar, listrik, atau air untuk pabrik; dan
i. Biaya-biaya lain tidak langsung lainnya untuk keperluan pabrik.
F. STRUKTUR ORGANISASI DAN PROSES PRODUKSI SUATU PERUSAHAAN
MANUFAKTUR
Akuntansi biaya dapat diterapkan baik dalam perusahaan manufaktur maupun
perusahaan jasa. Dalam modul ini, akuntansi biaya yang akan dibahas adalah akuntansi
biaya yang diterapkan dalam perusahaan manufaktur.
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan pokoknya mengolah
bahan baku menjadi produk jadi dan memasarkan hasil produksinya tersebut. Ada tiga
fungsi pokok dalam organisasi perusahaan manufaktur: fungsi produksi, fungsi pemasaran
dan fungsi administrasi dan umum.
Bagian-bagian yang dibentuk untuk melaksanakan fungsi produksi di bagi menjadi
dua kelompok: bagian-bagian yang mengolah secara langsung bahan baku menjadi produk
jadi dan bagian-bagian yang membantu menyediakan jasa untuk memperlancar proses
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
pengolahan bahan baku departemen-departemen produksi dan kelompok kedua disebut
departemen-departemen pembantu (jasa).
G. CARA PENGGOLONGAN BIAYA
Biaya dapat dikelompokkan menjadi berbagai macam kelompok biaya sesuai
dengan kebutuhan pemakai. Pengelompokan biaya yang paling sederhana dan paling
mendasar, yang selalu dilakukan oleh setiap perusahaan adalah pengelompokan biaya
menurut objek pengeluaran. Biaya dapat dikelompokkan menurut fungsi-fungsi pokok
dalam perusahaan, menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai, menurut
perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan dan menurut jangka
waktu manfaatnya.
H. METODE PENGUMPULAN HARGA POKOK PRODUK
Secara garis besar proses pengolahan produk dalam perusahaan manufaktur dapat
dibagi menjadi dua kelompok besar: proses produksi berdasar pesanan dan proses
produksi massa. Perusahaan yang proses produksinya berdasar pesanan mengumpulkan
biaya produksinya dengan metode harga pokok pesanan. Perusahaan yang proses
produksinya berupa produksi massa mengumpulkan biaya produksinya dengan metode
harga pokok proses.
I. Sistem Akuntansi Biaya
Secara garis besar sistem akuntansi biaya dibagi menjadi tiga yaitu:
1. sistem biaya sesungguhnya (actual cost system). Sistem biaya sesungguhnya adalah
sistem pembebanan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya
overhead pabrik pada produk berdasar biaya sesungguhnya.
2. sistem biaya normal (normal cost system). Sistem biaya normal adalah sistem
pembebanan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung pada produk berdasar
biaya sesungguhnya, sedangkan biaya overhead pabrik berdasar tarif yang ditentukan
di muka.
3. sistem biaya standar(standard cost system). Sistem biaya standar adalah sistem
pembebanan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead
pabrik pada produk berdasar biaya seharusnya.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
LATIHAN:
Soal 1
Berikut adalah data-data yang terkait dengan produksi pada PT. Arkaan Mulia dalam bulan
Oktober 2007 :
a. Pembelian bahan baku pokok 1.000 unit @ Rp. 55.000 secara kredit dengan syarat 3/15 –
n/ 45;
b. Bahan Baku yang dikembalikan 15 unit;
c. Ongkos angkut pembelian bahan Rp. 2.500.000;
d. Biaya gaji manajer produksi Rp. 12.500.000, sedangkan 3 orang supervisor produksi
masing-masing digaji sebesar Rp. 6.500.000;
e. Pada awal bulan terdapat 120 unit bahan baku @ Rp. 50.000;
f. Pada akhir bulan terdapat 200 unit bahan baku @ Rp. 55.000;
g. Pelunasan hutang dagang dilakukan pada hari ke 15;
h. Pembelian bahan baku lainnya senilai Rp. 15.000.000 tunai, yang habis diproduksi pada
bulan ini;
i. Jumlah jam kerja bulan ini adalah 12.000 jam kerja langsung, sedangkan tarif upah/jkl
adalah Rp. 6.000;
i. Pembelian bahan tidak langsung senilai Rp. 35.000.000 tunai, sedangkan yang digunakan
untuk produksi pada bulan ini adalah Rp. 22.000.000;
j. Dari jumlah biaya penyusutan gedung, mesin, kendaraan, dan peralatan sebesar Rp.
60.000.000 sejumlah 40% adalah untuk kegiatan produksi;
k. Dari biaya asuransi dibayar di muka Rp. 80.000.000, sejumlah 15% harus dibebankan
bulan ini untuk bagian produksi;
l. Biaya-biaya pemeliharaan yang timbul pada bulan ini adalah Rp. 6.000.000;
m. Alokasi beban PBB untuk kegiatan produksi bulan ini adalah Rp. 2.500.000;
n. Bahan bakar dan biaya listrik untuk kegiatan produksi bulan ini adalah Rp. 19.000.000;
o. Biaya-biaya lain untuk kegiatan produksi bulan ini adalah Rp. 4.500.000;
p. Biaya barang dalam proses pada awal bulan ini adalah Rp. 19.000.000 dan pada akhir
periode adalah Rp. 22.000.000.
Diminta :
1. Siapkan jurnal-jurnal transaksi yang dibutuhkan!
2. Siapkan Laporan Harga Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactur Report)!
Soal 2
PT. Faadhilah mengeluarkan biaya Rp. 120.000.000 untuk upah buruh langsung dan memiliki
saldo akun-akun berikut ini diawal dan di akhir tahun 2007 :
1 Januari 31 Desember
a. Barang jadi (finished goods) 84.000.000 135.000.000
b. Barang dalam proses (work in process) 36.000.000 42.000.000
c. Bahan baku dan perlengkapan (materials) 51.000.000 72.000.000
d. Harga pokok penjualan (costs of goods sold) - 420.000.000
e. Pengendali overhead (overheads control) - 105.000.000
Diminta :
Dari data-data di atas, siapkan ayat-ayat jurnal yang terjadi dalam tahun tersebut!
Soal 3
Tindakan-tindakan berikut berkaitan dengan sistem informasi akuntansi perusahaan :
a. menyiapkan laporan yang merinci laba dari tiap pelanggan;
b. menyiapkan laporan laba-rugi yang sesuai dengan SAK;
c. menyiapkan anggaran kas bulanan;
d. secara sukarela melaporkan biaya pengaman pada investor yang ada dan pada calon
investor;
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
e. melaporkan kecenderungan (trend) tingkat produk cacat pada manajer pabrik;
f. penelitian untuk memutuskan bagaimana melaporkan fasilitas yang tidak diasuransikan
namun hancur dilanda puting beliung;
g. menetapkan biaya penghentian produk (product dispossal cost);
h. menetapkan biaya memproduksi produk baru (newly product cost);
i. menetapkan biaya Piutang Ragu-ragu (bad debt expense) dalam neraca;
j. penilaian biaya paska penjualan (after sales service cost);
k. melaporkan nilai dari saham yang dapat dipasarkan;
l. menetapkan bagaimana mengkonsolidasi laporan keuangan dari dua anak perusahaan;
m. laporan yang menunjukkan kecenderungan (trend) dari biaya produk bergaransi;
Diminta :
Klasifikasikan tindakan-tindakan di atas sebagai tindakan akuntansi manajemen atau
akuntansi keuangan.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Bahan Kuliah Akuntansi Manajemen
Bagian 2
Afif Sulfa, SE MSi. Ak.
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
A. PERTANYAAN STRATEGIS
Siapa pengguna informasi akuntansi manajemen?
Untuk kepentingan apa informasi akuntansi manajemen digunakan?
Haruskan sistem akuntansi manajemen menyediakan, baik informasi keuangan maupun
non-keuangan?
Organisasi apakah yang membutuhkan sistem informasi akuntansi manajemen?
B. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
Sistem Informasi Akuntansi Manajemen adalah sistem informasi yang
menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai
proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu Manajemen.
Proses adalah inti dari suatu Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan
digunakan untuk mengubah masukan menjadi keluaran yang memenuhi tujuan suatu
sistem. Keluaran mencakup Laporan Khusus, Harga Pokok Produk, Biaya Pelanggan,
Anggaran, Laporan Kinerja, dan bahkan komunikasi personal.
C. MODEL OPERASIONAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
Sistem Informasi Akuntansi Manajemen sebagai model operasional dapat
digambarkan sbb. :
Pengumpulan, Laporan Khusus, Harga
pengukuran, Pokok Produk, Biaya
Penyimpanan, Pelanggan, Anggaran,
Analisis, Laporan Kinerja,
Transaksi Pelaporan, Komunikasi Personal
Ekonomi Pengelolaan
Masukan Proses Keluaran
Pengguna
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
D. TUJUAN UMUM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
Sebagai suatu system informasi, maka akuntansi manajemen memiliki tujuan umum, yaitu :
1. Menyediakan informasi yang digunakan dalam perhitungan harga pokok jasa, produk,
dan tujuan lain yang diinginkan manajemen;
2. Menyediakan informasi yang digunakan dalam perencanaan, pengendalian,
pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan;
3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
E. PROSES MANAJEMEN
Aktivitas dalam system informasi akuntansi manajemen tidak terlepas dari
proses manajemen sebagai fungsi manajemen, yaitu Perencanaan, Pengendalian, dan
Pengambilan Keputusan
1. Perencanaan adalah aktivitas manajemen dalam menyusun formulasi terinci dari
kegiatan untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu. Karenanya, perencanaan
mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan
tersebut.
2. Pengendalian, adalah aktivitas manajemen untuk memonitor pelaksanaan rencana
dan melakukan tindakan korektif atau preventif sesuai kebutuhan. Pengendalian
biasanya dicapai dengan menggunakan umpan balik (feedback). Umpan balik adalah
informasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi atau memperbaiki langkah-
langkah yang dilakukan dalam implementasi suatu rencana.
3. Pengambilan Keputusan, adalah proses pemilihan di antara berbagai alternatif.
F. AKUNTANSI MANAJEMEN DAN PERILAKU ETIS
Sangat jelas, bahwa tujuan semua perusahaan adalah mencari laba maksimal.
Praktik akuntansi manajemen dikembangkan untuk membantu manajemen dalam
mencapai tujuan tersebut.
Namun, manajer dan akuntan manajemen seharusnya tidak terlalu fokus hanya
pada LABA, karena pencapaian laba tersebut harus dibatasi dengan persyaratan bahwa
laba dicapai melalui cara-cara yang sah dan etis. Perilaku etis melibatkan pemilihan
tindakan-tindakan yang BENAR, SESUAI, serta ADIL.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Walaupun pandangan orang sering berbeda, namun ada satu prinsip umum
yang mendasari semua sistem etika, yaitu keinginan untuk berkorban bagi orang lain,
yang merupakan inti dari tindakan (perilaku) etis.
G. STANDAR PERILAKU ETIS UNTUK AKUNTAN MANAJEMEN
1. Kompetensi,
Akuntan manajemen bertanggungjawab untuk :
a. Menjaga tingkat komptensi profesional yang diperlukan dengan terus-menerus
mengembangkan pengetahuan dan keahliannya;
b. Melakukan kewajiban profesionalnya sesuai dengan hukum, peraturan, dan
standar teknis yang berlaku;
c. Menyusun laporan keuangan dan rekomendasi yang lengkap serta jelas setelah
melakukan analisis yahng memadai terhadap informasi yang relevan dan andal.
2. Kerahasiaan
Akuntan manajemen bertanggungjawab untuk :
a. Menahan diri untuk tidak mengungkapkan tanpa izin atas informasi rahasia yang
diperoleh dari tempat kerjanya, kecuali diharuskan secara hukum;
b. Memberitahu bawahan seperlunya kerahasiaan dari informasi yang diperoleh dari
tempat kerjanya dan memonitor aktivitas mereka untuk menjaga kerahasiaan
tersebut;
c. Menahan diri untuk menggunakan atau tampak menggunakan informasi rahasia
yang diperoleh untuk tujuan yang tidak etis dan tidak sah, baik secara pribadi
maupun melalui pihak ketiga;
3. Integritas,
Akuntan manajemen bertanggungjawab untuk :
a. Menghindari konflik kepentingan yang aktuan atau terlibat nyata dan
mengingatkan semua pihak terkait mengenai adanya potensi konflik;
b. Menahan diri dari keterlibatan berbagai aktivitas yang akan menimbulkan
kecurigaan terhadap kemampuan mereka untuk melakukan tugasnya secara etis;
c. Menolak pemberian, penghargaan, dan keramah-tamahan yang dapat
mempengaruhi mereka dalam bertugas;
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
d. Menahan diri untuk tidak melakukan pengikisan terhadap legitimasi organisasi
dan tujuan-tujuan etis, baik pasif maupun aktif;
e. Mengenali dan mengkomunikasikan berbagai keterbatasan profesional atau
kendala lainnya yang akan menghalangi munculnya penilaian yang
bertanggungjawab atau keberhasilan dalam mengerjakan suatu aktivitas;
f. Mengkomunikasikan informasi yang baik atau buruk dan penilaian atau opini
profesional;
g. Menahan diri dari keterlibatan dalam aktivitas yang merugikan profesi.
4. Objektivitas,
Akuntan manajemen bertanggungjawab untuk :
a. Mengkomunikaksi informasi dengan adil dan obyektif;
b. Mengungkapkan semua informasi relevan yang diperkirakan dapat
mempengaruhi pemahaman pengguna terhadap laporan, komentar, dan
rekomendasi yang disajikan.
H. RESOLUSI KONFLIK ETIKA
Dalam pelaksanaan standar etis, akuntan manajemen mungkin menghadapi
masalah dalam mengidentifikasi perilaku yang tidak etis, atau dalam menyelesaikan
konflik etika. Ketika menghadapi isu-isu etika yang penting, akuntan manajemen
harus mengikuti kebijakan yang ditetapkan organisasi dalam mengatasi konflik. Jika
kebijakan ini tidak menyelesaikan konflik etika, akuntan manajemen harus
mempertimbangkan tindakan berikut ini :
1. Mendiskusikan masalah tersebut dengan atasan lansung, kecuali jika masalah
itu melibatkan atasannya. Dalam kasus ini, masalah ini harus dilaporkan
secepatnya ke jenjang berikutnya yang lebih tinggi. Jika tidak mencapai resolusi
yang memuaskan pada saat masalah diungkapkan, sampaikan masalah
tersebut ke jenjang manajemen yang lebih tinggi;
2. Jika atasan langsung adalah CEO atau yang setingkat, wewenang untuk
mengatasi masalah mungkin berada di tangan kelompok, seperti Komite Audit,
Executive Committee, Dewan Direksi, Dewan Komisaris, atau Pemilik.
Hubungan dengan jenjang di atas atasan langsung, sebaiknya dilakukan atas
sepengetahuan atasan, dengan asumsi bahwa atasan tidak terlibat;
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
3. Menjelaskan konsep-konsep yang relevan melalui diskusi rahasia dengan
seseorang penasihat yang obyektif untuk mencapai pemahaman terhadap
kemungkinan tindakan yang akan dilakukan;
4. Jika konflik etika masih ada setelah melalui seluruh jenjang peninjauan internal,
akuntan manajemen mungkin tidak punya jalan lain kecuali mengundurkan diri
dari organisasi dan memberikan memo yang informatif kepada wakil organisasi
terkait;
5. Kecuali jika diperintah secara hukum, mengkomunikasikan masalah tersebut
pada berbagai otoritas atau individu yang tidak hubungan dengan organisasi,
dianggap tidak layak dilakukan.
Sumber : Statement on Management Accounting No. 1C. “Standards of Ethical Conduct for
Management Accountants.” Institute of Management Accountants.
I. 10 NILAI INTI DARI PENDIDIKAN ETIKA DAN MORAL
1. Kejujuran;
2. Integritas;
3. Pemenuhan Janji;
4. Kesetiaan;
5. Keadilan;
6. Kepedulian terhadap Sesama;
7. Penghargaan kepada Orang Lain;
8. Warganegara yang Bertanggung jawab;
9. Pencapaian Kesempurnaan;
10. Akuntabilitas.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Bahan Kuliah Akuntansi Manajemen
Bagian 3
Afif Sulfa, SE MSi. Ak.
ANALISIS PERILAKU BIAYA
A. Klasifikasi Biaya
Kecermatan dalam menghitung dan mengalokasi biaya sangat penting dipahami,
terutama terkait dengan perencanaan (penyusunan anggaran), pelaksanaan dan
pengendalian biaya untuk mencapai efektifitas dan efisiensi biaya. Oleh karena itu
pemahaman atas setiap biaya yang timbul harus dimulai dari kemampuan memahami
klasifikasi biaya sebagai biaya tetap (fixed cost), biaya variabel (variable cost), dan biaya
semivariabel.
1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya ini bersifat tetap atau tidak berubah secara total dalam jangka waktu tertentu
(jangka pendek) atau kapasitas tertentu (kapasitas normal). Jadi biaya ini bersifat
konstan walaupun terjadi kenaikan/penurunan volume produksi ataupun kegiatan.Tetapi
pada jangka panjang atau kapasitas tertentu, biaya ini mungkin berubah seiring waktu
atau peningkatan kapasitas yang sangat signifikan.
Contoh atas biaya-biaya yang bersifat tetap antara lain :
a. Biaya gaji manajer produksi;
b. Biaya penyusutan (dengan pendekatan waktu);
c. Biaya PBB (tax proverty);
d. Biaya pemelihararan;
e. Biaya asuransi;
f. Biaya bahan tidak langsung;
g. Biaya sewa.
2. Biaya Variabel (Variable Cost)
Biaya ini bersifat fluktuatif atau berubah secara proporsional (sebanding) dengan
kenaikan/penurunan volume produksi ataupun kegiatan. Biaya-biaya ini disebut juga
sebagai biaya langsung (direct cost), karena biaya-biaya ini memiliki hubungan positif
(positif relation) atas kenaikan (penurunan) biaya produksi. Biaya ini biasa dapat
diidentifikasi langsung ke produk (cost object).
Contoh atas biaya-biaya yang bersifat variabel ada dua, yaitu :
a. Biaya bahan baku langsung (direct material cost) dan
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
b. Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost)
3. Biaya Semi Variabel (Semi Variable Cost)
Biaya ini bersifat fluktuatif atau berubah secara total, tetapi perubahan tersebut tidak
sebanding (not proprtional) dengan kenaikan/penurunan volume produksi ataupun
kegiatan. Biaya semi variabel ini dapat juga disebut sebagai biaya semi tetap atau biaya
campuran (mix cost), karena di dalamnya terkandung dua unsur biaya, yaitu biaya tetap
dan biaya variabel.
Contoh atas biaya-biaya yang bersifat semi variabel antara lain :
a. Biaya gaji supervisor produksi;
b. Biaya gaji bagian produksi lainnya;
c. Biaya penyusutan (dengan pendekatan aktvitas);
d. Biaya energi, seperti bahan bakar dan listrik);
e. Biaya asuransi jiwa pegawai;
f. Biaya makan pegawai.
B. Pemisahan Biaya Semi Variabel
Atas adanya biaya semi variable tentu akan menyulitkan bagi manajemen dalam menyusun
perencanaan (anggaran) dan pengendalian biaya. Oleh karena itu, biaya semi variable
harus dapat diidentifikasi dan dipisahkan menjadi berapa besar biaya tetap dan berapa
besar biaya variable?
Ada beberapa cara (metode) yang dapat digunakan untuk memisahkan besarnya
komponen-komponen biaya yang bersifat tetap dan variable, yaitu: metode titik tertinggi dan
titik terendah, metode titik sebar, dan metode kuadrat terkecil.
1. Metode Titik Tertinggi dan Titik Terendah (High and Low Point)
Dengan metode ini, komponen biaya tetap dan biaya variable dipisahkan dengan
menggunakan dua titik ekstrim, yaitu titik biaya tertinggi dan titik biaya terendah dalam
suatu periode biaya. Titik tertinggi dan titik terendah ini digunakan, karena kedua titik
tersebut mewakili seluruh titik yang timbul dalam suatu periode hitungan biaya.
Contoh Data Biaya Listrik dan Volume Produksi :
PT. Arkaan Manufaktur
Data Biaya Listrik dan Volume Produksi
Tahun 2007
Bulan Biaya Listrik Volume Produksi
Januari Rp. 640.000.000 3.400.000
Februari 620.000.000 3.000.000
Maret 620.000.000 3.400.000
April 590.000.000 3.900.000
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Mei 500.000.000 4.200.000
Juni 530.000.000 3.200.000
Juli 500.000.000 2.600.000
Agustus 500.000.000 2.600.000
September 530.000.000 3.100.000
Oktober 550.000.000 3.500.000
Nopember 580.000.000 4.300.000
Desember 680.000.000 4.800.000
Jumlah Rp. 6.840.000.000 42.000.000
Rata-rata/bulan Rp. 570.000.000 3.500.000
Dari data-data yang terdapat dalam tabel tersebut, maka dapat ditentukan besar biaya
tetap dan tari biaya variabel dengan metode High-Low Point adalah sbb. :
Biaya Volume .
Titik Tertinggi Rp. 680.000.000 4.800.000 unit
Titik Terendah Rp. 500.000.000 2.600.000 unit
Selisih Rp. 180.000.000 2.200.000 unit
Maka tarif biaya variabel dapat ditentukan, yaitu :
Rp. 180.000.000 : 2.200.000 unit = Rp. 81,82/unit.
Sehingga jumlah biaya tetap adalah :
Tinggi Rendah .
Total Biaya Rp. 680.000.000 Rp. 500.000.000
Biaya Variabel Rp. 392.732.000 Rp. 212.732.000
Biaya Tetap Rp. 287.268.000 Rp. 287.268.000
Dengan demikian, jika perusahaan dalam suatu periode mampu menghasilkan
4.000.000 unit, maka Biaya Listrik yang timbul adalah :
a. Biaya Tetap = Rp. 287.268.000
b. Biaya Variabel : Rp. 81,82 x 4.000.000 unit = Rp. 327.280.000
Jumlah biaya listrik = Rp. 614.548.000
2. Metode Titik Sebar (Scattergraph)
Dengan metode ini, maka analisis pemisahan biaya semivariabel dipisahkan menjadi
variabel dependent (terikat) ditandai dengan garis vertikal atau sumbu Y (y-axis) dan
variabel independent (bebas) ditandai dengan garis hirisontal atau sumbu X (x-axis).
Sumbu X menunjukkan jumlah volume produksi, sedangkan sumbu Y mewakili jumlah
biaya listrik.
Dari grafik, dapat terlihat Garis A digambar pararel dengan sumbu X, dan garis B
memotong sumbu Y yang secara visual mendekati titik Rp. 440.000.000. Sehingga
dengan demikian, area yang dibatasi oleh garis A dan B menunjukkan peningkatan
dalam biaya listrik ketika volume produksi meningkat. Peningkatannya dapat dihitung :
Rata2 biaya bulanan – Elemen Tetap = Rata-2 bulanan elemen variabel
Rp. 570.000.000 - Rp. 440.000.000 = Rp. 130.000.000
Rata-2 bulanan elemen variabel = Biaya variabel per unit
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Rata-2 bulanan volume produksi
Rp. 130.000.000 = Rp. 37,14/unit.
3.500.000 unit
Dengan demikian biaya listrik terdiri atas unsur tetap Rp. 440.000.000 dan unsur
variabel Rp. 37,14/unit.
800
600 Garis B
Biaya Listrik
400 Garis A
Volume
200 Produksi
-
0 5 10 15
3. Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method)
Metode ini disebut juga analisa regresi, yaitu menentukan secara matematis garis
yang paling sesuai atau garis regresi linear melalui sekelompok titik.
(1) (2) (3) (4) (6) (7) (8)
Biaya Selisih dari Volume Selisih dari
Bulan dikuadratkan (4) x (2) dikuadratkan
Listrik Rata-2 Produksi Rata-2
Jan 640 70 34 (1) 1 (70) 4,900
Feb 620 50 30 (5) 25 (250) 2,500
Mar 620 50 34 (1) 1 (50) 2,500
Apr 590 20 39 4 16 80 400
mei 500 (70) 42 7 49 (490) 4,900
Jun 530 (40) 32 (3) 9 120 1,600
Jul 500 (70) 26 (9) 81 630 4,900
Ags 500 (70) 26 (9) 81 630 4,900
Sep 530 (40) 31 (4) 16 160 1,600
Okt 550 (20) 35 - - - 400
Nop 580 10 43 8 64 80 100
Des 680 110 48 13 169 1,430 12,100
Total 6,840 - 420 - 512 2,270 40,800
Dengan analisa ini, telah ditentukan sebelumnya adalah bahwa X mewakili variable
independent (bebas), yaitu volume produksi dan Y mewakili variable dependent
(terikat), yaitu biaya listrik.
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa tarif biaya variabel adalah :
b = total kolom 6 = Rp. 22.700.000.000 = Rp. 44.30 per unit
total kolom 5 512.000.000
Sehingga biaya tetap (a) adalah :
Y = a + bx
Rp. 570.000 = a + (Rp. 44,30 x 3.500)
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Rp. 570.000 = a + Rp. 155.050
a = Rp. 570.000 - Rp. 155.050
a = Rp. 414.950
LATIHAN :
2. Berikut adalah data-data biaya listrik dan jam kerja langsung pada PT. Arkaan Mulia dalam
tahun 2007 :
Bulan Biaya Listrik Jam Kerja
Langsung
Januari Rp. 440.000.000 22.000
Februari 540.000.000 26.000
Maret 560.000.000 27.000
April 420.000.000 20.000
Mei 500.000.000 25.000
Juni 560.000.000 29.000
Juli 610.000.000 32.000
Agustus 600.000.000 31.000
September 580.000.000 30.000
Oktober 540.000.000 27.000
Nopember 570.000.000 28.000
Desember 660.000.000 34.000
Diminta :
3. Siapkan perhitungan biaya tetap dan variabel menggunakan tiga metode!
4. Jika pada bulan Januari 2008, perusahaan bekerja dalam 40.000 JKL, maka berapa
total biaya yang terjadi jika menggunakan metode High-Low Point dan metode Least
Square?
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
2. Berikut adalah biaya-biaya yang terjadi pada sebuah perusahaan pada berbagai tingkat aktivitas :
Jenis Biaya 3.000 jam 4.000 jam 7.000 jam
a. Bahan baku 150,000,000 200,000,000 350,000,000
b. Upah Buruh 52,500,000 70,000,000 122,500,000
c. Gaji Mandor 32,500,000 40,000,000 62,500,000
d. Gaji Manajer Produksi 17,500,000 17,500,000 17,500,000
e. Listrik 9,700,000 12,200,000 19,700,000
f. Penyusutan Mesin & Bangunan Pabrik 30,000,000 30,000,000 30,000,000
g. Penyusutan Kendaraan Pabrik 7,500,000 9,500,000 15,500,000
h. Pemeliharaan 3,050,000 3,650,000 5,450,000
i. Asuransi 7,500,000 10,000,000 17,500,000
j. Sewa Gudang 10,000,000 10,000,000 10,000,000
k. Pajak Bumi dan Bangunan 2,000,000 2,000,000 2,000,000
l. Konsumsi Pegawai Pabrik 2,000,000 2,120,000 2,480,000
m. Bahan Bakar 15,000,000 20,000,000 35,000,000
Jumlah 339,250,000 426,970,000 690,130,000
Diminta :
a. Dari data-data tersebut, tentukan biaya-biaya yang termasuk Biaya Tetap, Variabel, dan Semivariabel!
b. Jika perusahaan beroperasi pada tingkat aktivitas 9.000 jam, maka berapakah :
i. Biaya Utama (prime costs )?
ii. Biaya Konversi (conversion costs )?
iii. Total Biaya (total costs )?
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Bahan Kuliah Akuntansi Manajemen
Bagian 4
Afif Sulfa, SE MSi. Ak.
ANALISIS BIAYA-VOLUME LABA
Salah satu alat analisis biaya, volume dan laba adalah "titik impas" atau break even
point, yaitu suatu petunjuk yang memberi informasi bahwa suatu perusahaan tidak mendapat
laba dan tidak rugi. Dalam kondisi break even perusahaan mempunyai tingkat penjualan sama
besar dengan total biaya.
A. TITIK IMPAS
Titik impas adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya, yaitu
titik di mana laba sama dengan nol.
Persamaan,
BEP = Penjualan - Biaya total = 0
Rumus :
Contoh : PT. ABC dalam operasionalnya menjual produk dengan harga Rp. 250.000
per unit, sedangkan produk tersebut memiliki unsur biaya variable sebesar
Rp. 150.000 per unit dan jumlah biaya tetap sebulan ini adalah Rp.
50.000.000.
Dengan demikian titik impas dapat dicari, sebagai berikut :
BEP = . Rp. 50.000.000 .
1 - (Rp. 150.000 / Rp. 250.000)
= Rp. 50.000.000
0,40
= Rp. 125.000.000
Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui, bahwa jika perusahaan berhasil
menjual Rp. 125.000.000, maka perusahaan tidak akan mendapat keuntungan atau laba.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Maka agar perusahaan memperoleh laba, maka penjualan harus lebih besar dari Rp.
125.000.000.
1. Penggunaan Laba Operasi dalam Analisis CVP
Laporan laba rugi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:
Laba operasi = Pendapatan penjualan – Beban variable – Beban tetap
atau
Laba operasi = (Harga x Jumlah unit) – (Biaya variable per unit x Jumlah unit) –
Total biaya tetap
atau
Contoh : Dari soal sebelumnya, jika PT. ABC menghendaki laba sebesar Rp.
75.000.000, maka BEP dapat dihitung sebagai berikut :
BEP - Laba = . Rp. 50.000.000 .
1 - (Rp. 150.000 / Rp. 250.000)
= Rp. 50.000.000 + Rp. 75.000.000
0,40
= Rp. 312.500.000
Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui, bahwa jika perusahaan
berhasil menjual Rp. 312.500.000, maka perusahaan akan mendapat keuntungan
atau laba sebesar Rp. 75.000.000.
2. Jalan Pintas untuk Menghitung Unit Titik Impas
Marjin kontribusi adalah pendapatan penjualan dikurangi total biaya
variable. Pada titik impas, marjin kontribusi sama dengna beban tetap. Unit titik
impas labih cepat dihitung dengan memfokuskan pada margin kontribusi.
Jumlah unit = Biaya tetap : Marjin kontribusi per unit
Dari soal di atas, dapat diketahui bahwa margin per unit adalah Rp. 100.000, yaitu
dari ( Rp. 250.000 – Rp 150.000). Sehingga, jumlah BEP dalam unit dapat dihitung :
BEP = Rp. 50.000.000
Rp. 100.000
= 500 unit.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Sedangkan jika laba yang diinginkan sebesar Rp. 75.000.000, maka jumlah unit
penjualan yang harus dilakukan adalah :
BEP = Rp. 50.000.000 + Rp. 75.000.000
Rp. 100.000
= 1.250 unit.
3. Penjualan Per Unit yang Diperlukan untuk Mencapai Target Laba
Target laba di sini adalah laba operasi di atas nol (titik impasnya), yang
dapat dinyatakan dengan jumlah rupiah atau sebagai persentase dari pendapatan
penjualan.
4. Target Laba Setelah Pajak
Pada saat menghitung titik impas, pajak penghasilan tidak berperan,
karena pajak yang dibayarkan untuk laba nol adalah nol. Apabila perusahaan ingin
menghasilkan laba bersih tertentu, target laba dinyatakan sebagai laba bersih, maka
harus ditambahkan kembali pajak penghasilan untuk memperoleh laba operasi.
Laba bersih = Laba operasi – Pajak
= Laba operasi – (Tarif pajak x Laba operasi)
= Laba operasi (1 – Tarif pajak)
atau
Laba operasi = (Laba bersih) : (1- Tarif pajak)
B. TITIK IMPAS DALAM RUPIAH PENJUALAN
Pendapatan impas dihitung dengan membagi total biaya tetap dengan rasio
marjin kontribusi. Laba yang ditargetkan ditambahkan ke biaya tetap untuk menentukan
jumlah pendapatan yang diperlukan untuk menghasilkan target laba.
C. ANALISIS MULTI PRODUK
Analisis multiproduk mengharuskan suatu asumsi dibuat sehubungan dengan
bauran penjualan yang diharapkan. Bauran penjualan adalah kombinasi relative dari
berbagai produk yang sedang dijual perusahaan. Pada bauran penjualan tertentu,
masalah multiproduk dapat dialihkan ke dalam analisis produk tunggul. Apabila bauran
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
penjualan berubah, maka titik impas juga akan berubah. Kenaikan penjualan produk yang
memiliki merjin kontribusi tinggi akan memperkecil titik impas, sementara kenaikan
penjualan produk dengan marjin kontribusi rendah akan memperbesar titik impas.
Penjualan impas = Biaya tetap : Rasio marjin kontribusi
D. PENYAJIAN SECARA GRAFIS HUBUNGAN CVP
1. Grafik Laba-Volume, menggambarkan secara visual hubungan antara laba dan
volume penjualan. Grafik laba-volume merupakan grafik dari persamaan laba
operasi [Laba operasi = (Harga x Unit) – (Biaya variable per unit x Unit) – Biaya
tetap]. Untuk laba operasi sebAgai variable dependen atau tak bebas (ditunjukkan
oleh sumbu vertikal) dan unit merupakan variable independent (diukur disepanjang
sumbu horisontal).
2. Grafik Biaya-Volume-Laba, menggambarkan hubungan antara biaya, volume, dan
laba. Untuk itu, diperlukan dua grafik dengan garis terpisah yaitu garis total
pendapatan dan garis total biaya.
Pendapatan = Harga x Unit
Total biaya = Biaya variable per unit x Unit + Biaya tetap
Dengan sumbu vertical diukur dalam dolar dan sumbu horizontal dalam unit yang
terjual.
E. PERUBAHAN VARIABEL CVP
Risiko dan Ketidakpastian, seperti marjin pengaman dan leverage operasi dapat
digunakan untuk memberikan manajer pemahaman yang lebih jelas atas hasil analisis
CVP. Marjin pangaman adalah unit yang dijula atua diharapkan terjual atau pendapatan
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
yang dihasilkan atau diharapkan diterima yang melebihi volume impas. Apabila marjin
pengaman perusahaan lebih besar daripada penjualan yang diharapkan di tahun depan,
maka risiko menderita kerugian penjualan lebih kecil dari apabila marjin pengaman lebih
kecil. Leverage operasi adalah penggunaan biaya tetap untuk menciptakan perubahan
persentase laba yang lebih tinggi ketika aktivitas penjulana berubah.
Analisis sensitivitas memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai
pengaruhh perubahan variable yang mendasari terhadap hubungan CVP.
F. ANALISIS CVP DAN KALKULASI BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
Metode CVP dapat digunakan dengan kalkulasi biaya berdasarkan aktivitas
(ABC) tetapi analisisnya harus dimodifikasi. Akibatnya, menurut ABC suatu jenis analisis
sensitivitas digunakan. Biaya tetap dipisahkan dari variasi biaya yang berubah-ubah
dengan penggerak biaya tertentu. Biaya variable tersebut dikelompokkan sebagai tingkat
unit, tingkat batch, dan tingkat produk.
Contoh soal :
PT. Faadhilah pada awal tahun 2006 menanamkan investasi sebesar Rp. 240 juta dan
menginginkan ROI sebesar 20%. Untuk dapat memenuhi tujuan tersebut, perusahaan
menetapkan harga jual atas produknya sebesar Rp. 50.000/unit, sedangkan biaya variabel
adalah Rp. 30.000/unit dan biaya tetap sebesar Rp. 140 juta. Ternyata, atas produk tersebut
memiliki persaingan yang sangat tajam, sehingga perusahaan memutuskan untuk memilih salah
satu alternatif :
a. menurunkan harga jual menjadi Rp. 46.000/unit; atau
b. menaikkan biaya pemasaran variabel Rp. 2.500; atau
c. menaikkan biaya pemasaran tetap sebesar Rp. 10 juta.
Diminta :
a. Berapa unit yang harus dijual dan nilai penjualan jika tidak ada perubahan!
b. Berapa unit yang harus dijual dan nilai penjualan jika harga jual turun menjadi Rp. 46.000/unit!
c. Berapa unit yang harus dijual dan nilai penjualan jika biaya pemasaran variabel naik Rp. 2.500/unit;
d. Berapa unit yang harus dijual dan nilai penjualan jika biaya pemasaran tetap naik Rp. 10 juta!
Pedoman Jawaban :
Dik :
Investasi = Rp. 240,000,000 FC = Rp. 140,000,000
ROI = 20% P' = Rp. 46,000
P = Rp. 50,000 VC' = Rp. 32,500
VC = Rp. 30,000 FC' = Rp. 150,000,000
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Pedoman Jawaban :
Dik :
Investasi = Rp. 240,000,000 FC = Rp. 140,000,000
ROI = 20% P' = Rp. 46,000
P = Rp. 50,000 VC' = Rp. 32,500
VC = Rp. 30,000 FC' = Rp. 150,000,000
Laba yang diinginkan = 240.000.000 x 20% = Rp. 48,000,000
a. Sebelum ada penyesuaian harga/biaya:
Q = FC + Laba
(P - VC)
= 140,000,000 + 48,000,000
50,000 - 30,000
= 188,000,000
20,000
= 9,400 unit
Sales = P x Q
= 50,000 x 9,400
= Rp. 470,000,000
b. Jika harga jual turun menjadi Rp. 46.000/unit :
Q = FC + Laba
(P' - VC)
= 140,000,000 + 48,000,000
46,000 - 30,000
= 188,000,000
16,000
= 11,750 unit
Sales = P x Q
= 46,000 x 11,750
= Rp. 540,500,000
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
c. Jika biaya pemasaran variabel naik Rp. 2.000/unit;
Q = FC + Laba
(P - VC')
= 140,000 + 48,000,000
50,000 - 32,500
= 48,140,000
17,500
= 2,751 unit
Sales = P x Q
= 50,000 x 2,751
= Rp. 537,150,000
d. Jika biaya pemasaran tetap naik Rp. 10 juta :
Q = FC' + Laba
(P1 - VC)
= 150,000,000 + 48,000,000
50,000 - 30,000
= 198,000,000
20,000
= 9,900 unit
Sales = P x Q
= 50,000 x 9,900
= Rp. 495,000,000
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afif Sulfa, SE MSi. Ak
AKUNTANSI MANAJEMEN
Get documents about "