34034 5 798897904167 by 9oaJ0il

VIEWS: 57 PAGES: 10

									                                  Bahan Kuliah Auditing 2
                                        ttm ke-5
                                   Afif Sulfa, SE MSi. Ak.



         SIKLUS PRODUKSI DAN PERSEDIAAN



         Siklus produksi dan persediaan berhubungan dengan penyediaan bahan baku dan
konversi bahan baku (raw material) menjadi barang jadi (finished goods). Siklus ini meliputi
perencanaan serta pengendalian produksi terhadap jenis-jenis dan kuantitas barang yang akan
diproduksi, tingkat persediaan yang akan dipertahankan, serta transaksi dan peristiwa yang
berkaitan dengan proses pabrikasi. Transaksi yang terjadi dalam siklus ini disebut sebagai
transaksi pabrikasi.
Siklus produksi dan persediaan terkait dengan tiga siklus lain, yaitu:
1. Siklus pembelian bahan baku dan pembayaran biaya overhead
2. Siklus penggajian tenaga kerja pabrik
3. Siklus penjualan barang jadi


A.   TUJUAN AUDIT
     Audit dalam siklus produksi dan persediaan diarahkan terhadap:
1. Transaksi yang berkaitan dengan transaksi pabrikasi.
2. Saldo akun yang berkaitan dengan saldo persediaan serta harga pokok penjualan.


B.   PROGRAM AUDIT
             Pemahaman tentang bisnis dan industri klien akan membantu auditor dalam
     merancang program audit yang efektif dan efisien. Bagi banyak perusahaan persediaan
     pabrikasi merupakan proses inti dan kemampuan entitas untuk menghasilkan laba serta
     arus kas akan tergantung pada seberapa baik proses pabrikasi ini dikelola, bagi banyak
     perusahaan distribusi dan eceran, manajemen persediaan merupakan hal yang penting
     untuk mencapai keberhasilan.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                  Afif Sulfa, SE MSi. Ak
                                                                     AUDITING 2
            Pada saat mengaudit sebuah perusahaan pabrikasi, auditor biasanya ingin
     memahami intensivitas modal dari proses pabrikasi, disamping bauran bahan baku dan
     tenaga kerja yang diperlukan dalam proses pabrikasi itu. Suatu proses yang terutama
     bersifat padat modal seperti penyulingan minyak, biasanya mempunyai jumlah biaya tetap
     yang signifikan yang memerlukan volume yang cukup besar untuk menjamin profitabilitas.


     Tujuan Audit Spesifik Tertentu Untuk Siklus Produksi dan Persediaan
            Asersi                Tujuan Audit atas               Tujuan Audit atas
                                      Transaksi                      saldo Akun
      Keberadaan atas      Transaksi pabrikasi yang dicatat   Persediaan yang tercatat
      Keterjadian          menyajikan bahan, tenaga kerja,    pada neraca apakah
                           dan overhead.                      secara fisik benar-benar
                                                              ada.
      Kelengkapan          Semua transaksi pabrikasi yang     Persedian mencakup
                           terjadi selama periode berjalan    semua bahan, produk dan
                           telah dicatat.                     perlengkapan yang ada
                                                              ditangan pada tanggal
                                                              cut-off.

      Hak dan Kewajiban    Hak atas persediaan yang           Hak milik atas persediaan
                           berasal dari transaksi pabrikasi   pada tanggal neraca.
                           yang dicatat.

      Penilaian atau       Transaksi pabrikasi telah          Persediaan telah
      alokasi              dijurnal, diikhtisarkan, dan       dinyatakan dengan tepat
                           dibukukan atau diposting           pada harga yang terendah
                           dengan benar.                      antara harga pokok dan
                                                              harga pasar.
      Penyajian dan        Rincian transaksi pabrikasi        Persediaan dan haraga
      pengungkapan         mendukung penyajiannya dalam       pokok penjualan telah
                           laporan keuangan termasuk          diidentifikasi dan
                           klasifikasi dan                    diklasifikasikan secara
                           pengungkapannya.                   tepat dalam laporan
                                                              keuangan.




C.   MATERIALITAS, RESIKO INHEREN DAN PROSEDUR ANALITIS
     1. Materialitas
               Persediaan adalah unsur yang material dan audit atas persediaan merupakan
        hal yang penting untuk mencapai pendapat tentang kewajaran penyajiaan laporan
        keuangan secara keseluruhan. Pertimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                              Afif Sulfa, SE MSi. Ak
                                                                 AUDITING 2
       materialitas adalah penentuan besarnya salah saji yang akan mempengaruhi
       keputusan pemakai aporan pemakai yang berakal sehat. Pertimbangan sekunder
       adalah hubungannya dengan biaya untuk mendeteksi kesalahan. Akibatnya, auditor
       biasanya akan mengalokasikan suatu jumlah yang signifikan dari keseluruhan
       materialitas audit persediaan, tanpa melebihi yang ia anggap akan mempengaruhi
       analisis pemakaiaan laporan keuangan.


    2. Resiko Inheren
              Resiko inheren dari terjadinya salah saji dalam laporan keuangan yang
       disebabkan oleh transaksi persediaan pada perusahaan pabrikan dan perdagangan
       relatif tinggi, karena persediaan adalah merupakan bagian yang material dari proses
       entitas itu. Volume transaksi pembelian yang tinggi, lokasi penyimpanan persediaan
       diberbagai lokasi, keragaman jenis persediaan dan kemungkinan adanya retur adalah
       beberapa karakteristik mengapa persediaan sangat penting bagi perusahaan pabrikan
       dan perdagangan.


    3. Prosedur Analitis
              Prosedur analiatis adalah prosedur yang murah dari segi biaya dan dapat
       membuat auditor waspada terhadap potensi terjadinya salah saji. Jika laporan
       keuangan yang disajikan untuk memperlihatkan kecenderungan naiknya margin laba
       yang disertai dengan naiknya jumlah hari perputaran persedian, maka persediaan
       mungkin telah ditetapkan terlalu tinggi. Jika persediaan bersifat material bagi audit
       laporan keuangan, maka auditor tidak bolah menganggap bahwa prosedur analitis
       merupakan pengganti untuk pengujian rincian lainnya, tetapi prosedur ini bisa sangat
       efektif dalam memusatkan perhatiaan audit dimana salah saji mungkin terjadi.


       Prosedur analitis yang biasa digunakan untuk mengaudit siklus produksi dan
       persediaan
             Rasio               Rumus                   Signifikan Audit
        Jumlah hari        Rata-rata hutang    Pengalaman sebelumnya mengenai
        perputaran         persediaan Harga    jumlah hari perputaran persediaan
        persediaan         pokok penjualan x   digabungkan dengan pengetahuan
                           365                 tentang harga pokok produksi akan
                                               bermanfaat dalam mengestimasi tingkat
                                               persediaan tahun berjalan.
                                               Perpanjangan periode ini dapat

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                            Afif Sulfa, SE MSi. Ak
                                                               AUDITING 2
                                                       mengidetifikasikan masalah eksistensi
                                                       atau keberadaan, atau masalah dalam
                                                       menetukan nilai yang terendah antara
                                                       harga pokok dan harga pasar.
          Pertumbuhan         ((persediaann /          Rasio yang lebih besar dari 1,0
          persediaan          persediaan n-1) -1) :    menunjukan bahwa persediaan tumbuh
          terhadap            ((harga pokok            lebih cepat dari pada penjualan. Rasio
          pertumbuhan         penjualann / harga       yang besar dapat menunjuikan
          harga pokok         pokok penjualan n-1) -   kemungkinan adanya masalah
          penjualan           1)                       keuangan persediaan.
          Barang jadi yang    Kuantitas barang jadi    Berguna dalam mengestimasi efisiensi
          diproduksi          Kuantitas bahan baku     memproses pabrikasi sehingga dapat
          terhadap bahan                               membantu dalam mengevaluasi
          baku yang                                    kewajaran biaya produksi
          digunakan
          Barang jadi yang    Kuantitas barang jadi    Bermanfaat dalam mengestimasi
          diproduksi          Jam tenaga kerja         efisiensi proses pabrikasi sehingga
          terhadap tenaga     langsung                 dapat membantu dalam mengevalasi
          kerja langsung                               kewajaran biaya produksi
          Produk yang         Jumlah produk cacat      Bermanfaat dalam mengestimasi
          cacat per juta      sebagai persentase       efektivitas proses pabrikasi sehingga
                              dari setiap juta yang    dapat membantu dalam mengevalasi
                              diproduksi               kewajaran biaya produksi dan beban
                                                       garansi




D.   AKTIVITAS PENGENDALIAN- TRANSAKSI PABRIKASI
             Komponen aktivitas pengendalian dalam pengendalian internal terdiri atas empat
     katagori aktivitas :
     1. Pemisahan tugas, pengendalian umum dan pengendalian aplikasi
     2. Pengendalian pemrosesan informasi yang mencakup otorisasi yang tepat.
     3. Pengendalian fisik.
     4. Penelaahan kinerja dan akuntabilitas.

             Dokumen dan catatan yang umum beberapa dokumen, catatan dan file komputer
     yang lazim digunakan dalam memproses transaksi pablikasi :
     1. Production order (Perintah produksi)
     2. Material requirement report (Laporan kebutuhan bahan)
     3. Materials issue slip (Slip pengeluaran bahan)
     4. Time ticket (catatan waktu kerja)
     5. Move ticket (catatan perpindahan fisik barang)
     6. Daily production activity report (Laporan aktivitas produksi harian)
     7. Completed production report (Laporan produksi yang sudah selesai)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                     Afif Sulfa, SE MSi. Ak
                                                                        AUDITING 2
     8. Catatan persediaan perpetual (buku besar pembantu atau file induk persediaan)
     9. Standard cost master (file induk biaya standar).
     10. Raw materials inventory master file (File induk persediaan bahan baku)
     11. Work-in- process inventory master file (File induk persediaan barang dalam proses)
     12. Finished goods inventory master file (File induk persediaan barang jadi).




E.   FUNGSI-FUNGSI DAN PENGENDALIAN TERKAIT
             Pelaksanaan dan pencatatan transaksi pabrikasi serta pengamanan persediaan
     melibatkan fungsi-fungsi pabrikasi berikut ini:
     1. Memulai produksi :
        a. Merencanakan dan mengendalikan produksi
        b. Mengeluarkan bahan baku
     2. Memindahkan barang :
        a. Memproses barang dalam produksi
        b. Memindahkan pekerjaan yang sudah selesai ke barang jadi
        c. Melindungi persediaan
     3. Mencatat transaksi pabrikasi dan persediaan :
        a. Menentukan dan mencatat biaya-biaya pabrikasi
        b. Menjaga kebenaran saldo-saldo persediaan


              Pelaksanaan     fungsi-fungsi   ini   melibatkan   beberapa   departemen   seperti
     perencanaan dan pengendalian produksi, bagian pembelian bahan baku, departemen
     produksi, pencatatan waktu (time keeping), barang jadi, TI, akuntansi biaya dan akuntansi
     umum.




F.   MEMPEROLEH PEMAHAMAN DAN MENILAI RESIKO PENGENDALIAN
             Dalam memperoleh dan mendokumentasikan pemahaman tentang bagian-bagian
     dari komponen pengendalian internal yang relevan dengan transaksi pabrikasi, auditor
     menggunakan prosedur yang sama. Prosedur ini meliputi review atas pengalaman
     sebelumnya dengan kalien bersangkutan, jika ada, pengajuan pertanyaan kepada
     manajemen serta personil produksi lainnya, pemeriksaan dokumen dan catatan produksi,


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                 Afif Sulfa, SE MSi. Ak
                                                                    AUDITING 2
         serta pengamatan atas aktivitas dan kondisi produksi. Prosedur ini juga mencakup
         penggunaan kuesioner pengendalian internal, bagan arus dan memorandum naratif.
                Identifikasi potensi salah saji, pengendalian yang diperlukan, dan pengujian
         pengendalian juga berkaitan dengan penilaian resiko pengendalian atas transaksi-
         transaksi dalam siklus produksi.




G.       MENENTUKAN RESIKO DETEKSI UNTUK PENGUJIAN RINCIAN
                  Spesifikasi auditor mengenai tingkat resiko deteksi yang dapat diterima untuk
         pengujian rincian atas asersi-asersi persediaan akan mencerminkan suatu hubungan
         terbalik dengan penilaian resiko inheren, resiko pengendalian dan resiko prosedur analitis
         yang relevan yang berkaitan dengan asersi-aseri itu. Penilaian resiko pengendalian yang
         relevan bervariasi menurut kelompok transaksi yang mempengaruhi akun persediian
         tertentu seperti yang diperlihatkan dalam tabel berikut ini :
                                                      Kelompok Transaksi yang
               Akun Persediaaan
                                            Memperbesar Akun             Memperkecil Akun
         Persediaan barang dagang               Pembelian                   Penjualan
         Bahan baku                             Pembelian
         Barang dalam proses
         Barang jadi                                                        Penjualan




H.       MERANCANG PENGUJIAN SUBTANTIF
                Pengujian subtantif yang mungkin dilakukan terhadap asersi-asersi saldo
         persediaan dan tujuan audit atas saldo akun khusus yang berhubungan dengan asersi.
         Bukti yang diperoleh dari beberapa pengujian yang dapat diterapkan pada persediaan
         barang dagang dan pada persediaan barang jadi yang telah diproduksi juga berkaitan
         dengan tujuan untuk akun harga pokok penjualan yang bersesuaian, karena adanya
         hubungan timbal balik diantara akun-akun tersebut.


I.       PENGUJIAN RINCIAN TRANSAKSI
         1. Contoh vouching ayat jurnal yang tercatat dalam akun persediaaan menyangkut
            persediaan dalam dokumen pendukung :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                        Afif Sulfa, SE MSi. Ak
                                                                           AUDITING 2
             Ayat jurnal debet dalam persediaan barang dagang atau bahan baku ke faktur
              penjualan, laporan penerimaan dan pesanan pembeliaan;
             Ayat jurnal debet dalam persediaan barang dalam proses atau barang jadi
              pencatatan biaya pabrikasi dan laporan produksi;
             Ayat jurnal kredit pada persediaan barang dan barang jadi ke dokumen dan
              catatan penjualan;
             Ayat jurnal kredit pada persediaan bahan baku dan barang dalam proses
              pencatatan biaya pabrikasi dan laporan produksi
      2. Pengujian pisah batas transaksi pembelian, pabrikasi dan penjualan
                  Tujuan dan sifat dari pengujian pisah batas penjualan serta pembelian yaitu
          dalam hubungannya dengan audit atas saldo piutang usaha dan hutang usaha,
          pengujian itu merupakan hal yang penting untuk memastikan bahwa transaksi yang
          terjadi menjelang akhir tahun telah dicatat dalam periode yang akuntansi yang benar.
                  Dalam sebuah perusahaan pabrikasi, juga harus dipastikan bahwa ayat jurnal
          telah dicatat dalam periode yang tepat untuk transfer biaya antara:
          a. Gudang dan departemen produksi;
          b. Departemen produksi yang satu dan yang lainnya;
          c. Departemen produksi dan barang jadi.


J.    PENGUJIAN RINCIAN SALDO
      1. Mengamati Saldo
a. Mengamati perhitungan persediaan fisik klien.
b. Penetapan waktu dan luas pengujian penetapan waktu pengamatan persediaan tergantung
     pada sistem persediaan yang dianut klien dan efektifitas pengendalian internal.
                 Dalam sistem persediaan periodik, kuantitas ditentukan melalui perhitungan
                  fisik dan semua perhitungan telah dilakukan pada tanggal tertentu. Tanggal itu
                  harus ditetapkan pada atau mendekati tanggal neraca dan auditor biasanya
                  harus hadir pada penetapan tanggal itu.
                 Dalam sistem persediaan perpetual dengan pengendalian internal yang efektif,
                  perhitungan fisik dapat dilakukan dan dibandingkan dengan catatan persediaan
                  interim


      2. Rencana Perhitungan Persediaan


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                 Afif Sulfa, SE MSi. Ak
                                                                    AUDITING 2
        a. Nama karyawan yang bertanggung jawab untuk mengawasi perhitungan
              persediaan;
        b. Tanggal perhitungan;
        c. Lokasi-lokasi yang akan dihitung;
        d. Intruksi terinci mengenai begaimana perhitungan akan dilakukan;
        e. Penggunaan dan pengendalian tabel persediaan bernomor urut serta lembar
              ikhtisar (kompilasi);
        f.    Ketentuan mengenai penanganan penerimaan, pengiriman, dan perpindahan
              barang selama perhitungan jika aktivitas tersebut tidak dapat dihindarkan;
        g. Pemisahan atau identifikasi barang yang bukan milik klien


     3. Melaksanakan Pengujian
        a. Meneliti kercermatan para karyawan klien mengkuti rencana perhitungan
              persediaan;
        b. Memastikan bahwa semua barang dagang telah diberi label dan tidak ada barang
              yang diberi dua label;
        c. Menetukan bahwa label persediaan bernomor urut dan lembar kompilasi telah
              dikendalikan dengan semestinya;
        d. Melakukan beberapa pengujiaan perhitungan dan menelusuri kuantitas ke lembar
              kompilasi;
        e. Waspadai wadah-wadah yang kosong dan tempat-tempat lowong yang mungkin
              ada apabila barang ditumpuk dalam formasi yang rapat;
        f.    Waspadai adanya persediaan barang yang rusak dan usang;
        g. Menilai kondisi umum persediaan;
        h. Mengidentifikasi dokumen penerimaan dan pengiriman terakhir yang digunakan
              dan memastikan bahwa barang yang diterima selama perhitungan telah dipisahkan
              sebagai mana mestinya;
        i.    Mengajukan pertanyaan tentang eksistemsi barang persediaan yang lambat
              pergerakannya




K.   PERSEDIAAN YANG DITENTUKAN DENGAN SAMPEL STATISTISTIK
             Suatu perusahaan mungkin memiliki pengendalian persediaan atau menggunakan
     metode penentuan persediaan, seperti sample statistic, yang tidak memerlukan
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                 Afif Sulfa, SE MSi. Ak
                                                                    AUDITING 2
     perhitungan fisik tahunan atas setiap barang persediaan. Metode semacam itu tidak
     membebaskan auditor dari tanggung jawab untuk mengamati perhitungan persediaan.
     Perhitungan semacam itu tetap harus diamati apabila dianggap perlu sesuai dengan
     situasinya. Selain itu, auditor juga harus memperoleh bukti mengenai kelayakan metode
     yang digunakan untuk menentukan kuantitas persediaan. Apabila metode sample statistic
     digunakan oleh klien, maka SA 331.11 mengharuskan auditor untuk memastikan bahwa :
     1. rencana pengambilan sample memiliki keabsahan statistik,
     2. rencana itu telah diterapkan sebagaimana mestinya, dan
     3. hasilnya telah dianngap wajar dari segi presisi serta reliabilitas sesuai dengan
        situasinya.




L.   PENGUJIAN KLERIKAL ATAS AKURASI DAFTAR PERSEDIAAN
            Setelah perhitungan fisik dilakukan, klien menggunakan label atau lembar
     perhitungan persediaan untuk menyusun atau mengkompilasi daftar semua barang yang
     dihitung. Harga barang – barang persediaan itu kemudian dicantumkan untuk
     mendapatkan total nilai dolar persediaan yang ada ditangan. Karena daftar ini menjadi
     dasar bagi klien untuk membuat setiap ayat jurnal yang diperlukan dalam menyesuaikan
     persediaan yang tercatat agar sesuai dengan yang ada di tangan, auditor harus
     melakukan penujian klerikal tertentu untuk memastikan bahwa daftar itu akurat dan
     menyajikan secara akurat hasil perhitungan fisik.


            Pengujian klerikal atas akurasi meliputi perhitungan kembali total yang tampak
     dalam daftar persediaan dan memverifikasi akurasi perkalian antara kuantias dengan
     harga per unit atas dasar pengujian.


M.   PENGUJIAN PENETAPAN HARGA PERSEDIAAN
            Pengujian ini mencakup pemeriksaan atas dokumentasi pendukung baik untuk
     harga pokok maupun nilai pasar persediaan. Jadi, pengujian ini terutama berhubungan
     dengan asersi penilaian atau lokasi. Pengujian ini juga menyangkut penentuan bahwa
     prosedur   penetapan harga yang digunakan konsisten dengan yang digunakan dalam
     tahun – tahun sebelumnya.


N.   PENGUJIAN HARGA POKOK PERSEDIAAN YANG DIPRODUKSI
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                              Afif Sulfa, SE MSi. Ak
                                                                 AUDITING 2
             Sifat dan luas pengujian penetapan harga barang dalam proses dan barang jadi
     yang dilakukan auditor tergantung pada realibilitas catatan akuntansi biaya klien dan
     metode yang digunakan oleh klien dalam mengakumulasikan biaya – biaya tersebut.
             Apabila asersi klien mengenai sifat persediaan berhubungan dengan hal – hal
     yang sangat bersifat teknis, auditor mungkin memerlukan bantuan para pakar dari luar.
     Sebagai contoh, hal ini mungkin saja terjadi, dalam perusahaan minyak yang memiliki
     mutu minyak dan pelumas yang berbeda, atau pada toko perhiasan yang memiliki
     permata dengan karat yang berbeda.


O.   MENGKONFIRMASI PERSEDIAAN PADA LOKASI – LOKASI DI LUAR ENTITAS
             Apabila persediaan klien disimpan di gudang atau pada jasa penyimpan
     (custodian) luar, maka auditor harus memperoleh bukti mengenai eksistensi persediaan
     itu. Jenis bukti ini akan dianggap memadai kecuali bila jumlah yang terlibat merupakan
     proposi yang signifikan dari aktiva lancer atau total aktiva. Dalam kasus ini, SA 331.14
     menyatakan bahwa auditor harus menerapkan satu atau lebih dari prosedur – prosedur
     berikut ini :
     1. Pengujian prosedur pemilik untuk menyelidiki penjaga gudang dan mengevaluasi
         kinerja penjaga gudang.
     2. Mendapatkan laporan akuntan independent mengenai prosedur pengendalian yang
         diterapkan penjaga gudang berhubungan dengan penyimpanan barang dan, jika ada,
         penjaminan tanda terima, atau menerapkan prosedur alternative atas gudang untuk
         mendapatkan keyakinan yang layak bahwa informasi yang diterima dari penjaga
         gudang dapat diandalkan.
     3. Mengamati perhitungan fisik barang, jika praktis dan layak.
     4. Jika tanda terima gudang sudah dijaminkan sebagai agunan, maka konfirmasikam
         kepada pemberi pinjaman mengenai rincian yang berkaitan dengan tanda terima yang
         dijaminkan itu ( atas dasar pengujian jika tepat)


P.   MEMERIKSA PERJANJIAN DAN KONTRAK KONSINYASI
             Auditor juga harus mengajukan pertanyaan kepada manajemen tentang semua
     barang yang disimpan atas dasar konsinyasi. Jika barang disimpan atas dasar konsinyasi,
     maka syarat –syarat dalam perjanjian itu harus diperiksa.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                               Afif Sulfa, SE MSi. Ak
                                                                  AUDITING 2

								
To top