Program Pendidikan Untuk Kesehatan by 061gz5Ab

VIEWS: 54 PAGES: 18

									PROGRAM PENDIDIKAN DALAM
  MENDUKUNG KESEHATAN


              Disampaikan Oleh:
         Drs. Mulyono Santoso, M.Si


  Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
            Kabupaten Boyolali
                   2010
       SEKILAS KEADAAN GEOGRAFIS




Kabupaten Boyolali memiliki luas wilayah lebih kurang 101.510,965 ha atau lebih kurang
4,5% dari luas Propinsi Jawa Tengah. Wilayah Boyolali yang terletak sekitar 27km
sebeleh barat kota Surakarta 110°22’-110°50’ BT, dan 7°36’-7°71’ LS dengan ketinggian
antara 100 meter sampai dengan 1.500 meter dari permukaan laut

                                                                                    2
 Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boyolali
      SEKILAS TENTANG PENDIDIKAN
  JUMLAH PENDUDUK USIA SEKOLAH
    NO                               USIA                  JUMLAH
    1.      5 – 6 TH                                           29.725
    2.      7 – 12 TH                                         102.675
    3.      13 – 15 TH                                         49.674
     4      16 – 18 TH                                         41.622
   Jumlah Penduduk Seluruhnya: 947.026 (th 2008/2009)

   JUMLAH SISWA
    NO                        JENJANG/USIA                 JUMLAH
    1.      TK / 5 – 6 th                                      20.915
    2.      SD /MI / 7 – 12 th                                102.415
    3.      SMP/MTs / 13 – 15 th                               46.451
     4      SMA/MA/SMK /16 – 18 th                             27.092
                                                                        3
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boyolali
                        SATUAN PENDIDIKAN
    NO                          JENJANG                        JUMLAH
    1.     TK                                                        651
    2.     SD/MI                                                     805
    3.     SMP/MTs                                                   133
     4     SMA/MA                                                     48
    5.     SMK                                                        33
    NO                       NON FORMAL                        JUMLAH
    1.     SKB                                                          5
•     SD SSN = 14 ; SMP SSN = 20 ; SMP RSBI = 2 ;
•     SMA RSKM = 6 ; SMA SKM = 9 SMA RSBI = 1
•     SMK SSN = 3 ; SMK RSBI = 2;
•     SMK yang telah mendapatkan Sertifikat Manajemen Mutu ISO 9000:
      2008 = 6 Sekolah

    Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boyolali
       PENDIDIKAN DAN KESEHATAN
Masalah pendidikan dan kesehatan merupakan salah satu masalah
pembangunan yang nyata, terutama dalam rangka meningkatkan
kualitas sumber daya manusia untuk pembangunan.
Perhatian kepada bidang pendidikan dan kesehatan menjadi semakin
penting di masa desentralisasi ini karena kemampuan daerah
menentukan arah dan kebijakan pembangunannya, akan menentukan
pula pembangunan di kedua bidang ini secara mendasar.

Pembinaan kesehatan di sekolah dipandang merupakan strategi yang
tepat, mengingat sebagian besar waktu anak sekolah dihabiskan di
sekolah dan sepertiga penduduk Indonesia adalah anak usia sekolah.
Pendidikan dan kesehatan, berkaitan erat. Anak yang sehat bisa belajar
dengan baik. Sebaliknya, pendidikan mendukung tercapainya
peningkatan status kesehatan.
                PERDA PENDIDIKAN
Pendidikan memiliki nilai dan arti bagi setiap manusia dan sebagai
sarana pengembangan sumber daya manusia serta dapat
menjamin kelangsungan hidup masa depan yang dapat melayani
seluruh warga masyarakat tanpa membedakan status sosial,
ekonomi dan sebagainya;

Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali yang mengatur tentang
Pendidikan adalah:
PERDA Nomor 7 Tahun 2008 Tanggal 26 Juli 2008, Lembaran Daerah
Kabupaten Boyolali Tahun 2008 Nomor 7
Dalam Perda ini terdiri dari:
23 Bab
87 Pasal
 JENIS DAN KEGIATAN BIDANG PENDIDIKAN YANG TERKAIT
                 DENGAN KESEHATAN


1. Program Makanan Tambahan Anak sekolah (PMT-AS)
   merupakan program nasional dimulai sejak tahun 1996/1997,
   dilaksanakan secara lintas sektoral yang terkait dalam Forum
   Koordinasi PMT-AS dan mempunyai dasar hukum INPRES No.
   1 Tahun 1997 tentang Program Makanan Tambahan Anak
   Sekolah.
   Tujuan dan sasaran program ini adalah meningkatkan ketahanan
   fisik siswa SD/MI selama kegiatan belajar, mendidik siswa untuk
   menyukai makanan tradisional, makanan jajanan lokal yang
   aman dan bersih, serta upaya-upaya untuk hidup sehat.
2. Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Sarana pembelajaran untuk
    meningkatkan kemampuan hidup sehat dan membentuk perilaku
    hidup sehat pada anak didik.
    Pengadaan Sarpras UKS
   Tujuan UKS :
   • Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk
     melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat
   • Berpartisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di
     sekolah
   • Sehat fisik, mental maupun sosial
   • Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk
     penyalahgunaan NARKOBA, minum2an keras, dan rokok
   Sasaran: Warga sekolah dan lingkungan
3. DOKTER KECIL adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah
   terlatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan
   dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga
   dan lingkungannya.
   Tujuan :
   • Meningkatnya partisipasi siswa dalam program UKS
   • Agar siswa dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah,di
     rumah dan lingkungannya.
   • Agar siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa dan
     orang lain untuk hidup sehat.
   Sasaran: Siswa sekolah dan lingkungan
4. APOTIK HIDUP di SEKOLAH Penanaman pohon untuk bahan
   apotek hidup dilakukan di halaman sekolah dan pemeliharaannya
   dilakukan oleh siswa dengan pengawasan dan bimbingan guru
   yang tahu soal itu.
   Tujuan :
   • Meningkatnya pengetahuan siswa dalam pengenalan macam-
     macam tanaman obat yang dapat diperoleh dengan mudah di
     halaman sekolah.
   Sasaran: Siswa sekolah dan lingkungan

5. Tempat Cuci Tangan di Sekolah, di depan kelas disediakan
   tempat air (washtafel, gentong, ember, dll) untuk siswa dan guru.
   Tujuan: meningkatkan/menjaga kebersihan dan kesehatan siswa
   dan guru
   Sasaran: siswa dan guru
6. KOTAK/TEMPAT SAMPAH, upaya untuk mengajak serta warga
   sekolah untuk peduli lingkungan sekolah. mengajak setiap siswa
   untuk mencintai lingkungan dengan memilah sampah.
   Tujuan :
   • mengerti sepenuhnya beda sampah organik dan non-organik
   • menyukseskan lingkungan yang tertib, bersih, sehat, rapi dan
     indah.
   Sasaran: Siswa sekolah dan lingkungan


7. Kantin Kejujuran dan Kantin Sehat Sekolah, upaya membentuk
   sifat jujur kepada siswa dan penyediaan makanan sehat di di
   sekolah.
   Tujuan: meningkatkan mental dan sifat jujur, serta menjaga
   kesehatan dengan makanan yang bersih dan sehat.
   Sasaran: siswa dan guru
8. SOSIALISASI BAHAYA ROKOK DAN NARKOBA, Sosialisasi ini
     untuk memberikan informasi tentang bahaya rokok dan
     narkoba bagi kesehatan.
     Tujuan :
    • menekan angka perokok dan pengguna narkoba khususnya
      usia muda.
    Sasaran: pemuda

9. JUMAT BERSIH, upaya meningkatkan kebersihan dan
   kesehatan sekolah.
   Tujuan: meningkatkan pemahaman siswa arti pentinbgnya
   kebersihan untuk menjaga kesehatan.
   Sasaran: siswa dan guru
10. LOMBA SEKOLAH, Dalam rangka memotivasi dan peningkatan
     pembinaan terhadap Usaha Kesehatan Sekolah serta untuk
     meningkatkan kebiasaan hidup sehat para peserta didik, dan
     meningkatkan derajat kesehatan secara utuh. .
     Tujuan :
    • memberikan dorongan dan motivasi untuk meningkatkan
      pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah
      (UKS).
    Sasaran: Siswa dan lingkungan sekolah


11. GERAKAN MINUM SUSU, upaya menambah asupan gizi bagi
    siswa.
    Tujuan: meningkatkan kecerdasan dan kesehatan.
    Sasaran: siswa
12. Penyelenggaraan OOSN,Olimpiade Olahraga Siswa Nasional,
    Olahraga terkait erat kesehatan siswa.
  Tujuan :
  • untuk menjaring siswa berbakat di bidang olahraga/penjaskes.
  • Sasaran: Siswa

13. WAWASAN WIYATA MANDALA, menempatkan sekolah sebagai
    lingkungan pendidikan. Suatu wawasan proses pembudayaan
    tata kehidupan keluarga besar, dimana para anggotanya merasa
    ikut memiliki, melindungi dan menjaga citra dan proses wibawa
    tersebut.
    Tujuan: diharapkan seluruh siswa dapat berperan aktif dalam
    meningkatkan fungsi sekolah sebagai lingkungan pendidikan
    tertib, rapi, sehat dan nyaman.
    Sasaran: siswa dan lingkungan
14. ADI WIYATA SEKOLAH, dalam rangka mendorong terciptanya
    pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya
    pelestarian lingkungan hidup. Program ini digulirkan untuk
    mengajak warga sekolah berpartisipasi melestarikan dan
    menjaga lingkungan hidup disekolah dan lingkungan
    disekitarnya.
    Tujuan: menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk
              menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga
              sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga
              upaya-upaya penyelamatan dan kesehatan lingkungan
              serta pembangunan berkelanjutan
    Sasaran: siswa dan lingkungan
                  PENUTUP


Pendidikan dan kesehatan adalah dua unsur penting
bagi manusia untuk menjadi sejahtera dan mandiri.
Sehat menopang tubuh untuk dapat aktif dan
berkarya. Dengan modal pendidikan, manusia
memperoleh     pengetahuan    sehingga   memiliki
kesempatan lebih besar untuk meraih peluang
kemajuan.
PMTAS                  Rp. 3.000/siswa/kegiatan
UKS                    Rp. 120.000/sekolah/tahun
DOKTER KECIL           Rp. 60.000/dr. Kecil/tahun
Apotik Hidup           Rp. 150.000/tahun
Tempat Sampah          Rp. 20.000/ruang kelas/tahun
Tempat Cuci tangan     Rp. 20.000/Ruang kelas/tahun
Gerimis                Rp. 50.000.000
Bahaya Rokok/Narkoba   Rp. 57.350.000

								
To top