Docstoc

Dasar Teori Laporan Lensa Negatif dan Positif

Document Sample
Dasar Teori Laporan Lensa Negatif dan Positif Powered By Docstoc
					                       LAPORAN
                PRAKTIKUM FISIKA DASAR
               Percobaan: Lensa Positif dan Negatif

                            Pelaksanaan Praktikum
Hari : Kamis                 Tanggal : 5 Mei 2011               Jam: 14.50




                                    Oleh:


                             NIM: 081017025

                Kerabat dalam kelompok:
                1.                            NIM : 081017030
                2.                            NIM : 081017031
                3.                            NIM : 081017033



               Dosen pembimbing        : Djoni Izak R
               Asisten pendamping      : Nur Aini




     LABORATORIUM FISIKA DASAR FSAINTEK
           UNIVERSITAS AIRLANGGA
                      PERCOBAAN O1
                LENSA POSITIF DAN NEGATIF


A. TUJUAN
   Menetukan panjang fokus lensa positif dan lensa negatif dengan metode
pembentukan bayangan objek lensa dan pengukuran menggonakan spherometer.


B. DASAR TEORI
       Lensa atau kanta adalah medium pembias tembus pandang yang dibatasi
oleh   permukaan    lengkung      (spheris).     Berdasarkan   permukaan-permukaan
pembatasnya, lensa digolongkan dalam beberapa jenis yaitu: lensa datar-cembung
(plan-konveks), lensa datar-cekung (plan-kokav), lensa cekung-cenbung (konkav-
konveks), lensa cembung-cembung (bikonkav), dan lensa cekung-cekung
(bikonveks). Dua lensa terakhir disebut lensa positif dan lensa negatif yang
masing-masing bersifat mengumpulkan (konvergen) dan menyebarkan (divergen)
berkas cahaya yang melewatinya. Jika ketebalan kedua lensa itu kecil, keduanya
disebut lensa tipis karena objek dan           bayangan yang dihasilkan dari proses
pembiasan berada di luar lensa.
       Proses pembentukan bayangan ole lensa tipis, baik lensa positif maupun
lensa negatf mengikuti persamaan berikut:



       Dengan ketentuan s, s’, dan f masing-masing adalah jarak objek terhadap
lensa, jarak bayangan terhadap lensa, dan jarak fokus lensa. Hubungan anatara
jarak fokus dengan kedua jari-jari lensa dinyatakan oleh persamaan (2) berikut :



dengan n adalah indeks bias bahan lensa.
       Untuk lensa positif, jika jarak objek (di depan lensa) lebih besar daripada
jarak fokus lensa, maka bayangan yang dihasilkan bersifat nyata (dapat dibentuk
pada layar yang berada di belakang lensa). Sedangkan untuk lensa negatif,
bayangan yang dihasilkan selalu bersifat maya (tidak dapat terbentuk pada layar
yang berada di belakang lensa). Karena itu, agar bayangan yang dibentuk lensa
negatif bersifat nyata, maka objeknya harus semu yaitu berada di belakang lensa.
Untuk menghasilkan objek semu bagi lensa negatif maka lensa negatif harus
diletakkan di antara lensa positif dan bayangan nyata lensa positif. Ketika lensa
negatif berada diantara lensa positif dan bayangan nyata yang dihasilakan lensa
positif, maka bayangan nyata lensa positif menjadi objek semu bagi lensa negatif
karena objek tersebut berada di belakang lensa negatif.


C. ALAT DAN BAHAN
 1.    Landasan lensa
 2.    Statif dan klem
 3.    Lampu objek
 4.    Layar
 5.    Mistar
 6.    Lensa positif
 7.    Lensa negatif
 8.    Spherometer dan kaca datar


D. PROSEDUR KERJA
Menentukan jarak fokus lensa positif
1.    Letakkan lensa positif di antara lampu objek dan layar, kemudian geserlah
      lens sehingga terbentuk bayangan jelas dan tajam pada layar.
2.    Ukur jarak lensa ke lampu objek (s), dan jarak lensa ke layar (s’) dengan
      mistar.
3.    Ulangi langkah 1 dan 2 sebanyak 10 kali dengan posisi lensa yang berbeda-
      beda.


Menentukan jarak fokus lensa negatif
1.    Letakkan lensa positif diantara lampu objek dan layar, kemudian geserlah
      lensa sehingga terbentuk bayangan nyata terbalik dan kira-kira sama besar
      dengan bendanya. Catat posisi lensa (+) dan jangan sampai diubah.
2.    Letakkan lensa negatif diantara lensa positif dan layar, dan ukurlah jarak
      lensa negatif ke layar (s).
3.    Geserlah layar, sehingga tampak bayangan nyata, jelas, dan tajam, yang
      dibentuk oleh lensa negatif.
4.    Ukurlah dengan mistar jarak lensa negatif ke layar yang telah digeser tadi (s’)
5.    Ulangi langkah (2) sampai (4) sebanyak 10 kali dengan posisi lensa (-) yang
      berbeda-beda.
Menentukan jarak fokus lensa positif menggunakan Spherometer
1.   Perhatiakan bentuk dan skala Spherometer. Spherometer mempunyai 4 buah
     kaki. Kaki bagian tengah dapat terdorong ke atas sehingga jarum pada papan
     skala akan berputar. Besarnya pergeseran kaki tengah dapat dibaca pada
     pergeseran jarum. Jika jarum bergeser 1 skala terkecil, berarti kaki tengah
     terdorong sejauh 0,01 mm (skala terkecil spherometer nilainya 0,01 mm)
2.   Sebelum spherometer digunakan, pastikan bahwa keempat kaki spherometer
     berada pada pada ketinggian yang sama. Caranya dengan meletakkan
     spherometer pada kaca datar. Jika semua kaki berada pada ketinggian yang
     sama, tempatkan jarum pada skala “0”. Artinya spherometer telah siap
     digunakan.
3.   Letakkan lensa positif di bawah spherometer dengan posisi kaki tengah
     spherometer berada pada puncak lengkungan lensa positif sehingga kaki
     tengah terdorong sejauh h, kemudian catatlah posisi jarum x 0,01.
4.   Ukurlah jarak antara kaki tengah dengan salah satu kaki yang lain (catat
     sebagai y) menggunakan jangka sorong.
5.   Ulangi langkah (2) dan (3) untuk sisi lensa positif yang lain.
6.   Untuk menentukan jari-jari salah satu sisi lensa positif yang diukur,
     digunakan perhitungan melalui skema pada Persamaan (a).


Menentukan jarak fokus lensa negatif menggunakan Spherometer
1. Lepaslah ketiga kaki samping dari lengan-lengan spherometer dengan cara
     memutar kaki-kaki tersebut berlawanan dengan arah jarum jam.
2. Pasangkan kembali kaki-kaki tersebut pada bagian lengan terluar (tersedia
     lubang) sedemikian sehingga lensa negatif dapat masuk diantara ketiga kaki
     spherometer.
3. Letakkan spherometer pada kaca datar lalu sejajarkan keempat kaki
     spherometer kemudian tempatkan jarum pada skala “0”.
4. Letakkan lensa negatif diantara ketiga kaki samping sehingga kaki tengah
     terdorong ke atas dan kaki tengah berada di tengah-tengah sekungan lensa.
     Catatlah pergeseran kaki tengah sebagai h dan catat pula pergeseran jarum
     pada skala spherometer (h = jumlah skala pergeseran jarum x 0,01 mm).
5. Ukurlah ketebalan (t) dan diameter (2y) lensa negatif menggunakan jangka
     sorong.
6. Ulangi langkah (4) untuk sisi lensa negatif yang lain.
7. Untuk menentukan nilai jari-jari salah satu sisi lensa negatif yang diukur,
      digunakan perhitungan melalui skema pada Persamaan (b)




Persamaan diatas adalah persamaan (a) dan (b) masing-masing pada bagian atas
dan bawah.


E. HASIL PENGAMATAN
Tabel 1. Data pengamatan pembentukan bayangan lensa positif
 No.            s (cm)                s’ (cm)
  1          (25,25 ± 0,5)         (16,55 ± 0,5)
  2           (36,2 ± 0,5)          (14,6 ± 0,5)
  3           (41,9 ± 0,5)           (14 ± 0,5)
  4          (45,25 ± 0,5)           (14 ± 0,5)
  5           (49,6 ± 0,5)          (13,3 ± 0,5)
  6          (53,65 ± 0,5)         (13,25 ± 0,5)
  7           (57,5 ± 0,5)         (13,25 ± 0,5)
  8           (60,5 ± 0,5)          (13,2 ± 0,5)
  9           (64,4 ± 0,5)          (12,8 ± 0,5)
 10          (67,85 ± 0,5)         (12,75 ± 0,5)


Tabel 2. Data pengamatan pembentukan bayangan lensa negatif
 No.            s (cm)                s’ (cm)
  1          (24,85 ± 0,5)         (53,15 ± 0,5)
  2          (25,85 ± 0,5)         (48,75 ± 0,5)
  3          (26,85 ± 0,5)          (42,15± 0,5)
  4          (27,65 ± 0,5)           (36 ± 0,5)
  5          (28,45 ± 0,5)         (29,85 ± 0,5)
  6          (28,85 ± 0,5)         (23,35 ± 0,5)
  7           (29,65 ± 0,5)            (19,65 ± 0,5)
  8           (30,15 ± 0,5)            (15,25 ± 0,5)
  9           (30,25 ± 0,5)            (15,35 ± 0,5)
 10           (30,35 ± 0,5)            (14,4 ± 0,5)


Tabel 3. Data pengukuran jari-jari lensa menggunakan spherometer
  Parameter            Lensa positif             Lensa negatif
h1 (mm)           (0,24 ± 0,005)             (0,24 ± 0,005)
h2 (mm)           (7,85 ± 0,005)             (5,51 ± 0,005)
y (mm)            (4,775 ± 0,025)            (4,775 ± 0,025)
t (mm)            -                          (0,85 ± 0,025)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3387
posted:2/5/2012
language:
pages:6