Docstoc

Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi

Document Sample
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi Powered By Docstoc
					1. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung
   melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu
   (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).
2. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk
   mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang
   diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).
4. Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah
   kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.


Persamaan leader dan manager: peran mereka sama seperti dikemukakan oleh
Mintzberg (antar pribadi, pemrosesan informasi, dan pengambilan keputusan) , namun
ketrampilan yang diperlukan berbeda.
pertama, dalam hal perencanaan
manajer akan merencanakan sesuatu berdasarkan hal-hal yang sifatnya prosedural, teknis,
terarah, tegas, dan tidak bertele-tele
namun jika pemimpin tidak merencanakan sesuatu karena pemimpin tidak merancang
rencana prosedural, pemimpin lebih memiliki visi atau pandangan dalam perencanaannya

kedua, dalam hal pengaruh
manajer memiliki pengaruh hanya dalam batasan formal, yang artinya dia akan memiliki
pengaruh ketika dia secara formal diberikan jabatan seorang manajer
kalau pemimpin memiliki pengaruh luas, kharismatik, dan energik dalam berpikir,
bahkan ketika pemimpin itu sudah tidak jadi pemimpin lagi, pendapat-pendapatnya akan
tetap di pertimbangkan dan diutamakan

ketiga, dalam mengatur sumber daya manusia di organisasinya
Manajer akan memilih untuk memberikan perintah ini dan itu ketimbang menunggu anak
buahnya melakukan sesuatu untuknya, misalnya manajer akan cenderung selalu
memberikan tugas ini itu dan sebagainya, tugas itu biasanya terkesan menuntut
jika pemimpin justru akan memberikan kekuatan wewenangnya untuk memberdayakan
(empowering) anak buahnya, biasanya pemimpin akan menjelaskan keinginan yang
berkaitan dengan organisasi dengan anak buahnya, tanpa menjelaskan bagaimana, apa,
dan siapa yang harus merealisasikannya, namun justru anak buahnya akan dengan senang
hati merealisasikannya untuknya

1. Teori Genesis (Trait Theory) - Leaders are born, not made. Seseorang bisa menjadi
   pemimpin karena kelahirannya. Sejak ia lahir, bahkan sejak ia di dalam kandungan, ia
   telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin. Pelbagai pengalaman dalam hidupnya
   akan semakin melengkapinya untuk menjadi pemimpin di kemudian hari.
2. Teori Transformasi (Transformational Theory) - Leaders are made, not born.
   Seseorang bisa menjadi pemimpin karena pembentukan. Jika ia memiliki keinginan
   yang kuat, sekalipun ia tidak dilahirkan sebagai pemimpin, ia bisa menjadi seorang
   pemimpin yang efektif. Pemimpin yang baik mengembangkan dirinya melalui proses
   tiada henti baik dalam belajar mandiri, pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.
       Beberapa contoh pemimpin transformational, Pemimpin transformational, seperti
   Lee Iacocca dari perusahaan automotif Chrysler atau Jack Welch dari General
   Electric (GE), adalah pemimpin-pemimpin yang kharismatik yang merangsang dan
   mengarahkan bawahannya untuk melakukan perubahan-perubahan di perusahaan
   mereka masing-masing.Dalam merangsang perubahan dan inovasi, pemimpin tipe ini
   memberikan gambaran akan pentingnya melakukan sesuatu yang baru dan di atas
   standar yang direncanakan. Sehingga fungsi pemimpin adalah merangsang kreativitas
   dan pertumbuhan.Menurut pencetus teori ini, pemimpin “transformational” adalah
   sangat efektif karena memadukan dua teori yakni teori “behavioral” dan “situational”
   dengan kelebihan masing-masing. Atau, memadukan pola perilaku yang berorientasi
   pada manusia atau pada produksi (employee or production-oriented) dengan
   penelaahan situasi ditambah dengan kekuatan kharismatik yang dimilikinya.

3. Teori Keturunan - Leaders are the successors of his father. Seseorang bisa menjadi
   pemimpin karena mewarisi posisi atau jabatan kepemimpinan dari orang tuanya.
   Teori ini hanya berlaku dalam zaman dinasti kekaisaran atau kerajaan.
4. Teori Kesempatan - Leaders are the people who taking a chance. Seseorang bisa
   menjadi pemimpin hanya apabila kepadanya diberi kesempatan atau peluang untuk
   menjadi pemimpin. Bakat-bakat kepemimpinan yang dimilikinya baru akan benar-
   benar muncul jika kepadanya diberi kesempatan untuk memimpin. Teori ini juga
   dapat dibenarkan dalam kerangka pemuridan dan pendelegasian. Ketika seorang
   pemimpin yang senior memberi kesempatan kepada yang yunior, di situlah "anak-
   anak rajawali" itu belajar terbang. Dengan dukungan yang baik dari para seniornya,
   maka lambat-laun ia bisa mengembangkan dirinya.
5. Teori Darurat (Great Events Theory) - Leaders are people who taking control in
   an emergent situation. Seseorang bisa menjadi pemimpin ketika ia mampu secara
   spontan mengendalikan situasi darurat yang sedang terjadi. Teori ini juga dapat
   dibenarkan, dan sang pemimpin bisa terus menjalankan tugasnya hingga situasi
   kembali normal. Dalam situasi normal bisa saja ia kembali dipilih untuk memimpin
   atau digantikan orang lain.

1. Tipe Otokratik
Seorang pemimpin yang memiliki tipe kepemimpinan otokratik dipandang sebagai
karakteristik yang negatif. Hal ini dilihat dari sifatnya dalam menjalankan
kepemimpinannya sangat egois dan otoriter, sehingga kesan yang dimunculkan dalam
karakter tipe kepemimpinan ini selalu menonjolkan “keakuannya”.

2. Tipe Paternalistik

Tipe pemimpin paternalistik ini bersifat kebapaan yang mengembangkan sikap
kebersamaan. Salah satu ciri utamanya sebagaimana yang digambarkan masyarakat
tradisional yaitu rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggota masyarakat
kepada orang tua atau seseorang yang dituakan. Pemimpin seperti ini menunjukkan
ketauladan dan menjadi panutan di masyarakat. Biasanya tipe seperti ini dimiliki oleh
tokoh-tokoh adat, para ulama dan guru.
3. Tipe Kharismatik

Karakteristik yang khas dari tipe ini yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga
mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya
seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak
pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret
mengapa orang tersebut dikagumi.

4. Tipe Laissez Faire

Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan
sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa
yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin
dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin
tidak terlalu sering intervensi.

5. Tipe Demokratik

Pemimpin yang demokratik biasanya memperlakukan manusia dengan cara yang
manusiawi dan menjunjung harkat dan martabat manusia. Seorang pemimpin demokratik
disegani bukannya ditakuti.

       Dari kelima tipe kepemimpinan diatas, masing-masing tipe memiliki kelebihan dan
kelemahannya. Untuk penempatan tipe tersebut tergantung pada organisasi yang akan di
pimpin. Misalnya untuk organisasi kemiliteran diperlukan tipe kepemimpinan yang
otoriter, sebab pada organisasi tersebut dibutuhkan kesatuan komando dalam
pengambilan keputusan. Sehingga senang atau tidak senang, semua anggota organisasi
didalamnya harus melaksanakan perintah dari atasan. Jadi, dalam menentukan tipe
kepemimpinan yang akan diterapkan oleh seorang pemimpin harus disesuaikan dengan
jenis organisasi yang akan dipimpin.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:87
posted:2/4/2012
language:Indonesian
pages:3