Docstoc

Liputan - PDS Digoyang Isu Munaslub

Document Sample
Liputan - PDS Digoyang Isu Munaslub Powered By Docstoc
					                                PDS Digoyang Isu Munaslub

  Budi Tjahyono Prawiro (Mantan Ketua DPW Jateng): Pimpinan PDS Harus Diganti!

Pemilu legislatif 2009 yang telah lewat adalah titik klimaks bagi Partai Damai Sejahtera (PDS)
dalam berkompetisi meraih simpati masyarakat. Apa daya tangan tangan tak sampai. Impian
pucuk pimpinan pusat dan kader PDS yang berlomba dalam pemilihan legislatif kandas, lantaran
terganjal dengan Parlementary Threshold. Belum tuntas persoalan itu terjadi, kali ini PDS
kembali digoyang oleh isu Munaslub, karena mereka menganggap elit PDS telah gagal
memimpin partai ke depan. Wacana Munaslub ini semakin mengerucut ketika kader-kader PDS
tak sedikit yang berseberangan persepsi dalam hal dukung mendukung capres-cawapres yang
lalu.

Salah satu contoh kader PDS yang bernama Budi Tjahyono Prawiro. Ia adalah mantan Ketua
DPW PDS Jawa Tengah yang dipecat oleh pimpinan pusat PDS, akibat menolak dengan tegas
keputusan Rapimnas PDS yang mendukung SBY-Boediono sebagai paangan Capres-Cawapres.
“Awalnya Ketua Umum PDS, Ruyandi Hutasoit mengatakan, capres pilihan PDS itu akan
disosialisasikan dulu ke pada kader. Ketua DPW PDS Jawa Barat, Ivan Pandapotan Purba sendiri
tidak tahu bahwa PDS mendukung SBY-Boediono saat deklarasi di Bandung, kan itu aneh,”tegas
Pria keturunan Tionghoa.

Pria kelahiran Kendal, Jawa Tengah, 19 Juni 1953 ini mengungkapkan bahwa sebenarnya kader
PDS di tingkat grass root banyak yang mendukung pasangan Mega Pro. “ Saya kira PDS ini
memang aneh. Kenapa kok Denny Tewu yang bilang ada pemecatan terhapda saya, bukan Ketua
Umum DPP PDS. Ada apa? Mestinya Ketum dong yang bicara. Dulu, Pak Ruyandi bilang tidak
akan ada pemecatan terhadap kader yang berbeda pilihan dengan PDS,tapi nyatakan kok terjadi
care taker atau pemecatan kepada saya. Apalagi kan PDS tidak lolos Parliamentary Threshold
(PT), sehingga para kader jangan seenaknya saja dipecatin,”tandas pimpinan sebuah perusahaan
percetakan di Jakarta.

Ketika ditanya soal sikapnya menghadapi elit PDS? Budi dengan lantang menjawab, akan
mengumpulkan DPW PDS di seluruh Indonesia dengan menggulirkan wacana Munaslub untuk
mencari pemimpin baru dalam tubuh PDS. Budi mengaku sudah ada 18 DPW yang
menghubunginya, bahkan ponselnya pun penuh dengan pesan pendek (SMS) yang berisi tentang
dukungan moral. “Kan masih banyak kader-kader PDS yang bisa menjadi Ketua Umum, seperti
Nino Ponggawa, dan lain-lain”

Meskipun ia dengan tegas mengkritisi pimpinan PDS, namun Budi mengaku tidak sakit hati atau
kecewa akibat dipecat dari kursi Ketua DPW. “Sebagai seorang Kristiani, awalnya saya sangat
berharap pimpinan PDS itu bisa mengayomi semua kadernya dengan konsisten dan
beretika,”tukasnya.

                                                                                         anto

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:10
posted:2/1/2012
language:
pages:1