Embed
Email

Shalat Bagi Penyandang Stoma

Document Sample
Shalat Bagi Penyandang Stoma
Description

Kumpulan Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam bidang Ibadah

Shared by: Abdul Wahid akheed
Stats
views:
9
posted:
1/31/2012
language:
pages:
4
30

SHALAT BAGI PENYANDANG STOMA

(OSTOMATE)









FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

Nomor: 7 Tahun 2009

Tentang

SHALAT BAGI PENYANDANG STOMA (OSTOMATE)







Majelis Ulama Indonesia,

Menimbang : a. bahwa “ostomy” merupakan suatu jenis

tindakan operasi yang diperlukan dengan

membuat lubang (stoma) pada bagian

tubuh tertentu, bagi penderita keganasan

pada saluran cerna (usus besar) atau

saluran kemih sehingga kehilangan

kemampuan untuk buang air besar

atau buang air kecil secara normal. Hal

mana mengakibatkan penderita harus

menggunakan suatu alat buatan melalui

stomanya untuk mengumpulkan hasil

pembuangan tubuh, baik berupa urine

ataupun tinja.

b. Setiap orang yang mukallaf diwajib-

kan mendirikan shalat dalam keadaan

bagaimanapun, sesuai dengan kondisi-

nya.

c. bahwa oleh karena itu, Majelis Ulama







HIMPUNAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA





Indonesia memandang perlu menetapkan

fatwa tentang Shalat bagi penyandang

HALAT BAGI PENYANDANG STOMA (OSTOMATE)

Stoma.



Mengingat : 1. Ayat-ayat al-Qur’an; antara lain:

(:‫)ﺍﻟﺘﻐﺎﺑﻦ‬...‫ﺍ‬‫ﻮ‬ ‫ﺃﹶﻃﻴ‬‫ﻭ‬‫ﺍ‬‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬‫ﺍﺳ‬‫ﻭ‬‫ﻢ‬‫ﻄﹶﻌ‬‫ﺘ‬‫ﺍﺳ‬‫ﺎ‬‫ﻣ‬َ‫ﺍﷲ‬‫ ﹸﻮﺍ‬‫ﻓﹶﺎ‬

‫ﻌ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺘ‬ ‫ﺗﻘ‬

SHALAT BAGI PENYANDANG STOMA (OSTOMATE) Allah

“Maka bertakwalah kamu kepada

menurut kesanggupanmu dan dengarlah

serta )... ‫ﹶﻌ‬‫ﺘﻢ‬ ‫ﻄ‬ ‫ﺘ ﻪ‬ ‫ﺗﻜ‬

(‫ﺩﺍﻭﺩ‬‫ﺃﺑﻮ‬‫ﺭﻭﺍﻩ‬taatlah”. ‫ﺘ‬‫ﺍﺳ‬‫ﺎ‬‫ﻣ‬ ‫ﻨ‬‫ﻣ‬‫ﺍ‬‫ﻮ‬‫ﻓﹶﺎﺋﹾ‬‫ﺮﹴ‬‫ﺑﹺﺄﹶﻣ‬‫ ﹸﻢ‬‫ﺮ‬‫ﺃﹶﻣ‬‫ﺇﹺﺫﹶﺍ‬

‫ ﻌ‬‫ﺍ‬‫ﺍﺕ‬ ‫ ﹸﻮ‬‫ﻢ‬‫ﻤ‬‫ﺍﻌ‬‫ﺘ‬‫ ﺳ‬‫ ﹸ‬َ‫ﺍﷲ‬‫ﹸﻮﺍ‬-‫ﻓ‬

‫ ﻈ ﻌ‬ ‫ ﺓ ﺗ ﺢﻄﹶ ﻟﹾ‬‫ﻭ‬  ‫ﹶﺎﺗﻘﺍﹶﻟ‬

(:‫)ﺍﻟﺘﻐﺎﺑﻦ‬...‫ﺍ‬‫ﻮ‬ ‫ﻴ‬‫ﺃﹶﻃ‬‫ﻭ‬‫ﻮ‬ ‫ﺭﻤ‬‫ﺍﺳ‬‫ﻭ‬‫ﺤ‬SAW‫ﺍﺒﹺﻴ‬‫ﺎ‬‫ﻣ‬‫ﺭ‬tentang

2. Hadis-hadis Nabi ‫ﺘ‬ ‫ﻀﺮ‬

ALAT BAGI PENYANDANG STOMA (OSTOMATE)

SHALAT BAGI PENYANDANG STOMA (OSTOMATE)

pengurusan jenazah dan hadis:

ALAT BAGI PENYANDANG STOMA (OSTOMATE)

‫ﻪ‬‫ ﻨ‬‫ﺍ‬‫ ﻓﹶﺎ ﺗﺘﻮ‬‫ ﻣ‬‫ﺑﹺ ﺍﹾﻣ‬‫ﺗ ﹸﻢ‬‫ ﺫﹶ ﺮ‬-

‫ﺮ‬

(‫ﺩﺍﻭﺩ‬‫ﺃﺑﻮ‬‫)ﺭﻭﺍﻩ‬...‫ﻢ‬‫ﻄﹶﻌ‬‫ﺘ‬‫ﺍﺳ‬‫ﺎ‬‫ﻣ‬‫ﻣ‬‫ﻊ‬‫ﺴ‬‫ﺍﺋﹾ‬‫ﺄﹶﻷَﺮﹴ‬‫ﺎﻕ‬‫ﺿ‬‫ﺍ‬‫ﺇﹺﺃﹶﻣ‬‫ﺇﹺﺫﹶﺍ‬

‫ﺘ‬ ‫ﻜ‬

“Jika aku memerintahkan kepada kalian

((:‫)ﺍﻟﺘﻐﺎﺑﻦ‬...‫ﺍ‬‫ﻮ‬‫ﺍ‬‫ﻌﻃ‬‫ﻭ‬‫ﻮﺃﹶﻃ‬‫ﺍ‬‫ﻮ‬‫ﺍﺳ‬‫ﻭ‬‫ﻭﻢﺳ‬‫ﻢﻌ‬sesuatu,‫ﺍ‬‫ﹸﻮﺍ‬‫ﻘﻓﹶﺎ‬-

  ‫)ﺍﻟﺘﻐﺎﺑﻦ‬...‫ﻌ‬‫ﻴ ﻴ‬ ‫ﺍ‬‫ﻌﻭ‬‫ﺕ‬‫ﺭﻤ‬‫ﺍ‬‫ﺤ‬‫ﻤ‬‫ﺍﻟﹾﻌ‬‫ﺘ‬‫ﺍﺒﹺﺳ‬‫ﺎ‬ َ‫ﺍﺮﻭ‬‫ﹶﺎﺗ ﺍﹸﻮﺍ‬

SHALAT BAGI PENYANDANG:STOMA‫ﻮ‬‫(ﺃﹶ‬OSTOMATE)‫ﻣﹸ‬‫ﷲﺭ‬maka‫ﻓ‬ ‫ﻈ ﻌ‬

‫ ﻤ‬ ‫ﺍ‬ ‫ ﻣﺢﻄﹶ ﺘﻄﹶ ﹸﻮ‬‫ﹶﻟﻀﻘ ﷲ‬

untuk melaksanakan‫ ﺘ‬ ‫ﺍﺳ‬‫ﺎ‬ َ

‫ﺗ ﺓ ﺗ ﻴ‬

(:‫)ﺍﻟﺘﻐﺎﺑﻦ‬...‫ﺍ‬‫ﻮ‬ ‫ﻴ‬‫ﺃﹶﻃ‬‫ﻭ‬‫ﺍ‬‫ﻮ‬semampu ‫ﺘ‬kalian..” ‫ﻘ‬‫ﻓﹶﺎ‬

‫ﻌ‬ ‫ﷲ ﻣ ﺳ ﻄﻌﺘﻢ ﻭ ﺳﻤﻌ‬

laksanakanlah    ‫ﺍ‬   ‫ ﹶ‬ ‫ﺍ‬‫ﺎ‬ َ ‫ﺍ‬‫ﺗ ﹸﻮﺍ‬



(‫ﺩﺍﻭﺩ‬‫ﺃﺑﻮ‬‫)ﺭﻭﺍﻩ‬...‫ﺍﺳ ﺘﻄﹶ‬‫ﺎ‬‫ﻣ‬ ‫ ﻨ‬‫ﺍ‬‫ﺘﻮﻨ‬‫ﺍ‬‫ﻮ‬‫ﺍﺋﹾ‬‫ﺎﻢﻜ ﻷَﹴ‬‫ﺃﹶﻣ‬‫ﺮ‬‫ ﺫﹶﻣ‬-

‫ﺋﹾ ﻪ ﻪ‬‫ ﺗﺘﺴ‬‫ ﺑ ﻣ ﺑ ﻣ‬ ‫ﺍ‬

(‫ﺩﺍﻭﺩ‬‫ﺃﺑﻮ‬‫)ﺭﻭﺍﻩ‬...‫ﻢ‬‫ﻢﻌ‬‫ﻄﹶﻌ‬‫ﺘ‬‫ﺍﺳ‬‫ﺎ‬‫ﻣ‬‫ﻣ‬‫ﻣ‬‫ﻓﹶﺎﻊ‬‫ﺄﹶﺮﻓﹶﺎﺮﹴ‬‫ﺮﻣ‬‫ﹸﺍﹾﺄﹶﻢ‬‫ﻕ‬‫ﺿﹸﺮ‬‫ﺇﹺﺇﹺﺃﹶﺫﹶﺍ‬‫ﺇﹺﺫﹶﺍ‬

‫ﺘ‬

3. Qawa’id fiqhiyah; antara lain:‫ ﹺ‬ ‫ﹺ‬ ‫ﺗﻜ‬ ‫ﺗ‬

(:‫)ﺍﻟﺘﻐﺎﺑﻦ‬... ‫ﻮ‬ ‫ ﺳ‬‫ﻭ‬‫ﺍ‬ ‫ﻣ‬‫ﺍ‬‫ﺍ‬‫ﻓﹶﺎﺋﹾﺘ‬‫ ﻌ‬‫ ﻣ‬‫ﺍ‬‫ﺎ‬‫ﺗ‬‫ﺮ‬‫ ﻣ‬‫ﺗﻘﺇﹺﺫﹶﺍ‬

(‫ﺩﺍﻭﺩ‬‫ﺃﺑﻮ‬‫)ﺭﻭﺍﻩ‬...‫ﻢ‬‫ﺍ‬‫ﻴﻄﹶﻌ‬‫ﺘ‬‫ﺍﺃﹶﻃ‬‫ﺎ‬‫ﻪﻮﻣ‬‫ﻨ‬‫ﻤ‬‫ﻭﻮﺳ‬‫ﻢ‬‫ﺄﹶﻄﹶﺮﹴ‬‫ﺑﹺﺘ‬‫ﻣ ﹸﻢﺳ‬َ‫ﺍﺃﹶﷲ‬‫ ﹸﻮﺍ‬‫ﻓﹶﺎ‬

‫ﻌﺘ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺘ‬ ‫ﻜ‬

‫ﺍﻟﹾ ﻈﻮ ﻈﺕ‬ ‫ﺗ ﺓﺢﺒﹺﻴ‬‫ﻀﺮﻀﺮﹸ‬

‫ﺢ‬ ‫ﺗ‬

‫ﺍﺕ‬‫ﺭ‬‫ﺍﹸﻮ‬‫ﺭ‬‫ﹸﺤ‬‫ﻤ‬‫ﺤ‬‫ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﹸ‬‫ﺒﹺﻴ‬‫ﺭ‬‫ﺓﻭ‬‫ﺭ‬‫ﻭ‬‫ﺍﹶﻟ‬-‫ﺍﹶﻟ‬-

“Keadaan darurat ‫ﻀﺮ ﺓ ﺗ ﺢ‬

‫ ﻈ‬membolehkan

‫ﺍﺕ‬‫ﺭ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﺤ‬‫ﺍﻟﹾﻤ‬ ‫ﺒﹺﻴ‬‫ ﹸ‬‫ﺭ‬‫ﻭ‬  ‫ﺍﹶﻟ‬-

perkara yang dilarang” ‫ﺘ‬

‫ﺘ‬ ‫ﻪ‬ ‫ﺗﻜ‬

(‫ﺩﺍﻭﺩ‬‫ﺃﺑﻮ‬‫)ﺭﻭﺍﻩ‬...‫ﻢ‬‫ﻄﹶﻌ‬‫ﺘ‬‫ﺍﺳ‬‫ﺎ‬‫ﻣ‬ ‫ﻨ‬‫ﻣ‬‫ﺍ‬‫ﻮ‬‫ﻓﹶﺎﺋﹾ‬‫ﺮﹴ‬‫ﺑﹺﺄﹶﻣ‬‫ ﹸﻢ‬‫ﺮ‬‫ﺃﹶﻣ‬‫ﺇﹺﺫﹶﺍ‬

  ‫ ﻷَ ﺴ‬َ‫ ﻷ‬‫ﺎﻕ‬‫ ﺫﹶ‬ ‫ﺫﹶ‬

‫ﺮ ﺮﺗ‬

‫ﻊ‬‫ﺴ‬‫ﺍﻊ‬ ‫ﺍﻣﺗ‬‫ﺍﹾ‬‫ﺎﺍﹾﻕﻣ‬‫ﺿ‬‫ﺇﹺﺿﺍ‬‫ﺇﹺ-ﺍ‬-

‫ﻊ‬‫ﺍﺗﺴ‬‫ﺍ ﻤ‬‫ﺍﹾ‬‫ﺗﺒﹺﻴ‬‫ ﹸ‬‫ﻀﺮﻭ‬

‫ﻈ‬ ‫ﺓ‬

‫ﺍﺕ‬‫ﺭ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﺮﺤ‬‫ﻕﺢﻷَﻟﹾﻣ‬‫ﺎ‬‫ﺿ‬‫ﺭ‬‫ﺫﹶﺍ‬‫ﺇﹺ‬-‫ﺍﹶﻟ‬-

“Suatu perkara jika membawa

kesempitan maka akan menjadi

longgar” ‫ﺮﺗ‬

‫ﻊ‬‫ﺴ‬‫ﺍ‬ ‫ﺍﹾﻷَﻣ‬‫ﺎﻕ‬‫ﺿ‬‫ﺇﹺﺫﹶﺍ‬-

Memperhatikan : 1. Pendapat Syaikh Sayyid Bakri dalam kitab

I’anatut Thalibin:

‫ﻳ ﺮﻡ ﺑ ﺤﺪﺙ ﺻﻠ ﺓ ﺃ ﻭﻟ ﻧ ﻠ ﻟﻘ ﻟﻪ‬

 ‫ ﹶﻮ‬ ،‫ﻔﹾﹰﺎ‬ ‫ﹶﻮ‬  ‫ﹶﻱ‬ (‫ﹶﺎ ﹲ‬     ‫ﹺﺎﻟﹾ‬   ‫ﺤ‬ :‫)ﻗﻮﻟﻪ‬

‫ﻟ ﻳ ﺒﻞ ﷲ ﺻﻠ ﺓ ﺃﺣﺪﻛ ﺇﺫ ﺃ ﺪﺙ ﺣﺘ‬

‫ﻰ‬  ‫ ﹶ‬ ‫ﹶﺣ‬ ‫ﹺ ﹶﺍ‬ ‫ ﹸﻢ‬  ‫ﹶ‬ ‫ﹶﺎ ﹶ‬  ُ ‫ﺍ‬ ‫ ﹸ‬‫ﻘﹾ‬ ‫ﹶﺎ‬ :(‫)ﺹ‬

‫ﻳﺘﻮﺿﺄ ﻭﻫﺬ ﻓ ﻏ ﺮ ﺩ ﺋﻢ ﺤﺪﺙ ﻭﻗ ﺗﻘﺪﻡ‬

  ‫ ﹶ‬ ‫ﹶﺪ‬  -    ‫ﺍﻟﹾ‬ ‫ ﹺ‬‫ﺍ‬  ‫ ﹺ‬‫ ﹶﻴ‬ ‫ﻲ‬ ‫ ﹶﺍ‬   .‫ﹶ‬  

‫ﺣ ﻤﻪ ﻭﻏ ﺮ ﻓ ﻗﺪ ﻄﻬ ﺭ ﻦ‬

.‫ ﹺ‬‫ﻳ‬ ‫ﻮ‬ ‫ﺍﻟ ﱠ‬ ‫ﹶﺎ‬‫ ﹺ‬‫ ﹶﻴ‬ -  ‫ﻜﹾ‬

“Haram bagi orang yang hadas

mendirikan shalat walaupun shalat

sunnah berdasakan sabda nabi SAW:

“Allah SWT tidak akan menerima shalat

orang yang hadas hingga berwudhu”.









BIDANG IBADAH





Ketentuan ini kecuali bagi orang yang

hadasnya tidak bisa disucikan (daim

al-hadas), yang hukumnya telah

disampaikan di bab terdahulu, dan

selain orang yang tidak mendapatkan

alat untuk bersuci (air untuk berwudhu,

dan debu untuk tayammum)”



2. Pendapat An-Nawawi dalam kitab Al-

Majmu’ Syarh Al-Muhadzab:



‫ﺙ ﻢ‬ ‫ﻯ‬ ‫ﺣ ﻢ‬

 ‫ﺍﺋ‬‫ﺩ‬ ‫ ﹲ‬‫ﺪ‬‫ﺣ‬ ‫ﺑﹺﻪ‬ ‫ﻦ‬‫ﻣ‬‫ﻭ‬  ‫ﺬ‬‫ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻭ‬ ‫ﻝﹺ‬‫ﻮ‬‫ﺍﻟﹾﺒ‬ ‫ﺲﹺ‬‫ﻠ‬‫ﺳ‬  ‫ﻜﹾ‬ ‫ﻭ‬

‫ﺡ ﻞﺣ ﻢ ﻤ‬

‫ﻖ‬‫ﺒ‬‫ﺳ‬‫ﺎ‬‫ﻣ‬‫ﻠﹶﻰ‬‫ﻋ‬‫ﺔ‬‫ﺎﺿ‬‫ﺤ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬ ‫ﺍﻟﹾ‬ ‫ﻜﹾ‬ ‫ ﹲ‬‫ﺎﺋ‬‫ﺳ‬ ‫ﺮ‬‫ﺟ‬‫ﻭ‬

“Hukum bagi orang yang beser, dan

mudah keluar madzi dan orang yang

tidak mungkin bersuci (da’im al-hadas)

dan air luka yang mengalir adalah sama

dengan hukum orang yang istihadhah

sebagaimana dijelaskan sebelumnya”



3. Rapat Komisi Fatwa dan Pimpinan MUI

pada hari Jum’at, 21 Agustus 2009 / 29

Sya`ban 1430 H.



MEMUTUSKAN



Menetapkan : FATWA TENTANG SHALAT BAGI

PENYANDANG STOMA (OSTOMATE)



1. Shalat bagi penyandang stoma (ostomate)

selama masih bisa melepaskan atau

membersihkan kantung stoma (stoma bag)

sebelum shalat, maka wajib baginya untuk

melepaskan atau membersihkannya.

2. Sedangkan apabila tidak dimungkinkan

untuk melaksanakan ketentuan pada nomor

satu di atas, maka baginya shalat dengan

keadaan apa adanya, karena dalam kondisi

tersebut ia termasuk daim al-hadats (orang

yang hadatsnya tidak bisa disucikan), yakni

dengan berwudhu setiap akan melaksanakan









HIMPUNAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA





shalat fardhu dan dilakukan setelah masuk

waktu shalat.

Jakarta, 4 Ramadhan 1430 H

25 Agustus 2009 M





MAJELIS ULAMA INDONESIA

KOMISI FATWA



Ketua Sekretaris



ttd ttd



DR. KH. Anwar Ibrahim Dr. H. Hasanuddin, M.Ag












Shared by: Abdul Wahid akheed
About
I'm a writer and designer.
Other docs by Abdul Wahid ak...
Pendangkalan Agama dan Penyalahgunaan Dalil
Views: 3  |  Downloads: 0
Perdukunan (Kahanah) Dan Peramalan (,Irafah)
Views: 3  |  Downloads: 0
Membuat Website Lebih Powerfull dengan WordPress
Views: 26  |  Downloads: 10
Perkawinan Campur
Views: 10  |  Downloads: 0
How to Install Blogger Templates
Views: 20  |  Downloads: 0
Masalah Jama'ah-Khalifah dan Bai,at
Views: 5  |  Downloads: 0
Mabit Di Mina
Views: 4  |  Downloads: 0
Aliran Yang Menolak Sunah&Hadis Rasul
Views: 3  |  Downloads: 0
Penetapan Awal Ramadhan, Syawal
Views: 14  |  Downloads: 0
Ahmadiyah Qadiyan
Views: 5  |  Downloads: 0
Related docs
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!