Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Cara menanam Kacang Koro Pedang

VIEWS: 477 PAGES: 4

Cara penanaman kacang koro pedang,cara budidaya koro pedang,canavalia ensiformis.

More Info
									                            BUDIDAYA KACANG KORO PEDANG
                               ( CANAVALIA ENSIFORMIS .sp)
                             http://koropedangonline.blogspot.com


  ASPEK BIOLOGI
    1. Cangkordang (Canavalia Ensiformis) merupakan tanaman perdu, bercabang pendek dan
       lebat
    2. Berakar tunggang
    3. Bentuk daun trifoliat dengan panjang tangkai daun 7 – 10 Cm, lebar daun sekitar 10 cm,
       tinggi tanaman dapat mencapai 1 m
    4. Bunga berwarna ungu keputihan, tumbuh pada ketiak/buku daun
    5. Berbunga mulai umur 2 bulan hinggá 3 bulan

      6. Polong dalam satu tangkai 3 – 10 polong, tapi umumnya 5 polong/tangkai
      7. Panjang polong 30 cm dan lebar 3,5 cm.
      8. Polong muda berwarna hijau sampai kuning jerami dan polong tua berwarna coklat rata

      ASPEK EKOLOGI
      1. Dapat tumbuh sampai diatas ketinggian 2000 mDpl
      2. Tumbuh baik pada suhu rata rata 120 C - 320 C
      3. Pertumbuhan Cangkordang akan maksimal kalau mendapatkan sinar matahari penuh.
      4. Tumbuh baik pada tanah dengan PH asam sampai netral (4,4 – 6,8) tetapi akan tetap
         menghasilkan pada lahan-lahan kritis yang kualitas tanah dan suhu yang cukup extreem.

    PEMILIHAN BIBIT
         Benih yang berkualitas menentukan capaian produktifitas. Untuk itu perlu pemahaman
    bagi petani agar dapat mengidentifikasi sendiri Benih yang berkualitas, yaitu:
    1. Kering sempurna, apabila ditekan dengan ibu jari terasa sangat keras, dan apabila dijatuhkan
       kelantai marmar akan memantul dengan bunyi batu kerikil
    2. Tidak ada bekas gigitan serangga
    3. Warna kulit ari biji, putih cerah
    4. Biji berisi, toleransi kisut 10%.
    5. Warna lembaga hitam/ coklat cerah

    PERSIAPAN LAHAN
         KKP (Kacang koro Pedang )ini dapat ditanam dalam kondisi TOT atau yang minimal
    pengolahan tanahnya namun persiapan lahan adalah upaya yg dilakukan untuk
    mengkondisikan lahan agar dapat memberikan pertumbuhan tanaman secara optimal :
    1. Pembersihan gulma pengganggu
    2. Pembongkaran lahan
    3. Pembuatan bidang olah dengan cara penghancuran bongkahan tanah menjadi bongkahan
       kecil
    4. Pembuatan bedeng (untuk tanah datar) dengan ukuran lebar 120 x pajang menyesuaikan,
       pembuatan saluran draenase lebar 40 cm
    5. Pemberian pupuk dasar ( pupuk Kompos 1,5 / Ton Ha), diupayakan agar pupuk
       komposnya telah mendapat perlakuan fermentasi menggunakan probiotik          (Ragi
       Kompos).

    PENANAMAN
    Pilih benih yang berkualitas ( bagian I)

Penyusun         : Tim Damar Sindoro Sumbing ( DSS ) Kandangan, Temanggung
Contact Person   : ( 0293 ) 5532730 / 081227022386
File             : Budidaya Cangkordang
    Rendam benih selama 2 -3 jam dengan hormon tumbuh ( PTO )
        Buat deretan penanaman dengan tali untuk meluruskan barisan
        Tugal bidang tanam sedalam kira kira 3-4 cm, dengan jarak 80 cm x 100 cm, Setiap
    lubang diisi dengan satu biji benih, dan diupayakan mata lembaga menghadap kebawah, tutup
    kembali lubang dengan kompos, jangan dipadatkan.


     PEMUPUKAN
   1. Pemberian pupuk dasar (pupuk Kompos) yang telah di fermentasi dengan Ragi kompos
       sebanyak 1,5 Ton .
   2. Tutup lubang tugalan yang sudah diisi benih saat tanam dengan pupuk kompost.
   3. Tanaman telah membentuk daun sempurna ( dua daun bawah sudah sempurna) aplikasikan
       pupuk Cair Nutrizim setiap 10 hari sekali dengan cara disemprotkan.
   4. Umur pertanaman 45 hari diberikan pupuk Phonska 10 grm/pohon (bila perlu), semprot
       dengan Pto + Nutrizim .
   5. Pada saat mulai membentuk polong, atau umur tanaman 65 hari aplikasikan pupuk cair Pto
        + Nutrizim.
   6. Menjelang akhir periode panen dalam satu siklus produksi ( jumlah polong yg sudah
      dipanen dalam setiap rumpun rata rata 60%, diberikan pupuk kompos 1,5 ton/ha,
      kemudian semprot Pto + Nutrizim ( jika menghendaki tunas untuk sikluis ke 2 )


   PENGENDALIAN HAMA TERPADU
  A.Umum
  1)Penyiangan kebun secara berkala
    1. Dilakukan secara manual
    2. Dengan Herbisida. Penyemprotannya dilakukan dengan cara ujung semprotan diberikan
       sungkup dan agak dirapatkan ke tanah.
  2).Lakukan pemangkasan terhadap tunas air dan tunas panjat menggunakan gunting
    pangkas

  B.Khusus
   Hama/Penyakit
   Pengisap Polong, Ulat Daun dan Buah
   Penting untuk dilakukan tindakan pencegahan dengan cara sanitasi lahan, penyemprotan
   bahan pestisida nabati Pesso Plus pada setiap aplikasi penyemprotan Pto dan Nutrizim
   Untuk pengendalian hama apabila sudah terserang, dapat digunakan pestisida nabatiPesso
    Plus dengan intensitas yang lebih sering

    Karat Daun
    Pencegahan dapat dilakukan dengan Sanitasi kebun, dan pemenuhan unsur hara bagi tanaman.
    Untuk pencegahan gunakan fungisida nabati/organik PATHEK-NO

    Busuk akar
    Pencegahan dilakukan dengan meminimalkan penggunaan herbisida dan sisa akar tanaman
    pada lahan tanam, serta perbaikan draenase lahan agar lahan tidak tergenang
    Pencegahan menggunakan fungisida nabati/organik PATHEK-NO

   PEMANGKASAN
   A. Tujuan pemangkasan adalah:
   1. Mengurangi beban Pohon/tangkai
   2. Mengurangi kelembaban dalam rumpun
   3. Merangsang pembentukan tunas produktif

Penyusun         : Tim Damar Sindoro Sumbing ( DSS ) Kandangan, Temanggung
Contact Person   : ( 0293 ) 5532730 / 081227022386
File             : Budidaya Cangkordang
   4. Merangsang keluarnya bunga pada pangkal / tangkai daun.
   5. Meratakan volume sinar matahari yang mengenai bagian tanaman
   6. Mengurangi serangan hama pengisap polong
   Cara pemangkasan adalah dengan mengeluarkan tunas air, tunas panjat, tunas
   pengangguran, menggunakan gunting pangkas yang steril.

   B. Waktu Pemangkasan
   1. Pada saat pertumbuhan vegetatif terutama pada sulur panjat
   2. Pada saat pertumbuhan generatif untuk pengeluaran tunas air, tangkai tidak produktif.
   3. Menjelang ahir periode panen dalam setiap siklus produksi ( 60% polong telah dipanen)
   4. Sebelum pemangkasan dilakukan, basuh tangan dan alat pangkas dengan alkohol

   PANEN DAN PASCA PANEN
  1. Polong yang layak panen adalah polong yang sudah coklat penuh/rata
  2. Keterlambatan panen akan menyebabkan polong/biji akan busuk. Kerusakan ini akan lebih
     cepat pada daerah yg memeiliki kelembaban tinggi
  3. Panen dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas
  4. Polong yang sudah dipanen dijemur 2 – 3 hari
  5. Keluarkan biji dari polong dengan cara membenturkan pada benda keras, atau polongnya
     diplintir.

  6. Biji tanpa polong dijemur 2-3 hari sampai kadar air 14% dengan ciri bila dijatuhkan dilantai,
     maka biji Cangkordang akan memantul dan mengeluarkan bunyi nyaring (gesekan batu),
     diamkan 1 hari. lalu kemas dalam karung.
  7. Simpan dalam gudang, dimana kemasannya tidak bersentuhan langsung dengan lantai


     PENUTUP
     Gerakan masyarakat menanam Kacang Koro Pedang (Cangkordang)di beberapa Kabupaten terkendala
     oleh kurangnya sumber rujukan budidaya Cangkordang oleh PPL dan Petani. Untuk itu DSS ( Damar
     Sindoro Sumbing – Organic Farming Konsultan – Temanggung ) membentuk Tim penyusun Brosur
     petunjuk budidaya Cangkordang dengan pendekatan yang dilakukan mitra kami pada pembudidayaan
     CANGKORDANG di Kab. Enrekang , Mamuju dan Sidrap di Sulawesi , Indramayu,Subang,
     Kuningan di Jawa barat dan beberapa wilayah di Sumatera, Kalimantan,Ntt,dan NTB.
     Materi rujukan dalam BROSUR ini belum sempurna, sehingga diperlukan penyempurnaan dari semua
     pihak sesuai dengan kondisi yang ditemui dilapangan, serta referensi lain yang perlu ditambahkan
     kedalamnya.

     JAMINAN PASAR
     Link Net Work DSS saat ini membutuhkan CANGKORDANG Untuk Tahun 2012 ini
     membutuhkan minimal 200 ton/ bulan untuk pasar dalam .

     JAMINAN PEMBELIAN
     1. Harga dasar Nasional untuk KKP bersih putih dan bernas adalah Rp. 2000/Kg*
     2. Harga pembelian Damar Sindoro Sumbing (DSS) untuk kualitas standar nasional (petani
        lepas) adalah min. Rp. 3000 / kg*.
     3. Harga pembelian dari petani binaan atau pos-pos binaan dengan standart SOP KKP dari
        DSS adalah min. Rp. 3.500./kg*
     4. Harga tersebut di atas berlaku untuk wilayah pulau Jawa (terjangkau mobil)
        Untuk diluar Pulau Jawa akan disesuaikan
     5. Harga sewaktu-waktu bisa berubah sesuai dengan mekanisme pasar..

*) Ditingkat petani.
Penyusun         : Tim Damar Sindoro Sumbing ( DSS ) Kandangan, Temanggung
Contact Person   : ( 0293 ) 5532730 / 081227022386
File             : Budidaya Cangkordang
Penyusun         : Tim Damar Sindoro Sumbing ( DSS ) Kandangan, Temanggung
Contact Person   : ( 0293 ) 5532730 / 081227022386
File             : Budidaya Cangkordang

								
To top