Docstoc

SWOT I LATAR BELAKANG Pulau Panjang merupakan sebuah

Document Sample
SWOT I LATAR BELAKANG Pulau Panjang merupakan sebuah Powered By Docstoc
					I.     LATAR BELAKANG

       Pulau Panjang merupakan sebuah pulau kecil yang berlokasi sekitar 1,5 km
arah barat Pantai Kartini-Jepara dengan luas sekitar 7 Ha. Pulau tersebut mempunyai
fungsi sebagai ekosistem pesisir yang sangat bermanfaat bagi tempat hidup dan
berkembang biak bagi makhluk hidup. Ekosistem pesisir yang terdapat di Pulau
Panjang yaitu ekosistem mangrove, terumbu karang dan padang lamun.
       Ekosistem terumbu karang berfungsi sebagai tempat tinggal, berkembang biak
dan mencari makan ribuan jenis ikan, hewan dan tumbuhan. Peranan ekosistem
mangrove ialah pelindung alami yang paling kuat dan praktis untuk menahan erosi
pantai. Sedangkan padang lamun sangat potensial sebagai sumber makanan biota
tertentu seperti dugong, biota omnivora serta biota pemakan hijauan serta mampu
menangkap dan mengikat sedimen sehingga dapat menguatkan dan menstabilkan
dasar permukaan.
       Saat ini, fungsi-fungsi ekosistem di Pulau Panjang kurang teroptimalkan karena
adanya kerusakan-kerusakan yang terjadi yang disebabkan oleh ulah manusia dan
tidak adanya upaya pengelolaan yang baik. Nelayan-nelayan dari luar perairan Jepara
menjarah dan merusak karang-karang di Pulau Panjang. Pengambilan karang-karang
ini jelas dilarang dan tidak diperkenankan karena bisa merusak biota laut dan
keindahan Pulau Panjang sendiri. Selain itu, Pulau Panjang mengalami pengikisan
hingga 50 % dalam kurun waktu 30 tahun. Jika pada 1952 luas pulau itu masih 60 ha,
pada tahun 1982 30 Ha, sedangkan pada tahun 1990 susut hingga mencapai 10 Ha.
Sementara data terakhir menyebutkan bahwa luas Pulau Panjang hanya sekitar 7 Ha.
Hal ini mengindikasikan bahwa ekosistem mangrove yang terdapat di Pulau Panjang
tidak mampu menahan abrasi karena rusaknya ekosistem mangrove tersebut sehingga
kuantitasnya menjadi sangat sedikit.
       Berdasarkan fakta-fakta di atas dapat disimpulkan bahwa perlu adanya pola
pengelolaan pesisir yang tepat untuk mengembalikan fungsi-fungsi ekosistem di Pulau
Panjang. Pola pengelolaan Pulau Panjang yang tepat diharapkan akan mencegah
kerusakan-kerusakan yang lebih banyak lagi di Pulau Panjang serta dapat menarik
minat wisatawan untuk mengunjungi Pulau Panjang sehingga dapat meningkatkan
pendapatan penduduk sekitar dan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.




                                         1
                                                                                    2




II.    PROFIL WILAYAH PESISIR PULAU PANJANG
       A. Letak Pulau Panjang
       Pulau Panjang merupakan sebuah pulau kecil yang berlokasi sekitar 1,5 km
arah barat Pantai Kartini-Jepara dengan luas sekitar 7 Ha. Pulau ini terletak hanya 15
menit dari Pantai Kartini dan Pantai Bandengan. Dengan membayar Rp 10.000
menaiki perahu Sapta Pesona atau Wisata Bahari. Pulau tersebut mempunyai fungsi
sebagai ekosistem pesisir yang sangat bermanfaat bagi tempat hidup dan berkembang
biak bagi makhluk hidup. Ekosistem pesisir yang terdapat di Pulau Panjang yaitu
ekosistem mangrove, terumbu karang dan padang lamun.
       B. Keadaan Pulau Panjang
       Pulau Panjang merupakan pulau kecil yang memiliki hamparan pasir putih yang
indah dan kekayaan sumber daya laut yang melimpah, seperti terumbu karang,
padang lamun, mangrove, teripang, rumput laut, ikan dan sumber daya laut lainnya.
Pulau Panjang biasanya dikunjungi wisatawan untuk menikmati pasir putih, terumbu
karang, observasi sumber daya laut lainnya dan juga berkemah. Di dalam Pulau
Panjang terdapat penjual makanan dan minuman serta ada sebuah makam. Pulau
Panjang juga dilengkapi dengan jalan setapak yang berfungsi untuk mempermudah
mengitari pulau. Pulau Panjang juga terdapat tanaman liar yang dapat membuat
suasana sejuk di Pulau Panjang.




                             Gambar 1. Keadaan Pulau Panjang


C.     Potensi Pulau Panjang
       Pulau Panjang memiliki potensi sebagai berikut :
       1. Terumbu karang
          Pulau Panjang kaya akan terumbu karang yang indah. Terumbu karang
tersebut merupakan potensi utama Pulau Panjang karena hampir sebagian besar
Pulau Panjang terdiri dari terumbu karang berbagai jenis. Seperti diketahui bahwa
banyak manfaat yang diambil dari terumbu karang, seperti merupakan sumber
                                                                                        3



makanan dan obat-obatan dan melindungi pantai dari erosi akibat gelombang laut,
memberikan perlindungan bagi hewan-hewan dalam habitatnya termasuk sponge, ikan
(kerapu, hiu karang, clown fish, belut laut, dll), ubur-ubur, bintang laut, udang-udangan,
kura-kura, ular laut, siput laut, cumi-cumi atau gurita, termasuk juga burung-burung laut
yang sumber makanannya berada di sekitar ekosistem terumbu karang dan lain
sebagainya.




                              Gambar 2. Terumbu karang
           2. Pasir Putih
               Pulau Panjang memiliki pasir putih yang mengelilingi sekitar Pulau
Panjang. Pasir yang putih biasanya digunakan pengunjung untuk bermain-main di
sekitar Pulau Panjang.




                                         Gambar 3. Pasir putih
           3. Mangrove
               Pulau Panjang terdapat pula mangrove di sekitar pantai yang berfungsi
sebagai perlindungan terhadap abrasi pantai.




                                         Gambar 4. Mangrove
                                                                                   4



           4. Padang Lamun
               Pulau Panjang juga kaya akan padang lamun yang merupakan potensi
kedua terbesar setelah terumbu karang.




                              Gambar 5. Padang Lamun
           5. Rumput laut dan hewan laut lainnya
               Pulau Panjang juga terdapat banyak rumput laut dan hewan laut lainnya
selain ikan seperti teripang dan ubur-ubur.


                      Gambar 6. Rumput laut              Gambar 7. Ubur-ubur


                      Gambar 8. Teripang


           6. Tumbuhan lain di dalam pulau
               Pulau Panjang juga terdapat pohon-pohon dan tumbuhan liar yang
membuat kesan sejuk di dalamnya.




                               Gambar 9. Tumbuhan di Pulau Panjang


III.    ASPEK OPERASIONAL
                                                                                     5



           Operasional pengelolaan pesisir di Pulau Panjang akan dilakukan oleh
pengelola dalam hal ini adalah pihak yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah Kabupaten
Jepara untuk mengelola wilayah pesisir di Pulau Panjang. Dalam operasional
pengelolaan Pulau Panjang pengelola melakukan :
           1. Penjagaan kelestarian lingkungan pesisir
           2. Pencegahan terhadap adanya eksplorasi dan eksploitasi sumber daya laut
               secara besar-besaran
           3. Perlindungan terhadap sumber daya hayati di Pulau Panjang
           4. Pengaturan terhadap wisata di Pulau Panjang


IV.        PERATURAN PERUNDANGAN
           Berdasarkan undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah telah mengubah kedaulatan atau kewenangan wilayah daerah provinsi. Dahulu
wilayah daerah provinsi hanya mencakup daratan saja, demikian pula halnya dengan
wilayah daerah kabupaten/kota. Perubahan besar yang telah dibawa oleh UU tersebut
adalah bahwa sekarang wilayah daerah provinsi terdiri dari wilayah daratan dan
wilayah lautan sejauh dua belas mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas ke
arah perairan kepulauan. Sedangkan kewenangan daerah kabupaten/kota di wilayah
laut adalah sejauh sepertiga dari wilayah laut provinsi (pasal 18 ayat 4). Rumusan
dalam UU tersebut dengan jelas telah mengindikasikan bahwa daerah yang memiliki
wilayah laut diberikan kewenangan untuk mengelola sumber daya di wilayah laut.
Kewenangan pemerintah daerah untuk mengelola sumber daya laut meliputi :
      a. eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan kekayaan laut
      b. pengaturan administratif
      c. pengaturan tata ruang
      d. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang
           dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah
      e. ikut serta dalam pemeliharaan keamanan
      f.   ikut serta dalam pertahanan kedaulatan negara.
           Sementara itu dengan adanya Undang-Undang No.26 Tahun 2007 tentang
Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (UU-PWP3K) yang bertujuan untuk
memperhatikan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai potensi unggulan yang
selama ini termarjinalkan, diharapkan menjadi payung hukum bagi semua stakeholder
yang memanfaatkan kawasan perairan pesisir dan pulau-pulau kecil agar terhindar dari
konflik pemanfaatan yang berkepanjangan.
                                                                                     6



             Selain itu, perlu kehati-hatian dalam pemanfaatannya, karena perairan
pesisir sangat berbeda dengan wilayah daratan, baik dari aspek biofisik-kimia maupun
sosial-ekonomi. Secara biologis kawasan ini kaya akan keanekaragaman sumberdaya
hayati yang rentan terhadap faktor eksternal berupa tekanan eksploitasi yang
berlebihan, karena akan menyebabkan over eksploitasi. sedangkan secara fisik
kawasan perairan pesisir beserta sumberdaya alamnya sangat rentan terhadap
aktivitas manusia yang merusak, seperti destruktif fishing, penambangan karang dan
pasir, yang akan menyebabkan degradasi dan menurunkan mutu lingkungan perairan
pesisir. Sementara secara kimiawi kawasan ini juga rawan terhadap bahaya
pencemaran, seperti tumpahan minyak dari kapal dan buangan limbah kimia
berbahaya yang mengandung logam berat dari berbagai aktivitas manusia di daratan,
karena dapat memberikan dampak yang besar terhadap menurunnya kualitas perairan
pesisir.
           Berikut ini adalah peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar
pengelolaan pesisir di Pulau Panjang :
NO         PERATURAN PERUNDANG                               BAHASAN
                  UNDANGAN
1     UU no 31 tahun 2004                Tentang Perikanan
2     UU no 32 tahun 2004                Tentang Pemerintah Daerah
3     UU no 26 tahun 2007                Tentang Penataan Ruang
4     UU no 27 tahun 2007                Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan
                                         Pulau-Pulau Kecil
5     UU no 38 tahun 2007                Tentang        Pembagian       Urusan
                                         Pemerintahan     antara     Pemerintah,
                                         Pemerintahan Daerah Provinsi dan
                                         Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
6     UU no 60 tahun 2007                Konservasi Sumber Daya Ikan
7     Permen Kelautan dan Perikanan Kawasan konservasi di wilayah pesisir dan
      no PER 17/Men/2008                 pulau-pulau kecil


V.         KELEMBAGAAN
           Sejalan dengan kewenangan Daerah untuk mengatur dan mengurus
kepentingan      masyarakatnya,   maka   Kabupaten   Jepara    akan    mengelola   dan
memanfaatkan Pulau Panjang untuk digunakan bagi peningkatan kesejahteraan
masyarakat Daerah serta mempunyai wewenang untuk melakukan usaha konservasi
dan pengelolaan kekayaan laut di wilayah Pulau Panjang. Untuk memenuhi kewajiban
dan tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemerintah Kabupaten Jepara) dalam
                                                                                    7



mewujudkan kesejahteraan rakyat di Daerah maka seluruh potensi sumber daya yang
tersedia di Daerah akan dimanfaatkan seoptimal mungkin. Prinsip dari kelembagaan
pengelolaan pesisir di Pulau Panjang adalah sebagai berikut :
   1. Keterpaduan antar sektor dan atau stakeholder
       Karena berbagi sektor yang terkait dengan pengelolaan perairan pesisir tidak
bisa berjalan sendiri-sendiri dalam melakukan aktivitasnya, apalagi perairan pesisir
merupakan pusat pemanfaatan dan kegiatan dari berbagai sektor yang berhubungan
dengan daratan maupun lautan, seperti jasa transportasi laut, perikanan, , pariwisata,
kehutanan. Sehingga dibutuhkan kerjasama dan koordinasi untuk menghindari
arogansi    masing-masing      sektor      dalam        mengimplementasikan   program
pembangunannya. Selain itu stakeholder terkait seperti pihak pemerintah, swasta,
akademisi, LSM dan masyarakat perlu diakomodir bersama-sama dalam penentuan
kebijakan yang berhubungan dengan pengelolaan perairan pesisir, laut dan pulau-
pulau kecil untuk penyamaan persepsi.
   2. Keterpaduan antar level pemerintahan, baik pusat maupun daerah, dimana
harus ada komunikasi 2 arah dan kerjasama yang harmonis antar level pemerintahan,
agar tidak terjadi kesalahan dan ketidak akuratan dalam melakukan perencanaan dan
pengimplementasian berbagai program pembangunan




                                        Gubenur Propinsi
                                          Jawa Tengah

                                          DKI Jakarta
                                     Pemerintah Daerah
                                      Kabupaten Jepara



                                        Perangkat Daerah


                                            Pengelola
                                                                                                8



                                                    Gambar 10
                   Struktur kelembagaan Pengelolaan Pulau Panjang-Kabupaten Jepara


VI.          PERAN SERTA MASYARAKAT
             Potensi yang dimiliki Pulau Panjang dimanfaatkan langsung oleh masyarakat
yang bertempat tinggal di kawasan tersebut yang pada umumnya terdiri dari nelayan.
Nelayan di pesisir memanfaatkan kekayaan laut Pulau Panjang mulai dari ikan, rumput
laut, terumbu karang dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh
karena masyarakat di sekitar Pulau Panjang lah yang akan memanfaatkan semua
potensi yang ada di Pulau panjang maka dalam pengelolaan Pulau Panjang perlu
adanya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dimana masyarakat ikut
ambil bagian dan menentukan dalam mengembangkan, mengurus, dan mengubah
rencana secara komprehensif.


VII.         ASPEK PEMBIAYAAN
             Pembiayaan pengelolaan pesisir di Pulau Panjang dibebankan kepada
Pemerintah Kabupaten Jepara dengan tidak menutup kemungkinan adanya investor-
investor yang akan menanamkan investasi untuk pengelolaan dan pemanfaatan
wilayah pesisir di Pulau Panjang. Namun, perlu ditekankan bahwa pemilik wewenang
yang paling besar untuk mengelola Pulau Panjang tetap pada Pemerintah Kabupaten
Jepara agar pengendalian pemanfaatan sumber daya laut tetap terjaga.




VIII.        ANALISIS SWOT
                                      Tabel 1. Analisis SWOT
       KEKUATAN                  KELEMAHAN                  PELUANG              ANCAMAN
-       S1     :     Pulau - W1 : Sumber air - O1 : Dapat                     - T1    :   Ancaman
Panjang            memiliki bersih sulit didapatkan       dijadikan   objek   eksploitasi    biota
ekosistem Terumbu -              W2     :    Alternatif wisata                laut    dari   pihak
Karang                yang sumber      listrik    belum pendidikan.           yang           tidak
tergolong unik dan ada                                    - O2 : Dapat        bertanggung jawab
ekosistem              W3
                   lainnya : Populasi            terumbu dijadikan            - T2 : Penataan
yang masih masih karang dan mangrove sumber                                   ruang          yang
                                                                                                            9



alami,       seperti kurang                     mampu pendapatan                       sinergis dan saling
Mangrove, Padang menahan                 arus        laut daerah                       mendukung untuk
Lamun             dan sehingga                               - O3 : Dapat              pembudidayaan
tanaman           khas mengakibatkan abrasi.                 dijadikan sarana          Ekosistem Pesisir
Pesisir lainnya            - W4 : Penanganan perlindungan                           -      T3      :    Cara
- S2 : Kaya akan kebersihan                 pantai    di biota laut dan                penetapan         dan
sumber daya hayati         sekitar pulau Panjang pesisir,               seperti        pengaturan
- S3 : Letak dari masih belum maksimal                       terumbu karang            kegiatan         yang
Pulau           W5
            Panjang : Berkurangnya sumber - O4 : Membuka                               termasuk        dalam
yang relatif mudah daya            hayati,      seperti lapangan         kerja         kategori        boleh,
dijangkau                  terumbu karang akibat baru                    untuk         boleh       bersyarat
                           eksploitasi ilegal besar- warga sekitar.                    dan tidak boleh.
                           besaran




          Tabel 2. Pembobotan Tiap Unsur SWOT untuk Penataan Pulau Panjang
   Kekuatan Bobot            Peluang    Bobot        Kelemahan Bobot          Tantangan Bobot
   S1             5          O1         4            W1             4         T1                  5
   S2             5          O2         3            W2             2         T2                  5
   S3             3          O3         5            W3             5         T3                  5
                             O4         3            W4             4
                                                     W5             5

  Keterangan : Nilai 5 = sangat penting                  Nilai 2 = kurang penting
                      Nilai 4 = penting                  Nilai 1 = tidak penting
                      Nilai 3 = cukup penting




            Tabel 3. Matriks Hasil analisa SWOT untuk penataan Pulau Panjang
                                             Peluang (O)                     Tantangan (T)
   Kekuatan (S)                     SO1 : Pulau Panjang ST1 : Adanya biota laut
                                    memiliki           ekosistem dan              ekosistem        yang
                                    Terumbu Karang yang indah                     di     P.     Panjang
                                    tergolong         unik      dan membuka                     peluang
                                    ekosistem lainnya yang terjadinya                         eksploitasi
                                    masih       alami,       seperti yang               besar-besaran,
                                                                                           10



                Mangrove,            Padang contoh                 :           adanya
                Lamun        dan    tanaman eksploitasi                       terumbu
                khas Pesisir, sehingga karang hiasan akuarium
                dapat dijadikan sebagai
                obyek wisata pendidikan.      ST2     :       Sumber                daya
                                              hayati yang kaya dapat
                SO2: Kaya akan sumber dijadikan                               sebagai
                daya     hayati        dapat budidaya                               bagi
                menambah pendapatan masyarakat                                 pesisir,
                penduduk                 dan contoh : Budidaya rumpt
                pemerintah.                   laut atau teripang


                SO3: Letak P. Panjang ST3 : Akses yang mudah
                yang mudah dijangkau dari                     P.              Panjang
                memudahkan              para menjadikan konsekuensi
                wisatawan dan praktisi untuk                              membuat
                akademis               untuk kebijakan kepada setiap
                mengadakan kegiatan di orang yang berkunjung di
                pulau panjang                 P. Panjang agar tidak
                                              merusak          ekosistem              di
                                              sana.
Kelemahan (W)   WO1          :       Dengan WT1           :            Pemenuhan
                terbentuknya P. Panjang sarana            dan             prasarana
                sebagai Obyek Wisata seperti air bersih, listrik
                Studi        mengharuskan diusahakan                           jangan
                juga             terpenuhinya sampai                          merusak
                sarana dan prasarana di ekosistem                      asli    di     P.
                sana, seperti Kebutuhan Panjang
                Air bersih, Listrik dan
                bangunan fisik lainnya.       WT2 : Penataan Ruang
                                              pada P. Panjang dibuat
                WO2      :        Terciptanya sinergis                        dengan
                Lapangan           Pekerjaan ekosistem yang sudah
                bagi masyarakat dapat ada (ekosistem alami).
                menimbulkan          sampah Sehingga                     diperlukan
                sebagai hasil samping adanya                             monitoring
                                                                                     11



                               usaha yang dilakukan     berkala                dan
                                                        berkelanjutan.         Dan
                                                        Pembangunan fisik yang
                                                        dibuat diharapkan dapat
                                                        menambah daya dukung
                                                        fungsi ekosistem di P.
                                                        Panjang,           seperti
                                                        pembudidayaan terumbu
                                                        karang.


               Tabel 4. Ranking Alternatif Strategi Penataan Pulau Panjang
   No      Unsur SWOT                Keterkaitan        Jumlah Skor      Ranking
    1    Strategi SO          S1, S2, S3, O1, O2, O3,       28             3
                              O4
    2    Strategi ST          S1, S2, S3, T1, T2, T3        28             4
    3    Strategi WO          W1, W2, W3, W4, W5,           35             1
                              O1,O2, O3, O4
    4    Strategi WT          W1, W2, W3, W4, W5,           35             2
                              T1, T2, T3


Berdasarkan analisis SWOT dan pertimbangan ekologis, teknis dan sosial, maka
pengamat merekomendasikan bahwa Pulau Panjang idealnya dibuat sebagai Wisata
Studi Bahari, secara umum hal ini atas pertimbangan pengelolaan daerah pesisir yang
dapat menguntungkan bagi manusia akan tetapi tetap menjaga keberlangsungan
ekositem di Pulau Panjang.
Dalam Pengelolaan Pulau Panjang sebagai wisata Studi Bahari, perlu ditata dalam
pemintakatan (zonasi) sebagai berikut :


   1. Zona Lindung (Inti)
        Yaitu daerah P. Panjang yang terdiri dari seluruh gugus Terumbu Karang
        berikut perairan yang mengelilinginya pada radius 100 meter. Zona ini
        merupakan kawasan perairan berterumbu karang alami dan berdasarkan
        karakter fisiknya mempunyai fungsi lindung untuk kelestarian sumberdaya
        hayati laut serta berperan sebagai daerah reservaat. Kebijakan/peraturan yang
        perlu dibentuk pada Zona ini seperti :
        a. Kegiatan yang boleh dilakukan, seperti
                                                                                 12



      -   Penelitian terkendali (tidak merusak habitat/ mengganggu biota laut)
      -   Pemantauan lingkungan terkendali
   b. Kegiatan yang tidak boleh dilakukan, seperti
      -   Pengambilan batu karang dan biota laut
      -   Penangkapan ikan dengan alat apapun
      -   Wisata bahari dengan perahu motor atau semua hal yang dapat
          berpotensi mengganggu kehidupan biota karang
      -   Pembuangan limbah (termasuk air ballast)
      -   Berlabuh atau membuang sauh/ jangkar


2. Zona Penyangga
   Adalah kawasan yang dapat berfungsi lindung dan berfungsi budidaya,
   letaknya diantara Zona Lindung (Terumbu Karang) dan Zona Budidaya
   (Pemanfaatan) dengan jarak 100-500 meter dari Zona Lindung.
   Pada Zona ini ditempatkan Terumbu Karang Buatan (TKB), pada tepi garis luar
   dari zona penyangga perlu dipasangi rambu-rambu atau tanda (pelampung)
   permanen yang juga berfungsi sebagai tempat menambat nelayan pancing.
   Kebijakan/peraturan yang perlu dibentuk pada Zona ini seperti :
   a. Kegiatan yang boleh dilakukan pada zona ini, seperti :
      -   Penelitian dan pemantauan Lingkungan
      -   Penangkapan ikan skala terbatas dengan peralatan yang tidak merusak
          terumbu karang dan Terumbu karang Buatan (TKB) serta menghindari
          pada saat/ musim ikan berpijah. Pada zona ini boleh dilakukan kegiatan
          penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap tertentu yang
          ramah lingkungan (misalnya pancing ulur/ hand line dan pancing
          layang-layang), dengan ketentuan tidak boleh memasang jangkar dan
          hanya boleh dilakukan di luar musim ikan berpijah. Dalam hal ini perlu
          adanya langkah pemantauan periode musim pemijahan ikan/ biota laut
          di kawasan P. Panjang guna menetapkan “musim terbuka” dan “musim
          tertutup” bagi pengoperasian alat-alat penangkap ikan.
   b. Kegiatan yang tidak boleh dilakukan pada Zona ini, seperti :
      -   Penangkapan ikan dengan peralatan yang dapat merusak terumbu
          karang dan atau TKB
      -   Berlabuh atau membuang sauh/ jangkar di zona dalam yang berpotensi
          merusak TKB dan terumbu karang.
      -   Membuang air balas atau bahan pencemar lainnya.
                                                                                     13




3. Zona Budidaya (Pemanfaatan)
   Merupakan kawasan di luar Zona Penyangga (di atas 500 meter dari Terumbu
   Karang P. Panjang). Kawasan ini terbuka untuk pemanfaatan sumberdaya laut,
   baik untuk perikanan tangkap , perikanan budidaya, ataupun kegiatan bahari
   lainnya.
   Pada masa mendatang, di zona ini dapat pula dipasang/ ditempatkan habitat
   buatan yang berfungsi sebagai :
   a. artifical fishing ground (ladang tempat pengumpul dan penangkapan ikan
      buatan)
   b. penghambat illegal fishing (misalnya : jaring arad)
   Pemasangan habitat buatan ini bila dapat dilakukan akan memberikan dampak
   positif sebagai alternatif untuk mengganti fishing ground dari para nelayan skala
   kecil yang selama ini melakukan penangkapan ikan di kawasan P. Panjang.
   dampak positif lainnya adalah :
   a. adanya artifical fishing round (AFG) memberikan kesempatan bagi para
      nelayan skala kecil untuk menuju daerah sasaran penagkapan ikan dengan
      tanpa melintas (mengganggu) kawasan P. Panjang (Zona Inti dan
      Penyangga). sambil bergerak menuju sasaran, mereka dapat mengawasi
      atau memantau kawasan P. Panjang seandainya jika ada aktifitas yang
      dapat merusak keberlangsungan ekosistem, seperti penangkapan ikan
      dengan alat tangkap illegal.
   b. keberadaan AFG di dasar perairan juga dapat berfungsi sebagai
      penghalang bagi pengoperasian jaring arad (sejenis mini trawl), yang
      selama ini kehadirannya dapat meresahkan nelayan lokal.
4. Zona Pulau
   Yaitu zona yang berada di daratan atau di P. Panjang. Zona ini merupakan
   lokasi utama aktifitas atau kegiatan pengunjung. Pada zona ini disediakan
   sarana     dan   prasarana     yang   mendukung        pengunjung    melaksanakan
   kegiatannya, yaitu penelitian atau menggali ilmu seputar daerah bahari. Sarana
   dan   prasarana    itu   seperti,   gazebo   sebagai    tempat   istirahat,   masjid,
   perpustakaan, gambar-gambar contoh organisme penyusun ekosistem pesisir,
   toilet dan lain sebagainya. Sekali lagi pembangunan sarana dan prasarana
   secara fisik harus diselaraskan dengan ekosistem alami di sana sehingga
   ketika terjadi pembangunan tidak merusak habitat dan ekosistem di P. Panjang.
   Kebijakan/peraturan yang perlu dibentuk pada Zona ini seperti :
                                                                       14



a. Kegiatan yang boleh dilakukan pada zona ini, seperti :
   -   Mengambil gambar/ foto ekosistem di P. Panjang
   -   Mengambil sampel organisme sesuai penelitian yang dibutuhkan
   -   Kegiatan konservasi alam untuk menambah daya dukung lingkungan di
       P. panjang, seperti pembuatan Terumbu Karang Buatan (TKB) atau
       Mangrove Replant dan lain sebagainya.
b. Kegiatan yang tidak boleh dilakukan pada zona ini, seperti :
   - Membuang sampah/limbah sembarangan.
   -   Mengambil organisme dilindungi yang berada di P. Panjang (Contoh
       pengambilan pasir dan karang di pantai P. Panjang).
   -   Merusak fasilitas umum yang ada di Pulau Panjang, seperti mencoret-
       coret.
   -   Memetik tumbuhan yang ada di pulau Panjang tanpa izin.
                                                                                  15




                                   DAFTAR PUSTAKA
http://www.apkasi.or.id/modules
http://dss-sekjen.890m.com
http://jepara-info.blogspot.com/2008/05/karang-di-pulau-panjang-terancam-rusak.html
http://oseanografi.blogspot.com/2005/07/terumbu-karang.html
http://gooleearth.com/2008/08/pulau-panjang.image
Dahuri,Rokhmin,dkk.1996.Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan
Secara Terpadu.PT Pradnya Paramita.Jakarta.
16

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:297
posted:1/26/2012
language:Malay
pages:16