Docstoc

Pengaruh Jilbab terhadap tingkah laku

Document Sample
Pengaruh Jilbab terhadap tingkah laku Powered By Docstoc
					                                           BAB I
PENDAHULUAN

I.I PENGARUH JILBAB TERHADAP TINGKAH LAKU

I.II LATAR BELAKANG

        Dalam diri manusia pada umumnya terdapat rasa untuk merubah diri,ingin memperbaiki dirinya
baik dalam hal spiritual maupun fisik. Semuanya kembali lagi kepada individu masing-masing. Keputusan
untuk mengenakan jilbab dikalangan mahasiswa memang sudah bukan hal yang tabu, hanya mungkin
tergantung dari kesadarnan mahasiswi untuk menutup auratnya.

        Ada juga mahasiswi yang mengenakan jilbab hanya untuk menutupi kekurangan dan
melindungi kulit mereka dari sengatan sinar matahari. Tidak dapat dipungkiri sebagian dari mereka
dipaksa oleh orang tua untuk memakai jilbab. Saat ini kita tidak bias melihat orang dari penampilan
luarnya saja, belum tentu yang tertutup adalah yang terbaik. Bahkan tidak dapat dipungkiri sebagian
besar mahasiswi berjilbab melakukan hal yang dianggap tabu oleh masyarakat.

        Tidak ada jaminan bagi mereka yang mengenakan jilbab adalah orang berniat tulus untuk
memakai jilbab. Contahnya; memakai jilbab namun masih mengenakan pakaian yang sangat
ketat,hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya. Padahal orang yang memakai pakaian ketat seperti orang
yang tidak mengenakan pakaian,namun hal ini telah dianggap biasa oleh masyarakat. Sehingga
masyarakat mempunyai asumsi jika wanita berjilbab mempunyai sikap yang baik.

        Meskipun ada sebagian wanita berjilbab yang tidak baik, namun masih banyak wanita yang
bersungguh-sungguh untuk menutup auratnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan kaum lelaki
lebih senang memilih wanita yang berjilbab. Karena menurut mereka wanita berjilbab itu lebih terlihat
anggun dan cantik. Dengan berjilbab, para wanita itu dapat menghindari perbuatan yang tidak senonoh
dari kaum laki-laki.

         Umumnya para lelaki enggan menggoda mereka karena mereka menghormati wanita berjilbab.
Berbeda dengan wanita yang tidak berjilbab pada umumnya. Dalam kenyataanya sebagian besar para
lelaki lebih berharap mendapatkan pasangan hidupnya seorang wanita berjilbab dan soleha. Karena
wanita yang berjilbab dan soleha dianggap lebih mengerti tugas seorang istri terhadap suami menurut
ajaran Islam dan mereka dianggap lebih bisa menjaga kehormatan keluarga.
I.III RUMUSAN MASALAH

       Untuk menghindari meluasnya pembahasan, penulis merumuskan masalah yang akan di teliti
dengan pertanyaan :

Apakah semua wanita berjilbab benar-benar tulus memakai jilbab dan sesuai dengan tingkah laku
mereka?

I.IV BATASAN MASALAH

      Guna menghindari meluasnya pembahasan, penulis memberikan batasan masalah pada
penggunaan jilbab mahasiswi POLINEMA jurusan Administrasi Niaga 1E Mandarin.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.I Pengertian Mahasiswi

        Mahasiswi adalah perempuan yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunyai
identitas diri dan diakui oleh Universitasnya.

II.II Pengertian Berjilbab

        Berjilbab adalah memakai tutup kepala dari kain yang bertujuan menutup aurat menurut syariat
Islam. Sedangkan berjilbab identik dengan pakaian yang tertutup, namun tidak memperlihatkan lekuk
tubuh seorang wanita.



         BAB III

         TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

         III.I Tujuan penelitian

              Adapun tujuan yang ingin kami capai dalam peneltian kuliah project ini, yaitu kami ingin
mengetahui seberapa besar peranan seorang wanita dalam masyarakat, dan bagaimana respon
masyarakat mengenai wanita berjilbab dalam aktivitasnya sehari-hari.

         iii.ii Manfaat penelitian

                   1. Bagi Mahasiswa
                      Dapat memotivasi mahasiswi untuk ikut serta berperan menggunakan jilbab dengan
                      baik dan tanpa paksaan.
                   2. Bagi Masyarakat
 Masyarakat lebih bisa memilah manakah wanita yang benar-benar            tulus
 mengenakan jilbab, dan manakah wanita yang hanya ingin menutupi kekurangannya
 dengan mengenakan jilbab.

 BAB IV
 METODE PENELITIAN

 IV.I Ruang Lingkup Penelitian
      Jenis metode yang kami ambil adalah metode deskriptif, yaitu kami memberikan
 bukti-bukti nyata yang konkrit, agar masyarakat dan lingkungannya dapat benar-
 benar mengerti peranan wanita berjilbab dalam masyarakat, khususnya di dalam
 lingkup universitas.

 IV.II Populasi dan Sampel
      Menurut Prof DR. Sugiono pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang
 terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
 diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

    Menurut Prof DR. Sugiono pengertian sampel adalah penarikan sebagian dari
 populasi untuk mewakili seluruh populasi.

 IV.III JENIS DATA
      Dalam penelitian ini, kami mengambil dua jenis data yang dopergunakan dalam
 penulisan proposal ini, yaitu:
      1. Data primer adalah dokumen atau orang yang memberikan kesaksian
           langsung terhadap suatu keadaan atau peristiwa atau suatu sumber yang
           sangat dekat dengan kejadian disekitar anda.
      2. Data sekunder adalah menyimpulkan satu atau lebih sumber pertama atau
           kedua.

 IV.IV Metode Pengambilan Data

     Dalam penulisan proposal ini kami membutuhkan data tertulis yang secara
langsung akan dipergunakan untuk penelitaian, kami juga mengadakan rised
langsung dengan obyek yang diteliti. Sehingga kami mengerti secara langsung apa
yang akan kami bahas dalam proposal ini, dan kami mendapatkan bukti nyata
tentang semua kejadian yang narasumber alami. Teknik pengambilan data yang kami
rised secara langsung adalah:

    1. Observasi adalah teknik pengumpulan data yang mempunyai cirri spesifik
       bila dibandingkankan dengan teknik lain yaitu: wawancara dan kuisioner.
                   2. Kuisioner adalah teknik pengumpulan data yang harus dilakukan dengan
                      cara member seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada
                      responden untuk dijawabnya.



INTERVIEW GUIDE

            1. Sejak kapankah Anda memutuskan memakai jilbab?
                    Rata-rata responden mengungkapkan kalau mereka memulai memakai jilbab
                    saat duduk dibangku SMA.
            2. Apa saja factor pendorong yang membuat Anda memakai jilbab?
                    Orang tua, lingkungan, kesadaran, dan ingin meneladani kepribadian diri.
            3. Bagaimana respon pertama dilingkungan Anda, waktu Anda memakai jilbab?
                    Sanagat baik, dan mendukung.
            4. Adakah dampak positif dan negative bagi diri Anda?
                    Dampak positif: disegani orang dan merasa lebih nyaman dan apa adanya.
                    Dampak negative: dicap sok alim
            5. Menurut Anda perubahan sikap apa yang terjadi pada diri Anda setelah memakai
               jilbab?
                    Lebih tertutup, menjaga sikap dan perilaku dan bertindak ;lebih matang.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:507
posted:1/25/2012
language:Malay
pages:4