4. Yesus Kristus Adalah Terang Dunia (Yohanes 1:5).
“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak
menguasainya”
“Terang” adalah salah satu kata kunci yang sering disebut dalam Injil Yohanes.
Kata ini tedapat lebih dari 21 kali dalam Injil Yohanes. Yesus sendiri pernah tiga
kali secara langsung menyebut diriNya sebagai terang dunia (Yohanes 8:12 9:5
12:46).
Terang adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang sedang
hidup dalam kegelapan dosa.
Ada beberapa fungsi terang yang dibawakan oleh Yesus Kristus:
a. Terang mengusir kekacau-balauan.
Di dalam cerita Kejadian 1, Roh Allah melayang-layang di atas kegelapan dan
kekacau-balauan yang terbentuk yang sudah ada sebelum langit dan bumi
diciptakan. Allah berfirman, “Jadilah terang” (kejadian 1:3). Terang yang baru
dijadikan Allah tersebut menelusuri dan masuk ke dalam kekacau-balauan yang
kosong, sehingga keadaan berubah menjadi terang benderang, penuh
keindahan. Demikian pula Yesus Kristus adalah terang yang menerangi
kegelapan (Yohanes 1:5). Ia adalah satu-satuNya prinadi yang dapat merubah
hidup ini dari keadaan yang “gelap” , kacau dan tidak menentu, menjadi hdup
yang ceria dan penuh pengharapan.
b. Terang yang sanggup mengungkapkan hal-hal yang tidak kelihatan.
Karena keterkutukannya manusia lebih mencintai kegelapan dari pada terang.
Manusia berbuat demikian karena perbuatan-perbuatan mereka jahat. Mereka
membenci terang, sebab kalau tidak demikian maka perbuatan-perbuatan
mereka yang jahat pasti terungkap (Yohanes 3:19-20).
Terang yang dibawa oleh Yesus Kristus adalah terang yang memperlihatkan
segala sesuatu sebagaimana adanya. Terang itu menyingkapkan topeng-topeng
dan segala hal yang tersembunyi. Ia menunjukkan segalanya dalam karakter dan
nilai yang benar. Kita tidak pernah melihat kenyataan hidup kita secara obyektif,
sampai kita melihatnya di dalam terang Yesus Kristus.
c. Terang yang dibawa oleh Yesus Kristus adalah terang yang membimbing.
Kalau orang tidak memiliki terang itu, maka ia akan berjalan dalam kegelapan
dan tidak mengetahui arah yang benar. Itu sebabnya Yesus Kristus berkata:
“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang
percaya kepadaKu jangan tinggal dalam kegelapan” (Yohanes 12:46).
Terang Yesus Kristus bukan hanya menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi
sehingga menimbulkan rasa bersalah. Terang itu memberi jalan keluar atau
bimbingan bagi yang mengikutinya. Seperti seorang dokter yang baik tidak
hanya memberikan diagnosa terhadap penyakit yang dialami oleh pasien, tetapi
juga terapi yang tepat bagi penyakit yang ditemui.
Selain mengungkapkan tentang kwalitas dari terang Yesus Kristus, Rasul
Yohanes juga menegaskan tentang eksisensi dan kuasa terang Yesus yang
tidak mungkin disingkirkan oleh kuasa atau sistem manapun.
“Terang itu bercahaya dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”
(Yohanes 1:5).
Kebenaran ini adalah suatu fakta yang sangat menguatkan dan membesarkan
hati orang-orang percaya, di mana “kegelapan” (Yun. = skotos) tidak dapat
menguasai terang itu. Kata Yunani untuk “menguasai” adalah “katalambanein”
yang berarti “mengalahkan” atau “memadamkan nyala api”.
Yesus Kristus Sang Terang itu datang ke dalam dunia; di dunia ini ada suatu
kegelapan yang berusaha menyepelekan, mengalahkan bahkan memadamkan
terang Yesus Kristus, dengan membunuh dan menyalibkan Dia. Tetapi di dalam
Yesus ada kekuatan yang tak terkalahkan. Meskipun kegelapan telah
mengusahakan apa saja yang dapat mereka perbuat untuk memadamkan terang
Allah di dalam Kristus, namun mereka tidak berhasil.
Melalui sejarah gereja kita dapat mengatahui ada berbagai upaya dari kaki
tangan kuasa kegelapan yang berusaha menghambat bahkan ingin
memusnahkan Kekristenan. Seperti: penganiayaan terhadap orang Kristen,
pembakaran dan pengrusakan gereja, pembakaran Alkitab dan sebagainya.
Namun ajaib sekali hingga sekarang gereja terus eksis bahkan semakin
berkembang.
Voltaire, seorang gembong rationalis abad ke 18 pernah mengatakan bahwa tak
lama lagi Alkitab tak akan dibaca orang lagi karena isinya dianggap tidak masuk
akal. Tetapi lima puluh tahun setelah kematiannya, rumah dan percetakan
pribadinya dipergunakan oleh Lembaga Alkitab Jenewa untuk mencetak dan
menerbitkan Alkitab. (N.L. Geisler & W.E. Nix, A General Introduction To The
Bible, Chicago: Moody Press, 1968, p. 124). Ini membuktikan bahwa sinar terang
Injil tidak dapat dipadamkan.
Menurut data dari FKKI, sekitar 1000 buah rumah ibadah yang dirusak/
ditutup/dibakar di Indonesia sejak 1945 zaman pemerintahan Presiden
Soekarno-Hatta sampai era pemerintahan SBY-JK 2007 ini. Di balik semua itu
ada suatu kuasa yaitu kuasa kegelapan yang memang selalu berusaha
melenyapkan terang dari Yesus Kristus. Namun puji Tuhan, tidak ada suatu
kuasa ataupun sistem yang dapat melenyapkan Kekristenen. Bahkan walaupun
ribuan orang Kristen yang mati syahit, hal tersebut tidak mungkin mengendorkan
semangat iman orang-orang Kristen. Ini sesuai dengan janji Firman Tuhan:
“…kegelapan itu tidak menguasainya”. Malahan semakin dibabat, gereja
semakin merambat. Itu sebabnya seorang Bapak Gereja bernama Tertulianus
pernah berkata, “Darah para Martir/syahit adalah benih gereja”.
Daftar tentang sifat Ke-Ilahian Yesus Kristus ini dapat diperpanjang lagi kalau
kita berbicara tentang kekudusanNya, kemahatahuanNya, kemahakuasaanNya
dalam melakukan berbagai mujizat, mengampuni dosa dan sebagainya.
Sudahkah kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat
kita secara pribadi?
Jika dalam point sebelumnya kita telah membahas sedikit tentang Ke-Ilahian
Yesus Kristus, maka dalam point berikut saya coba memaparkan sekilas tentang
kemanusiaan Yesus Kristus. Di sinilah salah satu keunikan Yesus Kristus. Selain
Allah sejati Dia juga manusia sejati. Kedua sifat inilah yang memungkinkan Dia
menjadi Juruselamat dan perantara antara Allah dan manusia.