Embed
Email

WANITA BIJAK

Document Sample
WANITA BIJAK
Shared by: Denok Fransiska
Categories
Tags
Stats
views:
112
posted:
1/24/2012
language:
pages:
13
WANITA BIJAK

Visi Wanita Bijak









Melalui KEUNIKANNYA Wanita BERFUNGSI dan menjadi TELADAN (Titus 2:3-7)





I. Seberapa Bijakkah Anda?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan "Ya" atau "Tidak" sesuai

dengan kondisi Anda saat ini.

1. Apakah engkau bangun pagi-pagi untuk mencari hikmat Allah? (Ya/Tidak)

2. Apakah engkau telah mengembangkan (beberapa)keahlian dalam hidupmu

sehingga orang puas dengan pekerjaan/ pelayananmu? (Ya/Tidak)

3. Apakah orang-orang disekitarmu senang dengan karaktermu? (Ya/Tidak)

4. Apakah setiap kata-kata yang keluar dari mulutmu membangun orang lain?

(Ya/Tidak)

5. Apakah engkau "ahli" membawa orang lain kepada Kristus?(Ya/tidak)

6. Apakah engkau mempunyai "kebiasaan" mencari nasehat ketika engkau

mengambil keputusan sulit? (Ya/Tidak)

7. Apakah engkau tetap mengasihi orang yang menegurmu? (Ya/Tidak)

8. Apakah orang-orang sering datang meminta nasehatmu? (Ya/Tidak)





II. Satu Wanita Mengubah Dunia





Terlahir dengan nama Agnes Gonxha yang berarti Kuncup Bunga dari

keluarga harmonis dan bahagia Bojaxhiu, tanggal 26 Agustus 1910 di Skopje,

Albania. Ayahnya adalah seorang yang memiliki semangat hidup besar dan aktif

di bidang politik. Ibunya bijaksana dan berkepribadian kuat, sangat disiplin

namun baik hati. Agnes lahir dalam keluarga penganut katolik yang saleh. Sang

ibu sedapat mungkin membawa anak-anaknya untuk menghadiri misa pagi,

mengajari anak-anaknya berdoa dan menolong orang-orang yang kehidupannya

tidak sebaik mereka. Ternyata inilah "benih" yang tersemai dalam hati Agnes,

untuk suatu saat dalam hidupnya dia memilih suatu keputusan yang radikal bagi

Tuhan, yaitu menjadi sahabat bagi mereka yang termiskin dalam arti

sesungguhnya.

Usia 18 tahun Agnes mengambil keputusan bulat menjadi biarawati untuk

melakukan pekerjaan misi di India, membaktikan diri bagi kaum miskin. Agnes

masuk dalam ordo "Sister of Loreto". Tanggal 6 Januari 1929 tiba di India dan 4

bulan kemudia (23 Mei 1929) Agnes menjadi novis dan mengganti namanya

menjadi TERESA (nama seorang biarawati Perancis dari ordo Karmelit yang

menjalani masa hidupnya yang pendek di sebuah biara di Lisieux). 24 Mei 1931

suster Teresa mengucapkan kaulnya, kemudian ia ditugaskan ke Darjeeling,

kota diperbukitan kaki Himalaya untuk mengajar di sekolah biara Loreto sambil

membantu di rumah sakit. Itulah bekal yang ia dapatkan sebelum akhirnya 100%

mengabdikan diri bagi mereka yang terabaikan. Selanjutnya ia dipindahkanke

Entally, sebuah perkampungan kumuh disisi timur kota. Setelah mengucapkan

kaul kekalnya pada tanggal 14 Mei 1937, ia diangkat menjadi kepala sekolah St.

Mary's School









Setelah hampir 19 tahun tinggal di lingkungan biara

sebagai novis, suster Teresa semakin merasa tidak sejahtera melihat suatu

kontradiksi antara lingkungan di dalam dan di luar biara. Hatinya mulai terketuk,

teringat apa yang menjadi kerinduannya yang paling dlam. Tahun 1943

Benggala dilanda bencana kelaparan, 5 juta orang meninggal dunia dan banyak

yang mengungsi ke Calcutta. Jalan-jalan penuh dengan orang yang kelaparan

dan sekarat. Tahun 1946 terjadi huru hara besar dan tindak kekerasan akibat

bentrokan golongan Islam dan Hindu, lebih dari 4000 orang terbunuh dalam 5

hari.

Sebulan sesudah terjadinya peristiwa itu, suster Teresa mendapatkan

peneguhan akan panggilannya dan ia yakin bahwa Tuhan menghendaki ia

melakukan sesuatu yang baru, sesuatu yang teramat penting. Tanggal 10

September 1946 itulah disebut sebagai "inspiration day". Saat itu ia berusia

hampir 40 tahun, ia sangat yakin bahwa Tuhan menghendaki ia turun kejalan-

jalan kota Calcutta, hidup dan bekerja di tengah-tengah kaum termiskin di

kawasan kumuh yang terletak di luar tembok biara. Tuhan menghendaki agar ia

bukan saja melepaskan kedudukannya selaku kepala sekolah, tetapi

meninggalkan sekolah, minggalkan ordonya, meninggalkan tembok-tembok biara

yang melindunginya.

Tanggal 8 Agustus dengan berbekal selembar busana sari (terbuat dari kain

katun murah berwarna putih dengan garis-garis biru dipinggirnya yang

merupakan pakaian wanita Benggali golongan miskin) serta sebuah salib kecil

dan sebuah rosario, suster Teresa memulai misinya. Lewat belajar di Medical

Mission Sisters Patna, sekitar 240 mil dari Calcutta, suster Teresa belajar

tentang cara-cara merawat kaum miskin. Membantu di The Holy Family Hospital

sangat menolong dan membekalinya untuk belajar menangani persalinan, bedah

juga keahlian sebagai perawat, tenaga laboratorium dan ahli gizi. Ia membantu

mengurus mereka yang sakit kolera, cacar, juga mereka yang sekarat karena

terlantar dan miskin. Membangun hubungan dengan mereka yang dilayani

adalah jembatan untuk suster Teresa memahami dan ikut menjalani kehidupan









mereka.

Awalnya radikalisme suster Teresa sangat luar biasa karena dia hanya makan

nasi dan garam, tapi atasnasehat para suster, ia mulai memperhatikan makanan

dan gizi, supaya badannya kuat dan semakin banyak hal yang dapat ia kerjakan.

Maka begitu ada beberapa gadis yang mulai membantu misinya, suster Teresa

meminta mereka sarapan dulu sebelum mereka bekerja. Juga baju sari yang

mereka pakai harus dicuci dan diganti setiap hari kadang-kadang 2x sehari.

Pelayanan suster Teresa sangat terasa warna kewanitaannya. Bukan hanya

radikal tetapi tetap memiliki sentuhan dan pemikiran seorang wanita yang

memperhatikan hal-hal yang sangat sehari-hari (pakaian, makanan dan

sebagainya).

5 orang suster yang memulai misi ini (Congregation of the missionaries of charity)

adalah: suster Teresa, Subashini Das menjadi suster Agnes, Magdalena menjadi

suster Gertrude (keduanya adalah mantan murid dari suster Teresa), suster

Dorothy dan suster Margaret Mary. Dalam menjalankan misinya para suster dari

ordo cinta kasih inidikenal sebagai suster yang tabah, ramah dan periang. Setiap

suster memiliki "harta" sebagai berikut: 3 perangkat sari (satudipakai, satu dicuci

dan satu lagi ditambal), sepasang sandal, 2 pasang pakaian dalam, seuntai

rosario dan sebuah salib kecil yang disematkan kebagian bahu kiri sarinya.

Pakaian dalam mereka sering kali terbuat dari karung-karung gandum bekas

yang harus dicuci dulu sampai sekitar sepuluh kali, sampai sudah cukup lunak

agar bisa dipakai.

Suster Teresa sangat cermat, dia mengatur segala sesuatu termasuk

bagaimana supaya para suster yang membantunya tetap bisa belajar, bekerja

dan beristirahat. Selain itu ia menyusun anggaran dasar ordo yang dipimpinnya

dan menyerahkannya kepada uskup agung. Pada 7 Oktober 1950 ordo

misionaris cinta kasih memperoleh pengakuan dari gereja katolik dengan

persetujuan Paus.

Begitu cintanya suster Teresa pada India maka ia pun memutuskan untuk

menjadi warga negara India, sehingga makin menyatulah jiwanya dengan

panggilan yang Tuhan taruh dalam hidupnya. Tahun 1979 suster Teresa

menerima hadiah penghargaan nobel untuk perdamaian. Tahun 1965 Paus

Paulus VI mengizinkan ordo ini berkarya diluar India, sejak saat itu Tuhan

membawa pelayanan iniberkembang keseluruh dunia. Suster Teresa

"menularkan" teladan untuk mengasihi mereka yang miskin dan terbuang

dengan cinta kasih. Karyanya tidak pernah habis untuk dibicarakan dan

menginspirasi banyak orang untuk mengikuti teladannya.(aa)

disarikan dari buku: Mereka yang berjasa bagi dunia - Bunda Teresa, Charlotte

Gray - Gramedia





III. Pilihan

Inilah perkataan Lemuel, raja Masa yang diajarkan ibunya kepadanya. Istri yang cakap siapakah

yang akan mendapatkannya?









Dalam beberapa pasal terdahulu dari kitab Amsal digambarkan

wanita-wanita dengan watak yang meragukan, yang bertingkah laku tidak

bermoral, sering menimbulkan kegaduhan dan suka bertengkar. Tetapi pasal

terakhir dari kitab Amsal mengkontraskan wanita yang berbudi luhur dan cakap,

yang memilih untuk berbuat yang terbaik.

Wanita saleh ini masih merupakan tantangan bagi kita zaman sekarang pun dan

melukiskan betapa besar arti seorang wanita di hadapan Allah. Tetapi untuk itu

ia harus memilih untuk membangun hidupnya dekat dengan Allah. Rahasia

keberhasilan wanita itu dalam melakukan hal tersebut diungkapkan oleh kata-

kata istri yang takut akan Tuhan (ayat 30).



"Tidak ada sesuatupun yang dapat mengungkapkan dengan begitu sempurna

kepada manusia betapa penting dirinya sebagai satu pribadi, selain

pengenalannya sendiri secara pribadi akan Allah." Seorang wanita yang

mengenal dan takut akan Tuhan dapat menjadi teladan yang positif bagi kita dan

ini membantu kita menentukan tujuan-tujuan yang tepat serta mengajar kita

bagaimana mencapainya.

Melalui contoh ini, kita dapat melihat betapa kehidupan wanita itu dapat sangat

berharga dan beraneka ragam. Allah menunjukkan bagaimana seorang wanita

dapat menjadi yang terbaik, bagi Dia dan bagi orang-orang disekitarnya. Semua

ini tergantung pada pilihan yang dibuatnya. Apabila ia menginginkan yang terbaik

yang telah direncanakan Allah baginya, ia harus mulai denan menerima diri

sendiri dan keadaannya; ia harus mengerti rencana dan tujuan Allah bagi wanita.

Pada halaman-halaman pertama Alkitab kita membaca bahwa wanita, seperti

halnya laki-laki, diciptakan meurut gambar Allah sendiri. Keduanya sama-sama

bertanggungjawab untuk melakukan perintahNya: "Beranakcuculah dan

bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-

ikan dilaut dan burung-burung di udara dan atassegala binatang yang merayap

di bumi." (Kej 1:28)

Keteraturan dan ketertiban kehidupan dalam alam, rumah tangga, dan

masyarakat merupakan tanggungjawab bersama laki-laki dan wanita.

Tanggungjawab seorang wanita tidak hanya terhadap rumah tangga dan

membesarkan anak. Beberapa wanita dalam alkitab (seperti Sara, Elisabet)

melahirkan dan mengasuh anak-anak mereka yang kehidupannya mempunyai

pengaruh atas sejarah manusia. Mereka mempengaruhi kehidupan diluar rumah

mereka melalui anak-anak mereka.

Wanita-wanita lain dalam alkitab mempengaruhi kehidupan bangsa mereka

melalui panggilan mereka selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai abdi

Allah. Debora seorang nabiah yang menjadi pemimpin suatu bangsa, adalah

salah satu. Ia menyebut dirinya sendiri sebagai "ibu Israel" dan memberikan 40

tahun penuh ketentraman kepada negrinya yang mengalami penindasan sangat

mengerikan selama bertahun-tahun. Seorang nabiah lain: Hulda, memimpin

bangsanya untuk bertobat dan kembali kepada Allah.

Dalam alkitab terdapat wanita-wanita yang tidak menikah namun mempunyai

tanggungjawab yang besar - seperti Miryam, yang membantu memimpin

bangsanya, dan Dorkas yang mempunyai tanggungjawab dalam pekerjaan

rumah tangga. Keduanya sangat berpengaruh pada waktu itu, dan mereka

seharusnya masih menjadi pendorong bagi kita dan masih mempunyai pengaruh

atas kita sekarang ini.

Semua wanita itu cakap, pandai dan berbudi luhur. Mereka telah membuktikan

berapa tinggi martabat yang dapat dicapai wanita jika ia memilih untuk percaya

serta berharap kepada Allah. Seperti wanita dalam Amsal 31, mereka adalah

wanita-wanita yang bermoral tinggi, dapat dipercaya, memiliki disiplin diri, dan

rajin. Mereka adalah wanita-wanita yang memilih untuk mengenal, mengasihi

dan percaya serta berharap kepada Bapa mereka yang di sorga.

Seorang janda muda bernama Hana, yang hidup ebebrapa abad kemudia,

memilih hidup di rumah Allah daripada kembali kerumah orangtuanya. Ia tidak

dilupakan oleh sejarah, melainkan diingat sebagai wanita pertama yang

memeberitahukan kepada orang-orang perihal Juruselamat yang telah lama

mereka rindukan, ketika Juruselamat yang baru lahir itu dibawa ke bait Allah.

Pada abad ke-19, Catherine Booth mengungkapkan jeritan hatinya, "Saya

sangat rindu untuk dijadikan berkat didunia ini." Sampai sekarang Bala

Keselamatan, yang didirikannya bersama suaminya, masih menjadi berkat

diseluruh dunia.

Corrie ten Boom memilih untuktidak menyerah kepada dunia yang penuh

kebencian, kesengsaraan dan rasa kasihan pada diri sendiri, yang dijumpainya

di camp tawanan Jerman. Sebaliknya, ia malah memilih untuk menceritakan

berita pertolongan dari Allah kepada dunia yang miskin pada saat mengalami

kekecewaan yang hebat.

Catherine Booth, dari Inggris dan Corrie ten Boom dari Belanda, keduanya telah

membuktikan bahwa wanita dimana saja, dari bangsa manapun, dapat memilih

menjadi yang terbaik bagi Allah dan mempunyai pengaruh positif yang kekal

pada dunia. Meskipun kadang-kadang mereka lemah secara rohani, mereka juga

adalah wanita-wanita yang alkitabiah. Catherine membaca alkitab secara teratur

sejak ia berusia 3 tahun. Corrie mengumpulkan teman-teman setawanannya

untuk duduk disekeliling dia ditempat tawanan itu, lalu ia membacakan alkitab

yang sudah usang, satu-satunya miliknya yang membahayakan dirinya.

Persekutuan dengan Allah melalui firman-Nya menolong kedua wanita ini

membuat pilihan yang benar. Catherine dan Corrie memilih untuk menyerahkan

hati dan hidup mereka bagi pekerjaan Allah.

Meskipun hidup kita di dunia secara relatif singkat, hidup kita dapat sangat

berarti dan mempunyai pengaruh yang kekal. Hal ini tergantung pada jawaban

kita terhadap pilihan yang pernah dihadapkan oleh Yosua kepada bangsa Israel:

"Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah." (Yosua 24:15).

Kesejahteraan, kebahagiaan, dan produktivitas kita tergantung pada apakah kita

memilih Allah. Kita harus memilih sekarang juga jangan menunda-nunda, karena

waktu sekaranglah yang benar-benar kita miliki.Hari esok belum tentu kita punya.

Pilihlah untuk diri Anda sendiri - hari ini juga!

(sumber: Engkaulah Permata Hati, Gien Karssen, Yayasan Kalam Hidup)





IV. Wanita dan Pemuridan

Ketika Yesus akan naik ke surga, Ia berkata kepada murid-murid; ”Jadikanlah

semua bangsa muridKu” (Matius 28:19). Petrus dan murid-murid lainnya

menangkap maksud perkataan dan melaksanakan Amanat Agung tersebut..

Seperti yang mereka alami dengan Yesus, demikian tujuan dari pemuridan

adalah menjadikan orang murid Kristus (bukan murid seseorang) dengan

melakukan ajaran Tuhan Yesus sampai terjadi perubahan hidup, bertumbuh

menjadi dewasa dan sanggup memuridkan orang lain juga.



Dalam konteks wanita, setiap wanita perlu dimuridkan dan dapat juga

memuridkan. Tanpa pemuridan seorang wanita sulit mengalami perubahan.

Didalam pemuridan seorang yang lebih dewasa rohani mengajarkan ajaran

Kristus/Firman Tuhan dan memberi contoh bagaimana ia menghidupinya dalam

sehari-hari kepada wanita yang lain. Selain itu wanita yang dimuridkan perlu

memiliki hati yang mau belajar dan mau berubah dengan mentaati semua

perintah Tuhan yang diajarkan. Pemuridan dapat dilakukan dengan berbagai

cara antara lain; pertemuan 2 jam untuk belajar Firman Tuhan bersama, sharing

Firman Tuhan, tanya jawab dan belajar terbuka satu sama lain. Namun yang

terpenting bukanlah mengetahui Firman, tetapi melakukan atau

mempraktekkannya sehingga terjadi perubahan hidup yang makin serupa Kristus.

Pemuridan tanpa perubahan hidup, bukanlah pemuridan sesungguhnya. Berbagi

Firman dalam pemuridan tanpa penekanan kepada KETAATAN dalam

melakukan Firman hanyalah menghasilkan orang-orang yang tahu kebenaran

tapi tidak dapat melakukannya. Ketaatan atau mempraktekkan kebenaran,

sekalipun sulit (tidak suka), akan menghasilkan perubahan hati, perubahan

karakter dan perubahan dalam tindakan.



Dalam pemuridan ada 3 unsur yang perlu diperhatikan:



1. KETERTARIKAN

Anda tertarik kepada seseorang yang lebih dewasa, baik rohani maupun yang

lainnya. Tanpa ketertarikan, maka tidak ada kehausan dan komitmen waktu

untuk hidup berbagi. Akhirnya tidak mencapai sasaran yang diharapkan.

2. Komitmen untuk berbagi

Banyak pemuridan berhenti di tengah jalan karena kurangnya komitmen waktu

yang diberikan dan kurangnya keseriusan untuk berbagi hidup atau saling

berkorban. Jika anda mau dimuridkan, andalah yang banyak ‟mengejar‟ pemurid

anda. Seseorang yang dimuridkan haruslah bersedia diajar, dinasehati dan

komitmen untuk melakukan perintah dan ajaran Kristus,. Patutlah disadari bahwa.

pemurid anda bukan manusia sempurna, ia juga memiliki kelemahan. Karena itu

dalam pemuridan akan terjadi pembelajaran bersama dalam mengikuti ajaran

Kristus.



3. Saling bertanggung jawab

Adanya saling tanggung jawab akan menghasilkan hubungan yang sehat. Tidak

ada „otoriter‟ atau unsur kepentingan pribadi memudahkan terjadinya evaluasi

terhadap perubahan hidup yang telah dialami.. Keterbukaan dan saling memberi

pertanggungjawaban terhadap apa yang sudah dilakukan dalam mempraktekkan

kebenaran Firman Tuhan dalam hidup sehari-hari mendorong kemajuan

perubahan sikap dan tindakan.



Pemuridan bukanlah sebuah program atau pertemuan yang dilakukan 2 jam

seminggu, pemuridan adalah hubungan dan sifatnya haruslah informal. Dalam

pemuridan setiap orang akan saling berbagi sukacita, dukacita, saling mengasihi

dan berkorban, pergi bersama-sama, melayani orang lain, menyelesaikan

masalah dalam keluarga, keuangan, kekuatiran atau pergumulan hidup dengan

terang Firman Tuhan. Gambaran sederhana dan mendasar tentang pemuridan

adalah seperti kehidupan Tuhan Yesus dengan kedua belas muridNya dan apa

yang mereka lakukan bersama.



Oleh sebab itu wanita yang mau berubah menjadi bijak, baik single maupun

sudah menikah, perlu ada dalam sebuah kelompok pemuridan. Titus 2:4 menulis

bahwa wanita tua perlu mendidik wanita muda dalam jalan-jalan Tuhan. Itulah

pemuridan. Hasil dari pemuridan adalah wanita yang mengasihi Allah, mengasihi

jiwa-jiwa yang terhilang, mengasihi suami dan anak-anaknya. Ia hidup dengan

bijaksana dan suci, menjadi wanita yang rajin dan berbuat baik kepada banyak

orang. Semuanya ini tertulis dalam Titus 2:3-5. Kata Amsal, ia menjadi wanita

yang dipuji-puji orang, menjadi kebanggaan suaminya, penuh hikmat dan

pengajaran karena ia wanita yang takut akan Tuhan (Amsal 31)

Jika anda memiliki kelemahan misalnya problem emosi seperti marah-marah,

kesal, mulut yang mengeluarkan kata-kata yang tidak membangun, berbohong,

malas, tidak haus untuk membaca Alkitab, malu bersaksi, sulit mengampuni

suami, bingung mendidik anak, anda perlu mencari seseorang untuk menolong

anda. Apabila anda memiliki potensi dan rindu mengembangkannya dengan

maksimal maka anda juga perlu ada dalam sebuah pemuridan.



Pemuridan yang benar akan membuat hidup kita maksimal dan

menghasilkan persahabatan yang tulus.

V. Perubahan Dengan Hati

Berbeda dengan perubahan yang ”dunia” tawarkan, perubahan yang Yesus

berikan tidak instant, anda harus berjalan bersamaNya setiap hari sampai

perubahan itu menetap dalam kehidupan Anda. Ada 3 tahapan perubahan yang

dapat kita alami, yaitu : Perubahan cara pikir (paradigma), Perubahan sikap hati

(attitude) dan Perubahan tingkah laku (behavior).

Perubahan Cara Pikir (Paradigma)

Penyerahan hidup kita kepada Tuhan lewat kesadaran akan kuasa dan

kedaulatanNYA atas hidup kita dalam bentuk penyembahan dan perenungan

Firman yang dilakukan setiap hari, akan melahirkan pembaharuan budi /

perubahan cara pikir yang semakin serupa Kristus (Roma 12 : 1 - 2).



Perubahan Sikap Hati (Attitude)

Sebagai seorang wanita, tantangan terbesar untuk mengalami perubahan adalah

hatinya. Hati adalah sumber dan pancaran kehidupan, dalam bahasa Ibrani; hati

merupakan pusat kehidupan dan kepandaian. Amsal 4 : 23 mengatakan Jagalah

hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

(terjemahan KJV - Keep thy heart with all diligence; for out of it are the issues of

life). Hati adalah pusat/sumber mengalirnya keinginan, tetapi juga pengertian dan

hikmat. Berapa banyak Firman yang tersimpan di hati-mu? Itulah yang

menentukan terjadinya perubahan.



Lukas 8 : 15 mengatakan, “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang

setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan

mengeluarkan buah dalam ketekunan." (terjemahan KJV - But that on the good

ground are they, which in an honest and good heart, having heard the word,

keep it, and bring forth fruit with patience.)

Tanah hati yang baik artinya adalah hati yang murni. Hanya hati yang murni yang

dapat “menyimpan” firman dan akan menghasilkan buah jika dilakukan dengan

tekun (artinya berulang-ulang, bukan hanya sekali. Direnungkan terus menerus

hingga firman itu menguasai seluruh keberadaan kita – pikiran, kehendak dan

perasaan kita).



Perubahan Tingkah Laku (Behavior)

Pola perilaku yang baru akan lahir setelah kita mengalami perubahan pardigma

(cara berpikir) dan perubahan attitude (sikap hati). Hanya Firman Tuhan yang

berkuasa mengubahkan bukan hanya cara pikir kita tetapi juga sikap hati dan

perilaku kita. Contohnya : cara pikir kita diubahkan saat mendengar sesi

problema emosi wanita karena ada kebenaran Firman Tuhan yang kita terima,

namun hal itu tidak serta merta membuat kita menjadi wanita yang hidup bebas

dari problem emosi. Bagaimana kita memiliki emosi yang sehat dan dewasa

adalah proses kita menghidupi dan mempraktekkan setiap kebenaran yang

sudah kita terima. Jika ujian itu datang dan kita mengingat bagaimana jalan

keluar untuk bisa bertumbuh dalam emosi yang sehat dan dewasa, itulah

perubahan yang sesungguhnya.

Saat mengikuti modul-1 pembinaan Wanita Bijak, kita dibawa masuk untuk

mengalami proses pemulihan dan perubahan yang (mungkin) hanya dirasakan

saat pembinaan berlangsung. Ada juga yang mengalami sampai kepada

perubahan sikap hati tetapi tidak bertahan lama, selanjutnya sebagian besar

alumni Modul-1 pembinaan Wanita Bijak banyak mengalami kesulitan untuk

mencapai perubahan tingkah laku. Biasanya kecenderungan yang terjadi adalah

menyerah dan berkata, “Ah… itu tidak mungkin. Itu sulit..!”



Jika demikian, tentunya perubahan itu tidak dapat dilakukan sendiri, butuh orang

lain untuk menolong kita mencapainya. Itulah salah satu dasar pemikiran

terciptanya Modul-2 WB. Didalam kelompok pembelajaran bersama dengan

wanita lain kita bukan hanya memiliki teman yang sedang “berjuang” bersama-

sama untuk mencapai perubahan yaitu menjadi serupa seperti Kristus, tetapi

juga dapat saling memberikan pertanggung jawaban satu dengan yang lain. Kita

bukan sekedar terbuka, tetapi terbuka untuk saling menguatkan dan

menyembuhkan. Kita ditolong untuk berubah; mengalami pertobatan secara

pribadi dan bersedia untuk mengambil komitmen dan berubah. Apakah anda

rindu mengalaminya? (aa/cc).





IV.Berubah

Ketiga perubahan ini diharapkan terjadi dalam diri setiap wanita. Itu sebabnya

proses perubahan dimulai dari perubahan cara pikir wanita mengenai

keunikannya, bagaimana ia berpikir tentang dirinya sebagai perempuan.

Misalnya, saat tidak menghadapi masalah ia merasa berharga, namun saat

sedang ada masalah ia merasa tidak berharga. Sasaran dari perubahan pola

pikir adalah melihat keunikan dirinya sebagai wanita seperti cara Tuhan melihat

dirinya, yang terpenting wanita bisa melihat keunikannya sekalipun ia masih

memiliki kekurangan dan kelemahan. Perubahan pola pikir menghasilkan suatu

sikap (attitude) yang baru dalam diri wanita, ia akan melakukan fungsi sebagai

penolong bukan karena paksaan melainkan adanya dorongan hati (niat) untuk

melakukannya. Perubahan ini ditandai dari sikap tidak mau melakukan menjadi

mau melakukan, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Proses perubahan sikap

hati akan membawa setiap wanita pada perubahan perilaku (behaviour),

konsisten untuk terus melakukan perubahan dalam hidupnya sampai perubahan

itu menjadi gaya hidup.

Kendala yang dihadapi oleh alumni pembinaan modul 1 adalah menemukan cara

yang praktis untuk mengaplikasikan setiap kebenaran yang telah mereka

terima. Belajar yang efektif bagi wanita yaitu dengan melihat dan mempelajari

cara hidup orang lain (gagal maupun berhasil) dalam hidup sehari-

harinya. Untuk itu langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh para wanita untuk

mencapai perubahan maksimal dalam hidup mereka yaitu :

1. Belajar untuk membangung hubungan dan mengenal Tuhan setiap hari

2. Membangun hubungan dengan orang lain

3. Mempraktekkan perubahan yang ia alami dengan orang lain.

Semuanya tercakup dalam Matius 22 : 37 – 39

Mengapa Modul 2 ?

Modul 2 Pembinaan Wanita Bijak awalnya di desain agar para wanita

yang telah mengikuti pembinaan Wanita Bijak modul 1 dapat mencapai Raport

WB (baca WW edisi 4) dengan baik. Modul 2 juga menolong mereka

menemukan komunitas pembelajaran yang benar, menemukan metode

pembelajaran yang tepat, membantu mereka menemukan komunitas yang

memiliki nilai hidup yang sama. Lewat modul 2 wanita akan mengalami

perubahan yang lebih detail, sehingga mereka mengalami perubahan yang

sesungguhnya.



Perbedaan Modul 1 dan Modul 2

Dalam modul 1 pembinaan dilakukan secara satu arah, dari mimbar kepada

peserta. Sedangkan Modul 2 dilakukan secara informal, sehingga dapat

menyentuh akar permasalahan dan lebih bisa memberi dampak personal karena

ada sentuhan pribadi; seperti ibu yang mendidik dan mendampingi anaknya.

Seperti visi pelayanan WB; wanita tua mendidik wanita muda (titus 2 : 3 – 7),

setiap wanita membutuhkan wanita lain untuk mengalami perubahan.





VI. Tangan Yang Menunjukkan Kasih

Allah yang adalah sumber segala kreatifitas memampukan Dorkas untuk melihat

dan mengisi setiap kekosongan hati para janda tersebut. Dorkas akrab dengan

lingkungan dan pergumulan para janda dan dengan kemampuan menjahit yang

ada padanya ia melayani mereka dengan membuatkan baju. Jarum dan benang

adalah alat yang yang dipakai Tuhan dalam tangan Dorkas untuk mendatangkan

Kerajaan Allah di lingkungannya.



Ada yang menafsirkan bahwa Dorkas adalah wanita single yang tidak menikah,

namun ada juga yang mengulas bahwa Dorkas adalah seorang janda. Apapun

penafsirannya, Alkitab memang tidak menyebutkan tentang suami maupun

status pernikahannya. Tapi kebenaran yang memberikan kemerdekaan dalam

hidup Dorkas membuatnya hidup merdeka. Dorkas puas dengan keberadaannya

dan tahu bahwa dia berharga karena Tuhan yang membuatnya berharga.



Yang menarik dari kisah hidup Dorkas adalah lewat kehidupan, kematian dan

kebangkitannya dari kematian (lewat pelayanan Petrus), Allah menjadi nyata

dalam hidupnya. Tidak ada yang tidak menarik orang untuk ingin mengenal Allah

yang disembah oleh Dorkas. Dapatkah kita bayangkan bagaimana Dorkas

menjadi lebih “sibuk” setelah kedatangan Petrus? Dorkas punya kisah nyata

yang lebih menarik untuk diceritakan kepada mereka disekelilingnya yang belum

mengenal Tuhan. Saya yakin, sejak saat itu Dorkas bukan saja menjahit lebih

banyak baju, tapi dia juga “sibuk” membagikan cerita hidupnya dan apa yang

Tuhan sudah lakukan dalam hidupnya. Kebangkitannya dari kematian menjadi

peristiwa paling heboh dan menjadi buah bibir banyak orang.



Dorkas adalah gambaran dari apa yang Rasul Paulus ungkapkan di 2 Korintus 4 :

7, “ Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa

kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami”.

Dorkas sadar bahwa apa yang dia lakukan bukan karena kekuatannya, tetapi

karena Allah. Kebangkitannya dari kematian adalah bukti nyata kuasa Allah

dalam hidupnya. Hidup Dorkas adalah hidup yang berbuah tetap bagi Kerajaan

Allah. (aa/cc)

VII. Perubahan: Sebuah Perjalanan Hidup

oleh: Mutiara Yasmin (Tim WB Single Jakarta)

Baru-baru ini saya membuka-buka lagi sebuah buku yang sudah sekitar 10 tahun

saya miliki. Buku ini saya susun sendiri, berisi cuplikan-cuplikan kehidupan saya

sejak kelahiran sampai saat perkuliahan, lengkap dengan potongan-potongan

foto penuh kenangan. Saat menyusunnya, saya ingin agar orang-orang di sekitar

saya menuliskan pandangan ataupun kesan dan masukan-masukan mereka

terhadap diri saya. Maka saya pun meminta saudara, para sahabat dan teman-

teman lain untuk menulis di buku ini. Ketika saya buka kembali, ada satu hal

yang menarik yang sepertinya dulu tidak pernah saya bayangkan yaitu sebuah

perubahan.

Saat-saat awal buku ini “diedarkan”, mayoritas orang menulis bahwa saya

adalah seseorang yang kaku, sulit bergaul, galak, dan mudah “BT”. Saya akui

semua memang benar adanya. Namun seiring berjalannya waktu, mereka tidak

lagi menuliskan hal-hal yang sama, ada kesan yang berbeda yang mereka lihat.

Mereka mulai menulis bahwa saya adalah seorang yang perhatian, penolong,

serta loyal. Sebuah perubahan yang tadinya tidak pernah saya bayangkan, tetapi

sungguh-sungguh terjadi.

Melalui peristiwa membuka kembali buku ini, saya jadi belajar beberapa hal

mengenai perubahan. Yang pertama, perubahan hanya dapat dikerjakan oleh

Tuhan. Saya tidak mungkin bisa mengubah sifat-sifat lama saya yang emosional

itu dengan kekuatan sendiri, walau banyak orang telah menasehati saya dengan

cara apapun, saya tetap tidak berubah. Namun dalam perjalanan saya mengikut

Tuhan dan melayani Dia, tanpa sadar saya diubahkan setiap hari, semakin lama

semakin seperti yang Ia inginkan.



Hal kedua yang saya pelajari adalah perubahan jarang sekali terjadi secara

instan. Perubahan membutuhkan proses, dan proses ini hanya bisa terjadi

di dalam interaksi dengan orang-orang di sekitar kita dalam situasi yang

kita hadapi sehari-hari. Memang perubahan hanya bisa dikerjakan oleh Tuhan,

tetapi Ia bekerja melalui orang-orang sekitar dan situasi-situasi tersebut untuk

menolong kita mengalami perubahan.



Salah satu perubahan drastis yang saya alami adalah dalam hal penampilan.

Dulu saya termasuk tipe wanita yang tidak suka berdandan, bahkan cenderung

tidak mau berdandan. Tapi setelah Tuhan mengubah sifat-sifat saya menjadi

baru, Ia pun memberikan kerelaan bagi saya untuk belajar berpenampilan

dengan lebih baik. Ia menggunakan situasi saat saya masuk pada bidang

pekerjaan baru sebagai seorang sekretaris, yang “mewajibkan” saya untuk

menjaga penampilan. Ia juga menggunakan sahabat terdekat saya yang

memang mempunyai talenta khusus dalam hal ini, untuk mengajari saya

berdandan. Akhirnya saya pun berubah, bukan saja rela untuk berdandan, tapi

bahkan saat ini saya sudah bisa memahami perlunya penampilan yang baik bagi

seorang wanita.



Selain dua hal di atas, saya juga belajar bahwa waktu yang selalu tepat

untuk sebuah perubahan adalah sekarang. Maksud “sekarang” di sini adalah

saat di mana kita menyadari bahwa kita perlu berubah. Saya mendapati bahwa

saat kita sudah mengetahui perubahan apa yang perlu kita lakukan, semakin

kita menunda untuk berubah, semakin sulitlah kita berubah. Melakukan satu

langkah setiap kali, sekecil apapun langkah itu, jauh lebih berguna daripada diam

menantikan kemampuan kita “terhimpun” untuk melakukan langkah yang besar.

Sejak saya terlibat di pelayanan WB, ada banyak perubahan yang saya temukan

penting untuk saya dilakukan. Saya belajar lebih peka, menolong/melayani orang

lain, memiliki roh yang tenteram dan lemah lembut, serta menjadi teladan. Belum

sepenuhnya berhasil, ada hal-hal tertentu di mana saya masih sedang berjuang

untuk berubah, namun saya sedang belajar setia melakukan langkah-langkah

kecil setiap kalinya, sampai benar-benar terjadi perubahan yang nyata.



Semua perubahan yang saya alami ini bukanlah perkara yang mudah. Bertahun-

tahun lalu, Tuhan menuntun saya untuk membaca dan merenungkan salah satu

ayat dalam FirmanNya, Filipi 2:13: “...karena Allahlah yang mengerjakan di

dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya”. Ayat

ini menyadarkan saya, bahwa Tuhan melihat kemauan / niat di hati saya untuk

berubah, dan Ia mengerti bahwa seringkali saya tidak sanggup untuk bergerak

dari titik niat kepada titik bertindak. Karena itulah Ia berkata, Ia-lah yang

mengerjakan baik kemauan maupun pekerjaan. Kebenaran inilah yang terus

terngiang-ngiang di hati saya setiap kali saya menyadari saya perlu berubah

dalam suatu hal, dan kebenaran ini pulalah yang telah menjadi kekuatan yang

nyata bagi saya dalam melakukan berbagai perubahan. Lewat kebenaran ini,

saya percaya bahwa kita akan sanggup mengalami setiap perubahan yang

Tuhan inginkan terjadi bagi kita.



Perubahan adalah sebuah perjalanan hidup. Kita tidak mungkin melalui satu

hari tanpa mengalami perubahan. Hari-hari ini, apa yang sedang Tuhan ingatkan

untuk kita berubah? Untuk hal itu, Ia-lah yang mengerjakan di dalam diri kita,

baik kemauan maupun pekerjaan / tindakan yang nyata. Jadi, selamat berubah!

=)



Wanita Bijak

Seorang wanita bijaksana yang sedang berjalan di suatu pegunungan

menemukan sebuah batu permata yang berharga. Keesokan harinya ia bertemu

dengan seorang pengembara yang sedang lapar Wanita bijak itu membuka

bungkusan yang dibawanya dan berbagi makanan dengannya.

Pengembara yang sedang lapar itu melihat batu permata yang dibawa wanita itu

dan memintanya. Wanita itu memberikannya tanpa ragu-ragu. Sang pengembara

pergi dengan gembira karena nasib baiknya. Ia tahu nilai batu permata itu cukup

untuk menghidupinya seumur hidup.

Tetapi, beberapa hari kemudian ia datang untuk mengembalikan batu

permatanya pada wanita bijak itu. “Saya telah berpikir,” katanya. “Saya tahu

betapa berharganya batu permata ini, tetapi saya mengembalikannya dengan

harapan Anda mau memberikan sesuatu yang lebih berharga lagi. Berikan pada

saya apa yang ada dalam diri Anda hingga Anda bisa memberikan batu itu pada

saya.”

Kadang-kadang bukan kekayaan yang Anda miliki tetapi apa yang ada


Shared by: Denok Fransiska
About
http://www.basistik.com
Other docs by Denok Fransis...
Work Simple Machines
Views: 17  |  Downloads: 0
work lab
Views: 13  |  Downloads: 0
Waves
Views: 15  |  Downloads: 0
UV
Views: 8  |  Downloads: 0
The cell Part II
Views: 10  |  Downloads: 0
Teori Relativitas Khusus1
Views: 4  |  Downloads: 0
Superposisi Gelombang
Views: 12  |  Downloads: 0
suami-ideal
Views: 13  |  Downloads: 0
Space cycle vocab
Views: 5  |  Downloads: 0
resume-fisika-modern
Views: 19  |  Downloads: 0
Related docs