Umbrella
Hujan begitu deras... aku rasakan air mulai membasahi baju, celana, dan
tas yang aku bawa..dan lama-kelamaan aku dapa merasakan tetesan air itu
mengenai kulitku. aku terus berlari mencari tempat dimana aku bisa berteduh
dan beristirahat sejenak. tapi aku tak dapatkan itu..yang kulihat hanyalah jalan
setapak yang terbuat dari batu kecil disusun rapi dan pohon2 di sebelah jalan
tersebut.
Jarak pandangku hanya beberapa meter kedepan karena tebalnya kabut
yang muncul akibat hujan..kulihat sebuah tempat dimana orang2 biasa duduk di
pagi sambil menikmati makan paginya ditinggal kosong begitu saja..dengan
sepotong kertas alumunium foil diatasnya yang sudah basah terkena air
hujan..aku berusaha mencari pohon untuk aku berteduh, namun tak aku dapati
pohon yang cukup lebat untuk aku singgahi..banyak aku berpapasan dengan
orang-orang. mereka berjalan dengan cepat tanpa menoleh sedikitpun sambil
memegang payung mereka masin2..bahkan ada yang memakai jas hujan
mereka.
Besar hati ingin menyapa "hi...boleh ga aku ikutan sampai
kedepan?"...namun tampaknya mereka terlalu sibuk dengan diri mereka
sendiri..aku putuskan aku terus berjalan sesekali berlari menginjak tanah yang
sudah tercampur dengan air hujan..sampai akhirnya aku melihat sebuah pohon
yang cukup tinggi dan aku menghampiri pohon itu.."ah ...lumayan daripada aku
jalan terus bisa lebih basah lagi.."...hampir 20 menit aku hanya berdiri sambil
berharap ada orang yang datang menghampiriku...aku melihat orang2 berjalan
didepanku tanpa melirik sedikitpun.."oh...god, kenapa aku ga bawa payung..ato
jas hujan??"...hujan ga berhenti bahkan makin lebat lagi....aku bingung apakah
aku harus menerobos lebatnya hujan atau tetap menunggu..matahair yang
tertutup awan makin menghilang..hari makin malam...
Apa yang harus aku lakukan....aku bingung!!!...dan....aku lihat seseorang
berjalan mendekati aku...aku berusaha melihat wajahnya..kabut semakin
tebal...aku tidak tahu siapa dia..dia semakin mendekat dan mendekat..dia
membawa sebuah payung dan memakai sweater hangat hingga menutupi
kepalanya. tapi aku masih belum dapat melihat mukanya..siapa ya?...dia makin
mendekat dan mendekat...ada suatu rasa yang senang ketika itu...ketika kau
lihat senyumannya. senyuman yang tidak pernah aku lupakan..senyuman yang
menenangkan hatiku..senyuman yang masih sama seperti dulu, tidak
berubah....itu Yesus!!!..."dani..ayo hari dah mulai gelap..."...dengan senang aku
aku berlari dan berjalan bersamanya sepanjang hujan.....=)
worship you alone….."...You with Your arms around me…”
Sumber : Ferdianto