Tetap Tegar Di masa Sukar - DOC - DOC

Document Sample
Tetap Tegar Di masa Sukar - DOC - DOC Powered By Docstoc
					Raja dan Laba-laba September 10, 2008

Dahulu kala di negeri Skonlandia, ada seorang raja bernama Bruce.

Dia sudah enam kali memimpin pasukannya menuju medan perang melawan sang agresor
dari England, namun selama enam kali pertempuran itu, pasukannya selalu babak belur
dihajar oleh musuh, hingga terpaksa mengalami kekalahan dan melarikan diri ke hutan.

Akhirnya, dia sendiri juga bersembunyi di sebuah gubuk kosong di dalam hutan belantara.

Suatu hari, hujan turun dengan derasnya, air hujan menerobos dari atap rumah yang bocor
mengenai muka Bruce, sehingga dia terbangun dari tidurnya. Sesaat dia merenungi nasibnya
yang malang karena tidak dapat mengalahkan musuh, walaupun dia telah mengerahkan
segala daya upaya.

Semakin dia memikirkan hal ini, hatinya semakin pedih dan hampir putus asa.

Pada saat itu, mata Bruce menatap ke atas balok kayu yang melintang diatas kepalanya,
disana ada seekor laba-laba sedang merajut sarangnya.

Dia dengan seksama memperhatikan gerak gerik laba-laba tersebut, dihitungnya usaha si
laba-laba yang telah enam kali berturut2 berusaha sekuat tenaga mencoba mengaitkan salah
satu ujung benang ke balok kayu yang berada di seberangnya, namun akhirnya gagal juga.

“Sungguh kasihan makhluk kecil ini.”kata Bruce, “Seharusnya kau menyerah saja!”

Namun, sungguh diluar dugaan Bruce, walaupun telah enam kali si laba-laba gagal
mengaitkan ujung benangnya, dia tidak lantas putus asa dan berhenti berusaha, dia coba lagi
untuk yang ke tujuh kalinya, dan kali ini dia berhasil. Melihat ini semua, Bruce sungguh
merasa kagum dan lupa pada nasib yang menimpa dirinya.

Bruce akhirnya berdiri dan menghela napas panjang, lalu dengan lantang dia berteriak: “Aku
juga akan bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!”

Bruce akhirnya benar-benar mendapatkan semangatnya kembali, ia segera mengumpulkan
dan melatih lagi sisa-sisa pasukannya, lalu mengatur strategi dan menggempur lagi
pertahanan musuh, dengan susah payah dan perjuangan yang tak kenal menyerah, akhirnya
Bruce berhasil mengusir pasukan musuh dan merebut kembali tanah airnya.

Note :

Dalam kehidupan, manusia terkadang mudah mengeluh dan meyerah dengan situasi. Tapi
dengan dorongan akan orang-orang yang kita cintai di sekitar kita, semangat kita akan
bangkit kembali dan meraih kemenangan.



Masalah itu Tantangan tuk Maju Juli 12, 2008

Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam, keadaan tetap bergerak, anda
menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada
tidak bergerak sama sekali.

MASALAH adalah TANTANGAN tuk Maju
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila
anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun,
masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam,
anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.

Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan
ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki
jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah
serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin.
Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-
anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah
aku! Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang,
yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang
yang sejati.

Mutiara Kata :

Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, namun kegagalan yang telah
anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang
bertubi-tubi.

Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus
menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan
dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk berusaha. Ketekunan adalah
kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan yang dan kesulitan. Jangan hanya
berhenti pada langkah pertama!

Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu
karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah msalah yang menantang.
Disitulah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala
rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Di balik kejayaan selalu ada jalan panjang
yang berisikan catatan perjauangan dan pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada
jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila anda terpesona pada kenyamanan yang
diberikan oleh kesuksesan, anda bisa lupa dari keharusan untuk berupaya. Namun bila anda
terkagum pada ketegaran seseoarang dalam berusaha, anda akan menyerap energi
kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan. Ada
harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu. Berusahalah terus!

Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan
pencapaian anda. Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar,
tetapi oleh orang yang memelihara momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga
pekerjaannya menjadi karya besar.

Apapun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-
mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda perlu bertindak dengan kelembutan
hati. Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip
pengorbanan orang lain. Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun rela
berkorban untuk keberhasilan anda.

Seorang bijak berujar. “Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan,
tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu.” Semua tindakan anda bagaikan
bumerang yang akan kembali pada anda. Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali
dalam tangkapan anda. Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk
melukai anda. Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala semuanya
dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas
kebaikan yang anda lakukan.
Menghadapi Masalah Mei 31, 2008




Saya tahu bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang akan menolak jika dia dilahirkan
tanpa masalah dan selalu bahagia tanpa ada sedikit kesedihan. Tapi apakah itu mungkin ?
Bahkan mereka, anda dan saya bahkan mau membayar berapa dollar pun kalo seandainya
ada orang yang bisa membuat kita lahir di dunia ini dan hidup di dunia ini tanpa ada masalah
dan kesedihan sama sekali. Bahagia selalu bahkan selalu ceria. Ini saya ada sedikit cerita
inspirasi yang saya kutip dari sebuah buku yang selayaknya pantas untuk saya tuliskan disini.
Buku ini judulnya adalah “Bila anda pikir bisa, Anda pasti bisa melaksanakan dan meraih apa
yang anda inginkan”. Mari kita simak cuplikan cerita dari buku ini bersama-sama.

“Bung Norman,” kawan saya menyapa. “Tolong bebaskan saya dari masalah yang menindih
hidupku ini, maka saya akan berikan anda seribu dollar uang kontan atas kebaikan jasa anda
itu.”Tentu saja saya bukanlah seorang yang suka menampik permintaan semacam itu”. Maka
saya pun merenungkan dan mempertimbangkan usul kawan saya itu dan muncul dengan
satu pemecahan masalah yang lumayan juga. Sekurang-kurangnya cukup realistis sifatnya.
Tetapi George nampaknya agak segan rupanya, sebab ia telah terlanjur menjanjikan 1000
dolar sebagai hadiah.

” Tidak apa george, ” norman berkata. “Saya tetap saja mau bantu kamu. Oleh sebab itu mari
kita pecahkan bersama masalahnya. Kalau tidak salah anda ingin bebas dari segala masalah
anda itu, bukan ? Sampai habis dan tuntas ?

“Ya Betul,” Jawab George. “Saya ingin lepas dari segala masalah yang saya hadapi dalam
hidup ini. Saya sudah bosan dan kapok dalam menghadapi cobaan, ujian dan kemelut dalam
hidup ini. Saya ingin bebas untuk selama-lamanya.”

”Baiklah George, saya sudah punya jawabannya”, kata norman. Akan tetapi saya sangsi
apakah kau mau menerima jawaban saya atau tidak. Dengarkan ! Beberapa waktu lalu saya
sedang melakukan tugas profesionalku, dimana saya harus berhadapan dengan pemimpin
kelompok orang-orang yang yang lebih dari puluhan ribu jumlahnya. Dan tak seorang pun
dari mereka memiliki masalah kehidupan.”
Wajah george langsung cerah, matanya berbinar-binar kegirangan karena keingin
tahuannya.” Nah itulah tempat yang cocok bagi saya. Antarkanlah saya ke tempat itu teman”.
Ujar si george girang.

“Baiklah,” jawab si norman.” Tetapi tempat yang saya maksud adalah perkuburan.”

” Dan memang itulah kenyataannya George. Bahwa di perkuburan itu tak ada seorang pun
yang menghadapi masalah hidup. Bagi orang yang sudah menjadi penghuni di kuburan tidak
akan pernah merasa cemas karena hidup yang penuh masalah itu telah berlalu bagi mereka.
Mereka telah istirahat dari tugas dan pekerjaannya tiap hari. Mereka tidak peduli dengan apa
yang kita baca dalam koran atau surat kabar atau bahkan apa yang kita lihat ditelevisi
mereka sudah tidak peduli. Mereka tak punya masalah lagi dengan kehidupan, mereka
beralih masalah pada hidup mereka di alam kubur. Karena memang mereka bukanlah orang
hidup dan mereka adalah orang yang sudah mati.” Tegas Norman kepada George.

Dikutip dari Buku Bila Anda Fikir Bisa Anda Pasti Bisa Melaksanakan dan Anda Pasti Bisa
Meraih yang Anda Inginkan

Dari cerita diatas sudah jelas sekali bagaimana bahwa secara logis bahwa kesulitan-kesulitan
yang dihadapi oleh manusia itu adalah alamat dari kehidupan. Logikanya adalah bagi anda
bahwa semakin banyak masalah yang anda hadapi dalam hidup ini maka semakin luas
pulalah peluang anda untuk hidup yang terbuka bagi anda. Seseorang misalnya menghadapi
10 masalah yang pelik akan nampak lebih hidup dibandingkan dengan seorang yang
bersikap apatis dan hanya memiliki 5 masalah.

Note :

Masalah bukan menjadi alasan kita untuk menghindarinya, namun dengan masalah kita
menjadi lebih dewasa dan lebih terbuka menghadapi hidup ini.



Time to Change Januari 31, 2008




Time To Change

Berhasil mengatasi masalah akan mengantarkan kita pada posisi yang bagus untuk
mengatasi masalah berikutnya.
Kesuksesan kita akan menjadi bekal yang sangat baik untuk mencapai kesuksesan-
kesuksesan berikutnya.

Orang yang kaya menjadi lebih kaya bukan karena harta yang dimilikinya, namun karena
arah yang benar dalam usaha dan kehidupannya; tindakan yang benar dalam langkah-
langkahnya, sehingga kesuksesan itu akan muncul ber-ulang2!

Kalau dalam kehidupan, kita melihat yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.
Memang itu yang terjadi.
Sekarang lihatlah kehidupan kita. Apakah kita makin kaya atau makin miskin? Jika kita makin
miskin, maka segeralah berbalik arah.
Kita pasti melakukan kesalahan yang mungkin tidak kita sadari. Jika kita tetap menjalani apa
yg kita lakukan sekarang ini, maka kemungkinan kita akan semakin terpuruk. Namun jika kita
merasa makin kaya, maka melangkahlah makin cepat. Berlarilah! Karena arah Kita sdh benar.

Jika kita cenderung mengalami kemerosotan dalam taraf kehidupan, maka saatnya sekarang
berbalik arah! Ubah arah kita krn itu tidak bisa ditawar2 lagi. Kita telah melakukan kesalahan!

Sekaranglah saatnya KITA berubah! Kemalasan kita ubah menjadi ketekunan. Kesombongan
kita harus diubah menjadi keramahan. Kesederhanaan kita dalam berpikir harus kita ubah
dengan kreativitas yang genius. Kelalain Kita harus kita ubah dengan kewaspadaan yang
tajam. Waktu kita harus diisi penuh dengan aktivitas, detik demi detik.
Pikiran negatif kita harus diubah dengan pikiran positif.

Apakah mudah? Jangan bertanya lagi! Begitu kita ingat maka lakukan perubahan itu, terus
menerus, hingga kita tidak akan merasakan itu, dan kita sudah berbalik arah.
Ya, sekaranglah saatnya kita banting setir!

Rasakan perubahan itu. Bila kehidupan kita sudah mulai membaik, maka semangati untuk
melakukan lebih kencang, bergerak lebih cepat, berpikir lebih taktis dan lakukan terus hal-hal
baik yang sudah membuat kehidupan kita menuju arah yang benar.

Ingat! Orang yang kaya semakin kaya, bukan karena dia memiliki harta lebih banyak, namun
karena dia sudah berada diarah yang benar. Kesuksesan yang dia capai telah membuat efek
domino untuk kesuksesan berikutnya!

Sumber :
Efek Domino Kesuksesan
(disadur dari Buku: Time To Change Hari Subagya)
Menikmati Kesulitan dan Tantangan Januari 31, 2008


Menikmati Kesulitan dan Tantangan




Kekuatan tidak didapat dari duduk santai dan pekerjaan gampangan. Kita bisa
menanyakannya kepada para olahragawan, atlet binaraga misalnya. Segalanya datang dari
kesulitan dan tantangan. Para atlet binaraga tahu bahwa mereka harus menempa semua otot
mereka agar bertumbuh. Dan sama dengan hal itu, karakter kita akan ditempa dengan
kesulitan yang kita temui.

Tanpa kesulitan, kita tidak akan mengenal kenikmatan, apalagi menikmatinya. Kesulitan
dalam hidup, hanyalah agar kita lebih mengenali kenikmatan hidup. Setiap rintangan yang
berhasil diatasi, akan membuat kita menjadi lebih kuat. Setiap tantangan yang kita lewati,
menghasilkan kegembiraan yang lebih sempurna.

Tantangan memberi kita tugas untuk dikerjakan.
Bayangkan betapa keringnya hidup bila segala sesuatu muncul begitu saja saat kita inginkan.
Hargailah masa susah, karena masa itu berlimpah kesempatan. Bangkitlah menghadapi
tantangan pahit, dan hidup kita akan terasa manis.

Tahukah Kita.??

Nelayan-nelayan Jepang menggunakan bantuan burung Kormoran hidup untuk menangkap
ikan. Kormoran adalah jenis burung laut pemakan ikan dengan kaki berselaput dan memiliki
paruh berkantung seperti pelikan. Para nelayan Jepang kerap menjepit sayap Kormoran dan
membawa kira-kira 10 hingga 12 ekor Kormoran dalam sebuah perahu kecil, selain diikat
dengan tali, leher Kormoran dipasangi cincin kecil terbuat dari logam yang pas dengan
ukuran leher Kormoran.

Kormoran selanjutnya dilepas untuk menangkap ikan. Saat ikan didapat, Kormoran tidak bisa
menelannya karena ikan yang didapat tidak bisa melewati lehernya yang dijepit cincin logam.
Saat itulah nelayan menarik Kormoran, lalu membuka mulutnya dan mengambil ikan di
dalamnya, untuk selanjutnya melepas Kormoran kembali menangkap ikan. Kormoran akan
terus menyelam dan menangkap ikan walau akhirnya ikan itu akan selalu diambil oleh
nelayan.

Note :

Kata-kata Bijak Hari ini :
Agar dapat membahagiakan seseorang,………… isilah tangannya dengan kerja, hatinya
dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat,
masa depannya dengan harapan, dan laparnya dengan makanan.!!
(Frederick E. Crane)
Cinta dan Kehidupan Januari 31, 2008




Plato bertanya akan cinta dan kehidupan …

Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya?
Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan
tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan
ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” .

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa
membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?” Plato menjawab, “Aku
hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”.
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada
yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelan-
jutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan
kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”
Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,”Apa itu perkawinan?
Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh
mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan
tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah
menemukan apa itu perkawinan”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon
tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-
biasa saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah
hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini,
aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan utk menebangnya
dan membawanya kesini. Aku tdk mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”

Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”

NOTE
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati,
ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah
kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu
dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.

Pernikahan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika
kita mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan
untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kita dapatkan, maka sia2lah waktumu
dalam mendapatkan pernikahan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya



10 Kepribadian yang disukai… Desember 11, 2007

Beberapa kepribadian yang disukai baik pria ataupun wanita:

1. Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua
orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan
dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka
mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya
diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut
merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi
keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan
kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi
yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan
menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan
membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
3. Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu
bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela
berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif,
bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada
keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka
mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus
diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa
menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa
mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur
dan mendorong semangat orang lain.

6. Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-
sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan,
dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa
dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah
yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya
sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya
diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang
harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang
berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika
menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam
kesedihan dan keputusasaan.

9. Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan
masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka
mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan
stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar
yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia
selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat
dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Sumber : Internet
Impian dan kemampuan mengelola pikiran November 18, 2007

Betapa sering kita mengagumi berbagai hal di sekeliling kita. Kita mengagumi ciptaan Tuhan,
seperti alam semesta dengan segala isinya: gunung-gunung, lautan, sungai, hutan, dan
segala keindahan ciptaanNya yang menakjubkan. Kita juga bahkan mengagumi keindahan
dan kecanggihan ciptaan manusia, seperti gedung-gedung tinggi, komputer, peralatan
komunikasi, pesawat luar angkasa bahkan berbagai simbol kemewahan seperti: baju Ralph
Laurent, sepatu Bally, pena Mont Blanc, dasi Giorgio Armani, dan berbagai jenis mobil
mewah seperti Mercedez Benz, BMW, Jaguar, dan sebagainya.Kita seringkali dibuat takjub
oleh hal-hal yang berada di luar kita tersebut. Tetapi di sisi lain kita justru sering tidak
menyadari dan tidak pernah mengucap syukur atas ciptaan Tuhan yang luar biasa dan yang
merupakan maha karya (master piece) Tuhan yang paling sempurna (the ultimate creation)
dari seluruh ciptaanNya yang lain, yaitu kita, manusia. Setiap kita adalah sangat berharga,
bernilai tinggi, unik, dan sangat indah serta jauh lebih berharga dibandingkan apa pun di
dunia ini.

Pernahkah kita menyadari bahwa tubuh kita terdiri atas 200 bentuk tulang yang berbeda yang
terangkai dan tersusun secara sempurna; dibungkus dengan milyaran serat otot dan
dikoordinasikan oleh jaringan syaraf yang panjangnya tidak kurang dari 10 kilometer. Jantung
kita adalah sebuah pompa mekanik yang mengagumkan, yang berdenyut rata-rata 36 juta
kali setiap tahunnya sepanjang hidup kita, tanpa pernah beristirahat. Sedangkan otak kita
merupakan komputer canggih yang mengendalikan lebih dari seratus tugas (super multi
tasking) secara bersamaan dalam sistem tubuh kita.
Pernahkah pula kita sadari bahwa setiap kita adalah unik dan setiap kita berbeda
dibandingkan dengan orang lain. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang identik atau
sama, bahkan saudara kembar identik pun tidak. Artinya sebagai ciptaan Tuhan yang paling
sempurna, setiap kita juga memiliki kelebihan dan kekuatan yang berbeda satu sama lain.
Keyakinan itulah yang harus mendasari setiap pergumulan dan upaya kita meraih hal-hal
terbaik dalam kehidupan ini.

Pernahkah kita menyadari bahwa seorang tukang parkir yang berdiri di samping sebuah
mobil Mercy S700, adalah jauh lebih mengagumkan dan luar biasa dibandingkan dengan
mobil tersebut. Sang tukang parkir adalah ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa, sedangkan
mobil mewah adalah ciptaan manusia; tetapi kita justru lebih mengagumi mobil tersebut
dibandingkan seorang manusia yang tercipta dalam kesempurnaan ilahi.

Menurut Stephen Covey, ada empat anugerah Tuhan kepada manusia yang spesifik tidak
dimiliki oleh ciptaanNya yang lain. Ke empat anugerah ilahi itulah yang membuat manusia
unik dan memiliki daya untuk menjadi co-creator bagi kehidupannya.
1. Kesadaran diri, yaitu kemampuan untuk berpikir tentang proses berpikir kita sendiri. Ini
yang menjadi alasan mengapa manusia memiliki kekuasaan atas semua benda di dunia ini
dan mengapa manusia dapat membuat kemajuan penting dari generasi ke generasi.

2. Imajinasi, yaitu kemampuan untuk mencipta di dalam benak kita di luar realitas kita saat ini.

3. Suara hati, yaitu kesadaran batin yang dalam tentang yang benar dan yang salah, tentang
prinsip-prinsip yang mengatur perilaku kita, dan pengertian tentang tingkat di mana pikiran
dan tindakan kita selaras dengan prinsip-prinsip tersebut.

4. Kemauan, yaitu kemampuan untuk bertindak berdasarkan kesadaran diri kita, bebas dari
semua pengaruh lain.

Dengan keempat anugerah Ilahi tersebut berarti sesungguhnya kapasitas manusia tidak
terbatas. Hal ini karena kita memiliki semua hal yang diperlukan untuk mencipta (imajinasi)
berdasarkan tuntunan atau panduan suara hati yang mewujud atas kesadaran diri dan
terdorong oleh kehendak bebas dalam diri kita.

Kalau kita perhatikan sekeliling kita, semua benda ciptaan manusia, tidak ada satu pun yang
tercipta tanpa terlebih dulu melalui proses imajinasi dan upaya yang tidak kenal lelah untuk
mewujudkannya (kehendak bebas) dan berdasarkan tuntunan intuisi, ilham atau inspirasi.
Artinya setiap kita juga memiliki kemampuan unik tersebut untuk mencipta dan mewujudkan
setiap imajinasi atau gambaran mental yang ada dalam pikiran kita menjadi realitas fisik atau
kenyataan.

Analogi Gunung Es dan Kekuatan Tersembunyi Kita
Setiap manusia pada dasarnya tidak menyadari kekuatan yang dimilikinya, sampai akhirnya
pada suatu titik ketika beberapa orang yang sukses dapat menemukan rahasia tersebut dan
menjadi dan atau memperoleh apa pun yang mereka impikan dan inginkan selama ini.
Kekuatan tersebut adalah seperti bagian gunung es yang tidak kita ketahui sebelumnya.

David J. Schwartz dalam bukunya The Magic of Thinking Big mengemukakan empat alasan
atau dalih mengapa banyak orang tidak mencapai impian atau kesuksesan. Dalih tersebut
antara lain adalah dalih kesehatan, dalih usia, dalih intelegensi dan dalih nasib. Ke empat hal
itulah yang sering digunakan manusia untuk meyakinkan dirinya bahwa kesuksesan dan
kehidupan yang luar biasa adalah bukan untuknya. Kita adalah sebatas pikiran kita.
Pernyataan ini sangat tepat untuk menunjukkan bahwa apa pun jadinya kita, apa pun yang
kita miliki semuanya tergantung dari apa yang kita pikirkan dan kita yakini.



Enam Kekuatan Utama Manusia
1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams)
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan
tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik
yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa
impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak
mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)
Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran
atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di
sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya.
Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus
membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita
tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)
Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa
yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah
kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-
menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang.
Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut,
diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita
mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik
dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)
Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru
melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam
menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana
caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri
merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau
kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)
Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita
dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita
dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses
seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus
meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)
Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami
cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat
menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan
kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga
secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh
dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.

Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang
berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah
produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi
keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam
bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita.
Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang
terjadi pada kita.

Note :

Renungan ini tidak akan banyak berarti dan tidak akan pernah dapat menginspirasi kita untuk
mencapai hal-hal terbaik dalam kehidupan kita, mencapai kehidupan berkelimpahan, jika
setiap kita yang membacanya tidak memiliki kemauan dan hasrat untuk belajar, untuk
berubah dan bertumbuh.



Antara Burung, Cacing, dan Manusia… Oktober 27, 2007

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah
kita ingat pada burung dan cacing.

Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang
sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu
kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat
keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus
“puasa”. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia
dan keluarganya harus “berpuasa”. Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan
makanan karena tidak punya “kantor” yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang
diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha
untuk bunuh diri.
Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke
batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke
sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri
penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan rizki yang dijanjikan Allah.

Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya
burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain
waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu
waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.

Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing.
Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk
survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin
ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama
dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan
mati. Tapi kita lihat, dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan
frustasi untuk mencari rizki. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-
benturkan kepalanya ke batu.

Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana
yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.

Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau
cacing?
Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang
dihadapi?
Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus
asa.
Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.

Sumber : Kiriman teman…



Batu Besar… Oktober 27, 2007

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para
mahasiswa MBA.

Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, “Okay, sekarang waktunya
untuk quiz.”

Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia
mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga
tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember.

Ia bertanya pada kelas, “Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?”

Semua mahasiswa serentak berkata, “Ya!”

Dosen bertanya kembali, “Sungguhkah demikian?”
    Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-
    kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke
    bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu.

    Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, “Nah, apakah sekarang ember ini sudah
    penuh?”

    Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, “Mungkin tidak.”

    “Bagus sekali,” sahut dosen.

    Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu
    berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil.

    Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, “Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”

    “Belum!” sahut seluruh kelas.

    Sekali lagi ia berkata, “Bagus. Bagus sekali.”

    Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke
    bibir ember.

    Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, “Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?”

    Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, “Maksudnya adalah,
    tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita
    bisa mengerjakannya.”

    “Oh, bukan,” sahut dosen, “Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada
    kita bahwa:


    Bila anda tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa
    memasukkan semuanya.”

    Apa yang dimaksud dengan “batu besar” dalam hidup anda?

         Anak-anak anda
         Pasangan anda
         Pendidikan anda
         Hal-hal yang penting dalam hidup anda
         Mengajarkan sesuatu pada orang lain
         Melakukan pekerjaan yang kau cintai
         Waktu untuk diri sendiri
         Kesehatan anda
         Teman anda

    Ingatlah untuk selalu memasukkan “Batu Besar” pertama kali atau anda akan kehilangan
    semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil terlebih dahulu, maka hidup anda akan
    penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan
    demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk
    hal-hal besar dan penting.

    Oleh karena itu, tanyalah pada diri anda sendiri: “Apakah ‘Batu Besar’ dalam hidup saya?”
    Lalu kerjakan itu pertama kali.
Note :

Niat baik janganlah ditunda, lakukan semua menurut prioritasnya dahulu.

Ada 4 lilin yang menyala,

Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah
percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah keindahan.” “Namun manusia tak mampu menjagaku:
maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Kasih Sayang.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia
tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah Cinta” “Tak mampu lagi aku untuk tetap
menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling
membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya. “
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga… Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah
padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus
tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu. Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat
selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

Akulah H A R A P A N “
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga
Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N. yang ada dalam hati kita….dan masing-
masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi
apapun mampu menghidupkan kembali Keindahan, Kasih Sayang dan Cinta dengan
HARAPAN-Nya…

Note :

Harapanlah yang membuat orang untuk lebih baik lagi, dimasa sekarang dan masa yang
akan datang. Jadi jangan padamkan semangat dan harapanmu untuk hidup yang lebih baik…



Sebelum Mengeluh… Oktober 23, 2007

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.
Sebelum kamu mengeluh bahwa nasib kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
Pikirkan tentang seseorang yang terus memohon kepada Allah SWT untuk diberikan
pendamping hidup.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak
mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai
pekerjaan seperti anda.

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan bersyukurlah kepada Allah SWT bahwa kamu masih hidup
Life is a gift.
Live it…
Enjoy it…
Celebrate it… And fulfill it.

Note :
Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu.

Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan.

Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan, Mereka cantik/tampan
karena anda mencintainya.

It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone, but it’s also true You don’t know what
you’ve been missing until it arrives!!!



Mutiara dan Pasir September 23, 2007


Alkisah, Seorang pemuda yang baru lulus kuliah mengalami perasaan sangat tertekan dan
putus asa karena sulitnya mencari kerja sehingga ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya
dengan menenggelamkan dirinya ke tengah laut, ketika dia sampai di pantai dilihatnya
seorang tua yang ramah dan bijaksana yang kemudian mengajaknya berbicara sampai si
pemuda tersebut mengutarakan niatnya bunuh diri dan alasannya.

Kemudian orang tua tersebut minta sang pemuda melihat apa yg dilakukannya, orang tua
tersebut membungkuk mengambil segenggam pasir dan kemudian melemparkannya kembali
kebawah, seketika pasir tersebut melebur dan menjadi satu dengan pasir lainnya yang ada
dibawah, lalu kata orang tua tersebut kepada si pemuda “cobalah kamu ambil pasir yang tadi
saya lemparkan ke bawah”, dan si pemuda keheranan dan berkata “mana mungkin saya
dapat mengambil pasir tersebut karena pasir tersebut telah berbaur dan menjadi satu dengan
pasir lainnya”, si orang tua tersebut tersenyum dan kemudian mengambil sebutir mutiara dari
dalam kantongnya dan melemparkannya kebawah seraya berkata kepada pemuda tersbut
“ambillah mutiara tersebut” , dan dengan mudahnya pemuda tersebut mengambilnya.

Orang tua tersebut berkata kepada pemuda tersebut bahwa untuk menjadi atau meraih apa
yang kamu inginkan maka kamu harus berbeda dengan orang lain, jikalau kamu sama
dengan orang kebanyakan maka kamu tidak akan terlihat, demikian juga ketika kamu
mencari kerja dan sebagainya.

Note :
Bila kita lemah terhadap diri kita maka kehidupan akan keras terhadap kita
Bila kita keras terhadap diri kita maka kehidupan akan lemah terhadap kita



Pilihan Sederhana September 15, 2007

Bila dihadapkan pada pilihan, apakah anda memiliki untuk sehat, makmur, punya banyak
teman, dan bahagia, ataukah anda memilih hidup miskin, sakit-sakitan, dibenci, dan
sengsara…? Pilihan ini tentu gampang. Semua orang tentu akan mengambil pilihan pertama
tanpa pikir panjang.

Tapi mengapa yang ada dalam pilihan pertama tidak seluruhnya hadir dalam kehidupan
anda…? Adalah kenyataan, bahwa sebenarnya anda punya pilihan, tetapi tidak diberikan
sekaligus seperti yang ada di awal tulisan ini. Pilihan itu melainkan diberikan secara bagian
per bagian dalam setiap sisi kehidupan anda. Hari demi hari, saat demi saat – semua yang
anda pilih dalam hidup sebenarnya adalah bagian dari pilihan di atas. Dan pilihan andalah
yang menjadi kenyataan hidup anda.

Pilihan-pilihan sederhana yang anda buat, yang mungkin anda anggap sepele, akan
membentuk jawaban besar. Pilihan-pilihan sederhana ini yang mempengaruhi hidup anda. Di
sepanjang jalan kehidupan, anda akan terus berhadapan dengan pilihan-pilihan sederhana,
untuk itu tetaplah fokus pada arah mana tujuan hidup anda bergulir. Buatlah pilihan yang
tepat – sekalipun sederhana – karena hidup anda akan ditentukan oleh pilihan-pilihan yang
anda buat…
Memilih untuk Sukses September 15, 2007

Seberapa besar tanggung jawab yang berani anda ambil…? Semakin besar tanggung jawab
yang berani anda pikul – semakin besar sukses yang bisa anda capai. Beberapa orang
melihat masalah sulit – dan mengatakan: “Itu bukan urusan saya.” Sementara ada orang lain
yang melihat situasi yang sama – dan mengatakan : “Saya akan membuat hal itu menjadi
urusan saya. Saya akan berbuat sesuatu.” Coba tebak, siapa di antara keduanya yang akan
sukses…?

Ada sedemikian banyak alasan (dan beberapa diantaranya alasan yang sempurna) – untuk
tidak mengambil tanggung jawab. Lalu mengapa ada orang yang mau mengambil tanggung
jawab…? Karena dengan mengambil tanggung jawab – berarti mereka MEMILIH untuk
mencapai sesuatu, memilih untuk sukses, memilih untuk membuat perbedaan.

Kita bisa saja hidup tenang tanpa mengambil tanggung jawab. Tetapi apakah hidup anda
hanya untuk “numpang lewat”…?

Perhatikan, setiap kali anda melihat orang melarikan diri dari tanggung jawab, ambillah
kesempatan untuk bertanggung jawab. Buat pilihan yang mendukung anda untuk sukses dan
berhasil. Pilih untuk bertanggung jawab – dan anda akan berhasil.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:27
posted:1/25/2012
language:Malay
pages:17
About cpm-basistik.blogspot.com, paraliga-basistik.blogspot.com, blogger-template-basistik.blogspot.com, softpedia-basistik.blogspot.com, tagged-basistik.blogspot.com,free-pdf-doc-xls-ppt.blogspot.com