Docstoc

TENTANG LI DAN ARETE

Document Sample
TENTANG LI DAN ARETE Powered By Docstoc
					TENTANG LI DAN ARETE

From: "Yennie Onsent" >

TENTANG LI DAN ARETE
Dr. Andar Ismail

Seorang murid bertanya kepada Kung Fu Tse, "Guru, semakin lama kita hidup dan semakin
banyak kita belajar, semakin banyak kita mengetahui. Dari sekian banyak hal itu, apa yang paling
perlu kita pelajari dan ketahui ? Dengan tenang Kung menjawab, "Li."

Menurut Kung Fu Tse, filsuf Cina dari abad ke 5 sebelum Kristus, yang paling perlu adalah
mengetahui dan menjalankan li. Apa arti li? Li berarti peran yang sesuai dengan hakikat, perilaku
yang pantas atau sikap hidup yang patut.

Untuk menjelaskan maksudnya, Kung memberikan pegangan yang disebut Panca Hubungan
yang di dalamnya terdapat sepuluh macam li. Pertama, hubungan raja-rakyat: raja berperan
menyediakan kesejahteraan bagi rakyat secara adil sedangkan rakyat berperan untuk patuh dan
mengabdi kepada raja. Kedua, hubungan orangtua-anak: orangtua berperan memberi teladan
dan mengayomi, anak berperan membaktikan diri pada orangtua. Ketiga, hubungan suami-istri:
suami patut berperilaku benar dan setia, istri patut bersikap tunduk. Keempat, hubungan kakak-
adik : kakak patut melindungi, sedangkan adik patut menghormati. Kelima, hubungan atasan-
bawahan: atasan patut bersikap tenggang rasa yang manusiawi, sedangkan bawahan patut
bersikap terbuka dan mau belajar.

Setiap orang mempunyai satu atau beberapa li. Menurut Kung Fu Tse pendidikan bertujuan
menolong orang memahani li-nya masing-masing dan memberi isi serta kualitas pada li atau
peran hidupnya, sehingga orang bisa menjalankan li-nya dengan optimal. Misalnya, kalau
menjadi majikan jadilah majikan yang mengupayakan kesejahteraan karyawan sebaik mungkin,
pada pihak lain, kalau menjadi karyawan jadilah karyawan yang berdedikasi dengan kinerja
setinggi mungkin. Kalau menjadi guru, jadilah guru yang mengajar dengan sepenuh hati; kalau
menjadi murid jadilah murid yang belajar sebaik mungkin.

Jika tiap orang menjalankan li dirinya, tiap benda ada pada tempatnya dan tiap perkara terjadi
pada waktunya, maka terciptalah keserasian hidup dalam keluarga, masyarakat bahkan dalam
alam semesta. Li merupakan prinsip bagi keserasian hidup antara manusia dengan manusia dan
antara manusia dengan alam yang merupakan cerminan hubungan antara manusia dengan Allah.
Sebab bagaimana manusia bisa bersikap pantas terhadap Allah kalau terhadap sesamanya ia
bersikap sebaliknya, demikian ucap Kung.

Oleh karena penekanan yang kuat pada hubungan antar-manusia, tidak mengherankan bila
agama yang kemudian lahir dari ajaran ini (disebut agama Kung Fu Tse atau Confucianism) lebih
banyak bersifat horisontal ketimbang vertikal dan tergolong bersifat humanis (menempatkan
manusia sebagai subjek dan mengutamakan martabat manusia).
Menarik bahwa beberapa puluh tahun kemudian Sokrates (melalui muridnya:Plato) di Yunani
mengembangkan ajaran yang serupa. Ia mengajar bahwa tiap benda mempunyai arete. Arete
adalah keunggulan fungsi atau keutamaan yang khas. Misalnya, arete sebuah pena adalah
menulis. Sejauh pena ini menjalankan fungsinya sebagai alat tulis, maka ia mempunyai arete.
Nilai pena terletak pada keutamaannya itu. Demikian juga tiap orang mempunyai arete-nya
masing-masing. Juga secara umum manusia mempunyai arete yaitu kemampuan bertindak
secara masuk di akal, berprikemanusiaan dan berbuat baik. Kalau orang tidak mempunyai arete,
apakah gunanya ia berada, sama seperti apa gunanya sebuah pena yang tidak bisa dipakai
menulis. Untuk maksud itu ada pendidikan sebab dalam pendidikan orang belajar dan mengajar
arete.

Menarik sekali bahwa beberapa ratus tahun kemudian Yesus mengajarkan hal yang sejajar
dengan konsep li dan arete. Walaupun tidak dengan istilah yang spesifik, namun konsep tentang
peran hakiki dan keutamaan fungsi terdapat dalam ajaran Yesus, misalnya: "Kamu adalah garam
dunia ... Kamu adalah terang dunia.... "(Mat. 5 : 13-14).

Menurut Yesus, setiap murid-Nya mempunyai peran hakiki sebagai garam dan terang dunia.
Keutamaan fungsi garam adalah mengasinkan, bukan dengan maksud sekadar melezatkan
melainkan terutama untuk mencegah kebusukan. Makanan yang diasinkan tidak mudah
membusuk. Contohnya adalah ikan asin. Keutamaan fungsi garam adalah mencegah kebusukan.
Sejajar dengan itu, keutamaan fungsi terang adalah menunjukkan arah sebab di dalam gelap
orang tidak bisa melihat arah. Keutamaan fungsi terang adalah mencegah ketersesatan.

Lalu Yesus segera melanjutkan, "Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang" (ay. 13). Ia juga berkata, "lagi pula
orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian
sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu" (ay. 15).

Itulah li dan arete kita sebagai murid Yesus. Jika seandainya sekarang kita bertanya kepada
Yesus, "Guru, apakah yang paling perlu kami pelajari dan ketahui?" Mungkin Yesus menjawab,
"Kamu adalah garam dunia dan terang dunia. Garam yang mencegah kebusukan dan terang
yang mencegah ketersesatan."

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:25
posted:1/25/2012
language:Malay
pages:2
About tagged-basistik.blogspot.com,free-pdf-doc-xls-ppt.blogspot.com,fisika-basistik.blogspot.com,soccers-basistik.blogspot.com,pharaswork.blogspot.com