Tempatmu di Band Musik Tuhan
Berpartisipasi atau Bertolak ?
Penulis : Max Lucado
Ketika berumur belasan tahun, dua tahun lamanya saya meniup tuba di marching band sekolah kami. Ibu
saya ingin supaya saya bisa membaca musik, dan paduan suara sudah penuh, sedangkan marching band
kekurangan peniup tuba, jadi saya ikut band. Ini memang tidak bisa disebut panggilan Tuhan, tetapi
pengalaman itu tidak sia-sia. Saya belajar bahwa kalau kita tidak tahu musiknya, kita harus pura-pura tahu
dan menempatkan bibir pada tuba daripada memainkan alatnya dan menghilangkan semua keraguan. Dan
saya juga belajar beberapa fakta mengenai keharmonisan yang ingin saya teruskan pada Anda.
Tempat saya dalam barisan di sebelah pemain drum bas. Wah, suaranya hebat sekali. Bum! Bum! Bum!
Kedengaran berat seperti dalam goa dan mengguntur. Pada irama yang tepat dalam musik yang tepat, tidak
ada bunyi yang lebih bagus dari bunyi drum bas. Bum! Bum! Bum! Dan pada ujung sisi saya berbaris seksi
suling. Wah, musiknya menanjak tingi. Berbisik, terangkat, melayang ke arah awan.
Di depan saya, di depan baris kami, terdapat terompet pertama. Anggota band seratus persen. Kalau yang
lain berbuat hal-hal lain seperti naik mobil dengan kencang, ia main terompet. Dan memang kentara. Coba
ia ditempatkan di lapangan. Ia bisa tiup terompetnya keras sekali. Ia bisa memberi semangat. Bahkan
sedemikian rupa, sehingga ia dapat menyebabkan atap stadion terangkat -- kalau ada atapnya, dengan kata
lain menyebabkan keributan besar.
Bunyi suling dan terompet berlainan (Betul, kan? Saya banyak belajar dalam band itu). Suling itu berbisik.
Terompet berteriak. Suling menghibur. Terompet memanggil. Tidak ada yang bunyinya seperti terompet --
dalam dosis terbatas tentunya.
Orang hanya tahan ditiupi terompet untuk waktu tertentu. Setelah itu orang ingin mendengar buyui yang
lebih lembut. Lebih manis. Anda perlu mendengar seruling kecil. Tetapi bunyi suling pun bisa menjadi
sember kalau tidak ada irama atau kadans. Sebab itu diperlukan juga drum. Tetapi siapa mau mendengar
drum saja. Anda pernah lihat band yang hanya terdiri dari drum bas? Anda mau ke konser dari seratus drum?
Mungkin sekali tidak. Tetapi, band mana yang mau berjalan tanpa drum bas atau suling atau terompet?
Suling lembut
memerlukan
terompet kuningan
memerlukan
drum yang mantap
memerlukan
suling lembut
memerlukan
terompet kuningan.
Sudah jelas? Kata yang penting adalah memerlukan. Alat-alat ini saling memerlukan. Sendiri-sendiri mereka
menghasilkan musik. Tetapi bersama-sama mereka menghasilkan pesona.
Nah. Yang saya lihat pada band dua dekade yang lalu, saya lihat sekarang di gereja. Kita saling
memerlukan. Tidak semua kita memainkan alat musik yang sama. Ada orang percaya yang mulia, dan yang
lain kokoh. Ada yang mengikuti irama sedangkan yang lain memimpin band. Tidak semua kita
menghasilkan bunyi yang sama. Ada yang lembut bunyinya, ada yang nyaring. Dan tidak semua kita
mempunyai kemampuan yang sama. Ada yang membutuhkan berbunyi keras sekali. Ada yang perlu
bermain di latar belakang memainkan musik dukungan. Tetapi kita masing-masing mempunyai tempat
dalam band.
Ada yang bermain drum (seperti Marta)
Ada yang main suling (seperti Maria)
Dan ada yang main terompet (seperti Lazarus).
Maria, Marta dan Lazarus sudah seperti keluarga dari Yesus. Setelah Tuhan membangkitkan lazarus,
mereka memutuskan untuk mengadakan pesta makan untuk Yesus. Mereka memutuskan untuk
menghormatinya dengan mengadakan pesta itu untuk Dia (Yoh 12:2).
Mereka tidak bertengkar tentang siapa harus mendapat tempat terhormat. Mereka tidak iri terhadap
kemampuan masing-masing. Mereka tidak mencoba untuk saling menindas atau berlomba-lomba
menunjukkan kehebatan mereka. Ketiga-tiganya bekerja sama untuk satu tujuan. Tetapi masing-masing
mencapai tujuan itu dengan caranya masing-masing yang unik. Marta melayani; ia selalu menjaga agar
setiap orang mengikuti irama. Maria menyembah; ia mengurapi Tuhan dnegan pemberian yang sangat
mahal, dan aromanya memenuhi seluruh rumah. Lazarus mempunyai cerita dan ia sudah siap untuk
menceritakannya.
Tiga orang, masing-masing dengan ketrampilan berbeda, kemampuan berbeda-beda. Tetapi masing-
masing bernilai sama. Coba pikirkan. Apakah keluarga itu dapat hidup tanpa salah satu dari mereka?
Apakah kita dapat hidup tanpa salah satu dari ketiga itu dewasa ini? Apakah kita dapat hidup terus tanpa
salah satu dari tiga serangkai itu?
Setiap gereja memerlukan seorang Marta. Ganti itu. Setiap gereja memerlukan seratus Marta. Lengan baju
sudah digulungnya, siap untuk melayani. mereka menjaga supaya semua berjalan menurut irama dalam
gereja. Karena Marta Marta ini, keuangan gereja beres, pekerjaan yang perlu dikerjakan, dan gereja
dibangun. Anda tidak suka kepada Marta sampai Marta tidak hadir, lalu semua Maria dan lazarus berlari
kian kemari mencari-cari kunci, termostat dan overhead projector.
Marta Marta ini adalah kelinci-kelinci berbaterai energizer gereja. Mereka berjalan terus saja dan terus lagi.
Mereka menyimpan tenaga seperti seekor onta menyimpan air. Karena mereka tidak berusaha mendapat
sorotan, mereka pun tidak hidup dari tepuk tangan orang banyak. Itu tidak berarti mereka tidak
memerlukannya. Hanya mereka tidak kecanduan.
Marta Mara ini punya misi. Sebenarnya, Marta Marta ini mempunyai kelemahan. Mereka cenderung
mengangkat misi itu diatas sang Guru. Masih ingat apa yang dibuat Marta? Marta yang lebih muda
mengundang Yesus yang lebih muda untuk makan malam. Yesus menerima undangan itu dan membawa
murid-muridNya. Adegan yang dilukiskan Lukas ialah bahwa Maria duduk-duduk, sedangkan Marta
geregetan. Marta marah karena Maria, aduh memalukan sekali, sedang duduk di kaki Yesus. Tidak praktis
sama sekali! Tidak relevan! Tidak perlu! Maksud saya, siapa punya waktu untuk duduk dan dengar, padahal
roti masih harus dibakar, meja diatur, dan jiwa-jiwa diselamatkan? Jadi, marta mengeluh, "Tuhan, apakah
Tuhan tidak peduli Maria membiarkan say bekerja sendirian saja? Suruh dia menolong saya" (Lukas 10:40).
Wah, bukan main! Sebal sekali kita. Tiba-tiba Marta berubah sikap dari melayani Yesus menjadi menuntut
kepada Yesus. Suara-suara di ruangan terdiam. Para murid menundukkan kepala dan melihat ke bawah.
Maria menjadi merah. Dan Yesus berbicara. Ia tidak hanya bicara kepada Marta dari Betania, tetapi kepada
ssemua Marta yang cenderung berpendapat bahwa drum itu satu-satunya alat musik suatu band.
"Marta, Marta!" jawab Tuhan, "Engkau khawatir dan sibuk memikirkan ini dan itu; padahal yang penting
hanya satu. Dan maria sudah emilih yang baik, yang tidak akan diambil dari dia" (Lukas 10: 41-42).
Rupanya Marta mengerti maksudh Yesus, sebab kemudian kita tahu bahwa ia sudah melayani lagi.
"Di sana Yesus dijamu oleh mereka, dan Marta melayani. Lazarus dan taum-tamu duduk makan bersama-
sama dengan Yesus. Kemudian Maria datang dengan kira-kira setengah liter minyak wangi narwastu yang
mahal sekali. Ia menuang minyak itu ke kaki Yesus, lalu menyekanya dengan rambutnya. Seluruh rumah
menjadi harum karena minyak wangi itu" (Yoh 12:2-3).
Apakah Maria di dapur? Tidak, ia bermain suling untuk Yesus. Ia menyembah, sebab itu yang ia suka
lakukan. Tetapi kali ini Marta tidak protes. Ia sekarang paham bahwa ada waktu untu kmemuji dan
menyembah dan itulah yang dilakukan Maria. Dan apa bagian Maria pada makan malam itu? Ia membawa
minyak wangi yang sangat mahal dan menuangkannya ke atas kaki Yesus, lalu mengeringkan kaki Yesus
dengan rambutnya. Rumah itu penuh dengan harumnya minyak wangi itu, seperti bunyi puji-pujian yang
memenuhi ruang gereja.
Marta yang dulu akan memprotes. Tindakan seperti itu adalah pemborosan, terlalu mahal, terlalu berlebihan.
Tetapi Marta yang sudah matang ini sudah mengerti bahwa seperti ada tempat unuk pelayanan
pengorbanan, begitu juga ada tempat untuk pelayanan berlimpah ruah.
Maria maria berbakat untuk memuji. Mereka tidak hanya menyanyi, mereka beribadah. Mereka tidak hanya
ke gereja; mereka pergi untuk mempersembahkan pujian mereka. Mereka tidak hanya berbicra tentang
Kristus; mereka memancarkan Kristus dari dirinya.
Maria Maria ini kakinya yang satu sudah disruga, sedangkan kaki yang satu lagi di awan-wawan. Tidak
mudah bagi mereka untuk turun ke dunia, tetapi kadang-kadang mereka perlu turun juga. Kadang-kadang
mereka harus diingatkan bahwa rekening-rekening harus dibayar dan kelas menunggu untuk diajar. Tetapi
jangan terlalu tegas mengingatkan mereka. Seruling itu benda halus. Maria Maria ini adalah jiwa-jiwa yang
berharga dengan hati yang lembut. Kalau mereka sudah mendapatkan tempat di kaki Yesus, jangan minta
mereka pergi dari sana. Lebih baik minta mereka untuk berdoa untuk Anda.
Ity yang saya buat. Kalau saya bertemu dengan seorang Maria (atau Michael), saya langsung menanyakan,
"Bagaimana saya bisa masuk daftar doa Anda?"
Setiap gereja memerlukan beberapa Maria. Kita membutuhkan mereka untuk mendoakan anak-anak kita.
Kita butu91 n mereka untuk membuat ibadah kita lebih bergairah. Kita butuhkan mereka menciptakan lagi
pujian dan menyanyi lagu memuliakan. Kita butuh mereka untuk berlutut dan menangis dan mengangkat
tangan mereka dan berdoa. Kita membutuhkan mereka karena kita sendiri suka lupa bahwa Tuhan
menyukai ibadah. Maria Maria ini tidak lupa. Mereka tahu bahwa Tuhan ingin dikenal sebagai Sang Bapa.
Mereka tahu bahwa tidak ada yang lebih disukai seorang bapa daripada melihat anak-anaknya duduk di
kakinya dan meluangkan waktu bersama dia.
Maria maria mahir dalam hal-hal seperti diatas.
Tetapi mereka juga harus berhati-hati. Mereka harus sering merenungkan Lukas 6:46 ("Mengapa kaliang
memanggil Aku, ´Tuhan, Tuhan,´ tetapi tidak melakukan apa yang Kukatakan kepadamu?").
Maria Maria harus ingat bahwa pelayanan adalah ibadah.
Marta Marta harus ingat bahwa ibadah adalah pelayanan.
Dan Lazarus? Ia harus ingat bahwa tidak semua orang bisa main terompet.
Soalnya, setahu kita, Lazarus tidak berbuat apa-apa pada malam makan-makan itu. Ia menyimpan
tindakan-tindakan untuk nanti di luar rumah. Bacalah baik-baik Yohanes 12:9; "Banyak orang Yahudi
mendengar bahwa Yesus ada di Betania, jadi mereka pergi ke sana. Mereka pergi bukan saja karena Yesus,
tetapi juga karena mereka mau melihat Lazarus yang sudah dibangkitkan dari mati olehNya. Itu sebabnya
imam-imam kepala mau membuhun Lazarus juga; karena ia menyebabkan banyak orang Yahudi
meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus." Lazarus diberikan terompet. Ia harus memberi
kesaksian-kesaksian yang luar biasa!
Pasti ia akan mengatakan, "Saya selalu orang baik. Saya selalu bayar rekening-rekening saya. Saya
sayang adik-adik saya. Bahkan saya senang berada bersama Yesus. Tetapi saya bukang pengikut. Saya
tidak dekat seperti Petrus dan Yakobus dan yang lain-lain. Saya menjaga jarak. Bukannya saya ada apa-
apa dengan pribadinya Yesus. Saya cuma tidak mau dilanda emosi. Tetap ikemudian saya jatuh sakit. Dan
mati. Maksud saya mati betulan. Tidak ada apa-apa lagi. Mati total. Tidak ada hidup. Tidak ada napas.
Tidak ada apa-apa. Saya mati terhadap segala sesuatu. Saya melihat kehidupan dari dalam kuburan. Lalu
Yesus memanggil saya keluar dari kuburan. Ketika Ia berbicara, jantung saya dan jiwa saya bergetar dan
saya hidup lagi. Dan saya ingin supaya saudara tahu bahwa Ia dapat melakukan yang sama untuk
saudara."
Allah memberi Marta drum bas pelayanan. Allah memberi Maria seruling untuk pujian. Dan Allah memberi
terompet kepada Lazarus. Dan ia berdiri di tengah-tengah panggung dan memainkannya.
Allah masih tetap meberi terompet-terompet. Allah masih memanggil orang dari sumur yang dalam. Allah
masih memberi kesaksian sejenis "cubit saya karena saya takut seang mimpi, yang terlalu bagus sehingga
sulit dipercaya". Tetapi tidak semua orang mempunyai kesaksian yang dramatis. Siapa mau mendengar
band yang penuh dengan terompet-terompet?
Ada yang menyelamatkan mereka yang sesat. Ada lagi yang memberi semangat kepada mereka yang
diselamatkan. Dan adalagi yang menjaga supaya semua berjalan menurut irama. Semua dibutuhkan.
Kalau Tuhan memanggil Anda menjadi seorang Marta, melayanilah! Ingatkan kami yang lain bahwa
penginjilan juga terjadi dengn memberi makan kepada orang miskin dan kita beribadah dengan merawat
orang sakit.
Kalau Tuhan memanggil Anda menjadi seorang Maria, melayanilah! Ingatkan kami yang lain bahwa kita
tidak perlu sibuk-sibuk untuk menjadi kudus. Desak kami melalui contohmu untuk meletakkan klipboard dan
microphone dan berdiam dalam ibadah.
Dan kalau Tuhan memanggil Anda menjadi seorang Lazarus, bersaksilah. Ingatkan kami yang lain bahwa
kita pun mempunyai seusatu untuk diceritakan. Kita pun mempunyai tetangga yang sesat. Kita pun sudah
mati lalu dibangkitkan kembali.
Kita masing-masing punya tempat di meja Tuhan. Kecuali satu. Ada satu di rumah Marta yang tidak
mendapatkan tempatnya. Meskipun ia dekat yesus lebih lama dari yang lain, ia paling jauh dalam hal iman.
Namanya Yudas. Ia pencuri. Ketika Maria menuangkan minyak wanginya, ia pura-pura beriman, "Mengapa
minyak wangi itu tidak dijual saja ... dan uangnya diberikan kepada orang miskin?", katanya. Tetapi Yesus
mengenal hati Yudsas, dan Yesus membela ibadah Maria. Bertahun-tahun kemudian, Yohanes juga
mengenal hati Yudas dan ia menerangkan bahwa Yudas adalah pencuri (Yoh 12:6). Selama tahun-tahun ini
Yudas selalu mengambil dari kas mereka. Alasan mengapa ia mau supaya minyak wangi itu dijual ialah
supaya uang itu dimasukkan lagi ke kas mereka dan ia dapat mengambil lagi daripadanya.
Akhir yang sedih bagi cerita yang dimulai dengan bagus. Tetapi tepat sekali penutupan itu. Sebab, di setiap
geeja ada yang seperti Marta yang menyisihkan waktu untuk melayani. Ada lagi yang seperti Maria yang
meluangkan waktu untuk beribadah. Dan ada lagi yang seperti Lazarus yang mengambil waktu untuk
bersaksi.
Dan ada juga yang seperti Yudas yang mengambil dan mengambil dan mengambil dan tidak pernah
mengembalikan. Apakah Anda seperti seorang Yudas. Saya bertanya dengan hati-hati tetapi jujur. Apakah
Anda dekat Kristus tetapi jauh dari hatiNya? Apakah Anda hadir pada makan malam itu tetapi dengan jiwa
yang kesal? Apakah Anda selalu mengritik pemberian orang lain, namun Anda sendiri tidak pernah memberi?
Apakah Anda mengambil manfaat dari gereja tetapi tidak pernah memberi kepada gereja? Apakah orang
lain memberi penuh pengorbanan, sedangkan Anda kalau memberi pelit sekali? Apakah Anda seorang
Yudas?
Apakah Anda mengambil, mengambil, mengambil, dan tidak pernah memberi? Kalau begitu Anda adalah
Yudasnya dalam cerita ini.
Kalau anda seorang Marta, teguhkanlah hatimu. Tuhan melihat pelayanan anda.
Kalau anda seorang Maria, bersemangatlah. Tuhan menerima pelayananmu.
Kalau anda seorang Lazarus, tetaplah tegar. Tuhan menghormati keyakinanmu.
Tetapi kalau anda seorang Yudas, hati-hatilah. Tuhan melihat keserakahan anda.
Sumber: A Gentle Storm