Docstoc

- Sikap Yang Benar Dalam Bekerja

Document Sample
- Sikap Yang Benar Dalam Bekerja Powered By Docstoc
					    Sikap Yang Benar Dalam Bekerja
                     By Dr. Paul Sene


Pekerjaan. Mengapa kita harus bekerja?

Efesus 4:28
Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi
baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan
yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat
membagikan sesuatu kepada orang yang
berkekurangan.

Kita harus bekerja untuk dapat berbagi dengan mereka yang
membutuhkan, orang-orang percaya, murid-murid, hamba-
hamba, keperluan gereja, dan sebagainya. Kita bekerja untuk
memperlebar Kerajaan Tuhan. Jadi setiap pekerja harus
mempunyai integritas (ketulusan hati). Ada banyak sekali
orang Kristen yang tidak bekerja tetapi berharap untuk dapat
menerima dari Tuhan. Mereka mengharapkan orang-orang
untuk memberi dan mencukupi kebutuhan mereka.
Sebenarnya, kita harus menggunakan karunia-karunia dan
talenta-talenta kita sesuai dengan Firman Tuhan dan barulah
dengan demikian kita akan berbuah-buah.

Daripada menerima tanggung jawab dan mencari suatu
pekerjaan, mereka malahan mengharapkan orang lain untuk
memberikan mereka bahan makanan dan kebutuhan lainnya.
Mereka memandang pemberian-pemberian ini sebagai
jawaban doa dari iman mereka. Namun janganlah salah
mengertikan saya. Saya adalah seorang hamba Tuhan yang
percaya di dalam iman, saya bukan hanya berkhobah saja,
tetapi menjalaninya juga. Saya juga harus memberitakan
kebenaran sebagaimana adanya. Sangatlah penting bagi
orang Kristen mempunyai pengajaran yang seimbang. Waktu
kita mengetahui kebenaran, kebenaran itu akan
membebaskan kita untuk membuat pilihan yang tepat, untuk
mengerti firman Tuhan lebih jauh lagi dan hidup sesuai
dengan firman Tuhan. Jika kita bertindak di atas prinsip-
prinsip Tuhan, maka kita akan diberkati. Saya percaya dan
menaruh iman saya didalam Tuhan. Saya percaya akan
mujizat. Saya percaya akan kemakmuran. Saya percaya di
dalam segala sesuatu yang tertulis di dalam Alkitab dan saya
tidak percaya bahwa seorang manusia itu terbatas. Apapun
yang saudara percayai, Tuhan berkata bahwa saudara dapat
memilikinya. Tapi saudara harus berjalan di atas jalan itu
(melakukannya). Saudara harus menggunakan talenta Tuhan
berikan kepada saudara sesuai dengan FirmanNya supaya
dapat berbuah-buah. Sebagai seorang hamba Tuhan, saya
tidak dapat duduk bergoyang kaki setiap hari dan
memeberitahukan jemaat untuk datang ke gereja hanya pada
hari Minggu saja. Saya akan merasa seperti seorang pencuri.
Saya tidak bekerja keras tapi mengharapkan berkat yang
besar.

Alkitab mengatakan bahwa seorang yang bekerja keras layak
untuk menerima upahnya. Dan saya bekerja keras. Saya
tidak meminta sedekah dari orang-orang. Saya tidak
meminta orang-orang untuk memberi uang atau berkat
kepada saya. Saya tidak berdoa agar seseorang akan datang
dan memberkati saya. Saya berdoa kepada Tuhan bahwa
saya mau memberi bagi Kerajaan-Nya dan sudah pasti saya
akan diberkati oleh-Nya terlebih dahulu.

Bertahun-tahun yang lalu, saat saya masih bekerja sekuler,
saya bekerja dengan sepenuh hati dan saya memberikan
yang terbaik kepada atasan saya dan pantas untuk menerima
upah saya. Jika saudara mampu untuk bekerja, namun terus-
menerus menumpang hidup dari orang lain, berarti saudara
mencuri. Inilah yang dinyatakan Alkitab. Saudara telah tahu
bahwa banyak orang berpikir tentang pencuri yang datang
dan merampok rumah mereka, tapi tidaklah demikian.
Bahkan seorang ibu rumah tangga juga bekerja. Ia
membersihkan rumah, memasak, mengasuh anak-anak dan
melihat keperluan suami juga – ia bekerja. Tapi bila seorang
ibu rumah tangga hanya bermalas-malasan dan tidur dan
menyuruh anak-anaknya melakukan segala sesuatunya
sendiri, ibu rumah tangga itu pemalas dan ia tidak layak
untuk makan maupun berada di dalam pelayanan.

Ayat di dalam Efesus ini memberitahukan kita bahwa mereka
yang mencuri, janganlah mencuri lagi. Saat kita memperoleh
pekerjaan, kita berhenti mencuri. Jadi, apakah yang harus
kita lakukan? Dapatkanlah suatu pekerjaan! Jangan
melarikan diri dari kenyataan. Jangan terlalu memilih-milih.
Jangan selalu mencari kesalahan dari atasan saudara atau
teman sekerja saudara. Tidak ada seorang pun yang
sempurna termasuk diri saudara sendiri.

Seringkali orang-orang hanya ingin duduk saja dan
menunggu kekayaan turun dari surga ke atas mereka. “Oh
Tuhan, saya adalah anak Tuhan, dimanakah kekayaan yang
Engkau katakan seperti dalam firman Tuhan?” Mereka
berpikir itulah cara kehidupan Kristiani yang normal. Pikiran
ini bukan saja tidak praktikal, tetapi juga tidak Alkitabiah.

Setiap orang harus bekerja. Apapun pekerjaannya, tetap
bekerja. Jika ia tidak berkeringat di dalam bekerja, ia tidak
layak untuk makan. Ini adalah apa yang dikatakan dalam
firman Tuhan. Jika seorang ibu mengurus rumah
tangganya, dia layak untuk makan. Juga bila seorang ayah
hanya duduk dan goyang kaki, menyuruh orang lain untuk
melakukan ini dan itu, tetapi ia tidak bekerja, ia tidak layak
untuk makan. Tuhan tidak pernah menganjurkan ke-malasan
dalam firman-Nya.

Amsal 6:10-11
10 “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi,
melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring”
11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti
seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang
bersenjata.

Jemaat gereja sering datang kepada saya dan berkata bahwa
mereka tidak mampu mencukupi kebutuhan-kebutuhan
mereka. Dan banyak yang berkata bahwa mereka telah
mengecilkan pengeluaran mereka, mereka telah mencoba
sebaik mungkin. Jawaban saya bagi saudara adalah untuk
mendapatkan pekerjaan atau mencari pekerjaan sampingan
yang lain. Rasul Paulus juga harus bekerja. Waktu
keuangannya menipis, ia tidak mengirimkan surat ke gereja-
gereja. Ia meminta persembahan khusus dari mereka yang
telah berjanji kepadanya. Ia hanya ingin mereka untuk
memenuhi janji-janji mereka. Tetapi ia tidak pergi atau
mengirimi surat ke gereja-gereja untuk meminta orang-orang
yang di sana memenuhi kebutuhannya. Dia tidak mau
membebani orang-orang. Tuhan memberkati dia dengan
menaruh bebannya pada hati orang-orang Makedonia untuk
mengirimi rasul Paulus persembahan kasih, karena ia
bersedia untuk bekerja sampingan.

2 Korintus 11:9
Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah
kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa
yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara
yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku
menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi
kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian.

Saya sendiri tidak mengirimi surat-surat ke jemaat gereja
saya dan meminta mereka untuk mencukupi kebutuhan saya.
Janganlah mempermalukan Tuhan saudara. Kerja keraslah.
Kalau keuangan saudara tidak cukup, menanamlah dengan
benar. Jika masih tetap tidak cukup, tanamlah lebih lagi di
dalam Kerajaan Allah. Pastilah Tuhan akan memberkati
saudara. Kita mendengar seseorang berkata, “Saya tidak
dapat memperoleh pekerjaan. Saya telah mencari kemana-
mana, tapi saya tidak mendapatkan pekerjaan, pak Pendeta.
Tidak ada pekerjaan yang sesuai untuk saya.” Surat kabar-
surat kabar dipenuhi oleh lowongan pekerjaan, palang-palang
ada di sana-sini dengan bertuliskan, “Dibutuhkan bantuan.”
Akan tetapi biarlah saya memberitahukan saudara, jika
saudara mencari pekerjaan yang sesuai untuk saudara,
saudara tidak akan mendapatkannya. Banyak orang Kristen
yang tidak mendapatkan pekerjaan karena mereka merasa
pekerjaan itu lebih rendah dari kewibawaan mereka. Mereka
ingin mendapatkan posisi pekerjaan yang lebih tinggi untuk
memperoleh gaji yang besar. Mereka tidak bersedia untuk
memulai dari posisi pekerjaan yang rendah. Janganlah
mengatakan bahwa itu lebih rendah dari martabat saudara.
Jika saudara mau mulai dari bawah, saudara pasti akan
mendapatkan pekerjaan. Mungkin gajinya tidak besar, tapi
jika saudara setia, Tuhan akan memberkati saudara.

Tuhan tidak dapat memberkati kita jika kita menganggur dan
Ia tidak dapat mempromosikan kita bila kita tidak aktif. Kalau
kita tidak mempunyai sesuatu bagiNya, bagaimana Ia dapat
memberkati kita. Saudara telah membacanya dalam Efesus
4:28, yang memberitahukan kita untuk bekerja dengan
tangan kita tapi dalam bahasa aslinya sebenarnya
menyatakan untuk bekerja sampai berkeringat. Rencana
Tuhan bagi orang percaya adalah untuk memulai dari kecil
dan kemudian dipromosikan menjadi pengawas, pemimpin
dan akhirnya menjadi pengusaha. Namun tempat untuk
memulai adalah dengan bekerja fisik sampai berkeringat.
Saya memberitahukan kepada saudara, saudara tidak dapat
menjadi pengusaha dalam 1 malam. Bekerjalah sampai
saudara berkeringat untuk mencapai posisi itu. Saya percaya
banyak orang akan setuju dengan saya.

Kita lihat di sini bahwa prioritas Tuhan yang pertama
bukanlah supaya kita mendapat posisi yang tinggi tapi agar
kita mempunyai sikap yang benar. Dia ingin melihat
kesetiaan kita dan kerendahan hati kita dengan mempunyai
sikap seorang hamba dan melakukan pekerjaan yang terkecil,
nanti pada saat yang tepat Dia akan mempromosikan kita.

1 Petrus 5:6
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan
Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada
waktunya.”

Pada umumnya orang berpikir merendahkan hati itu tidak
penting. Setiap orang mau merendahkan diri tetapi mereka
mau ditinggikan pada saat sekarang ini juga. Mereka ingin
dipromosikan sekarang. Apakah saudara telah melihat
bintang film atau penyanyi? Mereka tidak menjadi terkenal
dalam satu malam. Saudara harus menanyakan kerja keras
mereka untuk sampai pada keadaan mereka sekarang.
Banyak yang dulunya bekerja di rumah makan. Ada juga
yang pertama-tama menjadi penyanyi pendukung tetapi
mereka melakukan yang terbaik. Mungkin cara dunia adalah
menyogok tapi Tuhan membenci penyuapan. Kita harus
bekerja keras dan pada saat yang tepat, Tuhan akan
memberkati. Mereka yang terkenal tidak akan menjadi
terkenal dalam waktu satu malam, tetapi mereka sampai
berkeringat dan bekerja keras. Orang-orang yang di dunia
bekerja seperti itu dan kita sebagai orang Kristen berkata
bahwa kita mempunyai iman. Amin dan itu benar, kita
mempunyai iman. Akan tetapi, kalau kita tidak mau bekerja,
bagaimana kita bisa pantas menerima sesuatu? Puji syukur
untuk anugerah-Nya.

Jangan menyalahkan orang lain bila saudara malas dan
kekurangan uang. Saudara di dalam kemiskinan karena
saudara malas. Bahkan orang yang cacat sekalipun masih
bekerja untuk hidup.

Di sekeliling kita banyak orang Kristen yang malas. Ia
menginginkan pelayanan yang besar namun kemalasannya
juga besar. Umpamanya, mereka ingin melayani Tuhan, tapi
juga mau dibayar.

Saudara berpikir saudara sudah bekerja keras, namun ijinkan
saya memberitahukan saudara, mungkin saudara bekerja
keras. Dalam pandangan saudara sendiri, saudara bekerja
keras, dalam pandangan saya sendiri, saya bekerja keras tapi
suatu hari Tuhan memberitahukan saya, “Engkau pemalas!”

Dengan terkejut saya bertanya, “Tuhan, bukankah saya
melakukan semuanya ini bagiMu?”

“Ya, tapi engkau malas.”

Lalu saya menjawab, “Istri saya berkata bahwa saya tidak
malas”. Saya sendiri berkata saya tidak malas.

Tapi Tuhan tetap berkata bahwa saya malas. Dia akan tetap
memberitahukan saudara bahwa saudara malas sampai
saudara setuju bahwa saudara malas, maka kemudian Dia
akan memberitahukan saudara mengapa Dia berkata
demikian. Saya berdoa tapi Tuhan tidak menjawab saya.
Namun Dia memberitahukan bahwa saya malas. Saya
mengadakan KKR, saya pergi ke seluruh dunia, saya
menginjil, dan banyak lagi. Apakah yang kurang? Tapi Tuhan
berkata kepada saya bahwa saya kurang bekerja keras.

“Apakah maksudnya, Tuhan?”

“Engkau dapat melakukan banyak hal lagi. Mengapa engkau
tidak melakukannya?”

Saya sepintar Adam. saya belajar darinya. Saya berkata
kepada Tuhan, “Tuhan, saya bersedia, seluruh hidup saya
adalah milikMu, tapi Engkau melihat sikap staff saya Tuhan,
bagaimana saya dapat bergerak? Setiap kali saya mau
bergerak, mereka lima langkah di belakang saya.”
Tetapi Tuhan tetap berkata bahwa itu adalah kesalahan saya
dan memberitahukan saya untuk tidak menjadi seperti Adam
tetapi sebaiknya saya menerima kesalahan saya. Oleh sebab
itu saya meminta pengampunan Tuhan. Lalu Ia
memberitahukan saya untuk tidak berhenti namun bergerak
dan bertindak. Saya menjawabNya, “Ya, 100% Tuhan.”

Sebenarnya saya merasa saya cukup bekerja keras dan tidak
diukur waktu, tetapi Tuhan berpikir berbeda dan dan mungkin
di mata Tuhan, tidaklah cukup. Dia merasa saya dapat dan
harus melakukan lebih lagi. Bahkan terkadang saya merasa
telah melakukan lebih dari orang-orang. Dan saya
membutuhkan liburan, namun Tuhan merasa saya belum
memerlukan liburan. Jadi sekarang saya bekerja lebih giat
lagi, dan melakukan lebih banyak. Saya memberitahukan
perasaan saya kepada istri saya, bahwa saya belum cukup
bekerja dan saya tidak ada waktu lagi, dan Tuhan berfirman
untuk menambahkannya. Saya mendiskusikan hal ini
bersama istri saya. Ia berkata bahwa ia tidak akan
menghentikan saya. Bila Tuhan telah berbicara kepada saya
maka saya harus melakukannya saja dan jangan menunggu
lagi. Ia juga berkata bahwa ia akan mendukung saya
sepenuhnya. Saya sangat berterimakasih untuk seorang istri
seperti dia.

1 Perus 2:18-19
Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh
ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang
baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena
sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan
yang tidak harus ia tanggung.

Dalam bahasa sekarang ini, ayat ini dibaca seperti ini, “Para
pekerja, tunduklah dan hormatilah atasan-atasanmu, bukan
hanya kepada yang baik dan lemah lembut, tapi juga kepada
yang tidak berakal sehat dan tidak adil.” Banyak orang
Kristen yang bekerja bagi atasan yang tidak adil dan tidak
berakal sehat. Berurusan dengan atasan-atasan yang
demikian sangatlah menekan. Berapa banyak dari saudara
yang bermimpi untuk bekerja bagi atasan yang beragama
Kristen? Banyak yang bermimpi bekerja dengan atasan yang
beragama Kristen. Tapi mereka tidak menyadari bahwa
banyak atasan yang Kristen juga bukanlah atasan yang luar
biasa. Contohnya adalah diri saya. Staff saya akan berkata
bahwa saya bukanlah atasan yang luar biasa.

Kadang-kadang, atasan yang Kristen tidak mau
mendengarkan saudara. Mereka hanya ingin saudara untuk
bekerja. Mereka tidak mau saudara berbicara terlalu banyak.
Saat mereka memberikan tugas, mereka ingin saudara untuk
menyelesaikannya. Tidaklah mudah untuk bekerja bagi
atasan Kristen. Apalagi jika ia adalah atasan seorang Kristen
yang bekerja keras! Lebih sulit lagi untuk menyenangkannya,
karena ia telah mengetahui Firman Tuhan dan standarnya
berbeda. Ada atasan Kristen yang juga tidak adil. Nasihat
saya bagi saudara adalah untuk mentaatinya saja.

Tetapi dalam I Petrus 2:18-19 tidak mengijinkan kita untuk
bekerja hanya bagi yang baik dan lemah lembut dan
menyampingkan mereka yang tidak masuk akal dan tidak
adil. Kita harus bekerja dengan baik bagi mereka semua
juga. Semua macam atasan-yang baik, tidak baik, maupun
mereka yang menuntut dengan tangan besi. Jangan berbuat
baik karena atasan saudara baik kepada saudara. Saudara
harus memberikan yang terbaik. Firman Tuhan mengatakan
bahwa saudara harus memberikan yang terbaik kepadanya,
meskipun ia membeda-bedakan saudara. Taatlah kepadanya,
kecuali kalau ia meminta saudara untuk menipu, mencuri.
Bila ia meminta saudara untuk menipu pembayaran pajak
dan saudara melakukannya, berarti saudara berbuat dosa.
Maksud saya, saudara harus taat dan bekerja keras artinya
saudara mentaati dalam hal-hal yang benar. Seperti apapun
atasan saudara, saudara harus berbuat yang terbaik
kepadanya. Jadilah pekerja yang bekerja keras dan menjadi
saksi bagi Tuhan. Saudara tidak sadar bahwa Tuhan dapat
memakai saudara di tempat bekerja saudara sebagai hamba-
Nya dimana saudara dapat memuliakan Tuhan dan bekerja
keras sehingga orang lain dapat melihat terang Tuhan dalam
saudara.

Jangan lompat dari pekerjaan satu ke pekerjaan lainnya
karena alasan yang tidak berarti. Saudara tidak akan dapat
membangun karir atau memperoleh gaji yang bagus. Apakah
atasan saudara benar atau tidak, itu adalah hak mereka,
yang penting saudara bekerja dengan benar. Apakah ia orang
Kristen atau tidak, itu bukanlah masalah. Berbuatlah saja
yang benar, terutama karena saudara menyebut diri saudara
itu membawa nama Kristus. Kalau atasan saudara adalah
seorang Kristen, itu tidak berarti bahwa saudara sebagai
seorang Kristen dapat menyalah-gunakannya. Bila saya
adalah seorang atasan non-Kristen, dan saudara
memberitahukan saya bahwa saudara harus melakukan
pelayanan gereja dua hari sekali, saya akan berkata kepada
saudara untuk lebih baik menjadi staff sepenuhnya di gereja.
Saya dapat memberikan waktu untuk pelayanan, tapi saya
tidak ingin saudara menggunakan waktu saudara dengan
ceroboh. Adalah lebih baik saya mempekerjakan yang non-
Kristen daripada saudara. Mereka mungkin bekerja lebih baik
daripada saudara. Banyak orang Kristen mengambil
keuntungan dari atasan Kristen mereka. Mereka sering
meminta ijin untuk meninggalkan kantor lebih pagi untuk
pelayanan gereja, dan sebagainya. Ini tidak menyenangkan
Allah, meskipun atasan saudara seorang pendeta saudara
harus selalu memberikan yang terbaik. Ingatlah bahwa Tuhan
selalu ingin saudara bekerja dan membawa kemuliaan bagi
nama-Nya.

Titus 2:9-10
9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya daam
segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan
membantah,
10 jangancurang, tetapi hendaklah selalu tulus dan
setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala
hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

Dua ayat ini ditujukan kepada para pekerja, sikap kita kepada
atasan atau pekerja lain atau mereka yang mempunyai
otoritas di atas kita. Ayat 9 memberitahukan kita jika kita
tidak setuju dengan atasan kita, kita tidak mempunyai hak
untuk membantah mereka. Saudara mungkin ingin
memberitahu bahwa saudara tidak setuju, tapi ada tempat
dan waktu untuk melakukannya yang dapat membawa
kemuliaan bagi Tuhan. Membantah menggambarkan
pemberontakan dan tidak menghormati atasan kita. Saudara
berpikir akan membuat saudara kelihatan baik di depan
pekerja yang lain tapi membantah jarang membuat saudara
kelihatan baik di depan siapapun. Mungkin saudara telah
melihat seseorang sedang protes, atau gosip, ini semua
hanya memperlihatkan betapa piciknya mereka. Mereka akan
kehilangan kehormatan mereka dan mereka tidak
memberikan kesan yang baik.

Saya telah bekerja pada atasan Kristen dan non-Kristen. Saat
saya bekerja pada atasan Kristen, saya melihat banyak hal
yang menurut saya tidak benar. Saya berencana untuk
berbicara kepada atasan saya tapi Tuhan menyuruh saya
untuk tutup mulut. Saya tutup mulut selama enam bulan.
Dan dalam enam bulan ini tidaklah mudah, tapi saya tetap
diam. Suatu hari, dalam kebaktian, saya datang kepada
atasan saya, saya memeluknya dan meminta maaf, karena
saya telah berpikir yang tidak baik tentang dia. Dia
memaafkan saya dan mengatakan bahwa ia telah
mengetahuinya dan meinginkan saya untuk melupakan
semuanya itu. Atasan saya menyuruh saya untuk menjadi
seperti Paulus. Luar biasa – hamba Tuhan itu mengetahuinya.
Apalagi jika ia adalah gembala saudara. Saya belajar banyak
hal.
Mungkin atasan saudara bukanlah atasan yang baik. Mungkin
atasan saudara adalah orang Kristen yang payah. Tapi
janganlah saudara membantahnya. Saudara mungkin berpikir
saudara benar di mata saudara sendiri, namun saudara harus
menunggu waktu yang tepat. Mungkin mata saudara dapat
terbuka seperti saya. Atasan saudara tidak dapat mengubah
pendapat saudara tentang dirinya. Saudara harus dapat
melihat dari sisi yang berbeda. Oleh sebab itu sebagai
seorang pekerja, saya harus berubah dan bukannya dia.
Meskipun saya benar, tapi Tuhan memberitahukan saya
bahwa itu bukanlah urusan saya, karena Tuhanlah yang
bekerja di dalamnya. Jadi janganlah membantah atasan
saudara, hormatilah atasan saudara.

Saya tidak malu untuk memberitahukan saudara tentang
kelemahan saya. Saya tidak malu untuk memberitahukan
bahwa saya adalah seorang pendosa. Saya tidaklah
sempurna. Tapi saya belajar dari kesalahan saya dan terus
maju. Itulah yang paling penting, untuk maju terus bersama
Yesus.

Masalah lain yang dihadapi pekerja adalah kecenderungan
alami untuk tidak menghormati atasan di tempat mereka
telah bekerja selama bertahun-tahun. Setelah sekian lama
mereka mengetahui seluk-beluk atasan mereka dan mereka
sering merasa bahwa mereka dapat menjalankan perusahaan
lebih baik dari atasan mereka. Mungkin saja demikian, tapi
tetap mereka adalah pekerja dan bukan atasan. Kita bukan
saja harus menghormati atasan yang
pintar, tapi juga atasan yang tidak cakap. Saat saudara
melakukan apa yang dikatakan Firman Tuhan, saudara akan
dapat menghormati atasan saudara, tidak peduli apakah yang
lain berbuat seperti itu atau tidak, karena saudara
menghormati posisi yang dimilikinya.

Perangkap lainnya jika telah bekerja dalam suatu perusahaan
selama bertahun-tahun adalah kurang menghargai harta milik
perusahaan. Saya sedang membicarakan tentang Titus 2:9-
10. Di sini Titus memperingati para pekerja untuk tidak
mencuri atau menyalahgunakan keuangan dari perusahaan.
Tidak ada pencurian sekecil apapun yang diijinkan. Hanya
karena saudara sudah tahunan bekerja di perusahaan, tidak
memberikan saudara hak untuk mengambil harta milik
perusahaan. Tidak peduli betapa kecilnya, tetap tidak
diijinkan. Ingatlah bahwa perusahaan telah membayar
dengan jumlah yang tidak sedikit untuk sekrup, baut, mur,
tinta, pena, pensil dan sebagainya. Apapun yang saudara
pikirkan, ingatlah bahwa mereka tidak berhutang apa-apa.
Dan bekerja tahunan tidak memberikan saudara hak untuk
mengambil harta milik perusahaan. Saya tahu bahwa barang-
barang itu tidak ada artinya bagi saudara. Jika demikian,
mengapa saudara harus mengambilnya? Jika itu tidak berarti,
hormatilah yang memilikinya.

Firman Tuhan berkata bahwa Dia akan memberkati tangan-
tangan yang bekerja keras. Jadi jika kita bekerja keras, Dia
akan memberkati kita. Bila kita mencuri, Dia tidak akan
memberkati kita. Bahkan mencuri sebuah gelang karet
adalah pencurian. Segala macam pencurian membuat
saudara menjadi pencuri. Itulah sebabnya alkitab berkata
bahwa Titus memberitahukan jemaatnya untuk tidak berbuat
demikian. Karena hal-hal inilah yang menghalangi berkat-
berkat saudara. Jika barang-barangnya bukan impor, jangan
dikatakan impor. Kalau barang-barang itu adalah barang
impor, katakanlah bahwa itu impor. Jika barang-barang itu
adalah buatan dalam negeri, katakanlah sejujurnya.

Salah satu cara yang paling tidak disadari dalam perusahaan
adalah mencuri waktu. Ini dapat dilakukan secara mudah
dengan datang terlambat beberapa menit dan alasannya
adalah kemacetan lalu-lintas. Ini disebut pencurian waktu.
Mengambil jam istirahat makan siang yang lebih lama dan
pulang dari kantor lebih awal dari waktunya adalah hal-hal
yang perlu kita ubah. Seseorang yang selalu terlambat adalah
seorang pencuri bagi perusahaan. Saya tidak peduli apakah
itu satu atau lima menit. Tuhan berkata bahwa saudara
mencuri waktu. Saudara melakukan pencurian kecil. Datang
terlambat lima menit ke tempat kerja setiap hari dapat
menjadi kebiasaan. Cobalah untuk datang lima menit lebih
awal, itulah yang disebut tepat waktu.

Efesus 6:5-6
Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia
dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama
seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di
hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang,
tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan
segenap hati melakukan kehendak Allah.

Paulus di sini memperingatkan para pemercaya di Efesus
untuk bekerja dengan sepenuh hati seperti kepada Kristus.
Pada akhirnya orang-orang Kristen bekerja untuk satu atasan
yaitu Yesus. Dia selalu ada saat saudara datang terlambat
atau pulang lebih awal. Dan Yesus tidak pernah keluar dari
ruangan saudara bekerja. Dia di sana untuk memperhatikan
bagaimana saudara bekerja. Paulus juga memberitahukan
orang-orang percaya supaya tidak bekerja hanya pada saat
dilihat. Mereka hanya bekerja saat atasan mereka
memperhatikan dan tidak bekerja saat atasannya tidak
datang. Mereka mencuri sesuatu yang tidak dapat
dikembalikan. Bila seseorang mencuri sebuah pena atau
gelang karet atau sekrup, ia dapat mengembalikannya.
Namun mereka tidak dapat mengembalikan waktu yang telah
dicuri dari perusahaan. Seorang Kristen yang sadar akan
hadirnya Tuhan di setiap waktu akan selalu bekerja keras dan
menjadi pekerja yang teladan.

Jangan mencuri. Lebih baik menjadi seorang Kristen yang
sejati. Benarkanlah diri saudara. Bila saudara tidak pernah
mendengar atau membaca ayat ini, perbaikilah kesalahan
dan sikap saudara yang tidak benar mengenai pekerjaan
terhadap atasan saudara. Jadilah orang-orang Kristen teladan
di tempat kerja saudara. Jangan mengatakan bahwa orang
Kristen yang lain juga seperti itu. Jika mereka seperti
demikian, itu adalah masalah mereka sendiri. Bila saudara
dapat memenangkan hati mereka, lakukanlah. Kalau saudara
sudah memberitahukan kesalahan mereka dan mereka tidak
mau merubah apapun mengenai hal itu, biarkan saja.
Berdoalah dan jadilah contoh. Mungkin karena saudara telah
menjadi contoh, mereka dapat berubah. Mungkin bos atau
teman saudara telah bekerja lebih lama dari saudara dan
menjadi Kristen lebih lama dari saudara. Bukan itu yang
penting. Yang penting adalah siapa yang bekerja dengan
benar dimata Tuhan. Jika saudara dapat berjalan dengan
benar, maka Tuhan akan memberikan upah kepada saudara.
Berkat-Nya telah ada di tangan saudara. Saudara hanya
tinggal mengambilnya. Itulah caranya. Saya tidak ingin
saudara kehilangan berkat saudara hanya karena pencurian
kecil-kecilan yang saudara lakukan.

Kita menyembah Tuhan yang Maha Kuasa. Oleh sebab itu,
bekerjalah untuk memperlebar Kerajaan Tuhan, Allah
saudara. Jadilah pekerja yang baik. Bekerja keras dan
berharaplah untuk menerima dari Tuhan. Pergunakanlah
karunia-karunia dan talenta-talenta saudara sesuai dengan
Firman Tuhan dan kemudian berbuah-buah. Janganlah
menjadi malas karena Tuhan tidak pernah menganjurkan
kemalasan di dalam FirmanNya. Bekerjalah dengan rajin
karena Tuhan berjanji di dalam Firman-Nya untuk
memberkati hasil perbuatan tangan saudara. Pilihlah untuk
bekerja, agar saudara mempunyai sesuatu untuk diberikan
kepada-Nya. Dan dalam segala sesuatu, rendahkanlah diri
saudara di bawah naungan yang MahaKuasa. Tunduklah
kepada atasan saudara, yang baik dan yang buruk sehingga
Bapamu yang di Surga dapat meninggikan saudara.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:85
posted:1/25/2012
language:Malay
pages:11
About tagged-basistik.blogspot.com,free-pdf-doc-xls-ppt.blogspot.com,fisika-basistik.blogspot.com,soccers-basistik.blogspot.com,pharaswork.blogspot.com