; koloid pada maskara
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

koloid pada maskara

VIEWS: 1,517 PAGES: 11

Sistem koloid dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, cat adalah sistem koloid yang merupakan campuran heterogen zat padat yang tersebar merata dalam zat cair. Demikian pula udara dan debu di dalamnya merupakan suatu sistem koloid. Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Ukuran partikel koloid berkisar antara 10-7-10-5 cm ( 1-100 nm ). Partikel koloid dapat berupa mekromolekul atau gumpalan molekul-molekul kecil berukuran koloid.

More Info
  • pg 1
									                  LARUTAN
             MAKALAH KOLOID
              “MASKARA”




                         Oleh:

            Iin Widyastutik      (093654034)




         UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN MATEMATIKA

        PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS

                         2011
                                     BAB I

                              PENDAHULUAN


A. Latar belakang
         Pada umumnya zat yang ditemukan pada kehidupan sehari-hari berada
   dalam keadaan koloid. Salah satunya adalah pada produk kosmetik wanita. Jika
   kita membicarakan produk kosmetika terpenting, dapat dipastikan maskara
   menjadi prioritas utama. Layaknya kosmetika lainnya, maskara hadir dalam
   berbagai formula dan jenis, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap
   wanita, sekaligus membantu mengatasi permasalahan seputar bulu mata. Wanita
   dan kosmetika adalah 'sahabat sejati', keduanya saling melengkapi satu sama lain.
   Kosmetika menjadi berguna karena adanya wanita, sementara wanita dapat
   menonjolkan kelebihan wajah serta menutupi kekurangannya dengan kosmetika.
   Menurut peraturan menteri kesehatan RI No. 220/ Menkes/ Per/XI/76, tanggal 6
   September 1976 menyatakan bahwa: “Kosmetik adalah bahan atau campuran
   bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan
   pada, dimasukkan ke dalam, dipergunakan pada badan atau bagian badan manusia
   dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau
   mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat”. Kosmetik yang paling sering
   digunakan oleh para wanita adalah kosmetik mata. Kosmetika mata yang telah
   banyak dijumpai pada dunia pasar berupa krim dan salep mata, kosmetika riasan
   seperti Eyeshadows, Mascara, Eyebrom make up, Eye liner, dan lain sebagainya.
          Maskara    diandalkan   banyak     wanita   untuk   menghidupkan     atau
   memperindah mata mereka. Maskara memberi solusi bagi wanita yang menyukai
   efek dari bulu mata palsu, tapi tidak menyukai kerepotan. Dengan maskara, bulu
   mata asli bisa tampak ke permukaan hingga terlihat lentik, berisi, dan mata pun
   indah dipandang. Pada makalah ini akan tentang apakah maskara termasuk dalam
   kosmetik yang menerapkan sistem koloid.
B. Rumusan masalah
  1. Bahan apa saja yang terdapat dalam maskara?
  2. Apakah maskara termasuk kedalam jenis koloid?
C. Tujuan
  1. Untuk mengetahui bahan yang terkandung dalam mascara.
  2. Untuk mengetahui apakah maskara termasuk dalam jenis koloid.
                                      BAB II

                                PEMBAHASAN


A. Pengertian sistem koloid
         Sistem koloid dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai
   contoh, cat adalah sistem koloid yang merupakan campuran heterogen zat padat
   yang tersebar merata dalam zat cair. Demikian pula udara dan debu di dalamnya
   merupakan suatu sistem koloid. Koloid adalah suatu campuran zat heterogen
   (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran
   koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain
   (medium pendispersi/ pemecah). Ukuran partikel koloid berkisar antara 10-7-10-
   5
       cm ( 1-100 nm ). Partikel koloid dapat berupa mekromolekul atau gumpalan
   molekul-molekul kecil berukuran koloid.
B. Jenis-jenis koloid
   Sstem koloid dapat dikelompokkan berdasarkan fase terdispersinyamenjadi 3
   yaiu:
   1.    Sol
         Sol adalah suatu jenis koloid dengan fase terdispersi padat dan medium
         pendispersi berupa zar padat, zat cair, atau gas. Ada 3 jenis sol, yaitu sol
         padat, sol cair (sol), dan sol gas ( aerosol padat).
         a. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat.
            Contoh : paduan logam, gelas berwarna, intan hitam
         b. Sol cair (sol) adalah sol dalam medium pendispersi cair
            Contoh : cat, tinta, tanah liat, tepung dalam air
         c. Sol gas ( aerosol padat) adalah sol dalam medium pendispersi gas.
            Contoh : debu di udara, asap pembakaran
   2.    Emulsi
         Emulsi adalah suatu jenis koloid dengan fase terdispersi berupa zat cair dan
         medium pendispersi berupa zat padat, zat cair, atau gas.
         a. Emulsi padat atau gel
          Gel merupakan emulsi dalam medium pendispersi zat padat.
          Contoh : jelly, keju, mentega, nasi
        b. Emulsi cair
          Emulsi dalam medium pendispersi cair. Emulsi cair melibatkan
          campuran dua zat cair yang tidak dapat saling melarutkan, yaitu zat cair
          polar dan zat cair non polar.
          Contoh : susu, mayones, krim
        c. Emulsi gas (aerosol cair)
          Emulsi dalam medium pendispersi gas.
          Contoh : awan, kabut, hairspray
   3.   Buih
        Buih adalah suatu jenis koloid dengan fase terdispersi berupa gas dan
        medium pendispersi zat cair atau zat padat.
        a. Buih padat
          Buih padat adalah sistem koloid dengan fase terdispersi gas dan medium
          pendispersi zat padat.
          Contoh : batu apung, roti, karet busa
        b. Buih cair (buih)
          Buih cair adalah sistem koloid dengan fase terdispersi gas dan medium
          pendispersi zat cair.
          Contoh : busa sabun, putih telur yang dikocok, alat pemadam kebakaran
C. Koloid sol
   1. Sifat koloid sol
        a. Efek Tyndall (menghamburkan cahaya)
        b. Gerak Brown (gerak zig-zag)
        c. Daya adsorpsi besar (penyerapan partikel netral bermuatan pada
          permukaan)
        d. Bermuatan listrik (akibat adsorpsi partikel bermuatan pada permukaan)
        e. Koagulasi (penggumpalan akibat kehilangan muatan)
   2. Pembuatan koloid sol
       a. Metode kondensasi
          Penggunaan partikel-partikel larutan melalui reaksi kimia ( dekomposisi
          rangkap, hidrolisis, dan redoks) atau penggantian pelarut.
       b. Metode disperse
          Pemecahan partikel-partikel besar dengan cara mekanik, peptisasi, busur
          bredig)
   3. Pemurnian koloid sol
       a. Dialysis (pemisahan dengan selaput permeabel)
       b. Elektrodialisis (dialisis di bawah pengaruh medan listrik)
       c. Penyaring ultra
D. Penggunaan Koloid Dalam Kehidupan Sehari – Hari
         Sistem koloid banyak digunakan dalam kehidupan manusia, terutama
   dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang
   penting, yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat
   saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam
   skalabesar.
   Berikut ini adalah tabel aplikasi koloid:

      Jenis industri                              Contoh aplikasi
      Industri makanan                            Keju, mentega, susu, saus salad
      Industri kosmetika dan perawatan tubuh      Krim, pasta gigi, sabun
      Industri cat                                Cat
      Industri kebutuhan rumah tangga             Sabun, deterjen
      Industri pertanian                          Peptisida dan insektisida
      Industri farmasi                            Minyak ikan, pensilin untuk
                                                  suntikan

E. Kosmetik
        Bahan – bahan kosmetika sangat banyak jenisnya, akan tetapi pada
   prinsipnya hampir 90% dari bahan itu dibuat dalam keadaan koloid. Hal itu
   disebabkan sifat koloid yang mudah menyerap pewangi dan pewarna, lembut,
   mudah dibersihkan, tidak merusak kulit dan rambutm dan sekaligus
   mengandung dua macam bahan yang tidak dapat saling larut. Macam – macam
   bentuk bahan kosmetik sebagai berikut :
   1. Bahan kosmetika yang berbentuk aerosol, misalnya parfum dan deodorant
     spray, hair spray, dan penghilang bau mulut yang disemprotkan.
   2. Bahan kosmetika yang berbentuk sol, misalnya susu pembersih muka dan
     kulit, cairan untuk masker, dan cat kuku.
   3. Bahan kosmetika yang berbentuk emulsi, misalnya susu pembersih muka dan
     kulit.
   4. Bahan kosmetika yang berbentuk gel, misalnya deodorant stick dan minyak
     rambut (jelly).
   5. Bahan kosmetika yang berbentuk buih, misalnya sabun cukur dan sabun
     kecantikan.
   6. Bahan kosmetika yang berbentuk sol padat misalnya pemerah bibir, pensil
     alis dan maskara
F. Maskara
   1. Pengertian
       Maskara adalah sediaan kosmetika yang
       dimaksudkan untuk memperindah penampilan
       mata dengan cara mengoleskannya pada bulu
       mata. Bahan yang digunakan meliputi zat
       utama   dan      zat   tambahan,   zat    utama
       merupakan zat warna. Persyaratan maskara
       harus memenuhi persyaratan yaitu :
       a. Mudah dioleskan dan tidak mudah luntur
       b. Tidak lengket sehingga tidak mengakibatkan bulu mata dan atau alis
          mata melekat satu sama lain.
       c. Tidak boleh segera mengering sehingga menyukarkan pengolesan, harus
          mudah diratakan, cepat kering dan permanen
          Fungsi maskara :
          •    Melentikkan bulu mata
          •    Memberi efek mata yang terlihat lebih besar
          •    Menghitamkan bulu mata
          Ada dua formula maskara :
           Non-waterproof mascara, mengandung formula yang tidak tahan
            airdan mudah luntur keuntungan : dapat dibersihkan dengan air
            hangat saja
           Waterproof mengandung formula tahan air, untuk menghapus tersedia
            pembersih khusus riasan wajah (eye make up remover) atau baby oil.
2.   Bahan
                 Dari sekian banyak produk maskara modern yang memiliki
     berbagai formula, namun pada dasarnya mempunyai komponen yang sama
     yaitu zat pewarna, minyak, lilin dan pengawet. Zat pewarna atau pigmen
     yang biasa digunakan pada mascara hitam adalah karbon hitam, sedangkan
     pada mascara coklat menggunakan bahan dari oksida besi. Dalam beberapa
     maskara ada yang menambahkan pigmen yang disebut ultramarine blue.
     Terdapat banyak variasi minyak yang digunakan pada setiap produk
     maskara diantaranya seperti minyak biji rami, minyak jarak, minyak kayu
     putih,minyak wijen, lanolin, dan minyak terpentin. Lilin pada pembuatan
     maskara biasanya berupa paraffin, lilin carnauba, ataupun lilin lebah.
     Pilihan pengawet untuk produk mata seperti maskara secara umum berupa
     alkyl p-hydroxybenzoates.
3.   Pembuatan
     Berikut adalah salah satu proses pembuatan maskara dengan bahan sebagai
     berikut :
     Gom tragakan                       0,2
     Alkohol                             8,0
     Air                                 83,8
     Jelaga                              8,0
     Metil paraben                       0,2


     Pembuatan : dilarutkan metil paraben dalam sebagian alkohol, sisanya
     untuk membasahi gom tragakan, campur keduanya,ditambahkan air, aduk
     hingga homogen. Dispersikan jelaga ke dalam campuran ini, diaduk hingga
     homogeny.
4.   Maskara dan koloid
     Maskara termasuk dalam koloid karena merupakan suatu campuran zat
     heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat
     yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara
     merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Maskara
     termasuk jenis koloid dengan fase terdispersi padat dan medium pendispersi
     berupa zar padat (sol padat ).
                                    BAB III

                                   PENUTUP




         Maskara adalah sediaan kosmetika yang dimaksudkan untuk memperindah
penampilan mata dengan cara mengoleskannya pada bulu mata. Komponen dasar
maskara adalah zat pewarna, minyak, lilin dan pengawet. Maskara termasuk dalam
koloid karena merupakan suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat
atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang
dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah).
Maskara termasuk jenis koloid dengan fase terdispersi padat dan medium
pendispersi berupa zar padat (sol padat ).
                            Daftar Pustaka




Johari, J.M.C, dkk.2006.Kimia SMA Dan MA Untuk Kelas XI.Jakarta : esis.

http://aptekaa.blogspot.com/2011/04/maskara.html

http://wikipedia.com/maskara.

http://san-chia.blogspot.com/2009/12/kosmetika-mata.html

http://khudaifasari.blogspot.com/

http://berita21.com/2010/11/02/mengenal-dan-memilih-maskara/

								
To top
;