CARA MUDAH MENCEGAH PEMBANTAIAN KAUM MUSLIMIN
(MENJADI MUSLIM YANG TANGGUH DI LINGKUNGAN MAYORITAS
NONMUSLIM)
Sebelum membaca artikel di bawah ini, anda harus membaca, memahami, dan
menguasai “Cara Mudah Menguasai, Hipnotis, Telepati, dan Indra Keenam”,
& "Cara Mudah Seorang Muslim Mencegah Tindak Kejahatan Terhadap
Keluarga"
Setelah anda mempelajari artikel tsb., mulailah anda melakukan percobaan secara
terus-menerus untuk membuktikan bahwa Ilmu Kekuatan Hati & Pikiran
diantaranya hipnotis, telepati, indra keenam, membaca hati dan pikiran, membisikkan
ke dalam hati dan pikiran, mengendalikan hati dan pikiran orang lain, dll (versi
Dahlan Guru) adalah realistis, cara kerjanya berbeda dengan yang dimainkan
oleh tukang-tukang sulap di televisi atau film-film fiksi ilmiah misalnya X- Men,
Hero, Star Trek, dll.
Memeluk agama Islam di Indonesia hal yang mudah, karena Islam adalah agama
mayoritas penduduk Indonesia, namun berbeda halnya jika memeluk Islam di negara-
negara sekuler, komunis, liberal misalnya: negara-negara di Benua Amerika, Benua
Eropa, Negara Cina, Negara India dan lain-lain.
Memeluk agama Islam di negara-negara tsb. memiliki banyak tantangan, apalagi
dengan merebaknya Islam Fobia seringkali kaum muslimin menjadi korban
kebencian.
Pembantaian Muslim Srebrenica di Bosnia 1995 merupakan sebuah peringatan dan
pelajaran bahwa jangan pernah membiarkan kebencian terhadap Islam
merajalela karena bila kebencian telah menjadi tindakan, akan menjadi sangat
membahayakan.
Mencegah kebencian terhadap Islam dan kaum muslimin sangat mudah, karena
Allah SWT telah memberikan hati dan pikiran kepada manusia. Itulah sebabnya kaum
muslimin harus memahami cara kerja hati dan pikiran, agar mampu menguasai
ilmu Kekuatan Hati & Pikiran diantaranya hipnotis telepati, indra keenam, membaca
hati & pikiran, mengendalikan hati & pikiran, membisikkan ke dalam hati dan
pikiran orang lain dll.
Pada dasarnya sumber dari kebaikan, dan kejahatan adalah hati dan pikiran.
Kemampuan yang dimiliki seorang muslim untuk mengendalikan hati dan pikiran
seseorang dimaksudkan untuk meminimalisir berbagai bentuk kejahatan terhadap
Islam dan kaum muslimin.
Cara Mudah Mencegah Pembantaian Kaum Muslimin (Menjadi Muslim yang
Tangguh di Lingkungan Mayoritas Nonmuslim)
Syarat Utama
1. Taat kepada Allah SWT dan RasulNya adalah kunci untuk membangkitkan
ilmu-ilmu Kekuatan Hati dan Pikiran (hipnotis telepati, indra keenam,
membaca hati & pikiran, mengendalikan hati & pikiran, membisikkan ke dalam
hati dan pikiran orang lain)
2. Jangan memelihara kebencian terhadap nonmuslim, kendalikan hati dan
pikiran agar jangan sedikitpun terlintas bayangan keinginan mencelakaan
atau melukai orang-orang nonmuslim.
Jika kebencian dan lintasan gambaran hati dan pikiran ingin mencelakakan
orang-orang nonmuslim dipelihara, maka hati dan pikiran akan melemah,
menjadi tumpul, tidak memiliki kekuatan, tidak akan mampu mengendalikan
bisikkan-bisikkan hati dan pikiran, karena hati dan pikirannya tertutupi nafsu
ankara murka.
Si Fulan adalah seorang muslim yang tinggal di wilayah mayoritas nonmuslim. Ia
ingin hidupnya aman, tentram, bahagia, sejahtera, menebarkan kebaikan bagi seluruh
umat manusia, maka menjadi kewajiban bagi si Fulan untuk menguasai dan
memanfaatkan ilmu-ilmu Kekuatan Hati dan Pikiran, caranya :
1. Ketahui selalu ekstrimis anti Islam, mulai dari lingkungan terdekat dari
rumah si Fulan, sampai lingkungan yang jauh.
Setiap mengingat mereka, berarti memasuki pikiran mereka.
Bisikkan ke dalam pikiran mereka “Islam agama yang damai, Islam agama
yang benar, Islam bukan terorisme”
Gambarkan ke dalam pikiran mereka, si Fulan (kaum muslimin) sedang
beribadah, sedang membantu sesama, sedang berkegiatan sosial dll.
Rasakan hati mereka sedalam-dalamnya, (berarti si Fulan sedang menyatukan
hatinya dengan mereka) hati mereka luluh, menyukai Islam dan mencintai
kaum muslimin.
Dalam pikiran mereka berbunyi “Islam agama yang damai, Islam agama yang
benar, Islam bukan terorisme”
Dalam pikiran mereka tergambar si Fulan (kaum muslimin) sedang beribadah,
sedang membantu sesama, sedang berkegiatan sosial dll.
Hati mereka luluh terhadap Islam dan mencintai kaum muslimin.
Mereka menganggap isi hati dan pikirannya berasal dari diri sendiri, padahal isi
hati dan pikirannya berasal dari Si Fulan (kaum muslimin).
Bagi si Fulan (kaum muslimin) hal di atas harus dilakukan terus menerus, agar kaum
muslimin tidak menjadi korban kebencian.
Pada awalnya terasa melelahkan namun selanjutnya akan terbiasa.
2. Ketahui tokoh-tokoh anti Islam di kota, provinsi, atau negara si Fulan
Si Fulan harus melakukan hipnotis telepati secara intensif dan terus menerus
terhadap tokoh-tokoh anti Islam, sebab jika seorang tokoh hati dan pikirannya
berubah, maka biasanya para pengikutnya ikut berubah pula.
Sebagai contoh si Fulan adalah muslim, sedangkan si Jahal adalah tokoh anti Islam,
maka si Fulan dapat melakukan hipnotis telepati ke Si Jahal
Setiap saat si Fulan harus mengingat, memfokuskan pikirannya (konsentrasi) ke
Si Jahal, artinya si Fulan setiap saat sedang memasuki pikiran Si Jahal.
Bisikkan ke dalam pikiran si Jahal “Islam agama yang benar, Islam agama yang
damai, Islam bukan teror”.
Gambarkan ke dalam pikiran si Jahal prilaku kaum muslimin yang baik, cinta
damai, cinta ilmu pengetahuan, cinta kemanusiaan.
Setiap saat rasakan hati si Jahal sedalam-dalamnya hatinya luluh sangat
mencintai Islam.
Si Fulan harus melakukannya siang dan malam, bisa jadi si Fulan kurang tidur
karena siang melakukan hipnotis telepati, dan malam setelah tahajud
melakukan hipnotis telepati.
Bagi si Jahal hati dan pikirannya merasa tersiksa, karena setiap hari siang dan
malam dalam pikiranya berbunyi “Islam agama yang benar, Islam agama yang
damai, Islam bukan teror”.
Dalam pikiran si Jahal tergambar prilaku kaum muslimin yang baik, cinta
damai, cinta ilmu pengetahuan, cinta kemanusiaan dll.
Hati si Jahal luluh sangat mencintai Islam.
Si Jahal menganggap isi hati dan pikirannya berasal dari dirinya sendiri, dia
tidak mengetahui, bahwa isi hati dan pikirannya berasal dari si Fulan.
Setiap saat siang dan malam si Jahal harus berperang melawan hati dan
pikirannya sendiri, terkadang dia tidak bisa tidur, terobsesi oleh bisikan,
gambaran hati dan pikirannya sendiri yang sebenarnya berasal dari Si Fulan
yang dikirim melalui hipnotis telepati.
Jika si Fulan melakukan hipnotis telepati secara maksimal, optimal, intensif, dan
kontinyu, maka si Fulan ibarat pemegang remote control, sedangkan pikiran bawah
sadar (alam bawah sadar)si jahal ibarat televisinya.
3. Si Fulan harus melakukan hipnotis telepati seperti yang dilakukan pada no. 2
di atas secara intensif, maksimal, optimal dan kontinyu kepada para pembuat
keputusan (decision maker) presiden/raja, perdana mentri, mentri, gubernur,
wali kota/bupati, pemimpin militer/polisi dll. agar mereka tidak anti Islam dan
selalu mencintai kaum muslimin.
Hipnotis telepati bisa dilakukan kepada siapa saja, meskipun tidak kenal, tidak
mengetahui namanya, tidak mengetahui wajahnya, namun akan lebih efektif jika
dilakukan kepada seseorang yang kenal, mengetahui wajahnya (meskipun via media
massa), mengetahui namanya.
Penting sekali kaum muslimin memantau dinamika politik yang berkaitan dengan
Islam, namun penting juga bagi kaum muslimin untuk menguasai ilmu membaca hati
dan pikiran, karena seringkali media tertentu mencitrakan seorang tokoh memusuhi
Islam, padahal jalan pikirannya sedang memperjuangkan Islam. Terkadang media
massa tertentu mencitrakan seorang tokoh sebagai pejuang Islam namun
sesunggahnya dia sedang merusak citra Islam.
Hati dan pikiran adalah kekuatan yang khusus diberikan oleh Allah SWT untuk
manusia, namun manusia pada umumnya tidak memahami cara kerja hati dan pikiran.
Bagi kaum muslimin menjadi kewajiban untuk menguasai ilmu Kekuatan Hati
dan Pikiran agar kaum muslimin memiliki kekuatan, ketahanan, ketangguhan
dalam menebarkan kebaikan bagi seluruh umat manusia, meraih kehidupan
yang baik di dunia dan akherat.
Artikel terkait
Cara Efektif Menghadapi Orang Anti Islam
Kekuatan Islam
Fundamentalisme Islam