Embed
Email

CARA MUDAH MENAKLUKAN ORANG YANG MEMILIKI ILMU PAMACAN

Document Sample
CARA MUDAH MENAKLUKAN ORANG YANG MEMILIKI ILMU PAMACAN
Description

Ketika Sang Guru melihat Si Fulan yang sedang kerasukan pamacan dan siap menerkam dirinya, Sang Guru tetap tenang,

Shared by: Dahlan Guru
Stats
views:
82
posted:
1/23/2012
language:
pages:
7
CARA MUDAH MENAKLUKAN ORANG YANG MEMILIKI

ILMU PAMACAN



Sebelum membaca artikel di bawah ini, anda harus membaca, memahami, dan

menguasai “Cara Mudah Menguasai Hipnotis, Telepati, & Indra Keenam

(http://www.docstoc.com/docs/document-preview.aspx?doc_id=71746203)".





Menaklukan orang yang memiliki ilmu pamacan sangat mudah !





Kisah di bawah ini berlatar tahun 1993, di daerah Bandung Timur. Sekelompok

anak muda berlatih tenaga dalam menggunakan metode pernapasan. Latihan

biasanya dimulai setelah sholat isya kira-kira jam 20.00, dilakukan di tempat yang

gelap dibimbing oleh seorang guru.





Suatu malam mereka baru kedatangan Si Fulan, seperti biasa mereka melakukan

latihan, kali ini mereka latihan bersama-sama dengan Si Fulan.





Di sela-sela waktu istirahat Sang Guru berkata, “Siapa diantara kalian yang bisa

nyambat (sejenis ilmu kerasukan)?”. Semua muridnya belum ada yang

menguasainya, namun tiba-tiba Si Fulan mengacungkan tangannya.

Rupanya pertanyaan Sang Guru ditujukan kepada Si Fulan, karena Sang Guru

dapat membaca hati dan pikiran Si Fulan.” Silahkan Fulan ke depan !” Kata Sang

Guru.





Si Fulan kemudian mulai nyambat (kerasukan) pamacan, kontan saja murid-murid

yang lain ketakutan. Mereka mundur, setengah lari.





Si Fulan yang kerasukan pamacan mulai melentingkan tubuhnya, tangannya mulai

mencakar-cakar tanah, mulutnya menggeram, tatapannya tajam ke depan, seperti

seekor macan yang siap menerkam mangsa. Saat itu si Fulan siap-siap menerkam

Sang Guru.





Jika saja saat itu Si Fulan melakukannya kepada orang awam, tentulah orang yang

ada di depan Si Fulan akan lari ketakutan, atau kencing di celana, namun karena

yang dihadapinya seorang Guru tenaga dalam, maka tidak sedikitpun ada

kegentaran atau ketakutan.





Ketika Sang Guru melihat Si Fulan yang sedang kerasukan pamacan dan siap

menerkam dirinya, Sang Guru tetap tenang, namun kelihatan sekali ia memusatkan

pikirannya untuk menghadapi Si Fulan.





Dengan cara memusatkan pikiran menatap Si Fulan, dari jarak kurang lebih 4

meter, Sang Guru menggerakkan telunjuknya sambil berdiri di tempat, membuat

garis khayalan di sekeliling Si Fulan.

Si Fulan yang sedang kesurupan pamacan tidak bisa keluar dari garis khayalan

yang dibuat Sang Guru. Tiap kali mau menerkam Sang Guru dia terpental ke

belakang.





Selanjutnya dari jarak kurang lebih 4 m Sang Guru menggerakan tangannya yang

sebenarnya adalah memutarkan tubuh Si Fulan dari jarak jauh, tanpa bersentuhan.

Si Fulan berputar terpelanting jatuh, badannya agak memar-memar. Selanjutnya

dia segera menyadarkan diri dari kerasukan ilmu pamacan.





Untung saja Si Fulan segera menyadarkan diri dari kerasukannya, jika saja Si

Fulan membandel dari kerasukannya, apalagi jika dia sampai kehilangan

kesadaran, maka ketika dia menyerang Sang Guru, hanya dengan dorongan telapak

tangan dari kejauhan saja bisa muntah darah.





Rupanya kedatangan Si Fulan ingin menjajal/menguji ilmu Sang Guru, setelah dia

yakin keilmuan yang dimiliki Sang Guru, akhirnya dia memutuskan menjadi

muridnya.





Pada saat itu semua orang menganggap bahwa kejadian di atas merupakan

fenomena gaib dan mistik, namun setelah saya melakukan penelitian-penelitian

secara try and eror, terus menerus, bertahun-tahun, didapatkanlah sebuah

kesimpulan bahwa fenomena di atas bukan fenomena kegaiban, & mistik,

melainkan fenomena hati dan pikiran (psikologi).









Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Apakah ilmu pamacan fenomena mistik & gaib?





Si Fulan kerasukan (kesurupan) pamacan. Kesurupannya Si Fulan terjadi karena ia

mengundang dan merasa ke dalam pikiran bawah sadar masuk mahluq

gaib/siluman macan (yang sebenarnya ciptaannya sendiri), kemudian pikiran

bawah sadar mengambil alih kesadarannya, jadilah kerasukan pamacan.





Bagi orang-orang yang mempelajari ilmu sejenis ini, kesurupan menjadi keahlian,

namun mereka tidak menyadarinya bahwa kesurupan sebenarnya bukan fenomena

gaib dan mistik, melainkan fenomena hati dan pikiran. (Silahkan baca "Cara

Membuat Orang Lain Kesurupan")









Mengapa Si Fulan tidak bisa keluar dari garis khayalan yang dibuat Sang

Guru dan setiap mau menerkam Sang Guru dia terpental ke belakang?





Pada dasarnya orang kesurupan dikuasai oleh alam bawah sadarnya (hampir sama

dengan orang yang diliputi amarah) kendali terhadap hati dan pikirannya sangat

rendah. Si Fulan tidak menyadari bahwa sejak awal hati dan pikirannya dipantau

(dibaca).





Sang Guru sudah mengetahui jika Si Fulan ingin menjajal ilmunya, itulah

sebabnya ketika Si Fulan mulai kerasukan, Sang Guru telah mempersiapkan diri

lebih awal dari pada Si Fulan.





Si Fulan tidak menyadari bahwa sejak awal telepati Sang Guru sudah memasuki

hati dan pikirannya. Ketika Sang Guru menggerakan telunjuknya membuat garis

khayalan di sekitar Si Fulan, sebenarnya sambil melakukan hipnotis telepati ke

dalam hati & pikiran Si Fulan, dimasukkannya ke dalam pikiran Si Fulan bahwa

dirinya dikelilingi garis yang berkekuatan gaib, Si Fulan tidak bisa menembusnya,

bila mencoba menembusnya ia terpental. Sang Guru menanamkan pikiran-pikiran

tersebut di dalam pikiran Si Fulan yang sedang kesurupan.





Si Fulan menganggap pikiran-pikiran itu berasal dari dirinya, padahal pikiran-

pikiran tersebut berasal dari Sang Guru yang dikirimkan melalui hipnotis telepati.









Mengapa Sang Guru dapat membanting Si Fulan dari jarak jauh, tanpa

bersentuhan?





Telah dijelaskan bahwa seseorang yang kerasukan, akan memiliki kontrol yang

rendah terhadap hati dan pikirannya. Seperti halnya Si Fulan, ketika ia sedang

kerasukan, Sang Guru memasukkan ke dalam pikirannya gambaran, bahwa tangan

Sang Guru memiliki energi untuk membanting dirinya dari jarak jauh. Sang Guru

merasakan hati Si Fulan sedalam-dalamnya, bahwa energi tersebut masuk ke dalam

diri si Fulan.





Si Fulan menganggap gambaran yang ada dalam pikirannya dan perasaan yang ada

dalam hatinya berasal dari dirinya sendiri, padahal berasal dari Sang Guru. Dalam

keadaan kerasukan Si Fulan tidak mampu menguasai hati dan pikirannya,

akibatnya ia tidak mampu menguasai diri, akhirnya jatuh terpelanting.

Mengapa bila si Fulan membandel kerasukan pamacan, kemudian

menyerang Sang Guru, hanya dengan dorongan telapak tangan saja dari

kejauhan, Sang Guru bisa membuat Si Fulan muntah darah?





Semakin seseorang kerasukan pamacan, apalagi jika semakin hilang kesadarannya,

maka kontrol terhadap hati dan pikirannya semakin menghilang, akan semakin

mudah dikendalikan hati dan pikirannya.





Jika Si Fulan yang sangat kerasukan pamacan menyerang Sang Guru, maka Sang

Guru tinggal memasuki hati & pikiran Si Fulan dengan hipnotis telepati, bahwa

tergambar dalam pikiran si Fulan dari telapak tangan Sang Guru keluar energi

dahsyat yang memukul tubuh Si Fulan, selanjutnya rasakan hati dan seluruh tubuh

si Fulan terasa sakit dan ingin muntah darah.





Jika Si Fulan masih sangat kerasukan pamacan, maka sugesti melalui hipnotis

telepati ini, akan terasa sekali, dan bisa jadi Si Fulan muntah darah, kecuali jika Si

Fulan segera menyadarkan dirinya, maka biasanya sugestinya akan hilang.





Bagaimana cara anda menghadapi orang yang kerasukan pamacan?





Dalam menghadapi orang yang kerasukan pamacan, anda tidak seahli Sang Guru,

namun salah satu tips di bawah ini bisa anda lakukan untuk menaklukan ilmu

pamacan.



1. Jangan sedikitpun ada rasa takut, jika anda takut berarti anda terhipnotis oleh

ilmu pamacan.

2. Tetap tenang

3. Kuasai Hipnotis Telepati (versi Dahlan Guru)

4. Ketika melihat seseorang yang kerasukan pamacan, berarti memasuki

pikirannya. Suarakan dalam pikirannya "Saya takut kepada anda".

Gambarkan dalam pikirannya dia akan terpental, atau terkulai lemas jika

menyerang anda. Rasakan sedalam-dalamnya hati dan tubuhnya terkulai

lemas, atau ingin lari ketakutan.

5. Dalam pikiran orang yang kerasukan pamacan akan berbunyi "Saya takut

kepada anda". Dalam pikirannya tergambar pula, bahwa dirinya akan

terpental atau terkulai lemas jika menyerang anda, tubuhnya terasa lemas, &

hatinya ketakutan.

6. Orang yang kerasukan pamacan menganggap semua yang ada dalam hati

dan pikirannya berasal dari dirinya sendiri, dia tidak akan tahu bahwa apa

yang ada dalam hati dan pikirannya berasal dari anda.

7. Orang yang kerasukan pamacan akan terkulai lemas, atau lari ketakutan,

karena orang yang sedang kerasukan tidak akan bisa menguasai hati dan

pikirannya, akhirnya tidak akan bisa menguasai diri.

8. Jangan lupa selalu memohon perlindungan dari Allah SWT.


Related docs
Other docs by Dahlan Guru
Contoh Proposal Permohonan Dana Taman Kanak-Kanak
Views: 7263  |  Downloads: 62
BROSUR TK AS-SIRAJ
Views: 290  |  Downloads: 1
CARA MUDAH MENCEGAH PEMBANTAIAN KAUM MUSLIMIN
Views: 15  |  Downloads: 0
MENETRALISIR PIKIRAN JAHAT ORANG LAIN
Views: 74  |  Downloads: 0
ULUM IPA SMS I KLS V 2011-2012.doc
Views: 30  |  Downloads: 1
SOAL ULUM V SMS I B IND 2011-2012
Views: 11  |  Downloads: 1
LKS Paru-paru dan Pencernaan Manusia
Views: 820  |  Downloads: 33
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!