metode pelaksanaan by ROMIOKTAVIANO

VIEWS: 4,941 PAGES: 9

									                                 METODE PELAKSANAAN

       PEKERJAAN           :    PEMBUATAN SALURAN TERBUKA DAN PLAT BETON 700 m`
       LOKASI              :    KANTOR OTORITAS BANDAR UDARA WILAYAH V MAKASSAR
       KOTA                :    MAKASSAR
       T.A                 :    2012

Metode pelaksanaan, dilakukan dengan penjelasan sebagai berikut :


I.     LINGKUP PEKERJAAN

        I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
        II. PEKERJAAN KONSTRUKSI
        III. PEKERJAAN AKHIR

II.    WAKTU PELAKSANAAN

       A.     Waktu yang direncanakan untuk pekerjaan ini adalah 180 (seratus Delapan puluh) hari kalender.
       B.    Jam Kerja
             • Jam kerja normal                    : jam kerja normal yaitu dimulai dari jam 08.00 s/d 17.00 atau
                                                     rata-rata 8 jam waktu kerja dalam sehari. ( 7 jam waktu kerja
                                                     efektif + 1 jam waktu istirahat )
             • Jam kerja tambahan                  : jam kerja tambahan dimulai dari jam18.00 s/d 22.00.(4 jam),
                                                     Pada item pekerjaan pemancangan Jam kerja tambahan akan
                                                     diterapkan apabila proses pemancangan telah melewati
                                                     tahapan Pengukuran / Positioning titik Pancang.
       C.     Untuk pekerjaan yang berkaitan dengan air, maka jam kerja untuk pelaksanaan kontruksi akan
              disesuaikan.

III.   URAIAN TEKNIS
       Pada pelaksanaan ini yang harus dipersiapkan sebelum memulai pekerjaan adalah antara lain :
       A.   Bahan – Bahan :
            Bahan-bahan yang akan digunakan adalah :
             1. Pasir Kasar,Beton ,dan Pasangan
                 Pasir yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus bersih dan bebas dari lempung / zat-zat organik
                 lainnya, mempunyai gradasi sedemikian rupa dan apabila dicampur dengan agregat kasar akan
                 menghasilkan beton dengan kerapatan maksimum.
                 Penambahan pasir dari pecahan batu kedalam pasir alami, untuk memperoleh gradasi yang
                 memenuhi syarat dan penyimpanan agregat dengan ukuran tertentu, haruslah sesuai dengan
                 ketentuan yang telah ditetapkan pada persyaratan RKS dan telah disetujui oleh Konsultan
                 Pengawas/Engineer.

            2.    Plat
                  Plat yang dipergunakan dalam pekerjaan ini, harus     mengikuti syarat-syarat yang ditentukan
                  dalam RKS, memiliki sifat-sifat mekanis terhadap kekuatan Tarik, Yield Point, Perpanjangan dan
                  komposisi kimia sesuai        standart, dengan toleransi bentuk dan dimensi yang telah
                  ditetapkan.Memiliki sertifikasi pabrik dan harus mendapat persetujuan dari Konsultan
                  Pengawas/Engineer, sehingga stock dan mutunya bisa    dipertanggung jawabkan.
            3.    Semen
                  Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan ini haruslah sesuai dengan ketentuan yang
                  telah ditetapkan pada persyaratan RKS, dari merek - merek       fabrikasi yang ditunjuk, yaitu :
                  Portland Cement tahan Sulfate atau Portland   Cement Type I ditambah bahan additive yang
                  sesuai.
                  Memiliki sertifikasi pabrik untuk pengujian dan analisa dan harus disetujui oleh Konsultan
                  Pengawas/Engineer.


            4.    Besi Beton




                                   METODE PELAKSANAAN CV. HANAKO
                      Per Kg, yang memiliki kualitas bahan dan berat sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam
                      RKS dan telah disetujui oleh Pengawas          Pekerjaan.
              5.      Kawat Beton
                      Per Kg, yang memiliki kualitas bahan dan berat sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam
                      RKS dan telah disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.

               6.     Papan Multiplex ,Tripleks,Teakwood
                      yang dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah yang telah mendapat persetujuan dari Pengawas
                      Pekerjaan, sehingga stock dan mutunya bisa dipertanggungjawabkan. Untuk bagian yang diekspose
                      menggunakan multiplex dengan lapis kaca film.
               7.     Bahan pendukung lainnya, seperti air, paku, kayu kelas 1, Lem Beton (Strobon), oxigen, acetelyn,
                      cat anti karat untuk baja, perancah, olie, papan tripex, solar ,Concrete Bonding Agent, Epoxy Ressin
                      Bonding Agent, dan Cat anti karat WP HCL.

     B. Peralatan
        Ada beberapa jenis peralatan yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan secara keseluruhan seperti
        yang tertera di data peralatan CV.HANAKO



     C. Tenaga Kerja

         1.        Dalam pelaksanaannya tenaga yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah Tenaga yang
                   berpengalaman dalam bidang konstruksi Dermaga, baik Crew pancang, Crew beton, crew besi maupun
                   Crew pengukuran.
         2.        Dalam Pelaksanaannya sebelum memulai akan diberi pengarahan terlebih dahulu oleh Site Manager
                   ataupun Pelaksana Lapangan.
         3.        Tenaga Kerja yang terlibat dalam pekerjaan ini antara lain pekerja, tukang batu, tukang cat, tukang
                   kayu, tukang besi, tukang las, kepala tukang, mandor, operator, mekanik, juru ukur dan juru gambar.


IV    METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
      Metode pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan sebagaimana terkonsep di           bawah ini :
A.    Urutan Pekerjaan



                                                      Pekerjaan Persiapan




                   Pekerjaan Pendahuluan                                                 Pekerjaan Struktur
      Papan Nama Proyek                                                      1. Pembuatan Saluran Terbuka

      Pengukuran & Bouwplank
                                                                              Galian Tanah Membuat Saluran
      Mobilisasi & Demobilisasi
                                                                              Galian & Perataan Tanah dengan mekanis
      Direksi Keet,Gudang dan Bangsal Kerja                                   Pengurugan Kembali &Dipadatkan
      Administrasi dan Dokumentasi
                                                                             2. Pembuatan Pelat Pelintas
     Gambar Kerja & Asbuilt Draw                                              Galian Tanah
                                                                               Urugan Sirtu
                                                                               Galian /Bongkaran/ & Pembuangan
                                                                               Pas. Batu 1 PC : 4 Ps
                          Pekerjaan Akhir                                      Plesteran 1 : 2
     Pembersihan
                                                                               Pembesian Tulangan
                                                                               Acian / Bekisting Beton Struktur
                                                                               Beton Struktur 225


                                        METODE PELAKSANAAN CV. HANAKO
Sedangkan tahapan pelaksanaan pekerjaan secara garis besar Metode Pelaksanaan masing-masing dapat dijelaskan
sebagai berikut:                                         :


            PEKERJAAN PERSIAPAN
           Pekerjaan Persiapan harus sudah dilaksanakan sebelum 14 (empat belas) hari, terhitung setelah
           menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sebagaimana Keppres.
           Sebagai pekerjaan awal yang harus dilakukan adalah :
           1.   Membuat rencana kerja yang lebih terperinci termasuk schedule mobilisasi peralatan dan personil di
                lokasi.
           2.   Melakukan pengurusan Administrasi Proyek meliputi jaminan pelaksanaan, surat
                permohonan untuk serah terima lokasi lahan proyek, juga data dukung seperti data cuaca, kondisi
                tanah serta pendekatan dengan masyarakat setempat dan menjelaskan       pentingnya      proyek
                sehingga informasi ini sebagai acuan dalam   membuat schedule kegiatan proyek.
           3.   Mengajukan Shop Drawing kepada pengawas pekerjaan untuk mendapat persetujuannya
                menyangkut lay-out dan penempatan dilokasi dari Direksi Keet pengawas, kantor kontraktor, barak
                pekerja, gudang dan bengkel serta pagar pengawas proyek.

    *.     Pembersihan Lokasi/Lapangan

           Pembersihan lokasi bertujuan agar mempermudah dalam pekerjaan dan pengukuran.
           a. Tahapan Pekerjaan:
                   Pemotongan Pohon-pohon besar
                   Pemangkasan rumput-rumput ilalang
                   Pemindahan / penyingkiran material keras (Batu) yang dapat
              mengganggu pekerjaan.

           b.  Cara Pelaksanaan :
                1) Pemotongan Pohon-pohon besar dapat dilakukan dengan menggunakan alat berat ataupun
                    dengan menggunakan alat-alat tukang (tergantung dari tingkat kesulitannya).
                2) Pemangkasan rumput-rumput ilalang dapat dilakukan hanya dengan menggunakan alat-alat
                    tukang atau bisa langsung dicabut          dengan menggunakan tangan. Prosesnya ini
                    biasanya tidak           mengalami tingkat kesulitan yang tinggi.
                3) Pemindahan Material Keras (Batu) dapat dilakukan oleh 1-10 orang tenaga pekerja ( Ukuran
                    skala kecil ) namun dapat juga dengan menggunakan alat berat ( Ukuran skala besar ). Material
                    Keras dipindahkan sejauh mungkin dari lokasi pekerjaan agar tidak mengganggu kelancaran
                    pekerjaan.
           c. Keterkaitan Pelaksanaan Dengan Penggunaan Alat :
                1) Pemotongan Pohon-pohon besar dapat dilakukan dengan menggunakan gergaji, kapak,
                    gergaji mesin dsb, atau dengan menggunakan Buldozer dan Exavator tergantung dari besar
                    kecilnya pohon di areal tersebut.
                2) Pemangkasan rumput atau ilalang di areal lokasi dapat dibersihkan dengan menggunakan arit,
                    parang, cangkul dsb
                3) Pemindahan material keras seperti batu (ukuran skala besar) atau pohon-pohon yang sudah di
                    tumbangkan dapat dipindahkan dengan menggunakan Exavator ataupun dinaikkan kedalam
                    Truk untuk dapat dipindahkan keluar dari lokasi pekerjaan.
     *     Pemasangan Bowplank
             Bowplank berupa tonggak yang ditancapkan ditanah pada beberapa titik diluar bangunan yang
             dihubungkan dengan benang atau papan. Bowplang berguna sebagai penentu titik ukur posisi-posisi
             denah bangunan dan ketinggian elevasi antar lantai. Untuk bangunan yang tidak terlalu luas, cukup
             dengan penarikan benang untuk posisi dan menggunakan pipa berisi air untuk pengukuran elevasi.
                Bowplank dipasang dengan jarak 1 meter diluar denah bangunan .


                                  METODE PELAKSANAAN CV. HANAKO
                Peralatan yang digunakan :
                1.       Meteran
                2.       Palu
                3.       Tang
                4.       Kakatua (gegep/catut)
                5.       Benang
                Tahapan Pekerjaan :
               a.    Melakukan pengukuran,
               b.    pemasangan patok, yang diawali dengan pengukuran areal yang akan dibersihkan dengan
                     menggunakan alat ukur / meteran.
               c.    Setelah mendapatkan persetujuan Direksi/Engineer/Pengawas Lapangan, maka pemasangan
                     bouwplank dapat dilaksanakan. Mengingat pentingnya pekerjaan ini yang secara langsung
                     berdampak pada hasil pekerjaan fisik, maka untuk pemasangannya harus sesuai dengan
                     rencana pekerjaan/gambar-gambar kerja.
                     Pemasangan Bowplank atau Patok dilakukan dengan menancapkan patok sebagai batas ukuran
                     yang akurat setelah mengalami proses pengukuran.
               b.    Keterkaitan Pelaksanaan dengan Penggunaan Alat :
               1)    Untuk menentukan suatu ukuran harus menggunakan alat Bantu ukur / meteran.
               2)    Sedangkan Theodolite digunakan untuk menentukan titik pancang, dimana penentuan titik
                     pancang harus dengan memperhitungkan sudut dan itu hanya bisa dilakukan dengan
                     menggunakan alat Theodolite.
               3)    Echosounder digunakan untuk mengukur kedalaman laut.

*       Papan Nama proyek

        * Setelah SPMK deterbitkan maka segera dilakukan pembuatan Papan Nama Kegiatan dan
          Pemasangan Pagar Pengaman Lokasi yang mana penempatan posisinya sesuai dengan
          petunjuk dari direksi.
           Papan nama proyek sangat penting dilakukan untuk memberikan informasi tentang proyek yang
           dilaksanakan meliputi :
                     Nama proyek                  :
                     Pemilik proyek               :
                     Pemilik pekerjaan            :
                     Kontraktor pelaksana         :
                     Konsultan pengawas           :
                     Jangka waktu pelaksanaan     :
                     Sumber Dana                   :

           a. Tahapan pelaksanaan pekerjaan :
              Melakukan pengukuran/Mall ukuran papan;
               Bahan-bahan yang digunakan adalah :
               1. Papan ( papan kayu kelas III )
                   Ukuran 1,6 m x 1.6 m x 0,02 m
               2. Cat Kayu ( 2.4 Kg)
               3. Paku (1.25 Kg)
           ▪   Pemotongan papan dan kayu
           ▪   Penulisan dan pengecatan
           ▪   Pemasangan
           b.      Peralatan yang digunakan
               1. Alat-alat standar tukang :
                   - Meteran                       - Tang
                   - Alat potong (gergaji)         - Kakatua ( gegep )
                   - Palu                          - Kuas
    *       Pembuatan Barak Pekerja dan Gudang

               Pembangunan Barak pekerja dirancang sedemikian rupa sehingga memberi kenyamanan bagi
               pekerja untuk istirahat, hal ini penting karena pekerja merupakan komponen produksi utama bagi
               penyelesaian pekerjaan proyek. Sedangkan gudang diperlukan sebagai tempat penyimpanan



                                   METODE PELAKSANAAN CV. HANAKO
            peralatan dan bahan serta bengkel diperlukan sebagai tempat pemeliharaan / perbaikan alat yang
            rusak.
            Bangunan ini sifatnya sementara sehingga pada saat proyek selesainya pelaksanaan pekerjaan perlu
            dibongkar kembali.

            a.     Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan:
                  Penentuan panjang dan lebar barak;
                  Penetapan di lapangan sesuai ukuran;
                  Pembuatan kolom pada masing-masing titik kolom;
                  Pemuatan slop kayu;
                  Pembuatan gording;
                  Pembuatan dinding dengan papan kayu;
                  Pembuatan atap dari seng.

            b.     Peralatan yang digunakan :
                   Peralatan yang digunakan adalah peralatan standart tukang, seperti :
                   1. Gergaji           5. Meteran                    9. Skop
                   2. Palu              6. Pemotong besi              10. Golok
                   3. Tang              7. Cangkul                   11. Sendok semen
                   4. Kakatua (Gegep) 8. Linggis           12. Alat bantu lainnya




                                   Gbr. Barak Kerja dan Gudang
        Gunting seng digunakan untuk memotong seng gelombang sebagai lapisan luar dari pagar pengaman.
        Alat tukang lainnya digunakan sesuai fungsi dengan kebutuhannya.

*   Suplai Air Kerja

            Supply air bersih dan air kerja untuk pelaksanaan pekerjaan akan digunakan sumber air tanah dengan
            membangun sumur bor, atau mencari sumber lain yang memenuhi syarat untuk pelaksanaan
            pekerjaan.
            Keperluan air bersih, meliputi :
        o   Air untuk bahan campuran adukan beton, untuk plesteran dan untuk adukan pasangan bata.
        o   Untuk perawatan beton (curing), untuk perawatan batu bata
        o   Untuk toilet dan MCK pekerja
        o   Untuk keperluan tes peralatan mekanikal, tes instalasi plumping
        o   Keperluan pekerjaan lainnya.

*   Dokumentasi

              Kegiatan Ini diperlukan untuk melakukan dokumentasi kegiatan proyek pada saat awal pekerjaan
              yang dimulai dari 0 (nol) persen hingga 100 (seratus) persen.
              Selanjutnya dengan dokumentasi yang ada dilakukan proses administrasi terhadap semua
              pekerjaan termasuk bukti progres kerja.
              Shop Drawing :
              Shop Drawing adalah gambar rencana yang menjadi acuan pelaksanan dalam mengerjakan suatu
              pekerjaan dan dibuat setelah gambar rencana dari konsultan perencana mendapat persetujuan dan
              pengesahan
      Peralatan yang digunakan :
              - 1 set kamera
              - 1 set meja gambar beserta peralatannya
              - Kertas kalkir / gambar
        Waktu yang dibutuhkan, sama dengan waktu pengerjaan ( umur ) proyek




                              METODE PELAKSANAAN CV. HANAKO
    PEKERJAAN BETON
PEKERJAAN BETON

                - Tahapan pelaksanaan :
                       Buat daftar potong bengkok besi sesuai gambar pembesian struktur
                       Potong besi beton sesuai dengan panjang rencana yang tertera pada daftar potong
                        bengkok
                       Bentuk/bengkokkan besi sesuai bentuk yang tercantum dalam daftar
                       Besi beton yang telah dipabrikasi tersebut ditumpuk pada tempat yang terlindung, diberi
                        tanda/label untuk mempermudah saat dipasang dilapangan serta tidak tercampur dengan
                        besi struktur lain.
                       Pada waktu akan dipasang, besi beton diangkut kelokasi pemasangan dengan ponton.
                       Untuk memudahkan kelurusan dimarking dulu dengan benang dan kapur tulis.
                       Setiap persilangan besi diikat dengan ikatan silang supaya jarak tidak     bergeser.

               Pekerjaan Bekisting


                                                                Bekisting harus dipasang pada bidang yang tepat
                                                                tanpa celah pada sambungan dan penyangga
                                                                direncanakan dengan aman serta dibagi sehingga
                                                                tidak dapat berubah bentuk Defleksi yang terjadi
                                                                selama pengecoran dan pemadatan beton. dan
                                                                harus dibuat sedemikian rupa sehingga menjamin
                                                                tidak terjadi kebocoran-kebocoran cairan dari
                                                                beton.




            - Tahapan Pelaksanaan :
                        Bekisting sebelum digunakan untuk pengecoran beton harus dibersihkan dengan baik
                         untuk terhindar dari debu gergaji, serutan dan semua bahan asing lainnya. Bekesting hanya
                         boleh dibuka/dilepas dengan cara sedemikian rupa, sehingga tidak menyebabkan rusaknya
                         beton.
                        Bekesting tidak boleh dilepas sebelum beton cukup umur, Jangka waktu minimum antara
                         pengecoran beton dan pelepasan bekesting dari berbagai struktur harus memenuhi
                         persyaratan dalam spesifikasi teknik dan Peraturan Beton Indonesia PBI 1971.

             Pemasangan Bekisting dan Tulangan Balok

                         Pasang tali penggantung (besi beton diameter 16 Inch)
                         Pasang kayu ukuran 7/10 pada tali penggantung sebagai penyangga plat form
                         Pasang plat form dari multiplek 12 mm
                         Pasang tulangan di atas plat form
                         Pasang bekisting panel

                  Mutu beton yang digunakan

                     Untuk Memperoleh mutu beton yang dipersyaratkan disini maka sebelumnya dibuat Mix
                     design. Mutu beton ini tergantung dari mutu unsur-unsur pendukungnya yaitu Agregat (batu
                     pecah dan pasir), semen dan air. Agregat harus memenuhi persyaratan dari Peraturan Beton
                     Indonesia (PBI 1971 Ni-2 dan SK.SNI 1991 T.15.1991.03) baik gradasi maupun kekerasannya.
                     Demikian pula untuk semen dan air harus memenuhi persyaratan teknisnya.
                     Beton bertulang terdiri dari penggabungan matrial agregat kasar dan halus dan diperkuat
                     dengan kekuatan baja yang bekerja bersama dalam menerima gaya – gaya yang muncul akibat
                     beban hidup, beban mati dan beban sementara.
                     Syarat-syarat :
                          Dalam pemilihan pemakain material yang jenisnya material yang berkwalitas dan
                           memperhatikan syarat kwalitas material sesuai petunjuk teknis.
                          Pemeriksaan material Semen, Agregat kasar (Split), Pasir dan air kerja harus memenuhi
                           syarat..PBI.71


                                 METODE PELAKSANAAN CV. HANAKO
                             Semen harus mempunyai daya ikat sesuai persyaratan teknis..PBI.71
                             Agregat kasar /Split kwalitas keras dan tidak mengandung tanah atau       Lumpur dan
                              kadar lumpur yang diijinkan maximum 1 %.
                             (ketentuan dalam PBI.71)
                             Pasir Cor harus mempunya kwalitas yang baik keras dan kadar lumpur yang diijinkan
                              maximum 5 % (ketentuan dalam PBI.71)
                             Untuk mendapatkan mutu Beton yang baik dalam pelaksanaan pengecoran setiap
                              pengecoran 5 M3 diambil sample 2 buah kubus dijaga / dipelihara selama dalam proses
                              pengeringan selanjutnya diuji kekuatan tekan betonnya dilaboratorium.
                             Selama proses pengeringan beton harus selalu dilindungi dengan penyiraman air atau
                              ditutup dengan karung yang senantisa dibasahi           atau menggunakan bahan
                              additive dan umur beton maximun dapat dicapai setelah berumur 28 hari.
                             Air kerja digunakan yang berkualitas baik terhindar dari pengaruh air garam dan bahan
                              kimia lainnya.
                             Pekerjaan pengecoran dilaksanakan dibutuhkan ketelian dan pengawsan untuk
                              mendapatkan mutu Beton yang baik setiap pengecoran 5 M3 diambil sample 2 buah
                              kubus dijaga / dipelihara selama dalam proses pengeringan.
                             Selanjutnya diuji kekuatan tekan betonnya dilaboratorium. Selama proses pengeringan
                              beton harus selalu dilindungi dengan air bersih atau ditutup dengan karung yang
                              senantisa dibasahi atau
                   dapat juga menggunakan bahan additive untuk mempercepat proses pengeringan. Dan umur beton
                   maximun adalah 28 hari.
                   Pendekatan pelaksanaan dilapangan dilakukan dengan proses sebagai berikut :

                                                                                    Perancah + Bekesting

                                                                                                T Tiang
                                                                                             Isiananah
                                                 Semen PC
                                                                                          ( Su Cap
                                                                                 Dasar Poer / Pileb
                                                 Pasir Beton                                    Balok
                                                                                 Grede )
    Pengadaan Bahan                                                                            Pondasi
                                                                                        Plat Lantai + Kerb
                                              Batu Pecah 1-2
                                                                                      Plat Sub
                                                                                 Bawah ( Sayap + Injak
                                                           Skema                       se )
                                                                                 CourPondasi Atas
                                                    Air
                                               Tahapan                                      Lapisan
                                                                                      ( Base Course
                                                                                 Atas ) ( Surfe
                                                 Zat Adittife                    CourPlat)Lantai + Kerb
                                                                                       se

                                               Besi Tulangan                                    Tanah
Pengecoran Beton

                                                                                 Dasar          ( Sub
                       Pengecoran beton

                                                                                Grede )
                        Pekerjaan pengecoran dilaksanakan setelah pekerjaan pembesian selesai serta telah disetujui
                        oleh Direksi Pengawas Pekerjaan. Pengecoran beton dilakukan dengan molen (Concrete Mixer)
                                                                                                Pondasi
                        bila volume beton yang akan dicor sedikit, sedangkan penggunaan beton ready mix akan
                        menjadi pilihan untuk volume pengecoran yang besar.     Bawah ( Sub
                                                                                 Course )
                                                                                          Pondasi
            Gambar Proses Pembetonan                                             Atas ( Base
                                                                                 Course )
                                                                                    Perancah + Bekesting
              Urutan Pelaksanaan Pengecoran :
                             Pembuatan Job Mix Formula (JMF) sesuai contoh material agregat yang akan dipakai.

                                    METODE PELAKSANAAN CV. HANAKO
                                      Perbandingan campuran agregat dalam JMF yang menggunakan takaran berat
                               dikonversikan ke perbandingan volume (bila pengecoran dengan molen) Selanjutnya
                               buat alat penakar sesuai dengan hasil konversi.
                              Pemasangan besi beton tulangan dan bekesting
                              Juru ukur akan memberi tanda elevasi beton yang akan dicor
                              Pemasangan tenda pelindung (bila diperlukan)
                              Proses pengadukan beton dengan menggunakan molen
                              Beton dituang dilokasi pekerjaan serta dipadatkan dengan vibrator.
                              Beton diratakan sesuai dengan batas elevasi yang telah ditentukan.
                              Perawatan beton agar sampai batas umur yang diisyaratkan.

                -     Persiapan Teknis :
                                     Pegujian material ( Uji Laboratorium )
                              Perhitungan Rencana Campuran ( Jobmix Formula )
                              Melakukan Percobaan campuran
                              Melakukan pengujian terhadap hasil jobmix.
                -    Persiapan Pelaksanaan :
                                     Pengadaan bahan ( semen, split, air, zat aditif ) harus cukup
                                     Kotak aduk sudah sesuai dengan jobmix formula
                                     Alat Bantu skop, cangkul, riskam dll
                                     Concrete mixer, vibrator, dan alat transport ( pontoon )
                                     Perlengkapan lainnya seperti tremi, talang cor, panggung cor




                         Gbr. Proses pengadukan dan
                           pengecoran beton                                Gbr. Proses pengecoran

-   Cara Pelaksanaan :


                Setiap campuran beton harus diaduk dalam pengaduk (mixer) sehingga merata/homogen dan waktu
                pengadukan minimum adalah 2 menit untuk setiap kali mencampur.
                Segera setelah beton siap dituangkan, maka dilakukan uji slump tes. Selanjutnya dituangkan ke dalam
                begesting, dan adukan beton harus dipadatkan dengan concrete vibrator yang jumlahnya harus
                mencukupi.
                Pengecoran harus dilakukan menerus dan hanya boleh berhenti pada tempat-tempat yang
                diperhitungkan aman dan telah direncanakan terlebih dahulu. Untuk menyambung suatu pengecoran
                dari pengecoran sebelumnya harus dibersihkan permukaannya dan dibuat kasar, agar sempurna
                sambungannya. Sebelum adukan beton dituangkan, permukaan harus disiram dengan air semen
                dengan campuran 1 pc : 0,5 air. Selama pengecoran beton perlu diambil/dibuatkan sample kubus
                sebanyak 2 buah untuk setiap 5 m3 pengecoran dan sample kubus tersebut harus di jaga/dipelihara
                dan selanjutnya diuji kekuatan tekan betonnya di laboratorium.

                -   Pemeliharaan Beton (Curring)
                     Selama proses pengerasan dari beton yang selesai di cor, beton harus dilindungi dengan air bersih
                     atau ditutup dengan karung yang senantiasa di basahi atau menggunakan bahan additive.

                Pekerjaan struktur beton dapat diuraikan sebagai berikut :

                    a.   Beton isian tiang menggunakan beton mutu K-325
                    b.   Pelaksanaannya sesuai ukuran yang ada dalam gambar rencana yaitu setinggi 1,8 m.
                    c.   Pembesian dirakit diluar sesuai gambar, dengan bagian ujung bawah tulangan dilas pada besi
                         pelat t = 12 mm sehingga dapat berfungsi sebagai bekesting dasar.
                    d.   Pengecoran beton dilakukan dengan menggunakan tremi agar tidak terjadi segregasi beton.


                                     METODE PELAKSANAAN CV. HANAKO
e.   Pengisian tiang pancang dengan beton diawali dengan penutupan tiang dengan plat baja
     (Concrete Stopper) yang digantung / dilas pada ujung bagian bawah tulangan isian , setelah
     besi tulangan isian dimasukkan maka selanjutnya dapat dilakukan pengecoran adukan beton.
-    Tahapan Pelaksanaan :
    Proses ini dilaksanakan setelah pipa pancang terpancang secara keseluruhan, kemudian
     dengan memberikan tulangan baja sebagai struktur tarik dan sebagai stek pengikat poer,
     dilanjutkan dengan pemberian adukan campuran beton K-325.
    Pembentukan Besi Tulangan.( Sesuai Gambar Rencana )




         Gbr. Isian tiang




     Pengelasan Concrete Stopper Pada Besi Tulangan
            Semua ukuran yang dipergunakan di dalam pelaksanaan haruslah mengacu kepada
             Gambar Kerja yang telah ditetapkan dan disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
            pengawas pekerjaan sebelum diterapkan dilapangan dan juga mengacu pada
             peraturan-peraturan yang ditetapkan di dalam RKS dan Gambar Kerja.
            Untuk masing-masing item pekerjaan yang menggunakan campuran beton K-325
             haruslah dibuatkan sempel beton untuk pengujian kuat tekan beton. Jumlah sample
             yang disediakan untuk tiap seri pengetesan sebanyak 10 (Sepuluh) buah dengan nilai
             maximum Slump 7 cm.



                                                        Makassar, 3 Januari 2012
                                                           CV. HANAKO




                                                       WAHYU SURYA PUTRA
                                                           Direktur




                  METODE PELAKSANAAN CV. HANAKO

								
To top