Docstoc

gaya hidup

Document Sample
gaya hidup Powered By Docstoc
					MAKALAH FILSAFAT SAINS

             Gaya Hidup

     Masyarakat Indonesia




                    Oleh:

      Iin Widyastutik       (093654034)




    UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN
          MATEMATIKA

  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS

                    2011
                                BAB I

                         PENDAHULUAN


A. Latar belakang

           Saat ini korupsi semakin merajalela di negeri kita Indonesia.
   Pertelevisian baik milik swasta maupun negara berlomba-lomba
   menyajikan berita-barita tentang korupsi yang dilakukan oleh para petinggi
   negara. Seiring dengan hal itu, semakin gencar pula bangsa Indonesia
   melakukan pemberantasan korupsi. Tapi anehnya, semakin dibrantas
   semakin banyak korupsi yang tumbuh seperti kata pepatah mati satu
   tumbuh seribu, seakan korupsi di Indonesia tidak akan pernah ada
   habisnya.
           Salah satu penyebab seringnya terjadi korupsi adalah gaya hidup.
   Sebenarnya apa hubungan korupsi dengan gaya hidup? Gaya hidup antara
   orang satu dengan yang lainnya pasti berbeda. Gaya hidup antara orang
   desa dan orang kota, orang jaman dulu dan jaman sekarang, orang kaya
   dan orang miskin, orang tua dan remaja akan selalu berbeda satu sama
   lain. Para pejabat tinggi seperti anggota DPR baik itu di tingkat pusat
   maupun daerah sering terlibat dengan kasus korupsi. Hal ini dikerenakan
   mereka selalu menerapkan gaya hidup mewah. Jika seseorang bergaya
   hidup mewah lalu hal itu akan membuat orang lain disekitarnya akan iri
   dengan kemewahan yang diberikan lalu mereka berusaha dengan sekuat
   tenaga dan berbagai cara untuk bisa seperti orang yang memiliki gaya
   hidup mewah. Tapi ironisnya masyarakat Indonesia, yang pada umumnya
   suka memamerkan apa yang dimilikinya di tambah memiliki gaya hidup
   yang mewah, hal ini menyebabkan suburnya praktek korupsi di Indonesia,
   dari para pejabat, para pegawai negeri dan swasta, sampai tinggat RT/RW,
   karena saat ini masyarakat Indonesia melihat orang bukan dari
   kepribadianya, tetapi apa yang dimilikinya. berapa banyak harta yang
   dimilikinya. Selain itu, pemerintah juga tidak bersikap tegas terhadap para
   pelaku korupsi. Pemerintah hanya menyita barang-barang yang diduga
  hasil korupsi dan memberi sanksi hukuman penjara selama beberapa tahun
  saja. Jadi siapakah yang harus disalahkan jika semua itu telah terjadi?
  Pemerintah? para koruptor? atau kita sendiri?
            Tidak hanya kasus korupsi itu saja yang disebabkan oleh
  pengaruh gaya hidup. Banyak sekali kasus-kasus lain misalnya kasus
  kriminal perampokan, pencurian, penipuan yang disebabkan karena
  tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup yang berujung pada gaya hidup
  seseorang dan kasus-kasus yang dilakukan para remaja akibat mengikuti
  gaya hidup bebas seperti perilaku menyimpang, asusila, sampai berujung
  pada tindakan kriminal. Itu semua adalah dampak dari gaya hidup yang
  kurang baik.


B. Rumusan masalah
   1. Apa saja bentuk-bentuk gaya hidup yang dianut masyarakat di
      Indonesia?
   2. Adakah pengaruh gaya hidup dalam kehidupan dimasyarakat?
   3. Gaya hidup seperti apakah yang sebaiknya diterapkan oleh setiap
      orang?


C. Tujuan
   1. Mengetahui bentuk-bentuk gaya hidup yang dianut masyarakat di
      Indonesia.
   2. Mengetahui pengaruh gaya hidup dalam kehidupan dimasyarakat.
   3. Mengetahui gaya hidup yang sebaiknya diterapkan oleh setiap orang.
                               BAB II

                          PEMBAHASAN


A. Peta Konsep



                                  Gaya Hidup



                                                         Filsafat Pend.
             Kajian Filsafat       Hakikat Ilmu
                                                              Sains



                                        Bentuk-bentuk        Pembentukan
                     Agama
                                          gaya hidup            akhlak



                                     Dampak/pengaruh        Media Teknologi
                     Norma
                                        gaya hidup           dan remaja



                                                             Sains dan gaya
                                                            hidup sederhana



B. Kajian Filsafat

   1. Agama

            Menikmati dunia sepuasnya, setelah kunci-kunci kekayaan itu
       dibuka oleh Allah memang lebih ditakutkan oleh RasululLah
       shallalLaahu‟alayhi wa sallam dibandingkan belitan kefakiran. Dalam
       salah satu makna sabda Beliau:

       “Bukan kefaqiran yang aku takutkan menimpa kamu sekalian, akan
       tetapi yang lebih aku takutkan adalah ketika dihamparkannya
       kekayaan dunia terhadap kamu sekalian, kemudian kalian menikmati
       dunia itu sepuas-puasnya, kemudian kalian dihancurkan oleh Allah
  sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah dibinasakan [HR
  Bukhari-Muslim].

       Hedonisme merupakan tabir jurang paling tepi dari tahapan
  kehancuran jalan hidup materialisme. Kota Pompeei dan penduduknya
  yang dikubur oleh Allah lengkap dengan ekspresi mereka tatkala
  adzab datang dengan tiba-tiba, merupakan monumen peringatan bagi
  penempuh jalan ini jika mau mengambil pelajaran.(Adian Husaini,ar
  risalah)

2. Norma

            Pola dan gaya hidup remaja saat ini telah berada dalam
  kualitas moral yang sangat memprihatinkan. Norma-norma budaya
  dan agama diabaikan begitu saja demi sekedar untuk merengguh
  predikat „generasi modern‟. Hampir semua budaya modernitas dengan
  ideologi liberalismenya dibawa ke dalam seluruh ruang kehidupan
  sampai tidak menyisakan ruang bagi tumbuhnya etika religius dan
  etika kultural lokal. Salah satu budaya modernitas yang saat ini
  menjadi trend gaya hidup (life style) remaja adalah budaya seks bebas
  atau free sex. Bahkan jika ada sekelompok remaja yang gagap dengan
  budaya yang satu ini dianggap kuno atau ketinggalan jaman. Sampai
  “pacaran tanpa seks” dinilai hambar. Siapapun yang terjun dalam
  dunia pacaran berarti menyiapkan diri untuk terjun ke dunia “seks pra
  nikah”.

            Saat ini, seks pra nikah di sebagian kalangan remaja baik
  pelajar maupun mahasiswa bukanlah hal yang tabu lagi. Yang
  terpenting bagi mereka adalah berusaha semaksimal mungkin meski
  aktif melakukan hubungan seks (pra nikah) tetapi tidak hamil. Dan di
  kalangan yang „kebetulan‟ tidak melakukan perilaku seks bebas pun,
  tidak serta-merta memiliki pandangan bahwa seks bebas merupakan
  hal yang ditabukan. Tetapi lebih dipandang sebagai pilihan pribadi
  atau hak individu. Karena itu „seks bebas‟ menurut kelompok remaja
  ini tidak dapat dipandang sebagai „budaya menyimpang‟. Hubungan
  seksual di kalangan kaum modern ini lebih dipandang sebagai hal
      yang alamiah belaka. Karena itu, pemuasan seksual pun dipandang
      sebagai reaksi biologis semata, yang bila perlu disalurkan di mana saja
      dan kapan saja tanpa harus ada ritual-ritual sakral, baik dalam
      perspektif budaya maupun agama. Bahkan tidak sedikit yang
      menjadikannya sebagai simbol kemodernan.




C. Hakikat Ilmu

    1. Bentuk-bentuk gaya hidup
            Gaya hidup menurut Kotler (2002, p. 192) adalah pola hidup
       seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan
       opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang”
       dalam      berinteraksi     dengan     lingkungannya.     Gaya    hidup
       menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan
       berinteraksi di dunia. Menurut Assael (1984, p. 252), gaya hidup
       adalah “A mode of living that is identified by how people spend their
       time (activities), what they consider important in their environment
       (interest), and what they think of themselves and the world around
       them (opinions)”. Secara umum dapat diartikan sebagai suatu gaya
       hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan
       waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada
       lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri
       dan dunia di sekitar (opini). Sedangkan menurut Minor dan Mowen
       (2002, p. 282), gaya hidup adalah menunjukkan bagaimana orang
       hidup,     bagaimana      membelanjakan    uangnya,     dan   bagaimana
       mengalokasikan waktu. Selain itu, gaya hidup menurut Suratno dan
       Rismiati (2001, p. 174) adalah pola hidup seseorang dalam dunia
       kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan
       pendapat     yang      bersangkutan.    Gaya   hidup     mencerminkan
       keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan.
           Dari berbagai di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup
       adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan, minat
dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana
mengalokasikan waktu. Faktor-faktor utama pembentuk gaya hidup
dapat dibagi menjadi dua yaitu secara demografis dan psikografis.
Faktor demografis misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, usia,
tingkat penghasilan dan jenis kelamin, sedangkan faktor psikografis
lebih kompleks karena indikator penyusunnya dari karakteristik
konsumen.
    Bentuk-bentuk gaya hidup yang banyak di anut oleh masyarakat
Indonesia diantaranya :
  Gaya hidup mewah dan sederhana
          Gaya hidup berdasarkan segi materialnya dapat dibedakan
    menjadi dua yaitu gaya hidup mewah dan gaya hidup sederhana.
    Gaya hidup tersebut tidak memandang derajat ataupun status
    sosial seseorang. Orang kaya belum tentu selalu mengikuti gaya
    hidup mewah tapi ada juga yang menerapkan gaya hidup
    sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga dengan
    orang miskin, tidak semua mengikuti gaya hidup sederhana, tapi
    ada juga yang mengikuti gaya hidup mewah. Gaya hidup mewah
    Itulah yang sering menyebabkan beberapa orang terutama para
    pejabat yang sudah terbiasa dengan gaya hidup mewah,
    melakukan tindakan korupsi demi memenuhi kebutuhannya
    sehari-hari.
          Coba bayangkan kalau semua pejabat tidak bergaya hidup
    mewah dan tidak menghambur-hamburkan uang negara, berapa
    banyak pendapatan yang bisa dimanfaatkan untuk rakyat yang
    membutuhkan, seandainya tunjangan yang diberikan kepada
    pejabat   yang   nilainya   Milyaran     Rupiah    dimanfaatkan
    membangun sekolah-sekolah yang hampir ambruk, berapa
    banyak sekolah yang bisa dibangun, Seandainya ongkos studi
    banding yang luar biasa mahalnya, ditiadakan dan di gantikan
    dengan    pemberian    benih   padi    gratis   bukankah   akan
    mensejahterakan petani kita Seandainya pemerintah mau
    menerapkan gaya hidup sederhana, tidak dengan mobil mewah,
    rumah dinas yang mewah, mungkin korupsi bisa ditekan. Semua
    fasilitas dan gratifikasi yang di berikan oleh rakyat lewat pajak
    yang diberikan di pergunakan oleh para wakil yang tidak
    mewakilkan untuk dapat bergaya hidup mewah, Kita yang
    bayarin para DPR/MPR/DPD untuk jalan-jalan keluar negeri,
    Fasilitas Kendaraan mewah keluaran terbaru, Fasilitas Rumah
    dinas, Fasilitas yang katanya pembahasan UU/UUD, SBY
    menekankan kita untuk berhemat, dan alasan ini juga di pakai
    dalam kebijakan Saat Penaikan BBM. Kenapa selalu rakyat
    yang diminta berhemat, lalu apakah pejabat boleh bergaya hidup
    glamor?, karena kebiasaan hidup mewah yang di contohkan oleh
    pejabat maka hampir seluruh rakyat Indonesia melakukan gaya
    hidup mewah dan Pamer harta atau kekayaan, di tunjang dengan
    maraknya pusat perbelanjaan yang memamerkan barang-barang
    yang eksklusif yang tidak terjangkau oleh masyarakat, sehingga
    untuk mendapatkan barang-barang yang eksklusif masyarakat
    dan pegawai rendahan melakukan korupsi atau berhutang agar
    mereka bisa seperti para pejabat.
   Gaya hidup sehat dalam pola makan
         Gaya hidup sehat menurut pola makan biasanya dalam
    bentuk diet Vegetarian. Orang-orang yang menganut diet
    tersebut     biasanya   menghindari    makan    makanan     yang
    mengandung hewani seperti daging, ikan dan segala macam
    bentuk olahan dari bahan-bahan tersebut. Orang yang menganut
    pola makan tersebut disebut dengan istilah Vegan.
   Gaya hidup berdasarkan aliran-aliran
          Banyak aliran-aliran yang        dijadikan    gaya   hidup
    khususnya dikalangan remaja baik itu fashion atau gaya
    berpakaian, gaya bertindak atau perilaku, musik, sampai pada
    model rambut sekalipun. Setiap aliran mempunyai ciri khas
    masing-masing. Aliran-aliran tersebut diantaranya seperti aliran
    Punk, Rock, Emo, Black Metal, Rege dll. Aliran-aliran tersebut
      diadaptasi dari aliran atau genre musik yang pernah ada.
      Sehingga muncul kelompok-kelompok antar remaja.
             Contoh gaya hidup yang dianut oleh sebuah group band
      luar negeri yang mengacu pada aliran rock yaitu Straight Edge.
      Straight Edge adalah sebuah gaya hidup, filosofi dan pergerakan
      anak   muda    yang   menganut     anti   penggunaan    narkoba,
      penggunaan minuman beralkohol, merokok dan hubungan sex
      bebas, selalu berfikir positif, cinta terhadap lingkungan sekitar
      baik itu hewan maupun tumbuhan. Dalam perkembangannya,
      pergerakan straight edge yang garis keras, mereka menghidari
      penggunaan obat secara menyeluruh (termasuk penggunaan
      secara medis), tidak memakan daging, dan menjunjung tinggi
      hak-hak kebebasan hewan (Animal Rights, Animal Liberation
      dan Animal Welfare) yaitu menolak segala bentuk eksploitasi
      terhadap hewan untuk kebutuhan pangan, fashion atau mode,
      dan penggunaan hewan untuk eksperimen. Dan dalam gerakan
      straight edge yang garis keras mereka mempercayai bahwa sex
      adalah hanya untuk menghasilkan keturunan saja.
2. Dampak/Pengaruh gaya hidup
      Gaya hidup yang dipilih setiap orang tentu mempunyai
  pengaruh yang besar bagi kehidupan mereka masing-masing.
  Pengaruh tersebut tidak hanya dialami oleh orang itu saja tapi juga
  akan berpengaruh pada orang lain atau lingkungan sekitarnya.
  Misalnya, orang yang sehari-harinya bergaya hidup mewah.
  Seseorang jika dari segi material tercukupi, maka sah-sah saja jika
  orang tersebut mengikuti gaya hidup mewah. Namun lain lagi jika
  orang tersebut berpenghasilan yang tidak seberapa namun dalam
  kesehariannya selalu mengikuti gaya hidup mewah demi mengikuti
  trend agar imagenya tetap terjaga. Maka untuk mencukupi
  kebutuhannya, orang tersebut bisa saja melakukan hal-hal yang tidak
  terpuji misalnya saja dengan melakukan tindakan kriminal seperti
  menipu orang lain, mencuri, korupsi, bahkan dikalangan remaja bisa
        sampai menjual diri mereka sendiri demi tercapainya kebutuhan
        hidup mereka.
            Selain itu, bagi kalangan remaja yang mengikuti gaya hidup
        yang mengacu pada aliran-aliran tertentu dan membentuk kelompok-
        kelompok yang terdiri dari aliran-aliran yang berbeda dapat
        meresahkan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar, terlebih
        lagi jika ada perselisihan antar kelompok yang beujung pada
        perkelahian dan kerusuhan, maka dapat mengganggu keamanan dan
        bahkan sarana umum yang ada di lingkungan tersebut.
            Tidak hanya itu saja, gaya hidup bebas dari budaya barat yang
        masuk ke Indonesia dan dianut oleh kalangan remaja dapat merusak
        dan meracuni akhlak dan moral remaja yang nantinya akan menjadi
        generasi penerus bangsa. Hal itu terlihat dari semakin maraknya
        pergaulan   bebas,     tindakan-tindakan   asusila,   pornografi   dan
        pornoaksi sampai pada banyaknya tindaka aborsi yang dilakukan
        oleh para muda mudi bangsa yang beujung pada kematian. Jika hal
        itu terjadi, bagaimana nasib bangsa kita dikemudian hari?
            Dan yang terakhir yaitu pengaruh gaya hidup yang tidak sehat
        pada pola makan, diantaranya seperti akibat terlalu sering makan
        makanan yang siap saji atau biasa disebut dengan fasfood dapat
        berakibat buruk bagi kesehatan yang menimbulkan penyakit-
        penyakit berbahaya akibat dikonsumsi secara terus-menerus yang
        akhirnya dapat menyebabkan kematian.


D. Filsafat Pendidikan Sains

     1. Pembentukan akhlak

             Gaya hidup sederhana merupakan sebuah keindahan dari
        kekuatan mengendalikan diri dari hawa nafsu dan keserakahan.
        Meski untuk menjadi kaya-raya tidak dilarang agama, namun asal
        kekayaannya itu diperoleh secara halal. Toyohiko Kagawa, filsuf
        Jepang pernah mengatakan, jika kita ingin hidup bahagia, kita harus
   hidup sederhana. Apabila engkau memakai jas yang mahal, engkau
   pasti khawatir akan rusak, kotor atau hilang. Apabila engkau
   mengelilingi dirimu dengan barang mewah, engkau sering khawatir,
   barang itu hilang atau rusak. Di mana hartamu berada. di situ
   pikiranmu berada. Engkau akan terbelenggu, oleh sesuatu yang fana.

        Dalam bidang agama, Rasululllah. Rasulullah SAW adalah
   satu teladan mulia yang memperlihatkan sikap sederhana. Meskipun
   beliau memiliki kedudukan terpandang di masyarakat Arab waktu
   itu, beliau sama sekali tidak berobsesi dan berkeinginan untuk
   memamerkan kedudukannya. Rumah beliau sangat sederhana, alas
   tidur hanya pelepah daun kurma yang membekas di pipi beliau setiap
   kali bangun tidur. Sikap hidup sederhana ini pulalah yang
   dibudayakan oleh para khalifah sepeninggal Nabi SAW. Kalau kita
   dapat memahami bahwa hidup sederhana itu indah, maka kita akan
   mudah melepaskan diri dari keserakahan, sekaligus ikut merasakan
   derita orang lain. Jadi, seseorang yang biasa hidup mewah,
   perindahlah hidup anda dengan kesederhanaan. Jadi tidak ada
   salahnya jika masyarakat Indonesia belajar hidup sederhana. Karena
   hidup sederhana bukan berarti miskin. gaya hidup yang sederhana
   akan lebih membawa dampak positif, akan membuat kita menjadi
   lebih hemat, akan membuat kita bersikap lebih murah hati,
   bijaksana, sabar dan tawakal, sehingga nurani kita akan lebih peka
   terhadap penderitaan yang banyak menimpa saudara kita. Dan yang
   paling penting, dengan gaya hidup sederhana ini akan lebih ingat
   kepada ALLAH dan selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah
   diberikan-NYA.

2. Media teknologi dan remaja
      Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini dapat
   mempengaruhi gaya hidup remaja Indonesia khususnya di daerah
   perkotaan. Globalisasi media merupakan salah satu faktor utama
   yang menyebabkan begitu mudahnya budaya-budaya asing masuk ke
   dalam ruang kehidupan keluarga yang tidak dapat di filter lagi .
   Semua jenis media, baik itu Koran, majalah, televise, music, film,
   ataupun internet, berpengaruh besar terhadap gaya hidup remaja
   masa kini. Kebanyakan media menginformasikan tentang gaya hidup
   remaja perkotaan, yang notabene meniru gaya hidup modern. Maka,
   tidak heran jika kita digiring menjadi sangat konsumtif. Masa remaja
   adalah masa pencarian identitas. Kita sebagai remaja mulai mencari
   gaya hidup yang pas dan sesuai dengan selera. Kita juga mulai
   mencari seorang idola atau tokoh identifikasi yang bisa dijadikan
   panutan, baik dalam pencarian gaya hidup, gaya bicara, penampilan,
   dll. Imbasnya banyak kita jumpai teman-teman dengan berbagai
   atributnya yang sebenarnya mereka hanya meniru-niru saja. Sadar
   atau tidak kalau saat ini banyak sekali sinetron remaja yang
   menawarkan life style atau gaya hidup baru? Para bintang atau
   selebriti muda yang digandrungi ternyata mampu mengubah style
   atau gaya hidup remaja.
       Pada masa remaja pengaruh idola memang sangat kuat. Idola
   atau tokoh akan mengendalikan hidup kita yang mungkin tanpa kita
   sadari. Di sinilah peran dari media. Namun, apakah benar bahwa
   media sedemikian buruk pengaruhnya bagi remaja? Sebenarnya
   tidak seratus persen demikian. Hal ini menjadi tantangan bagi kita
   untuk memilah-milah atau selektif terhadap pesan yang disampaikan
   oleh media. Karena, tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan media
   sangat diperlukan. Karena, pada suatu sisi media memungkinkan kita
   untuk tahu beragam informasi, berita, penemuan, dan hal-hal baru.
   Atau bisa disimpulkan bahwa sebenarnya hadirnya media berdampak
   positif dan juga negatif. Dengan demikian, kalau kita tidak selektif
   terhadap pesan media, kita akan menjadi korban media.


3. Sains dan gaya hidup sederhana

       Dalam bidang sains, hidup sehat berarti hidup dengan mengatur
   pola makan yang sehat agar nantinya tidak membahayakan tubuh
kita. Gaya hidup sederhana identik dengan gaya hidup sehat. Ada
beberapa hal yang dapat diterapkan dalam upaya menuju gaya hidup
sehat, diantaranya :

     Mengikuti pola makan yang sehat
      Saat ini banyak makanan yang justru pelan-pelan membawa
      kita pada lorong kematian yang memerihkan. Fast food,
      makanan instant, penyedap rasa, bahan pengawet, makanan
      penuh lemak, dan kawan-kawannya barangkali memang sedap
      untuk dikudap. Tapi mungkin deretan makanan inilah yang
      kelak akan mengantar kita ke ruang ICU, jika terus disantap
      penuh nafsu. Makanan yang sehat tidak harus yang mahal,
      yang terpenting adalah jika semua gizi terpenuhi dan higienis.
     Melakukan kegiatan olah raga secara teratur.
      Olah raga tidak harus bergabung dengan pusat kebugaran
      untuk menjadi sehat. Namun, Olah raga yang baik adalah yang
      dilakukan secara rutin minimal 30 menit sehari selama 5 kali
      seminggu. Jika sudah menjadi kebiasaan, olahraga setengah
      jam setiap hari itu sungguh akan menjadi sebuah kenikmatan
      yang menghanyutkan.
     Ibadah (Selalu ingat kepada Maha Pencipta).
     Stop merokok dan kurangi alkohol.
     Mental bathin tenang dan seimbang.
                             BAB III

                           PENUTUP




A. Simpulan

          Banyak sekali bentuk-bentuk gaya hidup yang dianut dan
  berkembang di kalangan masyarakat Indonesia. Bentuk-bentuk gaya
  hidup tersebut seperti gaya hidup mewah yang banyak dipakai oleh para
  pejabat yang melakukan korupsi uang rakyat, gaya hidup sederhana, gaya
  hidup dengan aliran-aliran tertentu seperti aliran Punk, Emo, Rock dll.
  Dari berbagai macam bentuk gaya hidup tersebut tentu akan memberikan
  dampak/pengaruh bagi orang tersebut dan juga orang lain serta
  lingkungan sekitarnya. Dampak atau pengaruh tersebut dapat berupa
  pengaruh yang positif maupun yang negatif. Pengaruh yang positif tentu
  berasal dari gaya hidup yang baik sedangkan pengaruh negatif pasti
  berasal dari gaya hidup yang buruk. Misalnya saja akibat gaya hidup
  bebas yang ditiru dari budaya barat yang masuk ke Indonesia oleh
  kalangan remaja dapat merusak akhlak dan perilaku para generasi muda
  tersebut. Dari pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan tersebut, tentu kita
  tahu bahwa hanya dengan mengikuti gaya hidup sederhana, apa adanya,
  dan selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan niscaya kita akan
  dapat hidup sejahtera baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

          Kita sebagai manusia yang telah dibekali oleh Allah SWT
  dengan akal dan pikiran dan dengan iman dan taqwa, tentunya kita dapat
  memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga,
  nantinya kita tidak akan salah jalan dan terjerumus ke dalam jurang
  kematian dan dosa. Jadi marilah kita untuk tidak bergaya hidup mewah,
  karena hidup sederhana lebih membawa kedamaian, dan kedamaian lebih
  membawa kebahagiaan.
B. Saran

           Tidak ada salahnya memang jika kita memilih untuk mengikuti
  gaya hidup yang bermacam-macam adanya, namun kita harus
  mengetahui batasan-batasan mana yang baik dan buruk. Hanya dengan
  pedoman iman dan taqwa, kita dapat membentengi diri kita dari
  pengaruh-pengaruh yang negatif yang dibawa oleh budaya luar yang
  bisa masuk kedalam diri kita.
                                 Daftar Pustaka




http://erwin-arianto.blogspot.com/2008/08/gaya-hidup-mewah-penyebab-
       korupsi.html

http://www.kutubuku.com/coretan-penulis/fx-rudy-gunawan/sastra-dan-
       gaya-hidup-remaja-perkotaan.html

http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0602/10/muda/2424715.htm

http://www.eocommunity.com/forumdisplay.php?fid=194&page=1

http://www.goihsan.info/2011/04/sekularisasi-agama-liberalisme.html

http://jokoradityo.blogspot.com/2009/10/seputar-etika-norma-
       agama_4322.html

http://www.membuatblog.web.id/2010/04/pengertian-gaya-hidup.html

http://ranggarila.blogspot.com/2010/01/straight-edge-sebuah-filosofi-
       gaya.html
http://strategimanajemen.net/2009/04/20/3-gaya-hidup-sehat-demi-
       produktivitas-kerja/

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1037
posted:1/24/2012
language:
pages:16
Description: Salah satu penyebab seringnya terjadi korupsi adalah gaya hidup. Sebenarnya apa hubungan korupsi dengan gaya hidup? Gaya hidup antara orang satu dengan yang lainnya pasti berbeda. Gaya hidup antara orang desa dan orang kota, orang jaman dulu dan jaman sekarang, orang kaya dan orang miskin, orang tua dan remaja akan selalu berbeda satu sama lain.