Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

reaksi senyawa karbon

VIEWS: 1,592 PAGES: 5

									© 2012 | Rino Safrizal

                                   Reaksi-reaksi Senyawa Karbon


    Di sini akan dijelaskan secara ringkas berbagai macam reaksi senyawa karbon yaitu reaksi substitusi,
    reaksi eliminasi, reaksi adisi, reaksi polimerisasi, dan reaksi oksidasi.
    Berikut penjelasan untuk masing-masing reaksi.


    1. Reaksi substitusi
    Reaksi substitusi merupakan reaksi yang melibatkan penggantian atom/gugus atom pada molekul
    dengan atom/gugus atom lainnya. Reaksi substitusi umumnya terjadi pada senyawa jenuh (tunggal)
    tanpa terjadi perubahan ikatan karakteristik (tetap jenuh)
                                                A+B–CA–C+B
    Contoh reaksi substitusi:
    Reaksi pembentukan haloalkana: reaksi alkana dengan halogen
                                             R – H + X2  R – X + H – X
    Contoh:
    CH3 – H + Cl2  CH3 – Cl + HCl


    Reaksi substitusi atom H pada alkohol dengan logam reaktif (Na, K)
    atom H pada gugus – OH dapat disubstitusi oleh logam reaktif seperti Na dan K
                                            R – OH + Na  R – ONa + H2
    Contoh:
    2 C2H5 – OH + 2 Na  2 C2H5 – ONa + H2


    Reaksi alkoksi alkana (eter) dengan PCl5 menghasilkan haloalkana
                                     R – O – R’ + PCl5  R – Cl + R’ – Cl + POCl3
    Contoh:
    CH3 – O – CH3 + PCl5  CH3Cl + CH3Cl +POCl3


    Reaksi esterifikasi: reaksi pembentukan ester dari alkohol dan asam karboksilat
                                     R – OH + R’ – COOH  R’ – COOR + H – OH
    Contoh
    CH3 – OH + CH3 – COOH  CH3 – COCH3 + H2O




1|http://jejaringkimia.blogspot.com
© 2012 | Rino Safrizal

    2. Reaksi adisi
    Reaksi adisi adalah reaksi senyawa karbon yang melibatkan penggabungan molekul-molekul. Reaksi
    adisi juga dapat diartikan sebagai reaksi pemutusan ikatan rangkap (tak jenuh) menjadi ikatan tunggal
    (jenuh).

                                                                       A   B
                                        –C –C– + A–B                  –C –C–

    Contoh reaksi substitusi:
    Reaksi adisi H2 pada alkena membentuk alkana
    H2C = CH2 + H2  H3C – CH3


    Reaksi adisi H2 pada alkanal membentuk alkohol primer
    Ikatan rangkap C = O pada alkanal bereaksi dengan H2 untuk menghasilkan alkohol primer.

             O
                                NI/Pt
      CH3 – C – H + H2                      CH3 – CH2 – OH
             Etanal                                Etanol


    Disebut juga dengan reaksi reduksi karena terjadi penurunan bilangan oksidasi C


    Reaksi adisi H2 pada keton/alkanon menghasilkan alkohol sekunder
    Ikatan rangkap C = O pada alkanon/keton bereaksi dengan H2 untuk menghasilkan alkohol sekunder.

             O                                    OH
                                 NI/Pt
      CH3 – C – CH3 + H2                    CH3 -CH – CH3
         2 propanon                             2 propanol




    Reduksi H2O pada asam karboksilat menghasilkan suatu alkohol sekunder
    Ikatan rangkap C = O pada asam karboksilat akan terbuka akibat penambahan reduktor kuat untuk
    menghasilkan alkohol primer

         O                                  H
                       LiAlH4 dalam
      R – C – OH                         R – C – OH + H2O
                        H5C2OC2H5
                                            H

    Contoh:

             O                                     H
                          LiAlH4 dalam
      CH3 – C – OH                          CH3 – C – OH + H2O
                           H5C2OC2H5
        Asam etanoat                                H        Etanol


2|http://jejaringkimia.blogspot.com
© 2012 | Rino Safrizal

    3. Reaksi eliminasi
            Reaksi eliminasi merupakan reaksi peruraian suatu molekul menjadi molekul-molekul lain di mana
            salah satu molekul dikatakan tereliminasi. Reaksi eliminiasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi
            pembentukan ikatan rangkap dari ikatan tunggal (kebalikan dari reaksi adisi).


            Reaksi eliminasi H2 dari alkana menjadi alkena
            CH3 – CH2 – CH3  CH3 – CH = CH2 + H2


            Reaksi eliminasi air (dehidrogenasi) dari alkohol
            Alkohol dapat bereaksi membentuk alkena dengan bantuan katalis H2SO4 pekat berlebih pada
            suhu 180oC.
            CH3 – CH2 – OH  CH2 = CH2 + H2O


            Reaksi eliminasi HX dari haloalkana (dehidrohalogenasi)
            Haloalkana R – X dapat bereaksi dengan gugus – OH yang larut dalam alkohol seperti NaOH
            etanolis atau CH3OK, membentuk alkuna.

                    Br
             CH3 – CH – CH3 + OH-              CH3 – CH = CH2 + H2O + Br-
                Bromo propana                        Propena




    4. Reaksi oksidasi
    Reaksi melibatkan oksidator seperti O2, O3, dan KMnO4. Reaksi oksidasi yang penting adalah reaksi
    dengan O2 yang dikenal sebagai pembakaran.


    Contoh reaksi oksidasi:
    Reaksi oksidasi alkohol primer, sekunder, dan tersier
    Alkohol primer, sekunder, dan tersier memberikan reaksi berbeda terhadap oksidator seperti K2r2O7,
    KMnO4, dan O2. Reaksi oksidasi alkohol primer, sekunder, dan tersier selengkapnya dapat di lihat di
    sini.


    Reaksi oksidasi pada alkoksi alkana (eter)
    Alkoksi alkana bereaksi dengan O2 membentuk senyawa hidroperoksida


    Reaksi oksidasi pada alkanal/aldehid
    Reaksi oksidasi alkanal digunakan sebagai reaksi identifikasi antara alkanal/aldehid dengan
    alkanon/keton. Simak informasi lengkapnya di sini.
3|http://jejaringkimia.blogspot.com
© 2012 | Rino Safrizal
    Reaksi oksidasi alkanon/keton
    Alkanon tidak dapat mereduksi oksidator lemah seperti larutan fehling dan larutan tollens. Sifat ini,
    digunakan untuk membedakan alkanon dari isomer fungsinya, yaitu alkanal/aldehid. Simak
    informasinya di sini.


    Reaksi oksidasi pada asam alkanoat
    Reaksi oksidasi asam alkanoat hanya terjadi pada asam metanoat dan asam 1,2 etanadioat

           O
                             KMnO4,
       H – C – OH                             CO2 + H2O
                        H2SO4 encer, hangat
       Asam metanoat




    5. Reaksi polimerisasi
    Reaksi polimerisasi melibatkan penggabungan molekul-molekul kecil yang disebut monomer menjadi
    suatu molekul rantai panjang atau yang disebut polimer. Anda dapat menyimak sifat-sifat polimer
    dengan mengklik di sini. Reaksi polimerisasi dapat dibedakan menjadi 2:


    Polimerisasi adisi: monomer-monomer bergabung membentuk suatu polimer
                                   Monomer + monomer + monomer + . . .  polimer


    Beberapa monomer yang mengalami polimerisasi adisi dapat dilihat pada tabel berikut.
           No.                      Monomer                                 Polimer
            1                           Etena                        Polietena (polietilena)
            2                         Propena                     Polipropena (polipropilena)
            3               Kloroetena (vinil klorida)                PVC (polivinilklorida)
            4                   Tetrafluoroetena             Politetrafluoroetena (PTFE) atau teflon
            5                          Stirena                             Polistirena
            6                     1,3-butadiena                          Polibutadiena
            7               Akrilonitril (vinil sianida)        Poliakrilonitril (PAN) atau Orlon
            8                    metilmetakrilat                  Polimetilmetakrilat (PMMA)
            9
                                      Metanal                             Polimetanal
            10
                           Stirena dan 1,3-butadiena            SBR (Styrene Butadiene Rubber)
            11
                       Kloroetena (vinil klorida) dan 1,2-                   Saran
                                   dikloroetena




4|http://jejaringkimia.blogspot.com
© 2012 | Rino Safrizal
    Polimerisasi kondensasi: monomer-monomer bergabung membentuk polimer dengan melepas molekul
    kecil seperti H2O dan HCl
                         Monomer + monomer + monomer + . . .  polimer + molekul kecil


    Beberapa monomer yang mengalami polimerisasi kondensasi dapat dilihat pada tabel berikut.
           No.                       Monomer                                    Polimer
              1       Dimetiltereflatat dan etilen glikol            Polietilena tereflatat (PET) atau
                                                                         Dacron/Terylene/Mylar
              2            1,6-diaminoheksana dan                               Nilon 6,6
                             asam 1,6-heksandioat
              3               asam tereflatat dan                                 Kevlar
                             1,4-diamino-benzena
              4                metanal dan fenol                                 Bakelit
              5
                            propanon dan metanal                                 perspex
    Keterangan:
    PET           :      suatu poliester yang secara teoritis dapat dibuat dari pencampuran asam flatat (asam
                         karboksilat) dan etilen glikol (alkohol).
    Nilon 6,6     :      merupakan poliamida dengan gugus – CON – yang terbentuk dari polimerisasi 1,6-
                         diaminoheksana dan asam 1,6-heksadioat.
    Bakelit       :      polimer yang terbentuk dari polimerisasi metanal dan fenol.
    Perspex       :      secara teoritis perspex terbentuk dari polimerisasi propanon (keton) dan metanal
                         (aldehid)




5|http://jejaringkimia.blogspot.com

								
To top