Rahasia Wanita Sukses Bisnis & Keluarga
Lucia Priandarini
Daftar ISI
DAFTAR ISI PRAKATA Karena Saya Perempuan Mengapa Harus Berbisnis Sampingan? Alasan Pribadi Kapankah “Saat yang Tepat” itu? Usaha yang Paling Bagus Modal Sebesar Apa yang Bisa Dikatakan “Cukup”? Kekhawatiran dan Pembelajaran Fail To Plan = Plan to Fail Hitung Menghitung Pilah Pilih Usaha Para Pemberi Inspirasi DAFTAR REFERENSI PENULIS
... 1 ... 2 ... 5 ... 13 ... 19 ... 25 ... 31 ... 45 ... 53 ... 61 ... 73 ... 99 ... 133 ... 152 ... 154
1
Rahasia Wanita Sukses Bisnis & Keluarga
Prakata
Kita semua tahu bahwa langkah pertama adalah langkah terberat. Begitu juga dengan memulai bisnis. Selalu banyak alasan untuk menunda-nunda dan selalu terasa berat untuk memulai karena bingung dan takut. Namun ketakutan bisa diatasi dengan banyak-banyak menimba ilmu pada orang yang sudah memulai terlebih dulu, atau lewat membaca buku, artikel, tabloid, dan majalah tentang kewirausahaan. Jadi…SELAMAT! Jika Anda sekarang sedang memegang buku ini, berarti Anda sudah berusaha mengatasi ketakutan tersebut dan selangkah lebih dekat pada impian Anda membuka usaha sampingan dari rumah. Jika Anda, sebagai seorang Ibu, ikut mencari penghasilan dalam keluarga, berarti keluarga Anda punya dua sumber penghasilan. Jika usaha ini makin lama makin tumbuh besar, Anda bisa memilih untuk konsentrasi di usaha Anda sendiri atau menyerahkan pengelolaan pada orang lain. Sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu untuk keluarga, sementara pemasukan terus berjalan.
2
Rich Mom, Rich Family
Dan semuanya bisa dimulai dari rumah Anda, sekarang, dan dengan modal berapapun. Asal perencanaannya tepat, banyak bisnis sampingan rumahan bisa tetap eksis dan berkembang menjadi bisnis besar. Jadi, sekali lagi, semoga buku ini dapat mengurangi kekhawatiran Anda dan membuat Anda segera memulai usaha yang Anda impikan.
Penulis
3
Rahasia Wanita Sukses Bisnis & Keluarga
Karena Saya Perempuan
Aku tidak mengharapkan perempuan mampu mengendalikan laki-laki, aku ingin mereka mengendalikan diri mereka sendiri.
“
Mary Wollstonecraft
”
Pernahkah Anda mendengar seorang pria berkata, “Saya bingung menyelaraskan karir dengan urusan rumah tangga”? Pasti Anda akan setuju bahwa kalimat ini lebih sering diucapkan perempuan. Seorang Istri. Seorang Ibu. Inflasi dan harga kebutuhan hidup yang semakin tinggi membuat sebuah rumah tangga tak lagi bisa mengandalkan pendapatan hanya dari satu sumber (gaji suami). Sebagian besar pasangan merasa harus mencari pemasukan tambahan di luar gaji tetap suami (kecuali sang suami sangat berkecukupan). Namun bagaimanapun kondisi keuangan keluarga, beberapa suami menganjurkan Istrinya tidak bekerja di luar rumah karena khawatir anak mereka kurang mendapat perhatian. Sementara di sisi lain sang Istri kebingungan bagaimana mencukupkan satu sumber pendapatan dengan berbagai kebutuhan yang tak bisa ditunda dan semakin tinggi. Akhirnya Istri ikut bekerja juga. Keputusan seorang Ibu untuk bekerja tak jarang dilakukan dengan setengah hati karena harus meninggalkan anak. Padahal menurut psikolog anak Fitzhugh Dodson, tidak ada penelitian yang mengesahkan anggapan bahwa anak dari Ibu rumah tangga yang tinggal di rumah tumbuh lebih baik dibandingkan anak dari Ibu yang bekerja di luar rumah. Meski demikian jutaan Ibu yang bekerja kantoran
6
Rich Mom, Rich Family
tetap saja merasa bersalah meninggalkan anak mereka berjam-jam dan merasa kehilangan momen-momen penting pertumbuhan sang anak. Kisah lama Tapi nyatanya jutaan pasangan masih terjebak dalam masalah yang sama. Sebenarnya ada alternatif jalan tengah yang bisa diambil seorang Ibu yang butuh pendapatan tambahan tapi enggan keluar rumah: membuka usaha sampingan di rumah. Masalahnya kemudian adalah kebanyakan Istri atau Ibu menemukan begitu banyak alasan untuk tidak mengambil langkah di atas. Mungkin Anda juga pernah (atau bahkan masih) berpegang teguh pada salah satu alasan di bawah ini: “Bisnis itu nggak aman. Nanti kalau rugi gimana? Kalau ditipu orang? Lebih aman nabung saja.” “Saya berangkat kerja jam enam pagi, pulang kerja larut malam. Kapan mau ngurusin usaha?”
7
Rahasia Wanita Sukses Bisnis & Keluarga
6 a.m
11 a.m
8 p.m
bekerja seharian, gak ada waktu ngurusi usaha
“Ingin sih. Tapi modalnya dari mana?” “Saya nggak bakat bisnis!” “Repot!” “Waktu saya sudah habis ngurus anak dan masak di dapur. Masa’ mau ditambah ngurus usaha?” “Gaji saya kecil. Boro-boro buat buka usaha. Buat makan aja pas-pasan.” menjawab alasan Orang sering berkata: “Aku akan menabung uang cukup banyak untuk membiayai sisa hidupku.” Itu baik. Tapi tidak cukup bijaksana. Coba pikirkan lagi: Berapa lama anda harus bekerja dan menabung sampai uang anda cukup untuk menghidupi anda
8
Rich Mom, Rich Family
(dan keluarga)? Berapa tingkat suku bunga tabungan ketika anda pensiun? Standar hidup seperti apa yang akan anda dapatkan jika sebagian besar uang yang anda miliki hanya untuk ditabung? Tingkat suku bunga tabungan saat ini kira-kira satu atau dua persen. Sementara inflasi lebih tinggi dari itu. Maka bisa dibilang Anda tidak mendapat apa-apa dari tabungan Anda. Justru tabungan Anda akan semakin berkurang. Itulah mengapa Anda harus memutar uang Anda dan menggunakannya untuk menghasilkan uang lagi. Usaha sampingan adalah salah satu jalan keluarnya. Tentu saja ini berisiko. Tapi menabung juga berarti menanggung risiko. Anda tahu bahwa tabungan itu akan berkurang, tapi Anda tetap saja menempatkan hampir semua dana Anda di sana. Bukankah itu lebih dari berisiko? Alasan lain: tidak ada waktu. Jika Anda berkata: “Saya tidak punya waktu,” ini berarti Anda belum menjadikan usaha sampingan sebagai prioritas atau sesuatu yang penting. Mengapa demikian? Itu karena Anda belum menemukan alasan mengapa Anda harus punya bisnis sampingan. Itu akan kita pelajari nanti.
9
Rahasia Wanita Sukses Bisnis & Keluarga
Lebih jauh lagi, bisa jadi Anda, para Ibu, disadari atau tidak, berpikir bahwa Anda tak cukup mampu membuka usaha karena Anda…perempuan. Saya tidak mengatakan bahwa pendapat Anda salah atau benar. Namun jika pemikiran Anda selama ini menghalangi Anda untuk berusaha hidup lebih baik, maka ada baiknya pemikiran tersebut ditimbang ulang. Beberapa hal di bawah ini bisa jadi membuat Anda tidak berani mengambil langkah berhubungan dengan kebutuhan penambahan sumber pendapatan keluarga: Menerima mitos bahwa kaum pria lebih pintar mengurus bisnis Menyerahkan semua keputusan finansial yang penting kepada suami Seringkali berpikir tentang masa depan finansial keluarga Anda dan berpikir: “Suatu hari nanti aku akan…” tapi tidak pernah melakukan usaha apapun untuk mewujudkannya Tidak menyatakan pendapat terhadap keputusan finansial yang diambil suami (meski keputusannya mungkin kurang tepat) karena tidak ingin melukai perasaannya atau agar tidak terjadi pertengkaran Suami Anda “tersesat” tapi tidak mau bertanya…dan Anda menuruti saja semua keputusannya Apakah Anda mendapati diri Anda pernah (atau masih)
10
Rich Mom, Rich Family
berada dalam salah satu kondisi atau pemikiran di atas? Silakan periksa persepsi dan kekhawatiran yang muncul dalam benak Anda sendiri dengan jujur dan tuliskan pada titik-titik di bawah ini. Hanya dengan menyadari pola pikir Anda sendiri, Anda kemudian bisa mengubah dan mendiskusikan jalan keluarnya bersama suami Anda. ……………………………………………………………… ………………………………………….…………………… ……………………………………………………………… ……………………. ……………………………………………………………… ………………………………………….…………………… ……………………………………………………………… ……………………. ……………………………………………………………… ………………………………………….…………………… ……………………………………………………………… ……………………. Jika Anda sekarang sedang membaca buku ini, pastilah Anda ingin sesuatu berubah dalam hidup Anda dan keluarga. Dan cara yang Anda pilih untuk mencapainya adalah dengan membuka usaha mandiri. Jika demikian, maka orang pertama yang harus diyakinkan adalah: diri Anda sendiri.
11
Rahasia Wanita Sukses Bisnis & Keluarga
alasan apapun, pada akhirnya itu hanya sekedar “alasan.”
12
Rich Mom, Rich Family
Mengapa Harus Berbisnis Sampingan? “
Keberhasilan hampir benar-benar tergantung pada dorongan dan kegigihan. Rahasia kemenangannya ada pada energi ekstra yang dibutuhkan untuk melakukan usaha atau mencoba cara yang lain
Denis Waitley
”
Daripada Anda mencari-cari alasan untuk tidak melakukan rencana Anda untuk membuka usaha sampingan, bagaimana jika Anda mencari alasan penguat untuk mulai menjalankannya? Dalam bukunya, Rich Woman, Kim Kiyosaki menceritakan betapa ia dan suaminya, Robert Kiyosaki enggan bekerja kantoran meski mereka nyaris tak punya uang sepeser pun di tabungan. “Jika merasakan gaji bulanan, kami mungkin tidak akan pernah membangun bisnis,” begitu katanya. Contoh di atas memang ekstrim. Saya tidak menyarankan Anda benar-benar mengikuti persis apa yang dilakukan suami istri Kiyosaki. Namun ketegasan seperti itulah yang layak diteladani. Mungkin Anda adalah seorang Ibu yang sudah memiliki anak berusia beberapa bulan dan saat ini sedang menimbang-nimbang untuk kembali ke kantor atau tidak. Atau mungkin Anda sudah bekerja kantoran tapi berpikir untuk berhenti atau membuka usaha mandiri di rumah. Apapun keputusan Anda, buatlah agar seakan langkah tersebut adalah satu-satunya opsi bagi hidup Anda dan keluarga. Buatlah daftar plus minus setiap keputusan Anda. Dan karena ini adalah buku untuk para Ibu yang ingin membuka usaha sendiri di rumah, maka saya akan membantu Anda mendaftar sisi positif menghasilkan
14
Rich Mom, Rich Family
PenulIS
lucia Priandarini lahir di Malang,
21 Januari 1984. Meskipun latar belakangnya adalah komunikasi media, namun karena sering mewawancarai para pelaku UKM, ia menjadi tertarik pada dunia wirausaha. Karena itu setelah menyelesaikan pendidikan S1nya di Komunikasi FISIP UI, ia memilih untuk tidak bekerja kantoran dan menjadi penulis lepas yang terobsesi memiliki lebih dari satu usaha. Saat buku ini dibuat, ia juga telah meminjam uang dan mempersiapkan diri untuk membuka usaha mandiri di rumah. Buku ini adalah buku kelimanya yang bertema kewirausahaan. Komunikasi dengan Lucia dapat melalui http://ceritadwipantaraku.blogspot.com/
154
Rich Mom, Rich Family