Embed
Email

Air Telaga Rasul

Document Sample
Air Telaga Rasul
Categories
Tags
Stats
views:
108
posted:
1/18/2012
language:
pages:
8
Nikmatnya Mereguk Air Telaga Rasul

shallallahu’alaihiwasallam

Prolog



Kejadian alam akhirat merupakan rentetan dari sekian peristiwa

besar. Dimulai dari ditiupnya sangkakala pertama untuk

membinasakan seluruh makhluk, dan diakhiri antara lain dengan

disembelihnya kematian di suatu tempat antara surga dan

neraka.



Imam al-Qurthuby menjelaskan, setelah para manusia

dibangkitkan dari alam kubur, sebelum penghitungan amalan,

dalam keadaan rasa dahaga yang luar biasa, mereka digiring ke

arah telaga yang dimiliki oleh para nabi 1. Namun ternyata

sesampainya di sana tidak semua orang diberi karunia untuk

minum air telaga tersebut. Siapakah gerangan mereka yang

beruntung mereguk segarnya air telaga para nabi, dan siapa

pulakah yang bernasib malang terkungkung dalam kehausan luar

biasa akibat terusir dari telaga-telaga tersebut? Bagaimana

pulakah sifat telaga Nabi kita

Muhammad shallallahu’alaihiwasallam yang dikatakan sebagai

telaga terbesar di antara telaga-telaga para nabi lainnya?



Telaga di akhirat itu ada



Keyakinan akan adanya telaga di hari kiamat merupakan suatu

akidah yang dilandasi hadits sahih bahkan mutawatir dan ijma’

para ulama. Imam as-Suyuthy menyebutkan bahwa hadits yang

menceritakan adanya telaga di hari kiamat, telah diriwayatkan

oleh lebih dari lima puluh sahabat

2

Nabi shallallahu’alaihiwasallam.

Telaga yang ada di padang mahsyar kelak jumlahnya bukanlah

hanya satu saja, namun jumlahnya banyak sekali sebanyak para

nabi yang Allah utus ke muka bumi.



Rasulullahshallallahu’alaihiwasallam bersabda,





”.



“Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga. Dan mereka saling

membanggakan siapakah yang telaganya paling banyak

dikunjungi. Aku berharap telagakulah yang paling banyak

pengunjungnya”. HR. Tirmidzi dan dinyatakan sahih oleh al-

Albany.



Telaga nabi kita Muhammad shallallahu’alaihiwasallam



Telaga Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bermata air dari

sebuah sungai di surga yang bernama sungai al-

Kautsar. 3 Darinyalah gemercik air surga mengaliri telaga

tersebut, melewati dua pancuran istimewa, yang pertama terbuat

dari emas dan yang lainnya dari perak.

Beliau shallallahu’alaihiwasallam bercerita,



”.



“Air mengalir dengan deras ke dalamnya melalui dua pancuran

dari surga. Salah satunya terbuat dari emas dan yang kedua dari

perak”. HR. Muslim dari Tsauban.



Telaga Nabi kita shallallahu’alaihiwasallam berbentuk bujur

sangkar dan amat sangat besar luasnya.

Beliau shallallahu’alaihiwasallam menggambarkan,

”.



“Telagaku sepanjang perjalanan satu bulan. Ukuran seluruh

sisinya sama”. HR. Muslim dari Abdullah bin ‘Amr.



Karena telaga Rasul shallallahu’alaihiwasallam paling banyak

pengunjung yang akan mereguk airnya, maka gelas-gelas yang

tersedia di sana pun amatlah banyak.



Beliau shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,



”.



“Gelas-gelas telagaku sebanyak bintang-bintang di langit”. HR.

Ahmad dari Ibnu Umar dansanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim.



Siapakah yang akan melayani kita tatkala minum dari telaga

tersebut? Yang melayani kita bukanlah sembarang orang, namun

ia adalah orang paling mulia di muka bumi ini! Ya, dialah kekasih

kita Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Beliau bersabda,



”.



“Aku akan mendahului kalian ke telaga dan melayani kalian”. HR.

Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud.



Adapun mengenai sifat air yang ada dalam telaga tersebut, maka

jauh lebih menakjubkan dari segala keterangan di atas.

Bagaimana tidak, sedangkan air telaga Nabi

kitashallallahu’alaihiwasallam lebih putih dari susu, lebih manis

dari madu, lebih dingin dari es dan lebih harum dibanding minyak

misik. Barangsiapa meminum satu teguk darinya; maka ia tidak

akan pernah merasa haus selamanya!



Adakah di muka bumi ini air yang memadukan keistimewaan-

keistimewaan tersebut di atas? Susu yang kita minum bisa saja

berwarna putih, namun ia berbau amis. Madu yang kita konsumsi

memang manis, namun warnanya kurang menarik. Air es

memang menyegarkan, namun ia tidak beraroma wangi. Dan

adakah air di dunia ini, seajaib apapun, yang jika diminum

seteguk, kita tidak akan merasakan dahaga selamanya??



Air telaga rasul shallallahu’alaihiwasallam menggabungkan

antara warna, rasa, kesegaran dan aroma yang luar biasa!



Beliau shallallahu’alaihiwasallam menggambarkan sifat air

telaganya,





”.



“Airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih harum dibandingkan

minyak misik … Barang siapa minum darinya; niscaya ia tidak

akan pernah merasa dahaga selamanya!”. HR. Bukhari dan

Muslim dari Abdullah bin ‘Amr.



Beliau juga menambahkan,



”.



“(Airnya) lebih dingin dari es dan lebih manis dari madu”. HR.

Ahmad dan sanadnya dinilai hasanoleh al-Mundziry. 4

Begitulah sekelumit tentang telaga Nabi

kita shallallahu’alaihiwasallam di padang mahsyar… Alangkah

bahagianya orang-orang yang diperkenankan untuk mencicipi air

telaga tersebut, semoga kita termasuk golongan beruntung itu.



Dan alangkah sedihnya orang yang terhalang untuk

menikmatinya, semoga kita dihindarkan dari golongan yang amat

malang itu…



Orang yang terhalang dari telaga

Rasul shallallahu’alaihiwasallam



Ya, ada di antara umat manusia yang tidak diberi kesempatan

untuk mereguk telaga Rasulshallallahu’alaihiwasallam, padahal

saat itu mereka berada dalam kondisi amat dahaga! Siapakah

mereka yang bernasib begitu naas?



Mereka adalah orang-orang kafir, kaum munafikin, orang-orang

Islam yang murtad dan juga para pelaku bid’ah! 5



Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,





.

”.



“Akan datang ke (telaga)ku orang-orang yang kukenal dan

mereka mengenaliku, namun kemudian mereka terhalang

dariku”.



Akupun berkata, “Mereka adalah bagian dariku!”.

Dijawab, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang

mereka ada-adakan setelah engkau (meninggal dunia)”.

Aku berkata, “Menjauhlah orang-orang yang mengubah-ubah

(agamaku) sesudahku!”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin

Sa’d.



Setelah menukil berbagai pendapat para ulama mengenai

siapakah yang dimaksud dengan orang yang terhalang untuk

minum dari telaga Rasul shallallahu’alaihiwasallam, Imam an-

Nawawy menutup keterangannya dengan menukil perkataan

Imam Ibn Abdil Bar, “Setiap orang yang mengada-adakan hal

baru dalam agama, mereka termasuk golongan yang terusir dari

telaga. Semisal orang-orang Khawarij, Syi’ah dan segenap ahlul

bid’ah. Begitu pula orang-orang zalim yang melampaui batas

dalam ketidakadilan dan mengaburkan kebenaran, serta para

pelaku dosa besar yang terang-terangan melakukannya di

hadapan umum. Mereka semua dikhawatirkan termasuk orang-

orang yang dimaksud hadits ini. Wallahu a’lam“. 6



Pelajaran berharga



Pemaparan singkat di atas memberikan pada kita berbagai

pelajaran penting nan berharga. Di antaranya: betapa bahayanya

beribadah dengan sesuatu yang tidak diajarkan oleh

Rasulullahshallallahu’alaihiwasallam.



Karena itulah, seorang muslim dituntut untuk bersikap cerdas

dalam menerima segala sesuatu, apalagi yang berkenaan

dengan masalah agama. Beribadah kepada Allah bukanlah

dengan cara mengikuti tradisi yang umum di masyarakat atau

dengan mempertahankan warisan nenek moyang. Namun

seharusnya beribadah itu sesuai dengan aturan yang diajarkan

panutan kita, nabi besar Muhammad shallallahu’alaihiwasallam.



Bersikap kritislah tatkala disodori suatu amalan! Tanyakanlah

dalil yang melandasinya dari al-Qur’an maupun hadits

Rasul shallallahu’alaihiwasallam. Kalaupun dikatakan amalan

tersebut ada haditsnya, pastikan bahwa hadits tersebut adalah

sahih atau minimal hasan, bukan hadits yang lemah, apalagi

palsu.



Kita hidup di dunia hanya sekali, jangan sampai di kesempatan

yang tak terulang ini, kita melakukan amalan-amalan yang tidak

jelas landasannya atau bahkan sama sekali tidak ada

landasannya. Sehingga justru malah amalan tersebut ditolak alias

tidak diterima oleh Allah ta’ala.Sebagaimana ditegaskan Nabi

kita shallallahu’alaihiwasallam dalam sabdanya,



”.



“Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak sesuai

dengan petunjukku, maka amalan itu akan ditolak”. HR. Muslim

dari Aisyah.

@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 17

Ramadhan 1431 / 27 Agustus 2010



Daftar Pustaka:



 Al-Qur’an dan Terjemahannya.

 Al-Buhûr az-Zâkhirah fî ‘Ulûm al-Âkhirah karya as-Saffârîny.

 At-Targhib wa at-Tarhib, karya al-Mundziry.

 Fath al-Bary Syarh Shahih al-Bukhari, karya Ibn Hajar al-

’Asqalany.

 Kitab at-Tadzkirah bi Ahwal al-Mauta wa Umur al-

Akhirah, karya Abu Abdillah al-Qurthuby.

 Musnad Ahmad.

 Shahih Bukhari.

 Shahih Muslim.

 Sunan at-Tirmidzy.

 Syarh Shahih Muslim, karya an-Nawawy.

 Dan lain-lain.



Footnote:



1. Lihat: Kitâb at-Tadzkirah bi Ahwâl al-Mautâ wa Umûr al-

Âkhirah (II/703).

2. Lihat: Al-Buhûr az-Zâkhirah fî ‘Ulûm al-Âkhirah karya as-

Saffârîny (I/747).

3. Lihat: Kitâb at-Tadzkirah (II/704).

4. Lihat: At-Targhîb wa at-Tarhîb (III/1310 no. 5194).

5. Cermati: Kitâb at-Tadzkirah (II/710-711), Syarh Shahih

Muslim karya Imam an-Nawawy (III/130) dan Fath al-Bâry karya

al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalâny (XI/468-469).

6. Syarh Shahih Muslim (III/130).


About
kunjungi Markaz Abu Fathan di : www.desasalaf.blogspot.com, www.kampungsalaf.wordpress.com, www.markazsunnah.blogspot.com
Other docs by Abu Fathan As ...
Syarah Kitab Tauhid Hal 112-127
Views: 0  |  Downloads: 0
Catatan Tafsir Al Quran MTA
Views: 97  |  Downloads: 21
10 Penangkal Sihir Dan Mata Jahat
Views: 84  |  Downloads: 2
Syarah Kitab Tauhid Hal 96-111
Views: 12  |  Downloads: 0
Syarah Kitab Tauhid Hal 82-95
Views: 31  |  Downloads: 0
Riyadhus Sholihin No.306-307
Views: 10  |  Downloads: 0
Riyadhus Sholihin No.305
Views: 7  |  Downloads: 0
Riyadhus Sholihin No.304
Views: 3  |  Downloads: 0
Riyadhus Sholihin No.303
Views: 2  |  Downloads: 0
Shahih Sirah Nabi Hal 241-260
Views: 14  |  Downloads: 1
Related docs
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!