Docstoc

Paper Strategi Pemanfaatan TTG di NTT 2006 ars

Document Sample
Paper Strategi Pemanfaatan TTG di NTT 2006 ars Powered By Docstoc
					                                                                                                                             Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna   2



            STRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN                                             banyak harapan yang ditujukan kepada unit kerja ini. Telah banyak jenis teknologi yang
                               TEKNOLOGI TEPAT GUNA 1                                              telah dimasyarakatkan, namun belum ada data dan informasi yang akurat yang dapat
                                              Oleh:                                                dijadikan ukuran tentang dampak dari penerapan teknologi tersebut di masyarakat.
                                      Ir. Arie Sudaryanto2
                                                                                                        Faktor utama yang berperan dalam pemanfaatan teknologi adalah kebutuhan
                                                                                                   pengguna terhadap teknologi yang diterapkan dan tingkat manfaat yang dapat diperoleh
Ringkasan
                                                                                                   dari teknologi tersebut. Bilamana teknologi yang diterapkan dapat memberikan nlai
        Tahap awal dalam menentukan strategi implementasi pengembangan teknologi                   tambah bagi pengguna, maka pemanfaatan teknologi akan berkelanjutan. Pentingnya
tepat guna adalah kemampuan untuk mengidentifikasi/ mendiagnosis faktor internal                   faktor   kebutuhan   pengguna    terhadap    teknologi,   tidak   hanya     didorong    oleh
(kekuatan-kelemahan) dan faktor eksternal (peluang-ancaman) yang digunakan sebagai                 pemanfaatannya sebagai pendukung kegiatan usaha ekonomi, akan tetapi juga ditemukan
landasan untuk memformulasikan kegiatan dan menentukan standar keberhasilan                        di kasus-kasus teknologi yang diterapkan sebagai pemenuh kebutuhan dasar seperti
program.                                                                                           contohnya pengadaan air di Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur.
          Perbaikan teknologi yang dihasilkan melalui penelitian dan pengembangan untuk
memecahkan masalah aktual di lapangan merupakan motor penggerak pertumbuhan
                                                                                                   Kata Kunci : Teknologi Tepat Guna, Pertanian, Teknologi, NTT, Belu, Kupang,
ekonomi dan pembangunan daerah.. Teknologi baru yang efisien memberi peluang bagi
                                                                                                   Alor, TTU, Spesifik Wilayah, Pemberdayaan Masyarakat
petani produsen untuk memproduksi lebih banyak dengan korbanan lebih sedikit
terutama sasaran inovasi baru dengan kebutuhan lebih spesifik.

        Pemilihan teknologi tepat guna yang diterapkan selayaknyalah berkesesuaian
dengan karakteristik wilayah (sumber daya alam dan sumber daya manusia) serta
kebijakan pengembangan dari pemerintah daerah. Bilamana teknologi yang diterapkan di
masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif dari sisi sosial dan ekonomi,
maka dukungan pemerintah daerah dalam memberikan infrastruktur penopang
tercapainya keberlanjutan perolehan nilai tambah akan sangat diperlukan.

          Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna (B2PTTG-LIPI) telah banyak
melakukan kegiatan pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian spesifik lokasi
sejak beberapa lima tahun terakhir. Sudah banyak pula teknologi yang direkomendasikan
untuk dikembangkan di wilayah kajian Propinsi NTT. Pemda sebagai salah satu
stakeholder menyambut dengan antusias kehadiran lembaga litbang di daerah dan

1
    Disampaikan padaLokakarya Pengembangan Teknologi PertanianSpesifik Wilayah Mendukung Program
    Pemberdayaan Masyarakat NTT, Kupang 03 Maret 2006
2
    Peneliti B2P TTG LIPI
                         Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna   3                                 Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna   4



I.   PENDAHULUAN                                                                                        Menurut Saragih (2001), diperlukan adanya strategi dan kebijakan yang

1.1. Latar Belakang                                                                            menempatkan pengembangan agroindustri sebagai salah satu sektor unggulan.
                                                                                               Berkembangnya kegiatan ini mampu meningkatkan nilai tambah di pedesaan,
      Sebagian penduduk Indonesia dan juga di Propinsi NTT masih
                                                                                               perluasan     diversifikasi     produk,      meningkatkan       pendapatan        petani    dan
berdomisili di wilayah perdesaan. Mereka pada umumnya berpendapatan
                                                                                               mempercepat akumulasi kapital pedesaan. Urbanisasi ke kota-kota besar akan
rendah, dengan mata pencaharian yang            sebagian besar bergantung kepada
                                                                                               dapat dikurangi sekaligus meningkatkan kemandirian pedesaan.
bidang pertanian. Karena itulah pembangunan ekonomi di propinsi ini perlu
bersandar kepada potensi unggulan spesifik wilayah yang ada di pedesaan                                 Menyadari realitas yang ada pada petani pengembangan agroindustri

dengan memberikan peran pemberdayaan masyarakat yang lebih besar porsinya                      sangat dibutuhkan.      Masih menurut Saragih (2001), perekonomian Indonesia

dibandingkan sebelumnya.                                                                       tidak bisa berbasis kepada teknologi tinggi, tetapi industrialisasi berbasis sektor
                                                                                               pertanian. Agroindustri merupakan jawaban paling tepat, karena mempunyai
      Rendahnya tingkat penguasaan teknologi menyebabkan potensi lokal
                                                                                               keterkaitan ke belakang (backward linkage) dan keterkaitan ke depan (forward
yang tersebar luas di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur, dipasarkan dalam
                                                                                               linkage) yang panjang. Sektor industri pertanian akan memacu pertumbuhan
bentuk mentah tanpa melalui proses pengolahan pasca panen. Ini berpengaruh
                                                                                               perekonomian pedesaaan, sehingga lambat laun bisa menyelesaikan persoalan-
terhadap kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan, sehingga menyebabkan
                                                                                               persoalan di desa. Secara tidak langsung hal itu akan menggairahkan lagi
belum optimalnya keuntungan yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
                                                                                               kegiatan masyarakat desa, sehingga mengurangi arus urbanisasi kekota-kota
      Minimnya keterampilan, pengetahuan dan teknologi yang dimiliki, juga
                                                                                               besar.
menyebabkan masyarakat belum dapat ikut aktif dalam kegiatan ekonomi.
                                                                                                        Sebagian besar SDM yang terlibat dalam agroindustri di daerah pedesaan
Senjang kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian dengan
                                                                                               adalah orang-orang yang berasal dari lapisan bawah masyarakat. Mereka pada
tuntutan kualitas SDM yang semestinya disediakan semakin lebar. Sehingga,
                                                                                               umumnya memiliki tingkat ketrampilan yang rendah, dan tingkat pendidikan
pola peningkatan sumber daya manusia di sektor pertanian perlu diperluas,
                                                                                               yang rendah. SDM perlu program pembinaan mengubah kemampuan sehingga
tidak saja menangani aspek teknis budidaya, tetapi juga aspek lain dalam sistem
                                                                                               SDM agroindustri ini lebih berkualitas dan memiliki kompetensi yang tinggi,
agribisnis dan agroindustri.
                                                                                               mereka mampu menjalankan usaha lebih baik dan meningkatkan penghasilan,
      Seperti pendapat Kurniawati (2002), untuk memberdayakan SDM-agro
                                                                                               serta memperluas lapangan kerja.
hambatan utama yang dihadapi adalah rendahnya pendidikan, kultur dan
                                                                                                    Pengembangan Teknologi Pertanian Spesifik Wilayah merupakan bagian
budaya yang heterogen, masih dominannya budaya masyarakat agraris dan
                                                                                               penting dalam pengembangan pertanian di propinsi NTT.                           Tidak semua
sebagian besar SDM-agro berada pada kelompok masyarakat agraris yang lemah
                                                                                               teknologi pertanian dapat diterapkan di semua wilayah ini, tetapi ada
dalam berbagai hal, termasuk lemah dalam hal akses terhadap faktor teknologi,
                                                                                               kekhususan yang harus diperhatikan baik terhadap keterampilan manusianya,
produksi, distribusi, teknologi dan pemasaran.
                                                                                               adat istiadat, sosial budaya, komoditasnya, kondisi lingkungannya, maupun
                         Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna   5                             Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna   6



jenis kegiatannya yang akan dibantu penyelesaian masalahnya dengan teknologi                   model pengembangan teknologi pertanian yang dipakai dalam merumuskan
yang tepat guna.                                                                               tujuan dan strategi pengembangan serta langkah langkah operasionalnya.

     Penekanan pada kajian ini disebabkan karena banyak teknologi pertanian
yang sudah diperkenalkan dan diterapkan, namun banyak kegagalan yang                           1.2. Permasalahan
terjadi. Oleh karenanya diperlukan ke-hati-hatian dan waspada pada saat
                                                                                                     Pada umumnya budaya petani di pedesaan NTT pada saat ini, dalam
mengembangkan teknologi pertanian dan cara mengalihkan teknologi tersebut
                                                                                               melakukan praktek pertanian masih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan
kepada pengguna dan masyarakat pada suatu wilayah tertentu.
                                                                                               keluarga dan belum berorientasi pada kebutuhan pasar (market oriented).
      Pengembangan teknologi pertanian spesifik wilayah akan mempunyai                         Paradigma pembangunan pertanian berbasis agroindustri pedesaan perlu
karakter dan kekhususan, karena komoditas pertanian andalan yang dipunyai,                     dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek budaya dan struktur sosial
agroklimat dan lingkungannya sehingga akan menjadikan teknologi tersebut                       yang spesifik wilayah.
spesifik terhadap wilayah tertentu. Teknologi pertanian dalam tulisan ini
                                                                                                     Permasalahan       di   bidang    teknologi,      masih     adanya     keterbatasan
didefinisikan sebagai teknologi yang digunakan untuk kegiatan baik pra dan
                                                                                               penyediaan teknologi yang tepat guna yang handal dan mampu memberikan
pasca panen serta pengolahan produk.
                                                                                               nilai tambah yang signifikan dan siap digunakan. Hal ini berdampak pada masih
      Diseminasi dan penerapan teknologi pertanian masih banyak mengalami                      rendahnya produktivitas, efisiensi dan pendapatan petani.
kendala dan permasalahan dalam realisasi di lapangan. Berbagai faktor yang
                                                                                                     Sebagian besar SDM umumnya memiliki tingkat ketrampilan yang
mempengaruhi dalam pemanfaatan teknologi pertanian di suatu wilayah.
                                                                                               rendah, dan tingkat pendidikan yang rendah. SDM perlu program pembinaan
Kekhususan suatu wilayah akan berdampak pada pemanfaatan teknologi yang
                                                                                               mengubah kemampuan sehingga lebih berkualitas dan memiliki kompetensi
khusus pula. Namun yang menarik untuk dikaji adalah bahwa peran peneliti
                                                                                               yang tinggi, mereka mampu menjalankan usaha lebih baik dan meningkatkan
dan pengembang teknologi serta penerap teknologi memiliki andil, dan seberapa
                                                                                               penghasilan, serta memperluas lapangan kerja.
jauh teknologi pertanian spesifik wilayah mampu diterima, atau ditolak oleh
petani akan menjadi bagian dari kajian ini.                                                          Keterbatasan informasi pasar berakibat pada tidak diserapnya produk
                                                                                               oleh pasar dengan optimal karena pengusaha tidak bisa menggambarkan
      Dalam kaitan dengan penentuan teknologi spesifik wilayah maka perlu
                                                                                               struktur dan perilaku konsumen sasaran, rencana posisi produk di pasar, market
dilakukan adanya strategi implementasi program pengembangan teknologi
                                                                                               share dan estimasi penjualan untuk beberapa tahun ke depan.
pertanian guna mendukung pemberdayaan masyarakat NTT. Masalahnya
adalah apakah perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau berlangsung
secara alami. Untuk lebih memahami proses pengembangan teknologi pertanian                     1.3. Kerangka Pemikiran
khususnya, baik dalam rangka perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
maupun untuk monitoring dan evaluasi, perlu dipahami dengan baik model-
                        Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna   7                           Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna   8



      Pengembangan teknologi dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor-                        1. Teknologi peralatan yang tidak tepat sasaran sehingga alat tidak dapat
faktor yang berpengaruh terhadap teknologi itu sendiri, baik yang berkaitan                         digunakan dengan baik. Hal ini juga terkait dengan peran pendampingan
dengan keteknikan, kondisi lingkungan dimana teknologi itu akan diterapkan                          pasca pemberian bantuan peralatan atau pasca pelatihan.
dan pengguna atau pihak yang membutuhkan teknologi serta upaya untuk
                                                                                                 2. Teknologi pengemasan yang sederhana, sehingga dibutuhkan alat
menerapkan dan mensosialisasikan (alih teknologi).                                                  maupun teknik pengemasan yang lebih baik.               Hal ini terkait dengan
      Namun hasil optimum tidak akan dicapai bila produk yang dihasilkan                            desain serta SPIRT. Selain itu bahan baku pengemas seperti plastik
dari adanya penerapan teknologi tidak dapat dipasarkan atau dikomersialkan.                         ataupun bahan lainnya agak sulit didapat.
Karena bisa jadi dengan penerapan teknologi pertanian dalam suatu pola usaha                     3. Tidak berjalannya kegiatan pasca pelatihan/Tindak lanjut pasca pelatihan
produktif, teknologi menjadi beban biaya yang akan mengurangi marjin                                ataupun pasca pemberian alat dirasakan kurang sekali sehingga proses
keuntungan dari suatu usaha produktif. Oleh karenanya penyesuaian dan
                                                                                                    transfer tidak berjalan dengan baik (contoh Desa Otvai dan Desa Waisika)
penetapan ketepatan teknologi pada suatu pola produksi menjadi penting.                             , juga mungkin disebabkan oleh tidak tepat nya pemilihan peserta
      Dampak dari penerapan teknologi yang spesifik terhadap wilayahnya                             pelatihan
akan dapat diwujudkan sebagai upaya peningkatan produktivitas dan
                                                                                                 4. Kurangnya informasi mengenai ketersediaan bahan baku ataupun
peningkatan mutu produk yang dihasilkan. Kondisi ini tentunya bisa dicapai                          informasi yang terkait dengan proses produksi, sebagai contoh salah satu
bila faktor yang berpengaruh dijadikan bahan masukan dalam strategi                                 responden yang memiliki usaha pembuatan instan sirih, mengalami
pengembangan teknologi pertanian spesifik wilayah bersangkutan.                                     kesulitan untuk memperoleh bahan baku (sirih), padahal jika ditelusuri
                                                                                                    sirih banyak terdapat di Desa Biau.

                                                                                              2.2. Teknologi Pertanian Budidaya

II. HASIL KAJIAN                                                                                 a) Ketergantungan petani akan ketersediaan benih, obat dan pupuk kimia

      Dari survai kajian pengembangan teknologi pertanian spesifik wilayah di                       membuat sulitnya petani untuk bergerak. Meskipun di beberapa tempat

Propinsi NTT pada tahun 2005 yang dilakukan oleh tim B2P TTG LIPI Subang,                           (Kabupaten Alor) umumnya petani masih mengolah tanah tanpa

diperoleh informasi mengenai kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh                            melibatkan pupuk kimia.

pelaku usaha (baik di bidang pengolahan, pertanian, maupun nonpertanian).                        b) Sumber air yang sulit/tidak adanya pengaturan air juga terkadang
Kendala yang dihadapi ada yang bersifat internal maupun eksternal, antara lain:                     menyulitkan petani terutama di musim kering.

2.1. Teknologi Pengolahan Pangan                                                                 c) Pengendalian hama untuk jenis tumbuhan tertentu juga sangat
                                                                                                    diperlukan, terutama baru-baru ini ada serangan hama kol yang
                                                                                                    merugikan petani sehingga petani mengalami gagal panen.
                         Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna   9                       Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 10



   d) Kurangnya informasi mengenai proses budidaya pertanian, seperti cara                        berhubungan dengan pelatihan budidaya tanaman pangan, kemudian
      tanam, pengendalian hama secara alami dsb.                                                  Dinas Perindustrian dan Perdagangan membantu masyarakat yang
                                                                                                  hendak memasarkan produknya dilanjutkan dengan bantuan modal dan

2.3. Instansi (dalam pengembangan program)                                                        pelatihan manajemen dari Dinas Koperasi dan UKM. Akhirnya dari

    Kegiatan yang berkenaan dengan pemberdayaan masyarakat yang                                   rangkaian program kegiatan tersebut didapatkan program yang lebih

dilakukan oleh tiap instansi menghadapi beberapa kendala antara lain:                             nyata dan lebih menyeluruh.

   a) Sumber daya manusia                                                                      e) Kebiasaan masyarakat

      Beberapa instansi, seperti BPMD merasa kekurangan personil atau tenaga                      Hambatan khas yang ditemui dalam upaya penerapan teknologi adalah

      dalam melaksanakan program-program kegiatan yang berkenaan dengan                           tradisi. Kelompok masyarakat yang kuat mengacu pada tradisi akan sulit

      pemberdayaan masyarakat. Hal ini disebabkan karena banyaknya                                menerima ide baru.     Hambatan ini terutama ditemukan di kalangan

      program yang harus dijalankan, BPMD menjadi entry point dari dari                           petani tanaman pangan. Teknologi budidaya yang tidak sejalan dengan

      beberapa lembaga luar yang hendak bekerja sama dengan Pemerintah                            kebiasaan bercocok-tanam mereka akan ditolak, sehingga menimbulkan

      Daerah dalam segala bidang, termasuk dengan B2P TTG LIPI Subang.                            benturan tidak produkstif. Oleh karena itu perlu dilakukan program

   b) Dana                                                                                        penyuluhan pengolahan lahan pertanian yang baik dengan sistem bertani

      Semua instansi yang melakukan program pemberdayaan masyarakat                               menetap, penggunaan alat-alat pertanian, pupuk organik dan bibit

      merasakan kekurangan dana, karena banyaknya alternatif program yang                         unggul.

      dapat dilakukan.                                                                         f) Iklim atau keterbatasan alam

   c) Sumber informasi teknologi                                                                  Iklim di wilayah NTT memiliki curah hujan yang pendek, sekitar tiga

      Informasi teknologi yang tepat dapat membantu pelaksanaan program                           bulan. Hal ini harus disiasati dengan baik agar ketersediaan air dapat

      kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dengan baik,                         dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga dapat menutupi kebutuhan

      dengan pemilihan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan                                 pangan di masa kekeringan. Misalnya dengan cara bertanam tumpang

      kemampuan, baik secara ekonomi dan intelektual masyarakat. Beberapa                         sari.

      instansi masih merasa kesulitan untuk bekerja sama dengan lembaga-                       g) Pemasaran

      lembaga sebagai sumber informasi                                                            Produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat menghadapi beberapa

   d) Koordinasi antar instansi                                                                   masalah dalam hal pemasaran, misalnya persaingan dengan produk luar,

      Dalam melaksanakan program-programnya, beberapa instansi perlu                              ijin usaha dan kemasan. Hal ini menyebabkan sulitnya produk

      melakukan koordinasi dengan instansi lain sehingga hasil akhir dari                         masyarakat tersebut masuk ke pasaran, kebanyakan produk-produk

      pelaksanaan programnya dapat berhasil dengan lebih baik. Misalnya                           tersebut diperoleh langsung oleh konsumen dari rumah tempat produksi

      Dinas Pertanian bertanggung            jawab atas program kegiatan yang                     atau warung-warung tertentu.
                        Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 11                            Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 12




                                                                                             3.1. Visi

                                                                                                Visi dalam pengembangan teknologi pertanian spesifik wilayah adalah :

                                                                                                Terwujudnya upaya pengembangan dan pemanfaatan teknologi pertanian
                                                                                                (proses dan peralatan) yang mandiri dan profesional dalam rangka
                                                                                                mendukung program pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan
III. PERUMUSAN STRATEGI
                                                                                                kemiskinan di propinsi NTT.
      Langkah awal dalam menyusun suatu kebijakan perencanaan strategis
pengembangan teknologi pertanian adalah mengetahui akar pemasalahan yaitu
                                                                                             3.2. Misi
dengan melihat formulasi strategi yang dibuat oleh penentu kebijakan. Untuk
itu diperlukan adanya pemahaman hubungan sebab akibat dari semua                                 a) Meningkatkan peran lembaga litbang daerah dan perguruan tinggi

informasi yang tersedia sebelum dapat dilakukan analisa yang lebih mendalam.                         setempat untuk     pengembangan inovasi teknologi pertanian spesifk
                                                                                                     wilayah karya bangsa sendiri
      Analisa dapat dilakukan, diantaranya dengan analisa model SWOT, yaitu
analisis Lingkungan Internal Strengths (kekuatan) dan Weakness (kelemahan)                       b) Mengembangkan        inovasi     teknologi     spesifik    lokasi   dan     ramah

dan Lingkungan Eksternal Opportunities (peluang) dan Theats (Ancaman).                               lingkungan baik pada industri hulu, usaha tani maupun hilir pertanian

Analisis strategi teknologi pertanian akan dilakukan secara bertahap,                            c) Mendorong perkembangan riset bidang teknologi pertanian baik
diantaranya :                                                                                        industri hulu dan hilir (pembibitan/ perbenihan, industri agro-kimia,

  a) Memahami situasi dan informasi yang ada                                                         industri agro-otomotif, pengolahan hasil pertanian)

  b) Memahami permasalahan umum dan spesifik yang ada                                            d) Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia baik aparat pemerintah,
                                                                                                     maupun pelaku agribisnis khususnya petani
  c) Menciptakan berbagai alternatif dan memberikan berbagai alternatif
      pemecahan                                                                                  e) Mengembangkan dan meningkatkan optimalisasi pemanfaatan Balai
                                                                                                     Tekdes Noelbaki Kupang dan Balai-balai Latihan Kerja milik Disnaker
  d) Evaluasi pilihan alternatif dan pilih alternatif strategi yang terbaik
                                                                                                     atau Perguruan Tinggi         dan Swasta lainnya guna               peningkatan
      Dalam model manajemen teknologi (Gambar 1), terlihat bahwa langkah
                                                                                                     kemampuan SDM
sistematis diawali dengan cara mengetahui keadaan lingkungan disekitar kita
                                                                                                 f) Memfasilitasi tumbuh kembangnya kelembagaan Intermediasi Teknologi
baik lingkungan internal maupun eksternal. Dengan demikian langkah-langkah
                                                                                                     (Inkubator Bisnis) kepada masyarakat yang mandiri dan profesional.
selanjutnya dapat mengacu kepada pokok permasalahan yang ditemui pada
                                                                                                 g) Mendorong partisipasi masyarakat (Swasta, BUMN, Koperasi) dalam
keadaan awal.
                                                                                                     pengembangan teknologi pertanian spesifik wilayah di NTT
                            Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 13                           Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 14



                                                                                                 3.4. Peluang
3.3. Tantangan                                                                                         Peluang untuk lebih mengembangkan teknologi pertanian spesifik
         Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan teknologi pertanian                          wilayah bagi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan serta
spesifik wilayah adalah :                                                                        pengolahan dan pemasaran hasil antara lain :

    a)    Menyiapkan perangkat peraturan daerah atau kebijakan tentang                                 a) Teknologi pertanian, proses dan peralatan, akan menjadi kebutuhan
          pengembangan teknologi pertanian sesuai dengan sosial budaya                                    utama bagi masyarakat dalam upaya mengelola hasil pertaniannya.
          masyarakat setempat.                                                                         b) Masih banyaknya potensi sumberdaya alam pertanian yang belum
    b)    Mengembangkan         kelembagaan        Posyantek      yang    mandiri      untuk              tergarap karena kurangnya keterampilan masyarakat di daerah
          meningkatkan penggunaan teknologi pertanian dan pengolahan hasil                                pedesaan
          serta pemasaran dan distribusinya                                                            c) Menurunnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian
    c)    Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan                                      di daerah pedesaan
          inovasi teknologi pertanian spesifik wilayah                                                 d) Nilai tambah yang diperoleh petani atas hasil pertaniannya masih
                                                                                                          sangat minim karena ketidakmampuan mereka mengolahnya dahulu

                                                                                                       e) Tuntutan konsumen terhadap produk pertanian tanaman pangan,
                                                                                                          hortikultura, perkebunan dan peternakan yang berkualitas dan
                                                                                                          higienis menambah peluang pengembangan teknologi pertanian.

                                                                                                 3.5. Tujuan

                                                                                                       a) Menghasilkan dan mendiseminasikan inovasi teknologi pertanian,
                                                                                                          strategis dan spesifik lokasi untuk meningkatkan efisiensi usaha dan
                                                                                                          daya saing produk

                                                                                                       b) Mengembangkan jejaring dan kerjasama kemitraan dengan lembaga
                                                                                                          penelitian, dunia usaha, petani dan pelaku agribisnis lainnya di dalam
                                                                                                          dan di luar negeri menuju kemandirian pendanaan litbang.

                                                                                                       c) Meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumberdaya manusia,
                                                                                                          kualitas dan ketersediaan sarana/prasarana serta budaya kerja
                                                                                                          inovatif dan berorientasi bisnis.
                Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 15                              Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 16



d) Menghasilkan model pengembangan agribisnis yang didukung                          3.6. Strategi
  inovasi teknologi pertanian
                                                                                     Strategi dalam pengembangan teknologi pertanian spesifik wilayah antara lain:

                                                                                             a) Menyiapkan       peraturan       perundangan        yang      kondusif      bagi
                                                                                                pengembangan teknologi pertanian subsektor Tanaman Pangan,
                                                                                                Hortikultura,    Perkebunan,       Peternakan       serta   Pengolahan       dan
                                                                                                Pemasaran Hasil Pertanian.

                                                                                             b) Memperkuat kelembagaan pos pelayanan teknologi di tingkat wilayah
                                                                                                dan kelembagaan yang terkait dalam pengembangan inovasi teknologi
                                                                                                pertanian spesifik lokasi

                                                                                             c) Mengembangkan         dan    mengoptimalkan         pemanfaatan       teknologi
                                                                                                pertanian spesifik wilayah dalam mendukung pembangunan sistem
                                                                                                dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan
                                                                                                dan desentralistis.



                                                                                     3.7. Arah Kebijakan

                                                                                             Dalam upaya pengembangan dan optimalisasi pemanfaatan teknologi
                                                                                     pertanian, fasilitasi pemerintah akan diarahkan agar partisipasi masyarakat
                                                                                     (swasta, BUMN, koperasi dll) dapat meningkat. Termasuk dalam upaya ini
                                                                                     adalah keterlibatan swasta dalam mengembangkan inovasi-inovasi baru
                                                                                     bersama-sama lembaga penelitian dan pengembangan dan perguruan tinggi
                                                                                     setempat. Yang terakhir ini penting agar dapat diperoleh kesesuaian taraf
                                                                                     teknologi mekanis untuk masing-masing daerah sesuai dengan kondisi sosial
                                                                                     budayanya.

                                                                                             Berdasarkan upaya-upaya tersebut maka di masa datang diharapkan
                                                                                     dapat      berkembang         mekanisasi         mandiri,        di      mana         peran
                                                                                     masyarakat/pengguna/petani          dan     swasta     cukup     menonjol,      sedangkan
                                                                                     pemerintah sebatas sebagai fasilitator saja. Tentu saja pemerintah masih akan
                     Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 17



aktif menangani langsung hal-hal atau daerah-daerah yang masih sangat
memerlukan     bantuan      langsung         sesuai       dengan         kondisinya.
                                                                                                   Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 20




IV. STRATEGI IMPLEMENTASI                                                           peternakan rakyat, industri pengolahan hasil-hasil pertanian, dan lain-
                                                                                    lain.
       Dalam program implementasi pengembangan teknologi pertanian
spesifik wilayah diperlukan adanya suatu strategi agar keberadaan teknologi
dapat bermanfaat bagi masyarakat. Strategi yang akan dipakai adalah
pengembangan inovasi dan implementasi teknologinya dari penyedia
teknologi kepada masyarakat pengguna teknologi.

       Faktor penting dalam strategi ini adalah adanya tekad yang kuat dari   4.1.1. Mekanisme Implementasi Teknologi
segala unsur baik dari pemerintah, lembaga litbang, perguruan tinggi dan
                                                                                  Kegiatan implementasi teknologi bagi UKM dapat dilaksanakan melalui
masyarakat untuk mengembangkan teknologinya berbasis potensi lokal yang
                                                                              mekanisme pasar maupun non pasar sebagai berikut:
dimiliki.
                                                                              Pertama, mekanisme pasar. Implementasi teknologi melalui mekanisme pasar
                                                                                  akan dapat berjalan dengan baik bila sebagian                   besar    manfaat
4.1. Program                                                                      implementasi teknologi tersebut dapat diinternalisasi oleh pemilik

       Untuk   mendukung       penguatan   teknologi   bagi   pemberdayaan        teknologi maupun pembelinya. Melalui mekanisme pasar akan terjadi

masyarakat, teknologi tidak dapat dikuasai dan dikembangkan begitu saja.          pemindahan hak milik individual dari usaha menengah atau usaha besar

Lebih-lebih bagi kelompok masyarakat yang tingkat kemampuan sumberdaya            kepada usaha kecil yang melakukan kegiatan implementasi teknologi.

manusia dan kapabilitas teknologinya masih relatif terbelakang. Untuk             Implementasi teknologi itu bisa terjadi baik melalui pembelian oleh

menjamin tercapainya hasil dan daya guna dalam penguasaan dan proses              individu atas hak cipta, paten, resep/formula, bibit unggul maupun

pengalihan teknologi seperti yang diharapkan, perlu diperhatikan prinsip-         dengan bantuan teknis dari tenaga ahli. Disamping itu bentuk lain dari

prinsip implementasi teknologi bagi masyarakat sebagai berikut:                   implementasi teknologi melalui meknisme pasar adalah kemitraan,
                                                                                  kontrak    manajemen      dan     pemasaran        atau     berbagai      bentuk
   •   Pertama, perlu dilaksanakannya pendidikan dan pelatihan dalam
                                                                                  kerjasama/kemitraan dan perdagangan serta proses pendidikan dan
       berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan
                                                                                  pelatihan lainnya. Melalui mekanisme pasar pembeli teknologi membayar
       kepentingan pemberdayaan dan sektor usaha untuk keperluan
                                                                                  royalti dan biaya pendidikan/latihan kepada pemiliknya.
       penguatan bisnis UKM.
                                                                              Kedua, mekanisme non-pasar. Teknologi bukan saja merupakan komoditi
   •   Kedua, teknologi hanya dapat dialihkan, diterapkan dan dikembangkan
                                                                                  individual sehingga seluruh manfaatnya dapat diinternalisasi, tetapi
       benar-benar untuk pemecahan permasalahan yang konkrit. Misalnya
                                                                                  sekaligus dapat pula merupakan komoditi publik. Karena sifatnya yang
       untuk mengembangkan teknologi prosessing yang dapat meningkatkan
                                                                                  umum ini maka proses implementasi teknologinya dapat juga dilakukan
       nilai tambah mete, teknologi terkait dengan energi mudah biofuel,
                                                                                  melalui campur tangan pemerintah yang tercermin misalnya dalam
                                                                                  program pelatihan, pemberian informasi, pengkajian, penelitian, dan
                         Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 21                            Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 22




     pengembangan        serta   pemberian      berbagai     bentuk      subsidi    dalam                 c) Pengusahaannya dapat dilaksanakan secara ekonomis dan
     pelaksanaan      implementasi        teknologi.     Bagi      UKM       mekanisme                       kooperatif.
     implementasi teknologi masih banyak memerlukan campur tangan                                    Keempat , persyaratan lingkungan, tidak merusak dan mencemari
     pemerintah. Mekanisme ini yang seharusnya menjadi perhatian kita                                lingkungan.
     semua

      Dari    kedua    mekanisme       implementasi       teknologi      tersebut    dapat    4.2. Pendanaan

disimpulkan bahwa hakekat implementasi teknologi adalah pengalihan                                   Dalam pelaksanaan program implementasi pengembangan teknologi
pengetahuan dan keterampilan dari manusia kepada manusia. Karena                              pertanian spesifik wilayah di NTT diperlukan adanya komitmen guna
teknologi merupakan pengetahuan yang diterapkan, maka tidak mungkin                           penyediaan dana dari para pemangku kepentingan (stake-holder). Dana dapat
dialihkan dengan ceramah atau penyuluhan saja, melainkan sangat diperlukan                    berasal dari APBN dengan pendampingan dana APBD atau sebaliknya.
adanya pelatihan/praktek. Agar teknologi dapat dialihkan secara efektif, maka
teknologi tersebut harus dipindahkan dan dialihkan secara berulang-ulang.
                                                                                              4.3. Tahapan Program
4.1.2. Persyaratan Implementasi Teknologi
                                                                                                     Dalam implementasi teknologi pertanian dalam kasus pengembangan
      Dalam       pelaksanaan    implementasi       teknologi,    harus diperhatikan          prosesing kopi di Belu, maka perlu diperhatikan beberapa Komponen
beberapa persyaratan sebagai berikut :                                                        Teknologi dalam proses Implementasi Teknologi kepada Masyarakat, sebagai

      Pertama, persyaratan teknis yaitu :                                                     berikut :

          a) Sejauh     mungkin      dapat     diproduksi       secara    lokal     dengan       1. Infoware : informasi dan fakta relevan dengan sistim kerja teknologi
              menggunakan bahan baku dalam negeri/lokal                                              pasca panen Kopi
          b) Kemudahan mendapatkan teknologi dan suku cadang di pasaran                          2. Technoware : alat/mesin pasca panen Kopi sampai ke tahapan kopi
              .                                                                                      Bubuk
          c) Mudah merawatnya dan apabila rusak mudah diperbaiki.
                                                                                                 3. Humanware : keterampilan penguasaan teknologi olahan kopi
      Kedua, persyaratan sosial budaya, yaitu :
                                                                                                 4. Orgaware : manajemen kelompok pengelolaan teknologi, sampai mereka
          a) Mudah dioperasikan oleh tenaga-tenaga yang ada di pedesaan
                                                                                                     mampu mandiri. Sistem pemanfaatan teknologi oleh pengguna menjadi
          b) Sejauh mungkin teknologi ini tidak menggantikan tenaga
                                                                                                     berfungsi baik dan mampu berkesinambungan aktivitasnya.
              manusia.
      Ketiga, persyaratan ekonomi yaitu:
                                                                                                     Di bidang kelembagaan, perlu diusahakan kerja sama intensif antar
          a) Dapat dijangkau oleh daya beli pengusaha kecil dan menengah
                                                                                              dinas/      instansi   terkait   yang     menangani       masalah      pertanian      dan
          b) Meningkatkan kualitas, produktivitas dan efisiensi
                                                                                              pemerberdayaan masyarakat, untuk melahirkan kebijakan yang inovatif,
                                                                                              kondusif dan konsisten dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
                        Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 23                                Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 24




      Bidang pelatihan, dalam peningkatan kemampuan masyarakat dapat                               •       Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik pendapat per kapita
diupayakan melalui serangkaian kebijakan dalam pelatihan jenis keterampilan                                ataupun berkembangnya lahan usaha
praktis yang berguna. Caranya, dengan meningkatkan teknologi, pertanian                            •       Meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga terjadi perubahan
akan menghasilkan lebih banyak nilai tambah yang berdampak pada naiknya                                    kebiasaan menjadi lebih baik
tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani.                                                       •       Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memberdayakan

      Perlu diusahakan adanya teknologi yang tepat guna dan pelatihan di                                   sumber daya alam yang ada hingga memiliki nilai ekonomis yang

bidang pertanian perlu dikembangkan dan dilaksanakan untuk mengantisipasi                                  lebih tinggi

pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor lain. Perlu segera                         •       Meningkatkan daya saing produk UMKM dipasaran

dilakukan pelatihan-pelatihan dasar untuk memberi bekal agar sumber daya                     Pada dasarnya, keberhasilan upaya penerapan teknologi akan tergantung pada

manusia memiliki skill yang memadai.                                                         :

      Bidang pemasaran, khusus di bidang pemasaran produk pertanian                                    •    tingkat kesiapan kelompok masyarakat pengguna teknologi

selama ini terkesan bahwa petani diperlakukan tidak adil, termasuk dalam                               •    ketersediaan sumber informasi teknologi yang mudah diakses oleh

perolehan hasil penjualan dari produk-produk yang dihasilkannya. Hal ini                                    pengguna teknologi

terkait dengan masalah pemasaran, jalur distribusi, kebijakan harga dan                                •    kesiapan infrastruktur pendukung, berupa : lembaga pengelola

lemahnya pengolahan hasil pertanian oleh para petani.                                                       teknologi, sistem penyedia suku-cadang bagi piranti keras yang
                                                                                                            dipergunakan dan penyedia jasa pemeliharaan
      Berdasarkan hal tersebut, strategi perlu dikembangkan dengan
                                                                                                       •    kebijakan kondusif pemerintah daerah untuk mem-fasilitasi
menciptakan jalur distribusi yang semata-mata dibentuk untuk petani, bukan
                                                                                                            pengembangan teknologi dari berbagai sisi, misalnya yang terkait
untuk orang lain. Selanjutnya keberpihakan pemerintah dalam menetapkan
                                                                                                            erat dengan teknologi itu sendiri, peningkatan mutu SDM,
harga produk pertanian, akses pendanaan dan insentif lainnya, menjadi suatu
                                                                                                            penyediaan infrastruktur, bahkan pemasaran
keharusan      agar   masyarakat      bersemangat       untuk     berinovasi      dalam
mengembangkan         potensi   sumberdaya        alamnya       guna    meningkatkan               Dalam penentuan strategi pengembangan teknologi pertanian kepada

kesejahteraan hidup mereka.                                                                  masyarakat        perlu      diperhatikan      pengukuran        Tolok      Ukur/Indikator
                                                                                             Keberhasilan. Pada studi kasus strategi pengembangan kopi di Kab.Belu NTT,
                                                                                             ditentukan indikator kinerja untuk setiap tahapan strategi pengembangan dan
                                                                                             penerapan teknologi pasca panen kopi Timor. Langkah-langkah metode
4.4. Kinerja
                                                                                             strategi peningkatan teknologi dapat dilakukan dengan identifikasi teknologi
      Beberapa indikator yang menandakan berhasil atau tidaknya suatu                        yg diperbaiki dan pengenalan teknologi proses dan pengenalan cara
program kegiatan yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat                             pembuatan alat pasca panen. Jenis teknologi yang mampu ditangani adalah
adalah :                                                                                     teknologi pasca panen dengan menggunakan metode kering dan basah.
                        Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 25                           Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 26




      Teknologi panen dan pasca panen yang perlu dilakukan perbaikan                         masyarakat, harus dijalin.     Perbedaan tugas pokok dan fungsi tidak boleh
adalah : (1) pemanenan dan (2) penanganan pasca panen kopi yang baik ; (3)                   menghambat interaksi. Justru hal ini harus dipandang sebagai aset yang saling
penjemuran       kopi   gelondong       menggunakan          alas    (terpal     plastik,    melengkapi satu sama lain. LIPI, atau Balai Besar Pengembangan Teknologi
geribik/anyaman bambu).                                                                      Tepat Guna secara khusus, yang kerap berperan sebagai lembaga penyedia

      Peralatan pasca panen kopi dan peralatan proses yang dimasyarakatkan                   teknologi di daerah, menyandang peran sebagai fasilitator.

kepada Petani dan Pengrajin Olahan kopi diantaranya adalah Alat Pengupas                             Peranan ini menunjukkan tingkat berbeda dalam hal upaya menjalin
Kulit Kopi Merah, Alat Pengupas Kulit Tanduk, Alat Sortir Biji Kopi, Alat                    kerjasama dengan pemerintah daerah. Intensitas kerjasama yang ditunjukkan
Sangrai Biji Kopi, Tempering Biji Kopi Sangrai dan Alat Penggiling Biji Kopi                 di Kupang, Belu, Alor dan TTU memberikan gambaran belum ter-pola-kannya
serta Alat Pengemas Kopi Bubuk.                                                              strategi penerapan teknologi di daerah. Selain itu, kerjasama dengan lembaga
                                                                                             penyedia teknologi lokal pun tampak masih perlu ditingkatkan untuk

V. P E N U T U P                                                                             memberikan wadah bagi masyarakat lokal dalam menindak-lanjuti minat
                                                                                             mereka di dalam pengembangan teknologi.
      Peran lembaga penyedia teknologi seperti LIPI atau pun Perguruan
Tinggi sangat penting, karena aktivitas pemanfaatan teknologi, apakah berupa
keterampilan ataupun peralatan pendukung kerja, akan berkelanjutan                           DAFTAR PUSTAKA
bilamana mekanisme intermediasi antara pengguna dan penyedia teknologi                       1.   Anonim. 1997. Mengenal Nusa Tenggara Timur. Pemerintah Daerah
diwujudkan dan dikelola dengan baik. Dalam hal ini, peran lembaga relevan                         Tingkat I NTT.
pemerintah daerah sangat penting sebagai lembaga pendamping kelompok                         2.   Anonim. 2002. Timor Tengah Utara dalam Angka 2002. Badan Pusat
masyarakat pengguna teknologi.                                                                    Statistik Kabupaten Timor Tengah Utara.

      Aktivasi dan peningkatan peran lembaga sumber teknologi lokal perlu                    3.   Anonim. 2003. Alor dalam Angka 2003. Badan Pusat Statistik Kabupaten

diupayakan   mengingat       minat     pengembangan         teknologi    di    kalangan           Alor.

masyarakat pengguna teknologi cukup besar. Hal ini ditemukan terutama di                     4.   Anonim. 2003. Kupang dalam Angka 2003. Badan Pusat Statistik

kalangan pengusaha sejalan dengan minat pengembangan usaha-nya. Adanya                            Kabupaten Kupang.

lembaga penyedia teknologi yang berperan sebagai sumber informasi bagi                       5.   Anonim. 2003. Nusa Tenggara Timur dalam Angka 2003. Badan Pusat

mereka, akan sangat membantu masyarakat. Peran khas ini ditunjukkan oleh                          Statistik Propinsi Nusa Tenggara Timur.

BPTP (Balai Pengembangan Teknologi Pertanian) di Kendari – Sulawesi                          6.   Anonim. 2004. Kota Kupang dalam Angka 2004. Badan Pusat Statistik Kota

Tenggara, dan di Naibonat Propinsi NTT untuk teknologi pengolahan pangan                          Kupang.

dan pertanian.                                                                               7.   Anonim. 2005. Kabupaten Belu dalam Angka 2004. Badan Pusat Statistik
                                                                                                  Kabupaten Belu.
      Tak pelak bahwa kerjasama antara masyarakat pengguna teknologi,
lembaga penyedia teknologi dan lembaga yang berperan sebagai pendamping
                         Strategi Implementasi Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna 27




8.    Anonim. 2005. Pokok-pokok kebijakan dan Strategi Pembangunan
      Daerah Tertinggal Kabupaten Alor- NTT Tahun 2005-2009. Kabupaten
      Alor.
9.    Joewono, H. H. 2001, Pemasaran Agroindustri. Kompas tanggal 2 Oktober
      2001
10.   Kurniawaty, Strategi Pengembangan SDM Agroindustri. Pikiran Rakyat, 4
      November 2002.
11.   Miller. M..M, J.L.Gibson, & G.N. Wright .1991. ‘Location Quotient Basic
      Tool for Economic Development Analysis’ Economic Development Review,
      9(2);65
12.   Ron Hood, 1998. Economic Analysis: A Location Quotient. Primer. Principal
      Sun Region Associates, Inc.
13.   Saragih, Bungaran., 2001. Agribisnis, Paradigma Baru Pembangunan
      Ekonomi Berbasis Pertanian. Surveyor Indonesia. Bogor.
14.   Arie Sudaryanto dkk, 2005, Laporan Kajian Pengembangan Teknologi
      Pertanian   Spesifik   Wilayah      Mendukung        Program       Pemberdayaan
      Masyarakat di Propinsi Nusa Tenggara Timur, Balai Besar Pengembangan
      Teknologi Tepat Guna-LIPI, Subang

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:139
posted:1/18/2012
language:Malay
pages:14