dasar konseling

Document Sample
dasar konseling Powered By Docstoc
					HUBUNGAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
DENGAN KESEHATAN MENTAL SISWA MAN 12 DURI
   KOSAMBI CENGKARENG JAKARTA BARAT


                          Skripsi
      Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh
           Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)




                           Oleh
                        BADRIAH
                       104011000047




     JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
          UIN SYARIF HIDAYATULLAH
                       JAKARTA
                           2008
HUBUNGAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
DENGAN KESEHATAN MENTAL SISWA MAN 12 DURI
     KOSAMBI CENGKARENG JAKARTA BARAT


                              Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi
   Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)




                               Oleh
                             Badriah
                          104011000047




                        Dosen Pembimbing




                         Dra. Hj. Sunarti
                         NIP. 150022714




        JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
   FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
              UIN SYARIF HIDAYATULLAH
                           JAKARTA
                               2008
                      LEMBAR PERNYATAAN


Dengan ini saya menyatakan bahwa:
   1. Skripsi ini merupakan hasil karya saya yang diajukan untuk memenuhi
      salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Srata Satu (S1) di
      Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
   2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan skripsi ini telah saya
      cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif
      Hidayatullah Jakarta.
   3. Jika dikemudian hari saya terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya saya
      atau merupakan jiplakan dari orang lain, maka saya bersedia menerima
      sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.




                                                  Jakarta, 08 September 2008




                                                           Badriah
                                  ABSTRAK


BADRIAH
104011000047
HUBUNGAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN
KESEHATAN MENTAL SISWA MAN 12

    Layanan bimbingan dan konseling merupakan proses pemberian bantuan yang
diberikan kepada siswa secara terus menerus agar tercapai kemandirian dalam
pemahaman diri, sehingga siswa sanggup mengarahkan dirinya sesuai dengan
tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Dengan
adanya bimbingan dan konseling diharapkan dapat memberikan solusi bagi
peserta didik di sekolah. Agar peserta didik menjadi lebih baik dari segi
prilakunya.
    Adapun tujuan dari skripsi ini adalah penulis ingin mengetahui layanan
bimbingan dan konseling yang ada di sekoalah MAN 12 dan bagaimana kesehatan
mental (prilaku) siswa MAN 12 dan juga untuk mengetahui adakah hubungan
antara layanan bimbingan dan konseling dengan kesehatan mental (prilaku) siswa
MAN 12.
    Metodologi yang dipakai dalam penulisan ini adalah dengan menggunakan
metode Deskriptif kolerasional, pendekatan kuantitatif yaitu variabel. Pertama,
Layanan Bimbingan dan Konseling dan kedua, Kesehatan Mental (prilaku) Siswa.
Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 12 yang berjumlah
257/20% = 51.4 dibulatkan menjadi 52 siswa. Adapun pengumpulan data dalam
penelitian ini dilakukan dengan cara 1). Observasi, 2). Wawancara, 3). Angket.
Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Setelah menyebarkan angket
tentang layanan bimbingan dan konseling. Maka hasil tersebut dianalisis dengan
menggunakan rumus kofisien korelasi Product Moment.
    Dari hasil penyebaran angket. Maka didapatkan hasil 0,18. Dengan memeriksa
Tabel Nilai “r” product moment ternyata bahwa dengan df sebesar 50, pada taraf
signifikansi 5% diperoleh r tabel sebesar 0,273; sedangkan pada taraf 1%
diperoleh r tabel sebesar 0,354. Karena rxy atau ro < dari r tabel, baik pada taraf
5% maupun pada taraf 1% (0,2730 dan 0,354), maka hipotesa alternatif (Ha)
ditolak dan hipotesa nihil (Ho) diterima. Ini berarti bahwa tidak terdapat kolerasi
positif yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.
    Kesimpulannya bahwa tidak terdapat hubungan antara layanan bimbingan dan
konseling dengan kesehatan mental siswa MAN 12.
                          KATA PENGANTAR
                                 ή          ή
                           Ϣϴ˰˰˰Σ˷ ϟ΍Ϧ˰˰˰ϤΣ˷ ϟ΍Ϳ΍ϢδΑ


  Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt. Tuhan semesta alam dan juga yang
telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya serta memberikan manusia akal
yang   berbeda   dari   makhluk     yang       lainnya.   Sehingga   manusia   dapat
mengembangkan pikirannya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi
Muhammad saw., beserta keluarganya, sahabat dan para pengikutnya.
  Karya tulis yang sederhana ini merupakan skripsi yang diajukan kepada
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  Penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat bagi penulis meskipun dalam
penulisan skripsi ini penulis menyadari banyak kekurangan dari apa yang
diharapakan.
  Selama menulis skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan, motivasi,
serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan rasa
terima kasih dan penghargaan kepada:
   1. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah
       Jakarta beserta para pembantu dekan.
   2. Ketua dan Sekretaris Jurusan PAI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
   3. Dosen Pembimbing skripsi Dra. Hj. Sunarti yang telah sabar membimbing
       penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
   4. Bapak/Ibu dosen yang telah memberikan ilmunya selama penulis belajar di
       UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
   5. Kepala Madrasah MAN 12 Bapak Drs. M. Yunus, M.Pd yang telah
       mengizinkan penulis untuk meneliti sekolah yang Bapak pimpin.
   6. Dra. Siti Farida, guru- guru, beserta siswa MAN 12 kelas XI yang
       membantu dan mempermudah penulis dalam mendapatkan data di MAN
       12.
   7. Terima kasih kepada kedua orang tua tercinta Saibi dan Saanih yang selalu
       memberikan cinta dan kasih sayang kepada penulis sehingga penulis dapat




                                           i
      menyelesaikan skripsi yang merupakan persyaratan untuk menjadi sarjana.
      Semoga selalu diberikan rahmat, taufik, hidayah dan umur panjang dalam
      dalam keadaan taat kepada Allah. Amin
   8. Kepada kakak-kakakku Marwiyah, Atoillah, Sahrilah, Ropiah. S.Sos.i dan
      adik-adikku Fadlah dan Khoirul Rozikin, serta keponakan yang selalu
      membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
   9. Teman-teman Pendidikan agama Islam angkatan 2004 khususnya kelas B
      yang selalu memberikan inspirasi dan motivasi kepada penulis.
  Kepada semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan. Penulis ucapkan terima
kasih atas bantuan dan motivasinya. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi orang
banyak. Amin




                                                     Jakarta, September 2008




                                                              Badriah




                                      ii
                                               DAFTAR ISI


LEMBAR PERNYATAAN
LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR............................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii
DAFTAR TABEL..................................................................................................v
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I:          PENDAHULUAN
                  A. Latar Belakang Masalah……………………………..................1
                  B. Tujuan dan Manfaat Penelitian………………………................4
                  C. Identifikasi Masalah, pembatasan dan perumusan masalah........5


BAB II: KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS
                  A. Layanan Bimbingan Konseling
                     1. Pengertian Layanan Bimbingan…………………………........7
                     2. Pengertian Konseling…………………………………............8
                     3. Hubungan Bimbingan dengan Konseling………………........10
                     4. Tujuan                  dan              fungsi               Bimbingan                  dan
                          Konseling.................................................................................12
                     5. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling...............................14
                     6. Teknik Bimbingan dan Konseling………………...................16
                     7. Jenis Pelayanan Bimbingan dan Konseling……………….....17
                  B. Kesehatan Mental
                     1.    Pengertian Kesehatan Mental……………………………......19
                     2.    Kesehatan Mental Menurut Islam…………………………...20
                     3.    Prinsip-prinsip Kesehatan Mental……………………….......22
                     4.    Penyakit-penyakit Mental dan faktor-faktor penyebabnya….23
                     5.    Tanda-tanda Mental Sehat……………………………….......27
                  C. Kerangka Berpikir……………………………………………....28

                                                         iii
                 D. Pengajuan Hipotesis…………………………………………….29


BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
                 A. Desain Penelitian ………………………………………….......30
                 B. Variabel Penelitian……………………………………………..30
                 C. Populasi dan Sampel…………………………………………...33
                 D. Metode Penelitian……………………………………………....35
                 E. Teknik Pengumpulan Data…………………………………......36
                 F. Teknik Analisis Data…………………………………………...36


BAB IV:          HASIL PENELITIAN
                 A. Gambaran Umum tentang Sekolah MAN 12 Jakarta Barat
                      1. Sejarah Berdirinya MAN 12.................................................40
                      2. Visi, Misi dan struktur sekolah MAN 12..............................41
                      3. Keadaan Guru, siswa dan pegawai MAN 12.......................41
                      4. Struktur sekolah MAN 12.....................................................44
                 B. Deskripsi Data.............................................................................45
                 C. Analisis dan Interpretasi Data
                      1. Analisis Data.........................................................................45
                      2. Interpretasi Data....................................................................69


BAB V:           PENUTUP
                 A. Kesimpulan..................................................................................73
                 B. Saran............................................................................................74


DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................76




                                                         iv
                                         BAB I
                                PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
         Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam
   berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari dan juga membutuhkan bantuan-
   bantuan orang lain, untuk mencapai tujuan yang hendak dicapainya.
         Manusia, ketika dilahirkan di dunia sudah membutuhkan bantuan dan
   bimbingan dari orang lain, terutama bimbingan dari orang tua. Orang tua
   mengasuh anaknya supaya menjadi anak yang tumbuh dan berkembang
   secara optimal dan normal. Ketika anak tersebut mulai menjadi anak yang
   dewasa, orang tua memasukkan anaknya ke sekolah. Di sekolah anak
   tersebut mendapatkan bimbingan dari para guru-guru dalam proses belajar
   mengajar. Sebagaimana dalam bukunya Hery Noer Aly yang menjelaskan
   bahwa tugas dari seorang guru adalah “memperhatikan fase perkembangan
   berpikir murid agar dapat menyampaikan ilmu sesuai dengan kemampuan
   berpikir murid”.1
         Selain itu juga, tugas guru adalah “membimbing, mengajar atau melatih
   peserta didik ( UU No. 2 Tahun 1989 pasal 1, Ayat 8). Dalam pengertian
   tersebut jelaslah bahwa pekerjaan pembimbing di sekolah merupakan



   1
       Hery Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Logos, 1999), Cet. II, h. 98



                                             1
                                                                                           2



        salah satu tugas dari tenaga pendidik. Dengan kata lain, tugas pendidik
        salah satu di antaranya adalah membimbing”.2
            Pelayanan bimbingan dan konseling yang terdapat di sekolah di
        Indonesia merupakan layanan yang telah dirintis sejak tahun 1960-an.
        Mulai tahun 1875 pelayanan bimbingan dan konseling telah resmi
        memasuki sekolah-sekolah, yaitu dengan dicantumkannya pelayanan
        tersebut pada kurikulum 1975 yang berlaku di sekolah-sekolah seluruh
        Indonesia, pada jenjang SD, SLTP, dan SLTA. Dan pada tahun 1984
        keberadaan bimbingan dan konseling lebih dimantapkan lagi.3

                Hal ini sesuai dengan beberapa pasal dalam peraturan pemerintah
            yang bertalian dengan UUSPN 1989 secara ekplisit menyebutkan
            pelayanan bimbingan di sekolah dan memberikan kedudukan sebagai
            tenaga pendidik kepada petugas bimbingan. Dalam Petunjuk
            Pelaksanan Bimbingan dan Konseling, Kurikulum Sekolah Menengah
            Umum, 1994, dikatakan sebagai berikut: “Berdasarkan Pasal 27
            Peraturan Pemerintah Nomor 29, 1992, bimbingan merupakan bantuan
            yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi,
            mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan.”4

               Di dalam konteks pendidikan nasional, keberadaan pelayanan
            bimbingan dan konseling telah memiliki legalitas yang kuat dan
            menjadi bagian yang terpadu dalam Sistem Pendidikan Nasional
            dengan diakuinya konselor secara eksplisit di dalam Undang-Undang
            No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Bab 1 pasal 1
            ayat 4 dinyatakan bahwa “pendidik adalah tenaga pendidik yang
            berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar,
            widyaiswasta, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai
            dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan
            pendidikan.”5

            Dengan adanya bimbingan dan konseling di sekolah seorang murid
        merasa bahwa dirinya diperhatikan oleh guru atas tingkah laku yang
        diperbuatnya. Selain itu juga, bimbingan dan konseling memberikan suatu

        2
          H. Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2004), h. 30
        3
          H. Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, …, h. 29-30
        4
          W.S. Winkel dan M.M Sri Hastuti, Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan,
(Yogyakarta: Media Abadi, 2004), Cet. III, h. 43
        5
          W.S. Winkel dan M.M Sri Hastuti, Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan, …,
h. 15
                                                                                      3



       motivasi kepada siswa, sehingga siswa yang mempunyai problem atau
       masalah, dapat langsung berkonsultasi kepada guru BK. Dengan demikian,
       siswa tersebut tidak berlarut-larut dalam masalah, karena hal tersebut
       dapat menyebabkan siswa stress (terganggu dalam belajar), karena
       memendam masalah. Dengan adanya bimbingan dan konseling di sekolah
       maka akan terjalin suatu kedekatan, keterbukaan antara murid dan guru
       yang bersangkutan.
           Seorang     konselor    adalah     guru    yang     mempunyai       keahlian
       khusus/metode khusus dalam menangani siswa yang bermasalah. Karena
       hal tersebut perlu, ketika melakukan tugas bimbingan dan konseling,
       karena akan dihadapkan dengan berbagai macam problematika siswa. Di
       samping itu, guru BK harus mempunyai metode yang bervariasi, maka
       siswa tidak merasa jenuh ketika guru memberikan suatu informasi atau
       nasihat-nasihatnya. Hal tersebut, akan membuat siswa lebih memahami
       apa yang disampaikannya. Sehingga dia akan menemukan solusi dari suatu
       permasalahan yang dihadapinya.
           Dalam melaksanakan tugas sebagai pembimbing, itu bukan hanya tugas
       dari seorang guru BK saja, melainkan perlu adanya kerja sama dengan
       staf-staf dan guru-guru yang ada di sekolah agar yang mengetahui
       permasalahan yang dihadapi oleh siswa bukan hanya guru BK saja tapi
       guru-guru beserta staf di sekolah.
           Dalam masalah kesehatan mental siswa, bimbingan konseling yang
       terdapat di sekolah bertujuan untuk “menghilangkan faktor-faktor yang
       menimbulkan gangguan jiwa klien, sehingga dengan demikian ia akan
       memperoleh ketenangan hidup rohaniyah yang sewajarnya sebagai yang
       diharapkan”.6
           Untuk itulah seorang konselor harus bisa menjadikan siswa lebih
       bersemangat dalam belajar dan memberikan motivasi/spirit agar siswa
       tidak merasa jenuh dan stres dalam menghadapi mata pelajaran dan tugas-

       6
           M. Arifin, Teori-teori Konseling Umum dan Agama, (Jakarta: PT. Golden Terayon
Press, 1996), Cet. I, h. 18
                                                                             4



   tugas yang diberikan oleh guru. Seorang konselor juga harus bisa
   memastikan murid yang bermasalah, agar tidak memberikan dampak yang
   buruk kepada murid yang lain, dan tidak mengganggu dalam proses
   belajar.
      Atas dasar hal tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk menyusun
   skripsi yang berjudul “HUBUNGAN LAYANAN BIMBINGAN DAN
   KONSELING DENGAN KESEHATAN MENTAL SISWA MAN 12
   DURI KOSAMBI CENGKARENG JAKARTA BARAT.”


B. Tujuan dan Manfaat Penelitian
      Tujuan dari penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui kebenaran
   data judul, adakah hubungannya antara layanan bimbingan dan konseling
   dengan kesehatan mental siswa di MAN 12 Duri Kosambi Cengkareng
   Jakarta Barat.
      Dari tujuan di atas, maka penulis berharap adanya suatu manfaat dari
   penelitian ini. Manfaat dari penelitian dapat dibagi menjadi dua yaitu:
   a. Manfaat teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan
       sumbangan yang bermanfaat bagi para pembaca dan khususnya bagi
       peneliti sendiri.
   b. Manfaat praktis, dapat berguna bagi responden ialah agar terjadi sikap
       saling tolong-menolong dalam kebaikkan dan juga sikap saling
       menghargai antara guru dan murid.


C. Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah
 1. Identifikasi Masalah
      Adanya bimbingan dan konseling di sekolah merupakan peranan yang
   sangat penting untuk peserta didik. Dengan adanya bimbingan dan
   konseling di suatu institusi, baik itu di sekolah maupun di lembaga-
   lembaga yang lain bisa memberikan suatu motivasi/spirit dan arahan pada
   setiap orang yang diberikannya untuk keluar dari suatu permasalahan yang
   dihadapi oleh klien.
                                                                           5



    Untuk itu, orang yang memberikan bimbingan dan konseling haruslah
 orang-orang yang ahli dalam mengatasi masalah-masalah yang datang
 pada dirinya (konselor). Sehingga konselor bisa memberikan kenyamanan
 pada siswa (kilen), dan siswa juga tidak memendam masalahnya sendiri
 yang bisa menyebabkan siswa stress ataupun frustasi (kasehatan
 mentalnya    terganggu)    karena   tidak   bisa   memecahkan      suatu
 permasalahannya.
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas,
 penulis mengidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut:
    a. Tidak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler
    b. Mengotori/mencoret-coret meja, dinding
    c. Baju pendek dan ketat
    d. Berpacaran memakai pakaian seragam (di lingkungan sekolah)
    e. Siswa/i dilarang membawa Hp
    f. Rambut panjang melebihi standar dan rambut di cat warna
    g. Membawa dan memainkan gitar saat KBM tanpa izin
    h. Membawa buku, majalah, kaset atau VCD terlarang
    i. Perkelahian antar siswa satu sekolah dan antar siswa dengan
        sekolah lain


2. Pembatasan Masalah
    Ada beberapa terminologi yang perlu dijelaskan terlebih dahulu
 sebelum menguraikan penelitian ini lebih lanjut. Penjelasan tentang term-
 term ini dimaksudkan untuk membatasi masalah yang akan diteliti, yaitu:
    a. Layanan bimbingan dan konseling di MAN 12 Duri kosambi
        Cengkareng Jakarta Barat yaitu layanan yang bersifat preventif
        (pencegahan). seperti pencegahan tawuran, pencegahan bahaya
        narkoba dan bahaya pergaulan bebas dengan mendatangkan instasi-
        instasi penting seperti: kepolisian dan psikolog ke sekolah.
        Sedangkan layanan Kuratif (Penyembuhan), seperti memberikan
        layanan pemecahan kasus bagi siswa yang bermasalah.
                                                                           6



    b. Kesehatan mental: peneliti membatasi kesehatan mental dari segi
        prilaku siswa di sekolah, yaitu prilaku siswa terhadap peraturan tata
        tertib sekolah seperti datang ke sekolah tepat waktu, tidak
        membawa rokok, senjata tajam dan obat-obatan terlarang, bolos
        pada pelajaran tertentu, tidak mengerjakan PR dan Tidak menjaga
        kebersihan sekolah.


3. Perumusan Masalah
    Berikut ini perumasan masalah yang penulis kemukakan berdasarkan
 masalah, yaitu:
    a. Bagaimana pelayanan bimbingan dan konseling di MAN 12 Duri
        Kosambi Cengkareng Jakarta Barat
    b. Bagaimana mental (prilaku) siswa MAN 12 tersebut di atas?
    c. Adakah hubungan antara layanan bimbingan dan konseling dengan
        kesehatan mental siswa di MAN 12?
                                     BAB II
  KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS

 A. Layanan Bimbingan dan Konseling
     1. Pengertian Layanan Bimbingan dan Konseling
         Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, layanan berasal dari kata
     “layan yang kata kerjanya adalah melayani yang mempunyai arti membantu
     menyiapkan (mengurus) apa-apa yang diperlukan seseorang; meladeni,
     menerima (menyambut) ajakan (tantangan, serangan, dsb). Layanan perihal
     atau cara melayani, meladeni.”1
         Sedangkan pengertian bimbingan secara harfiyyah “Bimbingan” adalah
     “menunjukkan, memberi jalan, atau menuntun” orang lain ke arah tujuan
     yang bermanfaat bagi hidupnya di masa kini, dan masa mendatang. Istilah
     “Bimbingan” merupakan terjemahan dari kata bahasa Inggris GUIDANCE
     yang berasal dari kata kerja “to guide” yang berarti “menunjukan”.2
         Sedangkan dalam buku W.S Winkel, kata Guidance berasal dari bahasa
     Inggris yang dikaitkan dengan kata asal guide, yang diartikan sebagai
     berikut: menunjukkan jalan (showing the way); memimpin (leading);
     menuntun     (conducting);   memberikan     petunjuk   (giving   instruction);

     1
         Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan, Kamus Besar Bahasa
Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), Cet. IV, h. 646
      2
        H. M. Arifin, Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama, (Jakarta:
Golden Terayo Press, 1982), Cet. I, h. 1




                                        7
                                                                                      8



      mengatur (regulating); mengarahkan (governing); memberikan nasihat
      (giving advice).3
          Namun, meskipun demikian tidak berarti semua bentuk bantuan atau
      tuntutan adalah bimbingan. Bimbingan yang terdapat dalam sebuah institut
      merupakan bimbingan yang bersifat moril, yaitu di mana seorang guru dapat
      memotivasi siswanya agar lebih semangat dalam belajar. Bukan bersifat
      materil. Misalnya kalau ada siswa yang belum bayaran lalu ia datang kepada
      guru dan guru memberikan siswa tersebut uang, tentu saja bantuan ini bukan
      bentuk bantuan yang dimaksudkan dengan pengertian bimbingan.
          Pengertian bimbingan secara terminologi, menurut Crow & Crow
      (1960), yang dikutip oleh Prayitno dan Erman Amti bimbingan diartikan
      sebagai, “Bantuan yang diberikan oleh seseorang, laki-laki atau perempuan,
      yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada
      individu-individu setiap usia dalam membantunya mengatur kegiatan
      hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat
      keputusan sendiri dan memikul bebannya sendiri.”4
          Dari definisi di atas dapat diberi kesimpulan bahwa bimbingan
      merupakan proses pemberian bantuan yang terus menerus dari seorang
      pembimbing yang telah dipersiapkan kepada individu yang membutuhkan
      dalam rangka mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki secara optimal
      dengan menggunakan berbagai macam media dan teknik bimbingan dalam
      suasana asuhan yang normatif agar tercapai kemandirian sehingga individu
      bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungan.


      2. Pengertian Konseling
          Secara etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa latin, yaitu
      “consilium” yang berarti “dengan” atau “bersama” yang dirangkai

      3
        W. S. Winkel dan M.M Sri Hastuti, Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan,
(Yogyakarta: Media Abadi, 2004), Cet. III, h. 27
      4
        H. Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2004), Cet. II, h. 94
                                                                                               9



        “menerima” atau “memahami”. Sedangkan dalam bahasa Anglo-Saxon,
        istilah konseling berasal dari “sellan” yang berarti “menyerahkan” atau
        “menyampaikan.”5
            Sedangkan menurus W.S Winkel secara etimologi konseling berasal dari
        bahasa Inggris, yaitu Counseling yang dikaitkan dengan kata Counsel, yang
        diartikan sebagai berikut: nasihat (to obtain counsel); anjuran (to give
        counsel); pembicaraan (to take counsel).6
            Konseling secara terminologi menurut Mortense (1964: 301) yang
        dikutip H. Mohammad Surya adalah, “Konseling sebagai suatu proses antar-
        pribadi, di mana satu orang dibantu oleh satu orang lainnya untuk
        meningkatkan pemahaman dan kecakapan, menemukan masalahnya.”7
            Konseling ditandai oleh adanya hubungan profesional antara konselor
        yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya dilakukan secara
        perorangan, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang. Hal
        ini dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas
        pandangannya tentang ruang lingkup kehidupan dan untuk belajar mencapai
        tujuannya.
            Menurut Dewa Ketut Sukardi, yang mengutip dari Pepinsky and
        Pepinsky (1954), Konseling adalah “proses interaksi: (a). terjadi antara dua
        orang individu yang disebut konselor dan klien, (b). terjadi dalam situasi
        yang bersifat pribadi (profesional), (c). diciptakan dan dibina sebagai salah
        satu cara untuk memudahkan terjadinya perubahan-perubahan tingkah laku
        klien, sehingga ia memperoleh keputusan yang memuaskan kebutuhannya.”8




        5
            H. Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, …, h. 99
        6
            W. S. Winkel dan M.M Sri Hastuti, Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan, …,
h. 34
        7
         H. Mohammad Surya, Psikologi Konseling, (Bandung: CV. Pustaka Bani Quraisy,
2003), Cet I, h. 1
        8
            Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Teori Konseling, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1985), Cet.
I, h. 14
                                                                                               10



           Jika dilihat dari pendapat para ahli yang dijelaskan di atas, nampak
     saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Sehingga dari
     penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa konseling adalah proses
     bantuan yang diberikan oleh konselor kepada klien agar klien tersebut dapat
     memahami dan mengarahkan hidupnya sesuai dengan tujuannya.


     3. Hubungan Bimbingan dengan Konseling
         Kata bimbingan dan konseling merupakan kata yang tidak dapat
     dipisahkan karena saling berkaitan, tetapi ada juga pendapat bahwa
     bimbingan       dan     konseling      merupakan       kata    yang     berbeda.     Untuk
     menjelaskannya penulis menerangkannya dengan menggunakan beberapa
     pendapat para ahli, yaitu:
         Menurut Hallen istilah bimbingan selalu dirangkai dengan istilah
     konseling. Hal ini disebabkan karena bimbingan dan konseling itu
     merupakan suatu kegiatan yang integral. Konseling merupakan salah satu
     teknik dalam pelayanan bimbingan di antara beberapa teknik lainnya.
     Sedangkan bimbingan itu kebih luas, dan konseling merupakan alat yang
     paling penting dari usaha pelayanan bimbingan.9
         Pendapat yang sama juga dijelaskan oleh Nana Syaodih Sukmadinata
     yang menjelaskan bahwa, konseling merupakan salah satu teknik layanan
     dalam bimbingan, tetapi karena peranannya yang sangat penting, konseling
     disejajarkan dengan bimbingan. Konseling merupakan teknik bimbingan
     yang bersifat terapeutik karena yang menjadi sasarannya bukan perubahan
     tingkah laku, tetapi hal yang lebih mendasar dari itu, yaitu perubahan sikap.
     Dengan demikian sesungguhnya konseling merupakan suatu upaya untuk
     mengubah pola hidup seseorang. Untuk mengubah pola hidup seseorang




     9
         Hallen, Bimbingan dan Konseling dalam Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), Cet. I, h. 9-
10
                                                                                         11



      tidak bisa hanya dengan teknik-teknik bimbingan yang bersifat informatif,
      tetapi perlu teknik yang bersifat terapeutik atau penyembuhan.10
           Sedangkan pendapat yang mengatakan bahwa antara bimbingan dan
      konseling merupakan dua pengertian yang berbeda, karena konseling lebih
      identik dengan psikoterapi, yaitu usaha untuk menolong dan menggarap
      individu yang mengalami kesukaran dan gangguan psikis yang serius.
      Sedangkan bimbingan oleh pandangan ini dianggap identik dengan
      pendidikan.11
           Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa antara bimbingan dan
      konseling mempunyai hubungan yang erat di mana di antara keduanya
      saling melengkapi dalam membantu klien atau orang lain dalam
      memecahkan suatu permasalahan dan mengubah pola hidup seseorang.
      Mengubah pola hidup yang salah menjadi benar, pola hidup yang negatif
      menjadi positif. Sehingga klien dapat mengarahkan hidup sesuai dengan
      tujuannya. Karena tugas dari seorang pembimbing atau konselor yaitu
      memberikan arahan yang baik kepada yang terbimbing. Sesuai dengan
      firman Allah yaitu:


                                               Ϣ ϘΘ ϣ ρ ήλ ϟ· Ϊ Θϟ Ϛϧ·ϭ
                                               ˳ ϴ˶ ˴ ˸δ͊ ˳ ΍˴ ˶ ϰ˴˶ϱ˶ ˸Ϭ˴ ˴˴ ͉ ˶˴

                  ... dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk
                  kepada jalan yang lurus. (Q.S Asy Syura: 52)12




      10
        Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya), 2005, Cet. III, h. 235-236
      11
        I. Djumhur dan Mohammad Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung:
CV. Ilmu, tt), h. 29
      12
          M. Arifin, Pokok-pokok Pikiran tentang Bimbingan dan Konseling Penyuluhan Agama
(di Sekolah dan di Luar Sekolah), (Jakarta: Bulan Bintang, 1976), Cet. IV, h. 13
                                                                                   12




     4. Tujuan dan Fungsi Bimbingan dan Konseling
             a.    Tujuan Bimbingan dan Konseling
             Di dalam suatu kegiatan baik itu formal maupun non formal pasti
           akan ada tujuannya. Begitu juga dengan bimbingan dan konseling.
           Tujuan dari bimbingan dan konseling yaitu:
              Menurut      Tohirin,    tujuan    bimbingan    dan   konseling   yaitu:
           memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap diri klien,
           mengarahkan diri klien sesuai dengan potensi yang dimilikinya, mampu
           memecahkan sendiri masalah yang dihadapi klien, dapat menyesuaikan
           diri secara lebih efektif baik terhadap dirinya sendiri maupun
           lingkungannya sehingga memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya.13
              Adapun tujuan bimbingan dan konseling menurut Hallen adalah:
              a.      Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi, dimaksudkan
                      agar peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya
                      sendiri.
              b.      Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan dimaksudkan
                      agar peserta mengenal lingkungannya secara obyektif, baik
                      sosial maupun ekonomi.
              c.      Bimbingan       dalam     rangka   merencanakan   masa    depan
                      dimaksudkan agar peserta didik mampu mempertimbangkan
                      dan mengambil keputusan tentang masa depan dirinya, baik
                      pendidikan, karier maupun bidang budaya, keluarga dan
                      masyarakat.14
                  Menurut H. Prayitno dan Erman Amti bimbingan dan konseling
           memiliki tujuan yang terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus.
                     Tujuan umun bimbingan dan konseling membantu individu agar
                  dapat mencapai perkembangan secara optimal sesuai dengan bakat,
                  kemampuan, minat dan nilai-nilai, serta terpecahnya masalah-
                  masalah yang dihadapai individu (klien). Termasuk tujuam umum

      13
         Tohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah, (Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada, 2007), h. 36-37
      14
         Hallen, Bimbingan dan Konseling dalam Islam, ..., h. 57-59
                                                                                    13



            bimbingan dan konseling adalah membantu individu agar dapat
            mandiri dengan ciri-ciri mampu memahami dan menerima dirinya
            sendiri dan lingkungannya, membuat keputusan dan rencana yang
            realistik, mengarahkan diri sendiri dengan keputusan dan
            rencananya itu serta pada akhirnya mewujudkan diri sendiri.
            Tujuan khusus bimbingan dan konseling langsung terkait pada arah
            perkembangan klien dan masalah-masalah yang dihadapi. Tujuan
            khusus itu merupakan penjabaran tujuan-tujuan umum yang
            dikaitkan pada permasalahan klien, baik yang menyangkut
            perkembangan maupun kehidupannya.15

         Dari pendapat para ahli jelaslah bahwa, tujuan dari bimbingan dan
      konseling semuanya mengarahkan kepada peserta didik agar peserta
      didik lebih memahami dirinya sendiri baik dari kekurangannya maupun
      kelebihannya. Dan juga, membantu peserta didik untuk berani
      mengambil sendiri keputusan yang baik (sesuai dengan bakat,
      kemampuan dan minat) untuk dirinya.


         b. Fungsi Bimbingan dan Konseling
         Fungsi bimbingan dan konseling menurut Syamsu Yusuf dan A.
      Juntika Nurihsan adalah:
         a. Pemahaman, yaitu membantu peserta didik agar memiliki
            pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya
            (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama).
         b. Preventif (pencegahan), yaitu upaya konselor untuk senantiasa
            mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan
            berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh peserta
            didik.
         c. Pengembangan,        yaitu   konselor    senantiasa     berupaya      untuk
            menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
         d. Perbaikan (penyembuhan), yaitu fungsi bimbingan yang bersifat
            kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan pemberian bantuan kepada
            siswa yang telah mengalami masalah.


15
     H. Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, …, h. 130
                                                                                       14



            e. Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu
                memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan yang sesuai dengan
                minat, bakat siswa.
            f. Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu
                (siswa) agar dapat menyesuaikan diri secara dinamis dan
                konstruktif terhadap program pendidikan, peraturan sekolah, atau
                norma agama.16
             Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi dari
          bimbingan dan konseling selain sebagai pemahaman untuk dirinya
          sendiri (peserta didik) maupun lingkungannya, fungsi dari bimbingan
          dan konseling juga sebagai penyembuh (perbaikan) bagi peserta didik
          yang mengalami kesulitan ketika mendapatkan suatu permasalahan yang
          sulit untuk dipecahkan yang menyebabkan peserta didik itu pesimis dan
          rendah diri.


      5. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling
         Dalam memberi bimbingan belajar guru hendaknya memperhatikan
      beberapa prinsip di antaranya yaitu:
         Menurut pendapat Nana Syaodih Sukmadinata prinsip-prinsip bimbingan
      dan konseling yaitu:
        a. Bimbingan belajar diberikan kepada semua siswa. Semua siswa baik
            yang pandai, cukup, ataupun kurang.
        b. Sebelum memberi bantuan, guru terlebih dahulu harus berusaha
            memahami kesulitan yang dihadapi siswa.
        c. Bimbingan belajar yang diberikan guru hendaknya disesuaikan dengan
            masalah serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya.
        d. Bimbingan belajar hendaknya menggunakan teknik yang bervariasi.




      16
         Syamsu Yusuf dan A. Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan dan Konseling, (Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya, 2006), Cet. II, h. 16-17
                                                                                                                                 15



           e. Dalam memberikan bimbingan belajar hendaknya guru berkerja sama
               dengan staf sekolah yang lain. 17
            Sedangkan di dalam buku Kartini Kartono, prinsip dari bimbingan dan
     konseling yaitu, bahwa setiap orang adalah berharga, satu prinsip yang
     penting, peserta didik juga mempunyai potensi dan hak untuk memperoleh
     sukses dalam kehidupannya. Seharusnya ia ditolong, agar potensinya itu
     menjadi realita.18
            Pendapat dari Kartini dan Kartono juga sama dengan pendapat M. Arifin
     yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki fitrah (kemampuan dasar)
     yang dapat berkembang dengan baik bilamana diberi kesempatan. Untuk itu
     melalui bimbingan yang baik. Pandangan yang demikian bersumberkan
     hadits yaitu:


             ˰˶ Ύ˰˴ ͋ ˴ ˵ ˴  ˶ ˶ ΍˴ ˰͋ ˰˴ ˵ ΍˴  ˶ ˶ ΍˴ ͋ ˰˴ ˵  ˵ ΍˴ ˴ ˴ ˴  ˶ ˴ ˸τ˰˶ ˸ϟ΍ ϰ˴ ˴  ˵ ˴ ˸Ϯ˵  ͉ ˶ ˳ ˸Ϯ˵ ˸Ϯ˴  ˸Ϧ˶ Ύ˴
            Ϫ
            ˶ ϧ δΠϤϳϭ Ϫϧ ή μ Ϩϳ ϭ Ϫϧ ΩϮ Ϭϳ ϩ ϮΑ΄ϓ Γή ϔ Ϡϋ Ϊϟ ϳ ˴ ΍ Ω ϟ ϣ ϣ ϣ                                   ϻ
                                                                                                                       ϢϠ˰δϣ
            Tidaklah setiap anak terlahir kecuali dalam keadaan fitrah sampai
            kedua orang tuanya yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi19

            Dari pendapat di atas, penulis setuju dengan pendapat dari Kartini
     Kartono, yang menjelaskan bahwa bahwa setiap orang adalah berharga,
     dengan adanya prinsip seperti itu, maka peserta didik merasa bahwa dirinya
     dihargai oleh orang lain. Sehingga peserta didik akan lebih bersemangat
     (optimis) dalam menghadapi masalah baik di sekolah maupun di luar
     sekolah. Selain itu juga, peserta didik juga akan menganggap bahwa dirinya
     tidak dibeda-bedakan dari peserta didik yang lain karena ia mempunyai
     pendapat bahwa dirinya mempunyai kelebihan dibandingkan orang lain.




      17
           Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, …, h. 241-242
      18
          Kartini Kartono (Penyunting), Bimbingan Belajar di SMA dan Perguruan Tinggi,
(Jakarta: CV. Rajawali, 1985), Cet. I, h. 116
      19
           Imam Muslim, Al-Jami’ al-Shahih, (Bairut: Dar al-Fikr, tt), Juz. VIII, h. 52
                                                                                       16




      6. Teknik Bimbingan dan Konseling
           Pada umumnya teknik-teknik yang dipergunakan dalam bimbingan
      mengambil dua pendekatan, yaitu pendekatan secara kelompok (group
      guidance) dan pendekatan secara individual (individual counseling).
           a. Bimbingan kelompok
                   Teknik yang digunakan dalam membantu murid atau sekelompok
               murid memecahkan masalah-masalah dengan melalui kegiatan
               kelompok. Beberapa bentuk khusus teknik bimbingan kelompok
               yaitu: home room program, karyawisata, diskusi kelompok, kegiatan
               kelompok, organisasi murid, sosiodrama.
           b. Penyuluhan individual (Individual Counseling)
                   Dalam teknik ini pemberian bantuan dilakukan dengan hubungan
               yang bersifat face to face relationship (hubungan empat mata), yang
               dilaksanakan dengan wawancara antara counselor dengan konsele.
               Masalah-masalah yang dipecahkan melalui teknik counseling ini
               ialah masalah-masalah yang sifatnya pribadi. 20
           Beberapa sistem pendekatan bimbingan dan konseling menurut Abin
      Syamsuddin Makmun, yaitu:
             1. Pendekatan Direktif.
             2. Pendekatan Non-Direktif. 21
           Secara singkat kedua pendekatan bimbingan dan konseling tersebut dapat
      dijelaskan sebagai berikut:
             1. Pendekatan Direktif.
                 Pendekatan ini dikenal juga sebagai bimbingan yang bersifat
             Counselor-Centered. Sifat tersebut menunjukkan pihak pembimbing
             memegang peranan utama dalam proses interaksi layanan bimbingan.

      20
           I. Djumhur dan Mohammad Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, …, h. 106 &
110
      21
         H. Abin Syamsuddin Makmun, Psikologi Kependidikan Perangkat Sistem Pengajaran
Modul, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), Cet. VII, h. 295- 296
                                                                                  17



        Pembimbinglah yang berusaha mencari dan menemukan permasalahan
        yang dialami kliennya.
        2. Pendekatan Non-Direktif
             Pendekatan ini dikenal juga sebagai layanan bimbingan yang
        bersifat Client-Centered. Sifat tersebut menunjukkan bahwa pihak
        terbimbing diberikan peranan utama dalam bidang interaksi layanan
        bimbingan.
             Ciri-ciri hubungan non-direktif:
             a. Hubungan non-direktif ini menempatkan klien pada kedudukan
                 sentral, klienlah yang aktif untuk mengungkapkan dan mencari
                 pemecahan masalah.
             b. Konselor berperan hanya sebagai pendorong dan pencipta
                 situasi yang memungkinkan klien bisa berkembang sendiri.22


7. Jenis Pelayanan Bimbingan dan Konseling
      Menurut I. Djumhur dan Mohammad Surya, pelayanan-pelayanan yang
diberikan oleh bimbingan di sekolah dapat dikelompokkan sebagai berikut:
       a.   Pelayanan Pengumpulan Data tentang Murid
       b.   Pelayanan Pemberian Penerangan
       c.   Pelayanan Penempatan
       d.   Pelayanan Pengajaran
       e.   Pelayanan penyuluhan
       f.   Pelayanan Penelitian dan Penilaian (evaluasi)
       g.   Pelayanan Hubungan Masyarakat. 23

      Secara singkat jenis pelayanan bimbingan dan konseling tersebut dapat
dijelaskan sebagai berikut:
     a. Pelayanan Pengumpulan Data tentang Murid
        Sesuai dengan pengertian bahwa bimbingan adalah bantuan bagi
     individu yang menghadapi masalah, maka sudah tentu berhasil tidaknya
     suatu usaha bantuan dalam rangka bimbingan akan banyak bergantung

22
     Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Teori Konseling, …, h. 60-61
23
     I. Djumhur dan Mohammad Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, …, h. 39-44
                                                                       18



dari keterangan-keterangan atau informasi-informasi tentang individu
tersebut. Oleh karena itu mengumpulan data seperti ini merupakan langkah
pertama dalam kegiatan bimbingan secara keseluruhan.
b. Pelayanan Pemberian Penerangan
   Yang dimaksud dengan pelayanan ini adalah memberikan penerangan-
penerangan yang sejelas-jelasnya dan selengkap-lengkapnya mengenai
berbagai hal yang diperlukan oleh setiap murid, baik tentang pendidikan,
pekerjaan, sosial, maupun pribadi.
c. Pelayanan Penempatan
   Hakekat dari pelayanan penempatan ini adalah membantu individu
memperoleh penyesuaian diri dengan jalan menempatkan dirinya pada
posisi yang sesuai. Yang menjadi tujuan pelayanan penempatan ini adalah
agar setiap individu dapat posisi yang sesuai keadaan dirinya, seperti
minat, kecakapan, bakat, cita-cita, tingkat perkembangan dan sebagainya.
d. Pelayanan Pengajaran
   Yang dimaksud dengan pelayanan pengajaran adalah kegiatan
pemberian bantuan kepada murid-murid dalam mengatasi kesulitan-
kesulitan dalam pengajaran. Yang menjadi tujuannya adalah agar setiap
murid memperoleh penyesuaian diri yang baik serta mengembangkan
kemampuannya secara optimal dalam kegiatan pengajaran.
e. Pelayanan penyuluhan
   Penyuluhan merupakan inti kegiatan program bimbingan. Kegiatan
penyuluhan ini di samping berfungsi sebagai terapi (penyembuh), dapat
pula berfungsi sebagai cara pengumpulan data. Penyuluhan merupakan
kegiatan professional, artinya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki
pendidikan dan keahlian serta pengalaman khusus dalam bidang
penyuluhan.
f. Pelayanan Penelitian dan Penilaian (evaluasi)
   Tujuan pelayanan ini adalah untuk mengadakan penelitian dan
penilaian mengenai masalah yang berhubungan dengan kegiatan program
                                                                                             19



           bimbingan dan penyuluhan. Program bimbingan yang baik senantiasa
           mendasarkan diri kepada hasil-hasil penelitian dan penilaian.
           g. Pelayanan Hubungan Masyarakat.
              Di samping memberikan pelayanan kepada murid-murid dan personil
           sekolah lainnya, kegiatan bimbingan memberikan pelayanan pula kepada
           pihak-pihak luar sekolah, yaitu masyarakat. Tujuan pelayanan ini adalah
           untuk bekerja sama dengan berbagai pihak di masyarakat dalam
           memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah murid-
           murid, seperti kenakalan anak, pembolosan, kelesuan belajar, drop-out dan
           sebagainya.


 B. Kesehatan Mental
     1.      Pengertian Kesehatan Mental
            Ilmu kesehatan mental merupakan salah satu cabang termuda dari ilmu
     jiwa yang tumbuh pada akhir abad ke-19 M dan sudah ada di Jerman sejak
     tahun 1875 M. pada abad kedua puluh, ilmu ini berkembang dengan pesat,
     sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.
            Menurut Yahya Jaya kesehatan mental adalah “terwujudnya keserasian
     yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya
     penyesuaian diri antara manusia dengan dirinya sendiri dan lingkungannya,
     berlandaskan keimanan dan ketaqwaan serta bertujuan untuk mencapai
     hidup yang bermakna dan bahagia di dunia dan akhirat.”24
            Menurut Zakiah Daradjat kesehatan mental adalah “terhindarnya orang
     dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit
     jiwa (psychose)”.25




      24
         Yahya Jaya, Spiritual Islam dalam Menunbuhkembangkan Kepribadian dan Kesehatan
Mental, (Jakarta: Ruhama, 1994), Cet. I, h. 75 & 77
      25
           Zakiah Daradjat, Kesehatan Mental, (Jakarta: PT. Toko Gunung Agung, 2001), h. 4
                                                                                                  20



            Sedangkan menurut Sururin kesehatan mental adalah “kemampuan untuk
      menyesuaikan dirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta
      lingkungan di mana ia hidup”.26
            Dari pengetian di atas dapat di simpulkan bahwa kesehatan mental yaitu
      kemampuan seseorang dalam menyesuaikan dirinya baik dengan orang lain
      serta dengan lingkungannya dan orang tersebut sehat mentalnya dari gejala-
      gejala kejiwaan dan penyakit jiwa.


      2.     Kesehatan Mental Menurut Islam
            Menurut Hasan Langgulung, kesehatan mental dapat disimpulkan sebagai
      “akhlak yang mulia.” Oleh sebab itu, kesehatan mental didefinisikan sebagai
      “keadaan jiwa yang menyebabkan merasa rela (ikhlas) dan tentram ketika ia
      melaksanakan akhlak yang mulia.”27
            Di dalam buku Yahya Jaya menjelaskan bahwa kesehatan mental
      menurut Islam yaitu, identik dengan ibadah atau pengembangan potensi diri
      yang dimiliki manusia dalam rangka pengabdian kepada Allah dan agama-
      Nya untuk mendapatkan al-nafs al-muthmainnah (jiwa yang tenang dan
      bahagia) dengan kesempurnaan iman dalam hidupnya.28
            Sedangkan dalam bukunya Abdul Mujib dan Jusuf Mudzkir kesehatan
      mental menurut Islam yang dikutip dari Musthafa Fahmi, menemukan dua
      pola dalam mendefinisikan kesehatan mental:
           a. Pola negatif (salaby), bahwa kesehatan             mental adalah terhindarnya
              seorang dari segala neurosis (al-amradh            al-‘ashabiyah) dan psikosis
              (al-amradh al-dzihaniyah).
           b. Pola positif (ijabiy), bahwa kesehatan             mental adalah kemampuan
              individu dalam penyesuaian terhadap                 diri sendiri dan terhadap
              lingkungan sosialnya. 29
      26
           Sururin, Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), Cet. I, h. 143
      27
          Hasan Langgulung, Peralihan Paradigma dalam Pendidikan Islam dan Sains Sosial,
(Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002), h. 165
      28
         Yahya Jaya, Spiritual Islam dalam Menunbuhkembangkan Kepribadian dan Kesehatan
Mental, …, h. 88
      29
         Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakir, Nuansa-nuansa Psikologi Islam, (Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada: 2002), Cet II, h. 133
                                                                                          21




                Di dalam Al-Quran sebagai dasar dan sumber ajaran Islam banyak
      ditemui ayat-ayat yang berhubungan dengan ketenangan dan kebahagian
      jiwa sebagai hal yang prinsipil dalam kesehatan mental.
            Ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut:
           a.     Ayat tentang kebahagian
                      
                      
                                   
                             
                            
                  
                  
                 Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeruh
                kepada kebaikan, menyeruh kepada yang makruf dan mencegah dari
                yang munkar, dan merekalah orang-orang yang menang. (Q.S. Ali
                Imran:104) 30

                Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah menjanjikan kemenangan kepada
      orang-orang yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang
      makruf dan mencegah dari yang munkar. Keimanan, ketaqwaan, amal saleh,
      berbuat yang makruf, dan menjauhi perbuatan keji dan munkar adalah
      merupakan faktor penting dalam usaha pembinaan kesehatan mental.
           b.     Ayat tentang ketenangan jiwa
                          
                      
                               
                 
                       
                          
                   
                        
                 Allah-lah yang telah menurunkan ketenangan jiwa ke dalam hati orang-
                orang mukmin, supaya keimanan mereka bertambah di samping
                keimanan yang sudah ada. (Q.S. Al-Fath: 4) 31
      30
           Jalaluddin dan Ramayulis, Pengantar Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: Kalam Mulia, 1993),
Cet. II. h. 84-85
      31
           Jalaluddin dan Ramayulis, Pengantar Ilmu Jiwa Agama, ..., h. 85
                                                                              22




      Ayat di atas menerangkan tentang bahwa Allah mensifati diriNya bahwa
Dia-lah Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Bijaksana yang dapat
memberikan ketenangan jiwa ke dalam hati orang beriman.
3. Prinsip-prinsip Kesehatan Mental
      Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip kesehatan mental adalah dasar
yang harus ditegakkan orang dalam dirinya untuk mendapatkan kesehatan
mental yang baik serta terhindar dari gangguan kejiwaan. Prinsip-prinsip
tersebut menurut Sururin adalah:
         a.   Gambaran dan sikap yang baik terhadap diri sendiri
         b.   Keterpaduan antara Integrasi diri
         c.   Perwujudan Diri (aktualisasi diri)
         d.   Berkemampuan menerima orang lain,
         e.   Berminat dalam tugas dan pekerjaan
         f.   Pengawasan Diri
         g.   Rasa benar dan Tanggung jawab.32

      Secara singkat prinsip-prinsip kesehatan mental tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut:
     a. Gambaran dan sikap yang baik terhadap diri sendiri
        Prinsip ini biasa diistilahkan dengan self image. Prinsip ini antara lain
     dapat dicapai dengan penerimaan diri, keyakinan diri dan kepercayaan
     pada diri sendiri. Self Image yang juga disebut dengan citra diri merupakan
     salah satu unsur penting dalam pengembangan pribadi.
     b. Keterpaduan antara Integrasi diri
     Yang dimaksud keterpaduan di sini adalah adanya keseimbangan antara
     kekuatan-kekuatan jiwa dalam diri, kesatuan pandangan (falsafah) dalam
     hidup dan kesanggupan menghadapi stress.
     c. Perwujudan Diri (aktualisasi diri)
        Merupakan proses pematangan diri. Menurut Reiff, orang yang sehat
     mentalnya adalah orang yang mampu mengaktualisasikan diri atau potensi



32
     Sururin, Ilmu Jiwa Agama, …, h. 145-148
                                                                              23



     yang dimiliki, serta memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dengan cara yang
     baik dan memuaskan.
     d. Berkemampuan menerima orang lain, melakukan aktivitas sosial dan
     menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat. Untuk dapat penyesuaian
     diri yang sukses dalam kehidupan, minimal orang harus memiliki
     kemampuan dan keterampilan, mempunyai hubungan yang erat dengan
     orang yang mempunyai otoritas dan mempunyai hubungan yang erat
     dengan teman-teman.
     e. Berminat dalam tugas dan pekerjaan
         Orang yang menyukai terhadap pekerjaan walaupaun berat maka akan
     cepat selasai daripada pekerjaan yang ringan tetapi tidak diminatinya.
     f. Pengawasan Diri
        Mengadakan pengawasan terhadap hawa nafsu atau dorongan
     keinginan serta kebutuhan oleh akal pikiran merupakan hal pokok dari
     kehidupan orang dewasa yang bermental sehat dan kepribadian normal,
     karena dengan pengawasan tersebut orang mampu membimbing segala
     tingkah lakunya.
     g. Rasa benar dan Tanggung jawab
        Rasa benar dan tanggung jawab penting bagi tingkah laku, karena
     setiap individu ingin bebas dari rasa dosa, salah dan kecewa. Rasa benar,
     tanggung jawab dan sukses adalah keinginan setiap orang yang sehat
     mentalnya.


4. Penyakit-penyakit Mental dan Faktor-faktor Penyebabnya
      Menurut Zakiah Daradjat, keabnormalan dapat dibagi atas dua golongan
yaitu: gangguan jiwa (neurose) dan sakit jiwa (psychose). Namun ada
perbedaan antara neurose dan psychose. Orang yang terkena neurose, masih
bisa mengetahui dan merasakan kesukaran, sebaliknya yang kena psychose
tidak.33
      Macam-macam neurosis di antaranya adalah:

33
      Zakiah Daradjat, Kesehatan Mental, …, h. 26
                                                                              24



     a. Neurasthenia
     b. Histeria
     c. Psychastenia.34
     Secara singkat macam-macam neurose tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut:
     a. Neurasthenia
         Penyakit Neurasthenia adalah penyakit payah. Orang yang diserang
     akan merasa antara lain: Seluruh badan letih, tidak bersemangat, lekas
     merasa payah, walupun sedikit tenaga yang dikelaurkan.
         Para ahli menyebutkan penyebab penyakit ini antara lain: karena
     terlalu sering melakukan onani (masturbasi), terlalu lama menekan
     perasaan, pertentangan batin, kecemasan, terlalu banyak mengalami
     kegagalan hidup.
     b. Histeria
         Histeria terjadi akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi
     kesukaran-kesukaran, tekanan perasaan, kegelisahan, kecemasan dan
     pertentangan batin.
         Macam-macam Histeria:
        1. Lumpuh Histeria: kelumpuhan salah satu anggota fisik. Penyebab
            hysteria ini adalah adanya tekanan pertentangan batin yang tidak
            dapat diatasi.
        2. Cramp Histeria: Cramp yang terjadi pada sebagian anggota fisik.
            Penyebab dari hysteria ini adanya tekanan perasaan, kegelisahan,
            kecemasan        yang   dirasakan     akibat   kebosanan   menghadapi
            pekerjaan-pekerjaannya.
        3. Kejang Histeria: yaitu badan seluruhnya menjadi kaku, tidak sadar
            akan diri, kadang-kadang sangat keras disertai dengan teriakan-
            teriakan dan keluhan-keluhan tetapi air mata tidak keluar.
            Penyebabnya adalah emosi sangat tertekan, seperti tersinggung,
            sedih, dan rasa penyesalan.

34
     Zakiah Daradjat, Kesehatan Mental, …, h. 27-37
                                                                             25



     c. Psychastenia
         Psychastenia adalah semacam gangguan jiwa yang bersifat paksaan,
     yang berarti kurangnya kemampuan jiwa untuk tetap dalam keadaan
     integrasi yang normal.
         Gejala-gejala penyakit ini adalah:
        1. Phobia yaitu rasa takut yang tidak masuk akal. Kadang-kadang rasa
            takut yang tidak masuk akal itu menyebabkan tertawaan orang
            sehingga ia makin merasa cemas.
        2. Obsesi yaitu gejala gangguan jiwa, di mana si sakit dikuasai oleh
            pikiran yang tidak bisa dihindari.
        3. Kompulsi yaitu gangguan jiwa, yang menyebabkan melakukan
            sesuatu, baik masuk akal ataupun tindakan itu tidak dilakukannya,
            maka si penderita akan merasa gelisah dan cemas. Kegelisahan
            atau kecemasan itu baru hilang apabila tindakan itu dilakukan.
     Sedangkan macam-macam Psychose antara lain:
        a. Schizophrenia
        b. Paranoia
        c. Manicdepressive.35
     Secara singkat macam-macam psychose tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut:
     a. Schizophrenia
         adalah penyakit jiwa yang paling banyak terjadi dibandingkan dengan
     penyakit jiwa lainnya, penyakit ini menyebabkan kemunduran
     kepribadian pada umumnya, yang biasanya mulai tampak pada masa
     puber. Gejala-gejala Skizoprenia yang penting antara lain:
        1. Dingin perasaan, tak ada perhatian pada apa yang terjadi
            disekitarnya.
        2. Banyak tenggelam dalam lamunan yang jauh dari kenyataan
        3. Mempunyai prasangka-prasangka yang tidak benar dan tidak
            beralasan

35
     Zakiah Daradjat, Kesehatan Mental, …, h. 49-54
                                                                                    26



           4. Sering terjadi salah tanggapan atau terhentinya pikiran atau juga
               pembicaraannya tidak jelas ujung pangkalnya
           5. Halusinasi pendengaran, penglihatan atau penciuman, di mana si
               penderita seolah-olah mendengar, mencium atau melihat sesuatu
               yang sebenarnya tidak ada.
           6. Si sakit banyak putus asa dan merasa bahwa ia adalah korban
               kejahatan orang banyak atau masyarakat
           7. Keinginan menjauhkan diri dari masyarakat, tidak mau bertemu
               orang lain.
         b. Paranoia
             adalah penyakit “gila kebesaran”, atau “gila menuduh orang”.
         Penyakit ini tidak banyak terjadi, kadang-kadang hanya satu atau dua
         orang saja yang terdapat menjadi penghuni dari salah satu rumah sakit
         jiwa. Biasanya penyakit ini mulai menyerang orang sekitar umur 40
         tahun. Di antara ciri-ciri khas penyakit ini adalah delusi, yaitu satu
         pikiran salah yang menguasai orang yang diserangnya.
         c. Manicdepressive
             Penyakit ini dinamak juga “gila kumat-kumatan” di mana penderita
         mengalami rasa besar/gembira yang kemudian berubah menjadi
         sedih/tertekan.
         Menurut     Zakiah    Daradjat,    gangguan     kesehatan     mental    dapat
     mempengaruhi:
            a. Perasaan; misalnya cemas, takut, iri-dengki, sedih tak beralasan,
               marah oleh hal-hal remeh, bimbang, merasa diri rendah, sombong,
               tertekan (frustasi), pesimis, putus asa dan apatis.
            b. Pikiran; kemampuan berpikir kurang, sukar memusatkan perhatian,
               mudah lupa, tidak dapat melanjutkan rencana yang telah dibuat.
            c. Kelakuan; nakal, pendusta, menganiaya diri atau orang lain,
               menyakiti badan orang atau dirinya dan berbagai kelakuan
               menyimpang lainnya.
            d. Kesehatan tubuh; penyakit jasmani yang tidak disebabkan oleh
               gangguan pada jasmani. 36

       36
          Zakiah Daradjat, Islam dan Kesehatan Mental, (Jakarta: PT. Toko Gunung Agung,
1996), Cet. VIII, h. 9
                                                                              27




     Dari penjelasan di atas penulis memberi kesimpulan bahwa semua
penyakit jiwa dan gangguan jiwa disebabkan karena perasaan tertekanan
yang tidak bisa dihindari oleh si penderita, sehingga perasaan itu terus-
menerus ia simpan yang akhirnya menyebabkan si penderita pesimis dan
hilang akal untuk mengontrol dirinya.


5. Tanda-tanda Mental Sehat
     Dari Word Health Organization (WHO) “Bagian Jiwa” telah menetapkan
ciri-ciri Mental Health seseorang. Adapun ciri-ciri mental sehat tersebut
adalah:
      a. Adjustment (Penyesuaian diri).
      b.    Integrated Personality (Kepribadian utuh/kokoh).
      c.    Free of the Senses of Frustration, Confict, Anxiety, and Depression
            (Bebas dari rasa gagal, pertentangan batin, kecemasan dan tekanan).
      d. Normatif, semua sikap dan tingkah laku yang dilahirkannya tidak
            ada yang lolos dari jaringan Niai/Adat/Agama/Peraturan/UU.
      e.    Responsibility (Bertanggung Jawab).
      f.    Maturity (Kematangan), terdapatnya kematangan dalam melakukan
            suatu sikap dan tingkah laku-tingkah laku itu dijalankan penuh
            pertimbangan.
      g.    Otonomi (Berdiri Sendiri), selalu bersifat mandiri atas segala tugas-
            tugas atau kewajiban yang menjadi bebannya, tanpa suka memikul
            bebannya kepada orang lain dalam kondisi yang tidak terpaksa.
      h. Well Decision Making (Pengambil Keputusan yang Baik).37
     Sedangkan di dalam bukunya Dadang Hawari, kriteria jiwa atau mental
yang sehat adalah:
           a. Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan,
              meskipun kenyataan itu buruk baginya.
           b. Memperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya.
           c. Merasa lebih puas memberi daripada menerima
37
     Rusmin Tumanggor, Ilmu Jiwa Agama, (Depok: Ulinnuha, 2002), h. 76-84
                                                                                      28



               d. Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas.
               e. Berhubungan dengan orang secara tolong-menolong dan saling
                  memuaskan
               f. Menerima kekecewaan untuk dipakainya sehingga sebagai
                  pelajaran untuk dikemudian hari
               g. Menjuruskan rasa permusuhan lepada penyelesaian yang kreatif
                  dan konstruktif
               h. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.38

            Sedangkan di dalam bukunya Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakir, tanda-
     tanda kesehatan mental adalah “adanya perasaan cinta. Cinta dianggap
     sebagai tanda kesehatan mental sebab cinta menunjukkan diri positif. Cinta
     mendorong individu untuk hidup berdamai, rukun, saling kasih-mengasih,
     dan menjauhkan dari kebencian, dendam, permusuhan, dan pertikaian”.39
           Jika dilihat dari pendapat para ahli yang dijelaskan di atas, nampak saling
     melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Tetapi penulis memilih
     pendapat dari Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakir karena dengan adanya rasa
     cinta di antara manusia, maka akan timbul rasa saling menyayangi,
     perdamaian, saling menghormati sesama manusia. Sehingga tidak ada rasa
     dendam ataupun iri hati yang bisa menyebabkan seseorang tertekan
     perasaannya karena di benci oleh orang lain.


 C. Kerangka Berpikir
       Sebagaimana telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya yaitu
   kerangka teori, layanan bimbingan konseling merupakan layanan yang
   mempunyai hubungan dan pengaruh yang sangat besar bagi para siswa, baik
   dari sikap maupun dan intelegensinya. Karena berhasilnya suatu pendidikan
   dalam proses belajar mengajar bukan hanya ditentukan dari intelegensi yang
   dimiliki oleh murid tetapi dari faktor-faktor lain yang mendukungnya, salah
   satunya, yaitu dari bimbingan yang diberi oleh para guru-guru yang ada di
   sekolah. Bagaimana para guru-guru membimbing murid-muridnya dengan
      38
         Dadang Hawari, Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, (Jakarta: Dana Bhakti
Prima Yasa, 1996), h. 12
      39
           Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakir, Nuansa-nuansa Psikologi Islam, …, h. 148
                                                                           29



 bimbingan dan dukungan yang bisa menjadi para murid lebih semangat,
 berkreasidan kreatif dalam belajar
    Layanan bimbingan konseling di samping sebagai penyemangat bagi para
 murid, layanan bimbingan konseling juga bisa menjadi tempat mengadunya
 para murid atau tempat konsultasi ketika murid sedang menghadapi
 masalah/problem dalam belajar. Dengan demikian, maka akan timbul suatu
 kedekatan dan keterbukaan murid dan juga terjalin hubungan yang baik, antar
 guru dan murid.
    Dengan adanya layanan bimbingan konseling menjadikan pengaruh yang
 baik bagi para murid terutama pada tingkah laku murid, yaitu murid akan
 lebih terarah, berani dalam mengambil keputusannya sendiri, tidak rendah diri
 (pesimis) melainkan selalu optimis apa yang ia lakukan artinya kesehatan
 mentalnya normal tidak dipengaruhi pada hal-hal yang negatif.
    Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, jika layanan bimbingan
 konseling yang ada di sebuah lembaga sekolahan diberikan secara terus
 menerus diberikan kepada para murid, maka dapat menjadikan mereka
 menjadi lebih bersemangat dan berani dalam menghadapi masalah dan juga
 dalam mencapai tujuan yang hendak dicapainya.


D. Pengajuan Hipotesis
    Berdasarkan kajian teori di atas, maka dirumuskan suatu hipotesis.
 Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara
 terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang
 terkumpul. Hipotesis akan diuji di dalam penelitian dengan pengertian bahwa
 uji statistik selanjutnya yang akan membenarkan atau menolaknya. Adapun
 yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah:
 Ho: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara layanan bimbingan
      konseling dengan kesehatan mental siswa.
 Ha: Terdapat hubungan yang signifikan antara layanan bimbingan konseling
      dengan kesehatan mental siswa.
                                       BAB III
                        METODOLOGI PENELITIAN


    A. Desain Penelitian
            Desain penelitian/ rancangan penelitian merupakan “rancangan untuk
        menggambarkan prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh,
        waktu penelitian, sumber data dan kondisi arti apa data dikumpulkan, dan
        deangan cara bagaimana data tersebut dihimpun dan diolah”.1
            Adapun metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah Deskriptif
        korelasional.     Metode      deskriptif     digunakan      bertujuan     untuk
        menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat
        penelitian dilakukan dan mencari sebab-sebab dari suatu gejala.
            Selanjutnya, dalam penelitian ini penulis mengacu pada buku pedoman
        penulisan skripsi yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
        Keguruan (FITK) UIN Jakarta tahun 2007.


    B. Variabel Penelitian
            Variabel adalah obyek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian
        suatu penelitian.2


        1
          Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2007), Cet. III, h. 52
        2
          Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT.
Rineke Cipta, 2006), Cet. XIII, h. 118

                                           30
                                                                               31



        Di dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang dijadikan sebagai
     acuan dalam pengamatan, guna memperoleh data dan kesimpulan empiris
     mengenai hubungan bimbingan dan konseling terhadap kesehatan mental,
     yaitu:
     1. Variabel bebas (Variabel Independen), yaitu variabel yang dapat
         memberikan pengaruh terhadap variabel lain, yaitu layanan bimbingan
         dan konseling (variabel X).
     2. Variabel terikat (Variabel Dependen), yaitu variabel yang yang
         dipengaruhi oleh variabel bebas, yaitu kesehatan mental siswa
         (variabel Y).
                                       Tabel. 1
                          Matriks Variabel penelitian
No     Variabel                Dimensi                         Indikator
1.   Layanan         1. Layanan                   Membantu          siswa     dalam
     Bimbingan           Penempatan/penyaluran    memilih         jurusan       dan
     dan Konseling                                ekstrakulikuler     yang    sesuai
     (Variabel X)                                 dengan minat, bakat dan cita-
                                                  cita
                     2. Layanan Penyuluhan        Membantu          siswa     dalam
                                                  menyelesaikan masalah yang
                                                  dihadapi          baik       yang
                                                  berhubungan dengan sekolah,
                                                  keluarga, sosial, pribadi dan
                                                  pekerjaan
                     3. Layanan Pengajaran        Membantu       kesulitan    siswa
                                                  dalam proses belajar- mengajar
                     4. Layanan                   Memberikan penerangan yang
                         Informasi/penerangan     sejelas-jelasnya dan selengkap-
                                                  lengkapnya        kepada    siswa
                                                  mengenai berbagai hal yang
                                                  diperlukan        baik     tentang
                                                                              32



                                               pendidikan, sosial dan pribadi.
                    5. Layanan      Hubungan Pihak      sekolah      bekerjasama
                      Masyarakat               dengan       masyarakat,       yaitu
                                               adanya      pertemuan        dengan
                                               orang tua murid, kunjungan ke
                                               rumah,         seminar          dan
                                               bekerjasama dengan berbagai
                                               lembaga penting.
                    6. Preventif (Pencegahan) Guru berusaha mengantisipasi
                      dan              Kuratif berbagai       masalah         yang
                      (penyembuhan)            mungkin terjadi dan berusaha
                                               untuk mencegahnya.
                    7. Bimbingan Kelompok      Membantu murid/sekelompok
                                               murid      dalam     memecahkan
                                               masalah-masalah              dengan
                    8. Penyuluhan     Individu melalui kegiatan kelompok.
                      (Bimbingan Individu)     Membantu           siswa      dalam
                                               memecahkan masalah pribadi.
2.   Kesehatan      1. Bertanggung Jawab       Siswa dapat menunjukkan rasa
     Mental                                    tanggung jawabnya atas segala
     (prilaku)                                 pilihan/tindakan      yang     telah
     Siswa                                     dilakukan.
     (Variabel Y)   2. Disiplin                Siswa        dapat         mematuhi
                                               peraturan tata tertib sekolah
                    3. Pengawasan/menjaga       Siswa                        dapat
                       Diri                    menjaga/mengawas             dirinya
                                               terhadap hawa nafsu.
                                                                                              33



    C. Populasi dan Sampel
              Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu
        ruang lingkup dan waktu kita tentukan.3
              Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh siswa.
        Siswa kelas dua MAN 12 Duri Kosambi Cengkareng Jakarta Barat yang
        berjumlah 257 siswa.
              Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki sifat-sifat dan
        karakteristik yang sama, sehingga betul-betul mewakili populasi. Guna
        menyederhanakan proses pengumpulan dan pengolahan data, maka penulis
        mengambil teknik Purposive sample. Dalam penelitian ini yang menjadi
        sampel sebanyak 20% dari jumlah populasi yang ada yaitu 257 dengan
        perhitungan 20% X 257 = 51,4 dibulatkan menjadi 52 responden. Hal ini
        berdasarkan pendapat Suharsimi Arikunto:
              “Apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua
        sehinnga penelitiannya merupkan penelitian populasi. Tetapi, jika jumlah
        subyeknya besar, dapat diambil antara 10 – 15 % atau 20 – 25 % atau
        lebih.”4
                                                  Tabel. 2
                                     Matriks Populasi dan Sampel

                    Kelas           Jumlah Siswa                   Jumlah Sampel
                  XI- IPA              39 orang                         9 orang
                  XI IPS-1             35 orang                         5 orang
                  XI IPS-2             36 orang                         7 orang
                  XI IPS-3             37 orang                         8 orang
                  XI IPS-4             36 orang                         7 orang
                  XI IPS-5             37 orang                         8 orang
                  XI IPS-6             37 orang                         8 orang
                    Total             257 orang                        52 orang

        3
            S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005), Cet.
V, h. 118
        4
            Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,…, h. 134
                                                                              34




                                           Tabel. 3
                Kisi-kisi Instrumen Bimbingan dan Konseling
     Variabel                    Indikator                      Butir Soal    Jumlah
1.     Layanan a. Membantu        Siswa     dalam     memilih      1,2             2
Bimbingan          jurusan dan ekstrakulikuler
dan             b. Membantu siwa dalam menyelesaikan               3,4,5           3
Konseling          masalah yang dihadapi baik yang
                   berhubungan denagn sekolah, sosial,
                   pribadi dan pekerjaan
                c. Membantu siswa dalam proses belajar-             6              1
                   mengajar
                d. Memberikan penerangan yang sejalas-             7,8             2
                   jelasnya    dan   selengkap-lengkapnya
                   kepada siswa mengenai berbagai hal
                   yang       diperlukan     baik     tentang
                   pendidikan, sosial dan pribadi.
                e. Pihak sekolah bekerjasama dengan             9,10, 11,12        4
                   masyarakat, yaitu adanya pertemuan
                   dengan orang tua murid, kunjungan ke
                   rumag,     seminar,     dan   bekerjasama
                   dengan      lembaga-lembaga        penting
                   seperti mendatangkan kepolisian dan
                   Psikolog ke sekolah.
                f. Guru berusaha mengantisipasi berbagai 13,14,15,16,              5
                   masalah yang mungkin terjadi dan 17
                   berusaha untuk mencegahnya.
                g. Membantu murid/sekelompok murid                  18             1
                   dalam menyelesaikan masalah-masalah
                   dengan melalui kegiatan kelompok
                h. Membantu siswa dalam memecahkan                19,20            2
                                                                                            35



                        masalah pribadi.


                   Kisi-kisi Instrumen Kesehatan Mental (prilaku) siswa
 2. Kesehatan a. siswa            dapat      menunjukkan         rasa 21,22,23,24,                9
 Mental                tanggung       jawabnya       atas     segala 25,26,27,28, 29
 (prilaku)             pilihan/tindakan yang telah dilakukan            30,31,32,33,
 siswa             b. Siswa dapat mematuhi peraturan tata 34,35,36,37,38                          9
                       tertib sekolah
                   c. Siswa dapat menjaga/mengawas dirinya 39,40                                  2
                       dari hawa nafsu.


    D. Metode Penelitian
             Metode adalah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu,
         yang mempunyai langkah-langkah sistematis.5
             Metode yang digunakan dalam menyusun skripsi ini penulis
         menggunakan metode eksplanasi yaitu, model penelitian yang memiliki
         objek kajian dalam bentuk menguji hubungan antarvariabel yang
         dihipotesiskan. Dalam konteks ini, maka peneliti eksplanasi bertumpu
         pada hipotesis yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis itu sendiri
         menggambarkan hubungan antar dua atau lebih variabel untuk mengetahui
         apakah sesuatu variabel berasosiasi ataukah tidak dengan variabel lainnya,
         atau apakah sesuatu variabel disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel
         lainnya atau tidak.6
             Di samping itu juga, metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif
         yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan sebenarnya.
         Untuk memperoleh data obyektif, maka digunakan dua bentuk penelitian,
         yaitu:



         5
           Husaini Usman, dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta:
Bumi Aksara, 1998), Cet. II, h. 41
         6
           Syamsir Salam dan Jaenal Aripin, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: UIN Jakarta
Press, 2006), Cet. I, h. 14-15
                                                                           36



   a. Penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu penelitian yang
      dilakukan dengan mengumpulkan, membaca dan menganalisis buku
      yang ada relevansinya dengan masalah yang dibahas dalam skripsi.
   b. Penelitian   lapangan   (Field   Research),   yaitu   penelitian   untuk
      memperoleh data-data lapangan langsung. Dengan cara mendatangi
      langsung sekolah yang akan diteliti.


E. Teknik Pengumpulan Data
      Teknik pengumpulan data terdiri dari:
   1. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan dalam lapangan yang
      sistematis terhadap gejala-gejala yang dihadapi dan sesuai dengan
      kenyataan yang ada.
   2. Wawancara adalah Tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih
      secara langsung dengan kepala sekolah dan guru BK.
   3. Dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh melalui
      dokumen-dokumen.
   4. Angket adalah daftar pernyataan atau pertanyaan yang dikirimkan
      kepada responden baik secara langsung atau tidak langsung untuk
      mengetahui sakala tentang layanan bimbngan dan konseling terhadap
      kesehatan mental siswa MAN 12 di kelas XI.


F. Teknik Analisis Data
      Langkah-langkah yang ditempuh dalam menganaliss data adalah:
   1. Editing
      Yang pertama kali dilakukan adalah melakukan edit atau memilih data,
   sehingga hanya data yang tercapai saja yang tersisa. Langkah editing ini
   bertujuan untuk merapihkan data agar rapi, bersih dan mengadakan
   pengolahan lebih lanjut.
                                                                          37



2. Skoring
   Setelah melakukan editing, maka selanjutnya penulis melanjutkan skor
terhadap pernyataan yang ada pada angket dengan ketentuan sebagai
berikut:
Sangat setuju dan selalu                     (a) diberi nilai 4
Setuju dan sering                            (b) diberi nilai 3
Tidak setuju dan kadang-kadang               (c) diberi nilai 2
Sangat tidak setuju dan tidak pernah         (d) diberi nilai 1
3. Tabulating
   Pada tahap ini, penulis memindahkan jawaban responden ke dalam
blanko yang telah tersusun rapi dan rinci dalam bentuk tabel.
   Untuk menganalisis data yang telah terkumpul, maka penulis
menggunakan teknik analisis non-statistik dan analisis statistik. Analisis
non-statistik menggunakan metode deskriptif, yaitu menuturkan dan
menganalisis data yang berupa angka-angka yang diperoleh dari
penelitian, sebagai berikut:
                               Tabel. 4
                    Pengukuran Secara Deskriptif

             Pengukuran        Jumlah                 Pengukuran Secara
Jawaban                                     Nilai
                Item            Item                      Deskriptif
   A                4            20          80           Sangat Tinggi
   B                3            20          60                 Tinggi
   C                2            20          40               Sedang
   D                1            20          20               Kurang


   Untuk analisis statistic penulis menggunakan bentuk presentase dalam
mencari skor masing-masing variabel X dan variabel Y dengan
menggunakan rumus:
      F
P = –––– X 100
      N
Ket:
                                                                                   38



      P           = Prosentase
      F           = Frekuensi jawaban responden
      N           = Number of Cases (jumlah responden)
      100 % = Bilangan tetap
           Setelah itu, untuk mencari korelasi antara dua variabel penulis
      menggunakan rumus Product of Moment Corelation, yaitu salah satu
      teknik untuk mencari korelasi antar dua variabel. Adapun rumusnya
      sebagai berikut:
                             NXY  (X )(Y )
          rxy =
                      [ NX  (X ) 2 ][ NX 2  (X ) 2 ]
                            2




      Keterangan:
      rxy = Angka indeks korelasi “r” Product moment
      N = Number of cases
      XY =                 Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y
      X          =         Jumlah seluruh skor X
      Y          =         Jumlah seluruh skor X
           Setelah diperoleh angka indeks korelasi “r” product moment maka
      dilakukan interpretasi secara sederhana yaitu dengan mencocokkan hasil
      penelitian dengan angka indeks korelasi “r” product moment seperti di
      bawah ini
                                           Tabel. 5
                                      Interpretasi Data

     Besarnya “r”
                                                        Interpretasi
 Product moment (rxy)

0,00 – 0,20                        Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi
                                   yang sangat lemah atau sangat rendah sehingga
                                   korelasi itu diabaikan

0,20-0,40                          Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi
                                   yang lemah atau rendah
                                                                               39




0,40 – 0,70                    Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi
                               yang sedang atau cukup

0,70 – 0,90                    Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi
                               yang kuat atau tinggi

0,90 – 1,00                    Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi
                               yang sangat kuat


           Setelah ini hasilnya dicocokkan dengan tabel nilai koefisien korelasi
      “r” product moment baik pada taraf signifikansi 5% ataupun pada taraf
      1%, kemudian dibuat kesimpulan apakah terdapat korelasi positif yang
      signifikan atau tidak.
           Untuk lebih memudahkan pemberian interpretasi angka indeks korelasi
      “r” product moment, prosedurnya adalah sebagai berikut:
        1. Merumuskan Hipotesa Alternatif (Ha) dan Hipotesa Nilai (Ho)
        2. Menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesa yang telah diajukan,
              dengan cara membandingkan besarnya “r” product moment dengan
              “r” yang tercantum dalam tabel nilai (db) atau degree of freedom
              (df). Adapun rumusnya sebagai berikut:
      df = N-nr
      Keterangan:
      Df = Degree of freedom
      N = Number of cases
      Nr = Banyaknya variabel yang dikorelasikan
           Untuk mencari kontribusi variabel X terdapat variabel Y penulis
      menggunakan rumus sebagai berikut:
      KD = r2 x 100%
      Keterangan:
      KD = Kontribusi variabel X terhadap variabel Y
      r2      = Koefisien korelasi antara variabel X terhadap variabel Y
                              BAB IV
                     HASIL PENELITIAN


A. Gambaran Umum MAN 12
  1. Sejarah singkat berdirinya MAN 12
     Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 12 Duri Kosambi Jakarta berdiri sejak
  tahun 1997, saat itu masih berstatus sebagai kelas jauh (KJ) dari MAN 10
  Joglo Jakarta Barat. Seiring perjalanan waktu, MAN 10 KJ Duri Kosambi
  berkembang pesat. Dari tahun ke tahun jumlah siswanya semakin
  meningkat, fasilitas madrasah semakin memadai, dan Sumber Daya
  Manusia-nya pun semakin profesional.
     Pada tanggal 30 Desember 2003, melalui SK Menteri Agama No. 558,
  Pemerintah menetapkan MAN 10 KJ Duri Kosambi menjadi MAN 12
  Duri Kosambi Jakarta, dan Drs. M. Yunus, M.Pd. ditetapkan sebagai
  Kepala Madrasah hingga sekarang.
     Mulai Tahun Pelajaran 2006/2007, MAN 12 Duri Kosambi Jakarta
  mempunyai 2 (dua) kampus, yaitu KAMPUS A, yang berlokasi di Jl. Raya
  Duri Kosambi No. 3 Cengkareng Jakarta Barat, dan KAMPUS B, yang
  berlokasi di Jl. Raya Kamal – Tegal Alur Kali Deres Jakarta Barat.




                                  40
                                                                                              41



     2. Visi dan Misi
          a. Visi
              Menjadikan Madrasah Aliyah Negeri 12 Jakarta sebagai Lembaga
          Pendidikan yang sejajar dengan Sekolah/Madrasah Unggulan lainnya
          di Provinsi DKI Jakarta, Berinovasi serta Berorientasi pada kualitas.
          (Sejajar, Inovatif, dan Berkualitas).
          b. Misi
          1. Menyiapkan sumber daya insani yang memiliki integritasdan
                  kompetensi keahlian yang dilandasi sikap moral dan akhlak yang
                  Islami.
          2. Membangun sinergi dengan lembaga pendidikan lainnya ke arah
                  terbentuknya jaringan kerja yang dapat berfungsi sebagai
                  laboratorium kerja bagi pengembangan pendidikan.
          3. Meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme tenaga pendidikan
                  sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.

     3. Keadaan Guru, Siswa dan Pegawai
          a. Keadaan Guru
              Guru merupakan unsur terpenting dalam proses belajar mengajar
          karena guru mempunyai beban yang sangat berat dalam menanggung
          tanggungjawabnya yaitu menjadikan manusia (peserta didik) yang
          berguna dan bermanfaat bagi kehidupannya.
               Adapun guru di MAN 12 yaitu sebanyak 41 orang, belum termasuk
           di dalamnya tenaga tata usaha yaitu:
                                                Tabel. 6

NO          NAMA              PENDIDIKAN               JABATAN /GURU BIDANG STUDI
01   Drs. M. Yunus, M.Pd     S.2 UHAMKA          Kepala Madrasah / Aqidah Akhlaq : XI
     Drs. M. Yamin Sarip,
02                           S.2 UHAMKA          Matematika : XII - IPS
     M.Pd
03   Drs. Abdul Majid        S1. IAIN Jakarta    Bahasa Inggris : XII
04   Drs. Kandi              S1. IKIP Jakarta    PKn : XII
05   Dra. Iceu Aisyah        S1. IKIP Jakarta    Bahasa Indonesia : XII
06   Abu Hasan, S.Pd         S1. IKIP Jakarta    Kimia : XI-IPA, XII-IPA, Mtk : XI-IPS 3, 4
                                                                                                    42



07   Dra. Zuswati              S1. STKIP          Pkn : X -A - E , XI-IPA, XI-IPS 1 - 4
08   Fakhri Rahimi, S.Ag       S1. IAIN           Fiqh : X-A - E, XI-IPS 1 - 4
09   Aceng Sholihin, S.Pd.I    S1. UIN            Bahasa Arab : XI, Mulok : X
10   Ahmad Muslim, S.Pd        SI. UNJ            Matematika : XI-IPA, XI-IPS-1-2, XII-IPA
11   Aminullah, S.Pd           S1. UNJ            PKn : X-F-G, XI-IPS-5-6 / Sosiologi : X
12   Idris, S.Pd               S1. UNJ            Ekonomi : XI-IPS-5-6, X
13   Dra. Hj. Nur Faridah      S1. IKIP           Kimia : X, Fisika : XII-IPA
14   Laela, S.Pd               S1. UNJ            Bahasa Indonesia : X-D - G, XI-IPS-5 - 6
15   Sri Wahyuni. M, S.Pd      S1. UNJ            Pendidikan Seni : XI, XII
16   Wido Prayoga, S.Pd        S1. UNS            Sejarah : XI, XII
17   Dra. Indah Kusumawati     S1.                Geografi : X, XI-IPS-5 - 6, XII
18   Drs. M. Supena, M.Pd      S.2 UHAMKA         Bahasa Indonesia : X-A,B,C
19   Dra. Siti Farida          S1. IAIN           BK : X, XI, XII / Qurdits : XII
20   Drs. Syahril Munaf        S1. IKIP Jakarta   Geografi : XI-IPS-1 - 4
21   Latifah, S.Ag             S1. IAIN           Bahasa Arab : X-A - E, XII
22   Rahmad Subhan, S.Ag       S1. STIT           Penjaskes : XI, XII / Fiqh : XII
23   Eti Rahmawati,. S.Pd      S1. UHAMKA         Sosiologi : XII
24   Ellis Susilawati, S.Pd    S1. UHAMKA         Matematika : X-A - E
25   Hamidah, S.Pd             S1. UHAMKA         Biologi : X-A, B, C, XI-IPS, XII-IPA
26   Zulkifli, S.Pd            S1. UHAMKA         B. Inggris : XI-IPA, IPS-1, 2 / Mulok : XI
27   M. Husaini, S.Pd          S1. UHAMKA         TIK : XI, XII / Mulok : XII
28   Nimun, S.Ag               S1. UMJ            Al Qur'an : X-A - E, XI-IPA, XI-IPS-1 - 4
29   Wardah, S.Pd              S1. UHAMKA         Bahasa Indonesia : XI
30   Nilawati, S.Pd            S1. UNSRI          Ekonomi : XII-IPS
31   Euis Qomariah, S.Pd       S1. UNJ            Sosiologi : XI-IPS-1 - 4
32   Lili Fitriah, S.Pd        S1. UNILA          Ekonomi : XI-IPS-1 - 4
33   Dinar Inayah, S.Pd        S1. IKIP Bandung   Fisika : X, XI-IPA
34   Nano Sukarno              S1. UNISMA 45      Penjaskes : X, XI-IPS-5 - 6
35   Sofiudin                  S1. UIN Jakarta    B. Inggris : X-F - G, XI-IPS-3 - 6 / Mulok : XI-IPS-5 - 6
36   Heru Wibowo, S.Pd.I       S1. UHAMKA         Sejarah : X-A - E / SKI : XII / Sos : XI-IPS-5 - 6
37   Muntoharoh, S.Si          S1. IPB            Biologi : X-C - G / Matematika : XI-IPS-5 - 6
38   Nurjanah, S.Pd            S1                 Bahasa Inggris : X-A - E
39   Widiastuti, S.Pd          S1                 Matematika : XI-IPS-5 - 6 / TIK: X-F - G, XI-IPS-5 -6
40   Sayudi, S.Pd              S1                 Aqidah, Fiqh, QH : X-F - G, XI-IPS-5 - 6
41   Rosita                    S1                 B. Arab : X-F - G, XI-IPS-5 - 6 / TIK : X-A - E



           b. Keadaan Siswa
                Peserta didik merupakan orang yang mendapatkan bimbingan dari
           para         guru   untuk      mendapatkan       pengajaran           sesuai      dengan
           kemampuannya.
                                                                                     43



              Adapun siwa di MAN 12 pada tahun 2007/2008 yaitu sebanyak
           719 orang, seperti terlampir di dalam tabel 7:
                                             Tabel. 7
                   KELAS                L          P        JUMLAH
                X-A                     19         22         41
                X-B                     20         20         40
                X-C                     20         20         40
                X-D                     19         20         39
                X-E                     21         19         40
                X-F                     21         20         41
                X-G                     19         20         39
                XI - IPA                13         26         39
                XI - IPS - 1            11         24         35
                XI - IPS - 2            12         24         36
                XI - IPS - 3            12         25         37
                XI - IPS - 4            14         22         36
                XI - IPS - 5            17         20         37
                XI - IPS - 6            17         20         37
                XII - IPA               10         29         39
                XII - IPS - 1           14         22         36
                XII - IPS - 2           14         21         35
                XII - IPS - 3           14         22         36
                XII - IPS - 4           12         24         36
                Total                  299        420         719

          c. Kedaan Pegawai
                                             Tabel. 8
No             Nama                   Pangkat      Pendidikan         Bidang / Tugas
01   Abdussalam, S.Ag             Penata          IKAHA         Kepala Tata Usaha
02   Damanhuri                    Penata Muda     SMEA          Bendahara Pengeluaran
03   R. Siti Nurul Saadah, S.Ag   Penata Muda     Al-Aqidah     Kepegawaian/ Inventaris
04   Nawafil                      Pengatur Muda   SMA           Doktik/Kesiswaan
05   Nurdahlia                    Pengatur Muda   SMA           Kesiswaan/Tikrey/Inventaris
06   Ismail                       CPNS            SMA           Absensi / Kepegawaian
07   Tuti Alawiyah                -               SMA           Bendahara BP3
08   Khilwatun                    -               SMA           Staf Perpustakaan
09   Lia Damayanti                -               S1. IAIN      Staf Perpustakaan
10   Nasuki                       -               SMA           Satpam / Keamanan
11   Pipik Fajar Herpikto         -               SMK           Staf Tata Usaha
12   Nuryanto                     -               STM           Cleaning Service
13   Ikhwan                       -               SMK           Staf Tata Usaha
14   Iwan Munawar                 -               SMA           Staf Tata Usaha
15   Usman                        -               SMA           Cleaning Service
16   Jaji Jamjuri                 -               STM           Cleaning Service
                                                                        44



   4. Struktur Sekolah MAN 12



            Komite          Kepala Sekolah             Tenaga Ahli
                             Wakil Kepala           Instasi lain Dokter,
                               Sekolah             Psikologi, Kepolosian




                                                   Tata Usaha




                         Koordinator                Wali Kelas/
Guru Mata Pelajaran
                         bimbingan konseling       Guru Pembina
                         Guru Pembimbing




                           Siswa



B. Deskripsi Data
     Deskripsi dari penelitian ini adalah, penelitian ini berjudul hubungan
   layanan bimbingan dan konseling dengan kesehatan mental (prilaku)
   siswa. Yang terdiri dari dua Variabel yaitu Variabel X dan Variabel Y.
   Penelitian ini dilakukan di sekolah MAN 12 Jakarta Barat. Adapun
   populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MAN 12 yang
   berjumlah 257 orang, sampel penelitiannya dengan perhitungan persentase
   20% dari jumlah siswa kelas dua yang berjumlah 7 kelas. Maka diperoleh
   hasil 52 orang yang menjadi sampel.
                                                                            45



   C. Analisis dan Interpretasi Data
     1. Analisis Data
        Data statistik yang akan dianalisis adalah skor-skor dari penyebaran
     angket siswa yang di temukan di lapangan, kemudian data tersebut diolah
     dalam persentase yang dapat diuraikan sebagai berikut:
                                      Tabel. 9
              Variabel X (Layanan Bimbingan dan Konseling)
 Guru BK selalu membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakulikuler
                            sesuai bakat dan minat
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          10       19
                Sering                    3          8        15
                Kadang-kadang             2          19       37
                Tidak pernah              1          15       29
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membantu siswa dalam
memilih kegiatan ekstrakulikuler sesuai bakat dan minat kurang maksimal hal ini
dimungkinkan juga karena siswa bisa memilih dan menentukan sendiri kegiatan
ekstrakulikuler tanpa bertanya dan berkonsultasi dengan guru BK.
                                      Tabel. 10
              Guru Bk membantu siswa dalam memilih jurusan
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          16       31
                Sering                    3          14       27
                Kadang-kadang             2          15       29
                Tidak pernah              1          7        13
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membantu siswa dalam
memilih jurusan sangat maksimal dalam membantu siswa ketika memilih jurusan.
                                                                            46



Hal ini dimungkinkan karena pada usia remaja yang baru beranjak dewasa
merupakan usia yang sangat memerlukan bimbingan. Sehingga peran dari guru
BK sangat penting dalam membatu siswa untuk memilih jurusan.
                                     Tabel. 11
       Guru BK membantu siswa dalam menyelesaikan masalah siswa
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                   4          35       67
                Sering                   3          11       21
                Kadang-kadang            2          6        12
                Tidak pernah             1           -        -
                     Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa Guru BK membantu siswa dalam
menyelesaikan masalah siswa sangat maksimal. Seperti penjelasan yang
sebelumnya bahwa pada usia seperti ini merupakan usia yang memerlukan
bimbingan dari orang-orang yang ada disekelilingnya termasuk dari guru-guru dan
orang tua.
                                     Tabel. 12
Guru BK membimbing siswa disaat siswa mendapat kesulitan dalam belajar
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                   4          17       33
                Sering                   3          14       27
                Kadang-kadang            2          17       33
                Tidak pernah             1          4         7
                     Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membimbing siswa disaat
siswa mendapat kesulitan dalam belajar sudah maksimal. Hal ini dimungkinkan
karena peran konselor di sekolah MAN 12 sangat penting. Selain itu juga layanan
BK tidak masuk dalam mata pelajaran sehingga ketika siswa yang mendapatkan
masalah baik pribadi maupun pelajaran siswa datang ke ruang BK.
                                                                       47



                                      Tabel. 13
        Siswa mendengarkan dan menjalankan nasihat dari guru Bk
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                 Selalu                   4          25       48
                 Sering                   3          17       33
                 Kadang-kadang            2          7        13
                 Tidak pernah             1          3         6
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa mendengarkan dan
menjalankan nasihat dari guru BK sangat maksimal. Hal ini di mungkinkan
karena pemberian bimbingan yang dilakukan oleh konselor sangat terarah
sehingga bagi siswa yang bermasalah dapat memahami apa yang disampaikan
oleh konselor.
                                      Tabel. 14
       Guru BK membantu siwa dalam memahami pelajaran sekolah
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                 Selalu                   4          9        17
                 Sering                   3          17       33
                 Kadang-kadang            2          24       46
                 Tidak pernah             1          2         4
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membantu siwa dalam
memahami pelajaran sekolah kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena
siswa bertanya langsung dengan guru yang bersangkutan atau bertanya dengan
wali kelasnya.
                                                                           48



                                      Tabel. 15
           Di sekolah selalu ada informasi tentang dunia pekerjaan
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                     4         2         4
                Sering                     3         12       23
                Kadang-kadang              2         25       48
                Tidak pernah               1         13       25
                       Jumlah              10        52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa di sekolah ada informasi tentang
dunia pekerjaan kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena sekolah ini bukan
SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Sehingga dalam memberikan informasi
tentang dunia pekerjaan sangat terbatas.
                                      Tabel. 16
 Guru BK membantu siswa untuk menyesuaikan diri ketika menjadi siswa
                                        baru
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                     4         20       38
                Sering                     3         19       37
                Kadang-kadang              2         11       21
                Tidak pernah               1         2         4
                       Jumlah              10        52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membantu siswa untuk
menyesuaikan diri ketika menjadi siswa sangat maksimal. Hal ini dimungkinkan
karena tugas dari seorang konselor yaitu memberikan bimbingan dan arahan yang
sejals-jelasnya kepada klien (siswa). Sehingga ketika menjadi murid baru siswa
tidak merasa bingung dan terasingkan.
                                                                                  49



                                       Tabel. 17
   Guru BK dan kepala sekolah mendatangkan lembaga-lembaga penting
seperti kepolisian dan psikolog ke sekolah dalam membantu kesulitan siswa
                 Alternatif jawaban      Skor      Frekuensi      %
                Selalu                     4          17          33
                Sering                     3          14          27
                Kadang-kadang              2          19          36
                Tidak pernah               1          2           4
                       Jumlah             10          52         100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK dan kepala sekolah
bekerjasama dengan lembaga-lembaga penting dalam membantu kesulitan siswa
kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena kepala sekolah dan guru
mendatangkan lembaga-lembaga penting ke sekolah hanya setahun sekali tidak
sebulan sekali. Sehingga murid-murid tidak merasakan dampak dari hal itu.
                                       Tabel. 18
  Guru BK bekerjasama dengan orang tua dalam menyelesaikan masalah
                                 siswa di sekolah
                 Alternatif jawaban      Skor      Frekuensi      %
                Selalu                     4          28          54
                Sering                     3          11          21
                Kadang-kadang              2          13          25
                Tidak pernah               1           -           -
                       Jumlah             10          52         100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK bekerjasama dengan orang
tua dalam menyelesaikan masalah siswa sangat maksimal. Hal ini dimungkinkan
karena   agar   terjalin   kerjasama     antara    guru    dan   wali   murid   dalam
menumbuhkembangkan potensi dan prilaku anak. Sehingga yang mengetahui
perkembangan siswa bukan guru saja tetapi wali murid juga.
                                                                          50



                                     Tabel. 19
     Guru BK dan kepala sekolah mengadakan seminar/diskusi dalam
     membimbing dan membantu siswa dalam proses belajar-mengajar
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                   4          11       21
                Sering                   3          18       35
                Kadang-kadang            2          20       38
                Tidak pernah             1          3         6
                      Jumlah            10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK dan kepala sekolah
mengadakan seminar/diskusi dalam membimbing dan membantu siswa dalam
proses belajar-mengajar kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena
keterbatasan waktu.
                                     Tabel. 20
   Guru BK berkunjung ke rumah siswa dalam membantu masalah yang
                                dihadapi siswa
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                   4          7        13
                Sering                   3          5        10
                Kadang-kadang            2          27       52
                Tidak pernah             1          13       25
                      Jumlah            10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK berkunjung ke rumah siswa
dalam membantu masalah yang dihadapi siswa kurang maksimal. Hal ini
dimungkinkan karena tidak semua murid mempunyai masalah yang besar yang
mengharuskan guru BK datang ke rumah murid. Melainkan dengan memanggil
siswa ke ruang BK.
                                                                          51



                                      Tabel. 21
          Guru BK menasihati siswa ketika melakukan kesalahan
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          35       67
                Sering                    3          10       19
                Kadang-kadang             2          6        12
                Tidak pernah              1          1         2
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK menasihati siswa ketika
melakukan kesalahan sangat maksimal. Karena tugas dari seorang guru yaitu
memberikan petunjuk yang baik kepada muridnya bukan menjerumuskan murid
kepada hal-hal yang negatif.
                                      Tabel. 22
    Setiap bulan guru BK mengadakan diskusi secara terbuka di sekolah
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          6        12
                Sering                    3          2         4
                Kadang-kadang             2          21       40
                Tidak pernah              1          23       44
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa setiap bulan guru BK mengadakan
diskusi secara terbuka di sekolah tidak maksimal. Hal ini dimungkinkan karena
keterbatasan waktu. Selain itu juga pemberian bimbingan tidak selamanya harus
mengadakan diskusi tetapi dengan siswa datang ke guru BK dan menceritakan
masalah yang dihadapinya itu sudah cukup sehingga siswa yang bermasalah tdak
malu untuk mengungkapkan kepada guru BK.
                                                                            52



                                     Tabel. 23
  Guru BK memberikan layanan konsultasi secara rutin dalam seminggu
                                      sekali
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
               Selalu                    4          8        15
               Sering                    3          7        14
               Kadang-kadang             2          15       29
               Tidak pernah              1          22       42
                     Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK memberikan layanan
konsultasi secara rutin dalam seminggu sekali tidak maksimal melainkan sangat
maksimal karena layanan BK yang ada di sekolah MAN 12 dilakukan 5 kali
dalam seminggu bukan seminggu sekali. Sehingga siapapun siswa yang
mempunyai masalah bisa langsung berkonsultasi dengan guru BK tanpa harus
menunggu jadwal yang ditentukan.
                                     Tabel. 24
 Guru BK menjelaskan etika pergaulan yang baik terutama dengan lawan
                                       jenis
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
               Selalu                    4          26       50
               Sering                    3          15       29
               Kadang-kadang             2          8        15
               Tidak pernah              1          3         6
                     Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK menjelaskan etika pergaulan
yang baik terutama dengan lain jenis kelamin sangat maksimal. Hal ini
dimungkinkan karena guru BK selalu memberikan hal-hal yang positif dan arahan
yang baik kepada kliennya termasuk etika pergaulan yang baik terutama dengan
                                                                              53



lain jenis kelamin. Selain itu juga sekolah ini merupakan sekolah yang bernuansa
Islami.
                                      Tabel. 25
 Setiap awal tahun ajaran baru sekolah mendatangkan nara sumber (polisi,
     dokter) untuk memberikan informasi tentang bahaya narkoba dan
                               pergaulan bebas
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          8        15
                Sering                    3          12       23
                Kadang-kadang             2          26       50
                Tidak pernah              1          6        12
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa setiap awal tahun ajaran baru sekolah
mendatangkan nara sumber (polisi, dokter) untuk memberikan informasi tentang
bahaya narkoba dan pergaulan bebas kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan
karena kurangnya minat dari para murid dan keterbatasan waktu.
                                      Tabel. 26
Setiap minggu guru BK memberikan materi bimbingan dan konseling secara
                               kelompok di kelas
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          5         9
                Sering                    3          9        17
                Kadang-kadang             2          19       37
                Tidak pernah              1          19       37
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa setiap minggu guru BK memberikan
materi bimbingan dan konseling secara kelompok di kelas kurang maksimal. Hal
ini dimungkinkan karena layanan BK tidak masuk dalam mata pelajaran yang
                                                                           54



wajib diajarkan di dalam kelas. Sehingga konselor tidak memberikan materi
bimbingan secara kelompok.


                                     Tabel. 27
     Guru BK membantu menyelesaikan masalah siswa secara individu
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                   4          16       31
                Sering                   3          13       25
                Kadang-kadang            2          20       38
                Tidak pernah             1          3         6
                      Jumlah            10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membantu menyelesaikan
masalah siswa secara individu kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena
bimbingan yang diberikan oleh konselor tidak hanya pada satu orang saja
melainkan kepada seluruh siswa. Sehingga tidak membuang-buang waktu ada.
Selain itu juga dikarena dari kebiasaan siswa yaitu melakukan kesalahan di
sekolah biasanya tidak sendiri melainkan secara kelompok.
                                     Tabel. 28
          Guru BK memanggil siswa secara individu ke ruang BK
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                   4          16       31
                Sering                   3          15       29
                Kadang-kadang            2          16       31
                Tidak pernah             1          5         9
                      Jumlah            10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK memanggil siswa secara
individu ke ruang BK belum maksimal. Hal ini dimungkinkan karena kebanyakan
dari siswa yang berkonsultasi dengan konselor tidak datang sendirian melainkan
datang dengan temannya. Dimungkinkan karena malu untuk mengungkapkan
                                                                                    55



masalah   yang    dihadapinya    sehingga      siswa    mengajak       temannya   untuk
mendampinginya.
                                       Tabel. 29
                 Variabel Y (Kesehatan Mental (prilaku) Siswa)
  Siswa mengabaikan setiap tugas (PR) yang diberikan guru kepada siswa
                  Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi       %
                 Tidak pernah              4           7           13
                 Kadang-kadang             3           32          62
                 Sering                    2           4           8
                 Selalu                    1           9           17
                       Jumlah             10           52      100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa belum maksimal dalam
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai murid. Hal ini dimungkinkan
karena sikap malas yang ada pada diri manusia atau juga karena tugas yang
diberikan oleh guru ekpadanya terlalu sulit untuk dilaksanakan sehingga murid
mengabaikannya.
                                       Tabel. 30
  Siswa menciptakan suasana/lingkungan yang aman dan tentram di kelas
                  Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi       %
                 Selalu                    4           23          44
                 Sering                    3           12          23
                 Kadang-kadang             2           15          29
                 Tidak pernah              1           2           4
                       Jumlah             10           52      100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa selalu
menciptakan suasana/lingkungan yang aman dan tentram di kelas. Hal ini
dimungkinkan karena siswa MAN 12 menginginkan dan menyukai lingkungan
yang damai dan tentram dalam proses KBM. Sehingga balajarpun menjadi lebih
nyaman.
                                                                          56



                                     Tabel. 31
              Siswa berkelahi dengan sesama teman di sekolah
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
               Tidak pernah              4          39       75
               Kadang-kadang             3          10       19
               Sering                    2           -        -
               Selalu                    1          3         6
                     Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam
menahan emosi dan prilaku terhadap hal-hal yang negatif yaitu tidak berkelahi
dengan teman di sekolah. Hal ini menunjukan bahwa prilaku siswa Man 12 yaitu
baik.
                                     Tabel. 32
             Siswa selalu menghormati dan jujur kepada guru
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
               Selalu                    4          27       52
               Sering                    3          13       25
               Kadang-kadang             2          9        17
               Tidak pernah              1          3         6
                     Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam
menghormati dan jujur kepada guru hal ini dimungkinkan karena siswa Man 12
mendapatkan pelajaran agama di sekolahnya yang mengajarkan agar menghormati
gurunya. Hal ini menunjukan bahwa akhlak siswa MAN 12 yaitu baik
                                     Tabel. 33
        Siswa memperhatikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
               Selalu                    4          28       54
                                                                               57



                Sering                    3          11       21
                Kadang-kadang             2          12       23
                Tidak pernah              1          1         2
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam
memperhatikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini di mungkinkan
karena siswa MAN 12 mempunyai sikap tanggung jawab yang besar. Selain itu
juga, dikarenakan tugas yang diberikan oleh guru kepadanya tidak sulit dan berat.
                                      Tabel. 34
          Siswa membaca kembali pelajaran setelah pulang sekolah
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          8        15
                Sering                    3          14       27
                Kadang-kadang             2          27       52
                Tidak pernah              1          3         6
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kurang maksimal dalam
membaca kembali pelajaran setelah pulang sekolah. Hal ini dimungkinkan karena
sikap malas dan jenuh yang mengharuskan siswa untuk mengulang pelajaran
kembali. Selain itu juga mungkin karena mereka sudah paham dan mengerti
dengan apa yang disampaikan oleh gurunya. Sehingga mereka tidak perlu lagi
untuk membaca kembali pelajaran yang sudah di pelajari di sekolah.
                                      Tabel. 35
                   Siswa mengikuti pelajaran sampai selesai
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          38       73
                Sering                    3          10       19
                Kadang-kadang             2          4         8
                                                                              58



                 Tidak pernah              1           -        -
                       Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimak untuk . hal ini
menunjukan bahwa siswa menaati peraturan tata tertib sekolah. Hal ini
dimungkinkan juga karena kecintaan dan ketertarikan siswa untuk belajar.
                                       Tabel. 36
               Siswa tidak masuk kelas/sekolah tanpa surat izin
                  Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                 Tidak pernah              4          30       58
                 Kadang-kadang             3          14       27
                 Sering                    2          6        11
                 Selalu                    1          2         4
                       Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk tidak
masuk kelas/sekolah tanpa surat izin. Hal ini menunjukan bahwa siswa
mempunyai sikap jujur dan taat terhadap peraturan sekolah, karena bagi siswa
yang tidak masuk sekolah tanpa izin (alfa) maka akan mendaptkan sanksi berupa
poin, yaitu 2 poin.
                                       Tabel. 37
                  Siswa mengakui kesalahan apabila bersalah
                  Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                 Selalu                    4          29       56
                 Sering                    3          16       31
                 Kadang-kadang             2          6        11
                 Tidak pernah              1          1         2
                       Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk
mengakui kesalahan apabila bersalah hal ini dimungkinkan karena sekolah ini
                                                                           59



merupakan sekolah yang bernuansa Islam. Selain itu, mungkin karena sikap jujur
yang dimiliki oleh para siswa.
                                      Tabel. 38
             Setiap minggu siswa mendapat hukuman dari guru
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Tidak pernah              4          33       63
                Kadang                    3          14       27
                Sering                    2          4         8
                Selalu                    1          1         2
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam
mentaati peraturan tata tertib sekolah. Sehingga siswa setiap minggu tidak
mendapat hukuman dari guru.
                                      Tabel. 39
                      Siswa menjaga kebersihan sekolah
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          33       63
                Sering                    3          13       25
                Kadang-kadang             2          5        10
                Tidak pernah              1          1         2
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam
menjaga kebersihan sekolah dengan. Hal ini dimungkinkan karena kecintaan
siswa terhadap lingkungan di sekitarnya. Karena dengan terciptanya lingkungan
yang bersih dan sehat. Maka KBM akan menjadi nyaman dan indah untuk dilihat.
                                                                           60



                                      Tabel. 40
                    Siswa datang ke sekolah tepat waktu
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          28       54
                Sering                    3          13       25
                Kadang-kadang             2          10       19
                Tidak pernah              1          1         2
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sanagt maksimal untuk datang
ke sekolah tepat waktu. Hal ini dimungkinkan karena siswa mentaati peraturan
sekolah yang menjelaskan bahwa bagi siswa yang terlambat datang ke sekolah
maka akan mendapatkan poin (tergantung dari keterlambatannya).
                                      Tabel. 41
                  Siswa membuat jadwal belajar di rumah
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          28       54
                Sering                    3          8        15
                Kadang-kadang             2          10       19
                Tidak pernah              1          6        12
                      Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam
membuat jadwal belajar di rumah. Hal ini dimungkinkan karena siswa mempunyai
sikap untuk menghargai waktu dan sikap disiplin.
                                      Tabel. 42
    Siswa selalu mengenakan pakaian seragam dengan rapih ke sekolah
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                Selalu                    4          39       75
                Sering                    3          7        13
                                                                             61



                 Kadang-kadang            2          5        10
                 Tidak pernah             1          1         2
                       Jumlah            10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam
mengenakan pakaian seragam dengan rapih ke sekolah. Hal ini dimungkinkan
karena siswa mempunyai sikap cinta terhadap keindahan dan kerapihan.
                                      Tabel. 43
                      Siswa bolos pada pelajaran tertentu
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                 Tidak pernah             4          39       75
                 Kadang-kadang            3          9        17
                 Sering                   2          3         6
                 Selalu                   1          1         2
                       Jumlah            10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk tidak
bolos pada pelajaran tertentu. Hal ini dimungkinkan karena kecintaan siswa untuk
menuntut ilmu atau mungkin juga karena sikap takut akan mendapatkan poin
karena telah melanggar peraturan tata tertib sekolah.
                                      Tabel. 44
                          Siswa mentaati peraturan sekolah
                 Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
                 Selalu                   4          35       67
                 Sering                   3          14       27
                 Kadang-kadang            2          3         6
                 Tidak pernah             1           -        -
                       Jumlah            10          52       100
                                                                          62



   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimnal dalam
mentaati peraturan sekolah. Hal ini dimungkinkan karena menaati peraturan
merupakan keewajiban bagi semua siswa agar yercipta lingkunga sekolah yang
aman dan tentram.
                                     Tabel. 45
            Siswa mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
               Selalu                    4          16       31
               Sering                    3          18       34
               Kadang-kadang             2          14       27
               Tidak pernah              1          4         8
                     Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa belum maksimal dalam
mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Hal ini dimungkinkan karena
ekstrakulikuler yang terdapat di sekolah tidak sesuai dengan bakat dan minat
siswa.
                                     Tabel. 46
 Siswa suka mencoret-coret tembok dan merusak peralatan sekolah (papan
                          tulis, meja dan bangku)
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
               Tidak pernah              4          38       73
               Kadang-kadang             3          12       23
               Sering                    2          2         4
               Selalu                    1           -        -
                     Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk tidak
mencoret-coret tembok dan merusak peralatan sekolah (papan tulis, meja dan
bangku). Hal ini dimungkinkan karena siswa mempunyai sikap cinta terhadap
lingkungan sekolahnya atau mungkin juga karena sikap taat terhadap peraturan
                                                                           63



sekolah yang menjelaskan bahwa bagi siswa yang mencoret-coret tembok dan
merusak peralatan sekolah, maka akan mendapatkan 10 poin.
                                     Tabel. 47
                 Siswa menggunakan obat-obatan terlarang
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
               Tidak pernah              4          50       96
               Kadang-kadang             3           -        -
               Sering                    2          1         2
               Selalu                    1          1         2
                     Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk tidak
menggunakan obat-obatan terlarang. Hal ini dimungkinkan karena siswa takut
akan di keluarkan dari sekolah, karena telah melanggar peraturan tata tertib
sekolah. Selain itu juga dimungkinkan karena siswa mengetahui akan bahaya bagi
orang yang menggunakan obat-obatan terlarang. Karena dilarang oleh agama dan
juga akan mendapat jeratan hukum negara.
                                     Tabel. 48
                   Siswa suka membawa rokok ke sekolah
                Alternatif jawaban     Skor      Frekuensi   %
               Tidak pernah              4          47       90
               Kadang-kadang             3          4         8
               Sering                    2           -        -
               Selalu                    1          1         2
                     Jumlah             10          52       100


   Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk tidak
membawa rokok ke sekolah. Hal ini dimungkinkan karena siswa takut dan taat
terhadap peraturan tata tertib sekolah yang menjelaskan bahwa bagi siswa yang
membawa rokok ke sekolah maka akan mendapatkan sanksi berupa poin, yaitu 25
poin.
                                                           Tabel. 49
            Perhitungan untuk mencari data Variabel X (Layanan Bimbingan dan Konseling)dari hasil penyebaran angket
                                                           Butir Soal
Responden                                                                                                                  Jumlah
            1   2    3     4    5     6     7    8     9   10     11  12    13    14   15    16   17    18   19       20
    1       3   3    3     3    4     4     3    3     4    3      2   2     3     2    2     3   3     4    4        4      62
    2       4   4    3     4    4     3     3    4     4    4      3   4     4     4    4     4   2     3    3        4      72
    3       2   4    3     3    3     4     3    3     1    2      3   3     2     4    4     4   2     1    3        2      56
    4       2   3    4     4    3     3     2    4     4    3      4   2     4     2    2     3   3     3    2        4      61
    5       2   3    3     3    4     2     2    4     2    2      2   2     4     1    1     2   4     1    4        1      49
    6       4   4    4     4    2     2     2    2     2    4      2   1     4     1    1     2   1     2    4        3      51
    7       4   2    4     4    3     3     2    2     3    4      3   2     4     2    2     3   2     1    3        2      55
    8       2   3    3     3    4     2     2    4     2    2      2   2     4     1    1     2   4     1    4        1      49
    9       1   2    4     4    4     2     2    3     2    2      2   2     2     2    1     4   1     3    3        1      47
   10       2   4    4     2    4     3     2    4     2    3      3   2     3     2    2     4   3     3    2        4      58
   11       1   3    4     3    4     3     2    4     3    4      2   2     4     2    2     4   2     1    2        2      54
   12       2   4    4     2    4     3     2    3     2    3      3   2     3     2    2     4   2     3    2        2      54
   13       4   3    4     4    4     3     3    4     4    4      4   2     4     3    3     4   3     3    4        3      70
   14       1   4    4     1    1     2     1    3     2    2      3   1     4     1    1     4   2     2    1        3      43
   15       1   3    4     2    2     1     1    2     3    4      3   2     4     1    1     2   2     1    2        2      43
   16       4   4    4     4    4     4     4    4     4    4      4   4     4     4    4     4   4     4    4        4      80
   17       1   2    4     4    4     2     1    2     2    2      1   1     2     1    1     1   1     1    2        2      37
   18       1   1    3     3    3     2     2    2     3    3      2   1     3     1    2     3   3     2    3        3      46
   19       1   1    3     3    3     2     2    2     2    3      3   2     4     1    1     3   2     2    2        2      44
   20       2   4    4     4    2     4     2    3     3    2      2   1     4     1    1     4   2     1    2        1      49
   21       4   4    4     4    4     4     3    3     4    4      4   4     4     1    1     4   1     1    2        4      64
   22       2   2    4     2    4     2     3    4     4    4      4   2     4     1    4     4   2     2    4        4      62
   23       2   2    4     2    4     2     3    4     4    4      4   2     4     1    4     4   2     2    4        4      62
   24       2   2    4     2    4     4     2    4     3    4      3   2     4     1    1     4   2     2    3        3      56
   25       2   2    4     4    4     2     2    4     2    4      2   2     4     2    1     4   2     1    4        4      56
   26       3   3    2     2    2     3     1    1     2    2      3   3     3     1    2     1   2     2    3        2      43
   27       1   3    2     4    4     4     3    3     2    4      4   2     4     2    4     4   2     4    4        4      64
   28       4   1    3     2    3     3     3    3     4    3      3   1     3     1    3     4   2     2    3        2      53
   29       1   4    4     1    4     2     4    4     4    4      2   1     4     2    1     4   2     1    4        4      57
   30       2   2    4     3    2     2     2    3     4    4      4   2     4     1    1     2   4     1    4        4      55
                                                              40
                                                                                                                 41
                                                Butir Soal
Responden                                                                                               Jumlah
            1   2   3   4   5   6   7   8   9   10     11  12   13   14   15   16   17   18   19   20
   31       3   4   4   2   3   3   1   3   4    4      4   2    3    2    3    3   2    2    3    3      58
   32       3   4   4   3   3   3   2   2   2    4      2   2    2    1    1    4   1    1    2    3      49
   33       2   3   2   3   3   3   2   4   2    4      3   3    4    2    1    4   3    3    4    4      59
   34       2   4   4   2   4   1   1   2   1    2      2   1    3    1    1    3   3    2    2    3      44
   35       4   4   4   4   4   3   2   3   3    4      3   2    4    2    2    4   2    2    2    1      59
   36       4   3   4   4   3   4   2   3   4    3      3   3    4    4    4    4   4    4    2    2      68
   37       2   1   2   2   2   2   2   2   2    2      2   2    2    2    2    2   2    2    2    2      39
   38       3   4   4   4   3   3   2   3   3    4      4   4    3    4    3    4   4    2    3    3      67
   39       4   4   3   4   3   3   3   3   3    4      4   3    4    4    3    4   3    4    3    4      70
   40       3   3   3   2   2   2   2   4   3    4      2   2    2    2    2    3   4    3    2    3      53
   41       3   1   2   1   1   2   3   4   3    2      1   1    3    2    3    4   2    1    4    3      46
   42       1   1   4   4   4   2   1   1   3    4      3   1    4    2    2    1   4    3    4    3      52
   43       1   2   4   2   3   2   1   2   2    3      2   2    4    2    1    2   1    1    1    2      40
   44       2   3   3   3   3   3   2   4   2    3      2   2    4    2    3    3   3    2    2    2      53
   45       2   2   4   3   1   3   2   3   2    3      3   1    4    1    2    3   2    1    3    2      47
   46       1   2   4   2   3   4   2   3   4    4      3   1    4    1    2    4   3    2    4    3      56
   47       3   1   2   1   3   2   1   3   3    4      3   2    4    2    2    3   3    2    2    3      49
   48       1   2   4   2   4   2   1   4   4    4      2   4    4    1    1    3   2    1    2    4      52
   79       1   2   4   2   4   2   1   4   4    4      2   4    4    1    1    3   2    1    2    4      52
   50       1   2   4   2   4   2   1   4   4    4      2   4    4    1    1    3   2    2    2    2      51
   51       2   3   4   3   3   2   3   3   2    2      2   1    4    2    1    2   3    2    3    3      50
   52       2   2   4   3   4   2   1   2   3    2      1   2    1    3    4    3   2    1    1    2      45
                                                                                                                                     42
                                                              Tabel. 50
                      Perhitungan untuk mencari data Variabel Y (Kesehatan Mental )dari hasil penyebaran angket

                                                                Butir Soal
Responden                                                                                                                   Jumlah
            21   22    23    24    25   26    27    28   29     30     31    32   33   34   35   36    37    38   39   40
   1        3    4     3     4     4    1      3     2    3      3     4     4    4    4    3    4      4    4    4     4     69
   2        1    2     3     1     2    4      3     4    4      4     4     4    3    4    4    4      3    4    4     4     66
   3        1    4     3     1     3    4      3     3    2      2     4     3    2    2    2    4      3    3    4     3     56
   4        3    3     4     2     4    2      4     1    4      4     4     4    2    4    4    4      4    4    4     4     69
   5        3    2     4     4     2    2      4     3    4      4     4     4    4    4    4    4      2    4    4     4     70
   6        3    2     4     4     2    2      2     4    2      3     2     2    4    4    4    3      3    4    4     4     62
   7        3    2     3     3     3    4      4     4    4      2     4     2    4    4    3    4      3    3    4     4     67
   8        3    2     4     4     2    2      4     3    4      4     4     4    4    4    4    4      2    4    4     4     70
   9        4    4     4     4     4    2      4     3    4      4     4     4    4    2    4    4      4    4    4     4     75
   10       2    3     4     3     3    3      3     4    2      4     3     3    3    3    4    3      3    4    4     4     65
   11       4    4     4     3     3    3      4     3    4      3     4     4    2    4    3    4      3    4    4     4     71
   12       3    4     4     3     3    3      3     3    3      4     4     3    2    4    3    3      3    4    4     4     67
   13       2    4     4     3     4    3      4     4    3      4     4     4    3    4    4    4      3    4    4     4     73
   14       1    3     3     3     1    1      3     2    1      4     1     1    4    4    3    2      1    4    4     3     49
   15       3    3     3     3     2    1      3     3    2      4     3     2    1    2    3    3      2    2    4     4     53
   16       1    4     1     4     4    4      3     2    3      1     4     3    4    3    1    3      4    2    2     1     54
   17       1    4     4     2     4    2      4     2    4      4     4     4    1    4    4    4      1    3    4     3     63
   18       3    2     4     2     2    2      3     4    3      4     3     3    2    4    4    4      1    4    4     4     62
   19       3    3     4     3     3    2      4     4    3      4     3     3    2    4    2    4      3    4    4     4     66
   20       3    3     4     1     4    3      4     3    4      4     4     4    4    4    4    4      2    3    4     4     70
   21       2    2     4     2     4    2      4     4    4      4     4     4    1    4    4    4      2    4    4     4     67
   22       4    4     4     3     4    2      4     4    4      4     4     4    4    4    4    4      4    4    4     4     77
   23       4    4     4     3     4    2      4     4    4      4     4     4    4    4    4    4      4    4    4     4     77
   24       3    4     4     4     4    4      4     4    4      4     4     4    4    4    4    4      4    4    4     4     79
   25       4    4     4     4     4    4      4     4    4      4     4     4    4    4    4    4      4    4    4     4     80
   26       3    1     3     2     2    3      2     3    3      3     2     3    4    3    4    3      3    3    4     4     58
   27       1    4     4     4     4    2      4     4    3      4     3     3    4    4    4    3      4    4    4     4     71
   28       3    2     4     2     3    2      4     4    3      3     3     2    2    4    4    3      2    4    4     4     62
   29       3    4     4     4     4    2      4     3    4      4     4     3    3    3    4    4      3    3    4     4     71
                                                                                                                            43
                                                         Butir Soal
Responden                                                                                                          Jumlah
            21   22   23   24   25   26   27   28   29   30     31    32   33   34   35   36   37   38   39   40
   30       3    2    4    4    3    2     4    4    4    4     4     3    4    4    4    2     2   4    4     4     69
   31       3    2    4    3    4    2     4    4    3    4     3     4    4    3    4    3     2   4    4     4     68
   32       3    2    4    4    4    2     4    4    4    4     2     2    3    4    4    2     1   4    4     4     65
   33       3    4    4    4    2    2     4    4    4    3     4     3    3    4    4    3     2   4    4     4     69
   34       3    4    4    4    4    3     4    4    4    4     3     4    3    4    2    4     3   4    4     4     73
   35       3    2    4    3    3    2     2    4    3    4     4     3    4    4    4    4     3   4    4     4     68
   36       4    1    4    4    2    2     2    2    3    4     4     4    4    4    4    4     4   4    4     4     68
   37       3    4    3    4    4    4     4    4    4    3     4     4    4    4    4    4     3   4    4     4     76
   38       3    4    4    2    2    2     4    3    4    3     3     2    4    2    4    2     2   4    4     4     62
   39       1    4    4    4    4    4     4    2    4    2     4     4    4    4    4    4     4   4    4     4     73
   40       2    2    4    4    2    2     4    3    4    3     4     4    4    4    3    4     2   3    4     3     65
   41       1    2    1    4    4    2     3    1    4    3     3     2    4    1    3    3     3   3    1     4     52
   42       4    2    3    4    4    2     4    4    3    4     4     4    4    4    4    4     3   3    4     4     72
   43       3    3    4    2    2    2     4    3    3    4     2     2    1    3    4    3     2   4    4     4     59
   44       3    3    4    4    4    3     4    4    4    3     3     4    3    4    4    4     4   3    4     4     73
   45       3    3    3    3    3    2     4    4    2    4     3     4    2    4    4    4     3   3    4     4     66
   46       3    4    4    4    4    3     4    4    4    4     4     4    4    4    4    4     4   4    4     4     78
   47       3    3    4    4    4    3     4    4    3    4     4     3    4    4    4    4     4   4    4     4     75
   48       3    4    4    4    4    2     4    4    4    4     4     4    1    4    4    4     4   4    4     4     74
   79       3    4    4    4    4    3     4    4    4    4     4     4    2    4    4    4     4   4    4     4     76
   50       3    4    4    4    4    3     4    3    4    4     4     2    1    4    4    4     2   4    4     4     70
   51       3    3    4    4    3    3     4    4    3    4     3     4    4    3    4    4     3   3    4     4     71
   52       1    3    1    2    4    3     4    4    2    4     2     2    2    2    3    3     2   4    4     4     56
44
45
                          Tabel. 51
     Perhitungan untuk memperoleh angka indeks kolerasi
              antara Variabel X dan Variabel Y

No     x         y         xy           x2           y2
 1     62       69        4278         3844         4761
 2     72       66        4752         5184         4356
 3     56       56        3136         3136         3136
 4     61       69        4209         3721         4761
 5     49       70        3430         2401         4900
 6     51       62        3162         2601         3844
 7     55       67        3685         3025         4489
 8     49       70        3430         2401         4900
 9     47       75        3525         2209         5625
10     58       65        3770         3364         4225
11     54       71        3834         2916         5041
12     54       67        3618         2916         4489
13     70       73        5110         4900         5329
14     43       49        2107         1849         2401
15     43       53        2279         1849         2809
16     80       54        4320         6400         2916
17     37       63        2331         1369         3969
18     46       62        2852         2116         3844
19     44       66        2904         1936         4356
20     49       70        3430         2401         4900
21     64       67        4288         4096         4489
22     62       77        4774         3844         5929


                            40
                                                                               41



      23         62         77         4774              3844          5929
      24         56         79         4424              3136          6241
      25         56         80         4480              3136          6400
      26         43         58         2494              1849          3364
      27         64         71         4544              4096          5041
      28         53         62         3286              2809          3844
      29         57         71         4047              3249          5041
      30         55         69         3795              3025          4761
      31         58         68         3944              3364          4624
      32         49         65         3185              2401          4225
      33         59         69         4071              3481          4761
      34         44         73         3212              1936          5329
      35         59         68         4012              3481          4624
      36         68         68         4624              4624          4624
      37         39         76         2964              1521          5776
      38         67         62         4154              4489          3844
      39         70         73         5110              4900          5329
      40         53         65         3445              2809          4225
      41         46         52         2392              2116          2704
      42         52         72         3744              2704          5184
      43         40         59         2360              1600          3481
      44         53         73         3869              2809          5329
      45         47         66         3102              2209          4356
      46         56         78         4368              3136          6084
      47         49         75         3675              2401          5625
      48         52         74         3848              2704          5476
      49         52         76         3952              2704          5776
      50         51         70         3570              2601          4900
      51         50         71         3550              2500          5041
      52         45         56         2520              2025          3136
     Jml        2811       3517       190739            156137        240543


  Setelah keseluruhan dihitung dan diletakkan dalam tabel koefisien kolerasi,
selanjutnya hasil perhitungan di atas akan diuji keabsahannya dengan
menggunakan rumus kolerasi produc moment sebagai berikut:

                        NXY  (X )(Y )
        rxy =
                 [ NX  (X ) 2 ][ NX 2  (X ) 2 ]
                       2




                            52  190739  (2811) (3517)
            
                 {52  156137  (2811) 2 }{52  240543  (3517) 2 }
                                                                          42



                          9918428  9886287
       
              {8119124  790172}{12508236  12369289}


       
                  32141
              217403  138947


       
                32141
              30207494641


                  0,18
            32141
           173803



2. Interpretasi Data
   Berdasarkan hasil data nilai rxy” maka penulis akan memberikan
interpretasi data terhadap angka indeks kolerasi produc moment melalui dua
cara yaitu:
 a. interpretasi dengan cara sederhana atau secara kasar, interpretasi
     terhadap rxy dari perhitungan di atas, ternyata angka kolerasi antara
     variabel x dan y tidak bertanda negatif, akan tetapi kolerasi itu sangat
     lemah sehingga kolerasi itu diabaikan (dianggap tidak ada kolerasi
     antara variabel X dan Variabel Y). Dengan memperhatikan besarnya
     rxy (yaitu = 0,18), yang berkisar antara 0,00 - 0,20.
 b. Interpretasi dengan menggunakan tabel nilai “rxy” product moment
     rumusan hipotesa kerja/alternativ (Ha) dan hipotesa nihil (Ho)yang
     penulis ajukan di awal adalah:
     Ha       : Terdapat hubungan yang signifikan antara layanan bimbingan
                dan konseling terhadap kesehatan mental siswa MAN 12.
     Ho       : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara layana
                bimbingan dan konseling terhadap kesehatan mental siswa
                MAN 12.
                                                                            43



   Adapun kriteria pengajuannya adalah: jika r hitung > r tabel, maka Ha
diterima dan Ho ditolak. Sebaliknya jika r hitung < dari r tabel, maka Ha
ditolak dan Ho diterima.
   Kemudian penulis mencari derajat bebasnya (df dan db). Rumusnya
sebagai berikut:
    Df = N – nr
       = 52 – 2
       = 50
   Dengan memeriksa Tabel Nilai “r” product moment ternyata bahwa
dengan df sebesar 50, pada taraf signifikansi 5% diperoleh r tabel sebesar
0,273; sedangkan pada taraf 1% diperoleh r tabel sebesar 0,354. Karena rxy
atau ro < dari r tabel, baik pada taraf 5% maupun pada taraf 1% (0,2730 dan
0,354), maka hipotesa alternatif (Ha) ditolak dan hipotesa nihil (Ho)
diterima. Ini berarti bahwa tidak terdapat kolerasi positif yang signifikan
antara variabel X dan variabel Y.
   Kesimpulannya      bahwa     tidak terdapat hubungan        antara   layanan
bimbingan dan konseling dengan kesehatan mental siswa MAN 12.
   Adapun      perhitungan    kofisien   Determinasi   (KD),    yang    penulis
manfaatkan untuk mengetahui pengaruh variabel X dan Variabel Y sebagai
berikut:
  KD = r2 x 100%
       = 0,182 x 100%
       = 3,24 %
   Nilai KD 3,24%, memberikan pengertian bahwa (naik/turunnya)
kesehatan mental (prilaku) siswa Man 12 Jakarta Barat yang di sebabkan
oleh layanan bimbingan dan konseling MAN 12 Duri Kosambi Cengkareng
Jakarta Barat hanya sekitar 3,24% dan selebihnya disebabkan oleh faktor-
faktor lain.
   Jadi, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan dan konseling
memiliki pengaruh yang kurang terhadap kesehatan mental (prilaku) siswa
MAN 12 Duri Kosambi Cengkareng Jakarta Barat.
                                                                           44



   Meskipun dari jumlah perhitungan rumus Product Moment tidak terdapat
hubungan antara layanan bimbingan dan konseling dengan kesehatan mental
siswa MAN 12 Jakarta Barat. Tetapi dari hasil jumlah rata-rata dari variabel
X (Layanan Bimbingan dan Konseling) didapatkan hasil yaitu, responden
yang menjawab kadang-kadang dan tidak pernah (diberi nilai 2 dan 1) yaitu:
28 responden dan yang menjawab selalu dan sering (diberi nilai 4 dan 3)
yaitu: 24 responden. Hal ini dikarena ketika siswa memilih kegiatan
ekstrakurikuler disekolah siswa lebih banyak dibantu oleh wali kelas, kakak
kelas dan teman-temannya. Selain itu juga, peran konselor bagi siswa yang
menjawab tidak pernah mendapatkan bimbingan dari konselor dikarenakan
siswa tersebut tidak pernah melakukan kesalahan sehingga konselor tidak
pernah memaggilnya ke ruang BK. Sedangkan pada Variabel Y (Kesehatan
Mental) didapatkan hasil yaitu, responden yang menjawab kadang-kadang
dan tidak pernah (diberi nilai 2 dan 1) yaitu: 0 responden dan yang
menjawab selalu dan sering (diberi nilai 4 dan 3) yaitu: 52 responden. Hal
ini dikarenakan siswa MAN 12 selain mendapat bimbingan dari para guru
mereka juga mendapatkan bimbingan dari orang tuanya. Hal ini terbukti dari
hasil wawancara penulis dengan sebagian responden. Sehingga siswa MAN
12 khususnya kelas XI bisa mengetahui perbuatan yang negatif dan positif
   Jadi, dapat disimpulkan bahwa meskipun layanan bimbingan dan
konseling yang terdapat di MAN 12 Jakarta Barat tidak berhubungan positif
dengan kesehatan mental (prilaku) siswa tetapi kesehatan mental (prilaku)
siswa MAN 12 khususnya kelas XI yaitu bagus.
                               BAB V
                              PENUTUP


A. KESIMPULAN
   Berdasarkan data yang dihimpun, ditabulasi dan diinterpretasi diperoleh
kesimpulan sebagai berikut:
   1. Pelayanan bimbingan dan konseling yang terdapat di MAN 12 yaitu
       baik, karena pelayanan di sekolah MAN terdapat pelayanan Preventif
       (pencegahan) dan kuratif (penyembuhan). Di mana pada setiap awal
       tahun penerimaan siswa baru sekolah MAN mendatangkan lembaga-
       lembaga penting seperti kepolisian dan psikolog untuk membantu
       siswa dalam menangani kesulitannya. Selain itu juga, pelayanan BK
       dilakukan 5 kali dalam seminggu dari hari senin-sabtu kecuali hari
       jum’at. Sarana pendukungnya pun sudah ada seperti ruangan khusus
       untuk BK dan buku konsultasi untuk siswa.
   2. Mental (prilaku) siswa MAN 12 yaitu baik, hal ini terbukti dari hasil
       wawancara penulis dengan kepala sekolah dan guru BK. Yang
       mengatakan bahwa mental (prilaku) siswa MAN 12 secara keseluruhan
       baik kalau dibandingkan dengan siswa-siswa yang lain. Karena siswa
       MAN 12 tidak pernah melakukan kekerasan dengan sesama temannya
       yang sampai melukainya apalagi tawuran dengan sekolah lain. Selain
       dari hasil wawancara juga dapat dilihat dari hasil penyebaran angket


                                  73
                                                                        74



     yang disebarkan oleh penulis kepada anak-anak MAN khususnya kelas
     XI, yang menunjukkan bahwa anak kelas XI tidak pernah melakukan
     hal-hal yang sangat melanggar hukum seperti mengunakan obat-obatan
     terlarang. Selain itu juga, siswa kelas XI juga jarang melakukan
     pelanggaran tata tertib sekolah meskipun ada peraturan yang pernah
     dan sering dilakukan oleh siswa seperti terlambat masuk sekolah. Hal
     ini dimungkinkan karena rumahnya jauh dari sekolah atau juga karena
     bangunnya kesiangan. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental
     (prilaku) siswa MAN 12 khususnya kelas XI yaitu baik.
  3. Hubungan bimbingan dan konseling dengan kesehatan mental
     (prilaku) siswa MAN 12 yaitu sangat rendah/lemah, bisa juga
     dikatakan bahwa hubungan bimbingan dan konseling yang terdapat di
     MAN 12 tidak terdapat hubungan karena dari hasil tabulating dan
     interpretasi menunjuk hasil yang sangat kecil yaitu 0,18 yang berkisar
     antara 0,00 - 0, 20. Hal ini dimungkinkan karena sekolah tersebut
     merupakan sekolah yang bernuansa Islam di mana pelajaran agamanya
     sudah cukup banyak diberikan kepada siswa dan mereka juga
     mendapat bimbingan dari orang tuanya masing-masing. Sehingga
     siswa MAN sudah mampu dan mengetahui akan yang hal-hal yang
     baik dan buruk tanpa harus bertanya dan berkonsultasi dengan guru
     BK karena setiap harinya siswa mendapatkan pelajaran agama. Hal ini
     menunjukkan bahwa meskipun layanan bimbingan dan konseling tidak
     berhubungan positif dengan kesehatan mental (prilaku) siswa MAN 12
     kuhususnya kelas XI tetapi kesehatan mental (prilaku) siswa kelas XI
     yaitu bagus.


B. SARAN
  1. Bagi kepala sekolah, konselor dan para guru agar saling mendukung
     dan bekerjasama dalam meningkatkan program BK di sekolah, seperti
     bekerjasama dengan orang tua murid dan memanggil/mendatangkan
     nara sumber ke sekolah lebih ditingkatkan lagi. Agar peserta didik
                                                                     75



   lebih termotivasi dan terarah dalam menentukan pilihannya. Karena
   peran orang tua juga sangat penting dalam memberikan arahan yang
   benar dan baik tentang bergaul dengan teman ketika di luar sekolah.
   Pada usia seperti ini anak didik dalam keadaan puber (transisi) dari
   remaja menuju kedewasa di mana bimbingan sangat dibutuhkan. Agar
   anak didik mempunyai prilaku/akhlak yang terpuji yang sesuai dengan
   tujuan akhir dari pendidikan Islam yaitu terbentuknya kepribadian
   muslim.
2. Bagi siswa diharapkan dapat menjaga dan menghindari diri dari hal-hal
   yang tidak baik, lebih percaya diri dalam mengambil keputusannya.
   Mendengarkan     dan   menjalankan    perintah/nasihat-nasihat   yang
   diberikan oleh para guru, agar tidak terjerumus pada hal-hal yang
   negatif.
                           DAFTAR PUSTAKA


Aly, Hery Noer, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Logos, 1999, Cet. II

Arifin, M., Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama, Jakarta:
         Golden Terayo Press, 1982, Cet. I

_____, Pokok-pokok Pikiran tentang Bimbingan dan Konseling Penyuluhan
        Agama (di Sekolah dan di Luar Sekolah), Jakarta: Bulan Bintang, 1976,
        Cet. IV

_____, Teori-teori Konseling Umum dan Agama, Jakarta: PT. Golden Terayon
        Press, 1996, Cet. III

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: PT.
         Rineke Cipta, 2006, Cet. XIII

Daradjat, Zakiah, Islam dan Kesehatan Mental, Jakarta: PT. Toko Gunung Agung,
         1996, Cet. VIII

_____, Kesehatan Mental, Jakarta: PT. Toko Gunung Agung, 2001

Djumhur, I., & Mohammad Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah,
        Bandung: CV. Ilmu, tt

Hallen, Bimbingan dan Konseling dalam Islam, Jakarta: Ciputat Pers, 2002, Cet. I

Hawari, Dadang, Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, Jakarta: Dana
        Bhakti Prima Yasa, 1996

Jalaluddin, & Ramayulis, Pengantar Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Kalam Mulia,
         1993, Cet. II

Jaya, Yahya, Spiritual Islam dalam Menunbuhkembangkan Kepribadian dan
        Kesehatan Mental, Jakarta: Ruhama, 1994, Cet. I

Kartono, Kartini, (Penyunting), Bimbingan Belajar di SMA dan Perguruan
        Tinggi, Jakarta: CV. Rajawali, 1985, Cet. I

Langgulung, Hasan, Peralihan Paradigma dalam Pendidikan Islam dan Sains
        Sosial, Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002

Makmun, Abin Syamsuddin, Psikologi Kependidikan Perangkat Sistem
       Pengajaran Modul, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004, Cet. VII


                                       76
                                                                             77



Margono, S., Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005,
       Cet. V

Mujib, Abdul, & Jusuf Mudzakir, Nuansa-nuansa Psikologi Islam, (Jakarta: PT.
        Raja Grafindo Persada: 2002), Cet II

Muslim, Imam, Al-Jami’ al-Shahih, Bairut: Dar al-Fikr, tt, Juz. VIII

Prayitno, & Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: PT.
         Rineka Cipta, 2004

Salam, Syamsir, & Jaenal Aripin, Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta: UIN
        Jakarta Press, 2006), Cet. I

Sukardi, Dewa Ketut, Pengantar Teori Konseling, Jakarta: Ghalia Indonesia,
         1985, Cet. I

Sukmadinata, Nana Syaodih, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung:
       PT. Remaja Rosdakarya, 2005, Cet. III

______, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
        2007), Cet. III

Sururin, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004, Cet. I

Surya, Mohammad, Psikologi Konseling, Bandung: CV. Pustaka Bani Quraisy,
        2003, Cet. I

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan, Kamus Besar
       Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2007, Cet. IV

Tohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah, Jakarta: PT. Raja
         Grafindo Persada, 2007

Tumanggor, Rusmin, Ilmu Jiwa Agama, Depok: Ulinnuha, 2002

Usman, Husaini, & Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial,
       Jakarta: Bumi Aksara, 1998, Cet. II

Winkel, W.S, & M.M Sri Hastuti, Bimbingan dan Konseling di Institut
        Pendidikan, Yogyakarta: Media Abadi, 2004, Cet. III

Yusuf, Syamsu, & A. Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan dan Konseling,
        Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006, Cet. II

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:193
posted:1/17/2012
language:Malay
pages:87