Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Apresiasi sastra

VIEWS: 318 PAGES: 15

  • pg 1
									Nama          : Lutfianah
Kelas         : XII AK 4
NIS           : 09.22


MATERI 1 APRESIASI SASTRA


       PENGERTIAN
        a) APRESIASI adalah Mengacu pada pengertian, pemahaman, pengenalan yang
           tepat, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian.
        b) APRESIASI SASTRA adalah suatu proses mengenal, menikmati, memahami,
           dan menghargai suatu karya sastra secara sengaja, sadar, dan kritis sehingga
           tumbuh pengertian dan penghargaan terhadap sastra.


       TAHAP-TAHAP APRESIASI
        a) TAHAP PENGENALAN/PENIKMATAN adalah Membaca, melihat atau
           menonton serta mendengarkan suatu karya sastra .
        b) TAHAP PENGHARGAAN adalah Merasakan nilai / manfaat dari suatu karya
           sastra berupa kepuasan, kesenangan, hiburan, dan memperluas wawasan /
           pandangan hidup.
        c) TAHAP PEMAHAMAN adalah Menganalisa unsur-unsur pembangun yaitu
           unsur intrinsik dan ekstrinsik serta menyimpulkannya.
        d) TAHAP PENGHAYATAN adalah Membuat analisis lebih lanjut dari tahap
           sebelumnya. Kemudian membuat interpretasi atau penafsiran terhadap karya
           sastra setra menyusun argument berdasarkan analisis yang telah dilakukan
           pada tahap sebelumnya.
        e) TAHAP APLIKASI atau PENERAPAN adalah Segala nilai, ide, dan wawasan
           yang diserap pada tahap-tahap terdahulu diinternalisasi dengan baik
           sehingga masyarakat penikmat sastra dapat menwujudkan nilai-nilai tersebut
           dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari.
MATERI 2 PUISI



     PENGERTIAN

        PUISI adalah Salah satu ragam sastra yang terikat oleh irama, matra, dan rima
        serta penyusunan larik dan bait


     STRUKTUR FISIK PUISI
        a) DIKSI adalah Pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaanya
           untuk mengungkapkan gagasan seperti yang diharapkan.
        b) MAJAS adalah Cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya
           dengan sesuatu yang lain.
        c) RIMA adalah Pengulangan bunyi yang berselang baik pada larik sajak
           maupun pada akhir larik sajak.
        d) IRAMA adalah Alunan yang tercipta oleh kalimat berimbang selingan
           bangun kalimat, panjang pendek serta kemerduan bunyi.



     JENIS-JENIS MAJAS
         a) MAJAS PERBANDINGAN
              1. Perumpamaan
                  Perumpamaan/simile adalah Bahasa figuratif yang berisi
                  perbandingan dua hal yang pada hakekatnya berlainan, namun
                  secara sengaja dianggap sama.


                  Contoh       ;
                  -   Gadis itu LAKSANA bunga yang sedang mekar.
                  -   Apa yang ia lakukan IBARAT mencari jarum dalam jerami.
              2. Metafora
                  Metafora adalah Bentuk bahasa figuratif yang membandingkan
                  sesuatu hal dengan hal lainnya yang pada dasarnya tidak serupa.
   Contoh          ;
   -   Pemuda adalah tulang punggung Negara.



3. Personifikasi
   Personifikasi atu penginsanan adalah Jenis majas yang
   melekatkan sifat-sifat insani pada barang yang tidak bernyawa dan
   ide yang abstrak.


   Contoh          ;
   -   Nyiur melambai-lambai ditiup angin.
   -   Mentari pagi tersenyum menyambut hari.


4. Antitesis
   Antitetis adalah Gaya bahasa dengan membuat suatu
   perbandingan (Komparasi) antara dua antonim ( Kata-kata yang
   menyatakan makna bertentangan satu sama lain).


   Contoh          ;
   -   Anak itu malah bangga atas kegagalannya dalam tes masuk
       universitas negeri.
   -   Para jenderal itu jelas-jelas bersalah dalam kasus pelanggaran
       HAM di tanah air, tetapi tetap dibela oleh sekelompok elit
       politik.


5. Pleonasme
   Pleonasme adalah Suatu gaya bahasa berupa pemakaian kata yang
   berlebihan (mubazir), yang sebenarnya tidak perlu.


   Contoh          ;
   -   Sayalah yang membawa buku itu dengan tangan saya sendiri.
   -   Saya melihat kejadian itu dengan mata kepala saya sendiri.
   6. Tautologi
      Tautologi hampir sama dengan ploenasme. Namun, pada
      tautology, kata-kata yang berlebihan itu pada dasarnya
      mengandung pengulangan dari kata yang lain.


      Contoh          ;
      -     Sang ibu mencintai anak yang merupakan darah dagingnya
      -     Dody mengawini janda, wanita yang ditinggal mati suaminya.




b) MAJAS PERTENTANGAN
   1. Hiperbola
          Hiperbola adalah Suatu jenis gaya bahasa yang mengandung
          pernyataan yang sengaja melebih-lebihkan isi pernyataan, baik
          dari segi jumlahnya,ukurannya, maupun sifatnya, dengan maksud
          untuk memperhebat atau meningkatkan kesan serta pengaruhnya.


          Contoh      ;
      -     Mayat berkelimpungan di jalan akibat bencana tsunami.( ada
            berapa orang yang meninggal)
      -     Aku mengenal dia dari ujung kaki sampai ujung rambut. (
            mengenal secara dekat)


   2. Litotes
      Litotes adalah Salah satu jenis gaya bahasa yang berisi pernyataan-
      pernyataan yang sengaja menyederhanakan,mengecilkan, atau
      mengurangi kenyataan yang sesungguhnya.


      Contoh          ;
      -     Terimalah pemberian kami yang tidak berharga ini
      -     Kalau bapak berkenang mampirlah ke gubuk kami
3. Ironi
   Ironi adalah Salah satu jenis majas yang mengandung pernyataan
   dengan makna bertentangan dengan maksud berolok-olok.


   Contoh             ;
   -    Rapi sekali kamarmu, pakaian kotor dan buku-buku berserakan
        di mana-mana.
   -    Doni anak yang rajin ,tiap hari bangun jam Sembilan pagi!

       4.Paralipsis

  Paralisis adalah sejenis majas yang merupakan suatu formula yang
  dipergunakan sebagai sarana untuk menerankan bahwa seorang itu
  tidak mengatakan apa yang disertai dalam kalimat itu
  sendiri(Tarigan,1985:191).

 Contoh:

 - Hendry mempersunting sesorang gadis cantik.(maksudnya
  seseorang janda cantik)

 -Bukankah negeri tercinta ini masih terjajah?(maksudnya sudah
  merdeka)

 -saya tidak suka pada orang jujur.(maksudnya orang munafik)

 5.Paradoks

   Paradoks adalah sejenis majas berupa sebuah kalimat pernyataan
  yang mengandung dua hal yang bertentangan satu sama lain.

  Contoh:

  -Dia mengalami kesepian di tengah keramaian kota Jakarta.

  -Wanita itu membenci pria yang sangat dicintainya.

       6.Klimaks
Klimaks adalah sejenis gaya bahasa berupa kalimat yang
mengandung beberapa pikiran/gagasan dan disusun secara
berurutan dari hal yang kurang penting ke hal yang paling penting.




Contoh:

-Tujuan utama pelajaran bahasa Indonesia agar siswa memperoleh

Keterampilan menyimak ,membaca ,berbicara dan menulis.

-Jangankan sebulan,setahun, sewindu pun kamu akan kutunggu.

  7.Antiklimaks

Antiklimaks merupakan keballikan dari gaya bahasa klimaks.Gaya
bahasa antiklimaks berupa suatu acuan yang berisi gagasan-
gagasan yang disusun secara berurutan dan dimulai dari hal
terpenting menuju ke hal yang kurang penting.

Contoh:

-Jangankan seribu ,atau seratus,serupiah pun aku tidak punya.



 8.Sinisme

Sinisme adalah majas berupa sendirian yang berbentuk keangsian
yang mengandung ejekan terhadap seseorang.Sinisme sebenarnya
ironi yang lebih besar sifatnya.

Contoh:

-Memang andalan yang paling kaya yang dapat menguasai
pelabuhan-pelabuhan di negeri ini.

9.Sarkasme
  Sarkasme adalah salah satu jenis majas yang mengandung
 sendirian pedas dan menyakitkan hati.Sarkasme lebih kasar
 dibandingkan dengan ironi dan sinisme.

 Contoh:

 -Tingkah lakumu sungguh memalukan kami.

 -Kekerasannya memebawa malapetaka bagi kehidupannya.

c) MAJAS PERTAUTAN

      1) Metominia

        Metominia adalah sebuah majas yang menggunakan nama
   diri atau nama hal yang dihubungkan dengan nama
   orang,barang,atau hal

    sebagai penggantinya.

   Contoh:

  -Sering terjadi pena mematikan langkah seseorang tokoh dalam
  garis politiknya .(pena=tulisan)

  -Ia baru saja membeli Mitsubishi dengan harga yang
  murah.(Mitsubishi=mobil)

  -Saya baru saja membaca Romo Mengunwijaya.(=KARYA Romo
  Mengunwijaya)

  2) Sinekdoke

     Sinekdoke adalah majas yang menyebutkan bagian sebagian
  pengganti nama keseluruhannya atau kebalikannya.Sinekdoke
  rterdiri atas dua macam,yaitu pars pro toto dan totem pro
  tarte.Pars pro toto adalah menyebutkan sebagian dari suatu hal
  untuk menyatakan keseluruhannya. Totem pro adalah
  menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian.

  Contoh:
-Jakarta dikecam oleh Negara-negara Barat berkaitan dengan
kasus

Pelanggaran HAM.(Pars pro toto).

-Indonesia berhasil menundukan Cina ddalam pertandingan
Thomas Cup.(Totem pro tate)

3) Alusi

 Alusi atau kilat adalah majas berupa acuan yang menunjuk secara
tidadk langsung kesuatu peristiwa atau tokoh dengan anggapan
bahwa hal itu sudah diketahu bersama,baik penutur /penulis
maupun pendengar /pembaca.

Contoh :

- Peristiwa mei 1998 sungguh merupakan tragedi
   nasional.(peristiwa mei 1998-huru hara di Jakarta)
- Bencana aceh merupakan bencana nasional

4) eufemisme

Eufemisme adalah majas yang berupa ungkapan yang lebih halus
sebagai pengganti perkataan uang dirasakan kasar, yang mungkin
menyinggung perasaan, dan merugikan.

Contoh :

- Tampaknya wanita cantik itu kurang setengah. ( kurang setengah
   = gila )

5) eponim

Eponim adalah majas berupa pernyataan yang mengandung nama
seseorang yang sering dihubungkan dengan sifat tertentu. Dengan
demikian, nama itu dipakai untuk mengatakan sifat itu.

Contoh :
- Usahaku sedang macet, perlu seseorang Dewi Fortuna untuk
    menyelamatkannya. ( Dewi Fortuna = penolong )

6) epitet

Epitet adalah majas yang mengandung acuan yang mengatakan
suatu sifat atau cirri yang khas dari seseorang atau suatu hal.
Keterangan itu merupakan suatu prosa deskriptif yang memberikan
atau menggantikan nama sesuatu benda atau nama seseorang.

Contoh :

- Raja siang dihambat awan tipis yang berarak-arak di ufuk timur. (
    raja siang = matahari )

7) erotetis

Erotetis disebut juga pertanyaan retoris adalah sejenis majas yang
berupa pertanyaan yang dipergunakan dalam tulisan atau pidato
untuk mencapai efek yang mendalam dan penekanan yang wajar.
Pertanyaan itu sama sekali tidak menuntut suatu jawaban.

Contoh :

- Apakah kita biarkan korupsi merajalela di negeri ini ?

9) elipisis

Ellipsis adalah majas yang di dalamnya dilakukan penghilangan kata
atau kata-kata atau frasa-frasa yang memenuhi bentuk kalimat
berdasarkan struktur kalimat. Dengan kata lain ellipsis adalah
penghilangan salah satu atau beberapa unsur penting dalam
konstruksi sintaksis yang lengkap :

Contoh :

- Sunarti ke sekolah hari ini. ( penghilangan predikat )

10) asidenton
Asidenton adalah majas berupa acuan padat dan mampat dimana
beberapa kata, farsa, atau klausa yang sederajat tidak dihubungkan
dengan kata sambung, tetapi hanya dipisahkan oleh tanda koma.

Contoh :

- Kami dating, kami menang dalam pertandingan itu.

11) polisidenton

Polosidenton adalah suatu majas yang hampir sama dengan
asidenton. Hanya dalam polisidenton beberapa kata, frasa, atau
klausa disusun secara berurutan dan dihubungkan dengan kata
sambung.

Contoh :

- Adik saya suka boneka panda dan mobil-mobilan dan alat
    masak-masakan.

d.) MAJAS PERULANGAN

Gaya bahasa perulangan atau repatisi mengandung perulangan
yang terjadi pada bunyi, suku kata, kata, frasa, dan bagian kalimat.
Perulangan itu perlu untuk memberikan penekanan dalam sebuah
konteks. Majas perulangan meliputi sebagai berikut.

1) Aliterasi
    Aliterasi adalah gaya bahasa yang berwujud perulangan
    konsonan yang sama pada seluruh baris.
    Contoh :
- Bila biduan berani berkicau


2) Asonasi
    Asonasi adalah jenis gaya bahasa repetisi yang berupa
    perulangan pada vocal yang sama.
    Contoh :
- Sudah luka tujuan terjungkal
3) Antanaklasis
   Antanaklasis adalah jenis majas yang berupa perulangan kata
   yang sama dengan makna berbeda.
   Contoh :
- Di Aman ternyata ia tidak merasa aman.




4) Kiasmus
   Kiasmus adalah jenis majas repetisi berupa perulangan kata dan
   sekaligus pula terdapat inverse hubungan antara dua kata dalam
   sebuah kalimat.
   Contoh :
- Sering terjadi orang pintar merasa bodoh, sedangkan orang
   bodoh menganggap dirinya pintar.


5) Anafora
   Anafora adalah jenis majas repetisi yang berupa perulangan kata
   pertama pada setiap baris atau setiap kalimat.
   Contoh :
- Aku memandangsang bulan dalam angan


6) Epistfora
   Epistfora adalah jenis majas repetisi berupa perulangan kata
   atau frasa pada akhir baris seriap kalimat berurutan.
   Contoh :
   Duduk adalah hidup
   Berjalan adalah hidup
   Bermain adalah hidup
   Bekerja adalah hidup


7) Simploke
                   Simploke adalah jenis majas repetisi berupa perulangan pada
                   awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturur-turut.
                   Contoh :
                   Engkau meminta aku duduk. Aku bilang baiklah
                   Engkau meminta aku bekerja. Aku bilang baiklah
                   Engkau meminta aku beristirahat. Aku bilang baiklah
                   Engkau meminta aku bangun. Aku bilang baiklah


      4. PERIBAHASA
         Peribahasa adalah sebuah istilah umum berbentuk frasa atau kalimat yang
         susunannya tetap dan biasanya mengungkapkan maksud tertentu.


   UNSUR / STRUKTUR BATIN PUISI
      a) TEMA adalah Pokok pikiran / gagasan yang ingin disampaikan seorang
         pengarang kepada pembaca.
      b) AMANAT adalah Pesan moral / nilai didik yang ingin disampaikan
         seorang pengarang kepada pembacanya.
      c) EMPATI adalah Kesadaran secara mental untuk bias merasakan /
         memahami apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh orang lain.
      d) RASA adalah Sikap memahami atau merasakan apa yang dirasakan
         orang lain.
      e) NADA adalah Suara yang timbul saat membaca puisi baik ucapan
         panjang pendek, tinggi rendah, lembut keras , yang biasanya bertujuan
         untuk menyindir,menasehati, mengkritik, mempengaruhi dsb.
      f) SUASANA adalah Efek yang ditimbulkan nada dalam puisi.
MATERI 3 PROSA



     PENGERTIAN

        Prosa adalah Merupakan karangan bebas yang tidak terikat oleh unsure-
        unsur yang terdapat dalam puisi.



     JENIS PROSA


        a) Prosa fiksi adalah Cerita rekaan atau khayalan yang tidak nyata dan
           direkayasa.


           Yang termasuk dalam prosa fiksi adalah ;
              1. Cerpen adalah Kisahan pendek yang kurang dari 10.000 kata yang
                  memberikan kesan tunggal dan dominan yang hanya memusatkan
                  pada satu tokoh disuatu situasi.
              2. NOVEL adalah Karangan prosa yang panjang yang menceritakan
                  kehidupan seseorang dengan orang-orang disekelilingnya dengan
                  menonjolkan watak/sikap perilaku yang membawa perubahan nasib
                  pada tokoh utama.
            3. ROMAN adalah Salah satu jenis karya prosa yang menceritakan
                  tokoh utama mulai sejak lahir sampai meninggal dunia.


         Persamaan CERPEN,NOVEL,ROMAN
                  -   Sama-sama prosa fiksi/cerita
                  -   Sama-sama memiliki unsure pembangun yaitu unsur Intrinsik
                      dan unsur ekstrinsik


         Perbedaan CERPEN,NOVEL,ROMAN
                  -   Dapat dilihat dari formalitas isi dan/ bentuknya.



      b) Prosa ilmiah adalah Cerita yang bersifat nyata karna menceritakan hal-hal
         yang berkaitan dengan ilmu.


         Yang termasuk dalam prosa ilmiah adalah            ;
            1. PIDATO
            2. IKLAN
            3. BERITA



   UNSUR PEMBANGUN KARYA SASTRA
      1. Unsur intrinsik adalah Unsur yang membangun karya sastra tersebut dari
         dalam.


         Unsur intrinsik meliputi 7 hal sebagai berikut            ;
            1. Tema adalah Pokok pikiran atau pokok pembicaraan dalam sebuah
                  cerita yang hendak disampaikan pengarang melalui jalinan cerita.
            2. Tokoh dan penokohan/perwatakan adalah individu yang
                  berperan dalam cerita.
            3. Alur/plot adalah Jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk
                  mencapai efek tertentu.
      4. Latar/setting adalah Penggambaran mengenai waktu,tempat,dan
          suasana terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita.
      5. Gaya bahasa adalah Cara khas seorang pengarang dalam
          mengungkapkan idea tau gagasannya melalui cerita.
      6. Sudut pandang adalah Posisi pencerita dalam menyampaikan
          ceritanya.
      7. Amanat/pesan adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang
          kepada pembaca/penonton/pendengar.


2. Unsur ekstrinsik adalah Unsur yang membangun karya sastra tersebut
   dari luar.


   Unsur ekstrinsik meliputi 6 hal sebagai berikut        ;
      1. Biografi pengarang
      2. Kondisi sosial budaya
      3. Kondisi politik
      4. Agama
      5. Moral
      6. Filsafat

								
To top