Audit Informasi

W
Description

Audit Informasi document sample

Shared by: kwb16500
Categories
Tags
-
Stats
views:
93
posted:
1/16/2012
language:
Malay
pages:
51
Document Sample
scope of work template
							Ass. Wr. Wb.



         AUDIT
      LINGKUNGAN

               Soemarno, 2007
  KEPMEN
                       PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN
   LH RI
No. 42/MENLH/11/94
                           AUDIT LINGKUNGAN


        Setiap bidang usaha atau kegiatan wajib memelihara
        kelestarian kemampuan lingkungan hidup untuk menunjang
        pembangunan yang berkelanjutan
        .


        AUDIT LINGKUNGAN mrp alat yang efektif dan bermanfaat
        bagi suatu usaha untuk mengelola lingkungan hidup
        AUDIT LINGKUNGAN mrp proses kajian sistematis,
        terdokumentasi, berkala, dan objektif thd prosedur dan praktek
        pengelolaan LH
        AUDIT LINGKUNGAN dpt membantu menemukan upaya
        penyelesaian yang efektif ttg masalah LH
  KEPMEN
                        PRINSIP & PEDOMAN UMUM
   LH RI
No. 42/MENLH/11/94
                     PELAKSANAAN AUDIT LINGKUNGAN


        FUNGSI DAN TUJUAN:
        Sebagai acuan untuk melaksanakan audit lingkungan
        bagi suatu usaha atau kegiatan

        Audit lingkungan dilaksanakan secara sukarela, oleh
        penanggung-jawab usaha

        Merupakan alat pengelolaan        dan   pemantauan
        lingkungan yg bersifat internal

        Sehingga KL dan PL lebih baik, lebih terarah, lebih
        efektif dan efisien
 DEFINISI AUDIT LINGKUNGAN

           Adalah alat pengelolaan yg digunakan untuk menilai keragaan
        lingkungan dari suatu kegiatan pembangunan atas dasar baku mutu
                             lingkungan yang berlaku

    “Suatu proses penilaian dan pelaporan yg terorganisir dg cara wawancara
    stakeholder, pemeriksaan fasilitas dan proses di lapangan secara langsung
    dan menelaah data/informasi sekunder untuk menyusun analisis keragaan
            lingkungan secara akurat dari kegiatan pembangunan”.

LINGKUP A.L.:
1. Identifikasi dan analisis karakteristik & kuantitas limbah kegiatan pembangunan
2. Membandingkan dengan baku mutu limbah buangan yg berlaku
3. Analisis efisiensi penggunaan bahan baku dan kualitas produk
4. Analisis degradasi & kerusakan lingkungan


                                 TUJUAN A.L.:
         Membantu pemeliharaan dan peningkatan daya dukung/ kualitas
          lingkungan di sekitar lokasi proyek sehingga fungsinya lestari
            AUDIT LINGKUNGAN


 PROSES PRODUKSI, DISTRIBUSI, KONSUMSI


MANFAAT EKONOMI                  BIAYA LINGKUNGAN




           Pembangunan Berkelanjutan

         Ramah Lingkungan: Eco-labelling

            Audit Lingkungan

                                       ISO 14000
FUNGSI &        Fungsi utama: IDENTIFIKASI dan KONFIRMASI.
MANFAAT         Konfirmasi bahwa suatu kegiatan proyek telah memenuhi segenap
                peraturan lingkungan yg berlaku (mis. Baku mutu , Pengelolaan
  A.L.          limbah).



    Identifikasi bahwa setiap proyek senantiasa ada kelemahan dan
       kelebihannya ditinjau dari aspek lingkungan hidup:
    1. Melindungi proyek dari bahaya lingkungan dan protes masyarakat
       sekitar
    2. Alat untuk mengetahui potensi dan peluang penghematan biaya



    Manfaat ekonomi:
    Efisiensi penggunaan bahan baku, biaya pengolahan limbah,
    pemeliharaan & operasional, biaya jasa konsultasi hukum, dan
    lainnya.
 PROSES &          Pelaksanaan audit lingkungan:
MEKANISME          1. Mobilisasi & mnegarahkan tim audit
   A.L.            2. Evaluasi peraturanpperundangan lingkungan
                   3. Koordinasi dengan pemrakarsa proyek
                   4. Penyusunan laporan secara cermat

     1. PERSIAPAN
     1.1. Pembuatan jadwal audit
     1.2. Pemilihan tim audit
     1.3. Penentuan tanggung-jawab dab kewenangan setiap anggota tim audit
     1.4. Penelaahan segenap peraturan
     1.5. Penyerahan kuesioner pre-audit
     1.6. Pemberitahuan audit

     Kediatan audit di lokasi:
     1. Briefing pendahuluan dg manajer lingkungan & staf terkait
     2. Tinjauan pendahuluan thd semua fasilitas yg akan diaudit
     3. Evaluasi file/ dokumen/ data sekunder
     4. Peninjauan lapangan & fasilitas
     5. Wawancara dengan key-persons
     6. Pertemuan tim audit
     7. Briefing ke luar.
Implementasi       Dasar Hukum: KEPMEN LH No. 42 tahun 1994
   A.L. di
                   Pelaksanaan Audit Lingkungan bersifat voluntary atau
  Indonesia        sukarela (namun dianjurkan)


      Pengawasan hasil audit dilakukan melalui proses VERIFIKASI, apabila
      akan dipublikasikan
      Secara internal hasil audit dpt dipakai unt peningkatan manajemen
      lingkungan suatu proyek




      AUDIT LINGKUNGAN merupakan alat manajemen yg meliputi
      evaluasi secara sistematik, terdokumentasi, periodik dan obyektif
       ttg bgm kinerja organisasi, sistem manajemen dan peralatan, dg
      tujuan untuk memfasilitasi kontrol terhadap upaya pengendalian
          dampak lingkungan dan kajian thd kegiatan pentaatan thd
                     peraturan pengelolaan lingkungan.
  RUANG            1. Sejarah atau rangkaian kegiatan, rona & kerusakan
 LINGKUP              lingkungan, pengelaolaan & pemantauan yg dilakukan ,
IMPLEMENTASI          serta isu-isu lingkungan yang terkait.
                   2. Perubahan rona lingkungan yg terjadi
    A.L.


      3. Penggunaan sumberdaya alam dan proses penanganan bahan sampai dg
         penanganan limbah
      4. Penanganan dan penyimpanan bahan B3
      5. Kajian resiko lingkungan
      6. Sistem manajemen penanganan limbah dan kecelakaan
      7. Efektifitas alat pengendalian pencemaran

      8. Penataan peraturan-perundangan lingkungan
      9. Penataan terhadap rekomendasi AMDAL
      10.Perencanaan dan prosedur standar (SOP)
      11. Rencana minimisasi limbah dan pengendalian pencemaran
      12. Program daur ulang
      13. Penggunaan enerji, air, dan SDA lainnya
       14. Peningkatan kemampuan SDM dan kepedulian lingkungan.
CIRI KHAS            1. Metodologi yang komprehensif
                       Pengumpulan data & informasi
   A.L.                Manajemen data & informasi
                       Analisis data dan pengujian informasi


        2. Konsep pembuktian dan pengujian
           Metode analisis data,
           Metode evaluasi informasi, dan
           Teknik interpretasi hasil analisis data



        3. PENGUKURAN DAN STANDAR YG SESUAI
        Penetapan standar dan metode pengukuran kinerja
        lingkungan harus sesuai dg kegiatan proyek yg diaudit


4. Laporan tertulis
Penyajian yang jelas dan akurat, dengan bukti-bukti yang sahih
dan terdokumentasi
   KUNCI               1. Dukungan Pimpinan
KEBERHASILAN
      A.L.



         2. Keikut-sertaan semua pihak




         3. Kemandirian dan obyektivitas auditor




4. Kesepakatan ttg metodologi dan lingkup audit
   Antara auditee dengan auditor
  TATA         1. DAFTAR ISIAN
LAKSANA
   A.L.


   2. CHECK-LIST
   Menggunakan daftar yg rinci mengenai isu-isu yang akan di audit




   3. DAFTAR PERTANYAAN
   Auditor mempersia[pkan format baku untuk melaksanakan audit dan
   menyusun laporan akhir

   4. PEDOMAN
   Pedoman ini memuat instruksi dan petunjuk pelaksanaan yang harus
   dilaksanakan oleh auditor, serta aspek yang harus diteliti
TAHAPAN         1.   PENDAHULUAN
  TATA
LAKSANA         2. PRA AUDIT

  A.L.

    3. Kegiatan lapangan
    a. Pertemuan Pendahuluan
    b. Pemeriksaan Lapangan
    c. Pengumpulan Data




    4. PENGUJIAN

    5. EVALUASI HASIL TEMUAN

    6. PENEMUAN AKHIR
   A.L.            JENIS AUDIT LINGKUNGAN:
                   1. Audit Manajemen Lingkungan
    DALAM
                   2. Audit Pentaatan Lingkungan
PERENCANAAN
                      (Environmental Compliance Audit)
PENGELOLAAN        3. AUDIT FASILITAS TEKNIS
 LINGKUNGAN        4. AUDIT AMDAL
                   5. ENVIRONMENTAL IMPAIRMENT LIABILITY
                      INSURANCE AUDIT
                   6. AUDIT PEMASARAN LINGKUNGAN




     KUNCI KEBERHASILAN AUDIT LINGKUNGAN:
     1. Dukungan pihak pimpinan
     2. Keikut-sertaan semua pihak
     3. Kemandirian dan objektivitas auditor
     4. Kesepakatan tentang tata-laksana dan lingkup audit
   AUDIT             Audit Lingkungan merupakan penelitian sistematis
LINGKUNGAN           terhadap standar kerja yang rutin dan prosedur-
DAN ANALISIS         prosedurnya, yang ada kaitannya dengan lingkungan.
 EKONOMKI
                     Penelitian integratif ini melibatkan    aspek   teknik,
                     admnistratif, dan manajemen operasi.

     Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana masalah lingkungan dan
     keselamatan (safety) dapat dikelola dan dikendalikan.

     AL juga dapat memberikan indikasi masalah teknologi dan organisasi yg
     mengakibatkan proses produksi tidak efisien, dan munculnya limbah dari
     proses tersebut

     AL juga dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan
     efisiensi, sehingga limbah menjadi semakin sedikit, dan biaya produksi
     dapat diturunkan

     Efisiensi dan efektivitas manajemen produksi, diharapkan dapat
     menurunkan biaya produksi dan biaya-biaya sosial yg mungkin timbul
     akibat pembuangan limbah
Biaya PRIVATE       Biaya (private) merupakan sejumlah dana atau daya yang
      dan           diperlukan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat
BIAYA SOSIAL        bagi manusia.
                    Biasanya proses produksi ini merupakan transformasi
                    sumberdaya alam menjadi barang buatan manusia



       Biaya ada dua macam: Biaya untuk investment dan Biaya untuk proses
       produksi.
       Biaya produksi terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel
       Total biaya = biaya tetap + biaya variabel

   Biaya



   .                          Biaya variabel


                                       Biaya tetap



                            Volume ( jumlah produksi)
Biaya PRIVATE     Biaya sosial adalah biaya yang timbul dan harus ditanggung oleh
      dan         masyarakat sebagai akibat sai suatu kegiatan (manusia, industri,
BIAYA SOSIAL      pembangunan dll)
                  .


      EKSTERNALITAS:

      Upaya seseorang atau sekelompok orang untuk meningkatkan
      kesejahteraannya mengakibatkan kerugian pada orang atau
      sekolompok orang lainnya



                                                      Limbah Gas (-)


  INPUT                PROSES                  OUTPUT (+)



                                                         Limbah Padat (-)
                             Limbah Cair (-)
                       Biaya-biaya limbah tidak dimasukkan ke dalam biaya produksi
      BIAYA            sehingga harus ditanggung oleh orang lain atau masyarakat

     SOSIAL            Biasanya masyarakat bersifat rentan dan tidak berdaya, sehingga
                       mudah timbul ketidak-adilan sosial dan masalah pemerataan



         Hal yang harus dilakukan adalah INTERNALISASI EKSTERNALITAS:

         Yaitu Memasukkan biaya-biaya lingkungan ke dalam biaya produksi

                 ………….. POLLUTER PAYS PRINCIPLE ……………



1.   Melalui Instrumen Hukum:        COMMAND & CONTROL
                                     Pengaturan dan Pengendalian
2. Melalui Instrumen Ekonomi, memerlukan kesepakatan ttg:
         The Ambient Quality Target
         The Minimum Cost Principle
         The Polluter Pays Principle
         The Competitiveness Imperative
         Policy Transition
INPUT (Xi)    PROSES                     OUTPUT (Y)


             Limbah (E)     Y = f (Xi)
                            E = f(Y) …………. E = f„ (Xi)
                            TC = FC + VC
             Kerusakan      VC = f (Xi, Pxi)
                            VC‟ = f(Xi,Pxi; Ei, PEi)
                                    VC‟ > VC
              Kerugian              TC‟ > TC
             Masyarakat
                                    MC‟ > MC
                                         Jadi : MSC > MPC

             Biaya Sosial
                            MSC – MPC = MEC
p, C                           Marginal Social Cost



            Demand                      Marginal Private Cost



       p2            S
       p0                  P




                                                 Marginal External Cost


                q1   q2   q0
                                                 Quantity
Externality                                PENDUGAAN
                                EXTERNAL BENEFIT & EXTERNAL COST
                          1.    Estimasi Kerusakan dan biaya kontrolnya
                          2.    Bidding game techniques: WTP
                          3.    Travel cost method
                          4.    Hedonic Pricing: indirect effects on market data


               ( Pencemaran --------- pasar perumahan, sewa rumah, sewa lahan, dll.)
      P
                                                      S1            S0



                                                                  0 : sebelum pencemaran
          p0                                                      1 : setelah pencemaran

          p1



                                                      D1                  D0

                                                                               Q
Externality                   PENDUGAAN
                   EXTERNAL BENEFIT & EXTERNAL COST
              1.   Estimasi Kerusakan dan biaya kontrolnya
              2.   Bidding game techniques: WTP
              3.   Travel cost method
              4.   Hedonic Pricing: indirect effects on market data


                                                       MSC-MPC = Marginal
      P, C                                             External Cost pd orang yg
                            MSC            MPC         kena dampak negatif akibat
                             net impact                Q1 menjadi Q0
         P1
                                                       MSB-MPB = Marginal
                                                       External Benefit pd orang
         P0                                            yg kena dampak positif,
                                                       akibat Q1 menjadi Q0



                                           MPB          MSB

                   Q1 Q0                                    Q
                INDIKATOR LINGKUNGAN

        Indikator Lingkungan merupakan Kuantitas tunggal yang diturunkan dari
        satu variabel polutan dan dipakai untuk mencerminkan
        (mempresentasikan) beberapa atribut lingkungan.

        Misalnya:
        Indikator taraf pencemaran SO2 = banyaknya hari dimana konsentrasi
        SO2 atmosfer melampaui baku mutu


         Indikator lingkungan dapat disajikan secara individual atau
         diagregasikan secara matematik, membentuk suatu INDEKS
         LINGKUNGAN


Beberapa indikator yang disajikan secara bersamaan untuk memberikan
gambaran tentang kondisi lingkungan, disebut:

PROFIL KUALITAS LINGKUNGAN
          PROFIL KUALITAS LINGKUNGAN

        Contoh:
        PROFIL KUALITAS UDARA PERKOTAAN
        PROFIL KUALITAS HUTAN
        PROFIL KUALITAS LAHAN SAWAH
        PROFIL KUALITAS LINGKUNGAN PEMUKIMAN PANTAI
        PROFIL KUALITAS SUNGAI
        Dll.

        Untuk melaporkan pelanggaran mutu air dapat digunakan dua indikator:
        1. Panjang sungai yang tidak memenuhi baku mutu ambient
        2. Keparahan pelanggaran baku mutu



Untuk melaporkan pelanggaran mutu udara DAPAT digunakan dua
    indikator:
1. Banyaknya hari selama mana baku mutu udara ambient terlampaui
2. Keparahan taraf pelanggaran baku mutu
CONTOH: PROFIL LINGKUNGAN SUATU KAWASAN

   Komponen                                       Indikator     Trend.

   AIR     Panjang sungai yg tidak sesuai baku mutu    x        Improving
           Keparahan Pelanggaran baku mutu             x        Improving

   UDARA Jumlah hari pelanggaran baku mutu             x        Improving
          Keparahan pelanggaran baku mutu              x        Improving

   RADIASI Near term exposure                          x        Tidak ada
                                                                perubahan

   PESTISIDA Konsentrasi dalam makanan dan air         x        Improving

   LIMBAH      % Populasi yang terpengaruhi            x        Improving
   PADAT

   NIOSE       Jumlah orang yg terkena dampak          Serius   Worsening

   Keterangan: (x) perlu tindakan penanganan
           STRUKTUR MATEMATIKA INDEKS

        Perhitungan indeks lingkungan terdiri atas dua tahap:
        1. Perhitungan sub-indeks untuk peubah-peubah lingkungan yang
            digunakan dalam indeks
        2. Agregasi sub-indeks menjadi indeks


        Misalnya: ada sebanyak i variabel lingkungan :

                 Xi = nilai untuk variabel polutan ke i
                 Sub indeks ke-i : Ii = f(Xi)

        Subindeks menyatakan karakteristik lingkungan dari peubah tertentu

Agregasi sub-indeks:

       I = g (I1, I2, ………………… In);        n=1–I
                  AGREGASI            SUB-INDEKS:
                              1.    Summation
                             2.   Multiplication
         3.      Maximization, sub-indeks maksimum yang dipakai

                         Pengukuran Lingkungan

Peubah Lingk. X1              Peubah Lingk. X2                Peubah Lingk. Xn




   Subindeks 1                  Subindeks 2 I2                    Subindeks n
    I1 = f(X1)                     = f(X2)                         In = f(Xn)




                                AGREGASI:
                              I = g(I1,I2,…In)


                                   INDEKS I
   SIKLUS P DALAM PERAIRAN                           SAMPAH

              Jaringa
                 n                  Jaringa
              tanama                   n
                 n                  binatan
                                       g
                           DIP
                            P-
Batua                   anorganik             POP & DOP
  n                       larut               particulate &
                                                dissolved
fosfat



         SEDIMEN                    Jaringa
                                       n
                                    Bakteri
                         SUB-INDEKS

       FUNGSI LINEAR:

         I=   α X ………………… I : subindeks
                          X : Variabel polutan
                                    α : Konstante

       SEGMENTED LINEAR FUNCTION:
             Threshold level
             Break point, titik kritis, titik belok



NON-LINEAR (segmented) FUNCTION:
       Power function
       Logarithm function
       Exponential function
       Asymptotic function, etc.
                  AGREGASI SUB-INDEKS

        1.   ADDITIVE FORM:
             Linear-sum Unweighted
             Linear-sum Weighted

        2. ROOT-SUM-POWER

                 I = √ (I1)2 + (I2)2 + ……..+ (In)2


3. ROOT-MEAN-SQUARE
4. MAXIMUM OPERATOR:
       I = Max (I1, I2, I3, ………………… In)

5. Multiplicative form
   Unweighted       : I= ∏   Ii

  Weighted       : I = ∏ Ii wi
KISARAN DO DALAM AIR NORMAL: 7.1 - 14.6 ppm

                  Kurva fungsional DO

Indeks Kualitas
1.0

0.8
        Sampah
0.6

0.4                                     9 ppm : jenuh


0.2

0.0          2      4        6          8
                        ppm DO
                  KUALITAS AIR: BOD


                       Kurva fungsional BOD

Indeks Kualitas
1.0

0.8                           Sampah

0.6
          wadu
0.4       k
                                              Sungai
0.2
0.0
         10       20       30    40     50    60       70
                            ppm BOD
VARIABEL ESTETIKA UDARA:
 ODOR & VISUAL QUALITY


Indeks Kualitas
 1.0
                       Pleasant odor
 0.8

                                  Lacking odor



 0.4


                          Disagreeable odor


 0.0
                        Moderat            Jernih/cerah
        Polusi berat
                                        Kualitas visual
 VARIABEL KUALITAS PERAIRAN:
       FECAL COLIFORM



Indeks Kualitas
 1.0


 0.8




 0.4




 0.0
       10o        102   103   104            106

                                    MPN/100 ml
       KUALITAS AIR: FOSFAT- ANORGANIK


            Kurva fungsional Kadar P-anorganik
Indeks Kualitas

1.0

0.8                    sampah
0.6

0.4

0.2

0.0     0.02    0.04     0.06   0.08    0.10
                          ppm P
            KUALITAS AIR: TURBIDITAS


               Kurva fungsional TURBIDITAS
Indeks Kualitas

1.0

0.8

0.6                     sampah

0.4

0.2

0.0     20    40     60    80   100   120    140
      Satuan Turbiditas Jackson
                    KUALITAS AIR:
              ODOR & FLOATING MATERIAL

                       Kurva fungsional
Indeks Kualitas

1.0

0.8
                                          Lacking
0.6                                       odor
      Noticeable
0.4

0.2
                      Disagreeable
0.0
      None       Light         Moderate    Heavy
               Floating material
                  KUALITAS ESTETIKA AIR:
                     Water appearance

                       Kurva fungsional
Indeks Kualitas

1.0
       Clear
0.8

0.6                                         Moderate turbid

0.4

0.2
                                          Turbid
0.0
      Static      Slow         Moderate        Whitewater
               Flow characteristics
                 PROFIL KUALITAS: LAHAN SAWAH

No     Komponen                 Standar Indikator    Nilai Aktual   Trend

1.    Kedalaman efektif tanah    50-75 cm              ………..        …………..
2.    Tekstur tanah             Clay – Loam            ………..        …………..
3.    Permeabilitas Tanah       0.5 - 2.0 cm/jam       ………..        …………..
4.    Tingkat kesuburan tanah        Tinggi            ………..        …………..
5.    Salinitas Tanah           1500-2500 mmhos/cm     ………..        …………..
6.    pH pada lapisan 0-30 cm    5.0 - 7.5             ………..        ……..........
7.    Kemiringan Lahan            1-3%                 ………..        …………..
8.    Berkerikil / Berbatu        Sedikit              ………..        …………..
9.    Soil moisture balance       > 100% FC            ………..        ………….
10.   Banjir                         No                ………..        ………….
11.    Erosi Tanah                   Ringan            ………..        ………….
12.    Pencemaran Tanah              No                ………..        …………..

AGREGAT INDEKS KUALITAS: S1 / S2 / S3 / N
      PROFIL KUALITAS: LAHAN KERING


No   Komponen                        Standar Indikator   Nilai Aktual    Trend

Kedalaman efektif                       >75 cm             ………          …………
Tekstur zone perakaran                  ………..              ………          …………
Pori air tersedia                       ………..              ………          …………
Kesuburan tanah                         ………..              ………          …………
Reaksi tanah (pH)                       ………..              ………          …………
Salinitas tanah DHLx103 (mmhos/cm)      ………..              ………          …………
Kelas drainase                          ………..              ………          …………
Kerusakan banjir                        ………..              ………          …………
Erosi TANAH                             ………..              ………          …………
Lereng/relief mikro                     ………..              ………          …………
Tipe Hujan; Oldeman et al.              A1; A2


AGREGAT INDEKS KUALITAS: S1 / S2 / S3 / N
 PROFIL KUALITAS: LAHAN PERKEBUNAN


No   Komponen                      Standar Indikator      Nilai Aktual    Trend

1. Kedalaman efektif                  >100 cm               ……….         ……………
2.   Tekstur zone perakaran           …………….                ……….         ……………
3.   Pori air tersedia                …………….                ……….         ……………
4.   Kesuburan tanah                  …………….                ……….         ……………
5.   Reaksi tanah                     pH 5.0-7.0            ……….         ……………
6.   Salinitas tanah DHLx103 (mmhos/cm) <1.5                ……….         ……………
7.   Kelas drainase                   …………….                ……….         ……………
8.   Kerusakan banjir                 …………….                ……….         ……………
9. Erosi tanah                        Tidak ada/sedikit     ……….         ……………
10. Lereng /relief mikro              <8%                   ……….         ……………
11. Tipe Hujan, Oldeman et al.        A, B                  ……….         ……………



AGREGAT INDEKS KUALITAS: S1 / S2 / S3 / N
     PROFIL KUALITAS: HUTAN LINDUNG


No   Komponen                      Standar Indikator   Nilai Aktual    Trend


Tipe-tipe vegetasi alamiah            …………….             ………..        ………….
Luas setiap tipe vegetasi             …………….             ………..        ………….
Lokasi                                …………….             ………..        ………….
Deskripsi tipe vegetasi               …………….             ………..        ………….
Input tenagakerja                     …………….             ………..        ………….
Investasi kapital                     …………….             ………..        ………….
Teknologi tradisional                 …………….             ………..        ………….
Taraf pengelolaan                     …………….             ………..        ………….
Perlindungan terhadap gangguan        …………….             ………..        ………….
Petak observasi permanen              …………….             ………..        ………….
Pemantauan perkembangan vegetasi      …………….             ………..        ………….


AGREGAT INDEKS KUALITAS: S1 / S2 / S3 / N
       PROFIL KUALITAS: HUTAN WISATA


No   Komponen                    Standar Indikator   Nilai Aktual     Trend

Fisik:
Komposisi vegetasi yang sesuai      ………………             ………..        …………..
Tempat terbuka                      ………………             ………..        …………..
Kondisi iklim yang nyaman           ………………             ………..        …………..
Lokasi kamping atau slope <15%      ………………             ………..        ………….
Aksesibilitas eksternal             ………………             ………..        …………..
Aksesibilitas internal              ………………             ………..        …………..
Fasilitas rekreasi                  ………………             ………..        …………..

Non-fisik:
Input tenagakerja                ………………                ……….. …………..
Investasi kapital                ………………                ……….. …………..
Teknologi                   ………………    ………..            …………..
Taraf pengelolaan                ………………                ……….. …………..
Pengetahuan hutan wisata.        ………………                ……….. …………..


AGREGAT INDEKS KUALITAS: S1 / S2 / S3 / N
     PROFIL KUALITAS: CAMPING GROUND


No   Komponen                  Standar Indikator   Nilai Aktual     Trend

1.   Drainase                     ……………….            ………..        …………..
2.   Banjir                       ……………….            ………..        …………..
3.   Permeabilitas                ……………….            ………..        …………..
4.   Kemiringan                   0-8%               ………..        …………..
5.   Tekstur tanah                ……………….            ………..        …………..
6.   Kerikil dan Kerakal          0-20%              ………..        …………..
7.   Batu                         0-0.1%             ………..        …………..
8.   Batuan                       ……………….            ………..        …………..



AGREGAT INDEKS KUALITAS: S1 / S2 / S3 / N
 PROFIL KUALITAS: TEMPAT PENIMBUNAN SAMPAH
                  (LAND FILL)
No   Komponen                     Standar Indikator   Nilai Aktual   Trend


1.   Dalamnya air-bumi musiman (g)      180 cm          ………..        ………..
2.   Drainase (d)                       …………..          ………..        ………..
3.   Ancaman banjir (f)                 …………..          ………..        ………..
4.   Permeabilitas (p)                  5 cm/jam        ………..        ………..
5.   Lereng (s)                         0-15%           ………..        ………..
6.   Tekstur hingga kedalaman 150 cm (t)…………..          ………..        ………..
7.   Dalamnya hamparan batuan (i)       180 cm          ………..        ………..
8.   Batu (sb)                          0-0.1%          ………..        ………..
9.   Batu besar (sr)                    0-0.01%         ………..        ………..




AGREGAT INDEKS KUALITAS: S1 / S2 / S3 / N
              KUALITAS AIR: COLIFORM


                  Kurva fungsional Coliform
Indeks Kualitas

1.0

0.8

0.6                                  sampah

0.4

0.2

0.0    101    102       103    104    105     106
      MPN/100 ml
MANAGEMENT GUIDELINES: PERTANIAN PESISIR

         1. Umum
         Coastal areas dapat untuk kegiatan pertanian lowlands dan uplands
         Aneka kultivar padi agak toleran salinitas
         Pertanian lahan kering: Buah-buahan, sayuran, tanaman
         industri/perkebunan.


         2. Problematik
         Ancaman banjir/genangan dan intrusi garam
         Tanah mengandung logam-logam toksik bagi tanaman pertanian
         Gangguan hama dan penyakit
         Perubahan regime salinitas yg dapat membahayakan ekosistem yg sensitif
         Dampak bahan agrokimia thd coastal ecosystems


3. Arahan Pengelolaan
Kultivaryang toleran salinitas tinggi
Sarana pengendalian air dan drainage: Flood control, Salt intrusion control, Water table
control, Waterpollution control
Hindari reklamasi “important” coastal ecosystem menjadi lahan pertanian
Minimize the alteration of natural drainage patterns
Good management of irrigation systems
Nonpersistent biocides
MANAGEMENT GUIDELINES: Mangrove Forestry

         1. Umum
         Hasil-hasil ekologis dari ekosistem mangrove biasanya under-valued, sehingga
         sering dikonversi menjadi sistem yang lebih ekonomis
         Lokasi tumbuh: Seashores, Estuaries, Lagoons, Tidal areas
         Rhizophora, Avicennia & Bruquiera


         2. Problematik

         Over-exploitation: traditional uses
         Conversion: Aquaculture, Fish pond, and Residential development



3.   Arahan Pengelolaan

Harus dikelola sebagai renewable resources
Harus dianggap sebagai bagian integral dari coastal zones
Aktivitas konversi harus dikendalikan
Proses-proses kritis: Suplai air tawar dan air asin, suplai nutrient, stabilitas substrat
MANAGEMENT GUIDELINES: Urban Development

        1. Umum

        Gangguan thd ekosistem diakibatkan oleh: (1) tingginya intensitas
        pembangunan, (2) Terlalu dekatnya masyarakat dengan air, (3) Alterasi garis
        pantai, (4) kepekaan ekologis dari coastal ecosystems


        2. Problematik
        Nutrients dalam limbah buangan menstimulir pertumbuhan jasad akuatik
        secara tidak berimbang
        Limbah domestik mengandung patogen yg dpt mengkontaminasi shellfish
        Konversi lahan mangrove menjadi lahan / kawasan terbangun
        Bangunan sipil terlalu dekat dengan garis pantai dapat mendorong erosi dan
        menghalangi akses publik

3. Arahan Pengelolaan
Permukiman jauh dari area mangrove
Pengolahan limbah domestik sebelum dibuang ke laut
Mempertahankan foredunes alamiah
Setback line untuk coastal structures
Mengenali karakyteristik dan perilaku ekosistem alamiah
MANAGEMENT GUIDELINES: Industrial Siting

        1. Umum
        Coastal zone dianggap lokasi ideal untuk lokasi industri karena kemudahan
        akses thd sistem transportasi laut dan daratan
        Banyak industri berlokasi di sekitar dermaga, coastal zones
        Biasanya aktivitas industri memerlukan banyak air untuk cooling, washing
        dan diluting processes.


        2. Problematik
        Air limbah buangan industri biasanya mengandung bahan toksik, air panas,
        yang membahayakan kehidupan berbagai jenis jasad akuatik



3. Arahan Pengelolaan
Analisis ekonomis dan ekologis diperlukan untuk industrial siting
Site plan harus dilengkapi dengan buffers , dan tidak mengandung sensitive habitat
Natural pattern dari surface-water flow & tidal inundation dipertahankan
Fasilitas pengolahan limbah, termausk limbah air panas
MANAGEMENT GUIDELINES: Tourism

        1. Umum
        Wisata bahari semakin penting sumbangannya bagi pembangunan daerah
        Aneka obyek alami di coastal zone mempunyai daya tarik yang unik




        2. Problematik
        Pencemaran perairan akibat pembuangan limbah melalui aliran sungai atau
        langsung ke perairan pantai
        Pembangunan aneka fasilitas fisik:
                  Mengganggu pandangan bebas alamiah
                  Merusak keindahan alamiah, Limbah buangan
                  Gangguan terhadap terumbu karang


3. Arahan Pengelolaan
Zoning plans harus memperhatikan kondisi geografis alamiah & kondisi sosial-
ekonomi
Site clearing dilakukan secara hati-hati dan terkendali
Fasilitas akomodasi harus terkonsentrasi pada jarak ideal dari beach
Fasilitas pengelolaan limbah dan sampah

						
Related docs
Other docs by kwb16500
Audit Recommendations to Hr Follow Up Report
Views: 28  |  Downloads: 0
Audit Repor of a Company
Views: 37  |  Downloads: 0
Audit Universe Sample
Views: 468  |  Downloads: 1
Audit Forms Pdf Gas
Views: 12  |  Downloads: 0
Audit Program for Account Receivable
Views: 63  |  Downloads: 1
Audit Payment Electronic Form
Views: 9  |  Downloads: 0
Audit Program on Special Economic Zone
Views: 13  |  Downloads: 0
Auditing Sql Database
Views: 17  |  Downloads: 0