Embed
Email

audit

Document Sample
audit
Shared by: abdul rokhim
Stats
views:
56
posted:
1/16/2012
language:
pages:
7
INTEGRAL, Vol. 9 No. 1, Maret 2004









PENGEMBANGAN MODEL AUDIT SISTEM

INFORMASI BERBASIS KENDALI

Gede Karya

Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Universitas Katholik Parahyangan, Bandung

E-mail : gkarya@home.unpar.ac.id



Intisari

Makalah ini membahas pengembangan model audit sistem informasi berbasis

kendali untuk mencegah terjadinya kegagalan sistem informasi guna

menyelamatkan aset informasi, menjaga integritas data dan meningkatkan efisiensi

dan efektifitas pencapaian tujuan suatu organisasi. Model ini dikembangkan

berdasarkan konsep fungsional dan kendali sistem informasi dengan menggunakan

sistem penilaian kualitatif berbasis standar manajemen mutu ISO 9001-2000.



Kata kunci: sistem informasi, audit, kendali, penilaian kualitatif, ISO 9001-2000.



Abstract

This peper discuss about model development of control based information system

audit to prevent information system’s failure of asset safeguard, keep data integrity

and improve effectivity and efficiency of organization’s goal. This model is

developed based on information system functionality concept and control, with

qualitative mesuaremet system based on ISO 9001-2000 quality management

standar.



Key Word: information system, audit, control, qualitative measurement, ISO 9001-2000.



Diterima : 27 Februari 2004

Disetujui untuk dipublikasikan : 16 Maret 2004



1. Pendahuluan telekomunikasi dan informatika, yang

Informasi merupakan salah satu sumber daya mencakup teknologi komputer (perangkat

strategis suatu organisasi, oleh karena itu, keras, perangkat lunak) dan didukung dengan

untuk mendukung tercapainya visi dan misi teknologi telekomunikasi, khususnya

suatu organisasi, pengelolaan informasi komunikasi data digital sebagai infrastruktur

menjadi salah satu kunci sukses. dari jaringan komputer.

Sistem informasi merupakan salah satu sub Perlu teknik untuk mengendalikan dan

sistem organisasi untuk mengelola informasi. memastikan bahwa sistem informasi sudah

Saat ini sistem informasi dioperasikan oleh sesuai dengan tujuan organisasi. Audit sitem

hampir seluruh sumber daya manusia suatu informasi merupakan suatu cara untuk menilai

organisasi sehingga tidak dapat dipisahkan sejauh mana suatu sistem informasi telah

dengan operasi dan kehidupan organisasi. mencapai tujuan organisasi.

Teknologi informasi merupakan komponen Penelitian ini ditujukan untuk mencari model

penting dari sistem informasi, selain data/ untuk mengaudit sistem informasi berbasis

informasi, sumber daya manusia dan kendali. Model yang dikembangkan

organisasi. Teknologi informasi yang mencakup: (1) konsep struktur/ kerangka dan

dimaksud adalah teknologi telematika, prosedur pelaksanaan audit, (2) materi/ isi







51

INTEGRAL, Vol. 9 No. 1, Maret 2004



yang dijadikan sebagai tolok ukur untuk 3. Standar Penilaian Kondisi Sistem

penilaian dan (3) perangkat lunak bantu ISA- Mutu ISO 9001-2000

R yang memudahkan dokumentasi dan ISO 9001-2000 merupakan standar

pengolahan hasil audit. Pada makalah ini akan manajemen mutu yang dikeluarkan oleh

diuraikan konsep struktur/ kerangka dan International Standar Organization (ISO) [4].

prosedur audit sistem informasi saja, dua Pada standar ini, penilaian kondisi sistem mutu

bagian lainnya akan disampaikan pada mempunyai 4 skala [5], yaitu: P (Poor), W

makalah terpisah. (Weak), F (Fair), S (Strong) yang kriterianya

2. Audit Sistem Informasi Berbasis dapat dilihat pada tabel 3.1.

Kendali Tabel 3.1.

2.1. Audit Sistem Informasi Kriteria penilaian pada ISO 9001-2000

Sistem informasi [1] adalah sekumpulan Kriteria Interpretasi

komponen yang saling berhubungan yang P (Poor) Sistem mutu praktis belum

mengumpulkan (collect/ retrieve), memproses, terbentuk. Sangat disarankan

menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk meninjau ulang

untuk mendukung pembuatan keputusan dan keseluruhan proses.

pengendalian suatu organisasi. Direkomendasikan pula untuk

Informasi adalah data yang telah diolah mengadakan suatu pelatihan

menjadi bentuk yang bermakna dan intensif & menyeluruh mengenai

bermanfaat bagi pemakai. TQM (Total Quality

Data adalah fakta yang menyatakan suatu Management), metode-metode

kejadian atau lingkungan fisik yang belum serta tekniknya disamping

dikelola menjadi bentuk yang bermakna dan mengadakan pelatihan/konsultasi

bermanfaat bagi manusia. ISO 9001-2000.

Audit sistem informasi didefinisikan sebagai W Masih banyak elemen sistem

proses pengumpulan dan evaluasi fakta/ (Weak) manajemen mutu yang tidak

evidence untuk menentukan apakah suatu sesuai dengan standar sistem

sistem informasi telah melindungi aset, manajemen mutu ISO 9001-2000.

menjaga integritas data, dan memungkinkan Organisasi harus banyak

tujuan organisasi tercapai secara efektif melakukan orientasi dan pelatihan

dengan menggunakan sumber daya secara yang khusus mengenai ISO 9001-

efisien [2]. 2000. Apabila organisasi serius

Dalam pelaksanaan audit digunakan etika untuk mendapatkan sertifikasi

profesi yang dirumuskan oleh organisasi ISO 9001-2000 harus dibentuk

profesi Information System Audit and Control suatu steering committee dan

Association (ISACA) meminta bantuan dari para ahli

2.2. Kendali Sistem Informasi pelatihan/konsultan ISO 9001-

Kendali merupakan suatu sistem yang 2000.

mencegah, mendeteksi atau memperbaiki F (Fair) Beberapa elemen sistem telah

kejadian yang tidak dibenarkan (unlawful sesuai dengan standar sistem

events) [2]. Unlawful events dapat berupa: manajemen mutu ISO 9001-2000,

unauttorized, inaccurate, incomplete, tetapi masih ada bagian yang

redundant, ineffective atau inefficient event. penting dari sistem mutu yang

Kendali dapat mengurangi kesalahan yang belum sesuai dengan standar

mungkin terjadi dari kejadian-kejadian yang tersebut atau bahkan tidak ada

tidak dibenarkan dengan cara: mengurangi sama sekali. Temukan dengan

kemungkinan kemunculan kejadian yang tidak tepat area tersebut dan terapkan

dibenarkan; membatasi kesalahan/ kerusakan sistem/standar yang diminta.

jika kejadian yang tidak dibenarkan tersebut Sebagai petunjuk tambahan dapat

terjadi. digunakan petunjuk (manual)

Dalam audit berbasis kendali dilakukan resmi seperti ISO 9001-2000 atau

serangkaian kegiatan untuk melihat tingkat dapatkan pelayanan dari para

kehandalan kendali-kendali tersebut. ahli/konsultan ISO 9001-2000.









52

INTEGRAL, Vol. 9 No. 1, Maret 2004



Sedangkan dilihat dari fungsi aplikasi, sistem

S (Strong) Sebagian besar persyaratan dalam informasi dapat dimodelkan seperti pada

ISO 9001-2000 telah dapat gambar 4.2.

Sistem Informasi

dipenuhi oleh sistem. Periksalah Prosedur



bagian/area yang angka

Aplikasi

penilaiannya lemah (weak) dan Data

Pemroses Interoperabilitas

(HW/SW) (BD/NW)

terapkan perbaikan-perbaikan,

Informasi

gunakan ISO 9004-2000 sebagai

guidance jika dirasakan perlu. Dokumen



Disarankan pula untuk

menjadwalkan pre-assessment Gambar 4.2. Model IPO (Input-Proses-Output) dan

dari badan regristrasi ISO 9001- Komponen Aplikasi Sistem Informasi

2000.

Penilaian sistem mutu menggunakan suatu Sistem informasi merupakan sistem yang

ceklist yang berisi setiap segi mutu yang mengolah data menjadi informasi untuk

dinilai. Dalam memberikan penilaian kualitatif mendukung operasi dan pengambilan

pada suatu ceklist digunakan 3 skala yaitu: keputusan suatu organisasi.

Weak (0), Medium (5) dan Strong (10). Secara fisik, sistem informasi memiliki 4

komponen, yaitu:

4. Rancangan Model dan Prosedur - Data/ Informasi (infoware), sebagai

Audit Sistem Informasi Berbasis masukan dan keluaran dari sistem

Kendali informasi.

Model audit sistem informasi berbasis kendali - Sumber daya manusia (brainware),

ini didasarkan pada suatu model fungsional sebagai user dan pengelola dari sistem

sistem informasi, di mana sistem informasi informasi.

dibagi dalam 2 fungsi [2], yaitu: fungsi - Teknologi (technoware), yaitu teknologi

manajemen dan fungsi aplikasi, di mana fungsi komputer HW, SW, NW, BD

manajemen membungkus fungsi-fungsi - Prosedur dan Organisasi (organiware),

aplikasi (Gambar 4.1) prosedur dibuat dalam bentuk langkah dan

dokumen yang diperlukan/ harus diisi

Manajemen Puncak

selama pengoperasian dan pengelolaan

Manajemen Pengembangan Sistem

sistem. Sedangkan organisasi memberikan

Manajemen Data

wadah untuk pengelolaan dan

Manajemen QA

pengoperasian sistem informasi.

Manajemen Keamanan

Dilihat dari tipe pemroses data menjadi

Manajemen Operasi & Pemeliharaan informasi, sistem informasi, dibagi menjadi:

Sistem Aplikasi - Manual, di mana manusia sebagai

information processor.

- Terotomatisasi, di mana manusia sebagai

operator yang menyediakan input-output,

sedangkan komputer menjadi information

Gambar 4.1. Lapisan Fungsional Sistem Informasi processor.

- Semi manual, di mana information

Fungsi manajemen mencakup: manajemen processor, sebagian manusia dan sebagian

puncak, manajemen pengembangan, komputer.

manajemen operasi dan pemeliharaan, Dengan demikian, model pada gambar 4.2

manajemen kualitas, manajemen keamanan, ini mengakomodasi sistem informasi yang

dan manajemen data. Sedangkan fungsi manual, semi manual maupun yang

aplikasi mencakup sub fungsi: batas antara terotomatisasi dengan menggunakan

pemakai dan sistem aplikasi, input, teknologi komputer.

pemrosesan, basis data, komunikasi data dan

output, prosedur dan dokumentasi.









53

INTEGRAL, Vol. 9 No. 1, Maret 2004



4.1. Model Audit Sistem Informasi - Struktur kendali didasarkan pada partisi

Berbasis Kendali sistem informasi atas fungsi manajemen

Audit sistem informasi, jika dilihat sebagai dan fungsi aplikasi, dengan demikian ada

model IPO (input-proses-output), dapat kendali manajemen dan kendali aplikasi.

digambarkan seperti gambar 4.3. - Standar penilaian, diadopsi dari standar

penilaian kualitas ISO-9001-2000.

Standar & Prosedur

Audit

- Resiko setiap kendali digunakan sebagai

bobot terhadap tujuan audit. Dengan

Sistem Auditee

demikian setiap kendali memberikan

Struktur

Kendali

Audit Sistem sumbangan terhadap tingkat pencapain

Resiko

Informasi berbasis Hasil tujuan audit.

Kendali - Hasil audit, berupa indeks pencapain

Fakta

tujuan untuk keseluruhan dan masing-

masing kendali, serta temuan yang bersifat

Tujuan Audit

(As, Di, Ek, En)

penyimpangan dan rekomendasi-

rekomendasi untuk memperbaiki yang

terkait dengan pencapaian tujuan audit

Gambar 4.3. Model Audit Sistem Informasi berbasis

Kendali sistem informasi.



Audit sistem informasi dilaksanakan untuk 4.2. Implementasi Rancangan

mencapai suatu tujuan, yaitu: ingin Rancangan model di atas diimplementasikan

mengetahui apakah sistem informasi telah: dalam bentuk cheklist pengendalian internal

- Asset safeguard (As), mampu melindungi dengan penjelasan sebagai berikut:

aset sistem informasi. Ceklist pengendalian internal mewakili

- Data integrity (Di), apakah mampu kondisi setiap pengendalian dalam suatu

menjamin integritas data. organisasi. Format ceklist seperti pada tabel

- Effectivity (Ek), apakah pengoperasiannya 4.1, sedangkan isi ceklist secara keseluruhan

dalam rangka mencapai tujuan organisasi akan diuraikan pada makalah lain.

telah efektif. Sistem Pembobotan

- Efficiency (En), apakah dalam mencapai Sistem pembobotan menggunakan skala nilai:

tujuan organisasi telah menggunakan 0 = tidak berpengaruh; 1 = rendah; 2 = sedang;

sumber daya organisasi secara efisien. 3 = tinggi

Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu Dengan demikian, pernyataan/ pertanyaan

dilakukan penilaian terhadap kondisi sistem dalam ceklist yang tidak berpengaruh terhadap

informasi suatu organisasi (fakta). suatu hasil audit diberi bobot 0 terhadap hasil

Pengumpulan fakta dilakukan dengan metode: tersebut.

Wawancara (Wr); Inspeksi (In); Kuisioner Sistem penilaian

(Ks); Tes data (Td); Tes program (Tp). Skala penilaian diadopsi dari standar penilaian

Metode di atas dapat digunakan secara sendiri ISO 9001-2000, yaitu:

atau merupakan kombinasi. 0 = weak; 5 = medium; 10 = strong

Agar penilaian berlangsung sistematis, maka Indeks Hasil

sistem informasi suatu organisasi perlu Indeks hasil untuk masing-masing tujuan

dipartisi terutama berhubungan dengan sistem audit, dihitung dengan rumus:

pengendalian dalam organisasi tersebut

(struktur kendali). Untuk melaksanakan dan Indeks = Σ (nilai x bobot)/ Σ (bobot)

mengevaluasi fakta diperlukan standar dan

prosedur audit. Agar penilaian proporsional, Hal ini berlaku untuk keseluruhan, setiap

maka perlu dikaitkan dengan tingkat resiko fungsi maupun sub fungsi pengendalian.

dari masing-masing kendali dalam struktur Berdasarkan indeks ini, tingkat pencapaian

kendali organisasi. tujuan audit di kelompokkan menjadi 4

Pada model yang dirancang: katagori, yaitu:

- Tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan - P (poor), jika indeks 7.5





54

INTEGRAL, Vol. 9 No. 1, Maret 2004



Metode Pengumpulan Fakta sumber sekaligus berupa pendapat/

Pengumpulan fakta dilakukan dengan metode: penilaian dari masing-masing sumber yang

1. Wawancara (Wr), terutama untuk hasilnya akan dioleh secara statistik.

mendapat informasi gambaran umum 4. Tes program (Tp), terutama digunakan

sistem informasi dan pointer ke fakta-fakta untuk melakukan pemeriksaan terhadap

yang akan dikumpulkan lebih lanjut. perangkat lunak aplikasi yang digunakan

2. Inspeksi (In), terutama untuk memeriksa untuk pengendalian aplikasi.

bukti-bukti dokumen dan aktifitas untuk 5. Tes data (Td), untuk meyakinkan akan

meyakinkan bahwa suatu kriteria telah integritas data, kebenaran data dan

dipenuhi. konsistensi antara dokumen masukan

3. Kuisioner (Ks), terutama untuk dengan data yang akan diproses.

mengumpulkan informasi dari beberapa



Tabel 4.1. Format Ceklist Pengendalian Internal



Metode Pengumpulan Bobot Hasil

No Hal yang harus diperhatikan Nilai

Wr In Ks Td Tp As Di Ek En







Tabel 4.2. Contoh Ceklist yang telah diisi



Metode Pengumpulan Bobot Hasil

No Hal yang harus diperhatikan Nilai

Wr In Ks Td Tp As Di Ek En

1 Apakah telah disusun rencana strategis

jangka panjang berkaitan dengan sistem X X 2 0 3 3

informasi?







4.3. Prosedur Audit Sistem Informasi Tahapan audit sistem informasi ini

Berbasis Kendali dilaksanakan dalam satu siklus pada setiap

Tahapan audit sistem informasi dapat dilihat pelaksanaan audit. Sedangkan pelaksanaan

pada gambar 4.4. audit sendiri dapat dilakukan secara reguler

Mulai (tahunan), atau insidental sesuai dengan

kebutuhan organisasi, misalnya: sebagai

Perencanaan









Survei kegiatan post implementasi dari suatu sistem

Pendahuluan

informasi atau jika ada suatu kejadian yang

Identifikasi

mengakibatkan sistem perlu direview kembali.

Struktur Kendali Berikut adalah penjelasan dari tahapan-tahapan

pada gambar 4.4 di atas.

Perkiraan

Resiko

1. Perencanaan

Pada tahapan perencanaan ini dilakukan

fakta

Pengumpulan & evalusi









Penilaian kegiatan-kegiatan:

Kehandalan Kendali

- Survei Pendahuluan

Melakukan survei pendahuluan untuk

tidak

Handal? Pengujian Substantif

(Ekstended)

pengenalan organisasi auditee, sejarah,

ya

proses bisnis. Selain itu juga untuk

menentukan tujuan dan cakupan

Pengujian Substantif

(Limited) auditing.

- Identifikasi Struktur Kendali

lanjut

& tindak

Evalusi hadil









Evaluasi Hasil &

Pelaporan

Mengidentifikasi kendali-kendali

internal yang perlu diperhatikan untuk

Review Hasil dgn. keperluan penilaian kehandalan kendali

Auditee

dan pengujian substantif.

- Perkiraan Resiko (Risk Assesment)

Selesai

Memperkirakan resiko dari setiap

kendali untuk memberikan bobot yang

Gambar 4.4. Tahapan audit sistem informasi

sesuai dengan tingkat resikonya.





55

INTEGRAL, Vol. 9 No. 1, Maret 2004



Hasil akhir dari tahapan ini adalah berupa 3. Evaluasi Hasil dan Tindak lanjut

dokumen rencana audit sistem informasi, Pada tahap evaluasi hasil dan tindak lanjut

yang berisi: dilakukan kegiatan:

- Tujuan dan cakupan auditing - Evaluasi Hasil Pengendalian

- Ceklist pengendalian internal yang Evaluasi hasil penilaian kehandalan

telah dilengkapi dengan metode kendali dilakukan untuk memperoleh

pengumpulan fakta dan bobot setiap indeks kehandalan pengendalian

bagian. Untuk membuat ceklist terhadap tujuan audit, yaitu: indeks As,

pengendalian internal ini dapat Di, Ek dan En. Untuk evaluasi dapat

menggunakan perangkat lunak bantu menggunakan perangkat lunak bantu

ISA-R. ISA-R, dengan memasukkan nilai-nilai

- Jadwal pelaksanaan auditing beserta pada ceklist ke form-form data yang

pihak-pihak yang akan dilibatkan disediakan oleh ISA-R. Hasilnya

dalam kegiatan auditing ini. berupa indeks untuk masing-masing

2. Pengumpulan dan Penilaian Fakta sub fungsi, fungsi dan total

Pada tahapan pengumpulan dan penilaian pengendalian sistem informasi.

fakta dilakukan kegiatan-kegiatan: Selain indeks di atas, juga dilakukan

- Penilaian Kehandalan Kendali evaluasi terhadap komentar-komentar

Penilaian dilakukan terhadap fakta- sebagai hasil dari pengujian substantif.

fakta yang ada di lapangan. Hal ini dimasukkan sebagai temuan

Pengumpulan fakta dapat dilakukan penyimpangan dan diberikan

dengan metode wawancara (Wr), rekomendasi-rekomendasi untuk

inspeksi (In), kuisioner (Ks), tes mengatasi penyimpangan tersebut.

program (Tp) atau tes data (Td), yang - Pelaporan

disesuaikan dengan fakta yang akan Laporan hasil audit berisi:

dinilai. Penilaian dilakukan dengan a) Tujuan dan cakupan audit

mengisi bagian nilai (N) pada ceklist b) Hasil audit berupa indeks

pengendalian internal, dengan kehandalan pengendalian beserta

menggunakan skala penilaian 0 (weak: temuan-temuan penyimpangan

pengendalian lemah sekali), 5 c) Rekomendasi-rekomendasi

(medium: pengendalian sedang), 10 - Review hasil dengan Auditee

(strong: pengendalian handal). Hasil audit dikirimkan kepada pihak

- Pengujian Substantif auditee dan pejabat yang membinanya

Jika suatu pengendalian pada penilaian serta pihak lain yang berkepentingan.

kehandalan bernilai weak atau medium, Setelah itu dilakukan pertemuan review

maka diperlukan suatu pengujian tentang temuan-temuan beserta

substantif yang sifatnya memperluas rekomendasi serta kesanggupan dari

(extended) untuk mengetahui apakah auditee untuk melaksanakan

ada konpensasi terhadap kelemahan rekomendasi-rekomendasi tersebut.

pengendalian ini serta untuk Demikianlah rancangan model dan prosedur

mengetahui penyebab adanya audit sistem informasi berbasis kendali.

kelemahan pengendalian ini.

Di lain pihak, jika pengendalian strong, 4.4. Perangkat Lunak Bantu ISA-R *)

maka diperlukan pengujian substantif Perangkat lunak bantu ISA-R (Information

yang bersifat limited, untuk System Audit Report-tools) merupakan

meyakinkan bahwa fakta memang perangkat lunak yang khusus dikembangkan

akurat, dengan melihat lebih detail untuk membantu implementasi dari metode

bukti-bukti yang ada. audit yang diusulkan pada bagian 4.1-4.3.

Semua catatan dan komentar dari Perangkat lunak ini memiliki fungsi untuk:

auditor tentang uji substantif ini dapat 1. Membuat repositori daftar pertanyaan

dimasukkan pada kolom komentar pada beserta metode dan bobot (seperti pada

ceklist atau pada kertas terpisah yang tabel 4.1).

nantinya dijadikan temuan dan 2. Membangkitkan form-form untuk

rekomendasi-rekomendasi pada laporan pelaksanaan audit berdasarkan repositori

audit.





52

INTEGRAL, Vol. 9 No. 1, Maret 2004



dan struktur kendali dari sistem informasi 2. Model dan prosedur audit sistem informasi

yang akan diaudit. yang dirancang lebih ditujukan untuk

3. Mengolah data hasil audit berdasarkan secara efektif dapat mengetahui tingkat As

hasil dari pengisian form-form pada point 2 (asset safeguard), Di (data integrity), Ek

di atas. (efektivitas) dan En (Efisiensi) dari suatu

4. Membuat resume laporan hasil audit yang sistem informasi. Sehingga secara

pada prinsipnya berisi indikator As, Di, En keseluruhan dapat digunakan untuk

dan Ek dari sistem informasi yang diaudit. mengetahui tingkat pencapaian tujuan

Dengan demikian auditor dapat lebih suatu organisasi yang dikaitkan dengan

berkonsentrasi pada masalah substansi audit, sistem informasi.

yaitu: identifikasi struktur kendali dan

pelaksanaan audit berdasarkan struktur kendali 7. Daftar Pustaka

yang telah diidentifikasi. [1] Kenneth, “Management Information

*) Penjelasan lebih detail tentang rancangan aplikasi ini akan System”, Pretice Hall, 1999

disampaikan dalam makalah tersendiri.

[2] Ron Weber, “Information System Control

6. Kesimpulan and Audit”, The University of Queensland,

Dari penelitian ini dapat ditarik beberapa Prentice Hall, 1999

kesimpulan: [3] “Information System Audit and Control

1. Model dan prosedur audit sistem informasi Association (ISACA), Standard for

yang dikembangkan dalam penelitian ini Information System and Audit”,

bersifat umum, dapat diterapkan untuk http://www.isaca.org, 21 Mei 2001

sistem informasi yang manual, semi [4] “Kesadaran Mutu ISO 9000”, SPRINT

manual atau terotomatisasi dengan Consultant, 2000.

menggunakan teknologi komputer. Model [5] Gasperz,Vincent (terj)., “ISO 9001:2000

dan prosedur ini mencakup fungsi And Continual Quality Improvement:

manajemen dan fungsi aplikasi sistem Interpretation Documentation Improvement

informasi sehingga mencakup seluruh Self Internal Audit”, PT. Gramedia Pustaka

aspek fungsional sistem informasi. Utama, Jakarta, 2001









53


Related docs
Other docs by abdul rokhim
tpa-101
Views: 8  |  Downloads: 1
audit
Views: 55  |  Downloads: 0