Embed
Email

Perencanaan Pembangunan Daerah berbasis Kinerja

Document Sample
Perencanaan Pembangunan Daerah berbasis Kinerja
Description

Capacity Building DPRD Kabupaten Serang Pokok-pokok Pikiran DPRD tentang Rencana Pembangunan Daerah di Grand Cempaka Hotel-Jakarta, 14 Januari 2012

Shared by: Dadang Solihin
Categories
Tags
Stats
views:
117
posted:
1/15/2012
language:
Indonesian
pages:
42
dadang-solihin.blogspot.com 2

Nama : Dr. Dadang Solihin, SE, MA

Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961

Pekerjaan : Direktur Evaluasi Kinerja

P b D

Pembangunan Daerah h

Bappenas

Alamat Kantor : Jl. Taman Suropati No. 2

Jakarta 10310

Telp/Fak Kantor : (021) 392 6248

HP : 0812 932 2202

PIN BB : 277878F0

Email : dadangsol@yahoo.com

Website :

http://dadang-solihin.blogspot.com



dadang-

dadang-solihin.blogspot.com 3

Materi

• Reformasi Perencanaan dan

Penganggaran Pembangunan

Daerah

• Penajaman Visi-Misi: Perumusan

Positioning Differentiation Brand

(PDB)

• Tujuan dan Permasalahan

Pembangunan Daerah









dadang-solihin.blogspot.com 4

dadang-solihin.blogspot.com 5

Status Hukum Dokumen Perencanaan

NASIONAL DAERAH

Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan

Rencana Pembangunan UU Rencana Pembangunan Perda

Jangka Panjang Nasional ( 13 Ayat 1)

(Ps. y ) Jangka Panjang Daerah (Ps. y )

( 13 Ayat 2)

(RPJP-Nasional) (RPJP-Daerah)

Rencana Pembangunan Per Pres Rencana Pembangunan Peraturan KDH

Jangka Menengah N i l

J k M h Nasional (Ps. 19 Ayat 1) J k M

Jangka Menengah D

h Daerah

h (Ps. 19 Ayat 3)

(RPJM-Nasional) (RPJM-Daerah)

Renstra Kementerian / Peraturan Renstra Satuan Kerja Peraturan

Lembaga (Renstra KL) Pimpinan KL Perangkat Daerah Pimpinan SKPD

(Ps. 19 Ayat 2) (Renstra SKPD) (Ps. 19 Ayat 4)

Rencana Kerja Pemerintah Per Pres Rencana Kerja Pemerintah Peraturan KDH

(RKP) (Ps. 26 Ayat 1) Daerah (RKPD) (Ps. 26 Ayat 2)

Rencana Kerja Peraturan Rencana Kerja Satuan Peraturan

Kementerian / Lembaga Pimpinan KL Kerja Perangkat Daerah Pimpinan SKPD

(Renja KL)

( j ) (Ps 21 Ayat 1)

(Ps. (

(Renja SKPD)

j ) Ps

( Ps. 21 Ayat 3)

dadang-solihin.blogspot.com 6

Proses Perencanaan

Pendekatan Politik:

Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana

pembangunan hasil proses politik (public choice theory of

planning) khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam

planning),

RPJM/D.

Proses Teknokratik:

Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh

lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas

itu

untuk itu.



Partisipatif:

stakeholders,

Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders antara

lain melalui Musrenbang.



Proses top-down dan bottom-up:

Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan.



dadang-solihin.blogspot.com 7

Perencanaan:

Persyaratan Dokumen Perencanaan:

SMART

 SPECIFIC-jelas, tidak mengundang multi interpretasi

 MEASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured

g g )

gets managed”)

 ACHIEVABLE-dapat dicapai (reasonable cost using and

appropriate collection method)

 RELEVANT (information needs of the people who will

use the data)

 TIMELY-tepat waktu (collected and reported at the right

time to influence many manage decision)



dadang-solihin.blogspot.com 8

Syarat Perencanaan

Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:

H iliki t h i d hit k

1. Tujuan akhir yang dikehendaki.

2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang

mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).

3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.

4. Masalah-masalah yang dihadapi.

5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta

pengalokasiannya.

6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.

7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.

8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan

pelaksanaannya.

dadang-solihin.blogspot.com 9

Perencanaan yang Ideal

• Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat

dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.

• Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti

pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin

terus menerus kesejahteraan,

adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan dan

jangan sampai terjadi kemunduran.

• Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan

p p

pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau

sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam

keseluruhan.

keutuhan konsep secara keseluruhan

• Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and

system)

adaptive system).

• Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting).



dadang-solihin.blogspot.com 10

Fungsi/Manfaat Perencanaan

• Sebagai alat koordinasi

seluruh stakeholders

• Sebagai penuntun arah

• Minimalisasi ketidakpastian

• Minimalisasi inefisiensi

sumberdaya

• Penetapan standar dan

P t t d d

pengawasan kualitas









dadang-solihin.blogspot.com 11

Reformasi Sistem Penganggaran

g gg 1/2



PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU

Visi: Visi:

 Melaksanakan rencana  Melaksanakan program kerja

pembangunan lima tahunan Presiden/KDH terpilih

berdasarkan GBHN

Misi: Misi:

 Penyelenggaraan p

y gg pemerintahan  Pelaksanaan kerangka regulasi,

g g ,

umum dan pembangunan kerangka investasi, dan

 Penganggaran berdasarkan pelayanan publik yang di

pendekatan menurut pengeluaran tuangkan dalam RKP/D

rutin dan pengeluaran  Anggaran disusun berdasarkan

pembangunan mempertimbang-

RKP/D dengan mempertimbang

kan kemampuan keuangan

negara

dadang-solihin.blogspot.com 12

2/2

Reformasi Si t

R f P

i Sistem Penganggaran





Paradigma Lama Paradigma Baru



Penganggaran dengan

Pendekatan:

Penganggaran Berbasis:

1. Penganggaran Berbasis

1.

1 Pengeluaran Rutin Kinerja

2. Pengeluaran 2. Kerangka Penganggaran

Pembangunan Jangka Menengah

3. Anggaran Terpadu









dadang-solihin.blogspot.com 13

Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK)



Tujuan 1. Menunjukan keterkaitan antara pendanaan dan

prestasi kinerja yang akan dicapai (directly linkages

between performance and budget);

2.

2 Meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam

Tujuan

penganggaran (operational efficiency);

3. Meningkatkan fleksibilitas dan akuntabilitas unit kerja

dalam melaksanakan tugas dan pengelolaan anggaran

(more flexibility and accountability).

Landasan 1 Alokasi anggaran berorientasi pada kinerja (output

1.

Konseptual and outcome oriented);

2. Fleksibilitas pengelolaan anggaran dengan tetap

p g gg g p

Landasan menjaga prinsip akuntabilitas (let the manager

Konseptual manages);

3 Alokasi anggaran program/kegiatan didasarkan pada

3.

tugas-fungsi unit kerja yang dilekatkan pada stuktur

organisasi (Money follow function).



dadang-solihin.blogspot.com 14

Syarat Penerapan PBK

• Indikator yang mencerminkan tolok ukur untuk mencapai

sasaran program (outcome);

Indikator

• Pendekatan yang digunakan dapat berfokus thd efek-

Kinerja tivitas, efisiensi, outcome atau kepuasan pelanggan;

• Sebagai instrumen evaluasi kinerja.





• Mencerminkan kebutuhan dana untuk menghasilkan

sebuah output atas pelaksanaan sebuah kegiatan;

Standar • Menunjukan seluruh komponen/item yang harus dibiayai;

• Penetapan unit cost untuk setiap komponen/item,

Biaya menggunakan harga y g p

gg g p

g yang paling ekonomis namun tetap

memperhatikan kualitas produk.





• Membandingkan antara rencana kinerja dan realisasinya

berdasarkan indikator yang telah ditetapkan;

Evaluasi • Menganalisis perbedaan (gap) yang terjadi dan

Kinerja

j merumuskan alternatif solusinya;

• Menyempurnakan indikator kinerja untuk tahap

selanjutnya;

• Rekomendasi kelangsungan kebijakan.



dadang-solihin.blogspot.com 15

g g g g ( )

Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM)



Tujuan 1.

1 Pengalokasian sumber daya anggaran yang lebih

efisien (allocative efficiency)

2. Meningkatkan kualitas perencanaan penganggaran (to

improve quality of planning)

Tujuan 3. Lebih fokus terhadap pilihan kebijakan prioritas (best

p y p

policy option))

4. Meningkatkan disiplin fiskal (fiscal dicipline)

5. Menjamin adanya kesinambungan fiskal (fiscal

t i bilit )

sustainability)

Landasan 1. Penerapan sistem rolling budget

Konseptual 2.

2 Mempunyai baseline (angka dasar)

Landasan 3. Adanya mekanisme penyesuaian angka dasar

Konseptual 4. Penetapan Parameter

5. Adanya mekanisme usulan tambahan anggaran bagi

kebijakan baru (additional budget for new initiatives)



dadang-solihin.blogspot.com 16

KPJM : Ilustrasi dan Cara Kerja Rolling

Budget

Implikasi anggaran



2011

2012 2013 2014

Kebijakan ditetapkan

sbg baseline Prakiraan

P ki Prakiraan

P ki

(R)APBN

Maju Maju







KPJM



Prakiraan Prakiraan

APBN RAPBN

Maju Maju

2011 2012 TA 2011 dan

2013 2014

KPJM 2012 - 2014

T0 T+1 T+2 T+3





P ki

Prakiraan P ki

Prakiraan

REALISASI APBN RAPBN TA 2012 dan

Maju Maju

2011 2012 2013 KPJM 2013 - 2015

2014 2015

T1

T-1 T0 T 1

T+1 T 2

T+2 T+3

T 3





dadang-solihin.blogspot.com 17

Penghitungan Prakiraan Maju dalam KPJM



tahun

Angka Prakiraan Maju untuk tahun-

tahun berikutnya dihitung berdasarkan:

• alokasi anggaran pada tahun berjalan

Kegiatan

• disesuaikan dengan tingkat inflasi

On-going yang digunakan dalam APBN





Prakiraan

Maju Angka Prakiraan Maju

Multi- tahun-tahun

untuk tahun tahun

years berikutnya dihitung

Project berdasarkan formula/

Kegiatan

model yang telah

Ad h

Ad-hoc ditetapkan sesuai

dengan karakteristik

Catatan : Target

g

masing-masing g

Hasil penghitungan prakiraan maju akan Tahunan

kegiatan

menjadi baseline pada tahun ybs. yg berbeda





dadang-solihin.blogspot.com 18

Penganggaran Secara Terpadu

P S T d

• Semua kegiatan instansi pemerintah disusun secara terpadu,

termasuk mengintegrasikan anggaran belanja rutin dan anggaran

belanja pembangunan.

• Tahapan yang diperlukan sebagai bagian upaya jangka panjang

t k b j di l bih transparan, d

untuk membawa penganggaran menjadi lebih t dan

memudahkan penyusunan dan pelaksanaan anggaran yang

berorientasi kinerja.

j

• Dalam kaitan dengan menghitung biaya input dan menaksir kinerja

program, sangat penting untuk mempertimbangkan secara simultan

biaya secara keseluruhan, baik yang bersifat investasi maupun

biaya yang bersifat operasional.









dadang-solihin.blogspot.com 19

dadang-solihin.blogspot.com 20

g ( )

Positioning Differentiation Brand (PDB)





POSITIONING DIFFERENTIATION









BRAND









dadang-solihin.blogspot.com 21

PDB Triangle: Provinsi Gorontalo

g

Brand Integrity

POSITIONING DIFFERENTIATION



Agro Bisnis

Provinsi Jagung

Jagung









BRAND



Visi Provinsi

Gorontalo







dadang-solihin.blogspot.com 22

dadang-solihin.blogspot.com 23

PDB Triangle: Kabupaten Lamongan

g p g

Brand Integrity

POSITIONING DIFFERENTIATION



p g

Kabupaten dengan j

Pelajaran Bahasa

pemerintahan Mandarin di Sekolah

entrepreneurship dan Pesantren









BRAND



Visi Kabupaten

Lamongan







dadang-solihin.blogspot.com 24

dadang-solihin.blogspot.com 25

PDB Triangle: Kota Sawahlunto

g

Brand Integrity

POSITIONING DIFFERENTIATION



Kota Pariwisata ,

Lokasi Historis Kuno,

Budaya DaerahPertambangan

Pertambangan Batu Bara, Lahan

Alami









BRAND



Visi Kota

Sawahlunto







dadang-solihin.blogspot.com 26

dadang-solihin.blogspot.com 27

dadang-solihin.blogspot.com 28

Apa Itu Pembangunan?

Pembangunan adalah: Tujuan Pembangunan:

 proses perubahan ke 1.

1 Peningkatan standar hidup (levels

arah kondisi yang lebih of living) setiap orang, baik

baik pendapatannya, tingkat konsumsi

pangan sandang papan pelayanan

pangan, sandang, papan,

 melalui upaya yang kesehatan, pendidikan, dll.

dilakukan secara 2. p g

Penciptaan berbagai kondisi y g

yang

terencana.

t memungkinkan tumbuhnya rasa

percaya diri (self-esteem) setiap

orang.

orang

3. Peningkatan kebebasan

(freedom/democracy) setiap orang.

Todaro, 2000





dadang-solihin.blogspot.com 29

Ho ?

How?

1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan

 antar daerah

 antar sub daerah

 antar warga masyarakat (p

g y )

(pemerataan dan keadilan).

2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

p p g j

3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja.

4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.

p j g y

5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam

agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa

datang (berkelanjutan).









dadang-solihin.blogspot.com 30

g g

Tantangan dalam Pembangunan Daerah

• Mengurangi

Sarana dan

Prasarana yang

P ketimpangan

memadai dan • Memberdayakan

berkualitas masyarakat

• Mengentaskan

kemiskinan.

• Menambah lapangan

kerja.

Dunia usaha yg • Menjaga kelestarian

kondusif SDA

Pemanfaatan

sumber daya secara

berkualitas



Koordinasi yang

semakin baik antar

stakeholders







Peningkatan kapasitas

SDM

dadang-solihin.blogspot.com 31

PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DI DAERAH









Upaya terencana untuk

Upaya untuk memberdayakan

meningkatkan kapasitas

masyarakat di seluruh daerah

Pemerintahan Daerah



Sehingga tercipta suatu Sehingga tercipta suatu

S hi t i t t

kemampuan yang andal dan lingkungan yang memungkinkan

profesional dalam:

p masyarakat untuk:

y







 Memberikan pelayanan kepada  M ik ti k lit k hid

Menikmati kualitas kehidupan

masyarakat, yang lebih baik, maju, dan

tenteram,,

 M l l b daya

Mengelola sumber d  Peningkatan harkat, martabat,

ekonomi daerah. dan harga diri.



dadang-solihin.blogspot.com 32

PEMBANGUNAN DAERAH

Dilaksanakan Melalui:



Penguatan Otonomi Pengelolaan

Good Governance

Daerah Sumberdaya



Keseimbangan Peran Tiga Pilar

K i b P Ti Pil



Pemerintahan

P i t h D i Usaha

Dunia U h Masyarakat

M k t



Menjalankan dan

menciptakan lingkungan Mewujudkan penciptaan Penciptaan interaksi

politik dan hukum yang lapangan kerja dan sosial, ekonomi dan

kondusif bagi unsur- pendapatan. politik.

unsur lain.



dadang-solihin.blogspot.com 33

Pergeseran Paradigma:

From Government to Governance









Government Governance

 M b ik h k ekslusif b i

Memberikan hak k l if bagi  P l l blik

Persoalan-persoalan publik

negara untuk mengatur hal-hal adalah urusan bersama

publik, pemerintah, civil society dan

 Aktor di luarnya hanya dapat dunia usaha sebagai tiga aktor

disertakan sejauh negara utama.

mengijinkannya

mengijinkannya.

dadang-solihin.blogspot.com 34

g

Pelaku Pembangunan:

Paradigma Governance

 Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat

yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.

Tenaga Kerja

Kontrol Kontrol







Dunia Usaha

Pemerintah y

Masyarakat

S t

Swasta





Nilai Redistibusi

Pertumbuhan Melalui Pelayanan

Pasar



 Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan

Good.

Good

dadang-solihin.blogspot.com 35

Governance

Model Go ernance

Sektor Swasta Sektor Publik Sektor Ketiga





Tingkat Perusahaan Organisasi LSM

Supranasional transnasional Antar Pemerintah Internasional









Tingkat P

Perusahaan

h Ormas/LSM

Nasional Nasional GOVERNANCE Nasional







Tingkat Perusahaan Pemerintah LSM Lokal

Subnasional Lokal Lokal



(Kamarack and Nye Jr., 2002)



dadang-solihin.blogspot.com 36

g

Pelaku Pembangunan: Stakeholders



STATE CITIZENS

Executive

i i di t

organized into:

Judiciary Community-based organizations

g

Legislature Non-governmental organizations

Professional Associations

Public service

Religious groups

Military Women’s groups

Police Media



BUSINESS

Small / medium / large enterprises

Multinational Corporations

Fi i l i tit ti

Financial institutions

Stock exchange





dadang-solihin.blogspot.com 37

Troika









dadang-solihin.blogspot.com 38

Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah,

Swasta

Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat







Masyarakat,

Bangsa, dan

Negara Masyarakat



VISI

Pemerintah



Good Governance Dunia Usaha









dadang-solihin.blogspot.com 39

Sinergitas Stakeholders









dadang-solihin.blogspot.com 40

Sinergitas Stakeholders









dadang-solihin.blogspot.com 41

dadang-solihin.blogspot.com 42


Related docs
Other docs by Dadang Solihin
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!