Embed
Email

Stress

Document Sample
Stress
Description

stress

Shared by: fathurrohman mufti
Stats
views:
26
posted:
1/15/2012
language:
pages:
8
STRESS

Contoh Kasus

Ini adalah sebuah keadaan yang terjadi disekitar tempat tinggal saya.

Seorang bapak-bapak kira-kira umurnya sekitar 45 tahun. Dan bapak ini sebut aja

pak Yanto bekerja dalam jasa transportasi darat. Bapak ini tinggal dalam suatu

keluarga yang berantakan atau dengan kata lain sering mengalami konflik

didalamnya.. Sebagai akibatnya bapak ini menjadi setress mengalami kesukaran

di dalam pergaulannya karena bapak ini terkadang dapat marah-marah sendiri

tanpa ada stimulus yang mempengaruhinya.

Gejala_gejala

Gejala-gejala stress sebenarnya ada beraneka ragam antara lain yang saya

ketahui adalah

 Menjadi mudah tersinggung dan marah terhadap teman, keluarga dan

kolega.

 Bertindak secara agresif dan defensif

 Merasa selalu lelah.

 Sukar konsentrasi atau menjadi pelupa.

 Palpitasi atau jantung berdebar-debar.

 Otot-otot tegang.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Dan ada beberapa factor yang mempengaruhinya, antara lain:

 Factor keluarga yaitu sering adanya konflik dalam keluarga

tersebut dan kurang harmonisnya hubungan antar anggota keluarga

tersebut

 Faktor kerja yaitu kurang adanya peningkatan gaji atau

kesejahteraan dalam bekerja. Ini dapat mempengaruhi karena

ketika kebutuhan meningkat dan tidak ditunjang dengan financial

yang cukup atau yang memadai.

 Factor lingkungan yaitu kurang fahamnya masyarakat disekitar

tentang apa yang dialami oleh bapak yanto

 Faktor diri sendiri yaitu beraneka ragamnya masalah yang sedang

dihadapi oleh bapak yanto

Pengertian Stress

Dan sterss adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau

sulit. Stres membuat tubuh untuk memproduksi hormone adrenaline yang

berfungsi untuk mempertahankan diri. Stres merupakan bagian dari kehidupan

manusia. Stres yang ringan berguna dan dapat memacu seseorang untuk berpikir

dan berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat

menjawab tantangan hidup sehari-hari. Stres ringan bisa merangsang dan

memberikan rasa lebih bergairah dalam kehidupan yang biasanya membosankan

dan rutin. Tetapi stress yang terlalu banyak dan berkelanjutan, bila tidak

ditanggulangi, akan berbahaya bagi kesehatan dan bagi yang mengalaminya

Stres, yang menimpa begitu banyak orang, adalah suatu keadaan batin yang

diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan

yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak

keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan

membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi

biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat;

penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan

asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan

denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar

kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh.

Oleh karena stres yang parah, khususnya, mengubah fungsi-fungsi normal

tubuh, hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin dan

kortisol di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar

kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-

gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka

pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan, penyakit pernapasan, eksim

dan psoriasis [ sejenis penyakit kulit yang ditandai oleh pembentukan bintik-bintik

atau daerah berwarna kemerahan pada kulit, yang tertutupi oleh lapisan tanduk

berwarna perak] . Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya

sel-sel otak. Sejumlah gangguan akibat stres digambarkan dalam sebuah sumber

sebagaimana berikut:

Terdapat kaitan penting antara stres dan tegang, serta rasa sakit yang

ditimbulkannya. Penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan

pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di

kepala dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut. Jika suatu

jaringan mengalami kekurangan darah hal ini akan langsung berakibat pada rasa

sakit, sebab suatu jaringan yang di satu sisi mengalami penegangan mungkin

sedang membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan di sisi lain telah

mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-

ujung saraf penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan

norepinefrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung, juga

dikeluarkan. Hal ini secara langsung atau tidak langsung meningkatkan dan

mempercepat penegangan otot. Demikianlah, rasa sakit berakibat pada

penegangan, penegangan pada kecemasan, dan kecemasan memperparah rasa

sakit.

Akan tetapi, salah satu dampak paling merusak dari stres adalah serangan

jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas,

tidak sabar, dengki, suka memusuhi dan mudah tersinggung memiliki peluang

terkena serangan jantung jauh lebih besar daripada orang yang tidak memiliki

kecenderungan sifat-sifat tersebut.

Alasannya adalah bahwa rangsangan berlebihan pada sistem saraf simpatetik

[yakni sistem saraf yang mengatur percepatan denyut jantung, perluasan bronkia,

penghambatan otot-otot halus sistem pencernaan makanan, dsb.], yang dimulai

oleh hipotalamus, juga mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan,

sehingga menyebabkan penimbunan kadar insulin dalam darah. Ini adalah

permasalahan yang teramat penting. Sebab, tak satu pun keadaan yang berujung

pada penyakit jantung koroner memainkan peran yang sedemikian paling penting

dan sedemikian berbahaya sebagaimana kelebihan insulin dalam darah.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa semakin parah tingkat stres, maka

akan semakin lemahlah peran positif sel-sel darah merah di dalam darah. Menurut

sebuah penelitian yang dikembangkan oleh Linda Naylor, pimpinan perusahaan

alih teknologi Universitas Oxford, pengaruh negatif berbagai tingkatan stres pada

sistem kekebalan tubuh kini dapat diukur.

Terdapat kaitan erat antara stres dan sistem kekebalan tubuh. Stres kejiwaan

memiliki dampak penting pada sistem kekebalan dan berujung pada

kerusakannya. Saat dilanda stres, otak meningkatkan produksi hormon kortisol

dalam tubuh, yang melemahkan sistem kekebalan. Atau dengan kata lain, terdapat

hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon. Para pakar

di bidang ini menyatakan:

Pengkajian terhadap stres kejiwaan atau stres raga telah mengungkap bahwa

selama stres berat berlangsung terjadi penurunan pada daya kekebalan yang

berkaitan dengan keseimbangan hormonal. Diketahui bahwa kemunculan dan

kemampuan bertahan dari banyak penyakit termasuk kanker terkait dengan stres.

Singkatnya , stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia.

Mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus-menerus akan merusak

kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh.

Dampak Sterss

Para ahli menggolongkan dampak buruk dari stres terhadap tubuh manusia

dalam sejumlah kelompok utama sebagaimana berikut:



- Cemas dan Panik: Suatu perasaan yang menyebabkan peristiwa

tidak terkendali.

- Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak

- Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan gugup

- Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba,

pengendalian diabetik yang lemah

- Kesulitan tidur: Mimpi buruk

- Penyakit kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan

psoriasis .

- Gangguan saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada

permukaan dalam dinding saluran pencernaan

- Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit

sedikit tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan

pundak

- Infeksi berintensitas rendah: pilek, dsb.

- Migrain

- Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit

pada dada, tekanan darah tinggi

- Ketidakseimbangan ginjal, menahan air

- Gangguan pernapasan, pendek napas

- Alergi

- Sakit pada persendian

- Mulut dan tenggorokan kering

- Serangan jantung

- Melemahnya sistem kekebalan

- Pengecilan di bagian otak

- Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri

- Bingung, ketidakmampuan menganalisa secara benar,

kemampuan berpikir yang rendah, daya ingat yang lemah

- Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya

berlangsung buruk

- Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan

irama tetap

- Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan

melakukannya

- Mudah tersinggung dan sangat peka

- Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat

- Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan

- Kehilangan atau peningkatan nafsu

Dan bagaimana mencegah sterss?



 Lihat/ukur kemampuan sendiri. Belajar untuk menerima apa adanya dan

mencintai diri sendiri.

 Temukan penyebab perasaan negatif dan belajar untuk menanggulanginya.

Jangan memperberat masalah dan coba untuk sekali-kali mengalah

terhadap orang lain meskipun mungkin anda di pihak yang benar.

 Rencanakan perubahan-perubahan besar dalam kehidupan anda dalam

jangka lama dan beri waktu secukupnya bagi diri anda untuk

menyesuaikan dari perubahan satu ke yang lainnya.

 Rencanakan waktu anda dengan baik. Buat daftar yang harus dikerjakan

sesuai prioritas.

 Buat keputusan dengan hati-hati. Pertimbangkan dengan masak-masak

segi baik atau buruk sebelum memutuskan sesuatu.

 Biarkan orang lain ikut memikirkan masalah anda. Ceritakan kepada

pasangan hidup, teman, supervisor atau pemimpin agama. Mereka

mungkin bisa membantu meletakkan masalah anda sesuai dengan

proporsinya dan menawarkan cara-cara pemecahan yang berguna.

 Bangun suatu sistim pendorong yang baik dengan cara banyak berteman

dan mempunyai keluarga yang bahagia. Mereka akan selalu bersama anda

dalam setiap kesulitan.Jaga kesehatan, makan dengan baik, tidur cukup

dan latihan olahraga secara teratur.

 Rencanakan waktu untuk rekreasi.

 Denkatkan dengan tuhan dan mencoba untuk menjalankan perintahnya dan

menjauhi larangannya

 Tehnik relaksasi seperti napas dalam, meditasi atau pijatan mungkin bisa

membantu menghilangkan stess



Kehidupan yang "gelap dan sempit" ini, atau stres, nama yang diberikan di

masa kini, adalah akibat ketidakmampuan orang-orang tak beriman untuk menaati

nilai-nilai akhlak yang diajarkan agama. Kini, para dokter menyatakan bahwa jiwa

yang tenang, damai dan penuh percaya diri sangatlah penting dalam melindungi

pengaruh stres. Kepribadian yang tenang dan damai hanya dimungkinkan dengan

menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an . Sungguh, telah dinyatakan dalam

banyak Al Qur'an bahwa Allah akan memberikan "ketenangan" dalam diri orang-

orang beriman. (Al Qur'an , 2:248, 9:26, 40, 48:4, 18) Janji Tuhan kita terhadap

orang-orang beriman telah dinyatakan sebagaimana berikut:









Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun

perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan

kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan

kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka

kerjakan. (QS, An Nahl, 16: 97)

TUGAS KESEHATAN MENTAL









Disusun Oleh :









Yophi M Kurniawan

F 100 030 216









FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2005


Related docs
Other docs by fathurrohman m...
istiqomah
Views: 35  |  Downloads: 0
peradaban barat
Views: 17  |  Downloads: 0
anxiety in william shakespeare's hamlet
Views: 55  |  Downloads: 0
Psikologi di Sekolah
Views: 21  |  Downloads: 0
discourse analysis
Views: 35  |  Downloads: 0
penelitian yogyakarta
Views: 85  |  Downloads: 0
Pancasila dan ideologi
Views: 64  |  Downloads: 0
sejarah bahasa indonesia
Views: 70  |  Downloads: 1
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!