STRESS
Contoh Kasus
Ini adalah sebuah keadaan yang terjadi disekitar tempat tinggal saya.
Seorang bapak-bapak kira-kira umurnya sekitar 45 tahun. Dan bapak ini sebut aja
pak Yanto bekerja dalam jasa transportasi darat. Bapak ini tinggal dalam suatu
keluarga yang berantakan atau dengan kata lain sering mengalami konflik
didalamnya.. Sebagai akibatnya bapak ini menjadi setress mengalami kesukaran
di dalam pergaulannya karena bapak ini terkadang dapat marah-marah sendiri
tanpa ada stimulus yang mempengaruhinya.
Gejala_gejala
Gejala-gejala stress sebenarnya ada beraneka ragam antara lain yang saya
ketahui adalah
Menjadi mudah tersinggung dan marah terhadap teman, keluarga dan
kolega.
Bertindak secara agresif dan defensif
Merasa selalu lelah.
Sukar konsentrasi atau menjadi pelupa.
Palpitasi atau jantung berdebar-debar.
Otot-otot tegang.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Dan ada beberapa factor yang mempengaruhinya, antara lain:
Factor keluarga yaitu sering adanya konflik dalam keluarga
tersebut dan kurang harmonisnya hubungan antar anggota keluarga
tersebut
Faktor kerja yaitu kurang adanya peningkatan gaji atau
kesejahteraan dalam bekerja. Ini dapat mempengaruhi karena
ketika kebutuhan meningkat dan tidak ditunjang dengan financial
yang cukup atau yang memadai.
Factor lingkungan yaitu kurang fahamnya masyarakat disekitar
tentang apa yang dialami oleh bapak yanto
Faktor diri sendiri yaitu beraneka ragamnya masalah yang sedang
dihadapi oleh bapak yanto
Pengertian Stress
Dan sterss adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau
sulit. Stres membuat tubuh untuk memproduksi hormone adrenaline yang
berfungsi untuk mempertahankan diri. Stres merupakan bagian dari kehidupan
manusia. Stres yang ringan berguna dan dapat memacu seseorang untuk berpikir
dan berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat
menjawab tantangan hidup sehari-hari. Stres ringan bisa merangsang dan
memberikan rasa lebih bergairah dalam kehidupan yang biasanya membosankan
dan rutin. Tetapi stress yang terlalu banyak dan berkelanjutan, bila tidak
ditanggulangi, akan berbahaya bagi kesehatan dan bagi yang mengalaminya
Stres, yang menimpa begitu banyak orang, adalah suatu keadaan batin yang
diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan
yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak
keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan
membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi
biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat;
penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan
asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan
denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar
kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh.
Oleh karena stres yang parah, khususnya, mengubah fungsi-fungsi normal
tubuh, hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin dan
kortisol di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar
kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-
gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka
pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan, penyakit pernapasan, eksim
dan psoriasis [ sejenis penyakit kulit yang ditandai oleh pembentukan bintik-bintik
atau daerah berwarna kemerahan pada kulit, yang tertutupi oleh lapisan tanduk
berwarna perak] . Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya
sel-sel otak. Sejumlah gangguan akibat stres digambarkan dalam sebuah sumber
sebagaimana berikut:
Terdapat kaitan penting antara stres dan tegang, serta rasa sakit yang
ditimbulkannya. Penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan
pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di
kepala dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut. Jika suatu
jaringan mengalami kekurangan darah hal ini akan langsung berakibat pada rasa
sakit, sebab suatu jaringan yang di satu sisi mengalami penegangan mungkin
sedang membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan di sisi lain telah
mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-
ujung saraf penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan
norepinefrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung, juga
dikeluarkan. Hal ini secara langsung atau tidak langsung meningkatkan dan
mempercepat penegangan otot. Demikianlah, rasa sakit berakibat pada
penegangan, penegangan pada kecemasan, dan kecemasan memperparah rasa
sakit.
Akan tetapi, salah satu dampak paling merusak dari stres adalah serangan
jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas,
tidak sabar, dengki, suka memusuhi dan mudah tersinggung memiliki peluang
terkena serangan jantung jauh lebih besar daripada orang yang tidak memiliki
kecenderungan sifat-sifat tersebut.
Alasannya adalah bahwa rangsangan berlebihan pada sistem saraf simpatetik
[yakni sistem saraf yang mengatur percepatan denyut jantung, perluasan bronkia,
penghambatan otot-otot halus sistem pencernaan makanan, dsb.], yang dimulai
oleh hipotalamus, juga mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan,
sehingga menyebabkan penimbunan kadar insulin dalam darah. Ini adalah
permasalahan yang teramat penting. Sebab, tak satu pun keadaan yang berujung
pada penyakit jantung koroner memainkan peran yang sedemikian paling penting
dan sedemikian berbahaya sebagaimana kelebihan insulin dalam darah.
Para ilmuwan telah mengetahui bahwa semakin parah tingkat stres, maka
akan semakin lemahlah peran positif sel-sel darah merah di dalam darah. Menurut
sebuah penelitian yang dikembangkan oleh Linda Naylor, pimpinan perusahaan
alih teknologi Universitas Oxford, pengaruh negatif berbagai tingkatan stres pada
sistem kekebalan tubuh kini dapat diukur.
Terdapat kaitan erat antara stres dan sistem kekebalan tubuh. Stres kejiwaan
memiliki dampak penting pada sistem kekebalan dan berujung pada
kerusakannya. Saat dilanda stres, otak meningkatkan produksi hormon kortisol
dalam tubuh, yang melemahkan sistem kekebalan. Atau dengan kata lain, terdapat
hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon. Para pakar
di bidang ini menyatakan:
Pengkajian terhadap stres kejiwaan atau stres raga telah mengungkap bahwa
selama stres berat berlangsung terjadi penurunan pada daya kekebalan yang
berkaitan dengan keseimbangan hormonal. Diketahui bahwa kemunculan dan
kemampuan bertahan dari banyak penyakit termasuk kanker terkait dengan stres.
Singkatnya , stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia.
Mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus-menerus akan merusak
kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh.
Dampak Sterss
Para ahli menggolongkan dampak buruk dari stres terhadap tubuh manusia
dalam sejumlah kelompok utama sebagaimana berikut:
- Cemas dan Panik: Suatu perasaan yang menyebabkan peristiwa
tidak terkendali.
- Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak
- Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan gugup
- Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba,
pengendalian diabetik yang lemah
- Kesulitan tidur: Mimpi buruk
- Penyakit kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan
psoriasis .
- Gangguan saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada
permukaan dalam dinding saluran pencernaan
- Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit
sedikit tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan
pundak
- Infeksi berintensitas rendah: pilek, dsb.
- Migrain
- Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit
pada dada, tekanan darah tinggi
- Ketidakseimbangan ginjal, menahan air
- Gangguan pernapasan, pendek napas
- Alergi
- Sakit pada persendian
- Mulut dan tenggorokan kering
- Serangan jantung
- Melemahnya sistem kekebalan
- Pengecilan di bagian otak
- Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri
- Bingung, ketidakmampuan menganalisa secara benar,
kemampuan berpikir yang rendah, daya ingat yang lemah
- Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya
berlangsung buruk
- Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan
irama tetap
- Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan
melakukannya
- Mudah tersinggung dan sangat peka
- Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat
- Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan
- Kehilangan atau peningkatan nafsu
Dan bagaimana mencegah sterss?
Lihat/ukur kemampuan sendiri. Belajar untuk menerima apa adanya dan
mencintai diri sendiri.
Temukan penyebab perasaan negatif dan belajar untuk menanggulanginya.
Jangan memperberat masalah dan coba untuk sekali-kali mengalah
terhadap orang lain meskipun mungkin anda di pihak yang benar.
Rencanakan perubahan-perubahan besar dalam kehidupan anda dalam
jangka lama dan beri waktu secukupnya bagi diri anda untuk
menyesuaikan dari perubahan satu ke yang lainnya.
Rencanakan waktu anda dengan baik. Buat daftar yang harus dikerjakan
sesuai prioritas.
Buat keputusan dengan hati-hati. Pertimbangkan dengan masak-masak
segi baik atau buruk sebelum memutuskan sesuatu.
Biarkan orang lain ikut memikirkan masalah anda. Ceritakan kepada
pasangan hidup, teman, supervisor atau pemimpin agama. Mereka
mungkin bisa membantu meletakkan masalah anda sesuai dengan
proporsinya dan menawarkan cara-cara pemecahan yang berguna.
Bangun suatu sistim pendorong yang baik dengan cara banyak berteman
dan mempunyai keluarga yang bahagia. Mereka akan selalu bersama anda
dalam setiap kesulitan.Jaga kesehatan, makan dengan baik, tidur cukup
dan latihan olahraga secara teratur.
Rencanakan waktu untuk rekreasi.
Denkatkan dengan tuhan dan mencoba untuk menjalankan perintahnya dan
menjauhi larangannya
Tehnik relaksasi seperti napas dalam, meditasi atau pijatan mungkin bisa
membantu menghilangkan stess
Kehidupan yang "gelap dan sempit" ini, atau stres, nama yang diberikan di
masa kini, adalah akibat ketidakmampuan orang-orang tak beriman untuk menaati
nilai-nilai akhlak yang diajarkan agama. Kini, para dokter menyatakan bahwa jiwa
yang tenang, damai dan penuh percaya diri sangatlah penting dalam melindungi
pengaruh stres. Kepribadian yang tenang dan damai hanya dimungkinkan dengan
menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an . Sungguh, telah dinyatakan dalam
banyak Al Qur'an bahwa Allah akan memberikan "ketenangan" dalam diri orang-
orang beriman. (Al Qur'an , 2:248, 9:26, 40, 48:4, 18) Janji Tuhan kita terhadap
orang-orang beriman telah dinyatakan sebagaimana berikut:
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan
kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan. (QS, An Nahl, 16: 97)
TUGAS KESEHATAN MENTAL
Disusun Oleh :
Yophi M Kurniawan
F 100 030 216
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2005