Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Psikologi di Sekolah

VIEWS: 45 PAGES: 9

psikologi sekolah

More Info
									          REALITA BIMBINGAN KONSELING di SEKOLAH


       Pendidikan sebagai suatu proses yang dinamis ternyata dari waktu ke

waktu mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan dinamika

masyarakat. Pada awal orde baru sampai sekitar tahun 1980-an kita melihat

perkembangan    pendidiakn    yang   sasarannya   ditujukan   pada    pemerataan

pendidikan. Menjelang tahun 2000, lebih dari 52 juta jiwa warga negara telah

berada disemua jenjang, jalur dan memperoleh pendidikan nasional kita. Hal ini

menunjukkan keberhasilan memperoleh pendidikan bagi warga negara kita.

Namun demikian pada akhir-akhir ini kita berhadapan dengan masalah

peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan. Masalah kualitas pendidikan

belum terpecahkan kemudian muncul masalah otonomi pendidikan dan

seterusnya, pendidikan tidak akan lepas dari berbagai permasalahan.

       Perubahan sistem pendidikan, program kurikulum, strategi belajar

mengajar, sarana prasarana pendidikan mempengaruhi perkembangan sisiwa baik

bidang akademis, sosial maupun pribadi. Oleh karena itu siswa diharapkan

mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan pendidikan yang berkembang.

Kemudian menyesuaikan diri inipun sering kali mengalami hambatan dan

kesulitan yang cukup berarti, sehingga dengan     layanan bimbingan konseling

secara terprogram dan terarah siswa dibantu untuk menyesuaikan diri dengan

setiap perubahan.

       Terlepas dari permasalahan tersebut tetap diakui bahwa sekolah adalah

tempat penyelenggarakan pendidikan, yang berarti tempat pengembangan

generasi muda bangsa. Oleh karena misi sekolah yang amat strategis dan penting
ini sekolah harus ditangani secara menyeluruh dan tuntas. Penyelenggaraan

pengajaran saja dengan menekankan aspek aspek kognitif tanpa memperhatikan

empat dimensi kemanusiaan akan menghasilkan manusia yang tidak seimbang.

Oleh karena itu pengajar harus memperhatikan pengembangan dimensi

kemanusiaan agar menghasilkan manusia Indonesia seutuhnya.

       Dan untuk mewujudkan hal diatas, langkah pertama yang harus dilakukan

adalah memenuhi kebutuhan siswa baik yang bersifat fisik, social maupun psikis.

Perilaku siswa didorong oleh kebutuhan ini. Pemenhuhan kebutuhan ini

merupakan kelangsungan belajar mengajar bagi siswa maupun pengajarnya

sendiri. Bila kebutuhan tersebut dapat terpenuhi maka siwa pada khusunya dapat

merasakan aman, tenteram dan sehat psikisnya. Sebaliknya jika kebutunan

tersebut tidak terpenuhi maka siswa akan merasakan kecewa, terganggu

keseimbangannnya dan lebih jauh akan menimbulkan masalah pada dirinya

sendiri. Adakalanya siswa dapat memecahkan masalahnya sendiri, namun jika

masalah tidak terselesaikan sendiri maka diperlukan uluran tangan pihak lain dan

dalam hal ini adalah bimbingan konseling.

       Dan pengertian dari bimbingan konseling ini adalah pelayanan khusus

yang terorganisir sebagai bagian integral dari lingkungan sekolah, yang bertugas

meningkatkan perkembangan siswa, membantu mereka untuk menyesuaikan

dirinya secara baik dan mencapai prestasi yang maksimum sesuai dengan

potensinya.

       Dan secara umum tujuan         bimbingan konseling adalah membantu

tercapainya tujuan pendidikan ialah yang tercapainya perkembangan kepribadian

secara optimal.
       Didalam kurikulum pendidikan SMU 1994 tujuan bimbingan dikaitkan

dengan tugas perkembangan siswa. Dalam aspek tugas perkembangan pribadi

social, tujuan layanan bimbingan membantu siswa agar;

            o Memliki kesadaran diri, yakni mengenal dirinya dan kekhususan

               dirinya sendiri

            o Mengembangkan sikap positif

            o Membantu pilihan secar sehat

            o Mampu menghargai orang lain

            o Memiliki rasa tanggung jawab

            o Mengembangkan ketrampilan hubungan antar pribadi

            o Dapat memecahkan konflik

            o Membuat kepetusan secara efektif

      Dalam aspek tugas perkembangan pendidikan, layanan bimbingan

membantu siswa agar;

            o Dapat melakukan ketrampilan belajar

            o Dapat menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan

            o Mampu belajar secara efektif

            o Memiliki ketrampilan menghadapi evaluasi.

      Bidang pengembangan Pendidikan Dikbud (1984) merumuskan tujuan

khusus layanan bimbingan adalah;

             Siswa mampu mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya

             Siswa     mampu        mengatasi      kesulitan   dalam     memahami

               linkungannya      (   sekolah,    keluarga,   lingkungan   pekerjaan,

               lingkungan social kebudayaan )
                  Siswa mampu mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan

                   memecahkan masalah

                  Siswa mampu mengatasi kesulitan dalam penyaluran kemampuan

                   minat dan bakatnya dalam bimbingan pendidikan dan pekerjaan

         Coleman dalam Thomson dan Rudolph (1983) menulis bahwa tujuan

bimbingan konseling agar klien dapat “menghadapi ketakutan-ketakutan sendiri,

memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dan keberanian untuk

melakukannya. Kemampuan untuk mengambil resiko yang mungkin ada dalam

proses pencapaian tujuan yang dikehendaki.”

         JIka diberi unsure-unsurnya maka tujuan bimbingan konseling        klien

dapat;

                 Mampu mengatasi ketakutan

                 Mampu mengambil keputusan dan berani melaksanakan

                 Mampu mengambil resiko dalam pencapaian tujuan

         Thomson dan Rudolph, (1983) mengemukakan bahwa; “tujuan konseling

dapat terentang dari sekedar klien mengikuti kemampuan konselor sampai pada

masalah pengambilan keputusan, pengembangan kesadaran sampai pada

masalah pengambilan keputusan, pengembangan kesadaran. Pengembangan

pribadi peyembahan dan penerimaan diri sendiri.”

         Jika diambil unsur-unsurnya maka tujuan bimbingan konseling agar klien;

                 Mengikuti kemauan atau saran-saran konselor

                 Mengadakan perubahan tingkah laku secara positif

                 Melakukan pemecahan masalah

                 Mampu     mengambil    keputusan,   pengembangan    kesadaran,
                pengembangan pribadi.

               Pengembangan penerimaan diri dan memberikan pengukuhan.

       Dan realita bimbingan konseling disekolah masih merupakan harapan.

Secara resmi memang harus memiliki pasaran bagi siswa, bermanfaat dan

bermakna bagi siswa, namun keberadaan bimbingan konseling belum seperti yang

diidamkan. Belkin dalam Priyanto dan Esman Anti (1992:223) menegaskan 6

prinsip bagi konselor agar bimbingan konseling disekolah memiliki makna;

           a)   Konselor sejak awal harus memilki kinerja yang tinggi sehingga

                harus bekerja keras melaksanakan bimbingan konseling

           b) Konselor harus bekerja secara professional menghindari sikap

                elitis ( kesombongan, keangkuhan ) dan atau menjaga hubungan

                harmonis dengan personil sekolah yang lain.

           c)   Konselor harus mampu menerjemahkan peranannya dalam

                kegiatan   nyata   atau   layanan   bimbingan   yang dilakukan

                memberikan manfaat nyata bagi siswa.

           d) Konselor bertanggung jawab kepada semua siswa baik siswa yang

                gagal, suka menggangu teman, siswa yang mungkin putus

                sekolah, memiliki masalah, mengalami kesulitan belajar, prestasi

                rendah, dll.

           e)   Konselor mampu mengembangkan potensi siswa melalui berbagai

                kegiatan

           f)   Konselor mampu bekerja saman secara efektif dengan kepala

                sekolah untuk menegakkan citra bimbingan konseling.

       Prinsip bimbingan konseling pada dasarnya berkaitan dengan sasaran
layanan Bimbingan Konseling.

       Sasaran bimbingan konseling yang paling utama adalah siswa baik secara

perorangan maupun kelompok. Sebagai individu siswa itu unik, berbeda-beda

dalam segala aspek kehidupannya ( pribadi, minat, lingkungan, kedudukan,

tingkah laku, dsb). Variasi keunikan individu ini mengundang dirumuskannya

prinsip bimbingan konseling;

          1) Bimbingan konseling melayani semua siswa tanpa pandang stasus

              social, jenis kelamin dan agama.

          2) Bimbingan konseling harus menjakau keunikan individu agar dapat

              merasakan layanan secara optimal sebab setiap individu memiliki

              keunikan masing-masing.

          3) Bimbingan konseling berurusan dengan sikap dan tingkah laku

              individu yang terbentuk dari aspek kepribadian yang kompleks dan

              unik.

          4) Setiap aspek kepribadian mengandung factor secara potensial

              mengarah kepada sikap dan pola perilaku yang tidak seimbang oleh

              karena   itu     layanan   bimbingan   konseling   harus   berdasar

              perkembangan individu.

          5) Di samping memiliki kesamaan, perbedaaan individu tetap harus

              dipahami dan dipertimbangkan dalam memberikan layanan baik

              kepada anak-anak, remaja atau orang dewasa.

       Layanan bimbingan konseling merupakan layanan proffessional oleh

karena itu harus didasarkan dengan kaidah-kaidah tertentu atau ketentuan-

ketentuan yang diterapkan. Ketentuan tersebut harus diikuti dengan baik dalam
usaha pencapaian tujuan bimbingan konseling . Sebaliknya tiadanya ketentuan

tersebut layanan bimbingan konseling akan merugikan bagi orang lain atau justru

merendahkan profesi bimbingan konseling.

       Ketentuan yang dimaksud adalah

            Kerahasiaan

            Kesukarelaan

            Keterbukaan

            Kekinian

            Kemandirian

            Kegiatan

            Kedinamisan

            Keterpaksaan

            Kenormatifan

            Keahlian

            Alih tangan

            Tut wuri handayani
                          Daftar Pustaka



 Abin, SM. 2001. Psikologi pendidikan, BAndung, PT. Remaja

   Rosdakarya.

 Depdikbud, 1993, Kurikulum SMU 1994, pedoman bimbingan konseling.

   Jakarta

 Marsudi, S. 2003. Layanan bimbingan konseling disekolah, Solo, UMS
       REALITA BIMBINGAN KONSELING
                    di SEKOLAH




      Disusun untuk melengkapi tugas Psikologi Sekolah

                           Oleh :


                 YOPHI M KURNIAWAN
                     F 100 030 216




         FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
                          2006

								
To top