contoh laporan tugas akhir by sichankomik

VIEWS: 2,681 PAGES: 30

More Info
									MANAJEMEN DAN STRATEGI PEMBENTUKAN
  SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI ESQ




Disusun Guna Melengkapi Salah Satu Syarat Kelulusan Progam Diploma 111
            Dan Meraih Gelar Ahli Madya Jurusan Akuntansi
                 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta




                                OLEH

                       Eka Natur Handayani
                            04.21.0012




                  JURUSAN AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SURAKARTA
                                2007
                LAPORAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR



                                     Penyusun:

                               Eka Natur Handayani
                                   04.21.0012


   Telah disetujui dan diterima baik oleh tim penguji Laporan Tugas Akhir Sekolah

   Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta (STIES), guna melengkapi tugas-tugas dan syarat

   lulus Ahli Madya Progam Diploma 111 Jurusan Akuntansi




                                                       Surakarta,          2007




Ketua Jurusan Akuntansi                                    Dosen Pembimbing




     Eko Madyo, SE                                          Eko Madyo, SE
                             MOTTO



 Orang Bijaksana adalah orang yang dapat mengambil pelajaran

  dari peristiwa baik yang dialami orang lain maupun diri sendiri



  “Demi masa, sesungguhnya semua manusia selalu berada dalam

  kerugian, kecuali hanyalah orang yang beriman , beramal soleh, saling

  berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan sabar”.

                           (QS. AL-A’SHR :1-3 )




Perumpamaan orang yang mengingat Allah SWT dengan orang yang

 Tiada mengingat-NYA ,bagaikan orang hidup dengan orang mati

                          (H.R Bukhari )
                    PERSEMBAHAN




Karya ini kupersembahkan untuk :



1. Allah SWT ,sebagai wujud rasa syukur.

2. Bapak dan Ibuku tercinta

Semoga tiap butir tetes keringatmu terwujud dalam Cita-cita dan

semangatku untuk terus maju.

3. Adik-adikku tercinta Dian , Romi ,Dika..

4. Special Someone Who Live in My Heart.

5. Sahabat dan teman – teman.
                            KATA PENGANTAR



Assallamu allaikum wr.wb.



          Alhamdulilllah , penulis panjatkan kehadirat Allah SWT ,yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan

laporan tugas akhir ini dengan judul    “ MANAJEMEN DAN STRATEGI

PEMBENTUKAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI ESQ “

          Laporan tugas akhir ini dimaksudkan untuk melengkapi salah satu

syarat kelulusan progam Diploma 111 dan untuk memperoleh gelar Ahli Madya

Jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi

Ilmu Ekonomi Surakarta (STIES).

          Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini, penulis telah berusaha

semaksimal mungkin sesuai kemampuan yang ada. Namun demikian tanpa

adanya bantuan dan bimbingan serta sumbangan pemikiran dari berbagai pihak,

mungkin laporan tugas akhir ini tidak akan ada artinya. Oleh karena itu, pada

kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada

1. Bapak Sunarto, selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta.

2. Bapak Eko Madyo, SE, selaku Ketua jurusan Akuntansi dan Dosen

   pembimbing yang telah berkenan memberikan petunjuk serta bimbingan

   kepada penulis dalam penyusunan laporan tugas akhir.
3. Bapak dan ibu tercinta atas segala kasih sayang, doa restu, pengorbanan dan

   segala hal nyata yang telah diberikan dalam hidup ini baik untuk hari ini ,esok,

   dan yang akan datang.

4. Bapak dan ibu Dosen Sekolah Tinngi Ilmu Ekonomi Surakarta yang telah

   membimbing dan berkenan berbagi ilmu dengan penulis.

5. Adik-adikku tersayang ,walau kalian bandel , kakak sayang sekali sama

   kalian, jadilah anak yang bisa membahagiakan orang tua.

6. Someone, makasih atas cinta, kesetiaan, pengorbananmu dan perhatianmu

   yang tulus.

7. Teman-teman angkatan 2004, thanks atas canda dan gelak tawanya selama

   kuliah. We Love You guy’s….!!!

8. Veny, Ida, Indri, Nak Umi, Nur Hayati aku pasti akan selalu merindukan

   kalian….!!!

9. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah

   membantu dan meluangkan waktu guna kesempurnaan laporan Tugas Akhir

   ini.

          Penulis menyadari bahwa dalam dalam penyusunan Laporan Tugas

Akhir ini masih banyak kekurangan . Maka dengan segala kerendahan hati penulis

mengharapkan , kritik, saran ,yang sifatnya membangun demi kesempurnaan

Laporan Tugas Akhir ini. Akhir kata semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat

bermanfaat bagi semua pihak khususnya bagi penulis pribadi dan umumnya bagi

pembaca sekalian.

Wassallamu allaikum wr.wb
DAFTAR ISI
                                 ABSTRAK



EKANATUR HANDAYANI, 04.21.0012, Akuntansi 2007, Manajemen dan

Strategi Pembentukan Sumber Daya Manusia melalui ESQ



              Manajemen adalah proses perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian

semua sumber daya potensi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, begitu pula

pada   diri     manusia   juga   perlu   adanya   penerapan   manajemen   untuk

mengembangkan kualitas hidup. Perumusan masalah dalam penulisan ini adalah

bagaimana manjemen dan strategi pembentukan sumber daya manusai.

              Laporan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk melengkapi salah satu

syarat kelulusan progam Diploma 111 dan meraih gelar Ahli Madya jurusan

akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta.

              Dalam menyusun laporan ini penulis menggunakan penelitian yang

terdiri dari sumber data dan metode pengumpulan data. Sumber data diperoleh

dari data primer dan data sekunder, sedangkan metode pengumpulan data

dilakukan melalui training dan kepustakaaan.

              Kesimpulan yang dapat diambil bahwa mengembangkan strategi

pembentukan sumber daya manusia melalui ESQ ditempuh dengan perencanaan,

pengelolaan, dan pengendalian dan dalam upaya pembentukan sumber daya

manusia ditempuh dengan langkah membentuk ketangguhan pribadi, membentuk

ketangguhan social, dan peningkatan kualitas hidup. Saran yang diberikan adalah

agar tiap manusia melakukan pemikiran yang matang terhadap setiap tindakan
yang akan dilakukan, peningkatan kerjasama, gotong - royong dan tolong

menolong sesama manusia, pencapaian kebahagiaan dunia dan akherat.
                                     BAB 1

                               PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

           Manusia adalah makhluk dua-dimensi yang membutuhkan penyelarasn

kebutuhan akan kepentingan dunia dan akherat. Oleh sebab itu, manusia harus

memiliki konsep duniawi atau kepekaan emosi serta intelegansi yang baik dan

penting pula penguasaan ruhiah vertical. Namun selama ini banyak berkembang

dalam masyarakat sebuah pandangan strereotipe, dikotomisasi antara dunia dan

akherat. Mereka yang memilih keberhasilan di alam “vertical” ,cenderung berpikir

bahwa kesuksesan dunia adalah sesuatu yang bias dinisbikan. Hasilnya mereka

unggul dalam kekhustukan dzikir namun kalah dalam percaturan ekonomi, social,

politik,dan perdagangan. Sebaliknya yang berpijak pada pada alam kebendaan ,

kekuatan berpikirnya tidak diimbangi oleh kekuatan spiritual.

           Dari paradigma diatas tadi maka terciptalah ESQ yang merupakan

sebuah konsep pengajaran tentang pemeliharaan keseimbangan dunia dan akherat

.Kunci utama dari ESQ adalah menciptakan kecerdasan emosi (EQ) dan

kecerdasan spiritual (SQ) yang dapat membimbing seseorang kearah kesuksesan

dan menjadi pedoman hidup. Selama ini orana beranggapan bahwa hannya dengan

kecerdasan intelektual (IQ) bisa mengantarkan seseorang ke gerbang kesuksesan.

Padahal sesungguhnya kecedasan emosi (EQ) lah yang bisa mengantarkan

seseorang menuju puncak sukses. Terbukti, banyak orang yang memiliki

intelektual tinggi terpuruk di tengah persaingan. Sebaliknya orang yang
mempunyai intelektual biasa-biasa saja justru sukses menjadi bintang. Akan tetapi

ketika seseorang berhasil meraih kesuksesan, biasanya disergap oleh perasan

“kosong dan “hampa” dalam celah batin kehidupannya. Maka dibutuhakan

kecerdasan spiritual (SQ) sebagai pemisah antara dunia dan akherat. Keduanya

harus mamapu secara proporsioanal bersinergi menghasilkan kekutan jiwa raga

yang penuh keseimbangan.

           .Ada beberapa alasan yang membuat penulis tertarik mengambil

penulisan ini, yaitu:

       1. Keadaan manusia Indonesia yang dilanda krisis moral atau buta hati di

           mana-mana. Meski mereka memiliki pendidikan tinggi . pada

           hakekatnya mereka hanya mengandalkan logika namun mengabaikan

           suara hati. Padahal suara hati meruoakan dasar dari Emotioanal

           Quotient (EQ),dimana suara hati akan memberikan informasi yang

           benar.

       2. Jika ditilik kebelakang, selama ini sistem pendidikan di Indonesia dari

           SD sampai kuliah,hannya menekankan pada Intelektual Quotient(IQ)

           yaitu kecerdasan otak saja dan nilai akademik padahal Emotional

           Quotient(EQ) juga berperan penting untuk mengajarkan integritas,

           kejujuran,   komitmen,     visi,   kreativitas,   ketahanan   mental,

           kebijaksanaan, keadilan, prinsip kepercayaan dan sinergi..

           Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan , maka tujuan dari

penulisan ini untuk mengetahui dan mengkaji mengenai manajemen dan srategi

pembentukan sumber daya manusia melalui ESQ, sehingga diharapkan dapat
menciptakan sumber daya manusia berkualitas yang dapat menyinergikan

kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Maka penulis mengambil

judul “MANAJEMEN DAN STRATEGI PEMBENTUKAN SUMBER DAYA

MANUSIA MELALUI ESQ “

B.Perumusan Masalah

           Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka pokok permasalahan

yang akan dibahas dalam masalah ini adalah:

 1. Bagaimana tehnik manajemen melalui ESQ?

 2. Bagaimana langkah strategi pembentukan melalui ESQ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.Tujuan Penelitian

 Berdasarkan perumusam masalah diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan

 dari penelitian ini adalah :

   1. Untuk mengetahui tehnik manajemen pembentukan sumber daya manusia

       melalui ESQ.

   2. Untuk mengetahui langkah startegi pembentukan sumber daya manusia

       melalui ESQ.




2. Manfaat Penelitian

 a. Bagi Penulis

     1) Untuk memenuhi tugas sebagai salah satu syarat kelulusan progam D 111

     jurusan Akuntansi di STIE Surakarta.
      2) Menambah pengetahuan penulis untuk belajar mendalami dan

      membentuk IQ, EQ, dan SQ yang dapat bersinergi.

     b. Bagi Pembaca

      Memberikan gambaran kepada generasi sekarang yang sedang menghadapi

      permasalahan kronis , dimana tidak terintegrasinya antara otak dan hati.



     c. Bagi STIE Surakarta

        1) Menambah perbendaharaan buku di perpustakaan STIE Surakarta.

        2) Sebagai penunjang penulisan tugas akhir selanjutnya.



D. Metode Penelitian

  1. Sumber data

      a. Data primer

        Merupakan data yang diperolah secara langsung dari obyek penelitian..

      b. Data sekunder

        Merupakan data yang diperoleh dari buku, majalah, arsip, dan literatur-

        literatur yang ada di training.

2.    Metode pengumpulan data

  a. Training

        Yaitu suatu metode pengamatan dan pencatatan baik secara langsung

maupun tidak langsung terhadap kegiatan yang dilakukan pada saat training.

  b. Kepustakaan
       Yaitu suatu metode yang dilakukan dengan membaca buku atau literature,

majalah, yang berhubungan dengan obyek penelitian.



E. Sistematika Pembahasan



 BAB 1 : PENDAHULUAN

   Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah ,

   tujuan dan manfaat penelitiaan,      metodologi penelitian, dan sistematika

   penulisan.



 BAB     11: TINJUAN PUSTAKA

   .Dalam bab ini diuraikan tentang definisi manajemen, ESQ, sumber daya

     manusia dan strategi manjemen pada sumber daya manusia.

 BAB     111: PEMBAHASAN

   .Dalam bab ini diuraikan tentang manjemen dan stetegi pembentukan sumber

   daya manusia.

 BAB     1V: PENUTUP

   Berisi kesimpulan dan saran-saran.

   DAFTAR PUSTAKA
                                 BAB 11

                          TINJUAN PUSTAKA



A. Manajemen

          Manajemen adalah proses perencanaan, pengelolaan dan pengendalian

upaya individu dan menggunakan semua sumber daya potensi yang dimiliki untuk

mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 1) Perencanaan (planning) menunjukkan bahwa manusia harus memikirkan

     tujuan visi, missi dan tindakan yang akan dilakukan. Kegiatan ini harus

     didasarkan pada suatu metode, logika tertentu dan bukan asal tebak.

 2) Pengelolaan menunjukkan bahwa manusia harus mengkoordinasi semua

     potensi yang dimiliki. Kefektifan suatu pengelolaan tergantung pada

     kemampuanya untuk mengarahkan sumber potensi yang ada untuk mencapai

     tujuan.

 3) Pengendalian (controlling) menunjukkan bahwa manusia harus berusaha

     bergerak kearah yang benar. Apabila ada sikap dan tindakan yang salah

     maka manusia harus mencari sebabnya kemudian mengarahkan kembali

     kearah yang benar.

B. Pengertian ESQ

          Kecerdasan intelektual ( IQ ) adalah kemampuan yang dimiliki

manusia dimana mereka bias melakukan kegiatan seperti, menulis, membaca,

menghitung dan menghafal. Kemampuan ini lebih menitik beratkan pada

kemampuan otak saja
           Kecerdasan emosi (EQ ) adalah kempuan yang dimilki manusia dalam

mengenal dan mengungkapkan perasaan kita sendiri maupun perasaan orang lain,

memotivasi diri sendiri maupun mengelola diri sendiri dalam berhubungan secara

baik. Kemampuan ini menitik beratkan pada kemampuan mendengar dan

berkomunikasi secara lisan, kreatifitas, ketahanan mental tehadap keberhasilan,

kegagalan dan kepercayaan diri.

           Kecerdasan spiritual (SQ ) adalah kemampuan yang dimiliki manusia

untuk memberi makna spiritual terhadap pemikiran perilaku dan kegiatan.

Kemampuan ini menitik beratkan pada manusia yang menyadari fitrahnya sebagai

makhluk Tuhan.

           ESQ     adalah   konsep   spiritual   yang   engineering   dalam   hal

pengembangan karakter dan kepribadian melalui nilai-nilai agama dan suara hati

yang bersumber dari Tuhan sehingga akan membentuk manusia yang memilki

kecerdasan emosi dan spiritual dimana mereka mampu meraih pencapaian hidup

dengan mengeksplorasi dan mengintegrasikan kekayaan potensi yang ada pada

diri manusia tersebut.

Orientasi pembentukan karakter manusia melalui ESQ dilakukan dalam beberapa

tahap yaitu;

   1) Pembentukan kecerdasan spiritual ( SQ ) melalui penjernihan emosi

       melalui penghilangan belenggu hati sehingga akan menimbulkan suara

       hati yang bersumber dari Tuhan, dimana suara hati itu akan menuntun

       manusia kearah yang benar.
   2) Pembentukan kecerdasan emosi ( EQ) melalui pembangunan mental yang

       akan diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Dari sini diharapkan

       setiap manusia mampu mengeluarkan semua potensi yang ada dalam

       dirinya dalam melakukan semua aktivitas.

C. Pengertian Sumber Daya Manusia

         Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mepunyai kelebihan –

kelibihan dibandingkan makhluk ciptaan Tuhan yang lain.             Kelebihan dari

manusia yang sebaik – baiknya adalah kemampuan manusia mengembangkan

kepribadian berdasarkan suara hati yang bersumber dari Tuhan . Dengan

kepribadian seperti ini manusia akan dapat berpikir dan bertindak secara benar

sehingga akan membuahkan kualitas hidup yang seimbang yaitu kebahagiaan

dunia dan akherat.

Hal – hal yang merusak kualitas hidup manusia antara lain , yaitu

         1) Meninggalkan nilai – nilai agama sehingga manusia lupa dengan

             Tuhan.

         2) Meninggalkan ibadah sehingga arah hidup manusia tidak terarah

             secara baik.

         3) Merajalelanya sifat malas, kikir, dan korupsi.

         4) Melupakan anak – anak yatim dan fakir miskin.

D. Management Strategi

         Management stategi adalah kemampuan manusia dalam memotivasi

terhadap setiap langkah, sikap, dan tindakan yang akan dilakukan. Perlu adanya

identifikasi terhadap diri sendiri mengenai peristiwa – peristiwa yang terjadi,
penilain terhadap kekuatan dan kelemahan manusia, serta diaknosis terhadap

masalah – masalah yang dihadapi sehingga dicarikan kemungkinan –

kemungkinan perubahan untuk perubahan ke arah yang lebih baik.
                                    BAB 111

                                PEMBAHASAN



A. Manajemen

            Dalam upaya pembentukan sumber daya manusia maka di tempuh

strategi-strategi manejemen sebagai berikut :

    1) Perencanaan

            Manusia harus membangun misi hidup yang tidak terpaku pada aspek

kognitif tetapi juga mampu memberikan “koridor” lainnya yang sejalan dengan

suara hati serta fitrah manusia, mengembangkan hidup positif , menetukan tujuan

yang akan mengarahkan hidup mereka secara lebih baik , dan mampu menguatkan

dan menyakinkan dalam diri sendiri bahwa mereka sendiri akan berhasil. Dalam

upaya pencapaian misi dan visi kehidupan orientasi yang harus diperhatikan

antara lain :

    a. Orientasi jangka pendek yaitu di mana setiap individu harus melakukan

        langkah pembaharuan dan menentukan yang terbaik dalam kehidupan

        yang dilandaskan pada suara hati yang bersumber dari Tuhan.

    b. Orientasi tujuan dan optimalisai upaya yaitu dimana setiap individu

        melakukan pencapaian – pencaoaian terhadap target dan tujuan dengan

        penuh kesabaran..

    c. Orientasi jangka menengah yaitu dimana setiap individu mempunyai

        kesadaran bahwa keberhasilan hidup di dunia hannya sementara.
   d. Orientasi jangka panjang yaitu dimana setiap individu menyakini tindakan

       yang dirancang di dunia akan berlanjut di hari akhir, maka duilakukan

       kendali sosial.

   2) Pengelolaan

          Manusia harus mengelola jiwa danpikira dari belenggu – belenggu

yang dapat menghambat keluarnya suara hati yang jernih dan suci yang bersumber

dari Tuhan, adapun belenggu – belenggu yang harus dihilangkan antara lain :

       a. Prasangka

          Seseorang yang berprasangka negative cenderung menahan informasi

   dan tidak mau bekerja sama. Hal seperti justru merugikan diri sendiri karena

   membuat seseorang tersingkir di tengah masyarakat dan peluang- peluang

   emas yang ada akan terlewatkan. Sebaliknya , seseorang yang selalu

   berprasangka baik akan mampu menciptakan londisi lingkungan yang saling

   percaya, saling mendukung sikap terbuka dan kooperatif.

       b. Prinsip-prinsip hidup

          Seseorang yang membangun prinsip hidup tanpa dengan landasan

   suara hati yaitu tidak berprinsip pada sesuatu yang abadi(Tuhan)pasti akan

   berakhir dengan kegagalan lahirilah dan kegagalan batiniah , karena tanpa

   prinsip yang abadi sesorang akan merasa paling benar dan kurang menyadari

   sisi lain dari lingkungannya yang memiliki prinsip yang berbeda dengan

   dirinya. Sebaliknya seseorang yang berprinsip pada Tuhan akan selalu

   mendapatkan petunjuk jalan yang benar.
   c. Pengalaman

       Pengalaman-pengalaman hidup serta kejadian yang dialami sesorang

sangat berperan dalam menciptakan pemikiran dalam dirinya. Hal tersebut

sering kali dijadikan tolak ukur bagi diri sendiri juga dalam menilai

lingkungansekitar. Hal seperti ini akan merugikan dirinya sendiri bahkan

orang lain, karena akan membatasi cakrawala berpikir seseorang , akibatnya

seseorang akan melihat segala sesuatu dengan sngat subyektif bukan melihat

secara riil dan obyektif.

   d. Kepentingan

       Suara hati memberi informasi penting dalam menetukan prioritas. Tapi

seringkali   diabaikan oleh nafsu sesaat atau kepentingan tertentu dalam

mencapai kentungan jangka pendek tanpa memikirkan kerugian jangka

panjang.

   e. Sudut pandang

       Dalam menghadapi masalah sesorang harus memandang dari semua

sudut pandangdan berdasarkan suara hati. Sehingga hal yang akan diputuskan

dapat membawa dampak positif bagi semua.

   f. Pembanding

       Lingkungan dan penilaian pemikiran yang tercipta di alam pikiran

dapat membuat seseoarang menilai segala sesuatu berdasarkan pengalaman

yang telah dialami sebelumnya . Sehingga seseorang akan sulit untuk

melangkah maju karena selalu memandang hal- hal buruk yang telah terjadi.
           Dari uraian yang telah di jabarkan dapat ditarik kesimpulan , apabila

seseorang mampu membersihkan hati dan pikiran dari belenggu- belenggu yang

mempengaruhi maka sesorang akan memiliki kejernihan emosi dan kesadaran

suara hati sehingga dapat berpikir secara positif dan siap menghadapi berbagai

rintangan dan tanggap terhadap peluang.

   3) Pengendalian

           Dalam upaya pengendalian diri digunakan prinsip – prinsip moral yang

mengarahkan kejalan mereka sebagai makhluk Tuhan. Adapu prinsip – prinsip

yang digunakan antar lain :

       1   Star Principle

           Star principle adalah menempatkan Tuhan sebagai dasar , landasan,

           dalam membangu sikap mental yang tangguh.

       2   Angel Principle

           Angel principle adalah menempatkan Tuhan sebagai landasan dalam

           melakukan semua kegiatan yang akan dilakukan sebagai bentuk

           pengabdian sebagai makhluk Tuhan.

       3   Leardeship Principle

           Leardeship principle adalah menempatkan suara hati yang fitarh, adil

           dan bijaksana dalam menjalankan kepemimpinan.

       4   Learning Principle

           Learning principle adalah manempatkan Tuhan sebagai pedoman

           dalam upaya penguasan ilmu pengetahuan.

       5   Vision Principle
             Vision principle adalah menempatakan orientasi terhadap tujuan akhir

             trhadap setiap langkah yang akan dibuat.



B. Startegi Pembentukan Sumber Daya Manusia

             Dalam upaya pembentukan manusia yang mempunyai ketangguhan

dalam semua aspek yang berguna bagi diri sendiri maupun oarng lain, maka

dilakukan langkah – langkah sebagai berikut :

   1   Membangun ketangguhan pribadi

   Hal – hal yang berhubungan dalam membangun ketangguhan pribadi antar lain

   yaitu :

              a) Spiritual Comitment

                   Membangun rasa percaya diri, rasa aman, bijaksana, dan

                  motivasi yang semuanya di bangun karena iman kepada Tuhan

                  sehingga dalam diri manusi akan tercipta rasa tauhid.

              b) Spiritual Integrity

                  Tindakan manusia dalam bekerja yang bertujan untuk dirinya

                  senndiri maupun orang lain dianggap sebagai pengabdian diri

                  kepada Tuhan , sehingga dari dalam diri manusia akan tercipta

                  sikap tingkat loyalitas tinggi, tolong menolong dan saling

                  percaya.

              c) Spiritual Leadership

                  Posisi manusia sebagai pemimpin harus mampu mengendalikan

                  diri, adil, bijaksna, dan sesuai denagn suara hati yang fitarh,
                 sehingga akan tercipta pemimpin yang selalu mencintai ,

                 memperhatikan, dan membimbing pengikutnya.

             d) Continous Improvement

                 Sikap manusia yang selalu suka membaca buku untuk mencari

                 ilmu, membaca situasi dengan cermat, selalu berpikir kritis,

                 pengevaluasian terhadap pemikiran dan terbuka terhadap

                 penyempurnaan, sehingga akan tercipta manusia yang menguasai

                 ilmu pengetahuan.

             e) Spiritual Vision

                 Tindakan manusia dalam menentukan tujuan akhir terhadap

                 setiap langkah , melakukan langkah secara optimal, memiliki

                 kendali social, sehingga akan tercipta manusia yang mempunyai

                 kesadaran akan “hari pembalasan dari Tuhan “.

2. Membangun ketangguhan social

   Hal – hal yang berhubungan dalam upaya pembangunan ketangguhan social

   antara lain,yaitu :



           a. Solidaritas

              Memberikan solidaritas dapat terwujud dalam bentuk membantu

              orang miskin, menyantuni anak yatim, sehingga tidak orang lemah

              atau miskin yang terlantar dan masyarakat.

              Dijelaskan dalam sebuah AL - HADIST
   “…Bahwa bukan seorang mukmin orang yang bermalam dalam

   keadaan kenyang sementara tetangga samping kelaparan…”

b. Keadilan sosial

   Keadilan sosial menuntut manusia untuk dapat hidup secara

   terhormat tanpa ada tekanan dan halangan karena perbedan status

   sosial. Setiap manusia tercipta dengan kelebihan dan kekurangan

   masing- masing jadi mereka harus berusaha memanfaatkan

   kemampuan dan kekayaan sesuai dengan apa yang berfaedah bagi

   dirinya sehingga dapat berkembang secara produktif.

   Dijelasakan dalam Al-Quran :

   “…Kami telah membagi mata penghidupan mereka diantara mereka

   dalam kehidupan di dunia…”

c. Kerjasama

   Kerjasama dalam berbagai usaha sangat diperlukan karena hal

   tersebut dapat menaikkan kredibilitas mengangkat nama baik.

   Setiap manusia saling mengisi kekurangan ilmu dan kebijaksanaan.

d. Interaksi Sosial

   Interaksi sosial bertujuan membentuk hubungan – hubungan sosial

   yang dinamis yang menyangkut hubungan individu dengan

   individu. Ada tiga faktor yang mempengaruhi interaksi sosial, yaitu

          1) Imitasi yaitu faktor yang dapat mendorong manusia

              untuk mengikuti mematuhi kaedah atau nilai – nilai

              yang ada.
                       2) Sugesti yaitu faktor yang membuat manusia untuk

                           memberi pandangan atai sikap , kemudian diterima

                           dengan baik.

                       3) Identifikasi yaitu faktor kecenderungan dalam diri

                           manusia untuk menjadi sama dengan manusai yang lain.

                       4) Simpati yaitu faktor yang menunjukkan adanya daya

                           tarik dari yang bersimpati kepada pihak yang di

                           pandang.

3. Peningkatkan kualitas hidup

Tata kehidupan tidak hannya mementingkan dunia saja , begitu pula sebaliknya

tidak   hannya    mementingkan        akherat   saja.   Akan   tetapi   perlu   adanya

penyeimbangan antara kepentingan dunia dan akherat, adapun strategi –

strateginya antara lain yaitu :

            a. Peningkatan kualitas hidup lahiriah

               Manusia diwajibkan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup

               dalam upaya mempertahankan hidup dan pengabdiannya kepada

               Tuhan. Kebutuhan primer, sandang dan pangan harus dipenuhi

               dengan sebaik – baiknya           karena jika tidak terpenuhi akan

               mengancam kehidupan yang layak.

               Dijelaskan dalam AL-Quran sebagai berikut :

               “…Carilah olehmu apa- apa yang telah dianugerahkan Allah

               kepadamu (kebahagiaan) negeri akherat, dan janganlah kamu

               melupakan kebahagiaan dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat
   baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik

   kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan diatas muka

   bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang

   berbuat kerusakn …”

b. Peningkatan kualitas hidup batiniah

   Pada hakekatnya manusia memiliki keseimbangan dalam tubuhnya

   yaitu jasmani dan rohani , keduanya memerlukan pemeliharaan

   yang baik. Manakala antara otak dan hati tidak terintegrasi dengan

   baik maka kebenaran tidak akan tersusun dalam jiwa. Manusia akan

   tenang kalu hati sudah terpaut pada kebenaran dan kelezatan hidup

   kan betul – betul dinikmati oaring sudah dekat dengan Tuhan.

   Tuhan memberikan arah kepada manusia tentang jalan man yang

   harus ditempuh, disamping itu Tuhan menyediakan dan membuka

   pintu ampunan bagi manusia yang yang bertaubat.

   Dijelaskan dalam Al-Quran sebagai berikut :

   “…Allah mengampuni siapa yang dikehendaki Nya dan menyiksa

   siapa yang dikehendaki Nya dan Allah Maha Kuasa atas segala

   sesuatu…”
                                    BAB     1V

                                    PENUTUP



A. Kesimpulan

            Dari pembahasan tentang Mnajemen dan Strategi Pembentukan Sumber

Daya Manusia Melalui ESQ , maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai

berikut :

   1    Dalam pembentukan sumber daya manusia melalui ESQ mak ditempuh

        stategi perencaaan , pengelolaan, dan pengendalian.

   2    Pembentukan        sumber   daya   manusia   dilkukan   dengan   strategi

        pembemtukan ketangguhan pribadi, ketangguhan sosial, dann peningkatan

        kualitas hidup.

B. Saran

            Dari kesimpulan mengenai Manajemen dan Strategi Pembentukan

Sumber Daya Manusia Melalui ESQ maka penulis memberikan saran , adapun

saran yang diberikan sebagai berikut :

       1    Setiap individu harus memikirkan dan merencanakan semua tindakan

            yang akan dilakukan dalam kehidupan mereka, segala sesuatu yang

            terencana dengan benar pasti akan menghasilkan jalan yang benar,

            dimana jalan yang benar itu akan menjadi petunjuk yang tidak akan

            menyesatkan.
2   Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan oaring lain, maka setiap

    individu harus saling meningkatkan sinergi kebersamaan, kerjasama,

    gotong royong, dan tolong menolong.

3   Jadilah orang yang berhasil di dunia dan akherat, semua dapat dicapai

    kalau orang tersebut bisa menyeimbangkan kedua aspek dunia dan

    akherat.
                             DAFTAR PUSTAKA



J. David Hungur, Thomas L. Whelen, 1996. Mnajemen Strategi, terjemahan

       Julianto Agung S. SE.,S.Kom. Jakarta

Drs. H. Tarmi. 2000. Islam Untuk Disiplin Ilmu Sosiologi. Jakarta

Drs. M. Manullang, Marihot Manullang, S.E.M.M, 2001. Manajemen Sumber

       Daya Manusia. Medan

Ari Ginanjar Agustin. 2007. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi

       Dan Kecerdasan Spiritual. Jakarta

								
To top