Docstoc

Indahnya Bersaing Terhormat

Document Sample
Indahnya Bersaing Terhormat Powered By Docstoc
					Selasa, 14 Juni 2005
Bandung, sqn-edu.com
Indahnya Bersaing Terhormat

Semoga Allah yang Maha Menyaksikan setiap persaingan dari mahluk-mahluknya menjadikan
persaingan menjadi bagian nikmat dari Allah yang bisa membuat diri kita semakin lebih baik dan
membuat kita mampu berbuat yang terbaik. Semoga Allah melindungi kita dari persaingan yang
menyengsarakan, mencelakakan dan menghinakan amiin.

Pemirsa yang budiman sudah menjadi sunnatulloh bahwa siapapun yang punya keinginan dan
kepentingan harus siap berjuang yang salah satunya adalah persaingan.

Negara kita adalah negara yang sarat dengan pengalaman persaingan. Kita kemarin sudah
pemilu. Persaingan antar partai, di dalam partai sendiri terjadi persaingan calon anggota dewan,
sesudah itu pesaingan calon presiden. Kita coba ambil persaingan di rumah siapa yang biasa
bersaing di rumah, adik kakak bersaing supaya lebih di sukai orang tua, persaingan di majelis
ta'lim, dan lainnya.

Yang paling berbahaya adalah jika persaingan dilakukan dengan cara yang tidak baik.
Persaingan itu sendiri adalah fitrah manusiawi, kita sudah nalurinya bersaing, survival. Tetapi
yang berbahaya bukan persaingannya tetapi yang berbahaya adalah niat dan cara dalam
bersaing.

Di negara kita kalau bersaing tidak hati-hati dan disikapi negatif maka akan terjadi, yang pertama
akan gelisah, stres, tegang, selalu mencermati pesaingnya, gelisah takut lawannya menang.
Yang kedua dia cendrung licik, dia akan menghalalkan segala cara sehingga nilai dirinya akan
semakin merosot demi mencapai tujuan. Misalkan ada yang ke dukun, upaya-upaya licik
diantaranya dengan menghina, menyebar isu, fitnah, menyebar kejelekan, menjatuhkan dan
lainnya.

Ciri khas pesaing negatif adalah dia berusaha menjatuhkan pesaingnya walaupun dengan cara
yang tidak benar, menyebar isu, dan celakanya jika bersaing tidak sehat maka dia akan melihat
pesaing itu sebagai musuh yang harus dia jatukan, dihancurkan, dilindas, diremukkan kalau perlu
dihabisi. Akibatnya persaingan menumbuhkan kesengsaraan, kehinaan dan kedzoliman.

Biasanya orang seperti ini sangat tidak siap untuk kalah. Kalau orang caranya tidak bagus
niatnya tidak benar biasanya takut sekali kalah. Kalau bersaing dengan sehat, berlomba-lomba
dalam kebaikan maka dia harus melihat bahwa persaingan itu karunia Allah. Kenapa ada
persaingan? Persaingan adalah karunia Allah agar kita bisa memompa kempuan kita dengan
optimal. Kalau tidak ada pesaing kita tidak jadi optimal. Padahal kalau namanya keuntungan
dalam islam "Man kaana Yaumuhu Khairan min amsihi fahuwa raabihun", Barang siapa yang hari
ini lebih baik dari hari kemarin maka dia beruntung.

Siap bahwa hidup ini adalah persaingan. Siap seperti apa? Sedia payung sebelum hujan, orang
yang sedia payung sebelum hujan, tidak hujan tenang, jika hujan, sudah ada payung dan juga
akan tenang. Coba kalau tidak ada payung, hujan panik. Dimanapun kita berada kita siap ada
pesaing. Supaya persaingan menjadi sehat, yang pertama siap, yang kedua nikmati persaingan.
Sehingga begitu ada persaingan, inilah saatnya mengoptimalkan perbaikan diri saya. Maka kalau
ada perlombaan, bukan perkara menang atau kalah tetapi perkara bagai mana menjadi lebih
baik.

Pesaing yang tidak baik suka mendengki. Orang yang dengki senang lihat orang sengsara, dan
sengsara lihat orang senang. Pendengki itu, dia yang dzolim dia yang sengsara. Yang kita
butuhkan bukan kemenangan yang kita butuhkan adalah berubah menjadi lebih baik, dan ini
adalah kemenangan. Oleh karena itu tetaplah bersaing dimanapun berada dengan tatapan
nikmat dari Allah sebagai karunia.

Dan yang ketiga sikapi kemenangan dan kekalahan dengan sikap terhormat jadi tidak pernah
kalah. Cobalah kalau kalah jangan menangis tapi tegar. Tak satupun yang tidak ada resiko. Bisa
jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal baik menurut Allah bisa jadi engkau menyukai
sesuatu padahal itu buruk bagi Allah, engkau tidak mengetahui apa-apa, sedang Allah Maha
Mengetahui.

Kemenangan itu, kalau kita di puji langsung merendah hati, bahwa kemenangan bukan karena
kehebatan diri, kemenangan bukan karena kehebatan ikhtiar, kemenangan adalah ketentuan
Allah yang sudah ada sebelumnya dan ini bukan sebuah kesuksesan. Sombong itulah yang
membuat menang itu jadi kalah seketika karena dia gagal mengendalikan dirinya. Tidak perlu
meremehkan pesaing karena dengan adanya pesaing itulah kita menjadi sukses. Kita tidak akan
hina karena dihina, kita akan menjadi hina kalau kita menghina, menang kalah itu biasa. Tidak
pernah kalah orang yang biasa mengolah kekalahan dengan sikap yang terhormat, karena
kemenangan adalah pengendalian diri kita dari sesuatu yang tidak Allah ridhoi, rendah hati ketika
mendapat pujian dan tidak sakit hati ketika mendapat kekalahan.

Alhamdulillaahirobbil’alamin

Sumber: Buletin InfoDT Jakarta - No.18/Tahun IV/Desember 2004
Oleh : Aa Gym, disarikan kembali.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:6
posted:1/14/2012
language:Malay
pages:2