Embed
Email

Jual beli dalam Islam

Document Sample
Jual beli dalam Islam
Shared by: HC12011306918
Categories
Tags
Stats
views:
37
posted:
1/13/2012
language:
pages:
6
JUAL BELI DALAM ISLAM





1. Pengertian Jual Beli

Perdagangan atau jual beli menurut bahasa berarti al-bai‟,al-tijarah, dan al-

mubadalah sebagaimana Allah SWT berfirman :

     

    

     



29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan

mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang kami anuge-

rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu

mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.

Menurut istilah terminology yang dimaksud jual beli adalah :

 Menukar barang dengan barang atau barang dengan uangdenga jalan

melepaskan hak milik yang satu kepada yang lain atas dasar saling merelakan

(idris ahmad, fiqih al-syafi‟iyah : 5)

 Penukaran benda dengan benda lain dengan jalan saling merelakan atau

memindahkan hak milik dengan ada penggantinya dengan cara yang

dibolehkan.

 Aqad yang tegak atas dasar penukaran harta atas harta, maka terjadilah

penukaran hak milik secara tetap.(Hasbi Ash-Shiddiqi, peng.Fiqh muamalah

:97)

Dari beberapa definisi tersebut penulis mengambil kesimpulan bahwasanya jual

beli adalah suatu perjanjian yang dilakukan oleh kedua belah pihak dengan cara suka

rela sehingga keduanya dapat saling menguntungkan, maka akan terjadilah penukaran

hak milik secara tetap dengan jalan yang dibenarkan oleh syara‟.Yang dimaksud

sesuai dengan ketetapan hukum adalah memenuhu persyaratan-persyaratan, rukun-

rukun dalam jual beli, maka jika syarat dan rukunnya tidak terpenuhi berarti tidak

sesuai dengan ketentun syara‟. Yang dimaksud benda dapat mencakup pengertan

barang dan uang dan sifatnya adalah bernilai. Adapun benda-benda seperti alkohol,

babi, dan barang terlarang lainnya adalah haram diperjual belikan. Bahwasanya

Rasullullah bersabda :









Artinya : Dari jabir Rasulullah bersabda Sesungguhnya Allah dan Rasulnya

mengharamkan jual beli arak, bangkai, babi, dan berhala. (HR. Jabir Ibn Abdillah)

2. Rukun dan Syarat Jual Beli

Rukun jual beli

a. Akad

Ikatan kata antara penjual dan pembeli, ikatan ini bias diucapkan secara

langsung atau kalau tidak mampu(bisu)bias dengan surat-menyurat

b. Penjual dan pembeli

c. Ma‟kud alaih(objek akad)

Benda-benda yang diperjual belikan

Syarat sah ijab Kabul :

a. Jangan ada yang memisahkan, jangan pembeli diam saja setelah penjual

menyatakan ijab dan sebaliknya.

b. Jangan diselangi kata-kata lain antara ijab dan kabul.

c. Beragama islam.

Syarat benda yang menjadi objek akad :

a. Suci, maka tidak sah penjualan benda-benda najis, kecuali anjing untuk

berburu.

b. Memberi manfaat menurut syara‟.

c. Jangan dikaitkan atau digantungkan dengan hal-hal lain, missal : jika ayahku

pergi kujual motor ini kepadamu.

d. Tidak dibatasi waktunya.

e. Dapat diserahkan dengan cepat ataupun lambat.

f. Milik sendiri.

g. Diketahui barang yang diperjual belikan tersebut baik berat, jumlah, takaran

dan lain-lainnya.

3. Macam-macam jual beli :

Jual beli ditinjau dari segi hukumnya dibagi menjadi dua macam yaitu :

a. Jual beli yang syah menurut hukum dan batal menurut hukum

b. Dari segi obyek jual beli dan segi pelaku jual beli

Ditinjau dari segi benda yang yang dijadikan obyek jual beli dapat dikemukakan

pendapat imam Taqiyuddin bahwa jual beli dibagai menjadi tiga bentuk :

1. jual beli benda yang kelihatan

maksudnya adalah pada wajtu melakukan akad jual beli benda atyau barang yang

diperjualbelikan ada didepan penjual dan pembeli, seperti membeli beras dipasar dan

boleh dilakukan.

2. Jual beli yang disebutkan sifat-sifatnya dalam janji

Sama dengan jual beli salam (pesanan), ataupun yang dilakukan secara tidak tunai

(kontan). Maksudnya ialah perjanjian sesuatu yang penyarahan barang-barangnya

ditangguhkan hingga masa tertentu.

Dalam salam berlaku semua syarat jual beli dan syarat-syarat tambahannya ialah :

1. Ketika melakukan akad salam disebutkan sifat-sifatnya yang mungkin

dijangkau oleh pembeli, baik berupa barang yang dapat ditakar, ditimbang

maupun diukur.

2. Dalam akad harus disebutkan segala sesuatu yang bias mempertinggi dan

memperendah harga barang itu.

3. Barang yang akan diserahkan hendaknya barang-barang yang biasa didapat

dipasar.

4. Harga hendakya dipegang ditempat akad berlangsug.

Jual Beli yang dilarang dan batal hukumnya adalah :

a. Barang yang dihukumkan najis oleh agama seperti anjing, babi, berhala,

bangkai dan khamar.

b. Jual beli sperma (mani) hewan, seperti mengawinkan seekor domba jantan

dengan betina agar dapat memperoleh keturunan, jual beli ini haram

hukumnya karena Rasulullah SAW bersabda :









Artinya : Dari Ibn Umar ra berkata : Rasulullah SAW telah melarang menjual

mani binatang. (HR. Bukhari)

c. Jual beli anak binatang yang masih berada dalam perut induknya.

d. Jual beli dengan mukhadharah yaitu menjual buah-buahan yang belum pantas

untuk dipanen.

e. Jual beli dengan munabadzah yaitu jual beli secara lempar-melempar.

f. Jual beli gharar yaitu jual beli yang samar sehingga kemungkinan adanya

penipuan, contoh : penjualan ikan yang masih dikolam.

g. Larangan menjual makanan sehingga dua kali ditakar, hal ini menunjukkan

kurang saling mempercayainya antara penjual dan pembeli.

Khiar dalam jual beli :

1. Khiar Majlis

Artinya antara penjual dan pembeli boleh memili akan melanjutakan jual beli atau

membatalkannya selama keduanya masih dalam satu tempat atau majelis.

2. Khiar syarat

Yaitu penjualan yang didalamnya disyaratkan sesuatu baik oleh penjual dan

pembeli, seperti seseorang berkata “saya jual rumah ini dengan harga seratus juta

rupiah dengan syarat khiar selama tiga hari.

3. Khiar „aib

Artinya dalam jual beli ini disyaratkan kesempurnaan benda-benda yang dibeli.

Lelang (muzayadah)

Penjualan denga cara lelang seperti ini dibolehkan dalam agama islam karena

dijelaskn dalam satu keterangan yang artinya : “Dari Anas ra, Ia berkata Rasulullah

SAW.menjual sebuah pelana dan sebuah mangkok air dengan berkata ; siapa yang

ingin membeli pelana dan mangkok ini? Seorang laki-laki menyahut; aku bersedia

membelinya seharga satu dirham.Lalu nabi berkata lagi, siapa yang berani

menambahi? Maka diberi dua dirham oleh seorang laki-laki kepada beliau, lalu

dijuallah kedua benda itu kepada laki-laki tadi.(HR. Tirmizi)

KATA PENGANTAR



Assalamualaikum Wr, Wb puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT



yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan



tugas makalah ini dengan judul “Pengertian Fikih Siyasah” serta tak lupa pula kami



haturkan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi kita Muhammad SAW yang



telah membawa kita dari zaman jahilia, dari zaman kebodohan menuju zaman yang



sekarang ini yakni zaman yang penuh denga ilmu pengetahuan dan teknologi.



Dalam pembuatan makalah ini kami sangat menyadari bahwa baik dalam



penyampaian maupun penulisan masih banyak kekurangannya untuk itu saran dan



kritik dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk penunjang dalam pembuatan



makalah kami berikutnya.



Wassalamualaikum Wr, Wb







PENULIS


Related docs
Other docs by HC12011306918
Enfermedad Inflamatoria Pelvica
Views: 1  |  Downloads: 0
malformaciones congenitas del corazon
Views: 4  |  Downloads: 0
TEXTOS SAGRADOS NAS GRANDES RELIGIoES 1
Views: 0  |  Downloads: 0
accord interessement 20051
Views: 0  |  Downloads: 0
Work Curriculum
Views: 7  |  Downloads: 0
price
Views: 0  |  Downloads: 0
G A R D E L L I N
Views: 6  |  Downloads: 0
FOrhan Anafilaksi
Views: 13  |  Downloads: 0
J Sipkovs Saules energija
Views: 9  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!