Embed
Email

FILSAFAT ILMU

Document Sample
FILSAFAT ILMU
Shared by: HC12011201335
Categories
Tags
Stats
views:
63
posted:
1/12/2012
language:
pages:
103
FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN









Hery@File.Com

FILSAFAT



• RENUNGAN MENGENAI SEGALA

SESUATU, SEBAGAI UPAYA

PEMAHAMAN DAN MEMPEROLEH

MAKNANYA, YANG PENTING BAGI

LANDASAN PERTIMBANGAN

KELAYAKAN TINDAKAN, SESUAI

DENGAN NORMA YANG BERLAKU





Hery@File.Com

PENGETAHUAN

• PRA-ILMIAH

SEGALA SESUATU YANG DICATAT

DALAM OTAK, HASIL PENCERAPAN

INDERAWI (EMPIRIK) ATAU YANG

DIPEROLEH SECARA INTUITIF

. EMPIRIK : SECARA SADAR DIKETAHUI

PROSESNYA

. INTUITIF : SECARA TAK SADAR TAK

DIKETAHUI PROSESNYA

Hery@File.Com

ILMU

• HIMPUNAN PENGETAHUAN YANG TELAH :

1. DISISTEMATISASI

2. DIORGANISASI

3. MEMILIKI:

- METODE TERTENTU

- SIFAT INTERSUBYEKTIF (DAPAT

DIPELAJARI OLEH SIAPA SAJA YANG

MEMENUHI PERSYARATAN DAN METODENYA

- SIFAT REPRODUKTIF (DPT DIULANG UTK DIUJI

KEBENARANNYA DGN METODE DAN KONDISI YG

SAMA



Hery@File.Com

ILMU YANG MANDIRI

• 1. DIAKUI SEBAGAI DISIPLIN LMU

• 2. MEMILIKI METODE ILMIAH YG KHAS

• 3. CIRI KHAS UNSUR-UNSUR

STRUKTUR

ILMU:

- ISTILAH

- DEFINISI

- PROPOSISI

- KONSEP

- TEORI

- HUKUM

- DALIL

Hery@File.Com

STRUKTUR ILMU

• 1. FAKTA : KONSEP AWAL YG PALING

SEDERHANA, BERUPA ABSTRAKSI

DARI HASIL PENCERAPAN INDERAWI

(DICATAT DALAM OTAK, DIINGAT

DALAM PIKIRAN)

(1) DIBERI LAMBANG/NAMA DIAMBIL DARI KATA

SEHARI-HARI

(2) SEHINGGA DPT DIKOMUNIKASIKAN SECARA

ABSTRAK (TANPA MELIHAT WUJUD YBS)







Hery@File.Com

• ISTILAH : SETIAP KATA ATAU DIKSI YG

MEMPUNYAI MAKNA ARTI SPESIFIK, DLM

BAHASA YBS, DAN DALAM LMU YBS

• DEFINISI : PERNYATAAN ATAU PENJELASAN

TENTANG APA MAKNA ARTI SESUATU KATA,

AGAR DITAFSIRKAN SAMA

• FAKTOR : FAKTA YG SATU YG

MEMPENGARUHI YG LAIN

DATA : ANGKA ATAU TOLOK UKUR

MENGENAI FAKTA/KONSEP YBS



Hery@File.Com

• KONSEP : MENYATAKAN SUATU ABSTRAKSI

YG DIBENTUK MELALUI GENERALISASI DARI

HAL-HAL YG KHUSUS, MISALNYA PAJAK,

SIKAP DLL

• KONSTRUK: KONSEP YG LEBIH ABSTRAK: -

KEBJAKSANAAN

- INTELEGENTIA

. PROPOSISI : MENYATAKAN SUATU

HUBUNGAN ANTAR FAKTA (EMBRIO TEORI)

. TEORI : PERANGKAT SALING HUBUNGAN

ANTAR-KONSEP, ANTAR-DEFINSI. ANTAR-

PROPOSISI, YG DICANANGKAN UNTUK

MENGGANTISIPASI, MERAMALKAN GEJALA-

GEJALA Hery@File.Com

• HUKUM: TEORI YG SUDAH BERULANG

KALI TERBUKTI TAHAN UJI & PASTI

• DALIL : PROPOSISI TANPA BUKTI DIRI,

TETAPI DAPAT DIBUKTIKAN DARI

PREMIS-PREMIS YG DITERIMA,

SEHINGGA DIJADIKAN HUKUM ATAU

ASAS YG PASTI

• POSTULAT ; YANG DIANGGAP BENAR,

AKSIOMATIK, BUKTI DIRI

• ASUMSI : TITIK TOLAK ATAU ASAS YG

DAPAT DITERIMA (SECARA LOGIKA)



Hery@File.Com

BEDA :

• HIPOTESIS : JAWABAN TENTATIF

THDP MASALAH

• TEORI : PUNYA LANDASAN KUAT

UNTUK PREDIKSI GEJALA

• HUKUM: PUNYA KEPASTIAN

BERLAKUKNYA KERUNTUNAN ASAS







Hery@File.Com

FILSAFAT LMU

• CARA MEMPEROLEH PENGETAHUAN

YANG MEMENUHI KEBENARAN LMIAH









Hery@File.Com

DEFINISI

Pengetahuan : Persepsi subyek (manusia) atas

obyek (riil dan gaib) atau fakta.

Ilmu Pengetahuan : Kumpulan pengetahuan

yang benar disusun dengan sistem dan metode

untuk mencapai tujuan yang berlaku universal

dan dapat diuji/diverifikasi kebenarannya

Ilmu Pengetahuan :

bukan satu, melainkan banyak (plural)

bersifat terbuka (dapat dikritik)

berkaitan dalam memecahkan masalah

Hery@File.Com

Lanjutan . . .



Jadi, Filsafat Ilmu Pengetahuan mempelajari

esensi atau hakikat ilmu pengetahuan tertentu

secara rasional

Filsafat Ilmu Pengetahuan :

Cabang filsafat yang mempelajari teori

pembagian ilmu, metode yang digunakan

dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan

jenis keterangan yang berkaitan dengan

kebenaran ilmu tertentu.

Filsafat Ilmu Pengetahuan disebut juga Kritik Ilmu,

karena historis kelahirannya disebabkan oleh

rasionalisasi dan otonomisasi dalam mengeritik

dogma-dogma dan tahayul

Hery@File.Com

MEMBANGUN FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN

“TERTENTU”

Jika Ilmu Pengetahuan Tertentu dikaji dari ketiga

aspek (ontologi, epistemologi dan aksiologi), maka

perlu mempelajari esensi atau hakikat yaitu inti

atau hal yang pokok atau intisari atau dasar atau

kenyataan yang benar dari ilmu tersebut.

Contohnya :

Membangun Filsafat Ilmu Teknik perlu menelusuri dari

aspek :

Ontologi  eksistensi (keberadaan) dan essensi

(keberartian) ilmu-ilmu keteknikan.

Epistemologi  metode yang digunakan untuk

membuktikan kebenaran ilmu-ilmu

keteknikan

Aksiologi  manfaat dari ilmu-ilmu keteknikan.

Hery@File.Com

ASPEK ONTOLOGI

Aspek ontologi dari ilmu pengetahuan tertentu hendaknya

diuraikan secara :

a. Metodis; Menggunakan cara ilmiah

b. Sistematis; Saling berkaitan satu sama lain secara

teratur dalam suatu keseluruhan

c. Koheren; Unsur-unsurnya tidak boleh mengandung

uraian yang bertentangan

d. Rasional; Harus berdasar pada kaidah berfikir yang

benar (logis)

e. Komprehensif; Melihat obyek tidak hanya dari satu

sisi/sudut pandang, melainkan secara multidimensional –

atau secara keseluruhan (holistik)

f. Radikal; Diuraikan sampai akar persoalannya, atau

esensinya

g. Universal; Muatan kebenarannya sampai tingkat umum

saja.

yang berlaku di mana Hery@File.Com

ASPEK EPISTEMOLOGI

Epistemologi juga disebut teori pengetahuan atau kajian

tentang justifikasi kebenaran pengetahuan atau

kepercayaan.

Untuk menemukan kebenaran dilakukan sebagai berikut

[AR Lacey] :

1. Menemukan kebenaran dari masalah

2. Pengamatan dan teori untuk menemukan kebenaran

3. Pengamatan dan eksperimen untuk menemukan

kebenaran

4. Falsification atau operasionalism (experimental

opetarion, operation research)

5. Konfirmasi kemungkinan untuk menemukan kebenaran

6. Metode hipotetico – deduktif

7. Induksi dan presupposisi/teori untuk menemukan

kebenaran fakta

Hery@File.Com

Lanjutan . . .

Untuk memperoleh kebenaran, perlu dipelajari teori-teori

kebenaran. Beberapa alat/tools untuk memperoleh atau

mengukur kebenaran ilmu pengetahuan adalah sbb. :

Rationalism; Penalaran manusia yang merupakan alat

utama untuk mencari kebenaran

Empirism; alat untuk mencari kebenaran dengan

mengandalkan pengalaman indera sebagai pemegang

peranan utama

Logical Positivism; Menggunakan logika untuk

menumbuhkan kesimpulan yang positif benar

Pragmatism; Nilai akhir dari suatu ide atau kebenaran

yang disepakati adalah kegunaannya untuk

menyelesaikan masalah-masalah praktis.



Ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang dinamis,

tersusun sebagai teori-teori yang saling mengeritik,

mendukung dan bertumpu untuk mendekati kebenaran

Hery@File.Com

Teori

Teori merupakan pengetahuan ilmiah mencakup

penjelasan mengenai suatu sektor tertentu dari suatu

disiplin ilmu, dan dianggap benar

Teori biasanya terdiri dari hukum-hukum, yaitu :

pernyataan (statement) yang menjelaskan hubungan

kausal antara dua variabel atau lebih

Teori memerlukan tingkat keumuman yang tinggi, yaitu

bersifat universal supaya lebih berfungsi sebagai teori

ilmiah

Tiga syarat utama teori ilmiah :

1. Harus konsisten dengan teori sebelumnya

2. Harus cocok dengan fakta-fakta empiris

3. Dapat mengganti teori lama yang tidak cocok

dengan pengujian empiris dan fakta

Hery@File.Com

Beberapa istilah yang biasa digunakan dalam komunikasi

ilmu pengetahuan :

Axioma

pernyataan yang diterima tanpa pembuktian karena

telah terlihat kebenarannya

Postulat

suatu pernyataan yang diterima “benar” semata-mata

untuk keperluan berkomunikasi

Presumsi

suatu pernyataan yang disokong oleh bukti atau

percobaan-percobaan, meskipun tidak konklusif

dianggap sebagai benar walaupun kemungkinannya

tinggi bahwa pernyataan itu benar

Asumsi

suatu pernyataan yang tidak terlihat kebenarannya

maupun kemungkinan benar tidak tinggi

Hery@File.Com

Filsafat Ilmu Pengetahuan selalu memperhatikan :

dinamika ilmu, metode ilmiah, dan ciri ilmu pengetahuan.



1. Dinamis : dengan aktivitas/perkembangan

pengetahuan sistematik dan rasional yang

benar sesuai fakta

dengan prediksi dan hasil

ada aplikasi ilmu dan teknologi, dinamika

perkembangan karena ilmu pengetahuan

bersimbiose dengan teknologi



2. Metode Ilmiah : dengan berbagai ukuran riset yang

disesuaikan.



3. Ciri Ilmu : perlu memperhatikan dua aspek, yaitu :

sifat ilmu dan klasifikasi ilmu



Hery@File.Com

Lanjutan . . .

Sistematik

Konsisten (antara teori satu dengan

yang lain tak bertentangan)

Sifat ilmu Eksplisit (disepakati dapat secara

universal, bukan hanya

dikalangan kecil)

Ilmiah, benar (pembuktian dengan

metode ilmiah

Salah satu Klasifikasi Ilmu :

Ilmu Alam (Natural Wissenschaft)

Ilmu Alam / Eksakta

Ilmu

Pengetahuan

Ilmu Sosial

Ilmu Moral

Ilmu Humaniora

Hery@File.Com

ASPEK AKSIOLOGI



Tujuan dasarnya : menemukan kebenaran atas

fakta “yang ada” atau sedapat

mungkin ada kepastian

kebenaran ilmiah

Contohnya :

Pada Ilmu Mekanika Tanah dikatakan bahwa kadar air

tanah mempengaruhi tingkat kepadatan tanah tersebut.

Setelah dilakukan pengujian laboratorium dengan simulasi

berbagai variasi kadar air ternyata terbukti bahwa teori

tersebut benar.

Hery@File.Com

PENGENALAN FILSAFAT





I. ASPEK ONTOLOGI

II. ASPEK AKSIOLOG

III. ASPEK EPISTEMOLOGI









Hery@File.Com

I. ASPEK ONTOLOGI (BEING, WHAT, WHO)

 Filsafat dipelajari karena ketakjuban manusia atas fakta (Plato + Aristoteles, 381-322 SM).

 Philosophi = The Greek Miracle (Keajaiban Yunani).

Philein = Philos = Cinta

Sophia = Kebijaksanaan

 Filsafat :

 Ilmu tentang Kebijaksanaan atau Ilmu mencari kebijaksanaan

 Ilmu pengetahuan umum tentang kebijaksanaan / kebenaran

 Filsuf = Pencinta / Pencari Kebenaran atau kebijaksanaan (K)

= Pencari kebijaksanaan (relatif) akal budi untuk tindakan.

Kebijaksanaan Absolut : - ada pada Tuhan

- Adimanusiawi

Pythagoras (582-496 SM) -> Seorang Filsuf = Filosofos -> mendapatkan Rumus Pythagoras, namun tidak merasa hebat.

 Philosophos = Kawan kebijaksanaan, bukan orang bijaksana

= Pencari / Pencinta Kebijaksanaan

Bukan Sofis yang merasa hebat tahu segalanya.

 Mitos = kepercayaan akan kebenaran (mis. Hantu) merupakan warisan turun temurun, tabu ditanyakan, dan

menghindari ratio (logos, akal budi)

 Setiap fakta dari aspek ontologi dapat dinyatakan kebenaran definisinya dan dapat dipandang dari dua obyek, yaitu

obyek materi dan obyek formal.

 Filsafat (Ontologi) : Ilmu tentang kebijaksanaan atau kebenaran

Yang dipelajari adalah obyek sebenarnya

Obyek sebenarnya :

 Obyek materi : Seluruh fakta kenyataan, misalnya : manusia, alam, dll

 Obyek formal : bidang kajian semua pengetahuan, mis : biologi, faal, kedokteran, dll

 Menurut Witgenstein, Titus :

Filsafat : Usaha untuk menyatakan kebenaran fakta secara menyeluruh, mendalam dan sejelas mungkin.









Hery@File.Com

II. ASPEK AKSIOLOGI

For What (Untuk Apa, Apa Nilainya)

A. Filsafat = Ilmu tanpa batas dan universal untuk

menemukan pengetahuan secara

menyeluruh dan dapat diungkapkan

dengan jelas

B. Filsafat = Ilmu yang mencari kebenaran paling dalam tentang

seluruh kenyataan.

Usaha menjawab secara metodis, sistematis

koheren tentang seluruh fakta / kenyataan

C. Filsafat = Ilmu pengetahuan umum untuk mencari kebenaran

seluruh fakta / kenyataan



 Filsafat (Aksiologi) : Adalah untuk mencari kebenaran tentang

seluruh fakta / kenyataan.

 Kegunaannya : 1. Menemukan kebenaran

2. Menimbulkan keyakinan

3. Menemukan ide

Hery@File.Com

III. ASPEK EPISTEMOLOGI (WHY, HOW)

 WHY :

karena keinginan berfilsafat untuk menemukan kebenaran dengan :



 memakai ratio-logos-akal budi. Seterusnya ditanyakan mengapa

benar karena didiskusikan, dianalisis dengan ratio untuk

menemukan kebenaran.

 mengapa ditanyakan oleh karena :



1. Ketakjuban akan dirinya “yang ada” (Plato & Aristoteles ± 350

SM), dan ketakjuban akan moral hukum dan langit dengan

bintang. Imanuel Kant (± 1750) memikirkan untuk ditemukan

bagaimana kebenarannya.

2. Kesangsian kemampuan panca indra (Agustinus ± 400,

Descartes ±1600) karena indrawi seringkali menipu ->

bagaimana kebenarannya

3. Kesadaran eksistensi dirinya yang kecil dibanding alam

semesta -> bagaimana kebenaran fakta / kenyataan tersebut.



Hery@File.Com

 HOW



1. Bagaimana pendekatannya berdasarkan

gejala atau phenomenologi?

2. Bagaimana klasifikasinya?

3. Bagaimana model atau metodenya?









Hery@File.Com

1. Pendekatan Fenomenologi / Gejala

• Gejala hubungan kesatuan asasi subyek (manusia)-

obyek (pengetahuan, benda untuk menemukan hasil

bersifat sementara dan terbuka) yang dapat dikritik.

• Gejala jasmani-inderawi yang merupakan hasil

pengalaman kongkrit (hasil tergantung tempat +

waktu)

• Gejala umum, pengalaman abstrak (hasil tak

tergantung tempat + waktu)

Cara/metode pendalaman gejala tersebut terus

dilakukan dan filsafat mencari kebenaran sesuai

klasifikasi filsafat dan model pendalamannya.



Hery@File.Com

2. Klasifikasi Filsafat Menuju Filsafat

Pengetahuan

1. Filsafat Manusia

2. Filsafat Alam

3. Filsafat KeTuhanan

4. Filsafat Etika

5. Filsafat Pengetahuan

 Filsafat Pengetahuan Umum

 Filsafat Ilmu Pengetahuan

diperlukan ilmu alam

ilmu pasti

ilmu kemanusiaan



Hery@File.Com

3. Model/Metode (Cara Mencari Kebenaran)

• Apriori (Plato) : universal partikuler



• Aposteriori (Aristoteles) : partikuler universal

Kebenaran pengetahuan (Epitesmi)

 Episteme : pengetahuan yang sejati berdasar :

- obyektifitas (empiri+rasio)

- untuk menemukan kebenaran

- kepastian

- abstraksi

- intuisi

 Epistemologi : pengetahuan sejati tentang :

- Apa : fakta

- Mengapa : causa

- Bagaimana : metode

Hery@File.Com

- Benar : Verifikasi

Bila Kumpulan pengetahuan yang benar/episteme/diklasifikasi,

disusun sitematis dengan metode yang benar dapat menjadi



epistemologi .



Aspek epistemologi adalah kebenaran fakta / kenyataan dari sudut pandang

mengapa dan bagaimana fakta itu benar yang dapat diverifikasi atau dibuktikan

kembali kebenarannya.









Hery@File.Com

Filsafat : Kebenaran yang dibuktikan secara :  Radikal

(individu)

 Rasional (obyektif)

 Sistemik (ilmiah)

 Semesta (universal)

Pembuktian Filsafat lebih luas daripada pembuktian Ilmu, oleh karena

mempertimbangkan :

 Ratio  Agama

 Ilmu sendiri + Ilmu lain  Seni

 Moral  Kebahagiaan

 Nilai  Kesemestaan





Hery@File.Com

Menurut Witgenstein, Titus :

Filsafat : Usaha untuk menyatakan kebenaran

ilmiah secara menyeluruh sejelas mungkin.

Menurut KattSoff (1963) :

Filsafat : Berpikir secara kritis, sistematis,

rasional, dan komprehensif hingga menghasilkan

suatu yang runtut dan benar



Jadi Filsafat adalah berpikir dengan cara yang

benar (teoritis) untuk menemukan keputusan

pengetahuan yang benar (praktis)



Hery@File.Com

Klasifikasi Lain dari Filsafat



Logika Deskriptif (Apa adanya)

Etika Normatif (seharusnya)

F. Kategori Metaetik (Analisis)

Metafisika = Ontologi = Filsafat

Pertama



Epistemologi = Filsafat Pengetahuan



Filsafat

Umum

Matematika

Filsafat Ilmu Pengetahuan Hukum

Hery@File.Com

Agama

Dan lain-lain

RINGKASAN SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT









1. Masa Yunani Kuno (Abad 6 SM – Akhir Abad

3 SM)

2. Masa Abad Pertengahan (Akhir Abad 3 SM –

Awal Abad 15)

3. Masa Modern (Akhir Abad 15 – Abad 19)

4. Masa Kontemporer (Abad 20)



Hery@File.Com

Masa Yunani Kuno (Abad 6 SM- Akhir Abad 3 SM)

1. Filsafat = pengetahuan tahyul, dongeng, mitos

= mitologi : Mitos -> Logos (mitos mengurang, ratio tumbuh)

Thales / air

Pythagoras / bilangan

Demokritos / atom

2. Filsafat = Logos

Sokrates : (469-399 SM) Dialektika Salah

Sokratik -> kesimpulan Benar

Plato : (427-347 SM) penyair, inspirasi tinggi

(Aristokles) – Melawan sofis -> Mencari kebenaran Sokrates dengan tulisan Filsafat : Apologia

(pembelaan Sokrates).

- Model abstrak dan matematik = apriori dengan ratio menemukan episteme (ingatan

yang benar atau ide abadi)

Kebenaran adalah : relatif, subyektif, ide dalam diri

obyektif : kenyataan / fakta diluar yang benar

Tulisannya : 1. Apologia, Kriton, Politea : negara

2. Simposium : diskusi tentang cinta

3. Phaedo : diskusi tentang jiwa yang tak mati

4. Phaidros : diskusi tentang ide

5. Parmenides : kritik terhadap ide ajarannya

6. Timaios : susunan alam semesta

7. Nomoi : Hukum-hukum

Mendirikan Akademi yang menjadi dasar Perguruan Tinggi jaman Pertengahan

Ajarannya = Platonisme yaitu kebenaran jasmani yang tak kekal dan kebenaran rohani / ide yang

kekal. Hery@File.Com

Lima abad kemudian = Neo Platonisme yang menggabungkan Platonisme dengan ajaran Gereja

3. Aristoteles (384 – 322 SM)



• Murid terpandai Akademi, guru Alexander Agung

• Mendirikan Lyceum dengan ajaran model kongkrit

• Ajaran Aristotelesanisme yaitu pengenalan inderawi atau empiris-aposteriori

(terikat pada waktu dan tempat) ; lalu pengenalan rasional yaitu episteme =

pengetahuan benar yang diperoleh dari sebab musabab.

• Tujuh karya : Logika / organon (analisis apriori- aposteriori), Ilmu eksakta,

Biologi, Psikologi, Metafisika, Etika & Politik, Sastra/Retorika

• Ia membagi 3 ilmu pengetahuan (IP) :

 I.P. Produktif = Pedomen bidang kesenian

 I.P. Praktis = Etika & Moral atau pedoman tingkahlaku

 I.P. Teoritis = Tak memihak

Fisika, Matematika, Filsafat Pertama

(metafisika = ontologi)









Hery@File.Com

Masa Abad Pertengahan (akhir abad 3 SM – awal abad 15)







1. Filsafat Yunani Kuno diambil alih Mesir (Cleopatra 69-30 SM)

2. Filsafat dilarang -> kembali ke Dogma Gereja = Theologi (Kaisar

Justianus ± 529 M)

3. Filsuf Islam Bagdad -> Cordoba Ibnu Sina (980 -1037)

4. Filsafat : kembali ke mitos = mistik

Plotinus -> Neo Platonisme ( abad ke 13) yaitu Platonisme manunggal

dengan Dogma Gereja.

5. Thomas Aquines (1225 – 1274)

Filsafat Yunani kuno tak dilarang malah untuk justifikasi Dogma Gereja.









Hery@File.Com

Masa Modern (Akhir abad 15 – 19)

1. Gerakan Renaissance (kelahiran kembali)

mentalitas individual – kebebasan, persamaan, emansipasi, otonomi diri.

2. Revolusi Copernicus (1473 – 1543)

Matahari : pusat alam semesta

Metode induktif – experimental

3. Zaman Aufklarung (pencerahan / abad 18)

Menggunakan akal budi dengan inti :

a. Ajaran Rasionalisme (Descartes, 1596-1650)

b. Ajaran Empirisme (Francis Bacon, 1561-1626) Pengetahuan inderawi

c. Ajaran Kritisisme (Immanuel Kant, 1724-1804)gabungan a + b

d. Filsafat Pragmatisme (William James, 1842-1910)

Kebenaran konsep/ide harus dilihat konsekuensi praktisnya

/ kegunaannya.

e. Filsafat Fenomenologi (Edmund Husserl, 1839-1939)

kebenaran = kenyataan benda itu sendiri

Tiga tahap dalam metode fenomenologis yaitu :

 Reduksi Fenomenologis

 Reduksi Eidetis

 Reduksi Transendental

f. Filsafat Eksistensialisme (S. Kierkegaard, 1813-1855)

Hery@File.Com

Masa Kontemporer (abad 20)

1. Filsafat Analitik (Ludwig Wittgenstein, 1889-1951).



2. Filsafat Ekstensialisme (lanjutan Jean Paul Sarte, 1905 – 1980)

 Ia menganggap manusia bebas memilih moralitas yang diinginkan hingga menciptakan eksistensi

dirinya. Manusia melakukan kebaikan, pendidikan bagi keturunannya dan hidup bermasyarakat.

 Menganggap Tuhan tidak ada dan manusia dapat memerankan peranan Tuhan (Vincent Martin)

 Ada 2 kelompok : anti agama & kelompok agama (percaya pada Tuhan)



3. Ethics and Limits of Philosophy (Bernard Williams)









Hery@File.Com

Perangkat Ilmu

Istilah Ilmiah

Istilah Ilmiah

• Ilmu memerlukan sejumlah pengertian yang dituangkan ke dalam istilah ilmiah

Meliputi bidang

• Besaran atau dimensi

• Aturan

• Penjelasan aturan



Besaran atau Dimensi

Mencakup

• Konstanta dan variabel

• Faktor

• Definisi

• Fakta

• Konsep

• Konstruk

• Data

• Sekor

• Dan sejenisnya









Hery@File.Com

Aturan Ilmu

Mencakup

• Masalah

• Hipotesis

• Proposisi

• Aksioma dan Asumsi

• Postulat

• Dalil dan Hukum

• Prinsip

• Dan sejenisnya



Penjelasan Aturan

Mencakup

• Teori

• Model dan Paradigma

• Dan sejenisnya





Hery@File.Com

Besaran atau Dimensi



1. Konstanta dan Variabel

• Konstanta memiliki nilai yang tetap;

• Variabel memiliki nilai yang dapat berubah

• Berubah tak acak (matematik)

• Berubah acak (probabilitas, statistik)



Variabel

Berkenaan dengan

apa dari siapa

atribut obyek

makhluk

benda

peristiwa





Hery@File.Com

Contoh Variabel



Atribut Obyek

Kepemimpinan manajer (orang)

Hasil belajar mahasiswa (orang)

Kebuasan buaya (hewan)

Kekuatan gajah (hewan)

Kesuburan pohon mangga (tumbuhan)

Nilai saham (benda)

Titik didih air (benda)

Keterjualan rumah (benda)

Kecepatan olah data (peristiwa)

Temperatur kebakaran (peristiwa)

Kelancaran penjualan (peristiwa)

Hery@File.Com

Simbol Variabel

• Variabel sering dinyatakan dalam bentuk simbol

• Simbol variabel dapat berbentuk:



• Gambar

    . . .



• Abjad Latin

A B X Y a b c . . .



• Abjad Yunani

Φ Γ Γ Χ α β κ . . .



• Sering ditambahkan dengan lambang indeks atau pangkat

Hery@File.Com

Abjad Yunani

Nama Kapital kecil Nama Kapital kecil

alpha Α α nu Ν λ

beta Β β xi Ξ μ

gamma Γ γ omicron Ο ν

delta Γ δ pi Π π

epsilon Δ ε rho Ρ ξ

zeta Ε δ sigma ΢ ζο

eta Ζ ε tau Σ η

theta Θ ζ upsilon Τ π

iota Η η phi Φ θ

kappa Κ θ khi Υ ρ

lambda Λ ι psi Φ ς

mu Μ κ omega Χ ω





Hery@File.Com

2. Faktor

• Sering dimaksudkan sebagai variabel penyebab



Sebab ----- akibat

(faktor)



• Ada kalanya diartikan sebagai kumpulan variabel

sejenis





Faktor 1 Faktor 2



A = Membaca D = Tambah

B = Menulis E = Kurang

C = Mengisi rumpang F = Kali

Faktor 1 = verbal Faktor 2 = numerik





Hery@File.Com

3. Definisi



• Definisi adalah batasan secara singkat tentang pengertian

dan lingkup suatu besaran



• Definisi Substansi

Batasan tentang pengertian substansinya



• Definisi Operasional

Batasan pengertian berkenaan dengan cara pengukurannya



• Biasanya rumusan definisi berupa satu kalimat saja

sedangkan pengertian luas atau pengertian lengkapnya

dijelaskan di dalam konsep atau konstruk



Hery@File.Com

4. Fakta



• Merupakan kenyataan konkrit yang teralami

• Biasanya dinyatakan di dalam bentuk sekor atau data



Contoh:

• Umur di dalam tahun

• Tingkat pendidikan

• Tempat lahir

• Jumlah mahasiswa

• Luas kampus

• Gaji karyawan



• Sering dicatat melalui inventori (misalnya melalui

kuesioner).









Hery@File.Com

5. Konsep

• Berkenaan dengan pengertian secara lengkap tentang sesuatu



Misalnya: Arti dari

• Mahasiswa

• Karyawan

• Manajer

• Komputer

• Jurusan teknik elektro

• Bayi

• Remaja



• Sesuatu yang sama bisa saja memiliki uraian konsep yang

berbeda karena perbedaan bidang ilmu, aliran, atau pakar

• Dicari dari literatur; memerlukan diskusi



Hery@File.Com

6. Konstruk

• Berkenaan dengan besaran abstrak yang dikonstruksi oleh para pakar; uraian

tentang pengertiannya secara lengkap



Misalnya:

• Sikap

• Minat

• Inteligensi

• Kepemimpinan

• Agresivitas

• Status sosial ekonomi



Dapat berbeda pengertiannya karena perbedaan

• Bidang ilmu

• Aliran/paham

• Pakar

Dicari melalui literatur; memerlukan analisis dan sintesis



Hery@File.Com

Analisis dan sintesis pada konstruk



Variabel (konstruk)

Literatur literatur literatur

. . .

. . .

. Analisis (urai) .

. . .

. . .

. Diskusi (bahas) .

. . .

. . .

. Sintesis (gabung) .

. . .

. . .

konstruk

(sesuai dengan konteks kita)









Hery@File.Com

7. Data dan Sekor



Data

• Catatan hasil pengamatan atau pengukuran yang obyektif, berbentuk

– Deskripsi

– Numerik

• Memerlukan alat ukur yang valid dan dapat dipercaya hasil ukurnya



Sekor

• Angka atau bilangan pada atribut dari subyek yang diperoleh melalui

aturan tertentu (pengukuran)

– Numerik

• Memerlukan alat ukur yang valid dan dapat dipercaya hasil ukurnya





Hery@File.Com

Perangkat Ilmu Aturan Ilmu





1. Masalah

• Masalah adalah rumusan pertanyaan ilmiah yang memerlukan

jawaban (biasanya belum terjawab atau jawaban yang ada masih

diragukan)

• Sebaiknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya serta diakhiri

dengan tanda tanya (?)

• Berisikan variabel yang biasanya berkaitan dengan

• variabel yang mengandung atribut serta responden pemilik

atribut

• pertanyaan tentang perbandingan variabel, atau

• pertanyaan tentang ketergantungan variabel



2. Hipotesis

• Hipotesis adalah rumusan pernyataan ilmiah sebagai jawaban

terhadap masalah serta masih memerlukan pengujian empiris

• Rumusan hipotesis harus sepadan dengan rumusan masalah

(supaya dicocokkan)

• Biasanya dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan





Hery@File.Com

Hipotesis Induktif

• Dari data diduga (dicurigai) ada keterkaitan di antara variabel

sehingga ingin dipastikan melalui pengujian hipotesis (statistika)

• Data harus sangat banyak dan representatif

• Setelah hipotesis teruji, barulah data digunakan untuk

digeneralisasi, sebab-akibat, ditemukan teorinya



Hipotesis Deduktif

• Dari premis mayor (teori, hukum, asumsi) dan premis minor

(kasus yang dipertanyakan di dalam masalah) dengan armentasi

(logika) ilmiah dihasilkan keterkaitan variabel

• Hipotesis ini diuji secara empiris (sering melalui sampel dan

diinferensi ke populasi)





Hery@File.Com

3. Proposisi

• Proposisi adalah istilah umum untuk pernyataan ilmiah yang

memiliki kemungkinan benar (true) dan palsu (false)

• Hipotesis adalah suatu bentuk proposisi; demikian juga dengan

hukum, teori, dan pernyataan ilmiah lainnya



4. Aksioma dan Asumsi

• Aksioma adalah suatu pernyataan yang diterima tanpa

pembuktian serta dapat digunakan sebagai dasar (premis) untuk

deduksi

• Asumsi sama dengan aksioma

• Digunakan pada logika, matematika, atau ilmu







Hery@File.Com

Beberapa Contoh Aksioma



• Benda yang sama-sama sama dengan benda yang sama adalah sama satu

terhadap lainnya



X=A dan Y = A

maka X = Y



• Jika sama ditambahkan kepada sama, maka jumlahnya adalah sama



X = Y

+ A A

--------------------

X+A = Y+A









Hery@File.Com

• Hanya ada satu garis lurus yang menghubungkan dua titik

yang diketahui



A ---------------------------- B









• Jika suatu titik O bergerak dari A ke B sepanjang suatu

garis lurus AB, maka O harus melewati suatu titik yang

membagi AB ke dalam dua bagian yang sama besarnya



--A-----------------0-----------------B--







Hery@File.Com

Beberapa Contoh Asumsi



Asumsi dari Aristoteles

• Benda berat jatuh lebih cepat dari benda ringan

• Benda yang bergerak akan berhenti dengan sendirinya

• Alam semesta terbuat dari tanah, air, udara, api, dan unsur kelima (quintessential)

Asumsi Ptolemaeus

• Semua benda langit beredar mengelilingi bumi dalam bentuk lingkarran

Asumsi Determinisme

• Di dalam alam ada sebab-akibat

• Di dalam alam ada keteraturan

Asumsi Empirisisme

• Ada pengalaman, klasifikasi, kuantifikasi, hubungan, serta pendekatan ke ke

kebenaran









Hery@File.Com

5. Postulat

• Postulat adalah pernyataan yang diterima tanpa pembuktian dan dapat

digunakan sebagai premis pada deduksi

• Ada yang menyamakan postulat dengan aksioma sehingga mereka dapat

dipertukarkan

• Ada yang berpendapat bahwa ada harapan bahwa pada suatu saat postulat

dapat dibuktikan



Contoh Postulat

Postulat Geometri

Dengan mistar dan jangka,

• dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain

• dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengan sebarang panjang

• dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-

jari sebarang panjang



Hery@File.Com

Postulat Ekivalensi Massa



• Hukum lembam Newton menggunakan massa lembam, m



G = ma



• Hulum gravitasi Newton menggunakan massa gravitasi, m

dan M









• Postulat: massa lembam m = massa gravitasi m

(dapat diterangkan oleh Einstein)









Hery@File.Com

Postulat Robert Koch (berupa etiologi

spesifik)



• mikroba tertentu menyebabkan penyakit tertentu (setelah

Pasteur menemukan mikroba)

• dengan kata lain: setiap penyakit disebabkan oleh satu sebab

mikroba tertentu









Hery@File.Com

6. Dalil dan Hukum Ilmiah

• Dalil (theorem) biasanya digunakan pada

matematika, hukum pada ilmu alam

(a) Dalil hungan tetap di antara besaran

Contoh:



Dalil Pythagoras



c a 2 + b 2 = c2

a



b

Dalil Garis Singgung

Garis singgung tegak lurus kepada jari-jari









Hery@File.Com

(b) Hukum Ilmiah

Aturan tentang hubungan tetap di antara

besaran yang teramati di antara benda atau

peristiwa



Ungkapan umum untuk memaparkan

• Fakta umum untuk keteraturan di dalam alam

• Hubungan di antara peristiwa

• Hubungan di antara variabel

yang teruji atau dapat diuji kebenarannya



Hubungan invarian (matematik atau statistik) di antara konsep ilmiah (ada

kalanya dapat dituangkan ke dalam bentuk rumus)







Hery@File.Com

Bentuk hubungan pada hukum ilmiah

Ada beberapa macam bentuk



Ciri atau sifat

• mis. Zat terdiri atas molekul

• Ruang-waktu terdiri atas 4 dimensi



hubungan korelasi atau ketergantungan



hubungan sebab akibat



urutan tak berubah

• mis. Urutan siang dan malam







Hery@File.Com

Contoh Hukum Ilmiah



• Hukum Boyle

Pada gas dengan temperatur tetap

pv = konstan



• Hukum Snellius

Pada pantulan cahaya

sudut pantul = sudut masuk



• Hukum Avogadro

Di dalam satu gram-mol zat terdapat

6. 1023 molekul



• Hukum Konversi Massa-Tenaga

E = m c2









Hery@File.Com

Jenis Hukum dilihat dari Sumber



Hukum teoretik

• mengacu kepada sesuatu atau ciri yang tidak dapat

diobservasi secara langsung

• mis. Hukum Avogadro tentang jumlah molekul

• di dalam satu gram-mol



Hukum empirik

• generalisasi yang mengacu kepada obyek atau ciri

yahg dapat diobservasi secara langsung

• mis. Hukum Boyle tentang tekanan dan volume gas

• ada kalanya berbentuk pendekatan (approximation)







Hery@File.Com

Jenis Hukum dilihat dari Ketepatan



Hukum universal

• menunjukkan keteraturan yang berlaku tanpa perkecualian

• mis. Hukum Newton

• gerak komet, gerhana, dapat diprediksi dengan kecermatan

tinggi



Hukum statistik

• menunjukkan keteraturan menurut suatu persentase tertentu

(berdasarkan probabilitas)

• mis. Prediksi cuaca, keluruhan inti atom uranium

• dapat melakukan prediksi dengan kecermatan agak rendah









Hery@File.Com

Penemuan Hukum (dan Teori)



• segera diakui (penemu partikel W langsung

memperoleh hadiah Nobel)

• ditolak dulu, baru kemudian diakui (temuan ion oleh

Svante Arrhenius)

• baru diakui setelah penemunya meninggal (hukum

Mendel)

• penemunya lebih dari seorang di tempat lain

(telepon)

• diterima tetapi kemudian ditolak (bumi datar)



Di beberapa cabang ilmu, penemuan yang hebat

memperoleh hadiah







Hery@File.Com

7. Prinsip atau Asas

Hukum yang mendasar pada cabang ilmu



Contoh: Asas Indeterminisme Heisenberg (1928)



Pada partikel subatomik terdapat indeterminisme; secara teoretis

• kalau massa terukur tepat, maka kecepatan tak bisa terukur tepat

• kalau kecepatan terukur tepat, maka masa tidak bisa terukur tetap

ada celah ketidakpastian

• kecil sekali yakni dalam orde konstanta Planck seukuran

6,626. 10-34







Hery@File.Com

Perangkat Ilmu

Penjelasan Aturan



1. Pengertian Teori Ilmiah



Ada sejumlah pengertian tentang teori ilmiah, mecakup

• strutur sistematik yang luas, dihasilkan oleh imaginasi manusia,

mencakup serumpun hukum empirik (pengalaman) tentang keteraturan

yang ada pada obyek dan peristiwa, baik yang terlihat maupun yang

tidak. Teori ilmiah disusun untuk menjelaskan hukum secara ilmiah

• sajian sistematik tentang hubungan seperangkat variabel

• penjelansan tentang gejala

• maksud dasar ilmu melalui perolehan teori yang memberi penjelasan ayng

sah tentang gejala alamiah

• dan lain-lain



Hery@File.Com

Teori Menurut Kerlinger

• teori adalah seperangkat konstruk [konsep], definisi, dan proposisi

yang saling berhubungan yang menampilkan pandangan sistematik

dari gejala dengan jalan menspesifikasikan hubungan di antara

variabel dengan tujuan untuk menjelaskan dan memprediksti gejala itu



Teori Menurut Mouly

• 1. Suatu sistem teori harus memungkinkan deduksi yang dapat diuji

secara empirik

• 2. Teori harus cocok dengan observasi dan dengan teori yang sudah

tervalidasi

• 3. Teori harus dinyatakan dengan cara sederhana (parsimoni)









Hery@File.Com

Perbedaan Hukum dan Teori

• Pada hukum, aturan penamatan cukup jelas, sehingga

hukum dapat langsung diuji

• Pada teori, sebagian besarnya mungkin saja tidak

teramati; teori dapat menjelaskan hukum



Misal: Hukum Boyle dengan teori dinamika gas



• Hukum Boyle

pv = konstan pada temperatur tetap

• Teori Dinamika

gas terdiri atas molekul yang bergerak dan

membentur dinding (- -> tekanan)

volume diperkecil, benturan molekul ke

dinding makin hebat (--> tekanan naik)









Hery@File.Com

Beberapa Hukum dan Teori

hukum Archimedes

hukum Boyle

hukum Newton

hukum Snellius

hukum Mendel

hukum Bernoulli

hukum Pascal

hukum Ohm



teori gravitasi

teori relativitas

teori kinetika (dinamika) gas

teori kuantum

teori elektromagnetik

teori ion

teori Maslow







Hery@File.Com

Teori sebagai Realitas atau Instrumen



• Teori dapat dianggap sebagai suatu realitas; apa yang

diteorikan memang betul-betul ada

• misalnya, teori molekul, apakah molekul betul ada?



• Teori dapat juga dianggap sebagai instrumen untuk

menjelaskan (instrumental)

• misalnya, teori molekul, tidak menjadi soal apakah

molekul betul ada atau tidak, yang penting sebagai alat,

teori berguna untuk menjelaskan dan dibunakan sebagai

premis



Parsimoni

• Teori dikontrol oleh parsimoni yakni harus yang paling

sederhana (pisau cukur Ochkam)









Hery@File.Com

2. Model atau Paradigma



• Secara luas, paradigma adalah semua bentuk yang biasa kita gunakan

sehingga menjadi model dari kehidupan kita

• Secara sempit, model atau paradigma adalah bentuk contoh guna

mempermudah pemahaman tentang sesuatu (konsep, hukum, atau

teori)



Wujud Paradigma

• model fisik (maket bangunan, manekin)

• model matematika (rumus)

• simulasi (planetarium)





Hery@File.Com

Perangkat Ilmu

Pandangan terhadap Teori



Pandangan terhadap Teori



• Ada kalanya teori tidak lagi cocok dengan keadaan tertentu

• Ada kalanya teori baru muncul sebagai saingan terhadap teori lama

• Bagaimana sikap kita terhadap teori yang dapat mengalami hal-hal seperti ini





Perkembangan Beberapa Teori

• Teori bumi datar, sudah ditinggalkan orang, diganti dengan bola dunia

• Teori geosentris, sudah ditinggalkan orang, diganti dengan heliosentris

• Teori eter, sudah diuji, ternyata tidak ada

• Teori phlogiston, sudah ditinggalkan orang





Hery@File.Com

Perangkat Ilmu

Pandangan terhadap Teori



Perkembangan Beberapa Teori

Teori Cahaya Huygens

• Cahaya adalah gelombang, bagus menerangkan

pantulan, refraksi, dan sejenisnya; untuk tiba dari

matahari ke bumi, dianggap ruang tidak hampa

tetapi berisi eter (nilai teori ini tinggi)



Teori Cahaya Newton:

• Cahaya adalah pancaran partikel, tidak bisa menerangkan

pantulan, refraksi, dan sejenisnya (nilai turun); kemudian

dapat menerangkan fotoelektrik yang tidak bisa

diterangkan oleh teori gelombang (nilai teori naik lagi)



Teori Cahaya Kuantum:

• Cahaya adalah partikel yang bergelombang (gelombang

elektromagnetik--EM); cahaya berubah-ubah dari medan

EM ke foton dan sebaliknya





Hery@File.Com

Teori Hampa

• Aristoteles dan cendekiawan Yunani Kuno beranggapan

bahwa tidak ada hampa

• Torricelli dengan tabung air raksa, menunjukkan adanya

hampa

• Dengan teori E = m c2, apakah ruang hampa tidak berisi E

sehingga tidak hampa



Teori Newton

• Tidak cocok untuk planet Uranus

• Ditemukan planet Neptunus yang mengganggu gerak

Uranus sehingga tampak tidak cocok dengan teori

Newton



Teori Paritas

• Dianut oleh fisikawan

• Kemudian ditinggalkan karena tidak cocok









Hery@File.Com

Ilmuwan dan Teori

• Ilmuwan dapat menganut suatu teori dan dapat juga meninggalkannya

• Ada kalanya teori yang sudah ditinggalkan bangkit lagi dan dianut lagi oleh

ilmuwan

• Di sini, dilihat pandangan dari Popper, Lakatos, dan Kuhn terhadap teori



Kebenaran Teori

• Kita tidak dapat mengatakan teori itu benar atau tidak benar; yang dapat

dikatakan bahwa teori itu masih cocok untuk menerangkan gelaja yang

teramati

• Teori dapat ditinggalkan orang karena orang menganut teori lain; tetapi dalam

keadaan tertentu, orang dapat kembali ke teori yang telah ditinggalkan









Hery@File.Com

Perangkat Ilmu

Falsifikasi Popper

Karl Raimund Popper (1902-

• Penyusunan teori berlangsung melalui “imaginasi kreatif” manusia, dan bukan

melalui induksi

• Teori adalah spekulatif, falsifiabel (bisa palsu), sehingga perlu diuji secara

ketat

• Pengujian dapat terjadi berulang kali, tanpa batas



Falsifikasi

• Untuk menjadi bagian dari ilmu, hipotesis, hukum, teori harus memiliki

kemampuan untuk palsu

• Kepalsuan akan tampak manakala ada amatan logis yang tidak cocok dengan

hipotesis, hukum, teori

• Hipotesis, hukum, teori yang tidak memiliki kemampuan untuk palsu, bukan

bagian dari ilmu

Hery@File.Com

Contoh tidak bisa falsifikasi

Psikoanalisis Freud

• Ketika ada orang menenggelamkan anak ke air, hal ini

dapat diterangkan dengan alasan depresi

• Ketika ada orang menempuh bahaya menolong anak itu

dari ari, hal ini diterangkan dengan alasan sublimasi

• Jadi psikoanalisis ini bisa menerangkan hal yang

berlawanan, sehingga tidak pernah bisa salah

• Ini bukan bagian dari ilmu



Contoh falsifikasi

Relativitas Einstein

• Dengan teorinya, Einstein menghitung lenturan cahaya

karena melewati daerah dekat massa matahari

• Diuji pada gerhana matahari tahun 1919, ternyata cocok

• Kalau hitungan Einstein tidak cocok dengan kenyataan

maka teori Einstein keliru









Hery@File.Com

Derajat Falsifiabel



• Makin umum atau makin luas cakupan suatu teori, makin mudah teori itu

mengalami kasus ketidakcocokan, sehingga derajat falsifiabel menjadi tinggi



Contoh:

• (A) Planet Mars mengedari matahari menurut elips

• (B) Semua planet mengedari matahari menurut elips

• Derajat falisfiabel (b) lebih tinggi dari dari derajat falsifiabel (A)



• Derajat falsifiabel menjadi ukuran keluasan atau keumuman suatu teori

• Suatu teori makin baik jika derajat falsifiabelnya makin tinggi









Hery@File.Com

Modifikasi Ad Hoc

• Kalau teori tidak cocok dengan suatu kenyataan,

maka teori itu dimodifikasi ad hoc

• Modifikasi ad hoc adalah modifikasi kecil dan sering

tidak diuji lagi





Modifikasi

• Dapat juga teori yang tidak cocok dengan

kenyataan dimodifikasi

• Modifikasi berukuran lebih besar dan diuji lagi

• Melalui modifikasi, teori yang bertahan, bisa terus

bertahan; kalau tidak bertahan, teori itu bisa

ditinggalkan orang

• Contoh: Hukum Newton pada planet Uranus







Hery@File.Com

Contoh Modifikasi Ad Hoc

Nasi

• Nasi menyehatkan orang

• Kalau di suatu tempat orang sakit karena makan nasi, maka dibuat modifikasi ad hoc

• Kecuali di tempat itu, nasi menyehatkan orang

Permukaan bulan

• Menurut Aristoteles, bulan bulat sempurna

• Setelah diteropong, permukaan bulan bergunung, maka dibuat modifikasi ad hoc

• Permukaan bulan ditutup oleh zat yang tak tampak di teropong; bulan tetap bulat sempurna

Phlogiston

• Dulu pembakaran dan karatan dianggap terjadi karena di dalam zat ada phlogiston (bakar)

• Phlogiston keluar terjadi kebakaran atau karatan, sehingga zat menjadi ringan

• Ada kasus karatan, zat bertambah berat; perlu dimodifikasi ad hoc

• Ada phlogiston positif dan negatif









Hery@File.Com

Bertahan dan Lenyap



Hipotesis, hukum, atau teori dapat bertahan (terus dianut

orang) atau lenyap (ditinggalkan orang)



Bertahan

• Karena selalu cocok dengan pengalaman; tidak ada kasus

yang tidak cocok

• Karena setelah dimodifikasi, tidak ada lagi kasus yang

tidak cocok



Lenyap

• Karena sering tidak cocok dengan pengalaman

• Karena setelah dimodifikasi, masih saja tidak cocok

dengan kenyataan

• Karena bersama ketidakcocokan, muncul teori baru yang

menjadi lawannya









Hery@File.Com

Sejumlah pertanyaan tentang teori

1. Apa yang dimaksud dengan teori ?

Hanya ada stu macam saja teori itu, atau beberapa macam?

Adakah teori yang tidak benar, atau apakah semua teori itu

benar?

2. Apa yang diartikan dgn kebenaran teori atau kebenaran ilmiah?

Jika pasti memang ada, apa kriterianya? Apakah kebenaran

teori atau ilmiah tentang sesuatu soal, hanya ada satu atau bisa

lebih dari satu? Tetap, pasti, atau dapat berubah?

3. Teori atau pernyataan ilmiah yang benar itu diperoleh atau

ditemukan dengan cara-cara kerja bagaimana? Dengan

metode logis deduktif, atau empirik-induktif, atau harus reduktif,

atau semuanya sekaligus?

4. Apa syaratnya bagi sesuatu pernyataan itu untuk dapat diterima

sebagi teori atau pernyataan ilmiah, atau pernyataan kebenaran

ilmiah







Hery@File.Com

5. Siapa yang punya otoritas menilai mutu dari sesuatu teori itu?

Penemu pertama, kelompok para akhli, atau setiap orang

yang mengerti dan berkepentingan+

6. Apakah tiap pernyataan yang benar itu memuat kebenaran

ilmiyah? Apa sesungguhnya kebenaran itu, apa bedanya

antara kebenaran dengan pemikiran logis-rasional, atau

dengan ketepatan, kesesuaiaan dengan sesuatu kaidah

7. Apakah kebenaran itu obyektif, terdapat dan melekat pada

obyek atau pada data tenang obyek, ataukah kebenaran

itu suatu interpretasi yang paling tepat yang disimpulkan

para ahli mengenai obyek ybs? Apa pula syarat bagi

interpretasi yg demikian tu?









Hery@File.Com

8. Apakah kebenaran itu akhirnya sesuatu yang nyata (reality), yg

faktual, adakah realita yang tak faktual, yang tak dialami

langsung secara fisik? Adakah sesuatu kebenaran atau realita

lain, selain yang faktual?

9. Adakah metode lain untuk menguji suatu ketepatan hipotetikal

sebagai kebenaran sementara, selain uji statistik dan uji

signifikansinya?

10. Jika kluster dan datanya tidak (berasal dari sampel atau

populasi) normal dan homogin, jika perilaku sampel tidak tetap

melainkan berubah terus-menerus, jika perilaku populasi begitu

ompleks dan mendekati kesemrawutan (chaos), uji statistik

mana yg masih ampuh?

11. Lalu apa fungsi, egunaan atau manfaat teori itu yang

sebenarnya, untuk epuasan mental saja, untuk menjadi dasar

sesuatu model, untuk dasar sesuatu desain untuk jadi dasar

bagi kebijakan, bagi operasi/perilaku sesuatu RLS (Real Life

System) untuk dasar kontrol dan evaluasi operasi/perilaku

RLS? Hery@File.Com

PASCA POSITIVISME: SATU VISI TENTANG TEORI



• KARL POPPER TERKENAL DENGAN METODE UJI TEORI,

MENJELASKAN SOAL FALSIFIKASI DALAM BUKUNYA The Logic

of Scientific Discovery tahun 1959

• Pokok-pokok pikiranya:

1. Pengetahuan dapat dianggap bernilai

ilmiah jika obyektif dan teoritikal, yaitu dapat mengungkapkan yang

esensial dari dunia yang telah dan dat diobservasi;









Hery@File.Com

2. Ada kecocokan atau kesesuaian

antara pernyataan teori tentang

dunia yang diobservasi;

3. Nilai atau mutu dari pernyataan ilmiah bersifat probable,

yaitu tentang suatu ketepatan yang mungkin, yang

sementara, bukan yang pasti dan tetap, karena ia

dianggap tepat selama belum dapat dibuktikan yang

berlainan, berbeda, atau bertentangan;

4. Nilai atau mutu dari sesuatu pernyataan ilmiah harus

terbuka untuk dikaji dan diuji dari beberapa sudut oleh

para pakar lain, berkali-kali atau terus-menerus sehingga

mencapai bukti-bukti yang menyanggahnya;

5. Cara kerja yg tepat ialah metode deduktif dengan

membuat dalil umum dalam bentuk premis atau

hipotesis yang berfungsi sebagai lampu pencari (search

light), yang dengan bantuan data faktual dapat

diturunkan ke proposisi partikularnya





Hery@File.Com

6. Menggunakan metode induktif murni tidaklah tepat. Cara

kerja induktif harus ditolak, arena aan menghasilkan premis

atau hipotesis pertikular;

7. Metode uji verifikasi juga harus ditolak, karena dianggap

tidak memadai untuk menemukan nilai ilmiah baru;

8. Untuk memajukan nilai ilmiah, yang lebih tepat ialah

metode uji falsifikasi sebagai kriteria pengontrol dan

pengujinya









Hery@File.Com

THOMAS KUHN

The Structure of Scientific

Revolutions (1962, 19700)

• Paradigma, krisis, revolusi ilmiah, pra-paradigma, ilmu

normal, dan anomali



• Tahap I: Ilmu dengan teori yg pra-paradigmatik

• Tahap II: Ilmu normal tatkala dari fakta dan

kesimpulannya berkembang teori-teori yg bersaingan,

maka mengemukalah suatu teori yg mendapat

• Tahap III: dengan bekerja kerasnya para ilmuwan lain

itu, ditemukan ada anomali,

• Tahap IV; Jika anomali dapat dipecahkan dengan teori

baru, dengan presisi lebih tinggi yg mengandung daya

prediktif lebih mapan,





Hery@File.Com

PHILOSOPHY OF SCIENCE: SIR KARL POPPER

Popper has devoted much of his career to answering the questions: What is science? How is

science performed? Although these questions may at first seem easy to you, consider such

areas as astrology and Marxism. Could these approaches be considered scientific? Why

not?

Falsificationism is the name given to Popper’s description of how science is performed.

Falsificationism suggests that science should be concerned with disproving or falsifying

theories through logic based on observation. How is this accomplished? First, a scientist

must create a consistent falsifiable hypothesis. A falsifiable hypothesis is one that can be

shown to be false. For example, the hypothesis “It will rain in Tuscaloosa, Arizona, on

Tuesday, December 23, 1997” is a testable hypothesis. Likewise the hypothesis “All objects

regardless of weight will fall to earth at approximately the same speed” is a testable

hypothesis. However, a hypothesis such as “ESP (extrasensory perception) exists” is an

untestable hypothesis. Even the hypothesis “Gravity exists” is untestable. It may be true that

both ESP and gravity exist, yet until the hypothesis is stated in a form that can be falsified,

the hypothesis is not testable. Second, once a scientist has a falsifiable hypothesis, the task

is to develop a test of the hypothesis. Third, the hypothesis is tested. Fourth, if the

hypothesis is shown to be false, a new bold hypothesis is developed.









Hery@File.Com

Perangkat Ilmu

Program Penelitian Lakatos

Imre Lakatos

• Ilmu adalah program penelitian terstruktur, dan bukan

trial and error

• Penganut suatu teori melindungi teorinya dengan sabuk

pengaman

• Kalau ada ketidakcocokan, penganutnya akan membela

dengan berbagai alasan

• Anomali, kesalahan observasi, gangguan pada observasi,

kesalahan ukur, . . .



Heuristik

• Lakatos mengemukakan heuristik positif dan negatif

• Heuristik positif adalah hal yang dianjurkan untuk

dilakukan

• Heuristik negatif adalah hal yang dianjurkan untuk tidak

dilakukan (termasuk tidak langsung menolak teori anutan

yang tidak cocok dengan kenyataan)



Hery@File.Com

Contoh Pelindung

Pada Astronomi Ptelomaeus

• Gerak planet maju mundur,

• Pelindung: ada gerak episiklus

• Demi parsimoni, beralih ke teori Kopernikus



Pada Teori Newton

• Leverrier menemukan bahwa gerak planet Uranus tidak

cocok dengan teori

• Pelindung: ada benda pengganggu

• Galle menemukan planet Neptunus sebagai pengganggu



Pada Gelombang Cahaya

• Bagaimana gelombang cahaya melewati ruang hampa

• Pelindung: ada zat eter di dalam ruang “hampa”

• Ternyata eter tidak ada; Maxwell menunjukkan bahwa

gelombangnya adalah elektromagnet









Hery@File.Com

Sistem Geosentris dan Ptolemaeus menyebabkan

gerak planet maju mundur. Pelindung melalui

pembuatan episiklus



SATURNUS

JUPITER









MARS



EPISIKLUS



VENUS







MATAHARI





MERKURI



BUMI





BULAN









Hery@File.Com

Fakta Baru

• Program penelitian (teori) memiliki karakeristik sama yakni dapat

memprediksi fakta baru

Contoh:

• Prediksi Halley tentang kembalinya komet 72 tahun kemudian

• Prediksi Einstein tentang terlihatnya bintang di balik matahari ketika

gerhana matahari

• Prediksi Mendeleyev (melalui tabel periodik) tentang sifat unsur

yang belum ditemukan



Progresif dan Degeneratif

• Program penelitian (teori) progresif menghasilkan fakta baru (yang

belum diketahui); ada kalanya memerlukan waktu lama

– Program penelitian (teori) degeneratif hanya menampung fakta yang

sudah diketahui; bisa ditinggalkan orang









Hery@File.Com

PHILOSOPHY OF SCIENCE: IMRE LAKATOS

Imre Lakatos suggests that the important advances in science are made through the adherence to research

programs. By saying this, Lakatos means that science is more than following trial-and-error hypotheses. A

research program is the examination of a number of major and minor hypotheses concerning a topic. Some

examples Lakatos gives of research programs are Newton’s theory of gravity, Einstein’s relativity theory, and

the theories of Freud.

An important point, specifies Lakatos, is whether the research program is progressive or degenerating. How

do you tell the difference? The main characteristic of a progressive research program is that it predicts novel

facts. Thus a progressive program leads to the discovery of new facts, whereas a degenerating program only

interprets known facts in light of that theory. By this he means that a degenerating research program only

explains the results of already existing experiments, whereas a progressive research program leads one into

new directions and predicts new facts. In this way, Lakatos proposes that science changes not by sudden

revolutions, as Kuhn suggested, but through the replacement of degenerating research programs with

progressive ones.









Hery@File.Com

Perangkat Ilmu

Paradigma Kuhn

Thomas S. Kuhn

• Melihat teori sebagai struktur terorganisasi

• Struktur teori berbentuk paradigma

• Teori bisa mengalami krisis sehingga dapat saja diganti

oleh teori lawannya



Paradigma Kuhn menurut Larry Laudan

Pertama dan terutama

• Paradigma memberikan kerangka konseptual untuk

mengklasifikasikan dan menjelaskan obyek alamiah

Kedua

• Paradigma menspesifikasikan metoda, teknik, dan alat

yang layak di dalam inkuiri untuk mempelajari obyek pada

wilayah aplikasi yang relevan

Ketiga

• Penganut paradigma berbeda akan mendukung perangkat

tujuan dan ideal yang berbeda



Hery@File.Com

Teori Normal dan Teori Revolusioner



Teori normal

• Teori yang digunakan menurut paradigma serta dianut oleh

seluruh komunitas



Krisis

• Jika muncul banyak anomali, maka teori normal mengalami krisis



Teori revolusioner

• Paradigma tandingan yang dapat mengatasi anomali



Penggantian teori

• Dalam keadaan tertentui, teori revolusioner dapat saja

menggantikan teori normal; kemudian teori revolusioner ini

menjadi teori normal (sampai krisis lagi) dan berlangsung secara

siklus









Hery@File.Com

Pergeseran Paradigma



• Ilmuwan dapat saja berpindah dari paradigma (teori) ke

paradigma (teori) lain



Contoh: Teori panas

• Teori phlogiston (dianut oleh Priestly)

• Bergeser ke teori oksigen (Lavoisier dan Dalton)

• Bergeser lagi ke teori tenaga (Joule)









Hery@File.Com

PHILOSOPHY OF SCIENCE: THOMAS KUHN

When Newton said, “I stand on the shoulders of giants,” he was referring to

those individuals who came before him and on whose work he was able to

build his scientific system. Many of us have similar ideas when it comes to the

progression of science. We think that each new discovery is simply added to

old discoveries with the result being a gradual accumulation of knowledge.

In 1962, Thomas Kuhn suggested that this view is wrong. Kuhn proposed that

science actually goes through a series of revolutions. Following each

revolution, a new system or method for performing science is instituted. The

new system or world view is referred to as a paradigm or set of assumptions,

which guide scientific activity until a new revolution and paradigm shift take

place. The stable period between revolutions is referred to as normal science.

Normal science is the process of problem solving, which most of us think of

when someone uses the term science. Normal science for Kuhn is always

science performed in relation to a particular paradigm.

As an example of the role of paradigms, assume you were a mapmaker before

the time of Columbus. You would draw your map as if the world were flat,

since that was the accepted belief. You, as a mapmaker, would never think to

question this belief; it was a given in your task of drawing maps. Then in the

Middle Ages, there was there was the mapmaker’s version of a scientific

revolution. The









Hery@File.Com


Related docs
Other docs by HC12011201335
Paroisse de Montfort l'Amaury
Views: 1  |  Downloads: 0
LA RESILIENCIA
Views: 0  |  Downloads: 0
DECRETO NUMERO 33-98
Views: 1  |  Downloads: 0
estima08a
Views: 0  |  Downloads: 0
hypercalcemie
Views: 0  |  Downloads: 0
variacao genetica e nutricao
Views: 0  |  Downloads: 0
EXPUNERE DE MOTIVE
Views: 1  |  Downloads: 0
00secundariapropuesta
Views: 0  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!