Docstoc

trick memperoleh kamera terbaik

Document Sample
trick memperoleh kamera terbaik Powered By Docstoc
					Kiat Jitu Pilih Kamera Digital




                               Begitu banyak pilihan kamera digital sekarang ini. Manakah yang
paling tepat untuk Anda? Apa artinya istilah-istilah yang terdapat pada product brochure,
ataupun data spesifikasi yang tersedia pada situs produsen? Kami akan mencoba membantu
Anda membuat pilihan yang tepat untuk memilih kamera digital.

B. Setyo Ryanto

Akhirnya, uang yang dialokasikan untuk membeli kamera digital sudah terkumpul.
Tentunya Anda tidak ingin salah pilih dalam memilih kamera digital. Namun begitu
banyak pilihan yang tersedia. Baik mulai produsen yang memproduksinya ataupun
begitu beragamnya jenis kamera digital yang tersedia sekarang ini.


Kamera digital memang sudah dapat dikatakan terjangkau sekarang ini. Bandingkan
dengan harganya pada tahun tahun sebelumnya. Bahkan sekarang sebuah kamera
digital SLR (D-SLR) sudah dapat dimiliki dengan kisaran harga mulai dari US$1.000.


Secara tidak langsung, penurunan harga untuk kamera digital juga disebabkan
maraknya para produsen meluncurkan model-model terbarunya, dengan harga yang
mulai terjangkau. Terutama untuk kelas kamera digital SLR. Para peminat D-SLR tentu
belum melupakan produsen Canon yang mulai menggebrak dengan produknya EOS
D300 atau yang juga dikenal dengan nama Canon Rebel.


Selanjutnya dalam selang waktu yang singkat tidak ketinggalan Nikon dengan D70-nya
yang dibanderol dengan harga pada kisaran US$1.100. Tidak terlalu terpaut jauh,
bukan? Harga kedua produk tersebut adalah harga bundel camera body yang disertai
dengan sebuah lensa. Tidak lagi hanya harga body only. Ini memastikan pembeli dapat
langsung menggunakannya tanpa perlu melakukan proses tambahan untuk pembelian
lensa lagi. Selanjutnya, kita tinggal menunggu produsen lain untuk meluncurkan produk
sekelas dengan harga yang makin bersaing. Konon hal ini akan terus berlangsung pada
tahun 2004 ini.


Dari beragamnya jenis kamera digital, manakah yang tepat untuk Anda? Apa artinya
istilah-istilah teknis yang terdapat pada product brochure ataupun data spesifikasi pada
situs produsen yang bersangkutan? Apa keuntungan atau kegunaannya untuk sisi
pengguna?


Kami akan mencoba mengulasnya untuk Anda. Baik yang sedang mencari-cari kamera
digital, pencinta fotografi, ataupun sekadar tambahan informasi dan bahan
pertimbangan untuk para pemilik kamera konvensional 35 mm yang ingin beralih ke
kamera digital.

MegaPixel Bukanlah yang Utama
Ada yang berpendapat bahwa makin besar MegaPixel (MP) yang dimiliki sebuah
kamera digital akan menentukan makin baik tidaknya sebuah kamera digital. Pendapat
ini memang tidak salah, namun tidak sepenuhnya tepat. Walupun hal inilah yang sering
dijadikan kata kunci oleh para produsen, sekaligus terkadang menyesatkan calon
konsumen.


Kualitas dari sebuah kamera digital tidak hanya ditentukan dari resolusi gambar yang
dapat dihasilkan. Masih ada lagi variabel lain yang menentukan kualitas kamera digital,
seperti kualitas lensa dan sensor image yang digunakan. Di sini kami akan coba
menjabarkan apa yang perlu diperhatikan dalam hal resolusi gambar yang dapat
dihasilkan.

1. Sensor image yang digunakan.
Sebuah kamera digital compact dengan 3 MegaPixel sensor dengan kisaran harga
mulai US$150. Sedangkan kamera digital yang lain dengan resolusi yang sama dijual
dengan kisaran harga US$200. Kenapa bisa begitu berbeda jauh harganya untuk
sebuah produk dengan spesifikasi yang relatif sama? Ternyata jika diperhatikan, produk
pertama menggunakan CMOS sebagai sensor image-nya. Sedangkan produk kedua
menggunakan CCD untuk sensor image yang digunakan. Apa bedanya antara kamera
digital yang menggunakan sensor image CCD dan CMOS? Untuk hal ini dapat Anda
lihat pada boks “CCD vs CMOS”.

2. Jumlah efective pixel-nya.
Sekalipun sebuah kamera digital memiliki jumlah sensor yang banyak (sampai jutaan
MegaPixel), namun yang perlu lebih diperhatikan adalah jumlah sensor image yang
efektif. Apa maksudnya?


Sensor image pada kamera digital bertugas menangkap cahaya. Karena keterbatasan
desain, maka jumlah sensor yang digunakan tidaklah sepenuhnya digunakan untuk
menghasilkan gambar yang ditangkap. Sebabnya antara lain adalah pixel yang tidak
menghasilkan gambar digunakan untuk pixel pembatas juga untuk penyesuaian white
balance. Untuk itu, perlu diperhatikan jumlah pixel yang menghasilkan gambar, atau
sering digunakan istilah efective pixel. Inilah jumlah pixel pada gambar yang akan
dihasilkan oleh kamera digital. Untungnya, ada beberapa produsen yang mau mengakui
jumlah pixel yang efektif.

3. Waspada dengan penggunaan teknik interpolasi.
Beberapa product brochure menjelaskan sebuah produk mampu menghasilkan gambar
dengan resolusi mencapai 3 MegaPixel, dan ini dicetak dengan ukuran huruf yang besar
lagi tebal. Padahal pada data spesifikasi yang dimiliki produk yang bersangkutan,
produk ini hanya memiliki sensor image dengan jumlah pixel efektif sebesar 2
MegaPixel. Ini artinya sensor image yang dimiliki biasanya beresolusi 1600x1200 alias
1.920.000 pixel. Di sinilah calon pembeli wajib waspada. Atau Anda malah bingung?
Dari mana sisa pixel yang lain dihasilkan? Di sinilah teknik interpolasi dilakukan.


Ada proses komputasi tambahan untuk menambahkan selisih resolusi gambar yang
dihasilkan. Proses ini biasanya dilakukan pada saat proses download gambar ke PC
dengan menggunakan software interface yang disertakan. Atau bisa juga dilakukan oleh
firmware kamera digital tersebut.


Catatan: perlu ketelitian ekstra untuk menemukan hal-hal seperti ini. Biasanya pihak
produsen cukup kreatif pada saat mencantumkan spesifikasi produknya.

Jumlah resolusi yang mampu dihasilkan oleh sebuah kamera digital ada baiknya
disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Jika kebutuhan Anda hanya untuk dikirim
via e-mail, untuk mengisi web blog, ataupun jika dicetak tidak lebih dari ukuran 5x7 inci;
sebuah kamera digital dengan 2 MegaPixel sebetulnya sudah memadai. Harga kamera
untuk kebutuhan ini relatif murah, mulai dari kisaran harga US$100. Kamera di kelas ini
biasanya berupa digital kamera point and shoot yang mudah dalam penggunaannya,
meskipun kebanyakan menutup kemungkinan untuk bereksperimen. Kebanyakan
berupa kamera pocket yang kecil dan mungil.


Jika kebutuhan Anda lebih dari ini, seperti untuk kebutuhan cetak yang lebih besar atau
detail gambar yang lebih baik disarankan untuk memilih mulai dari 3 MegaPixel ke atas.


Image Quality
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, yang menentukan kualitas gambar
sebuah kamera digital tidak hanya dari jumlah resolusi gambar yang dapat dihasilkan.
Sekarang giliran kualitas gambar yang dapat dihasilkan. Untuk hal ini, akan ada banyak
hal yang terkait. Namun perlu diakui, akan ada unsur selera yang sedikit banyak
mempengaruhi pilihan pada sebuah kamera digital.

4. Jenis mekanisme fokus yang digunakan pada lensa.
Untuk yang satu ini, cukup banyak produsen yang sering menyembunyikan informasi
berkenaan fokus yang digunakan. Kebanyakan kamera digital murah menggunakan
fixed focus. Namun biasanya sang produsen hanya menyertakan informasi autofocus
berkenaan dengan fokus ini.


Apa sih arti fixed focus di sini? Ini berhubungan dengan kemampuan lensa yang
digunakan. Untuk menekan harga pada kamera terjangkau, maka lensa yang digunakan
pun terbatas. Sangat minim fungsi mekanis yang dapat dilakukan pada lensa dengan
fixed focus untuk menyesuaikan jarak objek dengan kamera. Lensa ini hanya
memberikan range jarak fokus yang dapat ditangkap dengan baik oleh lensa ini.


Karena itu, kamera dengan fixed focus mempunyai keterbatasan untuk kualitas gambar
yang dihasilkan. Sebagai catatan, kebanyakan kamera web juga kamera digital yang
terintegrasi dengan ponsel menggunakan jenis lensa ini.

5. Kamera digital dengan sensor image CMOS, kenapa tidak?
Kamera digital yang menggunakan sensor image CMOS, kenapa tidak? Sekali lagi,
sesuaikan dengan kebutuhan yang akan dimanfaatkan. Namun jika kualitas gambar
menjadi poin yang sangat penting untuk Anda dalam memilih sebuah kamera digital,
perhatikan baik-baik.


Untuk kamera digital compact ataupun pocket dengan harga yang tidak lebih dari
kisaran US$150, jangan berharap akan dapat menghasilkan gambar yang
mengaggumkan. Di sini, teknologi CMOS pada sensor image digunakan dengan tujuan
menekan ongkos produksi dan harga jual.


Namun akan berbeda penggunaan sensor image CMOS untuk kelas kamera digital SLR
yang ditujukan untuk pengguna profesional. Digabung dengan teknologi tambahan
seperti katakanlah Foveon, CMOS akan menjadi sensor image yang ideal untuk
kebutuhan ini.

6. Digital zoom, efek gak sih?
Kebanyakan kamera digital dilengkapi dengan kemampuan yang satu ini. Sebetulnya
kemampuan digital zoom ini juga tergantung pada firmware yang digunakan produk
bersangkutan. Untuk keterangan tambahan mengenai firmware, dapat dilihat pada boks
“Update Firmware”.


Dengan pembesaran ini, gambar yang dihasilkan biasanya mengalami penurunan
kualitas, dibandingkan gambar yang dihasilkan tanpa menggunakan fasilitas digital
zoom. Untuk itu, pengambilan gambar dengan memanfaatkan digital zoom sering
dihindari. Dengan kata lain, tidak usah terlalu terpengaruh dengan kemampuan digital
zoom yang ditawarkan dari sebuah produk kamera digital.


Meskipun beberapa produsen (seperti Kodak dan Sony) memiliki kualitas hasil gambar
yang lebih baik, dalam hal memanfaatkan digital zoom dibandingkan produk dari
produsen lain. Ini disebabkan karena algoritma pembesaran yang dilakukan pada
proses penyimpanan gambar yang digunakan oleh produk yang bersangkutan.
7. Faktor pengali zoom.
Pada data teknis yang ditawarkan dalam spesifikasi sebuah kamera digital menawarkan
12x zoom. Padahal produk ini sendiri hanya memiliki kemampuan optical zoom sebesar
3x. Pihak produsen mengalikan kemampuan optical zoom dengan digital zoom.


Kemampuan zoom total ini kadang dicantumkan dengan tulisan berukuran font yang
cukup besar untuk menarik calon pembeli. Namun seperti yang sudah disampaikan, ada
baiknya untuk lebih memusatkan perhatian pada kemampuan optical zoom. Karena
pada praktiknya, kemampuan optical zoom-lah yang lebih diandalkan ketimbang digital
zoom. Sedangkan penggunaan digital zoom hanyalah sebatas pada saat kemampuan
optical zoom sudah tidak dapat melayani kebutuhan pengambilan gambar Anda.

8. Range macro.
Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya: siapa yang mau tahu seberapa dekat jarak
minimal sebuah kamera dari objek saat mengambil gambar? Kebanyakan produsen
biasanya juga tidak mencantumkan informasi ini besar-besar, seperti untuk informasi
kemampuan zoom ataupun resolusi gambar yang dapat dihasilkan.


Informasi ini akan bermanfaat bagi calon pengguna kamera digital yang sering
mengambil gambar close-up. Kemampuan lensa untuk fungsi makro ini cukup ragam.
Kebanyakan kamera digital sudah memiliki kemampuan macro dengan jarak objek
antara 10–50 cm. Namun, ada beberapa kamera yang menawarkan kemampuan macro
sampai dengan jarak minimal 1 cm!


Untuk nilai macro ini, pada dasarnya semakin kecil semakin baik. Meskipun tidak semua
pengguna akan menggunakannya. Ataupun jika diperlukan, bukanlah sesuatu yang
mutlak dan perlu digunakan terus menerus.

Yang paling utama pada sebuah kamera digital adalah sensor image yang digunakan.
Ditambah dengan algoritma yang digunakan, maka akan menjadi gambar yang
dihasilkan dan akan kita gunakan. Tidak semua orang mempunyai selera yang sama,
seperti soal white balance yang dihasilkan. Meskipun hal ini tidak masalah untuk
beberapa kamera digital.


Mereka kadang dilengkapi juga dengan preset white balance yang dapat disesuaikan
dengan kebutuhan. Cara yang terbaik adalah dengan mencoba mencari hasil gambar
yang dihasilkan kamera yang bersangkutan.


Hal ini juga bisa dilakukan dengan melihat situs yang me-review kamera digital. Namun
perlu diingat, kebanyakan gambar diambil di negara dengan musim subtropis. Ini akan
berpengaruh untuk pengambilaan gambar outdoor. Atmosfer yang jauh berbeda dengan
negara tropis seperti Indonesia akan menghasilkan warna yang berbeda.
Hasil gambar yang dimiliki sebuah kamera digital, tidak semata-mata berdasarkan pada
jenis sensor yang digunakan. Hal ini juga akan ditentukan oleh filter dan algoritma yang
digunakan.Anda dapat menganalogikannya dengan pemilihan merk film dan tempat
developer cuci cetak pada penggunaan kamera film 35 mm. Pada proses ini akan
mempengaruhi hasil film yang dicuci dan hasil cetakan, meliputi warna dan
pencahayaan gambar yang dihasilkan. Hal ini juga yang terjadi pada kamera digital.
Perbedaannya, proses ini pada kamera digital ditentukan oleh sensor image dan
algoritma yang dimiliki.

Kelengkapan dan Aksesoris
Kelengkapan paket penjualan juga mengambil peranan penting. Meskipun mungkin
untuk hal yang ini tidak begitu Anda hiraukan, saat memperhatikan brosur ataupun
melihat spesifikasi via Internet. Tapi bayangkan, begitu Anda membeli sebuah produk
kamera digital namun tidak dilengkapi dengan memory untuk storage. Ataupun jika ada,
yaitu berupa memory internal, namun di kemudian hari akan terasa kurang. Soal
memory hanya salah satu contoh yang perlu diperhatikan. Apalagi yang perlu
diperhatikan untuk paket penjualan kamera digital? Silakan melanjutkan pembahasan
kami ini.

9. Terkadang salah pengertian: buffer memory.
Pengertian buffer memory pada kamera digital sebetulnya adalah RAM yang
dialokasikan untuk menjadi memory sementara. Gambar yang ditangkap sensor image
CCD maupun CMOS disimpan untuk sementara sebelum kemudian diantrikan untuk
ditulis pada flash memory sebagai media penyimpanan.


Kamera yang memiliki kemampuan continuos shooting ataupun bracketing biasanya
dilengkapi dengan buffer memory ini. Namun, ada beberapa produsen yang sedikit
salah kaprah dengan istilah ini. Mereka mengistilahkan memory internal terintegrasi
yang tersedia pada kamera digital sebegai buffer memory.


Seandainya Anda tidak berniat melakukan pengambilan gambar continuos shoot
ataupun bracketing, Anda tidak perlu bersusah payah untuk mencari informasi ini.

10. Memory internal, perlu pertimbangan.
Jika Anda melihat spesifikasi produk kamera digital yang dilengkapi dengan memory
internal, sebaiknya perlu diperhatikan. Apakah produk itu masih dilengkapi dengan slot
expandable storage? Jika tidak, bersiaplah untuk menerima kamera digital Anda apa
adanya. Apalagi masalah keterbatasan memory yang tersedia. Memory internal ini
setidaknya akan berguna sampai Anda berniat meng-upgrade memory.


Hal ini juga berlaku untuk kamera digital yang menyertakan memory di dalam paket
penjualannya. Biasanya jumlah memory yang disertakan tidak akan memuaskan
kebutuhan para penggunanya, hanya pas-pasan. Jadi bersiaplah untuk membeli flash
disk tambahan.

11. Data lampu blitz/flash.
Kebanyakan kamera digital juga dilengkapi dengan lampu blitz atau juga dikenal dengan
lampu flash. Apa maksudnya data ini: built-in flash, 5 modes, max. 3m. Data tersebut
artinya produk yang bersangkutan dilengkapi dengan lampu blitz/flash yang terintegrasi.
Dengan lima mode pilihan, seperti auto flash, fill in flash, slow synchro, ataupun red eye
reduction.


Jika Anda bermaksud lebih mengeksplorasi kamera Anda dan memerlukan lampu blitz
tambahan, pastikan kamera Anda memungkinkan hal ini. Carilah kamera digital yang
dilengkapi dengan flash-shoe untuk tempat eksternal flash. Jika Anda bukan pemain
baru pada dunia fotografi ini dan sudah memiliki lampu blitz terlebih dahulu, ada baiknya
mencari tahu apakah blitz Anda dapat terpasang dengan mudah di shoe yang tersedia,
atau masih memerlukan adapter lagi? Mengetahui informasi seperti ini, akan membuat
barang yang Anda miliki sebelumnya masih akan tetap berguna. Namun, biasanya hal
ini akan berujung dengan fanatisme pada suatu merk.

12. USB2.0 pada kamera digital.
USB2.0 memang menjanjkan kecepatan transfer yang lebih tinggi. Dibandingkan
dengan USB1.1 yang hanya terbatas pada 12 Mbit/s, dengan USB2.0 yang dapat
menyampaikan data dengan kecepatan sampai 480 Mbit/s. Namun, kecepatan ini
adalah kecepatan maksimal. Belum banyak kamera digital yang mampu memiliki
transfer data secepat itu.


Jika kecepatan transfer (atau kadang disebut proses download ataupun docking dari
kamera digital) menjadi perhatian utama Anda ada baiknya tidak mengandalkan
kecepatan transfer dari sebuah kamera digital. Jika Anda memiliki flash disk dengan
ukuran besar, katakanlah sekitar 128 MB atau bahkan lebih, pertimbangkan untuk
membeli sebuah card reader. Untuk card reader sendiri, carilah yang sudah mendukung
USB2.0. Ini akan mempercepat proses transfer gambar Anda. Sekaligus menghemat
baterai kamera digital Anda.


Intinya, tidak perlu terlalu memilih kamera digital, mengacu pada kecepatan transfer
USB-nya.

13. Baterai, yang ini perlu mendapatkan perhatian.
Untuk sementara ini, baterai yang terbaik adalah baterai dengan lithium ion.
Dibandingkan dengan dua pendahulunya, NiCad dan NiMh, dua baterai jenis ini memiliki
kelemahan terutama pada memory effect.
Memory effect atau yang dikenal juga dengan syndrom lazy battery effect adalah di
mana baterai tidak dapat terisi sesuai dengan kapasitasnya. Biasanya ini terjadi jika
proses pengisian/recharge dilakukan saat baterai belum benar-benar kosong/habis.
Efek ini akan sangat terasa pada baterai NiCad. Sedangkan untuk baterai NiMh sudah
mulai membaik, walaupun masih kalah dengan baterai lithium.


Beberapa produsen menyertakan baterai rechargeable beserta charger-nya. Produsen
Canon untuk beberapa produknya menyertakan baterai rechargeable lithium. Memang
baterai yang diberikan cukup berkualitas. Satu-satunya kelemahan, hanya harga
baterainya yang tidak murah ketika Anda memerlukan baterai tambahan ataupun
pengganti. Perlu diperhatikan adalah tanggal produksi dari sebuah baterai lithium.
Sebuah baterai lithium hanya dapat beroperasi normal kurang lebih selama 3-4 tahun
dari tanggal pembuatannya.


Produsen Nikon memberikan baterai rechargeable NiMh beserta charger-nya. Baterai
jenis ini walaupun bukan yang terbaik, namun cukup mudah didapat dan terjangkau.
Anda dapat membeli baterai tambahan/pengganti dengan kapasitas sesuai yang Anda
perlukan.


Jika produsen kamera digital tidak menyertakannya, tidaklah perlu bersedih. Biasanya
jenis kamera digital ini, memerlukan baterai dengan ukuran AA. Anggap saja Anda
diberikan kebebasan untuk memilih sendiri baterai sesuai kebutuhan.


Catatan: untuk kebanyakan kamera digital memang masih memiliki masalah untuk hal
catudaya ini. Kamera digital memang dirasakan relatif lebih boros baterai dibandingkan
kamera konvensional. Ada baiknya Anda memiliki minimal dua set baterai untuk kamera
digital Anda. Tujuannya agar tidak kehilangan momen yang tidak dapat ditunda
menunggu baterai terisi penuh.

Pengoperasian
Kita memang selalu mengharapkan sebuah kamera digital dapat menghasilkan gambar
sesuai dengan keinginan. Hal ini juga akan tergantung pada pengoperasiannya. Apakah
kamera digital mudah digunakan? Bagaimana dengan menu yang tersedia? Apakah
tersedia mode manual yang akan memungkinkan Anda untuk berkreasi dalam
pengambilan gambar? Hal-hal ini akan dibahas mulai dari sini.

14. Kamera digital yang pelupa.
Tidak hanya manusia yang pelupa, sebuah kamera digital juga bisa amnesia. Beberapa
kamera digital mengalami hal ini setiap dimatikan. Bagi Anda yang mempunyai
preferensi tertentu dalam mengambil gambar perlu memperhatikan hal ini.
Misalnya, Anda punya kecenderungan untuk mengambil gambar dengan pencahayaan
yang sedikit under. Atau Anda lebih senang dengan gambar background yang sedikit
buram dibandingkan dengan objek, dan membutuhkan bukaan rana yang besar. Namun
akan menyebalkan jika setiap saat menyalakan kamera, hal ini harus diset ulang.


Untuk hal-hal semacam ini agak jarang tertera pada data spesifikasi ataupun product
brochure. Cara yang paling mudah dan tepat untuk menghindari hal ini adalah
mencobanya sebelum membeli. Atau minimal menanyakan pada orang yang memilki
produk serupa. Produk dari produsen dan seri yang sekelas biasanya memiliki menu
yang tidak jauh berbeda.


Hal ini biasanya tetap tidak berlaku seandainya baterai dilepas dengan waktu yang
cukup lama (misalnya lebih dari 1 hari) dari kamera digital. Kamera digital tetap
membutuhkan catu daya untuk dapat menyimpan semua setting ini.

15. Kemudahan menu.
Bayangkan, jika untuk memilih mode makro tidak tersedia tombol yang bersangkutan.
Anda terpaksa bersusah payah menekan beberapa tombol untuk mendapatkan fungsi
yang Anda inginkan.


Atau untuk menyesuaikan fungsi lampu flash perlu melalui menu yang berbelit-belit. Ini
akan sangat menyebalkan pada operasional sehari-hari. Apalagi saat berada pada
mode manual.
Pengguna kamera konvensional 35 mm yang sudah terbiasa dengan kameranya akan
mengalami kesulitan untuk hal-hal ini. Seperti saat menyesuaikan bukaan/aperture
ataupun speed shutter. Apalagi saat mengoperasikan manual focus pada kebanyakan
kamera digital.
Perlu penyesuaian untuk beberapa hal tersebut. Ketahuilah menu-menu yang akan
Anda hadapi dengan kamera Anda nantinya.

16. Fungsi panorama.
Fungsi yang satu ini tidak mutlak ada pada sebuah kamera digital. Namun tidak ada
salahnya bukan jika dengan kamera digital yang Anda miliki dapat membuat gambar
panorama. Proses pembuatan gambar panorama biasanya dengan mengambil gambar
sekeliling secara berurutan. Baru kemudian digabungkan menjadi sebuah kesatuan
gambar. Hal ini bisa dilakukan, baik pada kamera digital sendiri ataupun pada software
yang tersedia.


Ada baiknya fungsi ini dapat dilihat langsung pada kamera digital. Jadi tidak perlu men-
download gambar ke PC untuk kemudian baru diolah menjadi sebuah gambar
panorama. Jika hal ini dilakukan di kamera digital, Anda dapat langsung melihat
hasilnya sesaat setelah kamera selesai memproses. Bukankah inilah kekuatan dari
kamera digital, serba instan dan dapat langsung dilihat preview-nya?


Sayangnya informasi mengenai hal-hal ini jarang ditemukan pada product brochure.
Anda perlu mencari informasi tambahan untuk hal-hal ini.

Kesimpulan
Untuk memilih sebuah kamera digital yang sesuai dengan kebutuhan dan benar-benar
dapat memenuhi semua keinginan Anda, memang bukanlah hal yang mudah. Apalagi
untuk sebuah produk yang harganya memang belum dapat dikatakan murah. Untuk itu,
ada beberapa hal yang kami sarankan sebelum menentukan pilihan Anda:

1. Test drive.
ya... seperti juga mobil, hal ini juga dimungkinkan, sebelum Anda membeli kamera
digital. Cukup banyak pihak distributor, ataupun toko sebagai retailer yang
memperbolehkan calon konsumen untuk mencoba produk yang bersangkutan. Di sini
Anda dapat secara langsung mencoba mengoperasikannya. Baik saat mengambil
gambar, mengakses menu, dan sebagainya.

2. Saran dari rekan.
Jika tidak mendapatkan kesempatan untuk mencoba product demo, Anda bisa
menanyakan pendapat dari rekan yang memiliki produk yang Anda inginkan. Hal ini
cukup efektif. Lebih ideal lagi jika rekan Anda memiliki banyak kesamaan selera untuk
sebuah produk kamera digital. Apalagi jika teman Anda memperbolehkan Anda untuk
meminjam dan mencoba produk yang ingin Anda miliki.

3. Baca review.
Anda dapat mencoba membaca review. Baik itu yang ada pada media cetak, maupun
internet. Bahkan beberapa ada yang juga menyediakan beberapa contoh hasil jepretan
yang dapat dihasilkan produk bersangkutan. Hanya saja, perlu diingat sekali lagi
perbedaan atmosfer pada negara asal tempat review dilakukan. Ini akan berpengaruh
terutama untuk gambar outdoor yang dihasilkan.

4. Mengandalkan data teknis produk.
Anda dapat mencarinya pada situs produsen untuk informasi-informasi ini. Harapan
kami, setelah membaca ulasan kami kali ini, Anda tidak akan terjebak dengan informasi-
informasi yang dapat menyesatkan penilaian Anda.

Tidak ada salahnya juga jika berpatokan pada pemain lama yang sudah berpengalaman
memproduksi kamera sedemikian lama. Seperti antara lain nama-nama Canon, Fuji,
Kodak, Nikon, dan Olympus. Setidaknya pengalaman mereka sebelumnya menjadi
dasar desain produk mereka selanjutnya.


Jika Anda bukanlah pemain baru di dunia fotografi, tentu sudah mengetahui sedikit
banyak karakter yang dimiliki masing-masing produsen. Akhir kata, Kami mengucapkan
selamat berburu kamera digital idaman Anda.