STRUCTURE QUERY LANGUAGE
Structured Query Language (SQL) merupakan komponen bahasa relational
database system. SQL merupakan bahasa baku (ANSI/SQL), non procedural, dan
berorientasi pada himpunan. SQL dapat digunakan baik secara interaktif atau
ditempelkan pada sebuah program aplikasi.
1. Komponen-Komponen SQL
Komponen-komponen pada SQL dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1. Bagan Komponen-komponen SQL
a. Data Definition Language (DDL) :
1
Digunakan untuk mendefinisikan data dengan menggunakan perintah :
create, drop, alter.
b. Data Manipulation Language (DML) :
Digunakan untuk memanipulasi data dengan menggunakan perintah :
select, insert, update, delete.
Data Manipulation Language merupakan bagian terpadu bahasa SQL.
Perintah-perintahnya dapat dibuat secara interaktif atau ditempelkan
pada sebuah program aplikasi. Pemakai hanya perlu menentukan 'APA'
yang ia inginkan, DBMS menentukan 'BAGAIMANA' cara
mendapatkannya.
c. Data Control Language (DCL) :
Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah :
grant, revoke
1.1. DDL
Perintah-perintah pada DDL dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. CREATE TABLE
Perintah CREATE TABLE berfungsi untuk membuat tabel.
Sintaks : CREATE TABLE tbname
(col 1 data type data spec,
col 2 data type data spec,
.
.
PRIMARY KEY (col1,……))
Contoh :
CREATE TABLE MAHASISWA
(NPM CHAR(8) NOT NULL,
NAMA CHAR(45) NOT NULL,
ALAMAT CHAR(45),
TGL-LAHIR DATE NOT NULL WITH DEFAULT,
PRIMARY KEY (NPM))
Pernyataan NULL yang digunakan dapat dispesifikasikan sebagai berikut :
2
NULL
NULL dapat diinterpretasikan sebagai nilai yang tidak diketahui atau tidak
tersedianya suatu nilai. NULL bukan berarti kosong (blank) atau 0 (Nol).
NOT NULL
NOT NULL dimana pemakai atau program harus memberikan nilai-nilai pada
saat memasukkan record
NOT NULL WITH DEFAULT
Nilai default disimpan pada saat record dimasukkan tanpa nilai yang ditentukan
untuk kolom ini
Nilai default-nya :
Nol, untuk tipe field NUMERIC
Blank, untuk tipe field CHARACTER CURRENT
DATE, untuk tipe field DATE CURRENT
TIME, untuk tipe field TIME
Pada saat membuat tabel, salah satu atribut tersebut di atas
dispesifikasikan pada sebuah kolom.
2. CREATE VIEW
Perintah CREATE VIEW berfungsi untuk membuat tabel view. View
merupakan bentuk alternatif penyajian data dari satu atau lebih tabel.
View dapat berisi semua atau sebagian kolom yang terdapat pada tabel
dimana kolom tersebut didefinisikan.
Tujuan membuat view :
Meningkatkan keamanan data
Meningkatkan kemandirian data
Penyederhanaan bagi end user (data yang sedikit, nama-nama
kolom yang baru dan dapat dibaca dengan lebih baik)
3
Properti :
Tidak terdapatnya data tambahan
View mencakup subset kolom dan / atau baris
View dapat berisikan data dari beberapa tabel dan / atau tabel-tabel
view lainnya
View dapat berisikan perolehan data, misal : nilai rata-rata
Manipulasi data melalui view terbatas
Sintaks : CREATE VIEW viewname (column1, column2, ……..)
AS SELECT statement FROM tbname
[WITH CHECK OPTION]
Keterangan :
- View-name : nama view yang akan dibuat.
- Column : nama atribut untuk view
- Statement : atribut yang dipilih dari tabel basis data.
- Tbname : nama tabel basis data.
Contoh :
CREATE VIEW VMHS (NPM, NAMA)
AS SELECT NPM, NAMA FROM MAHASISWA
3. CREATE INDEX
Perintah CREATE INDEX berfungsi untuk membuat tabel index.
Sintaks : CREATE [UNIQUE] INDEX indexname
ON nama_table (nama_kolom)
Contoh :
CREATE UNIQUE INDEX MHSIDX ON MAHASISWA(NPM)
Dengan indeks memungkinkan suatu tabel diakses dengan urutan tertentu
tanpa harus merubah urutan fisik dari datanya dan dapat pula diakses secara
cepat melalui indeks yang dibuat berdasar nilai field tertentu. Spesifikasi
UNIQUE akan menolak key yang sama dalam file.
DROP TABLE
Perintah DROP TABLE berfungsi untuk menghapus tabel.
4
Sintaks : DROP TABLE tbname
Contoh : DROP TABLE MAHASISWA
Dengan perintah itu obyek lain yang berhubungan dengan tabel tersebut
otomatis akan dihapus atau tidak akan berfungsi seperti :
- semua record dalam tabel akan terhapus
- index dan view pada tabel akan hilang
- deskripsi tabel akan hilang
5. DROP VIEW
Perintah DROP VIEW berfungsi untuk menghapus view.
Sintaks : DROP VIEW viewname
Contoh :
DROP VIEW VMHS
6. DROP INDEX
Perintah DROP INDEX berfungsi untuk menghapus index.
Sintaks : DROP INDEX indexname
Contoh :
DROP INDEX MHSIDX
5
7. ALTER
Perintah ALTER berfungsi untuk merubah atribut pada suatu tabel.
Sintaks : ALTER TABLE tbname
MODIFY (nama_kolom tipe_kolom)
ADD (nama_kolom tipe_kolom [[before, nama_kolom]])
DROP (nama_kolom tipe_kolom)
Contoh : merubah Tabel TABX dengan menambah Field D.
ALTER TABLE TABX ADD D CHAR(3)
1.2. DML
Perintah-perintah pada DML dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. INSERT
Perintah INSERT berfungsi untuk menambah baris (record) baru.
Sintaks : INSERT INTO tbname
(col1, ...) VALUES (value1, ...)
Catatan :
Sintaks tersebut dapat digunakan jika jumlah kolom = jumlah nilai, tetapi jika
dalam tabel semua kolom akan diisi dapat digunakan sintaks berikut ini :
Sintaks : INSERT INTO tbname
VALUES (value1, value2, ...)
Nilai-nilai diisikan sebanyak kolom yang terdapat di tabel tersebut.
Contoh : pada tabel MAHASISWA akan ditambahkan record mahasiswa
baru.
INSERT INTO MAHASISWA
VALUES (‘00105543’,’MUHAMMAD ADI’,JL. MERUYA NO.100,
JAKARTA’,02-02-1990)
2. UPDATE
Perintah UPDATE berfungsi untuk merubah record.
6
Sintaks : UPDATE tbname
SET field = ekspresi
WHERE kondisi
Contoh :akan diubah nama mahasiswa dari MUHAMMAD ADI dengan
NPM 00105432 menjadi MUHAMMAD ALI
UPDATE MAHASISWA
SET nama =’MUHAMMAD ALI’
WHERE NPM=’00105432’
3. DELETE
Perintah DELETE berfungsi untuk menghapus record.
Sintaks : DELETE FROM tbname
WHERE kondisi
Contoh : akan dihapus data mahasiswa dengan NPM 0010500
DELETE FROM MAHASISWA
WHERE NPM=’00105004
4. SELECT
Perintah SELECT berfungsi untuk menampilkan record.
Sintaks : SELECT [DISTINCT] colname FROM tbname
[WHERE kondisi]
[GROUP BY kondisi]
[HAVING kondisi]
[ORDER BY kondisi]
7
1.3. Contoh Kasus DDL
Contoh kasus DDL antara lain :
1. Membuat Tabel
a. CREATE TABLE PEMASOK
(Kd-P Char(5) NOT NULL,
Nama-P Char(20) NOT NULL,
Status Smallint NOT NULL,
Kota Char(15) NOT NULL);
b. CREATE TABLE BARANG
(Kd-B Char(6) NOT NULL,
Nama-B Char(20) NOT NULL,
Warna Char(6) NOT NULL,
Berat Smallint NOT NULL);
c. CREATE TABLE PB
(Kd-P Char(5) NOT NULL,
Kd-B Char(6) NOT NULL,
Jumlah INTEGER NOT NULL);
d. CREATE UNIQUE INDEX Sidx ON PEMASOK(Kd-P);
CREATE UNIQUE INDEX Pidx ON BARANG(Kd-B);
CREATE INDEX Sdx ON PB(Kd-P);
CREATE INDEX Pdx ON PB(Kd-B);
2. Modifikasi Table BARANG dengan perintah :
RENAME COLUMN PEMASOK.Warna TO Warna-B
ALTER TABLE BARANG ADD (Kota CHAR(15) NOT NULL)
3. Membuat View
a. Membuat view untuk pemasok yang statusnya lebih besar dari 15
CREATE VIEW PEMASOK-YG-BAGUS
AS SELECT Kd-P, Status, Kota FROM PEMASOK
WHERE Status > 15
b. Membuat view yang berisi pemasok yang tinggal di Paris
CREATE VIEW PEMASOK-PARIS
8
AS SELECT * FROM PEMASOK
WHERE Kota = ' Paris '
c. Membuat view dengan mengganti nama_atributnya
CREATE VIEW BARANG (Kd-Brg, Nm-Brg, Brt)
AS SELECT Kd-B, Nama-B, Berat FROM BARANG
WHERE Warna = 'Red'
1. 4 Contoh Kasus DML
Contoh kasus DML antara lain :
1. Menambah record (INSERT)
INSERT INTO S VALUES ('S1','Smith',20,'London');
INSERT INTO S VALUES ('S2','Jones,10,'Paris');
INSERT INTO S VALUES ('S3','Blake',30,'Paris')
Tabel S, P dan SP berisikan dengan data-data seperti terlihat pada tabel 1, 2.
dan 3.
Tabel 1. TABEL PEMASOK
Kd-P Nama-P Status Kota
P1 Smith 20 London
P2 Jones 10 Paris
P3 Blake 30 Paris
P4 Clark 20 London
P5 Adams 30 Athens
Tabel 2. Tabel BARANG
Kd-B Nama-B Warna Berat Kota
B1 Nut Red 12 London
B2 Bolt Green 17 Paris
B3 Screw Bleu 17 Rome
B4 Screw Red 14 London
B5 Cam Blue 12 Paris
B6 Cog Red 19 London
Tabel 3. Tabel PEMASOK-BRG
Kd-P Kd-B Jumlah
P1 B1 300
P1 B2 200
9
P1 B3 400
P1 B4 200
P1 B5 100
P1 B6 100
P2 B1 300
P2 B2 400
P3 B2 200
P4 B2 200
P4 B4 300
P4 B5 400
2. Merubah record (UPDATE)
a. Merubah data (record) pada tabel BARANG yang mempunyai
nomor barang B2, warnanya dirubah menjadi Kuning dan
beratnya ditambah 5
UPDATE BARANG
SET Warna = 'Yellow', Berat = Berat + 5
WHERE Kd-B = 'B2'
b. Merubah record pada tabel PEMASOK, statusnya menjadi dua kali
status awal untuk pemasok yang bertempat tinggal di kota London
UPDATE PEMASOK
SET Status = 2 * Status
WHERE Kota = 'London'
3. Menghapus record (DELETE)
Menghapus record pada tabel PEMASOK yang nomor pemasoknya P5
DELETE FROM PEMASOK
WHERE Kd-P ='P5'
10
4. Menampilkan record (SELECT 1 tabel)
a. Menampilkan semua data pemasok
SELECT * FROM PEMASOK
atau
SELECT Kd-P, Nama-P, Status, Kota FROM PEMASOK
b.. Menampilkan semua nilai kode barang pada tabel PEMASOK-BRG
SELECT Kd-B FROM PEMASOK-BRG
c. Menampilkan kode pemasok dan status untuk pemasok yang
tinggal di Paris
SELECT Kd-P, Status FROM PEMASOK WHERE Kota ='Paris'
d. Menampilkan kode pemasok yang tinggal di Paris dengan status >
20
SELECT Kd-P FROM PEMASOK
WHERE Kota ='Paris” AND Status > 20
e. Menampilkan jumlah pengiriman B1
SELECT COUNT(*) FROM PEMASOK-BRG
WHERE Kd-B = 'B1'
f. Perintah untuk menghindari hasil data yang sama terulang kembali
(distinct)
SELECT DISTINCT Kd-B FROM PEMASOK-BRG
g. Menampilkan kode pemasok dan status bagi pemasok yang tinggal
di Paris dalam urutan status menurun
SELECT Kd-P,Status FROM PEMASOK
WHERE Kota = 'Paris'
ORDER BY Status desc
h. Menampilkan kode barang dari semua barang yang dipasok oleh
lebih dari seorang pemasok
11
SELECT Kd-B FROM PEMASOK-BRG
GROUP BY Kd-B
HAVING COUNT(*) > 1
i. Menampilkan semua barang yang namanya dimulai dengan huruf
C
SELECT * FROM BARANG
WHERE Nama-B LIKE 'C%'
5. Menampilkan record (SELECT lebih dari satu tabel / JOIN)
a. Menampilkan semua pemasok dan barang yang keduanya
bertempat tinggal pada kota yang sama
SELECT Kd-P, Nama-P,Status, PEMASOK.Kota , Kd-B, Nama-B,
Warna, Berat FROM PEMASOK, BARANG
WHERE PEMASOK.Kota = BARANG.Kota
b. Menampilkan nama pemasok yang memasok barang dengan nomor
barang B2
SELECT Nama-P FROM PEMASOK, PEMASOK-BRG
WHERE PEMASOK.Kd-P = PEMASOK-BRG.Kd-P
AND PEMASOK-BRG.Kd-B = 'B2'
c. Menampilkan nama pemasok yang memasok barang berwarna merah
SELECT Nama-P FROM PEMASOK, PEMASOK-BRG, BARANG
WHERE PEMASOK.Kd-P = PEMASOK-BRG.Kd-P
AND PEMASOK-BRG.Kd-B = BARANG.Kd-B
AND BARANG.Warna = 'RED'
6. Menampilkan record (SELECT lebih dari satu tabel / SELECT Bertingkat)
Contoh queri :
a. Menampilkan nama pemasok yang memasok barang dengan kode
barang B2
SELECT Nama-P FROM PEMASOK
WHERE Kd-P IN
12
(SELECT Kd-P FROM PEMASOK-BRG
WHERE Kd-B = 'B2')
Atau
SELECT Nama-P FROM PEMASOK
WHERE Kd-P = ANY
(SELECT Kd-P FROM PEMASOK-BRG
WHERE Kd-B = 'B2')
b. Menampilkan nama pemasok yang memasok barang berwarna merah
SELECT Nama-P FROM PEMASOK
WHERE Kd-P IN
(SELECT Kd-P FROM PEMASOK-BRG
WHERE Kd-B IN
(SELECT Kd-B FROM BARANG
WHERE Warna = 'Red'))
c. Menampilkan kode pemasok dengan nilai status lebih kecil
daripada nilai maksimum status yang ada pada tabel PEMASOK
SELECT Kd-P FROM PEMASOK
WHERE Status <
(SELECT MAX(Status) FROM PEMASOK)
13
d. Menampilkan nama pemasok yang tidak memasok barang dengan
nomor barang B2
SELECT Nama-P FROM PEMASOK
WHERE Kd-P NOT IN
(SELECT Kd-P FROM PEMASOK-BRG
WHERE Kd-B = 'B2')
e. Menampilkan semua kode pemasok yang sama lokasinya dengan
pemasok P1
SELECT Kd-P FROM PEMASOK
WHERE Kota =
(SELECT Kota FROM PEMASOK
WHERE Kd-P = 'P1')
7. Fungsi Perhitungan
Fungsi-fungsi yang dapat digunakan antara lain:
COUNT : jumlah baris dan kolom
SUM : jumlah nilai dam kolom
AVG : rata-rata nilai dalam kolom
MAX : nilai terbesar dalam kolom
MIN : nilai terkecil dalam kolom
Untuk SUM dan AVG nilainya harus numerik (INT, SMALLINT, FLOAT).
Fungsi- fungsi tersebut jika dikenakan pada nilai yang NULL maka nilainya
akan diabaikan kecuali untuk COUNT(*)
Berikut ini contoh queri yang menggunakan fungsi-fungsi perhitungan :
a. Menghitung jumlah pemasok
SELECT COUNT(*) FROM PEMASOK
atau
SELECT COUNT (Kd-P) FROM PEMASOK
b. Menampilkan kode barang dan total jumlah pengiriman dari setiap
barang
SELECT Kd-B, SUM(Jumlah) FROM PEMASOK-BRG
14
GROUP BY Kd-B
c. Menghitung jumlah kuantitas dari B2 yang telah dipasok
SELECT SUM (Jumlah) FROM PEMASOK-BRG
WHERE Kd-B = 'B2'
d. Menampilkan jumlah pengiriman barang dengan nomor B4 dan
dipasok oleh kode pemasok P1
SELECT COUNT(*) FROM PEMASOK-BRG
WHERE Kd-B = 'B4' AND Kd-P = 'P1'
e. Menampilkan kode barang dan total kuantitas dari masing-masing
barang
SELECT Kd-B, SUM(Jumlah) FROM PEMASOK-BRG
GROUP BY Kd-B
1.5. DCL
Berikut ini adalah perintah-perintah pada DCL :
1. GRANT
Perintah GRANT berfungsi untuk memberikan izin akses kepada pemakai.
Sintaks : GRANT privileges ON tbname TO user
Contoh :
GRANT SELECT ON CLUB TO PUBLIC
GRANT SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE ON CLUB TO USER01
2. REVOKE
Perintah REVOKE berfungsi untuk mencabut izin akses kepada pemakai.
Sintaks : REVOKE privileges ON tbname FROM user
Contoh :
15
REVOKE INSERT, UPDATE, DELETE ON CLUB FROM USER01
REVOKE ALL ON CLUB FROM PUBLIC
16