Press Release Bahasa

Document Sample
Press Release Bahasa Powered By Docstoc
					BALI JAZZ FESTIVAL
KISAH MENGGULIRKAN GAGASAN

Setelah semenjak lama Bali Jazz Festival ini menjadi angan-angan kami, sedikit demi sedikit
bergeser menjadi sebuah bentuk dan realita karena didorong keberanian dan tekad melalui
proses yang berjalan. Berawal dari Bali Jazz Forum bersinergi dengan WartaJazz.com lebih dari
setahun lalu merangkul komunitas jazz yang ada di Indonesia dan komunitas lainnya
mewujudkan wacana ini menjadi nyata. Barangkali inilah festival jazz pertama di Indonesia yang
terselenggara atas inisiatif dan kerja komunitas.
Karena dorongan komunitas pula ketika terjadi musibah di Bali pada 1 Oktober dimana rencana
sempat terancam batal mengingat masalah keamanan Bali Jazz Festival diputuskan untuk tetap
diadakan, inipun setelah melalui pemikiran matang demi melihat tujuan lain untuk
menunjukkan dinamika dan semangat di Bali- khususnya kepada dunia luar –tetap seperti
sediakala. Sesuai dengan yang terangkum dalam visi dan misi Bali Jazz Festival sedari awal agar
dapat memberikan nilai baru pada dunia pariwisata Bali dan menyuarakan persaudaraan lintas
budaya untuk perdamaian.

Banyak hal besar yang bisa kita dapatkan dari persiapan penyelenggaraan Bali Jazz Festival ini.
Learning process dan community development menggulirkan gagasan ini-perlahan namun pasti-
kepada dorongan dan motivasi menyempurnakan proses dan penyelenggaraan yang sukses.
Tentu saja ukurannya bukan hanya Bali Jazz Festival yang pertama ini, namun Bali Jazz Festival
berikutnya yang diagendakan dalam kaitan komitmen sustainable event sebagai program cross
culture dan membangun pariwisata Bali. Semoga Bali Jazz Festival ini juga dapat memberikan
dorongan bagi festival-festival lain untuk mengisi kalender festival yang akan ada sepanjang
tahun di Bali.

Mudah-mudahan Bali Jazz Festival bukan hanya sekadar sebuah perayaan musik jazz tetapi juga
event yang menebarkan semangat inisiatif dan kreatif yang berguna dalam menciptakan
dinamika kehidupan sosial yang lebih luas dan dalam jangka panjang memberikan kontribusi
pada perekonomian Bali.

Ucapan terima kasih dan penghargaan saya sampaikan selaku pribadi dan lembaga Bali Jazz
Festival kepada mereka, institusi dan orang-orang yang telah mendedikasikan waktu, pemikiran
maupun moril dan materil, membantu dan mendorong terselenggaranya Bali Jazz Festival ini.
Semoga komitmen Anda semua menjadi sebuah karya yang bukan saja membanggakan namun
juga memiliki manfaat bagi khalayak. Akhirnya, mohon maaf apabila pada perjalanan ini kami
melakukan kesalahan dan hal lain yang tidak berkenan. Semoga itu semata karena keterbatasan
dan kekhilafan. Selamat menikmati Bali Jazz Festival 2005 dan sampai jumpa di Bali Jazz Festival
2006.


Arief “AYIP” Budiman
Chairman
Bali Jazz Festival
DARI BALI,
SUARA PERDAMAIAN AKAN BERGEMA LEWAT BALI JAZZ FESTIVAL 18-20 NOVEMBER
2005

BALI, FESTIVAL YANG SESUNGGUHNYA
Begitu besar dan kuat nama Bali menjadi icon pariwisata dunia dan hal ini tidak terlepas dari
contents yang dimilikinya. Aneka seni dan budaya, alam nan indah, keramahan manusianya serta
ragam tujuan wisata. Inilah festival yang sesungguhnya dan terjadi setiap hari di Bali. Namun
seakan kekayaan yang berlimpah, hal ini masih harus didukung oleh berbagai pemikiran
menyangkut strategi dan pengelolaannya sehingga menjadi asset yang berumur panjang. Maka
diperlukan beragam cara agar banyak hal dapat menjadi nilai tambah bagi Bali. Perencanaan
event yang digagas di Bali harus dibuat menjadi kekayaan baru yang menunjang
keberadaannya. Adanya perayaan semacam festival di Bali mengundang potensi menjadi asset
baru dimana pada realisasinya merupakan rangkuman dari berbagai bidang terutama seni dan
budaya, baik yang tradisional maupun kontemporer. Adanya Bali Arts Festival, Kuta Karnival,
Festival Nusa Dua, Ubud Writers & Readers Festival dan festival lainnya perlu mendapat dorongan
pemerintah dan masyarakat untuk menjadi festival yang memiliki kualitas di segala eksistensinya.

Termasuk mengaturnya dalam agenda tahunan sehingga festival satu dan festival lainnya saling
berurutan dalam penyelenggaraannya. Jika hal ini terjadi maka dalam satu tahun Bali akan
memiliki agenda festival yang begitu beragam sehingga pemerintah dapat merangkumnya dan
mendistribusikan informasinya kepada seluruh stakeholder yang memerlukan. Dengan cara
seperti ini Bali mengembangkan potensi lain diluar yang telah menjadi assetnya sehingga
kehadiran orang ke Bali tidak hanya bergantung pada high season dan pada akhirnya seluruh
infra struktur yang telah ada di Bali memiliki stabilitas dalam menjaga kelangsungannya.

Agenda ini termasuk dalam gagasan penyelenggaraan Bali Jazz Festival dimana Bali Jazz Festival
ditempatkan pada akhir high season yang dimaksudkan pada masa mendatang secara jangka
panjang merupakan program extending the high season atau create another high season. Mudah-
mudahan gagasan ini dijadikan sebuah referensi penting bagi kontribusi masyarakat dalam
pembangunan Bali dimana pemerintah mengakomodasi dan memfasilitasi inisiatif-inisiatif yang
tumbuh dari masyarakat sehingga dapat meringankan beban pemerintah yang telah begitu
banyak. Dan semoga hal ini mampu menginspirasi serta mendorong anggota masyarakat Bali
lainnya untuk mengemas festival yang lebih baik.

Bali Jazz Festival yang pertama kalinya diadakan ini dirancang untuk menjadi ajang dialog dan
sharing antar kultur yang berbeda dari Negara-negara yang menjadi peserta festival sehingga
diharapkan muncul kreatifitas-kreatifitas yang memiliki referensi universal yang diperlukan juga
dalam membangun sebuah bangsa. Persatuan dan persaudaraan global dalam menyuarakan
perdamaian juga dapat dirintis dari festival ini sehingga menjadi medium yang independen dan
jauh dari intervensi politik maupun SARA. Sebagai festival yang dirancang berkelanjutan, Bali Jazz
Festival senantiasa memberikan ruang bagi setiap komunitas untuk ambil bagian dan
memberikan kontribusi dalam penyempurnaannya di kemudian hari. Dan secara khusus
penyelenggaraan Bali Jazz Festival mendatang akan didedikasikan untuk pengembangan
pendidikan musik khususnya bagi generasi muda Indonesia.

Jika kita berbicara musik jazz, maka dalam sejarahnya ia adalah sebuah gerakan yang
membawa semangat untuk eksis. Maka marilah kita melihat dengan jernih bahwa Bali Jazz
Festival bukan hanya panggung musik yang menampilkan grup musik jazz saja tetapi arena
membangun cita-cita yang kita tuliskan dalam komitmen bersama.
Selamat datang di Bali, di dunia festival yang sesungguhnya.

BACKGROUND
Festival jazz adalah acara yang terdapat hampir di seluruh negara di dunia yang diselenggarakan
setiap tahun. Beragam misi dan visi yang diusung oleh masing-masing negara penyelenggara jazz
festival melatar belakangi kondisi negara yang bersangkutan. Ada festival yang murni komersil,
festival yang didedikasikan untuk pendidikan musik jazz, festival untuk kalender kegiatan
pariwisata, festival untuk charity, festival untuk kampanye sosial dan lain-lain. Semua festival
yang diadakan merupakan tontonan keragaman yang sangat menarik untuk masyarakat.
Festival musik termasuk musik jazz sangat penting diadakan dalam kurun waktu tertentu
sebagai sebuah “perayaan” dan apresiasi bagi kreatifitas musik yang universal.
Dalam hal ini pentingnya mempertanggung jawabkan sebuah festival dalam konteks yang
relevan dengan kondisi dan situasi budaya Indonesia menjadi pemikiran diselenggarakannya Bali
Jazz Festival pada tanggal 18-20 November 2005.


FESTIVAL YANG BERBASIS COMMUNITY DEVELOPMENT
Sebuah event musikal semacam Bali Jazz Festival adalah aktualisasi dari dinamika yang terjadi
pada sebuah ruang dan waktu yang berjalan. Di Bali dan kota-kota lainnya seperti Batam,
Bandung, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, Makassar dan kota lainnya yang juga merupakan
representasi dari aktifitas musik jazz di Indonesia menunjukan suatu dinamika yang
menggembirakan dengan konsistennya aktifitas musik jazz yang telah berjalan baik secara
reguler maupun event yang dilakukan secara khusus. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya
peran komunitas jazz di Indonesia yang kian erat membangun jaringan baik di dalam dan luar
negeri. Adalah Bali Jazz Forum dan WartaJazz.com bersama-sama menggagas acara Bali Jazz
Festival ini dimana dalam pelaksanaannya selenggarakan oleh Matapro-Bali dan Idekami
Communications-Jakarta dengan semangat community development yang dipercaya sebagai
landasan vital bagi dinamika dan kreatifitas aktifitas musik jazz di Indonesia.


FESTIVAL YANG MENYUARAKAN PERDAMAIAN & PERSAUDARAAN
Walaupun persiapan telah semenjak setahun lalu dilakukan dan konfirmasi artis dan musisi dari
10 negara dan artis serta musisi Indonesia telah didapat, namun sesuai dengan situasi dan kondisi
terkini yang terjadi di Bali maka segenap panitia Bali Jazz Festival dengan sangat hati-hati
meresponnya dalam sebuah kajian mendalam mengenai keberlangsungan event ini. Bahwa
setelah melewati masa-masa berkabung dan simpati terhadap musibah yang menimpa Bali,
menurut respon yang berkembang atas tragedi ini dimana semua acara banyak yang dibatalkan
maka diperlukan juga sebuah acara yang dapat tetap menunjukkan dinamika dan semangat
Bali secara positif kepada dunia luar dengan dukungan penuh dari berbagai pihak. Asosiasi Hotel,
komunitas seni, pemerintah daerah dan pihak keamanan di Bali sangat megharapkan Bali Jazz
Festival dapat terus diselenggarakan sesuai rencana. Utamanya untuk memotivasi aktifitas, baik
secara internal di Bali maupun keluar Bali bagi terciptanya kepercayaan terhadap Bali.

Pada penyelenggaraan Bali Jazz Festival yang pertama ini temanya adalah “The Spirit of Love &
Peace” yang merupakan refleksi dari semangat musik jazz yang kreatif dan dinamis dalam
membangun persaudaraan dan perdamaian. Bali Jazz Festival juga merupakan rancangan
sustainable event yang dapat menjadi kalender tahunan pariwisata Bali serta sebuah dialog antar
budaya (cross culture).
      FESTIVAL YANG MULTI DIMENSI : CROSS CULTURAL DAN PARIWISATA INDONESIA
      Event Bali Jazz Festival menjadi sebuah puncak rangkaian kegiatan komunitas jazz sekaligus
      sebuah perayaan “cross cultural” antar bangsa yang telah berjalan untuk diaktualisasikan secara
      lebih berkualitas dan meluas. Seperti diketahui bahwa Bali Jazz Festival adalah presentasi
      kekayaan dan keragaman musik jazz baik dari perspektif sejarah perkembangan musik jazz
      maupun musisi dan artis yang terdiri dari berbagai bangsa di seluruh dunia. Keragaman yang
      indah inilah yang dipersatukan oleh musik jazz dan dijadikan momen istimewa dalam Bali Jazz
      Festival untuk melakukan sharing dan dialog yang sangat penting bagi kehidupan sosial antar
      bangsa.


      PESERTA DAN PENGISI ACARA
      Konsep tim artistik Bali Jazz Festival dalam menyusun peserta bukan hanya berorientasi kepada
      pemilihan grup musik atau artis yang sudah dikenal maupun berkualitas secara musikal saja
      namun secara utuh merupakan formulasi yang se-obyektif mungkin mengacu kepada kreatifitas,
      prestasi, konsep karya musik dan eksistensinya sehingga terkandung nilai keragaman yang
      memberikan peluang bagi grup musik atau artis yang tidak dikenal secara umum atau baru
      untuk ambil bagian dalam Bali Jazz Festival.

      Berikut ini adalah artis yang telah memberikan konfirmasi untuk hadir di Bali Jazz Festival 2005 :

      INTERNASIONAL
1.    Rudresh Mahanthappa MSG, USA-Ireland-Netherlands
2.    Eero Koivistoinen Trio, Finland
3.    The Ron Davis Quartet featuring Daniela Nardi, Canada
4.    David Sills, USA
5.    Urs Ramseyer Trio, Switzerland
6.    Jack Lee Asian*ergy, Korea, Japan, Malaysia, USA
7.    Jan de Haas, Belgium
8.    Bali Lounge, Ina-My-Sg-USA
9.    Yokohama Artist Association Orchestra, Japan
10.   Joe Rosenberg Quartet, USA-HK-JAP-Ina
11.   Eye 2 Eye Jazz Mix, Malaysia
12.   Peace of Cake, Japan

      NASIONAL
1.    Bubi Chen Quintet featuring Benny Likumahua, Oele Pattiselano, Jeffrey Tahalele, Jacky
      Pattiselano and Bertha
2.    Pra Budi Dharma, Indra Lesmana, Gilang Ramadhan (PIG)
3.    simakDialog, Jakarta
4.    Krakatau (Dwiki Dharmawan, Pra Budi Dharma, Ubiet, Ade Rudhiana, Zainal Arifin, Yoyon
      Dharsono, Gerry Herb), Jakarta
5.    Idang Rasyidi Syndicate, Jakarta
6.    Jurasik Big Band, Jogjakarta
7.    Jaco Quartet featuring Tuti Ardhi, Jogjakarta
8.    NERA (Gilang Ramadhan, Donny Suhendra, Krisna Prameswara, Adi Darmawan, Ivan
      Nestorman), Jakarta
9.    Imam Pras Quartet featuring Imel Rosalin, Bandung
10.   Cherokee, Jakarta
11.   Tomorrow People Ensembel , Jakarta
12.   SOVA NuJazz Sessions featuring SOULMATE, Jakarta
13.   Park Drive, Jakarta
14.   Zefa & Rudi Aru dkk, Bandung
15.   Gadis V & Bass G and the G&B All Stars, Jakarta
16.   Anane, Jogjakarta
17.   Capucino
18.   Kul-kul Band, Jakarta
19.   Ensemble d’Etudiant, Jakarta
20.   Jazzyphonic, Jakarta
21.   Balawan and Batuan Ethnic Fusion, Bali
22.   Koko Harsoe & Friends, Bali
23.   Saharadja, Bali
24.   Xinau featuring Dian Pratiwi, Bali
25.   Soulmate featuring Maya Hasan, Bali + Jakarta
26.   Yuri Mahatma and Friends, Bali, Yogjakarta, Japan, UK

      Dalam waktu dekat ini Kepanitiaan Bali Jazz Festival bersama Menteri Kebudayaan dan
      Pariwisata akan menyelenggarakan Press Conference bagi pelaksanaan perhelatan jazz
      internasional pertama di Bali oleh komunitas jazz ini.



      AGENDA ACARA BALI JAZZ FESTIVAL

      1. JAZZ CONCERT AT THE GALLERIES
      Urs Ramseyer Trio dari Basel, Switzerland yang dipimpin oleh Urs Ramseyer, seorang antropolog
      dan penulis berkebangsaan Swiss yang sangat lekat dengan Bali dan lebih dari 30 tahun
      melakukan studi tentang Tenganan dan tahun depan bukunya mengenai Tenganan ini akan
      diterbitkan. Selain itu beliau juga adalah orang yang sangat berjasa dalam pembangunan
      pertukaran seni Bali-Basel khususnya dalam bidang seni rupa dengan beberapa kali mengirimkan
      grup pelukis Bali ke Basel serta seBaliknya. Beberapa alumnusnya antara lain Nyoman Erawan,
      Made Djirna, Made Budhiana, Wayan Sika dan Stephan Spicher. Beberapa kali menjadi penulis
      dan editor untuk Buku mengenai Kain Geringsing, Tenganan serta Buku “Bali Living in Two
      Worlds” yang sudah diterjemahkan ke dalam 3 bahasa. Bagi Urs, Bali adalah sumber inspirasi
      yang tidak pernah ada habisnya. Kini setelah pensiun sebagai kepala “Museum der Kulturen
      Basel” banyak waktunya dipakai untuk menulis budaya dan seni terutama tentang Bali dan
      bermain musik Jazz.

      Urs Ramseyer Trio adalah trio jazz nya bersama 2 orang muda yang professional dalam musik
      jazz. Dominik Schuermann (Contra Bass) dan Florian Arbenz (drums) sedangkan Urs Ramseyer
      sendiri memainkan piano. Keikutsertaannya dalam Bali Jazz Festival tidak hanya dalam konser
      utamanya saja namun juga dalam konser kecil sebagai Road to Bali Jazz Festival dengan bermain
      di 2 Gallery yaitu pada hari Jumat, 11 November 2005 jam 20.00 wita di Santrian Gallery Sanur
      serta Sabtu, 12 November 2005 jam 19.30 wita di Komaneka Fine Arts Gallery Ubud. Pada kedua
      konsertersebut Urs Ramseyer akan memainkan musik jazz dengan tema “Segara Gunung” yang
      merupakan sebuah pilosofis Bali yang dikaguminya. Gallery Concert ini merupakan refleksi nyata
      dari community development yang menjadi spirit penyelenggaraan Bali Jazz Festival.
      Tidak hanya Gallery Concert, Urs Ramseyer Trio juga akan memberikan Jazz Workshop secara
      Cuma-Cuma di Institut Seni Indonesia Denpasar pada tanggal 19 November 2005
2. CULTURAL PERFORMANCE
Cultural Performance merupakan “hadiah” bagi musisi dan artis yang menjadi penampil di Bali
Jazz Festival juga bagi masyarakat umum. Beberapa seniman tradisional baik dari Bali maupun
Jawa Barat dan Jawa Tengah serta Jawa Timur akan memberikan “hadiah” cultural dimana
diantaranya berupa Cak massal, Kecapi Suling dll. Cultural Performance ini juga akan
merefleksikan kekayaan Bali dan Indonesia serta keragaman kita selaku tuan rumah. Cultural
Performance akan dilaksanakan di Pantai Kuta pada tanggal 16 November 2005 mulai jam 16.00
wita.


3. JAZZ GALA DINNER
Acara ini merupakan ungkapan selamat datang bagi seluruh musisi yang hadir untuk Bali Jazz
Festival dimana selaku tuan rumah yang akan menjadi host rencananya Menteri Kebudayaan
dan Pariwisata Bapak Jero Wacik serta Gubernur Bali Bapak I Made Beratha. Seluruh sponsor,
musisi serta jurnalis dan undangan saja yang akan menghadiri Gala Dinner ini dimana kelompok
musik Krakatau (Dwiki Dharmawan, Pra Budi Dharma, Ubiet, Ade Rudhiana, Zainal Arifin, Yoyon
Dharsono, Gerry Herb), dan Nera (Gilang Ramadhan, Donny Suhendra, Krisna Prameswara, Adi
Darmawan, Ivan Nestorman) Jakarta, The Ron Davis Quartet featuring Daniela Nardi (Kanada)
dan akan tampil memberikan suguhan musiknya sebagai perwakilan musisi yang menjadi peserta
Bali Jazz Festival. Jazz Gala Dinner ini akan diselenggarakan di Garden Ramada Bintang Bali
pada hari Kamis tanggal 17 November 2005 mulai pukul 20.00 wita.


4. JAZZ WORKSHOP
Pendidikan dalam musik jazz sangat memegang peranan penting dimana dalam workshop hal ini
dapat diaktualisasikan. Pada workshop ini agendanya bukan hanya membahas masalah teknis
saja tapi juga dialog dan berbagi pengalaman akan menjadi hal yang istimewa yang dapat
menjadi bekal bagi seorang calon musisi professional. Bali Jazz Festival pada tahun-tahun
mendatang penyelenggaraannya akan menaruh perhatian secara khusus bagi pendidikan musik
ini. Pada penyelenggaraan workshop ini panitia Bali Jazz Festival bekerjasama dengan Institut
Seni Indonesia (ISI) Denpasar serta Bertha & Murni Music School dimana keduanya merupakan
institusi pendidikan juga menaruh perhatian terhadap pendidikan musik. Agenda untuk
workshop pada hari Sabtu 19 November 2005 di ISI Denpasar dan pada hari Minggu 20
November 2005 di Bertha & Murni Music School. Kedua workshop tersebut dapat diikuti oleh
umum atau pelajar secara cuma-cuma dengan mendaftar terlebih dahulu.


5. JAZZ FESTIVAL
Sebagai puncak aktifitas Bali Jazz Festival adalah acara konser yang akan diselenggarakan di 2
tempat yaitu di Hard Rock Café dan di Sand Island Hard Rock Hotel. Dari tanggal 18 hingga 20
November setiap harinya dimulai dari pukul 16.00 wita hingga tengah malam sebanyak 38 grup
jazz dari mancanegara dan Indonesia akan tampil masing-masing 60 menit.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:7
posted:1/10/2012
language:Indonesian
pages:6