Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

EKONOMI KOPERASI

VIEWS: 896 PAGES: 18

  • pg 1
									             TUGAS SOFT SKILL
            EKONOMI KOPERASI




Nama                     :   Hadi Purnama
NPM/Kelas                :   13210078/2EA21
Fakultas/Jurusan         :   Ekonomi/S-1 Manajemen
Dosen                    :   Bapak Nurhadi




                Fakultas Ekonomi
              Universitas Gunadarma
                       2012
                                             BAB I
                                         PENDAHULUAN


              Organisasi koperasi pada mulanya diperkenalkan di Inggris di sekitar abad
     pertengahan (atau ada yang bilang dimasa revolusi industri di-Inggris) yang diprakarsai oleh
     seorang industrialis yang sosialis yang bernama Robert Own. Di Indonesia pengenalan
     koperasi memang dilakukan oleh dorongan pemerintah, bahkan sejak pemerintahan
     penjajahan Belanda telah mulai diperkenalkan. Gerakan koperasi sendiri mendeklarasikan
     sebagai suatu gerakan sudah dimulai sejak tanggal 12 Juli 1947 melalui Kongres Koperasi di
     Tasikmalaya.

     1.   Konsep Koperasi

          A.    Konsep Koperasi Barat
                         Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela
                oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan, dengan maksud
                mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal
                balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

          B.    Konsep Koperasi Sosialis
                        Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan
                dikendalikan oleh pemerintah, dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan
                produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.

          C.    Konsep Koperasi Negara Berkembang
                          Walaupun masih mengacu kepada kedua konsep tersebut, namun dengan
                ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan
                pengembangannya. Adanya campur tangan pemerintah Indonesia dalam
                pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya mirip dengan
                konsep sosialis.

     2.   Latar Belakang Timbulnya Aliran Koperasi
          A. Keterkaitan Ideologi, Sistem Perekonomian dan Aliran Koperasi
               Latar belakang timbulnya aliran koperasi dilandaskan berdasarkan :
                     Keterkaitan Ideologi, Sistem Perekonomian dan Aliran Koperasi
                     Ideologi Sistem Perekonomian
                     Aliran Koperasi Liberalisme/Kapitalisme Sistem Ekonomi Bebas Liberal
                      Yardstick
                     Komunisme/Sosialisme Sistem Ekonomi Sosialis
                     Tidak termasuk Liberalisme dan Sosialisme Sistem Ekonomi Campuran
                      Persemakmuran
          B. Aliran Koperasi
                     Aliran Yardstick
                      (1)    Aliran ini banyak dijumpai pada Negara ± Negara yang berideologi
                             kapitalis.
                      (2)    Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi,
                             menetralisasikan dan mengoreksi.
                      (3)    Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh
                             bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat.


EKONOMI KOPERASI                                                                                    1
                       (4)    Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat
                              dimana industri
                       (5)    berkembang dengan pesat. Seperti di AS, Perancis, Swedia,
                              Denmark, Jerman, Belanda dll.
                      Aliran Sosialis
                       (1)    Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk
                              mencapai kesejahteraan masyarakat.
                       (2)    Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur
                              dan Rusia
                      Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
                       (1)    Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan
                              kualitas ekonomi masyarakat.
                       (2)    Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis
                              dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian
                              masyarakat.
                       (3)    Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat
                              “Kemitraan (partnership)”.

     3.   Sejarah Perkembangan Koperasi
                   Koperasi yang lahir pertama di Inggris (1844) berusaha mengatasi masalah
          keperluan konsumsi para anggotanya dengan cara kebersamaan yang dilandasi atas
          dasar prinsip-prinsip keadilan yang dikenal dengan “Rochdale Principles”. Sejalan
          dengan pengertian asal kata koperasi dari “Co” dan “Operation” mempunyai arti
          bersama-sama bekerja. Guna memperoleh pengertian yang lebih lengkap tentang
          koperasi, ILO di dalam penerbitannya tentang “Cooperative Management and
          Aministration” (1965, h. 5) ……..Cooperative is an association of person, usually of
          limited means, who have voluntarily joined together to achieve a common economic and
          through the formation of a democratically controlled business organization, making
          efuitable contrtobution to the capital required and accepting a fair share of the risk and
          benefits of the undertaking.

          A.   Sejarah Lahirnya Koperasi
                       R. Aria Wiriatmadja patih di Purwokerto (1896), mendirikan koperasi
               yang bergerak dibidang simpan pinjam. Untuk memodali koperasi simpan- pinjam
               tersebut di samping banyak menggunakan uangnya sendiri, beliau juga
               menggunakan kas mesjid yang dipegangnya (Djojohadikoesoemo, 1940, h 9).
               Kegiatan R Aria Wiriatmadja dikembangkan lebih lanjut oleh De Wolf Van
               Westerrode asisten Residen Wilayah Purwokerto di Banyumas.

          B.   Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia
                Boedi Oetomo yang didirikan pada tahun 1908 menganjurkan berdirinya
                    koperasi untuk keperluan rumah tangga. Pada akhir Rajab 1336H atau 1918
                    K.H. Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang mendirikan koperasi yang
                    dinamakan “Syirkatul Inan” atau disingkat (SKN) yang beranggotakan 45
                    orang. Pada tahun 1927 di Surabaya didirikan “Indonsische Studieclub”
                    Oleh dokter Soetomo yang juga pendiri Boedi Oetomo, dan melalui
                    organisasi tersebut beliau menganjurkan berdirinya koperasi.
                Pada akhir 1946, Jawatan Koperasi mengadakan pendaftaran koperasi dan
                    tercatat sebanyak 2500 buah koperasi di seluruh Indonesia. Pemerintah
                    Republik Indonesia bertindak aktif dalam pengembangan perkoperasian.


EKONOMI KOPERASI                                                                                       2
                   Pada tanggal 12 Juli 1947 diselenggarakan kongres koperasi se Jawa yang
                    pertama di Tasikmalaya. Dalam kongres tersebut diputuskan antara lain
                    terbentuknya Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia yang disingkat
                    SOKRI; menjadikan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi
                   Selanjutnya pada tanggal 15 sampai dengan 17 Juli 1953 dilangsungkan
                    kongres koperasi Indonesia yang ke II di Bandung. Keputusannya antara
                    lain merubah Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI)
                    menjadi Dewan Koperasi Indonesia (DKI).
                   Pada tahun 1956 tanggal 1 sampai 5 September diselenggarakan Kongres
                    Koperasi yang ke III di Jakarta. Keputusan Kongres di samping hal-hal yang
                    berkaitan dengan kehidupan perkoperasian di Indonesia
                   Periode pelita I pembangunan perkoperasian menitik beratkan pada
                    investasi pengetahuan dan ketrampilan orang-orang koperasi, baik sebagai
                    orang gerakan koperasi maupun pejabat-pejabat perkoperasian.
                   Dalam Pelita V kebijakan pembangunan tetap bertumpu pada trilogyp
                    embangunan dengan menekankan pemerataa pembangunan dan hasil
                    hasilnya menuju terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
                    yang disertai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi serta stabilitas yang
                    mantap.
                   Pada era reformasi pemberdayaan ekonomi rakyat kembali diupayakan
                    melalui pemberian kesempatan yang lebih besar bagi usaha kecil dan
                    koperasi. Pesan yang tersirat di dalam GBHN Tahun 1999 tersebut bahwa
                    tugas dan misi koperasi dalam era reformasi sekarang ini, yakni koperasi
                    harus mampu berfungsi sebagai sarana pendukung pengembangan usaha
                    kecil.


                                     BAB II
                     PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP KOPERASI


     1.   Pengertian Koperasi
                   Ada beberapa ilmuwan seperti Margareth Digby, seorang praktisi sekaligus
          kritikus koperasi berkebangsaan Inggris, dalam buku "The World Cooperative
          Movement", juga Dr. C.R. Fay, dalam buku "Cooperative at Home and Abroad", Dr.G.
          Mladenant, ilmuwan asal Perancis, dalam buku "L 'Histoire des Doctrines
          Cooperatives", kemudian H.E. Erdman, dalam buku "Passing Of Monopoly As An Aim
          Of Cooperative", Frank Robotka, dalam buku "A Theory Of Cooperative", Calvert,
          dalam buku "The Law and Principles of Cooperation", Drs. A. Chaniago dalam buku
          "Perkoperasian Indonesia", dan masih banyak lagi, masing-masing telah memaparkan
          pemikirannya tentang apa yang dimaksud dengan koperasi dan membuat definisi
          sendiri-sendiri. Demikian juga, di dalam Setiap Undang-Undang Koperasi yang pernah
          berlaku juga senantiasa merumuskan tentang makna koperasi.

          A.   Definisi ILO
                         Organisasi Buruh Sedunia (Intemational Labor Organization/ILO), dalam
               resolusinya nomor 127 yang dibuat pada tahun 1966, membuat batasan mengenai
               ciri ciri utama koperasi yaitu: merupakan perkumpulan orang-orang, yang secara
               sukarela bergabung bersama, untuk mencapai tujuan ekonomi yang sama, melalui
               pembentukan organisasi bisnis yang diawasi secara demokratis dan yang


EKONOMI KOPERASI                                                                                 3
               memberikan kontribusi modal yang sama dan menerima bagian resiko dan
               manfaat yang adil dari perusahaan di mana anggota aktifber partisipasi.

          B.   Definisi Drs. A. Chaniago
                        Drs. A. Chaniago memberi definisi koperasi sebagai suatu perkumpulan
               yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang memberi kebebasan
               masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara kekeluargaan
               menjalankan usaha, untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para
               anggotanya.

          C.   Definisi P.J.V Dooren
                        P.J.V Dooren mengatakan bahwa definisi koperasi adalah :
               There is no single definiton (for cooperative) which is generally accepted, but the
               common principle is that cooperative union is an associaton of member, either
               personal or corporate, which have voluntarily come together in pursuit of a
               common economic objective.

          D.   Definisi Moh. Hatta
                        Beliau mengatakan: “Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki
               nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong-
               menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan
               berdasarkan ’seorang buat semua dan semua buat seorang”.

          E.   Definisi Munkner
                        Munkner mendefinisikan koperasi sebagai organisasi tolong-menolong
               yang menjalankan “urusniaga” secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-
               menolong.
          F.   Definisi UU No. 25/1992
                        Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 Tentang
               Perkoperasian, yang mendefinisikan koperasi sebagai "Badan Usaha yang
               beranggotakan orang seorang atau badan-badan hukum koperasi dengan
               melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan
               ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan" .

     2.   Tujuan Koperasi
                   Menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 Pasal 3 koperasi bertujuan
          memajukan kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya
          serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan
          masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

     3.   Prinsip-Prinsip Koperasi
                  Prinsip-prinsip koperasi (sering juga disebut sebagai asas-asas atau sendi-sendi
           dasar koperasi), adalah garis-garis penuntun atau pemandu yang digunakan oleh
           koperasi, untuk melaksanakan nilai-nilai koperasi dalam praktek. Prinsip-prinsip
           koperasi, pada umumnya diartikan sebagai landasan bekerja bagi koperasi dalam
           melakukan kegiatan organisasi dan bisnisnya.

          A.   Prinsip-Prinsip Koperasi Menurut Munkner
                       Menurut Munker prinsip-prinsip koperasi adalah prinsip-prinsip ilmu
               pengetahuan sosial yang dirumuskan dari pengalaman dan merupakan petunjuk


EKONOMI KOPERASI                                                                                     4
               utama dalam mengerjakan sesuatu. Adapun prinsipnya adalah : pengawasan
               secara demokratis, keanggotaan yang terbuka, bunga atas modal dibatasi,
               pembagian SHU sebanding dengan jasa masing-masing anggota, penjualan
               sepenuhnya dengan tunai, barang-barang yang dijual harus asli dan tidak
               dipalsukan, menyelenggarakan pendidikan dengan prinsip-prinsip koperasi dan
               netral dengan politik dan agama.

          B.   Prinsip-Prinsip Koperasi MenurutRochdale
               (1) Menjual barang yang mumi, tidak dipalsukan, dan timbangan yang benar;
               (2) Menjual dengan tunai;
               (3) Menjual dengan harga umum (pasar);
               (4) Pembagian keuntungan seimbang dengan pembelian anggota dari koperasi;
               (5) Satu suara bagi seorang anggota;
               (6) Tidak membeda-bedakan aliran dan agama anggota.

          C.   Prinsip-Prinsip Koperasi MenurutRaiffeisen
               (1) Keanggotaan terbuka bagi siapa saja;
               (2) Perlu ikut sertanya orang kecil, terutama petani kecil atas dasar saling
                    mempercayai;
               (3) Seorang anggota mempunyai hak suara satu;
               (4) Tidak ada pemberian jasa modal;
               (5) Tidak ada pembagian keuntungan, SHU masuk ke dalam cadangan.

          D.   Prinsip-Prinsip Koperasi Menurut Schulze
                         Inti prinsip Schuzle adalah : swadaya, daerah kerja tak terbatas, SHU
               untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota, tanggung jawab anggota
               terbatas, pengurus bekerja dengan mendapatkan imbalan, usaha tidak terbatas
               tidak hanya untuk anggota saja.

          E.   Prinsip-Prinsip Koperasi Menurut ICa
                        Pada Kongres ICA tahun 1934 di London, komisi khusus yang dibentuk
               tahun 1934 tersebut menyimpulkan bahwa dari 8 asas Rochdale tersebut, 7 (tujuh)
               buah di antaranya dianggap sebagai asas pokok atau esensial, (E.D. Damanik,
               1980), yaitu: keanggotaan bersifat sukarela, pengurusan dikelola secara
               demokratis, Pembagian SHU sesuai partisipasi masing-masing anggota dalam
               usaha koperasi, bunga yang terbatas atas modal, netral dalam lapangan politik dan
               agama, tata niaga dijalankan secara tunai, Menyelenggarakan pendidikan bagi
               anggota, pengurus, pengawas dan karyawan koperasi.

          F.   Prinsip-prinsip Koperasi di indonesia
               (1) Keanggotaanya sukarela dan terbuka.
               (2) Pengawasan oleh anggota secara Demokratis.
               (3) Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi.
               (4) Otonomi dan kemandirian. Koperasi adalah organisasi yang otonom dan
                    mandiri yang di awasi oleh anggotanya.
               (5) Pendidikan, Pelatihan, dan Informasi. Tujuanya adalah agar mereka dapat
                    melaksanakan tugas dengan lebih efektif bagi perkembangan koperasi.
               (6) Kerja sama antar koperasi.
               (7) Kepedulian terhadap masyarakat.




EKONOMI KOPERASI                                                                                   5
                                       BAB III
                              ORGANISASI DAN MANAJEMEN


     1.   Bentuk Organisasi
                  Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-
          seorang demi kepentingan bersama.Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip
          gerakan ekonomirakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

          A.   Menurut Hanel
               Bentuk organisasi koperasi menurut Hanel Merupakan bentuk koperasi /
               organisasi yang tanpa memperhatikan bentuk hukum dan dapat didefiniskan
               dengan pengertian hukum. Sub sistem koperasi adalah individu (pemilik dan
               konsumen akhir), pengusaha, perorangan/kelompok ( pemasok /supplier) dan
               Badan Usaha yang melayani anggota dan masyarakat

          B.   Menurut Ropke
               Bentuk organisasi koperasi menurut Ropke Koperasi merupakan bentuk
               organisasi bisnis yang para anggotanya adalah juga pelanggar utama dari
               perusahaan tersebut.

          C.   Di Indonesia
               Bentuk organisasi di Indonesia Merupakan suatu susunan tanggung jawab para
               anggotanya yang melalui hubungan dan kerjasama dalam organisasi perusahaan
               tersebut.

     2.   Hirarki dan Tanggung Jawab
          A. Pengurus
               Pengurus koperasi adalah pemegang kuasa Rapat Anggota untuk mengelola
               koperasi, artinya pengurus hanya boleh melakukan segala macam kreasi
               manajemen yang tidak keluar dari koridor keputusan Rapat Anggota.

          B.   Pengelola
               Pengelola ( Manajer ) koperasi adalah mereka yang diangkat dan diperhentikan
               oleh pengurus untuk mengembangkan koperasi secara efisien dan profesional.

          C.   Pengawas
               Pengawas dipilh oleh Rapat Anggota untuk mengawasi pelaksanaan keputusan
               Rapat Anggota Tahunan dan juga idiologi. Tugas pengawas tidak untuk mencari-
               cari kesalahan tetapi untuk menjaga agar kegiatan yang dilakukan oleh koperasi
               sesuai dengan idiologi, AD/ART koperasi dan keputusan Rapat Anggota.

     3.   Pola Manajemen
                   Prof. Ewell Paul Roy mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4
          (empat) unsur yaitu: anggota, pengurus, manajer, dan karyawan. Menurut Suharsono
          Sagir, sistem manajemen di lembaga koperasi harus mengarah kepada manajemen
          partisipatif yang di dalamnya terdapat kebersamaan, keterbukaan, sehingga setiap
          anggota koperasi baik yang turut dalam pengelolaan (kepengurusan usaha) ataupun
          yang di luar kepengurusan (angota biasa), memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam
          organisasi koperasi (Anoraga dan Widiyanti,1992).


EKONOMI KOPERASI                                                                                 6
                                         BAB IV
                               TUJUAN DAN FUNGSI KOPERASI


     1.   Pengertian Badan Usaha
                   Badan Usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang
          bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha seringkali disamakan
          dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, Badan
          Usaha adalah lembaga sementara perusahaan adalah tempat dimana Badan Usaha itu
          mengelola faktor-faktor produksi.

     2.   Koperasi Sebagai Badan Usaha
                  Koperasi adalah badan usaha yang berlandaskan asas-asas kekeluargaan (UU
          No.25 tahun 1992). Sebagai badan usaha, koperasi tetap tunduk terhadap kaidah -
          kaidah perusahaan dan prinsip – prinsip ekonomi yang berlaku.

     3.   Tujuan dan Nilai Koperasi
                   Prof William F. Glueck (1984), pakar manajemen terkemuka dari Universitas
          Gerogia dalam bukunya strategy Manajemne And Busssines Policy, 2nd ed,
          mendefinisikan tujuan perusahaan sebagai hasil terakhir yang dicari organisasi melalui
          eksistensi dan operasinya.

     4.   Mendefinisikan Tujuan Perusahaan Koperasi
                   Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan usaha tidaklah semata-semata
          hanya pada orientasi laba (profit oriented), melainkan juga pada orientasi manfaat
          (benefit oriented). Karena itu, dalam banyak kasus koperasi, manajemen koperasi tidak
          mengejar keuntungan sebagai tujuan perusahaan karena mereka bekerja didasari dengan
          pelayanan (service at cost).

     5.   Keterbatasan Teori Perusahaan
          Beberapa Kritik dari teori tersebut adalah sebagai berikut :
           Tujuan Perusahaan adalah memaksimumkan penjualan (maximization of sales).
               Model ini diperkenalkan oleh William banmolb
           Tujuan Perusahaan adalah untuk memaksimumkan penggunaan manajemen
               (maximization of managemen utility). Dalil ini diperkenalkan oleh oliver
               Williamson
           Tujuan perusahaan adalah untuk memuaskan sesuatu dengan berusaha keras
               (satisfying behavior). Ini dikembangkan oleh Herbet Simon.

     6.   Teori Laba
          Terdapat beberapa teori yang menerangkan perbedaan ini sebagai berikut : Teori Laba
          Menanggung Resiko (Risk- Bearing Theory Of profit), Teori Laba Frisional (Frictional
          Theory Of Profit) dan Teori Laba Monopoli (Monopoly Theory Of Profits).

     7.   Fungsi Laba
                   Ditinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar
          kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan operasinya. Semakin tinggi
          partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggota.




EKONOMI KOPERASI                                                                                    7
     8.   Kegiatan Usaha Koperasi
                  Koperasi, sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 25 tahun 1992 adalah
          badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan
          melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan
          ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

          A.   Status dan Motif Anggota Koperasi
                        Pada Pasal 19 berbunyi Keanggotaan Koperasi didasarkan pada
               kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha Koperasi, keanggotaan
               Koperasi dapat diperoleh atau diakhiri setelah syarat sebagaimana diatur dalam
               Anggaran Dasar dipenuhi, Keanggotaan Koperasi tidak dapat dipindahtangankan
               dan Setiap anggota mempunyai kewajiban dan hak yang sama terhadap Koperasi
               sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar.
                        Sedangkan Pasal 20 berbunyi setiap anggota mempunyai kewajiban
               untuk mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan
               yang telah disepakati dalam Rapat Anggota, berpartisipasi dalam kegiatan usaha
               yang diselenggarakan oleh Koperasi dan mengembangkan dan memelihara
               kebersamaan berdasar atas asas kekeluargaan.

          B.   Kegiatan Usaha
                         Kegiatan usaha koperasi yang berkaitan dengan kegiatan usaha anggota
               berupa unit usaha simpan pinjam, perdagangan umum, penerbitan dan percetakan,
               agrobisnis dan agro industri, jasa pendidikan, konsultan dan pelatihan pendidikan,
               biro jasa,jasa pengiriman barang,j asa transportasi, dan lain-lain.

          C.   Permodalan Koperasi
                       Permodalan koperasi terdiri dari dan dipupuk dari simpanan-simpanan
               pokok, wajib, dan sukarela para anggotan (dalam hal ini dapat pula diterima pula
               simpanan sukarela dari bukan anggota.

          D.   Sisa Hasil Usaha Koperasi
                        Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian
               memberikan pengaturan mengenai Sisa Hasil Usaha di dalam suatu bab tersendiri
               yaitu Bab IX mengenai Sisa Hasil Usaha. Di dalam bab tersebut hanya terdapat 1
               pasal yang mengatur mengenai Sisa Hasil Usaha yaitu pasal 45. Pasal 45 berisi
               ketentuan sebagai berikut :
                Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan Koperasi yang diperoleh
                     dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban
                     lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
                Sisa Hasil Usaha setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada
                     anggota standing dengan jasa usaha yang dilakukan oleh, masing-masing
                     anggota dengan Koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan
                     perkoperasian dan keperluan lain dari Koperasi, sesuai dengan keputusan
                     Rapat Anggota.
                Besarnya pemupukan dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.




EKONOMI KOPERASI                                                                                    8
                                              BAB V
                                        SISA HASIL USAHA


     1.   Pengertian SHU
                   Menurut IAI (2004:275) : “Sisa Hasil Usaha adalah penjumlahan dari
          partisipasi neto dan laba atau rugi kotor dengan non anggota, ditambah atau dikurangi
          dengan pendapatan dan beban lain serta beban perkoperasian pajak penghasilan badan
          koperasi”.

     2.   Rumus Pembagian SHU
                  Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha
          masing-masing anggota. Unutk koperasi Indonesia, dasar hukumnya adalah pasal 5,
          ayat 1, UU. No.25 tahun 1992 tentang perkoperasian yang dalam penjelasanya
          mengatakan bahwa pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-semata
          berdasrkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan
          perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Dengan demikian, SHU koperasi
          yang diterima oleh anggota bersumber dari 2 kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh
          angota sendiri, yaitu: SHU atas jasa modal dan SHU atas jasa usaha. Rumus SHU per
          anggota dapat dihitung sebagai berikut:

                                        SHUA = JUA + JMA
          Dimana:
          SHUA       : Sisa HASIL Usaha Anggota
          JUA        : Jasa Usaha Anggota
          JMA        : Jasa Modal Anggota

                   Dengan menggunakan model matematika, SHU per anggota dapat dihitung
          sebagai berikut:



          Dimana:
          SHUPa      :   Sisa Hasil Usaha per Anggota
          JUA        :   Jasa Usaha Anggota
          JMA        :   Jasa Modal Anggota
          VA         :    Volume usaha Anggota (total transaksi anggota)
          VUK        :    Volume usaha total kopersai (total transaksi koperasi)
          Sa         :   Jumlah simpanan anggota
          TMS        :    Modal sendiri total (simpanan anggota total)

     3.   Prinsip-Prinsip Pembagian SHU
          Prinsip-prinsip pembagian SHU sebagai berikut.
           SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
           SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota
                sendiri.
           Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.
           SHU anggota dibayar secara tunai.




EKONOMI KOPERASI                                                                                  9
     4.   Pembagian SHU Kepada Anggota
          Di bawah ini di sajikan data Koperasi A.
           Perhitungan SHU (Laba/ Rugi) Koperasi A Tahun Buku 2010 (dalam ribuan)
                     Penjualan/ PenerimaanJasa                  850,077
                     PendapatanLain                            110,717
                                                                960,794
                     Harga Pokok Penjualan                     (300,906)
                     Pendapatan operasional                     659,888
                     Beban operasional                         (310,539)
                     Beban administrasi dan umum               ( 35,349)
                                                               (345,888)
                     SHU sebelum pajak                         314,000
                     Pajak Penghasilan(PPH Ps21)               (34,000)
                     SHU setelah Pajak                         280,000
           Sumber SHU
                     SHU Koperasi A setelah pajak              280,000
                     Sumber SHU:
                     transaksi anggota                         200,000
                     transaksi nonanggota                      80,000
           Pembagian SHU menurut Pasal 15, AD/ART Koperasi A
               Cadangan                    : 40% x 200.000            = Rp 80.000
               Jasa Anggota                : 40% x 200.000            = Rp 80.000
               Dana Pengurus               : 5% x 200.000             = Rp 10.000
               Dana Karyawan               : 5% x 200.000             = Rp 10.000
               Dana Pendidikan             : 5% x 200.000             = Rp 10.000
               Dana Sosial                 : 5% x 200.000             = Rp 10.000
               Rapat anggota telah menetapkan bahwa SHU bagian anggota dibagi sebagai
               berikut.
               Jasa modal            : 30% x Rp 80.000.000            = Rp 24.000.000
               Jasa Usaha            : 70% x Rp 80.000.000            = Rp 56.000.000
           Jumlah Anggota, Simpanan, dan Volume Usaha Koperasi
               Jumlah anggota                 : 142 orang
               Total simpanan anggota         : Rp 345.420.000
               Total transaksi anggota        : Rp 2.340.062.000
           Kompilasi Data Simpanan, Transaksi Usaha, dan SHU Per Anggota (dalam
               ribuan)
                No          Nama        Jumlah       Total        SHU       SHU        Jumlah
                Anggota Anggota Simpanan Transaksi Modal Transaksi SHU Per
                                                                            Usaha      Anggota
                1           Adi                 800        5.500    55,58       131,62    187,20
                2           Budi              1.500        4.800 104,22         114,87    219,09
                3           Coki              2.900            0 201,49              0    201,49
                s/d         dst         dst          dst          dst       dst        Dst
                142
                       Jumlah               345.420 2.340.062 24.000            56.000    80.000
               Seperti diketahui rumusSHU per anggota adalah
                                         SHUA = JUA + JMA


               SHU Usaha Anggota         = Va/VUK (JUA)


EKONOMI KOPERASI                                                                                   10
                                        BAB VI
                               POLA MANAJEMEN KOPERASI


     1.   Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi
                   Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “ The Cooperative
          Movement and some of its Problems” yang mengatakan bahwa : “Cooperation is an
          economic system with social content”. Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip-
          prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-azas koperasi yang mengandung unsur-
          unsur sosial di dalamnya.

          A.   Pengertian Manajemen
                       Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen
               koperasi melibatkan 4 unsur (perangkat) yaitu: anggota, pengurus, manajer dan
               Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan.

          B.   Pengertian Koperasi
                        Kata koperasi Banyak yang berpendapat bahwa ia berasal dari bahasa
               Inggris: co-operation, cooperative, atau bahasa Latin: coopere, atau dalam bahasa
               Belanda: cooperatie, cooperatieve, yang kurang lebih berarti bekerja bersama-
               sama, atau kerja sama, atau usaha bersama atau yang bersifat kerja sama.

          C.   Pengertian Manajemen Koperasi
                        Definisi manajemen koperasi yang sering dipakai adalah suatu cara
               mencapai tujuan koperasi dengan bekerjasama sesuai dengan nilai dan prinsip
               koperasi.

     2.   Rapat Anggota Koperasi
                    Rapat anggota adalah wadah aspirasi anggota dan pemegang kekuasaan
          tertinggi dalam koperasi..

     3.   Pengurus
                   Pengurus adalah badan yang dibentuk oleh rapat anggota dan disertai dan
          diserahi mandat untuk melaksanakan kepemimpinan koperasi, baik dibidang organisasi
          maupun usaha

     4.   Pengawas
                  Pengawas adalah suatu badan yang dibentuk untuk melaksanakan pengawasan
          terhadap kinerja pengurus.

     5.   Manajer
                  Manajer adalah pelaksana tugas sehari-hari bertanggung jawab kepada
          Pengurus, sebab adalah wewenang Pengurus untuk mengangkat dan menghentikan
          Manajer.

     6.   Pendekatan Sistem Pada Koperasi
                  Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu: organisasi dari
          orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi, sifat-sifat sosial (pendekatan sosiologi)
          dan perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam
          ekonomi pasar (pendekatan neo klasik).


EKONOMI KOPERASI                                                                                   11
                                        BAB VII
                              JENIS DAN BENTUK KOPERASI


     1.   Jenis Koperasi
                  Menurut M.Firdaus dan Agus Edhi Susanto (2004:43) : “Jenis koperasi di
          Indonesia dapat ditinjau berdasarkan pada kebutuhan dan dalam ekonomi sesuai dengan
          timbulnya gerakan koperasi,berdasarkan golongan fungsional,dan berdasarkan lapangan
          usaha”.

          A.   Menurut Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1959
                Koperasi Desa
                Koperasi Pertanian
                Koperasi Peternakan
                Koperasi Perikanan
                Koperasi Kerajinan/Industri
                Koperasi Simpan Pinjam
                Koperasi Konsumsi

          B.   Menurut Teori Klasik
                Koperasi pemakaian
                Koperasi penghasil atau Koperasi produksi
                Koperasi Simpan Pinjam

     2.   Ketentuan Penjenisan Koperasi Sesuai Undang-Undang No. 12/1967
               Penjenisan Koperasi didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu
          golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas/kepentingan
          ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya.
               .
     3.   Bentuk Koperasi
          A. Menurut Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1959
                Koperasi Primer
                Koperasi Pusat
                Koperasi Gabungan
                Koperasi Induk

          B.   Sesuai Wilayah Administrasi Pemerintah
                Di tiap desa ditumbuhkan Koperasi Desa.
                Di tiap Daerah Tingkat II ditumbuhkan Pusat Koperasi.
                Di tiap Daerah Tingkat I ditumbuhkan Gabungan Koperasi.
                Di Ibu Kota ditumbuhkan Induk Koperasi.

          C.   Koperasi Primer dan Sekunder
                        Koperasi Primer adalah koperasi yang anggotanya 20 orang atau lebih
               sedangkan Koperasi Sekunder merupakan koperasi yang anggota-anggotanya
               adalah organisasi koperasi




EKONOMI KOPERASI                                                                                12
                                       BAB VIII
                                 PERMODALAN KOPERASI


     1.   Arti Modal Koperasi
                   “Modal adalah kepentingan equiti dalam bisnis yang merupakan perbedaan
          antara aktiva dengan kewajiban” ( Ardiyos,2005:154 )
                   Menurut IAI ( 2002:211 ), “ekuitas merupakan bagian atau hak pemilik dalam
          perusahaan yaitu selisih antara aktiva dan kewajiban yang ada dan dengan demikian
          tidak merupakan ukuran nilai jual perusahaan tersebut”.

     2.   Sumber Modal
          A. Menurut UU No 12 / 1967
               Simpanan Pokok adalah simpanan yang harus minimal dimiliki oleh
                  anggota koperasi dalam meminjam, menabung atau mengambil sesuatu
                  dalam kegiatan koperasi
               Simpanan Wajib adalah simpanan pada pertama kali untuk menjadi anggota
                  koperasi dan sangat di haruskan
               Simpanan Sukarela adalah simpanan yang dapat diberikan kepada anggota
                  koperasi yang mengalami sesuatu dan dengan keiklasan di berikan kepada
                  anggota koperasi yang lain

          B.   Menurut UU No. 25 / 1992
                Modal sendiri (equity capital), bersumber dari simpanan pokok anggota,
                   simpanan wajib, dana cadangan, dan donasi/hibah.
                Modal pinjaman (debt capital), bersumber dari anggota, koperasi lainnya,
                   bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang
                   lainnya, serta sumber lain yang sah.

     3.   Distribusi Cadangan Koperasi
                  Cadangan menurut UU No. 25/1992, adalah sejumlah uang yang diperoleh dari
          penyisihan sisa hasil usaha yang dimasukkan untuk memupuk modal sendiri dan untuk
          menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
                  Sesuai Anggaran Dasar yang menunjuk pada UU No. 12/1967 menentukan
          bahwa 25 % dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota disisihkan untuk Cadangan ,
          sedangkan SHU yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60 % disisihkan untuk
          Cadangan. Banyak sekali manfaat distribusi cadangan


                                  BAB IX
          EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA


     1.   Efek-efek ekonomis koperasi
                  Salah satu hubungan penting yang harus dilakukankoperasi adalah dengan para
          anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
          Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-
          simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan
          anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan




EKONOMI KOPERASI                                                                                13
            barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual
            /pembeli di luar koperasi.

     2.     Efek harga dan efek biaya
                     Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat
            partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai
            manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif. Bila dilihat dari peranan
            anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan
            koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota.
            Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan
            koperasi dalam pasar yang bersaing.

     3.     Analisis hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan koperasi
                     Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar
            oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari
            konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi
            ataupun transaksi anggota dengan koperasinya.

     4.     Penyajian dan analisis neraca pelayanan
                    Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan
            lingkungan koperasi, terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi
            terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan. Bila koperasi mampu memberikan
            pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada
            pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat.
            Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang dating
            terutama dari anggota koperasi.


                                    BAB X
          EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN


     1.     Efisiensi Perusahaan Koperasi
                     Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan
            pengukurannya di hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya
            transaksi atau di perolehnya manfaat ekonomi sedangkan Efesiensi adalah:
            penghematan input yang di ukur dengan cara membandingkan input anggaran atau
            seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut
            (Efisien). .di perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis
            manfaat ekonomi yaitu :
             Manfaat ekonomi langsung (MEL)
             Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)
            Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan
            cara sebagai berikut:

                                   TME = MEL + METL
                                   MEN = (MEL + METL) – BA




EKONOMI KOPERASI                                                                                       14
          Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha
          (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara
          sebagai berikut :

                                MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU
                                METL = SHUa

     2.   Efektivitas Koperasi
                  Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara
          membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau
          sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif. Rumus perhitungan Efektivitas koperasi
          (EvK) :
               EvK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL
               Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK >1, berarti efektif

     3.   Produktivitas Koperasi
                     Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan
          (I), jika (O1) di sebut produktif. Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
                        PPK = SHUk x 100 % (1) Modal koperasi
                        PPK = Laba bersih dr usaha dgn non anggota x 100% (2) Modal koperasi

     4.   Analisis Laporan Koperasi
                   Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem pelaporan
          keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus
          tentang tata kehidupan koperasi. Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan
          sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.


                                           BAB XI
                                       PERAN KOPERASI


     1.   Dipasar Persaingan Sempurna
                   Suatu pasar disebut bersaing sempurna jika terdapat banyak penjual dan
          pembeli sehingga tidak ada satu pun dari mereka dapat mempengaruhi harga yang
          berlaku; barang dan jasa yang dijual di pasar adalah homogen; terdapat mobilitas
          sumber daya yang sempurna; setiap produsen maupun konsumen mempunyai kebebasan
          untuk keluar-masuk pasar; setiap produsen maupun konsumen mempunyai informasi
          yang sempurna tentang keadaan pasar meliputi perubahan harga, kuantitas dan kualitas
          barang dan informasi lainnya.

     2.   Dipasar Monopolistik
                   Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak
          produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa
          aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang
          dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk
          lainnya.




EKONOMI KOPERASI                                                                                   15
     3.   Dipasar Monopsoni
                  Monopsoni adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan
          pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar
          komoditas.

     4.   Dipasar Oligopoli
                   Pasar oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh
          beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari
          sepuluh. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian
          yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan
          tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka.


                                         BAB XII
                                  PEMBANGUNAN KOPERASI


     Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang
               Pembangunan koperasi dapat diartikan sebagai proses perubahan yang menyangkut
     kehidupan perkoperasian Indonesia guna mencapai kesejahteraan anggotanya. Tujuan
     pembangunan koperasi di Indonesia adalah menciptakan keadaan masyarakat khususnya
     anggota koperasi agar mampu mengurus dirinya sendiri (self help). Menurut Ace Partadiredja
     dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, faktor-faktor yang menghambat
     pertumbuhan koperasi Indonesia adalah rendahnya tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia.
               Prof. Wagiono Ismangil berpendapat bahwa faktor penghambat kemajuan koperasi
     adalah kurangnya kerja sama di bidang ekonomi dari masyarakat kota. Kerja sama di bidang
     sosial (gotong royong) memang sudah kuat, tetapi kerja sama di bidang usaha dirasakan
     masih lemah, padahal kerja sama di bidang ekonomi merupakan faktor yang sangat
     menentukan kemajuan lembaga koperasi. Dekan Fakultas Administrasi Bisnis universitas
     Nebraska Gaay Schwediman, berpendapat bahwa untuk kemajuan koperasi maka manajemen
     tradisional perlu diganti dengan manajemen modern yang mempunyai ciri-ciri sebagai
     berikut:
      semua anggota diperlakukan secara adil,
      didukung administrasi yang canggih,
      koperasi yang kecil dan lemah dapat bergabung (merjer) agar menjadi koperasi yang
            lebih kuat dan sehat,
      pembuatan kebijakan dipusatkan pada sentra-sentra yang layak,
      petugas pemasaran koperasi harus bersifat agresif dengan menjemput bola bukan hanya
            menunggu pembeli,
      kebijakan penerimaan pegawai didasarkan atas kebutuhan, yaitu yang terbaik untuk
            kepentingan koperasi,
      manajer selalu memperhatikan fungsi perencanaan dan masalah yang strategis,
      memprioritaskan keuntungan tanpa mengabaikan pelayanan yang baik kepada anggota
            dan pelanggan lainnya,
      perhatian manajemen pada faktor persaingan eksternal harus seimbang dengan masalah
            internal,
      keputusan usaha dibuat berdasarkan keyakinan untuk memperhatikan kelangsungan
            organisasi dalam jangka panjang,
      selalu memikirkan pembinaan dan promosi karyawan,
      pendidikan anggota menjadi salah satu program yang rutin untuk dilaksanakan.


EKONOMI KOPERASI                                                                                    16
                                     DAFTAR PUSTAKA

     Koperasi Teori dan Praktik oleh Arifin Sitio dan Halomoan Tamba
     FORUM EKONOMI INDONESIACenter for Industry, SME & Business Competition
     StudiesUniversity of Trisakti oleh Tulus Tambunan dan Chairulhadi M. Anik
     Penelitian Tentang Sejarah Perkembangan Koperasi Oleh DR. H. Masngudi
     Pengertian Koperasi oleh M. Iskandar Soesilo
     Manajemen Koperasi Menuju Kewirausahaan Koperasi oleh Arman D. Hutasuhut
     Partono, Tiktik Sartika. 2004. Ekonomi Skala Kecil/Menengah & Koperasi.Bogor: Ghalia
     Indonesia
     Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992, Tentang Perkoperasian.
     http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/ekonomi-koperasi/evaluasi-
     keberhasilan-koperasi-dilihat-dari-sisi-1
     http://robertoxie.wordpress.com/2011/01/11/pembangunan-koperasi-di-negara-berkembang/
     http://lhantank.blogspot.com/2011/01/peranan-koperasi-diberbagai-keadaan.html




EKONOMI KOPERASI                                                                             17

								
To top