Docstoc

mega dan rahma

Document Sample
mega dan rahma Powered By Docstoc
					A. Judul : MEMBEDAKAN PEWARNA ALAMI DAN PEWARNA BUATAN


B. Tujuan :
              Mengetahui perbedaan pewarna alami dan pewarna buatan serta mengetahui ciri-
              ciri pewarna alami dan pewarna buatan
C. Rumusan masalah :
              1. Bagaimana cara membedakan pewarna alami dan pewarna buatan?
              2. Apa saja ciri-ciri yang membedakan pewarna alami dan pewarna buatan?

D. Hipotesis :

              Suatu benda berwarna yang memiliki afinitas kimia terhadap benda yang
              diwarnai merupakan definisi sederhana bahan pewarna. Bahan pewarna pada
              umumnya memiliki bentuk cair dan larut di air. Pada berbagai situasi, proses
              pewarnaan ini menggunakan mordant untuk meningkatkan kemampuan
              menempel bahan pewarna. Bahan pewarna dan pigmen terlihat berwarna karena
              menyerap panjang gelombang tertentu dari cahaya. Berlawanan dengan bahan
              pewarna, pigmen pada umumnya tidak dapat larut, dan tidak memiliki afinitas
              terhadap substrat

E. Alat dan Bahan:




      Kunyit/kunir
      Daun pandan
      Pewarna buatan (pewarna makanan) kuning dan hijau
      Gelas plastik
      Air
      Parutan
      Pisau
      Penumbuk bumbu

F. Langkah-langkah kegiatan:

             1. Siapkan alat dan bahan
             2. Pada pewarna alami kuning, kunyit diparut kemudian tambahkan air dan peras
                kunyit sampai sarinya keluar.
             3. Pada pewarna alami hijau, tumbuk daun pandan sampai halus, kemudian
                tambahkan air dan peraslah sampai sari daunnya keluar
             4. Pada pewarna buatan, tuangkan pewarna (hijau dan kuning) kedalam masing-
                masing gelas, kemudian tambahkan air.
             5. Amati gelas yang berisi pewarna alami kuning dan gelas yang berisi pewarna
                buatan kuning
             6. Amati gelas yang berisi pewarna alami hijau dan gelas yang berisi pewarna
                buatan hijau

G. Data Hasil Pengamatan:

   Pewarna kuning




   Pewarna alami kuning:

      Berwarna kuning pucat
      Airnya keruh (tidak bersih)
   mudah larut dalam air
   membutuhkan bahan pewarna lebih banyak karena kurang mampu mewarnai dengan
    baik

Pewarna buatan kuning:

   warnanya kuning cerah dan tampak mencolok
   warnanya terlihat bening (tidak keruh)
   airnya jernih
   tidak mudah larut dalam air
   membutuhkan bahan pewarna sedikit karena dalam konsentrasi rendah sudah mampu
    mewarnai dengan baik

Pewarna hijau




Pewarna alami hijau:

   Warnanya hijau pucat
   Airnya keruh (tidak bersih)
   mudah larut dalam air
   membutuhkan bahan pewarna lebih banyak karena kurang mampu mewarnai dengan
    baik

Pewarna buatan hijau:

   warnanya hijau cerah dan tmpak mencolok
   airnya jernih
   tidak mudah larut dalam air
        membutuhkan bahan pewarna sedikit karena dalam konsentrasi rendah sudah mampu
         mewarnai dengan baik


H. Pembahasan/ diskusi:

         Zat pewarna makanan secara umum digolongkan menjadi dua kategori yaitu zat
pewarna alami dan zat pewarna sintetis. Zat pewarna alami merupakan zat pewarna yang
berasal dari tanaman atau buah-buahan. Secara kuantitas, dibutuhkan zat pewarna alami yang
lebih banyak daripada zat pewarna sintetis untuk menghasilkan tingkat pewarnaan yang
sama. Pada kondisi tersebut, dapat terjadi perubahan yang tidak terduga pada tekstur dan
aroma makanan. Zat pewarna alami juga menghasilkan karakteristik warna yang lebih pudar
dan kurang stabil bila dibandingkan dengan zat pewarna sintetis. Oleh karena itu zat ini tidak
dapat digunakan sesering zat pewarna sintetis (Lee 2005).

         Zat pewarna sintesis merupakan zat pewarna buatan manusia. Zat pewarna sintetis
seharusnya telah melalui suatu pengujian secara intensif untuk menjamin keamanannya.
Karakteristik dari zat pewarna sintetis adalah warnanya lebih cerah, lebih homogen dan
memilliki variasi warna yang lebih banyak bila dibandingkan dengan zat pewarna alami. Di
samping itu penggunaan zat pewarna sintetis pada makanan bila dihitung berdasarkan harga
per unit dan efisiensi produksi akan jauh lebih murah bila dibandingkan dengan zat pewarna
alami. Para konsumen pun hendaknya selalu mendapatkan informasi tentang komponen-
komponen yang terkandung dalam zat pewarna sintetis tersebut (Lee 2005).

Tabel perbedaan antara zat pewarna sintetis dan alami

        Pembeda             Zat pewarna Sintetis         Zat pewarna alami
                                 Lebih cerah                 Lebih pudar
Warna yang dihasilkan
                                Lebih homogen               Tidak homogen
    Variasi warna                  Banyak                      Sedikit
          Harga                  Lebih murah                 Lebih mahal
       Ketersediaan             Tidak terbatas                 Terbatas
        Kestabilan                  Stabil                  Kurang stabil
I. Kesimpulan


          pewarna alami mempunyai warna yang lebih pudar, tidak homogen, warnanya
           kurang stabil dan lebih mahal harganya.
          pewarna buatan mempunyai warna yang lebih cerah, lebih homogen, warnanya
           stabil dan lebih murah harganya.
J. Penyusun
   Nama       :
              1. Mega Dwi Imbarsari (101644080)
              2. Rahma Rizki Azmia (101644083)
   Kelas      : C/2010




                                          Profil Kita

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:30
posted:1/9/2012
language:
pages:5