Docstoc

proposal skripsi metode penelitian

Document Sample
proposal skripsi metode penelitian Powered By Docstoc
					   HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR DENGAN

KEMAMPUAN SISWA PADA KOMPETENSI ELEKTRONIKA

       DIGITAL DI SMK NEGERI 35 JAKARTA




           Nama      :   Irman Maulana

           No.Reg.   :   5215080275




JURUSAN TEKNIK ELEKTRON FAKULTAS TEKNIK

     UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2012
                                     BAB I

                              PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

       Pendidikan merupakan salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia

dinamis dan sarat perkembangan. Perubahan atau perkembangan pendidikan

merupakan hal memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya

kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu

terus menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan.

       Pendidikan mampu mendukung pembangunan dimasa mendatang apabila

pendidikan tersebut mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga

mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupannya. Pendidikan harus

menyentuh potensi nurani maupun potensi kompetensi peserta didik. Konsep

pendidikan tersebut terasa semakin penting ketika seseorang harus memasuki

kehidupan di masyarakat dan dunia kerja, karena konsep pendidikan tersebutakan

menjadi untuk menghadapi problea dalamkehidupan sehari-hari, saat ini maupun

masa mendatang.

       Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bentuk satuan pendidikan

kejuruan sebagaimana dijelaskan dalam penjelasan Pasal 15 UU Sisdiknas,

merupakan pendidikan menengah guna mempersiapkan peserta didik terutama

untuk bekerja pada bidang tertentu. Perkembangan kurikulum selalu berubah-ubah

seiring dengan semakin berkembangnya tuntutan zaman. Dalam memenuhi tujuan

pendidikan nasional tadi maka kurikulum selalu berubah-ubah. Pada kurikulum

SMK edisi 2004 guru diberi hak dan kewajiban lebih kreatif dan inovatif dalam
pengembangan kurikulum seperti tercantum pada Undang Undang Nomor 20

Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) pasal 36 ayat (2)

“Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan

prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta

didik.”

          Pembahasan mengenai pentingnya memperhatikan dan sadar akan adanya

keragaman karakter dalam belajar pada siswa yaitu seperti tercantum pada prinsip

pembelajaran sesuai dengan kurikulum SMK 2009 yaitu Learning by doing dan

Individualized learning. Kurikulum SMK 2009 prinsip pembelajaran di SMK :

(1). Learning by doing (belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata, yang memberikan

pengalaman belajar bermakna), dikembangkan

Menjadi      pembelajaran   berbasis   produksi,   (2).   Individualized   learning

(pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap individu) dilaksanakan

dengan sistemmodular.

          DePorter & Hernacki (Ary Nilandari, 2004:112) mengemukakan

pendapatnya mengenai gaya belajar, antara lain: “Gaya belajar dapat

dikelompokkan menjadi tiga diantaranya gaya belajar visual, gaya belajar

auditorial dan gaya belajar kinestetik”. Gaya belajar visual cenderung lebih

dominan dalam pengelihatannya dibanding dengan pendengaran dan gerakan-

gerakannya. Orang yang memiliki gaya belajar seperti ini cenderung lebih khusus

dalam belajar dengan selalu melihat pada fokus telaahannya. Gaya belajar

auditorial dalam proses belajar lebih memfokuskan pada apa yang mereka dengar,

sedangkan gaya belajar kinestetik dalam proses pembelajaran lebih banyak belajar
melalui melakukan sesuatu secara langsung.

       Dari uraian latar belakang diatas, penulis merasa tertarik untuk meneliti

adakah hubungan antara gaya belajar dengan kemampuan siswa dalam kompetensi

Elektronika Digital siswa kelas 1 TAV 1 SMK Negeri 35 Jakarta dan bila ada

berapa besarkah. Maka penulis memfokuskan penelitian ini dengan kajian

“Hubungan Antara Gaya Belajar Dengan Kemampuan Siswa Pada

Kompetensi Elektronika Digital di SMKN 35 Jakarta”



1.2 Rumusan Masalah

   Dalam suatu penelitian terlebih dahulu harus dirumuskan masalah penelitian

secara jelas agar maksud dan tujuan dalam penelitian lebih terarah dan mudah

dalam menentukan metode yang cocok digunakan dalam pemecahan masalah

tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah gambaran umum gaya belajar siswa kelas 1 Program

      Keahlian Teknik Audio Video (TAV) SMKN 35 Jakarta pada Kompetensi

      ElektronikaDigital ?

  2. Berapa besar tingkat kemampuan siswa kelas 1 Program Keahlian Teknik

      Audio Video SMKN 35 Jakarta pada Kompetensi Elektronika Digital ?



1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan dalam penelitian, maka tujuan penelitian ini

diantaranya :

   1. Untuk memperoleh data mengenai gambaran umum gaya belajar siswa
       kelas 1 Program Keahlian Teknik Audio Video SMKN 35 Jakarta.

   2. Untuk memperoleh data mengenai berapa besar tingkat kemampuan siswa

       kelas 1 Program Teknik Audio Video SMKN 35 Jakarta pada kompetensi

       elektronika digital.



1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini diantaranya :

   1. Untuk mengukur gaya belajar siswa (variabel X), gaya belajar tersebut

       diantaranya :

        a. Gaya belajar visual

        b. Gaya belajar kinestetik

   2. Kemampuan belajar siswa pada kompetensi elektronika digital merupakan

       variabel Y (terikat). Pokok bahasannya mencakup rangkaian sekuensial dan

       rangkaian memori.

   3. Penelitian ini untuk melihat seberapa besar pengaruh gaya belajar siswa

       dengan    kemampuan       siswa   pada   kompetensi   elektronika   digital.



1.5 Metode Penelitian
        Pada penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif, yang meneliti

suatu kejadian yang sedang berlangsung untuk melihat keterkaitan antara gaya

belajar dengan kemampuan belajar siswa. Metode ini menekankan pada suatu studi

untuk memperoleh informasi mengenai gejala yang muncul pada saat penelitian

berlangsung.

        Model penelitian ini adalah model korelasi kontingensi yaitu untuk

menentukan ada tidaknya pengaruh dua variabel, yaitu pengaruh gaya belajar yang

dianut siswa terhadap kemampuan belajar siswa pada kompetensi elektronika

digital. Dua kelompok nilai dari setiap anggota sampel yang dipilih, yaitu

kelompok gaya belajar siswa (variabel bebas) dan kelompok kemampuan belajar

pada kompetensi elektronika digital (variabel terikat), nilai untuk tiap variabel

bebas dan nilai untuk variabel terikat kemudian dikorelasikan hasilnya adalah

koefisien korelasi.



1.6 Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian

1.6.1 Lokasi Penelitian

        Penelitian ini dilakukan di SMKN 35 Jakarta JL. Kerajinan No.42 Jakarta

Barat

1.6.2 Populasi Penelitian

        Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa kelas X kompetensi

keahlian Teknik Audio Video (TAV) SMK Negeri 6 Bandung pada tahun ajaran

2009/2010 dengan jumlah populasi keseluruhan 151 siswa.
1.6.3 Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini meliputi siswa kelas X kompetensi keahlian Teknik

Audio Video (TAV) dengan sampel penelitian kelas X TAV 1 sebanyak 37 orang.



1.7. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian pada penelitian ini diantaranya :

    a. Teknik angket

Suharsimi Arikunto (1993 : 139) mengemukakan sebagai berikut : “Kuesioner atau

angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh

informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang

ia ketahui”. Teknik angket yang digunakan pada penelitian ini merupakan teknik

angket tertutup. Lembar untuk merespon pertanyaan telah disediakan oleh penulis,

sehingga responden hanya merespon item-item pertanyaan dan memilih alternatif

jawaban yang menggunakan skala sikap yaitu sangat setuju,setuju, tidak setuju,

sangat tidak setuju. Perolehan data digunakan sebagai skor variabel bebas (X)

yakni gaya belajar siswa di SMKN 35 Jakarta

    b. Tes

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data utama dalam penelitian ini

merupakan tes kemampuan belajar. Bentuk tes berupa tes pilihan ganda dengan 5

alternatif jawaban. Tes tersebut tentunya harus memenuhi persyaratan sebuah tes

yang baik diantaranya valid, reliabel. Instrumen yang telah diujicobakan dianalisis

untuk menentukan validitas, realibilitas, derajat kesukaran, dan daya pembeda soal-

soal tersebut.
1.10 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam penelitian ini sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN, pada bab ini memberi gambaran umum mengenai latar

belakang masalah, rumusan dan pembatasan masalah, asumsi, hipotesis, tujuan dan

kegunaan penelitian, metode penelitian serta lokasi, populasi dan sampel

penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI, merupakan teori-teori dasar yang melandasi

penelitian ini.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN, yang berisi metode yang digunakan,

variabel dan paradigma penelitian, data dan sumber data, populasi dan sampel, alat

pengumpul dan teknik pengolahan data
                                   BAB II

                              LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Gaya Belajar

       DePorter & Hernacki (Ary Nilandari, 2004:110) menyatakan sebagai

berikut : ”Gaya belajar merupakan kombinasi dari bagaimana anda menyerap, dan

kemudian mengatur serta mengolah informasi”.

Sedangkan Nasution (1995:94) mengemukakan :

“Gaya belajar adalah cara yang dilakukan seseorang dalam menangkap stimulus

atau informasi, cara mengingat berfikir dan memecahkan soal. Selanjutnya juga

dikatakan bahwa gaya belajar ini berhubungan dengan proses-proses kemampuan

yang dimiliki seseorang.”

       Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan gaya belajar

merupakan gaya konsisten yang ditunjukkan individu untuk menyerap informasi,

mengatur, mengolah informasi tersebut dengan mudah dalam proses penerimaan,

berfikir, mengingat, dan pemecahan masalah dalam menghadapi proses belajar

mengajar agar tercapai hasil maksimal sesuai dengan kemampuan, kepribadian,

dan sikapnya.



2.2 Model Gaya Belajar

       Belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku, perubahan tersebut dapat

mengarah kepada tingkah laku lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah

kepada tingkah laku yang lebih buruk. Belajar merupakan suatu perubahan yang

terjadi melalui latihan dan pengalaman, maka perubahan disebabkan oleh
     pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar. Menurut Iim

     Sudarmi (2006:27) ciri-ciri orang yang telah melakukan

     perbuatan belajar secara sederhana yaitu :

1. Orang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu.
2. Orang yang tadinya tidak bisa menjadi bisa.
3. Orang yang tadinya tidak mengerti menjadi mengerti.

        Dalam mencapai ketiga ciri-ciri belajar tersebut, dalam melakukan kegiatan

     belajar, masing-masing orang mempunyai gaya belajar berbeda-beda sesuai dengan

     kebiasaan dan seleranya. Menurut Iim Sudarmi (2006:27) berpendapat : “ada tiga

     macam gaya belajar yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan gaya

     belajar kinestetik dengan masing-masing memiliki ciri berbeda”.



     2.2.1 Gaya Belajar Visual

            Gaya belajar visual cenderung lebih dominan dalam penglihatannya

     dibanding dengan pendengaran dan gerakan-gerakan. Gaya belajar visual

     cenderung lebih khusus belajar melihat pada fokus telaahannya. Menurut Iim

     Sudarmi (2006:27) ciri-ciri gaya belajar visual diantaranya :

1.  Rapi dan teratur
2.  Berbicara dengan cepat
3.  Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
4.  Teliti dan mendetail
5.  Mementingkan penampilan dan tulisan
6.  Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran
    mereka
7. Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar
8. Mengingat dengan asosiasi visual
9. Biasanya tidak terganggu oleh keributan
10. Mengalami kesulitan mengingat instruksi verbal
11. Pembaca cepat dan tekun
12. Mencoret-coret tanpa arti ketika menerima telepon atau selama mengikuti
    pelajaran
13. Sering lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
14. Menjawab pertanyaan dengan singkat
15. Lebih suka berdemonstrasi daripada pidato
16. Lebih suka seni lukis, drama, tarian dan sejenisnya daripada musik
17. Sering kali tahu apa yang harus dilakukan tetapi tidak pandai memilih kata-kata
            Ciri-ciri gaya belajar visual diatas, yang memegang peranan penting yaitu
    mata/penglihatan (visual), dalam hal ini penggunaan metode pengajaran guru lebih
    dititikberatkan pada peragaan atau media, ajak mereka ke obyek-obyek berkaitan
    dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraga langsung
    pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Gaya belajar visual harus
    melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya supaya mengerti materi
    pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan
    jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar
    lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku
    pelajaran bergambar, video dan lebih suka mencatat sampai detil-detilnya dalam
    mendapatkan informasi.


   2.2.2 Gaya Belajar Kinestetik

           Gaya belajar kinestetik memiliki gaya belajar dengan melakukan segala

   sesuatu secara langsung melalui gerak dan sentuhan. Menurut Iim Sudarmi

   (2006:29) ciri-ciri gaya belajar kinestetik diantaranya :

    1. Berbicara dengan perlahan
    2. Menanggapi perhatian fisik
    3. Menyentuh orang untuk menarik perhatian mereka
    4. Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
    5. Berorientasi pada fisik dan senang bergerak
    6. Belajar melalui praktik
    7. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat-lihat
    8. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
    9. Banyak menggunakan isyarat tubuh
    10. Tidak dapat duduk dalam waktu lama
    11. Menggunakan kata-kata yang mengandung arti
    12. Membaca dengan menyertakan gerakan fisik sesuai dengan isi cerita
    13. Kemungkinan tulisannya jelek
14. Selalu ingin mempraktekan segala sesuatu
15. Suka permainan yang menyibukan
   Siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak,

menyentuh, dan melakukan. Siswa seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam

karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan bereksplorasi sangatlah kuat.

Sehingga gaya belajar seperti ini, proses belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

   Ketiga jenis gaya belajar tersebut memiliki ciri-ciri dominan dalam melakukan

suatu kegiatan. Begitu pula dengan gaya belajar siswa, terlihat adanya ciri-ciri

dominan dalam suatu proses kegiatan pembelajaran, sehingga dapat mencapai hasil

maksimal.



2.3 Pengertian Belajar

       Ada anggapan bahwa belajar yaitu mengumpulkan/menghafalkan fakta-

fakta tersaji pada materi pembelajaran, kemudian pada saat-saat tertentu objek

belajar mampu mengatakan/mengulang kembali hasil pembelajaran baik secara

Tulisan maupun tulisan. Disamping itu pendapat mengenai belajar merupakan

sebuah latihan, hasilnya tampak secara jasmaniah saja, tanpa merasa perlu

mengetahui arti, hakikat dan tujuan belajar. Misalnya, tampak pada proses latihan

membaca atau latihan menulis. Sebetulnya tujuan akhir dari proses pembelajaran

yaitu perubahan sikap atau tingkah laku pada seseorang. Abin Syamsudin Makmun

(1997:110) mendefinisikan ”Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku

atau pribadi seseorang berdasarkan praktik/pengalaman tertentu”. Perubahan

perilaku dalam pengertian belajar divisualisasikan dalam
gambar berikut :




        Perubahan mungkin merupakan suatu penemuan informasi atau penguasaan

  suatu keterampilan baru sama sekali, seperti kasus perilaku X pada gambar.

  Mungkin pula bersifat penambahan atau perkayaan dari informasi atau

  pengetahuan atau keterampilan sudah ada seperti kasus Y pada gambar Bahkan

  mungkin pula reduksi atau menghilangkan sifat kepribadian tertentu atau perilaku

  tertentu yang dikehendaki (misalnya kebiasaan merokok, ekspresi marah, takut

  dan sebaginya) seperti kasus perilaku atau sifat kepribadian Z pada gambar.



2.4 Unsur-Unsur Dalam Proses Belajar

Unsur-unsur mempengaruhi proses dan keberhasilan belajar menurut

Cronbach (Surya, 1979:57) ada tujuh elemen, diantaranya :

1. Tujuan. Perbuatan belajar dimulai, karena ada tujuan ingin dicapai.
2. Kesiapan. Belajar akan berlangsung secara efisien, apabila anak didik memiliki
   kesiapan fisik maupun mental.
3. Situasi. Situasi dapat diartikan sebagai keseluruhan objek (orang, benda atau
   lambang) atau berbagai kemungkinan mempengaruhi tingkah laku individu.
4. Interprestasi. Dapat diartikan sebagai suatu proses pengarahan perhatian kepada
   kegiatan-kegiatan situasi, menghubungkannya dengan pengalaman- pengalaman
   masa lampau, kemudian meramalkan apa yangdapat dilaksanakan dalam
   mencapai tujuan.


2.5 Prestasi Belajar

        Prestasi belajar pada hakekatnya merupakan perubahan hasil belajar dalam

diri   individu   kedalam   pola   tingkah   laku   dan    perbuatan,   skill   dan

pengetahuan.Makmun (1998:7) berpendapat “prestasi belajar merupakan indikator

dari perubahan dan perkembangan prilaku dalam teori kognitif (penalaran), afektif

(penghayatan) dan kognitif (keterampilan)”. Tingkat keberhasilan proses belajar

dengan kata lain prestasi belajar atau hasil belajar maksimal diperlukan rentang

waktu tertentu dan akan diperoleh setelah mempelajari materi pelajaran yang

diperlukan. Sedangkan menurut Nasution (1996:17) prestasi belajar adalah

“kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat.

Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni : kognitif,

afektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika

seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga criteria tersebut”.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat dijelaskan prestasi belajar merupakan

tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai

informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar.
2.6 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

        Sifat dari proses belajar sangat kompleks karena banyak faktor

mempengaruhi kegiatan tersebut. Diantaranya yaitu faktor dari diri individu dan

faktor dari luar individu. Faktor yang lebih berperan dalam proses belajar yaitu

siswa itu sendiri. Sebagai subjek belajar, siswa memiliki kemampuan unik, karena

memiliki kapasitas mental berbeda untuk mencapai pengetahuan, keterampilan dan

sikap. Selain itu faktor tujuan belajar dari siswa sangat mempengaruhi terhadap

proses belajarnya. Tujuan belajar itu sangat dipengaruhi tuntutan keluarga, sekolah

dan masyarakat.



2.7 Evaluasi Belajar

        Evaluasi belajar merupakan usaha untuk mengukur tercapai atau tidaknya

tujuan pendidikan. Nana Sudjana (2004:111) berpendapat sebagai berikut :

“Evaluasi atau tindakan penilaian adalah usaha yang dilakukan untuk menentukan

tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan”. Evaluasi belajar merupakan salah satu

proses sangat penting dalam proses pembelajaran. Evaluasi belajar berfungsi untuk

mengetahui efektivitas dan keberhasilan proses belajar ketika telahdilakukan.

Selain itu dimanfaatkan juga untuk membuat perencanaan lebih baik untuk proses

belajar ke depannya dengan melihat kelemahan-kelemahan pada proses belajar

tersebut.

        Selain itu, Nana Sudjana (2004:111) berpendapat tentang tujuan dari

evaluasi belajar, diantaranya :

   1. Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pendidikan, dalam hal ini
      adalah tujuan instruksional khusus. Dengan fungsi ini dapat diketahui
     tingkat penguasaan bahan pelajaran yang seharusnya dikuasai para siswa.
     Dengan kata lain dapat diketahui hasil belajar siswa.
  2. Untuk mengetahui keefektivan proses belajar-mengajar yang telah
     dilakukan guru. Dengan fungsi ini guru dapat melihat berhasil atau
     tidaknya ia mengajar. Rendahnya pencapaian hasil belajar siswa tidak
     semata-mata disebabkan kemampuan siswa, tetapi juga bisa juga
     disebabkan kurang berhasilnya guru dalam proses mengajar. Melalui
     penilaian, berarti menilai guru itu sendiri dan hasilnya dapat dijadikan
     bahan dalam memperbaiki usahanya, yakni tindakan mengajar berikutnya.

2.8.Hubungan antara Gaya Belajar dengan Kemampuan Siswa

      Gaya belajar merupakan cara seseorang dalam menangkap stimulus atau

   informasi, cara mengingat berfikir dan memecahkan soal. Macam-macam

   gaya belajar diantaranya gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan gaya

   belajar kinestetik. Seseorang dengan mempunyai kecenderungan tertentu dari

   tujuan kompetensi suatu mata pelajaran, maka orang tersebut akan lebih

   terampil dalam menyikapi suatu masalah dalam belajar. Apabila seseorang

   tahu apa jenis gaya belajar yang cocok, hingga dapat mengupayakan dan

   memanfaatkan gaya belajarnya secara maksimal, maka akan mencapai hasil

   lebih baik. Setiap siswa memiliki gaya belajarnya masing-masing, hal tersebut

   dapat mempengaruhi pencapaian suatu hasil belajar. Sedangkan, apabila siswa

   menggunakan gaya belajar kurang cocok dengan dirinya, maka akan

   menyebabkan kurang berhasilnya dalam mencapai hasil belajar. Dengan

   demikian, cukup beralasan apabila penulis menyatakan bahwa gaya belajar

   masing-masing siswa dapat mempengaruhi pencapaian hasil dari proses

   belajar, tetapi besar kecilnya pengaruh yang diberikan belum diketahui.
                                     BAB III

                        METODOLOGI PENELITIAN



3.1     Metode Penelitian

       Suatu pendekatan metode penelitian digunakan untuk memecahkan

masalah dalam proses penyelidikan. Metode merupakan cara seseorang dalam

melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Metodologi penelitian adalah

penggunaan suatu cara oleh peneliti dalam pengumpulan data penelitian.

Penentuan metode penelitian sangatlah penting, karena dapt membantu

mengarahkan peneliti dalam mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data

penelitian.

       Pada penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analitik,

metode tersebut meneliti suatu kejadian sedang berlangsung untuk melihat

keterkaitan antara gaya belajar dengan kemampuan belajar siswa. Metode ini

menekankan pada suatu studi untuk memperoleh informasi mengenai munculnya

gejala pada saat penelitian berlangsung.

       Moh. Nazir (1988:63) berpendapat mengenai metode deskriptif, yaitu

sebagai berikut “Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status

sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran

ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang”. Tujuan dari penelitian

deskriptif yaitu membuat deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat

mengenai fakta-fakta serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.
3.2 Variabel Penelitian

         Variabel merupakan objek penelitian atau suatu titik perhatian dalam

penelitian. Model penelitian ini yaitu model korelasi kontingensi, untuk

menentukan ada tidaknya pengaruh dua variabel, yaitu pengaruh gaya belajar yang

dimiliki siswa terhadap kemampuan belajar siswa pada kompetensi elektronika

digital. Dua kelompok nilai dari setiap anggota sampel, yaitu kelompok gaya

belajar siswa (variabel bebas) dan kelompok kemampuan belajar pada kompetensi

elektronika digital (variabel terikat), nilai untuk tiap variabel bebas dan nilai untuk

variabel terikat kemudian dikorelasikan hasilnya yaitu koefisien korelasi.

3.3. Alur Berpikir Penelitian

         Alur berpikir penelitian merupakan pola pikir yang dikembangkan

olehpeneliti antara variabel satu dengan lainnya yang digambarkan dalam bentuk

model.

Adapun alur berpikir penelitian yang ditempuh sebagai berikut :
3.4. Sumber data Penelitian

    Sumber     data   penelitian   menurut   Suharsimi    Arikunto    (2002:107)

sebagaiberikut “sumber data dalam penelitian adalah subjek darimana data

diperoleh”.Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam

pengumpulan

    datanya, maka sumber data disebut responden yaitu orang yang merespon atau

menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis atau pertanyaan

lisan. Apabila peneliti menggunakan dokumentasi, maka dokumen atau catatanlah

yang menjadi sumber data, sedangkan isi catatan merupakan objek penelitian atau

peubah penelitian. Berdasarkan pengertian tersebut, maka sumber data dalam

penelitian ini yaitu siswa kelas I SMKN 6 Bandung Program Keahlian Teknik

Audio Video (TAV).



3.5. Populasi dan Sampel Penelitian

   3.5.1. Populasi Penelitian

Data penelitian didapatkan dari sumber data berasal dari sampel populasi.Populasi

secara singkat dijelaskan oleh Suharsimi Arikunto (1993:102) bahwa “Populasi

adalah keseluruhan subjek penelitian”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa

tingkat I Program keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 6 Bandung pada

tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah keseluruhan 151 siswa.
3.5.2 Sampel Penelitian

       Sugiyono (2001:57) mendefinisikan “Sampel adalah sebagian dari jumlah

dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan

peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya

karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan

sampel yang diambil dari populasi”. Dalam pengambilan sampel berpedomanpada

pendapat Suharsimi Arikunto (2002:112) menyatakan sebagai berikut :

“Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100, untuk lebih

baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.

selanjutnya jika subjeknya besar dapat diambil 10-15 % atau 20-25 % atau lebih”.

Menurut pernyataan-pernyataan mengenai sampel, dapat disimpulkan bahwa tidak

ada ketentuan baku dan rumus pasti, sebab keabsahan sampel terletak pada

karakteristiknya, mendekati populasi atau tidak, bukan jumlah atau banyaknya.

Berdasarkan pengertian penulis terhadap pendapat di atas, penulis mengambil

sampel penelitian sebanyak 37 siswa dari kelas X TAV 1.


3.6 Teknik Pengumpulan Data

       Teknik pengumpulan data bertujuan untuk mendapatkan informasi

dalamsuatu penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto (2001:153) “Secara garis

besar,penelitian instrumen pengumpul data dipengaruhi oleh beberapa hal, antara

lain tujuan penelitian, sampel penelitian, lokasi penelitian, waktu dan data”.

Berdasarkan pendapat di atas, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan

teknik pengumpulan data sebagai berikut :

1.   Studi dokumentasi
   Studi ini digunakan untuk memperoleh informasi atau data berkaitan dengan

   masalah      yang   diteliti      berupa      jumlah     siswa,      kurikulum   serta

   kemampuanakademik siswa yaitu melalui nilai perolehan siswa sebelumnya.

2. Studi literature

   Studi ini digunakan untuk mendapatkan informasi tentang teori atau

   pendekatan erat hubungannya dengan permasalahan pada penelitian.

3. Teknik angket

   Suharsimi Arikunto (2002:128) mengemukakan sebagai berikut “Kuesioner

   atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

   memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya,

   atau hal-hal yang ia ketahui”. Teknik angket pada penelitian ini menggunakan

   teknik angket tertutup. Lembar untuk merespon pertanyaan telah disediakan

   oleh penulis, sehingga responden hanya merespon item-item pertanyaan dan

   memilih alternatif jawaban menggunakan skala sikap yaitu sangat setuju sekali,

   sangat setuju, setuju, kurang setuju, sangat kurang setuju. Perolehan

   data digunakan sebagai skor variabel bebas (X) yakni gaya belajar siswa di

   SMKN 35 Jakarta.

4. Tes

   Suharsimi Arikunto (2002:127) mengemukakan sebagai berikut : “Tes adalah

   serentetan   pertanyaan    atau     latihan    serta   alat   lain   yang   digunakan

   untukmengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau

   bakatyang dimiliki oleh individu atau kelompok”. Tes dalam penelitian ini

   adalahtes kemampuan belajar, berupa tes pilihan ganda dengan 5 alternatif
jawaban.

Langkah-langkah pengambilan data tersebut meliputi :

1) Menyiapkan kisi-kisi dan menyusun instrumen sebagai alat pengumpul data
2) Menghubungi dosen pembimbing untuk membahas instrumen, agar layak
diberikan kepada responden
3) Melaksanakan tes uji coba instrumen kepada 30 orang responden.
4) Mengumpulkan lembar jawaban responden.
5) Memeriksa dan memberi skor pada setiap item soal jawaban responden.
6) Menganalisa skor-skor perolehan siswa dari hasil tes. Apabila hasil uji coba
ada item-item soal tidak valid, maka item soal tersebut dibuang.
7) Menganalisa skor-skor perolehan responden dari hasil tes tersebut.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1623
posted:1/8/2012
language:
pages:22