Embed
Email

rangkuman materi

Document Sample

Shared by: Cynthia Sari
Categories
Tags
Stats
views:
119
posted:
1/7/2012
language:
pages:
23
EKONOMI KOPERASI



(Rangkuman Materi)









CYTNHIA PERMATA SARI



2EA13



11210636









UNIVERSITAS GUNADARMA 2011

KONSEP,ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI





KONSEP KOPERASI



1. Konsep Koperasi Barat



Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-

orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para

anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun

perusahaan koperasi.



Unsur-unsur Positif Konsep Koperasi Barat



• Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesama anggota, dg

saling membantu dan saling menguntungkan



• Setiap individu dg tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan

dan menanggung risiko bersama



• Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode

yang telah disepakati



• Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi







2. Konsep Koperasi Sosialis



Koperasi direnanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan

merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.



Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem

sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis

3. Konsep Koperasi Negara Berkembang



• Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan

pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.



• Perbedaan dengan Konsep Sosialis, pada konsep Sosialis, tujuan koperasi untuk

merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan probadi ke pemilikan kolektif sedangkan

konsep koperasi negara berkembang, tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial

ekonomi anggotanya.







ALIRAN KOPERASI



A. Aliran Yardstick



• Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut

perekonomian Liberal.



• Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi



• Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-

tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri



• Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri

berkembang dg pesat. Spt di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dll.



B. Aliran Sosialis



• Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan

masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.



• Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia



C. Aliran Persemakmuran (Commonwealth)



•Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi

masyarakat.



•Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan

utama dalam struktur perekonomian masyarakat

•Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana

pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta

dengan baik







SEJARAH LAHIRNYA KOPERASI



• 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini. Th 1852

jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit



• 1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian “The Cooperative Whole Sale Society

(CWS)



• 1818 – 1888 koperasi berkembang di Jerman dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich

W. Raiffesen



• 1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze



• 1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi

telah menjadi suatu gerakan internasional







PENGERTIAN DAN PRINSIP KOPERASI



Pengertian Koperasi



Pengertian koperasi dapat dilakukan dari pendekatan asal yaitu kata koperasi berasal dari

bahasa latin “coopere” yang dalam bahasa inggris disebut cooperation. Co berarti bersama

dan operation berarti bekerja, jadi berarti bekerja bersama-sama.



Tujuan Koperasi



Dalam UU No.25/1992 tentang Perkoperasian pasal 3 disebutkan bahwa, koperasi

bertujuan memajukan kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan pada masyarakat pada

umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan

masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Fungsi

koperasi berdasarkan UU No.25/1992 :

1. Membangun dan mengmbangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggotanya pada

khususnya dan pada msyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi

dan sosialnya.



2. Berperan aktif dalam upaya mempertinggi kualitas dalam upaya mempertinggi kualitas

kehidupan manusia dan masyarakat.



3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian

nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.



4. Bersusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasinaol yang

merupakan usaha bersama yang berdasar asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.



Prinsip-Prinsip Koperasi.



 Prinsip Munker prinsip-prinsip koperasi adalah



prinsip-prinsip ilmu pengetahuan sosial yang dirumuskan dari pengalaman dan merupakan

petunjuk utama dalam mengerjakan sesuatu.



 Prinsip Rochdaleantara lain :



a. Pengawasan secara demokratis



b. Keanggotaan yang terbuka



c. Bunga atas modal dibatasi



 Prinsip Raiffeisen



Prinsip Raiffeisen sebagai berikut :



1. Swadaya



2. Daerah kerja terbatas



3. SHU untuk cadangan

 Prinsip Schuzle



Inti prinsip Schuzle adalah : swadaya, daerah kerja tak terbatas, SHU untuk cadangan

dan untuk dibagikan kepada anggota, tanggung jawab anggota terbatas, pengurus

bekerja dengan mendapatkan imbalan, usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota

saja.



 Prinsip ICA (International Cooperative Alliance)



Sidang ICA di Wina tahun 1996 menghasilkan prinsip-prinsip koperasi :



1. Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat-buat.



2. Kepemimpinan yang demokrasi atas dasar satu orang satu suara.



3. Modal menerima bunga yang terbatas, itupun bila ada.



 Prinsip-prinsip Koperasi Indonesia sesuai UU No.25/1992



Prinsip-prinsip koperasi Indonesia menurut UU No.25 tahun 1992 yang berlaku di

Indonesia saat ini adalah sebagai berikut :



1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka



2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi



3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing

anggota.









ORGANISASI dan MANAJEMEN



Dalam organisasi dan manajemen terdapat tiga hal penting, diantaranya:



 Bentuk Organisasi

 Hirarki Tanggung Jawab

 Pola Manajemen





 Bentuk organisasi menurut Hanel adalah :

Suatu sistem sosial ekonomi atau sosial teknik yang terbuka dan berorientasi pada tujuan.



Sub sistem koperasi :



Individu (pemilik dan konsumen akhir)



Pengusaha perorangan/kelompok.



Badan usaha yang melayani anggota dan masyarakat.



 Menurut Ropke adalah :



Identifikasi ciri khusus :



Kumpulan individu yang mempunyai tujuan yang sama



Kelompok usaha untuk perbaikan kondisi sosial ekonomi



Pemanfaatan koperasi secara bersama oleh para anggota



Koperasi bertugas untuk menunjang kebutuhan para anggotanya



Sub sistem



Anggota koperasi



Badan usaha koperasi



Organisasi koperasi



Pola manajemen



Menggunakan gaya manajemen yang partisipatif



Teradapat pola job description pada setiap unsur dalam koperasi



Setiap unsur memiliki ruang lingkup keputusan yang berbeda



Seluruh unsur memiliki ruang lingkup keputusan yang sama.

TUJUAN DAN FUNGSI KOPERASI



1. PENGERTIAN BADAN USAHA



Badan Usaha atau Perusahaan adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan dan

mengorganisasikan sumber-sumber daya untuk tujuan memproduksi atau menghasilkan

barang-barang atau jasa untuk dijual.



2. KOPERASI SEBAGAI BADAN USAHA



Koperasi adalah badan usaha (UU No.25 tahun1992), maka koperasi merupakan

kombinasi dari manusia, aset-aset fisik dan non fisik, informasi dan teknologi. Selain harus

memiliki 4 sistem tersebut, koperasi juga harus memasukkan sistem yang ke 5 yakni

keanggotaan (membership system), karena hal ini merupakan jati diri dan nilai keunggulan

koperasi.



3. TUJUAN DAN NILAI KOPERASI



Definisi tujuan perusahaan menurut Prof. William F. Glueck (1984) dalam bukunya

Strategy Management And Bussiness Policy, adalah sebagai hasil akhir yang dicari

organisasi melalui eksistensi dan operasinya.







4. MENDFINISIKAN TUJUAN PERUSAHAAN KOPERASI



Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan usaha tidak berorientasi pada laba,

melainkan juga pada manfaat. Dalam manajemen koperasi tidaklah mengejar keuntungan

sebagai tujuan perusahaan karena mereka bekerja didasari dengan pelayanan. Untuk

koperasi di Indonesia, tujuan badan usaha koperasi adalah memajukan kesejahteraan

anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya (UU No. 25 / 1992 pasal 3).



5. KETERBATASAN TEORI PERUSAHAAN



Teori perusahaan begitu luas , dan tidak memberikan suatu alternatif yang memuaskan bagi

koperasi. Disatu sisi, koperasi harus memuaskan anggotanay sebagai pemilik perusahaan

dimana koperasi dituntut harus mampu menghasilkan keuntungan atau sisa hasil usaha, namun

disisi lain, koperasi harus dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen

(anggota dan masyarakat sekitar) secara optimal.

6. TEORI LABA



Dalam koperasi laba disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Menurut teori laba, tingkat

keuntungan pada setiap perusahaan biasanya berbeda pada setiap jenis industrinya.



Ada beberapa teori laba, seperti berikut ini .



• Teori laba menanggung resiko



• Teori laba friksional



• Teori laba monopoli



• Teori laba inovasi



• Teori laba efisiensi



7. FUNGSI LABA



Fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi

anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin

tinggi pula manfaat yang diterima oleh anggotanya.



8. KEGIATAN USAHA KOPERASI



Ada 6 aspek dasar yang menjadi untuk mencapai tujuan koperasi sebagai badan usaha yaitu:









SISA HASIL USAHA KOPERASI



A. Pengertian SHU



Sisa hasil usaha (SHU) adalah selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total

revenue [TR]) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost[TC]) dalam satu tahun buku.

Menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai

berikut:



SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang

dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang

bersangkutan.



SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha

yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk

keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan

Rapat Anggota.



Dengan mengacu pada pengertian diatas, maka besarnya SHU yang diterima oleh setiap

anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota

terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Dalam pengertian ini juga dijelaskan bahwa

ada hubungan linear antara transaksi usaha anggota dan koperasinya dalam perolehan

SHU. Artinya, semakin besar transaksi (usaha dan modal) anggota dengan koperasinya,

maka semakin besar SHU yang akan diterima. Hal ini berbeda dengan perusahaan swasta,

dimana dividen yang diperoleh pemilik saham adalah proporsional, sesuai besarnya modal

yang dimiliki. Hal ini merupakan salah satu pembeda koperasi dengan badan usaha lainnya.



B. Pembagian SHU dan Cara Memperolehnya



Penghitungan SHU bagian anggota dapat dilakukan apabila beberapa informasi dasar

diketahui sebagai berikut:



1. SHU total koperasi pada satu tahun buku



2. bagian (persentase) SHU anggota



3. total simpanan seluruh anggota



4. total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota



5. jumlah simpanan per anggota



6. omzet atau volume usaha per anggota



7. bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota

8. bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.



Dengan demikian, SHU koperasi yang diterima oleh anggota bersumber dari dua kegiatan

ekonomi yang dilakukan oleh anggota sendiri, yaitu:



1. SHU atas jasa modal



Pembagian ini juga sekaligus mencerminkan anggota sebagai pemilik ataupun investor, karena

jasa atas modalnya (simpanan) tetap diterima oleh koperasinya sepanjang koperasi terssebut

menghasilkan SHU pada tahun buku yang bersangkutan.



2. SHU atas jasa usaha



Jasa ini menegaskan bahwa anggota koperasi selain pemilik juga sebagai pemakai atau

pelanggan.



Secara umum SHU koperasi dibagi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pada

anggaran dasar / anggaran rumah tangga koperasi sebagai berikut.



٠ Cadangan koperasi



٠ Jasa anggota



٠ Dana pengurus



٠ Dana karyawan



٠ Dana pendidikan



٠ Dana sosial



٠ Dana untuk pembanguna lingkungan.



Menurut AD/ART koperasi A, SHU dibagi sebagai berikut.



Cadangan : 40 %



Jasa anggota : 40 %



Dana pengurus : 5 %



Dana karyawan : 5 %

Dana pendidikan : 5 %



Dana sosial : 5 %



SHU per anggota dapat dihitung sebagai berikut:



SHU KOPERASI = Y+ X



Dimana:



SHU KOPERASI : Sisa Hasil Usaha per Anggota



Y : SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi



X: SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha



Dengan menggunakan model matematika, SHU KOPERASI per anggota dapat

dihitung sebagai berikut.



SHU KOPERASI= Y+ X



Dengan



SHU KOPERASI AE = Ta/Tk(Y)



SHU KOPERASI MU = Sa/Sk(X)



Dimana.



SHU KOPERASI: Total Sisa Hasil Usaha per Anggota



SHU KOPERASI AE : SHU KOPERASI Aktivitas Ekonomi



SHU KOPERASI MU : SHU KOPERASI Anggota atas Modal Usaha



Y : Jasa Usaha Anggota



X: Jasa Modal Anggota



Ta: Total transaksi Anggota)



Tk : Total transaksi Koperasi



Sa : Jumlah Simpanan Anggota

Sk : Simpanan anggota total (Modal sendiri total)



Dalam pembagan SHU kepada Anggota Ada beberapa prinsip pembagian SHU yang

harus diperhatian diantaranya:



1. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota



2. SHU anggota adalah jasa dari anggota dan transaksi usaha yang dilakukan anggota

sendiri.



3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan



4. SHU anggota dibayar secara tunai









POLA MANAJEMEN KOPERASI



• Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi



• Rapat Anggota



• Pengurus



• Pengawas



• Manajer



• Partisipasi Anggota



• Pendekatan Sistem pada Koperasi



Pengertian Manajemen dan



Perangkat Organisasi



• Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “ The Cooperative Movement

and some



of its Problems” yang mengatakan bahwa : “Cooperation is an economic system with social



content”.

• Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan melandaskan pada

azas-azas



• Definisi Manajemen menurut Stoner adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,

pengarahan, dan



pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdayasumberdaya

organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.



• Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4

unsur



(perangkat) yaitu:



a). Anggota



b). Pengurus



c). Manajer



d). Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan



• Sedangkan menurut UU No. 25/1992 yang termasuk Perangkat Organisasi Koperasi

adalah:



a). Rapat anggota



b). Pengurus



c). Pengawas



Rapat Anggota



• Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Seorang anggota



berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara dalam rapat anggota



serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baaik di luar maupun di



dalam rapat anggota. Anggota juga harus ikut serta mengadakan pengawasan atas



jalannya organisasi dan usaha koperasi.

Anggota secara keseluruhan menjalankan manajemen dalam suatu rapat anggota dengan



menetapkan:



• Anggaran dasar



• Kebijaksanaan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi



• Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus dan pengawas



• Rencana kerja, pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya



• Pembagian SHU



• Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.



* Pengurus Koperasi



Menurut Leon Garayon dan Paul O. Mohn dalam bukunya “The Board of Directions of



Cooperatives” fungsi pengurus adalah:



• Pusat pengambil keputusan tertinggi



• Pemberi nasihat



• Pengawas atau orang yang dapat dipercaya



• Penjaga berkesinambungannya organisasi



• Simbol



*Pengawas



• Tugas pengawas adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan



koperasi, termasuk organisasi, usaha-usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan pengurus,



serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan.



* Manajer



Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan

wewenangnya; mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah,



bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain



untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and through people).



Ropke J



( 1988 )



Keberhasilan perkembangan koperasi ditentukan oleh 3 faktor , Yaitu :



a) Partisipasi anggota



b) Profesionalisme manajemen



c) Faktor Eksternal







JENIS DAN BENTUK KOPERASI



JENIS KOPERASI



Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk pengelompokan koperasi. Untuk memisah–

misahkan koperasi yang serba heterogen itu satu sama lainnya. Indonesia dalam sejarahnya

menggunakan berbagai dasar atau kriteria seperti: lapangan usaha, tempat tinggal para

anggota, golongan dan fungsi ekonominya. Pemisahan-pemisahan yang menggunakan berbagi

kriteria tersebut selanjutnya disebut dengan jenis.



Penjelasan jenis Koperasi:



1. Dasar penjenisan adalah kebutuhan dari dan untuk maksud efisiensi karena kesamaan

aktivitas atau keperluan ekonominya



2. Koperasi mendasarkan perkembangan pada potensi ekonomi daerah kerjanya.



3. Tidak dapat dipastikan secara umum dan seragam jenis koperasi yang mana yang

diperlukan bagi setiap bidang. Penjenisan koperasi seharusnya diadakan berdasarkan

kebutuhan dan mengingat akan tujuan efisiensi.

BENTUK KOPERASI



Koperasi menurut UU No.25 tahun 1992 pasal 15 “Koperasi dapat berbentuk

Koperasi Primer dan Koperasi Sekunder.”



Bentuk Koperasi menurut PP No.60 tahun 1959:



Dalam PP No.60 tahun 1959 (pasal 13 bab IV) dikatakan bahwa bentuk kopeasi ialah

tingkat-tingkat koperasi yang didasarkan pada cara-cara pemusatan, penggabungan dan

perindukannya.



Dari ketentuan tersebut,maka didapat 4 bentuk koperasi,yaitu:



a. Primer



Koperasi yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan. Biasanya

terdapat di tiap desa ditumbuhkan koperasi primer.



b. Pusat



koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer di tiap daerah Tingkat II

(Kabupaten) ditumbuhkan pusat koperasi.



c. Gabungan



Koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat di tiap daerah Tingkat I (Propinsi)

ditumbuhkan Gabungan Koperasi.



d. Induk



koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi, di Ibu Kota ditumbuhkan

Induk Koperasi.









PERMODALAN KOPERASI



Sumber-sumber Modal Koperasi :



1. Sumber Modal Koperasi (UU No.12/1967)

o Simpanan Pokok

o Simpanan Wajib

o Simpanan Sukarela

o Modal sendiri



2. Sumber Modal Koperasi (UU No.25/1992)



Modal Sendiri (equity capital), bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib,

dana cadangan, dan donasi / hibah



Modal pinjaman ( debt capital), bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga

keuangan lainnya, penerbitan obligasi atau surat berharga lainnya, serta sumber lain yang sah









EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI

ANGGOTA



1. EFEK-EFEK EKONOMIS KOPERASI



Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para

anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.



Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan)

yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai

pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa,

menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar koperasi.



2. EFEK-EFEK HARGA DAN BIAYA



Istilah partisipasi dikembangkan untuk menyatakan atau menunjukkan peran serta

(keikutsertaan) seseorang atau sekelompok orang dalam aktivitas tertentu. Karena itulah

Partisipasi anggota koperasi sangat menentukan keberhasilan koperasi. Dimensi-dimensi

partisipasi dijelaskan sebagai berikut:



a. Dimensi partisipasi dipandang dari sifatnya



b. Dimensi partisipasi dipandang dari bentuknya



c. Dimensi partisipasi dipandang dari pelaksanaannya

d. Dimensi partisipasi dipandang dari segi kepentingannya



3. ANALISIS HUBUNGAN EFEK EKONOMIS DENGAN

KEBERHASILAN KOPERASI



Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh

manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep

koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun

transaksi anggota dengan koperasinya.



4. PENYAJIAN DAN ANALISIS NERACA PELAYANAN



Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan

koperasi, terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota

harus secara kontinu di sesuaikan.









EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI

PERUSAHAAN



1. EFISIENSI PERUSAHAAN KOPERASI



Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di landasi

oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu

koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya

melayani anggota.



2. EFEKTIVITAS KOPERASI



Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara membandingkan

output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika

Os > Oa di sebut efektif.







3. PRODUKTIVITAS KOPERASI



Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1)

di sebut produktif

4. ANALISIS LAPORAN KOPERASI



Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus

tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah

satu alat evaluasi kemajuan koperasi.







PERANAN KOPERASI



Struktur Pasar



Memiliki pengertian penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan

ada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri,

mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan

industri.



Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan

tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli, monopolistik dan monopsoni).



Koperasi Dalam Pasar Persaingan Sempurna



Ciri-ciri Pasar Pesaingan Sempurna :



1. Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak.



2. Produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen).



3. Perusahaan bebas untuk masuk dan keluar.



4. Para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna.



Koperasi Dalam Pasar Monopoli.



Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein,menjual) adalah suatu bentuk

pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar

ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.



Sifat-sifat pasar monopoli adalah:



• Hanya terdapat satu penjual atau produsen.

• Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli.



• Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang

banyak



• Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber

daya yang sulit didapat



• Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan



• Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses



Koperasi Dalam Pasar Monopolistik.



Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang

menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada

pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki

karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah :

shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan

rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus,

misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.



Ciri-ciri Pasar Monopolistik :



1. Penjual atau pengusaha dari suatu produk adalah banyak, serta jenis produk yang

beragam.



2. Ada produk substitusinya.



3. Keluar atau masuk ke industri relative mudah.



4. Harga produk tidak sama di semua pasar.



5. Pengusaha dan konsumen produk tertentu sama-sama bersaing.



Koperasi Dalam Pasar Monopsoni.



Monopsoni adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau

menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar.

komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri

hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen.

Salah satu contoh monopsoni juga adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia.

Perusahaan Kereta Api di Indonesia hanya ada satu yakni KAI, oleh karena itu, semua hasil

produksi hanya akan dibeli oleh KAI.



Apabila seorang pengusaha membeli suatu factor produksi secara bersaing sempurna

dengan pengusaha lain,maka ia secara perorangan tidak bisa mempengaruhi harga dari factor

produksi itu.



Koperasi Dalam Pasar Oligopoli.



Pasar oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa

perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.



Jenis-jenis pasar Oligopoli:



1. Pasar oligopoly murni.



2. Pasar oligopoly dengan pembedaan (differentiated oligopoly).



Ciri-ciri pasar Oligopoli:



1. Terdapat banyak pembeli di pasar.



2. Hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar.



3. Umumnya adalah penjual-penjual (perusahaan) besar yang memiliki modal besar saja

(konglomerasi).



4 Produk yang dijual bisa bersifat sejenis, namun bisa berbeda mutunya.



5. Adanya hambatan bagi pesaing baru.



6. Adanya saling ketergantungan antar perusahaan (produsen).



7. Advertensi (periklanan) sangat penting dan intensif.

PEMBANGUNAN KOPERASI



Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang (di Indonesia ) Kendala yang dihadapi

masyarakat :



1. Perbedaan pendapat masayarakat mengenai Koperasi



2. Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi yaitu :



a. Kognisi



b. Apeksi



c. Psikomotor



3. Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967



· Tahapan membangun Koperasi :



a. Ofisialisasi



b. De-ofisialisasi



c. Otonomisasi



4. Misi UU No.25 Tahun 1992 merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam rangka

mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur berlandaskan Pancasila dan UUD1945.

Tahapan Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang menurut A. Hanel, 1989 :



· Tahap I : Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi operasi.



· Tahap II : Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen

dan keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh

pemerintah.



· Tahap III : Perkembangan koperasi sebagai organisasi koperasi yang mandiri.


Related docs
Other docs by Cynthia Sari
rangkuman materi
Views: 119  |  Downloads: 0
Rincian Perhitungan Sisa Usaha
Views: 22  |  Downloads: 0
Rincian Perhitungan Sisa Usaha
Views: 42  |  Downloads: 0
shu yang di peroleh
Views: 16  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!