INNAMAL A'MALU HARUS BINNIAT KAN?
Oleh: Jum'an
Renovasi masjid al-Mukhlisin (=orang-orang yang ikhlas) di Rawasari tidak
pernah kunjung selesai karena hanya mengandalkan amal jariah dari warga dan
sumbangan hasil jaringan dari kendaraan yang melintas. Padahal pengurusnya
selalu menghimbau para khotib solat Jum'at disana untuk mengingatkan betapa
besar pahala menyumbang masjid di akhirat nanti. Tetapi anjuran itu rupanya
didengarkan sambil mengantuk hingga tidak membekas dihati. Seorang khotib
muda yang progresip bahkan mengingatkan: "Kalau kita tidak ingin masjid kita
ini terbengkalai sampai akhir zaman, sumbanglah segera, dengan ikhlas ataupun
dengan terpaksa. Menunggu ikhlas sama dengan menunggu Godot!" (Drama
populer Samuel Beckett tentang penantian yang tidak jelas). Khotbah ini cukup
mengejutkan dan menggugah tetapi tidak lama sesudah itu timbul pertentangan
dan manjadikan khotib itu tidak disukai.
Semangat muda yang menggebu-gebu kadang-kadang menyepelekan aturan
baku yang sudah kita pegang. Ia baru sadar ketika jamaahnya sendiri yang
memperingatkan: "Bukankah innamal a'malu harus binniat?" Yaitu bahwa niat
sangat menentukan pernilaian Allah terhadap amal seseorang. Balasan bagi
setiap amalan benar-benar digantungkan kepada niat atau motivasi yang
mendasarinya. Jadi, sama-sama berjuang, sama-sama mengabdi, sama-sama
menderita yang seorang masuk sorga yang lain masuk neraka? Begitu? Ya
Benar! Alangkah gentingnya urusan motivasi kalau begitu! Salah niat atau tak
jelas motivasi bisa-bisa amalan kita sia-sia atau bahkan menjadi terhukum?
Sepanjang menyangkut ibadah ritual seperti solat dan puasa kita memang tidak
pernah lalai untuk berniat dengan jelas. Tetapi dengan ibadah sosial seperti
mengkaji ilmu, mendidik anak, menyumbang masjid seingat saya niat kita......
yah sekedar karena memang penting! Motivasi kita menuntut ilmu hampir tidak
berbeda dengan semua orang. Tidak jelas terasa bahwa niat kita adalah lillahi
ta'ala. Padahal niat bisa berubah karena macam-macam godaan dan kendala.
Orang awam yang susah atau orang alim yang gagah berani masing-masing ada
godaannya yang khas. Orang susah tergoda oleh kelemahannya. Nyolong sedikit,
bohong sedikit, lalu apa salahnya kalau sedikit lagi; diulangi dan diulangi sampai
menjadi kebiasaan. Akhirnya dari pada barsulit-sulit hidup jujur, mengapa tidak
tetap saja menjadi pendosa yang dirasakan enak dan mudah? Tetapi orang alim
yang gagah berani tergoda oleh kealiman dan keberaniannya sendiri. Terbawa
oleh perasaan bahwa mereka mengemban tugas dan kewajiban yang lebih tinggi
dari orang biasa dan justru karena itulah dosa-dosa dasar dianggap sepele. Ah
itu kan cuma kenakalan anak-anak. Ah itu kan hanya dosa kecil! Ah itu kan
sudah ada yang mengurus!
Dario Castrillon Hoyos adalah seorang pendeta di Colombia yang begitu terkenal
reputasinya dan dijuluki "Laki-laki dusun yang berjiwa Rajawali". Seperti Umar
Ibnul Khattab ia menyelinap dimalam hari untuk memberi makan anak-anak
miskin, membujuk dan menengahi antara gerilyawan dan regu tembak, dan
kabarnya ia pernah menyamar sebagai tukang susu sampai berhasil masuk ke
istana gembong narkoba Pablo Escobar dan memintanya untuk mengakui dosa-
dosanya. Ia demikian yakin dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan missi
agamanya. Tetapi dunia tidak mengenangnya demikan. Pada 1990 ia diadili oleh
para petinggi Vatikan dengan tuduhan menunjukkan sikap menentang terhadap
kebijaksanaan Vatican tentang krisis pelecehan seks yang melanda gereja
dimana-mana. Dario dianggap menyepelekan skandal besar itu dengan kata-
kata: "Itu kan cuma masalahnya Amerika!" Bahkan ia pernah terang-terangan
memuji seorang Uskup Perancis yang menolak untuk melaporkan seorang
pendeta pedofil kepada penguasa sipil. Bagaimana mungkin seorang pendeta
dengan keberanian moral yang penuh bisa menjadi tertuduh di Vatikan?
Justru heroisme dalam menjalankan missinya itulah ia dengan mudah tergoda
dan menutup mata melihat kenyataan skandal seks yang dilakukan banyak
pendeta.
Karena itu hati-hatilah dengan godaan niat. Sekali waktu anda lewat di depan
masjid Al-Mukhlisin Rawasari, ucapkan niat anda sebelum melempar uang
kedalam jaring! Akan sangat berbeda balasannya kelak!