SPONSORSHIP
Salah satu cara berkomunikasi dengan pasar dalam strategi pemasaran modern adalah
dengan menyelenggarakan event sponsorship (Terence.A.Shimp, 200;615). Event
sponsorship dianggap sebagai salah satu strategi efektif untuk membuat perusahaan/
produk menjadi lebih dikenal dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat,
kegiatan tersebut dipilih karena bentuk yang mendasar dalam menciptakan komunikasi
antara satu perusahaan dengan konsumennya (Stanton, 1993:140)
Dengan memberikan sponsor pada berbagai kegiatan misalnya olahraga, musik,
pameran dan kegiatan lainnya, berarti turut memelihara kegiatan-kegiatan yang
disponsorinya. Dengan demikian diharapkan dapat menimbulkan pengertian yang baik
pada masyarakat, sehingga perusahaan/ produk dapat diterima kehadirannya serta
dipercaya (Jefkins, 1972:187)
Event sponsorship merupakan suatu kegiatan yang dapat menjadikan nama perusahaan
diingat dan dapat meningkatkan citra perusahaan. Event sponsorship diselenggarakan
oleh perusahaan dengan tujuan agar namanya menjadi lebih dikenal dan mendapat
image yang baik dari masyarakat (Coulson dan Thomas, 1986:285).
Image merupakan hasil evaluasi dalam diri seseorang, berdasarkan pengertian dan
pemahaman terhadap rangsangan yang telah diolah, diorganisasikan, dan disirnpan
dalam benak seseorang. Image dapat diukur melalui pendapat, kesan, atau respon
seseorang dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti apa yang ada dalam setiap
pikiran individu mengenai suatu objek. Serta bagaimana mereka memahaminya dan apa
yang mereka sukai atau tidak disukai dari objek tersebut.
Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya mengenai Brand Image : "Brand Image is
how the brand is seen" (Temporer 2000: 33) "Sekumpulan asosiasi merek yang
terbentuk dibenak konsumen" (Freddy Rangkuty 2002:43)
Dari pengertian di atas, dirumuskan bahwa brand image merupakan hasil persepsi dan
pemahaman konsumen mengenai merek suatu produk yang dilihat, dipikirkan atau di
bayangkannya.
Event sponsorship sebagaimana bauran promosi lainnya haruslah direncanakan dengan
baik sehingga tujuan perusahaan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Perancanaan
event sponsorship menurut J.R.Rossiter dan L..Percy (1998:346) adalah :Target
Audience Reach, Compability With The Company's or Brand Positioning, Mesage
Capacity
Event sponsorship merupakan salah satu kegiatan promosi yang dianggap efektif
sebagai strategi komunikasi bisnis perusahaan agar namanya bisa dikenal di masyrakat
dan sekaligus melakukan publisitas (Stanton, 1993: 140).
Dengan adanya event sponsorship, media massa akan meliputnya tanpa kita harus
membayar ruang media, dan liputan tersebut akan didengar, dilihat dan dibaca oleh
masyarakat (Jefkins, 1972:187).
Dengan melakukan event sponsorship yang didalam kegiatannya banyak diikuti
masyarakat, perusahaan dapat meningkatkan reputasi merek, serta meningkatkan
jumlah liputan pers yang menguntungkan bagi perusahaan dalam hal publisitas media
massa, sehingga pemberian event sponsorship oleh perusahaan dapat memiliki efek
yang positif terhadap brand image.
Nilai-nilai pokok promosi terwujud berupa terciptanya kesadaran khalayak akan
keberadaan perusahaan ataupun produk-produk perusahaan. Manfaat dari event
sponsorship dapat menciptakan suatu proses pengakraban antara perusahaan maupun
produk-produk perusahaan dengan konsumenya melalui liputan media yang
berlangsung secara berulang-ulang. Reputasi perusahaan dimata khalayak pun akan
positif, sehingga sikap dan pandangan kahalayak terhadap perusahaan akan lebih baik.
Jika reputasi perusahaan baik maka reputasi produk-produk perusahaan juga akan sama
baiknya.
3 PR Dalam Negara berkembang
Dunia PR mulai berkembang pesat di awal abad 20. Aktivitas praktisi PR mulai diperhitungkan
dan dibutuhkan di negara-negara industri. Dalam pandangan Noeradi (2005: 35), sejarah PR di
Indonesia mulai dikenalkan oleh para pendiri republik ini.
Ketika merumuskan konstitusi, ada banyak jurnalis atau wartawan yang menunggu kelanjutan
peritiwa setelah proklamasi kemerdekaan sehari sebelumnya. Akhirnya pertemuan itu ditunda
untuk memilih presiden dan wakil presiden pertama Indonesia dan diumumkan kepada para
jurnalis yang ada. Itu, fase media relations yang penting. Ketika perang kemerdekaan, adalah
Soedarpo Sastorsatomo yang mengelola media relations sebagai Menteri Penerangan. Ia
mengelola media relations di dalam negeri hingga mendukung dipomasi di PBB, termasuk untuk
mengemas citra Indonesia di luar negeri.
RRI juga disebut sebagai bagian dari aktivitas PR ketika mengeluarkan program siaran luar
negeri, yang kini pemancarnya ada di kawasan Cimanggis, Depok,Jawa Barat. Ada pula upaya
untuk membantu India dalam mengatasi kelaparan dalam Program Rice for India, sekalipun
Indonesia belum memiliki surplus beras.
Istilah Purel
Setelah perang kemerdekaan, mulai berdatangan beberapa perusahaan minyak diantaranya Shell,
Stanvac, Caltex. Sebagai perusahaan multinasional, mereka memiliki organ bernama PR. Sebut
saja S. Maimoen, R Imam Sajono dan Soedarso yang di tahun 1950-an mulai dikenal sebagai PR
Officer. Latar belakang mereka dari kalangan jurnalistik.
Tahun 1954, Garuda Indonesian Airways mulai mengembangkan unit PR. Di tahun 1955, Mabes
Polri menjadi institusi pemerintah pertama yang memiliki unit PR. Kemudian diikuti oleh RRI.
Sekalipun demikian, beberapa angkatan bersenjata juga memiliki unit informasi yang dibawa
kontrol presiden waktu itu. Di tahun 60-an, istilah ”purel” sebagai akronim public relations
makin populer digunakan ketimbang term kehumasan.
Konsultan PR “Pertama”
Adalah PT Inscore Zecha yang dipimpin M. Alwi Dahlan tercatat sebagai konsultan PR pertama
yang berdiri di Indonesia tahun 1972. Kebanyakan mereka mengelola kepentingan publisitas
dalam bentuk iklan. Sejak tahun 1970, sekitar 20 tahun national Development Information Office
mendukung pengelolalaan PR pemerintah RI untuk dunia internasional.
JAKARTA, INDONESIA (13 Oktober 2011) – Sebagai bentuk apresiasi atas keberadaan para
blogger di Indonesia, (PR) PT Nissan Motor Indonesia (NMI) telah menggelar kegiatan
experience mengendarai Nissan March bagi para blogger dengan tajuk “7 Days with Nissan
March”. Melalui acara ini, Nissan menjadi pelopor cara berkomunikasi yang baru antara
perusahaan otomotif dengan blogger di Indonesia.
Kegiatan ini diikuti oleh 28 blogger dan telah berlangsung sejak awal Agustus 2011 dan berakhir
September 2011 lalu. Setiap blogger dipinjamkan 1 unit March selama 7 hari. Secara total
disediakan 7 unit March untuk 4 periode/minggu. Dalam waktu 7 hari tersebut, para blogger
diberikan kesempatan berkendara dengan March untuk aktivitas kesehariannya sehingga dapat
merasakan secara langsung performa dari hatchback kompak ini.
“Ini adalah a smart way for a smart choice. Selain rekan-rekan jurnalis, kami juga ingin secara
smart berkomunikasi dengan para blogger yang mewakili suara konsumen mendapatkan
pengalaman berkendara dengan March. Dengan adanya kegiatan ini, mereka dapat menguji
langsung performa dari March, mobil yang merupakan a smart choice untuk konsumen, yang
hasilnya nantinya dapat digunakan sebagai referensi oleh seluruh konsumen otomotif di
Indonesia,” ujar Takayuki Kimura, Presiden Direktur NMI, Rabu, Jakarta.
Artikel yang tampil pada blog masing-masing blogger yang telah menguji March dalam waktu 7
hari ini hampir senada menyebutkan kesimpulan yang sama, antara lain: March memang irit
bahan bakar, mudah bermanuver di jalanan Jakarta yang seringkali macet, mudah parkir, dan
walaupun eksterior tampak kecil dari luar namun terasa luas ketika sudah berada di dalam mobil.
Kimura menambahkan bahwa seluruh konsumen dapat membaca sendiri hasil review para
blogger mengenai March pada blog seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini. Tentunya hasil
tersebut semakin membuktikan performa March yang sesungguhnya.
Konsep kegiatan seperti ini pertama kalinya digunakan oleh NMI dalam berkomunikasi dengan
para calon pembeli di dunia digital. Menurut pendapat para blogger, NMI sebagai penyelenggara
kegiatan experience “7 Days with Nissan March” menjadi pelopor untuk kegiatan yang
melibatkan blogger dengan cara yang unik dan berbeda oleh karena konsep yang diusungnya.
Dalam kegiatan ini pula seluruh blogger diedukasi mengenai teknik Nissan Smart Driving yang
terdiri dari teknik dasar mengemudi kendaraan dengan aman (safety driving), teknik
pengambilan keputusan saat berkendara yang mempertimbangkan keadaan eksternal (defensive
driving) dan teknik berkendara yang tidak hanya mengarah ke penghematan bahan bakar tapi
juga memperpanjang umur suku cadang kendaraan dan mengurangi resiko kecelakaan di jalan
raya (eco driving).
“Antusiasme besar para blogger dalam mengikuti kegiatan ini mendorong kami untuk terus
menggelar kegiatan yang sama tentunya dengan konsep yang lebih unik dan berbeda. Kami
ucapkan terima kasih kepada para blogger yang telah berpartisipasi secara sukarela dan semoga
kegiatan ini menjadi pengalaman yang mengesankan,” tutup Kimura.