studi komparasi prestasi belajar siswa antara metode pembelajaran

Document Sample
studi komparasi prestasi belajar siswa antara metode pembelajaran Powered By Docstoc
					 STUDI KOMPARASI PRESTASI BELAJAR SISWA
      ANTARA METODE PEMBELAJARAN
 MENGGUNAKAN TEXT BOOK ANJURAN DENGAN
MENGGUNAKAN TEXT BOOK WAJIB PADA MATA
DIKLAT AKUNTANSI SISWA KELAS X AKUNTANSI
   SMK YPE KROYA TAHUN AJARAN 2006/ 2007



                     TUGAS AKHIR
       Diajukan dalam Rangka Menyelesaikan Studi S1
             untuk Mencapai Sarjana Pendidikan




                          Oleh :
             Nama        : Priasih
             NIM         : 3301402019
             Prodi       : Pendidikan Akuntansi
             Jurusan     : Akuntansi S1




               FAKULTAS EKONOMI
          UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                       2007
                                        BAB I

                                PENDAHULUAN



1.1 Alasan Pemilihan Judul

           Pengajaran merupakan aktifitas (proses) yang sistematis dan sistemik yang

   terdiri atas banyak komponen. Masing-masing komponen pengajaran tidak

   bersifat parsial (terpisah) atau berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus berjalan secara

   teratur, saling bergantung, komplementer, dan berkesinambungan untuk mencapai

   suatu tujuan pengajaran, baik yang sifatnya intruksional maupun tujuan pengiring.

   Salah satu komponen dari sistem pengajaran adalah sumber belajar yang dapat

   dipergunakan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar. Menurut Sudjana dan

   Rivai (2003: 76) sumber belajar itu tidak lain adalah daya yang dapat

   dimanfaatkan guna kepentingan Proses Belajar mengajar, baik secara langsung

   maupun secara tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.

           Menurut Rohani (2004: 172) sumber belajar mencakup manusia dan non

   manusia yang dapat memberi kemudahan belajar kepada peserta didik. Sumber

   belajar sangat mempengaruhi kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.

   Dengan kata lain sumber belajar dapat mempengaruhi kualitas pengajaran.

           Sumber belajar manusia adalah guru, sedangkan sumber belajar non

   manusia adalah segala daya non manusia yang dapat dimanfaatkan guna memberi

   kemudahan kepada seseorang dalam belajarnya. Kedudukan guru sebagai sumber



                                           1
                                                                               2




belajar disini adalah guru sebagai fasilitator dan pengelola pada proses kegiatan

belajar mengajar. Berkaitan dengan penggunaan sumber belajar, sangat erat

kaitannya dengan pemilihan strategi, metode pengajaran yang dipilih guru dalam

kegiatan belajar mengajar (Sudjana dan Rivai, 2003: 87).

       Sampai dewasa ini guru masih berpegang pada pandangan sumber belajar

dalam pengertian sempit, yaitu buku-buku atau bahan-bahan tercetak lainnya

(Sudjana dan Rivai, 2003: 76). Hal ini terlihat dalam progam pengajaran yang

disusun oleh guru, komponen sumber belajar pada umumnya akan diisi dengan

buku teks pelajaran (text book). Text book yang digunakan oleh guru dalam

menunjang proses belajar mengajar ada dua macam yaitu text book anjuran dan

text book wajib. Buku sebagai sumber belajar dipandang sangat mempengaruhi

kualitas proses belajar mengajar dan hasil belajar peserta didik. Proses belajar

yang dimaksud disini adalah proses belajar secara klasikal maupun belajar

mandiri pada saat di kelas maupun belajar mandiri selepas jam sekolah.

       Demikian pula pada kelas X Akuntansi SMK YPE Kroya, sumber belajar

yang digunakan adalah buku. Berkaitan dengan penggunaan buku teks pelajaran,

metode pengajaran yang digunakan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar

adalah gabungan antara metode ceramah, tanya jawab, latihan dan tugas. Menurut

Sudjana (2005:91), metode ceramah digunakan untuk menyampaikan materi,

metode tanya jawab untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap apa yang telah

disampaikan, metode latihan untuk melatih ketrampilan dari bahan yang telah
                                                                               3




dipelajari, sedangkan metode tugas untuk memantapkan penguasaan siswa

terhadap bahan/materi yang telah disampaikan.

       Berdasarkan pengamatan, guru biasanya mengambil bahan ajar, membuat

latihan-latihan maupun penugasan, terutama dari buku teks pelajaran (text book)

yang dianjurkan. Sedangkan para siswa harus memperoleh text book yang

dianjurkan dengan cara membeli dari penerbit tertentu yang sudah ditentukan oleh

guru, oleh karena hanya sebagian siswa yang memiliki text book anjuran karena

faktor biaya, meskipun tidak menutup kemungkinan siswa memperoleh text book

anjuran dengan cara meminjam dari perseorangan.

       Kenyataan yang ada selama ini biasanya perpustakaan sekolah hanya

menyediakan text book wajib dalam jumlah yang terbatas, sehingga jumlah yang

tersedia tidak mencukupi jumlah siswa yang ada, dan peminjaman hanya pada

saat proses belajar mengajar akuntansi berlangsung. Padahal idealnya setiap siswa

memperoleh satu text book wajib dan jangka waktu peminjamannya satu tahun

ajaran, atau selama materi yang ada dalam text book wajib dibahas.

       Text book anjuran biasanya digunakan sebagai buku pelengkap buku

wajib, hal ini dikarenakan text book anjuran isinya lebih lengkap daripada text

book wajib. Text book wajib biasanya digunakan oleh guru untuk menambah

latihan-latihan soal. Text book wajib diperoleh oleh siswa secara cuma-cuma dan

peminjamannya melalui perpustakaan sekolah.

       Di SMK YPE Kroya dari setiap tahun ajaran, siswa yang memiliki text

book akuntansi anjuran hanya sekitar 20% namun setiap proses belajar mengajar
                                                                               4




mata diklat Akuntansi para siswa diharuskan meminjam text book wajib yang

tersedia di perpustakaan sekolah, sehingga semua siswa memegang text book pada

saat Proses Belajar Mengajar berlangsung. Namun text book wajib akuntansi dari

perpustakaan yang jumlahnya sangat terbatas hanya boleh dipinjam pada saat

proses belajar mengajar akuntansi berlangsung. Karena jumlahnya yang terbatas,

maka text book wajib akuntansi dari perpustakaan hanya diperuntukan bagi siswa

yang tidak memiliki text book akuntansi anjuran. Atau dengan kata lain bagi siswa

yang tidak memiliki text book akuntansi anjuran pada saat belajar mandiri selepas

jam sekolah tidak memanfaatkan text book sebagai sumber belajar.

       Fungsi sebenarnya dari buku teks pelajaran anjuran adalah sebagai buku

pelengkap buku teks pelajaran wajib, atau keduanya adalah merupakan satu

kesatuan. Namun, seperti diuraikan di atas, keadaan yang ada di SMK YPE Kroya

karena buku teks pelajaran wajib yang disediakan oleh sekolah terbatas dan

jumlah siswa yang memiliki buku teks pelajaran anjuran hanya sebagian siswa,

maka pada saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung siswa hanya

menggunakan buku teks pelajaran anjuran atau buku teks pelajaran wajib saja,

sehingga kedudukan buku teks pelajaran wajib dan buku teks pelajaran anjuran

menjadi berdiri sendiri-sendiri.

       Berdasarkan pengamatan selama ini menunjukan bahwa nilai mata diklat

Akuntansi kelas X Akuntansi di SMK YPE Kroya tergolong baik, namun nilai

yang diperoleh siswa berbeda-beda. Peneliti berasumsi bahwa perbedaan nilai

yang dicapai oleh siswa dikarenakan ada siswa yang menggunakan text book
                                                                                  5




  akuntansi anjuran saja dan ada siswa yang hanya menggunakan text book wajib

  pada proses kegiatan belajar mengajar. Sedangkan penggunaan buku teks

  pelajaran erat kaitannya dengan belajar mandiri baik secara klasikal di sekolah

  maupun kegiatan belajar mandiri di rumah.

         Kenyataan ini yang mendorong keinginan penulis untuk mengungkap

  lebih jauh tentang perbandingan prestasi belajar antara siswa yang menggunakan

  text book akuntansi anjuran belajar dengan yang menggunakan text book

  akuntansi wajib dengan sebuah judul “studi komparasi prestasi belajar siswa

  antara metode pembelajaran menggunakan text book anjuran dengan

  menggunakan text book wajib pada mata diklat akuntansi siswa kelas X

  Akuntansi SMK YPE Kroya tahun ajaran 2006/ 2007”. Dengan kosentrasi

  penelitian pada prestasi belajar akuntansi siswa kelas X progam studi Akuntansi

  tahun 2006/ 2007.



1.2 Permasalahan

    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas maka

    permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah:

    1. Apakah     ada   perbedaan   prestasi   belajar   akuntansi   antara   metode

       pembelajaran menggunakan text book anjuran dengan menggunakan text

       book wajib siswa kelas X Akuntansi SMK YPE Kroya tahun ajaran 2006/

       2007?
                                                                              6




    2. Seberapa besar perbedaan prestasi belajar akuntansi antara metode

       pembelajaran menggunakan text book anjuran dengan menggunakan text

       book wajib    siswa kelas X Akuntansi SMK YPE Kroya tahun ajaran

       2006/2007?

    3. Manakah yang lebih efektif antara metode pembelajaran menggunakan text

       book anjuran dengan mengunakan text book wajib untuk menunjang

       pencapaian prestasi belajar siswa kelas X Akuntansi SMK YPE Kroya tahun

       ajaran 2006/2007?

1.3 Tujuan

   Adapun tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah:

    1. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar akuntansi antara

       metode pembelajaran menggunakan text book anjuran dengan menggunakan

       text book wajib siswa kelas X SMK YPE Kroya tahun ajaran 2006/ 2007.

    2. Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan prestasi belajar akuntansi

       antara metode pembelajaran menggunakan text book anjuran dengan

       menggunakan text book wajib siswa kelas X akuntansi SMK YPE Kroya

       ajaran 2006/ 2007.

    3. Untuk mengetahui text book manakah yang lebih efektif untuk menunjang

       pencapaian prestasi belajar siswa kelas X akuntansi SMK YPE Kroya ajaran

       2006/ 2007.



1.4 Manfaat
                                                                                    7




   1. Manfaat Teoritis

             Sebagai wacana tambahan yang diharapkan dapat berguna bagi civitas

      akademis dalam bidang pendidikan, khususnya tentang perbandingan prestasi

      belajar siswa pada mata diklat akuntansi antara menggunakan text book

      akuntansi anjuran dengan menggunakan text book wajib.

   2. Manfaat Praktis

       a. Memberikan masukan kepada sekolah tentang penambahan pengadaan

           text book akuntansi wajib sehingga mencukupi kebutuhan siswa,

           sehingga pemanfaatannya tidak hanya pada saat proses belajar mengajar

           akuntansi berlangsung tetapi dapat dibawa pulang dan jangka waktu

           peminjamannya selama satu tahun ajaran.

       b. Memberikan masukan kepada guru agar penggunaan text book

           diseimbangkan antara text book anjuran dan text book wajib.

       c. Memberikan pengetahuan dan memotivasi siswa bahwa penggunaan text

           book   adalah   untuk   menunjang       proses   belajar   sehingga   dapat

           meningkatkan prestasi belajar mereka.




1.5 Penegasan Istilah
                                                                               8




      Untuk menghindari adanya kesalahan arti dari istilah-istilah yang penulis

sajikan dalam penulisan skripsi ini, maka perlu kiranya penulis sajikan penegasan

istilah sebagai berikut:

1. Studi Komparasi

    Studi komparasi adalah kegiatan membandingkan dua kejadian, dalam hal ini

    adalah prestasi belajar siswa yang dicapai antara yang menggunakan text

    book anjuran dengan yang menggunakan text book wajib.

2. Prestasi BelajarPrestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai sehubungan

    dengan penguasaan pengetahuan/ketrampilan yang dikembangkan oleh mata

    pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang

    diberikan oleh guru (Tu’u, 2004:75).

3. Metode PembelajaranMetode pembelajaran adalah cara yang dipergunakan

    oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat

    berlangsungnya pengajaran (Sudjana, 2005:76).

4. Text Book Anjuran (Buku Teks Pelajaran Anjuran)Buku teks pelajaran (text

    book) anjuran adalah buku teks pelajaran diluar buku teks pelajaran wajib

    yang pemilikannya hanya berupa anjuran dari guru dan bersifat tidak

    memaksa atau tidak mewajibkan (Permen Diknas No. 11 Tahun 2005)
                                                                                  9




   5. Text Book Wajib (buku Teks Pelajaran Wajib)Buku teks pelajaran wajib

       adalah buku acuan wajib untuk digunakan disekolah yang memuat materi

       pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi

       pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan

       teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik dan kesehatan yang

       disusun berdasarkan standar nasional pendidikan (Permen Diknas No.11

       Tahun 2005)



1.6 Sistematika Skripsi

   1. Bagian AwalYang termasuk bagian awal adalah sampul, lembar berlogo,

      halaman judul, persetujuan pembimbing, pengesahan kelulusan, pernyataan,

      motto dan persembahan, prakata, sari, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar,

      daftar lampiran.

   2. Bagian Isi

      Bab I Pendahuluan, berisi alasan pemilihan judul, permasalahan, penegasan

              istilah, tujuan, manfaat, dan sistematika skripsi

      Bab II Landasan teori, berisi beberapa dasar dari pandangan teori yang ada

              hubungannya dengan pokok permasalahan penelitian

      Bab III Metodologi Penelitian, berisi metode-metode yang digunakan dalam

              penelitian ini, yang meliputi: metode penentuan objek penelitian,

              metode pengumpulan data, variabel penelitian, rancangan penelitian,

              dan metode analisis data
                                                                          10




   Bab IV Pembahasan, meliputi hasil penelitian dan pembahasan hasil

          penelitian

   Bab V Penutup, meliputi kesimpulan dan saran

3. Bagian Akhir Yang termasuk bagian akhir skripsi adalah daftar pustaka dan

   lampiran-lampiran
                                                                                 11




                                      BAB II

                               LANDASAN TEORI



2.1 Sumber Belajar

          Menurut Caroll (dalam Sudjana 2005:40) hasil belajar yang dicapai siswa

   dipengaruhi oleh lima faktor, yakni (a) bakat pelajar (b) waktu yang tersedia

   untuk belajar (c) waktu yang diperlukan oleh siswa untuk menjelaskan pelajaran

   (d) kualitas pengajaran, dan (e) kemampuan individu. Faktor kemampuan siswa

   dan kualitas pengajaran mempunyai hubungan berbanding lurus dengan hasil

   belajar siswa. Artinya makin tinggi kemampuan siswa dan kualitas pengajaran,

   makin tinggi pula hasil belajar siswa.

          Menurut Rohani (2004:172) sumber dan sarana belajar sangat

   mempengaruhi kualitas proses dan hasil belajar peserta didik, atau dengan kata

   lain dapat mempengaruhi kualitas pengajaran. Yang dimaksud dengan kualitas

   pengajaran adalah tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar mengajar

   dalam mencapai tujuan pengajaran.

   2.1.1 Pengertian Sumber Belajar

         Yang dimaksud dengan sumber belajar adalah:

         a. Segala daya yang dapat dipergunakan untuk kepentingan proses atau

            aktivitas pengajaran baik secara langsung maupun tidak langsung, diluar

            diri peserta didik (lingkungan) yang melengkapi diri mereka pada saat

            pengajaran berlangsung (Rohani 2004:161).
                                            11
                                                                           12




  b. Segala macam sumber yang ada diluar diri seseorang (peserta didik) dan

     yang memungkinkan atau memudahkan terjadinya proses belajar

     (Sadiman dalam Rohani 2004:162)

  c. Segala daya yang dapat dimanfaatkan guna memberi kemudahan kepada

     seseorang dalam belajarnya (Sudjana dan Rivai 2003:77)

  d. Sekumpulan bahan atau situasi yang diciptakan dengan sengaja dan

     dibuat agar memungkinkan siswa belajar secara individual (Sudjarwo

     1988:125)

       Dari pengertian-pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan, sumber

belajar adalah daya yang ada di luar peserta didik yang dapat digunakan untuk

mempermudah proses belajar peserta didik baik pada saat proses belajar

mengajar di sekolah maupun di luar sekolah
                                                                                                 13




                   Tabel 1. Klasifikasi Jenis-Jenis Sumber Belajar
 JENIS SUMBER                                                               CONTOH
                                  PENGERTIAN
     BELAJAR                                                       Dirancang      Dimanfaatkan
1. Pesan             Informasi yang harus disalurkan oleh     Bahan-bahan        Cerita rakyat,
   (Massage)         komponen lain berbentuk ide, fakta,      pelajaran.         dongeng, nasihat.
                     pengertian, data.

2. Manusia           Orang yang menyimpan informasi atau      Guru, aktor, siswa,    Narasumber,
   (people)          menyalurkan informasi. Tidak termasuk    pembicara, pemain.     pemuka
                     yang menjalankan fungsi pengembangan     Tidak termasuk         masyarakat,
                     dan pengelolaan sumber belajar.          teknisi, tim           pimpinan kantor,
                                                              kurikulum.             responden.

3. Bahan             Sesuatu, bisa disebut media/software     Transparansi,film,     Relief, candi
   (materials)       yang mengandung pesan untuk disajikan    slides, tape, buku,    arca, peralatan
                     melalui pemakaian alat.                  gambar, dan lain-      teknik.
                                                              lain.

4. Peralatan         Sesuatu, bisa disebut media /hardware    OHP, proyektor         Generator, mesin,
   (device)          yang menyalurkan pesan untuk disajikan   slides, film, TV,      alat-alat mobil.
                     yang ada didalam software.               kamera, papan tulis.

5. Teknik/metode     Prosedur yang disiapkan dalam            Ceramah, diskusi,      Permainan,
   (technique)       mempergunakan bahan pelajaran,           sosiodrama,            sarasehan,
                     peralatan, situasi, dan orang untuk      simulasi, kuliah,      percakapan
                     menyampaikan pesan.                      belajar mandiri.       biasa/spontan.

6.Lingkungan         Situasi sekitar dimana pesan             Ruangan kelas,         Taman, kebun,
  (setting)          disalurkan/ditransmisikan                studio,                pasar, museum,
                                                              perpustakaan,          toko.
                                                              auditorium, aula.

                                                                   (Sudjana dan Rivai 2003:80)

         Dari klasifikasi di atas dapat dilihat bahwa buku dan guru merupakan sumber

belajar. Guru adalah sumber belajar non manusia, sedangkan buku adalah sumber

belajar non manusia. Kedudukan guru adalah sebagai pemilih strategi/metode

pembelajaran yang akan digunakan dan pemilih sumber belajar yang akan digunakan

untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.Pemilihan strategi/metode pembelajaran

harus sesuai dengan sumber belajar pendukung lainnya.

2.2 Metode Pembelajaran
                                                                                14




2.2.1 Pengertian Metode Pembelajaran

            Metode pembelajaran adalah cara yang dipergunakan oleh guru

     dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya

     pengajaran (Sudjana, 2005:76). Oleh karena itu peranan metode

     pembelajaran adalah sebagai alat untuk menciptakan proses mengajar dan

     belajar, dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif. Dalam interaksi ini

     guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing, sedangkan siswa

     berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Proses interaksi ini akan

     berjalan baik apabila siswa lebih aktif dibandingkan dengan guru. Oleh

     karena itu metode pembelajaran yang baik adalah metode yang dapat

     menumbuhkan kegiatan belajar siswa.

2.1.2 Jenis-jenis Metode Pembelajaran

            Proses belajar mengajar yang baik hendaknya menggunakan

     berbagai jenis metode pembelajaran secara bergantian atau saling bahu

     membahu satu sama lain (Sudjana, 2005:76). Masing-masing metode

     pembelajaran ada keuntungan dan kelemahannya. Tugas guru adalah

     memilih berbagai metode yang tepat untuk menciptakan proses belajar

     mengajar. Ketepatan penggunaan metode pembelajaran sangat tergantung

     pada tujuan, isi proses belajar mengajar dan kegiatan belajar mengajar.

     Berikut ini adalah metode-metode pembelajaran yang digunakan oleh guru

     dalam proses belajar mengajar:
                                                                   15




a. Metode Ceramah

        Metode ceramah adalah metode penuturan bahan pelejaran secara

  lisan (Sudjana, 2005:77). Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam

  penggunaan metode ceramah, yaitu:

        Menetapkan apakah metode ceramah wajar digunakan dengan

  mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Tujuan yang hendak dicapai

  2. Bahan yang hendak diajarkan termasuk buku sumbernya yang

      tersedia

  3. Alat, fasilitas, waktu yang tersedia

  4. Jumlah murid beserta taraf kemampuannya

  5. Kemampuan guru dalam penguasaan materi dan kemampuan

      berbicara

  6. Pemilihan metode lainnya sebagai metode bantu

  7. Situasi pada waktu itu

  Langkah-langkah menggunakan metode ceramah:

   1. Tahap persiapan

   2. Tahap penyajian

   3. Tahap asosiasi (komparasi)

   4. Tahap generalisasi atau kesimpulan

   5. Tahap aplikasi (evaluasi)
                                                                        16




b. Metode Tanya Jawab

         Metode    tanya   jawab    adalah    metode    mengajar     yang

  memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way

  traffic, sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa.

  Guru bertanya siswa menjawab, atau siswa bertanya guru menjawab.

  Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara

  langsung antara guru dengan siswa. Metode tanya jawab biasanya

  dipergunakan untuk mengulang bahan pelajaran, ingin membangkitkan

  siswa belajar, dan sebagai selingan metode ceramah.

         Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam metode tanya jawab

  antara lain:

  Tujuan yang akan dicapai dari metode tanya jawab antara lain:

  1. Untuk mengetahui sejauh mana materi pelajaran telah dikuasai oleh

      siswa

  2. Untuk merangsang siswa berpikir

  3. Memberi kesempatan siswa untuk mengajukan masalah yang belum

      dipahami

  4. Jenis Pertanyaan

      a. Pertanyaan ingatan, dimaksudkan untuk mengetahui sampai

         sejauh mana pengetahuan sudah tertanam pada siswa
                                                                           17




       b. Pertanyaan pikiran, dimaksudkan untuk mengetahui sampai

          sejauh mana cara berpikir anak dalam menanggapi suatu

          persoalan.

   5. Teknik mengajukan pertanyaan

       a. Perumusan pertanyaan harus jelas dan terbatas

       b. Pertanyaan hendaknya diajukan pada kelas sebelum menunjuk

           siswa untuk menjawabnya

       c. Beri kesempatan kepada siswa untuk berpikir

       d. Hargailah pendapat/pertanyaan dari siswa

       e. Buatlah ringkasan hasil tanya jawab sehingga memperoleh

           pengetahuan secara sistematik

c. Metode Diskusi

          Metode diskusi adalah tukar menukar informasi, pendapat, dan

   unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat

   pengertian bersama yang lebih jelas dan teliti tentang sesuatu, atau untuk

   mempersiapkan dan merampungkan keputusan bersama (Sudjana,

   2005:80).

          Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam metode diskusi

   antara lain:

   1. Persiapan/perencanaan diskusi

   2. Tujuan diskusi harus jelas

   3. Peserta diskusi harus memenuhi persyaratan tertentu
                                                                    18




4. Penentuan dan perumusan masalah yang akan didiskusikan harus

   jelas

5. Waktu dan tempat diskusi harus tepat

6. Pelaksanaan diskusi

7. Membuat struktur kelompok

8. Membagi tugas dalam diskusi

9. Merangsang seluruh peserta untuk berpartisipasi

10. Mencatat ide/saran yang penting

11. Menghargai setiap pendapat yang diajukan peserta

12. Menciptakan situasi yang menyenangkan

13. Tindak lanjut diskusi

       a. Membuat hasil/kesimpulan dari diskusi

       b. Membacakan kembali hasil diskusi untuk diadakan koreksi

       c. Membuat penilaian terhadap pelaksanaan diskusi

14. Berhasi tidaknya diskusi tergantung pada faktor:

       a. Kepandaian dan kelincahan pimpinan diskusi

       b. Jelas tidaknya masalah dan tujuan yang dirumuskan

       c. Partisipasi dari setiap anggota

       d. Terciptanya situasi yang merangsang jalannya diskusi

       e. Mengusahakan masalah yang problematik dan merangsang

           siswa berpikir
                                                                           19




d. Metode Tugas Belajar dan Resitasi

        Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah tetapi lebih

   luas, karena tugas dan resitasi bisa dilaksanakan di rumah, di sekolah, di

   perpustakaan, dan di tempat lainnya. Tugas dan resitasi merangsang

   anak untuk aktif belajar baik secara individual maupun secara kelompok.

   Jenis tugas sangat banyak macamnya, tergantung pada tujuan yang akan

   dicapai, misalnya tugas meneliti, tugas menyusun laporan, tugas

   motorik, tugas laboratorium, dan lain sebagainya.

   Langkah-langkah menggunakan metode tugas/resitasi:

   1. Fase pemberian tugas

   2. Pelaksanaan tugas

   3. Fase mempertanggungjawabkan tugas/resitasi

   4. Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan:

      a. Tujuan yang akan dicapai

      b. Jenis tugas yang jelas dan tepat

      c. Sesuai dengan kemampuan siswa

      d. Terdapat petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa

      e. Waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas

e. Metode Kerja Kelompok

          Metode kerja kelompok a siswa dalam satu kelas dipandang

   sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri ataupun dibagi atas

   kelompok-kelompok kecil (sub-sub kelompok).
                                                                     20




   Pengelompokan biasanya didasarkan pada:

   1. Perbedaan indiviudual dalam kemampuan belajar

   2. Perbedaan minat belajar

   3. Jenis pekerjaan/tugas dari guru

   4. Wilayah tempat tinggal siswa

   5. Pengelompokan secara random

   6. Pengelompokan atas dasar jenis kelamin

         Untuk mencapai hasil yang baik, faktor yang harus diperhatikan

   dalam metode kerja kelompok adalah:

   1. Perlu adanya motif (dorongan) yang kuat untuk bekerja pada setiap

      anggota.

   2. Pemecahan masalah dipandang sebagai satu unit dipecahkan

      bersama atau masalah dibagi untuk dikerjakan masing-masing

      individu.

   3. Persaingan yang sehat antar kelompok biasanya mendorong anak

      untuk belajar.

   4. Situasi yang menyenangkan antaranggota banyak menentukan

      berhasil tidaknya kerja kelompok.

f. Metode Demonstrasi dan Eksperimen

        Metode demonstrasi dan eksperimen adalah metode pembelajaran

  yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu sehingga

  menghasilkan fakta (data) yang benar.
                                                                       21




      Langkah-langkah      menggunakan      metode   demonstrasi     dan

eksperimen:

1. Persiapan/perencanaan:

   a. Tetapkan tujuan demonstrasi dan eksperimen

   b. Tetapkan langkah-langkah pokok demonstrasi dan eksperimen

   c. Siapkan alat-alat yang diperluka

2. Pelaksanaan demonstrasi dan eksperimen

   a. Usahakan demonstrasi dan eksperimen dapat diamati oleh

       seluruh kelas

   b. Tumbuhkan        sikap kritis siswa     sehingga   terdapat   tanya

       jawab/diskusi tentang masalah yang didemonstrasikan

   c. Beri kesempatan kepada siswa untuk mencoba sehingga merasa

       yakin tentang kebenaran suatu proses

   d. Buatlah penilaian dari kegiatan siswa dalam eksperimen

       tersebut.

3. Tindak lanjut demonstrasi dan eksperimen

        Setelah demonstrasi dan eksperimen selesai, berikanlah tugas

   kepada siswa,       misalnya membuat laporan. Dengan demikian kita

   dapat menilai sejauh mana hasil demonstrasi dan eksperimen

   dipahami oleh siswa.
                                                                        22




g. Metode Sosiodrama (role playing)

        Metode sosiodrama adalah mendramatisasikan tingkah laku dalam

   hubungannya dengan masalah sosial.

   Tujuan sosiodrama antara lain:

   1. Agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain.

   2. Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab

   3. Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi

      kelompok secara spontan

   4. Merangsang kelas untuk berpikir dan memecahkan masalah

   Langkah-langkah menggunakan metode sosiodrama:

   1. Tetapkan dahulu masalah-masalah sosial yang menarik perhatian

      siswa untuk dibahas

   2. Ceritakan kepada siswa mengenai isi dari masalah-masalah dalam

      konteks cerita tersebut

   3. Tetapkan siswa yang dapat atau bersedia untuk memainkan perannya

      di depan kelas

   4. Jelaskan kepada pendengar mengenai peranan mereka pada waktu

      ssiodrama sedang berlangsung

   5. Berikan kesempatan kepada para pelaku untuk berunding sebelum

      mereka memainkan perannya

   6. Akhiri sosiodrama pada saat situasi pembicaraan mencapai

      ketegangan
                                                                      23




   7. Akhiri sosiodrama dengan diskusi kelas untuk bersama-sama

      memecahkan masalah yang ada pada sosiodrama

   8. Nilailah hasil sosiodrama sebagai pertimbangan lebih lanjut

h. Metode Problem Solving

        Metode problem solving (metode pemecahan masalah) adalah

   metode pembelajaran yang dimulai dengan mencari data sampai kepada

   menarik suatu kesimpulan. Langkah-langkah menggunakan metode

   problem solving:

   1. Terdapat masalah yang jelas untuk dipecahkan

   2. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk

       memecahkan masalah tersebut

   3. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut

   4. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut

   5. Menarik kesimpulan

i. Metode Sistem Regu (team teaching)

         Team teaching adalah metode pembelajaran dimana dua guru

   atau lebih bekerjasama mengajar sebuah kelompok siswa. Hal-hal yang

   harus diperhatikan dalam pelaksanaan metode ini adalah:

   1. Harus ada program pelajaran yang disusun bersama oleh team

       tersebut, sehingga terarah sesuai dengan tugas masing-masing guru

       dalam team tersebut.
                                                                             24




   2. Membagi tugas tiap topik kepada guru tersebut sehingga masalah

       bimbingan pada siswa terarah dengan baik

   3. Setiap        anggota      dalam    satu      regu    harus    memiliki

       pandangan/pengertian yang sama

   4. Harus        dicegah    jangan   sampai    terjadi   jam   bebas   akibat

       ketidakhadiran seorang guru anggota team tersebut

j. Metode Latihan (Drill)

        Metode latihan adalah metode pembelajaran yang digunakan untuk

  memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah

  dipelajari. Metode latihan umumnya digunakan untuk hal-hal yang

  bersifat motorik, misalnya penggunaan rumus-rumus, perhitungan, grafik

  dan lain-lain.

        Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan metode ini

  adalah:

  1. Siswa harus diberi pengertian yang mendalam sebelum diadakan

      latihan

  2. Latihan untuk pertamakalinya hendaknya bersifat diagnosis

  3. Latihan hendaknya sering dilakukan

  4. Harus disesuaikan dengan taraf kemampuan siswa

  5. Proses latihan untuk hal-hal yang essensial dan berguna.
                                                                      25




k. Metode Karyawisata (Field Trip)

        Metode karyawisata adalah metode pembelajaran dengan

   melakukan kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar.

   Langkah-langkah pokok dalam metode karyawisata yaitu:

   1. Perencanaan karyawisata

       a. Merumuskan tujuan karyawisata

       b. Menetapkan objek sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai

       c. Menetapkan lamanya karyawisata

       d. Menyusun rencana belajar bagi siswa selama berkaryawisata

       e. Merencanakan perlengkapan belajar yang harus disediakan

   2. Pelaksanaan karyawisata

           Dalam fase ini adalah pelaksanaan kegiatan belajar ditempat

      karyawisata dengan bimbingan guru. Kegiatan belajar yang

      dilaksanakan harus diarahkan sesuai dengan tujuan yang telah

      ditetapkan.

   3. Tindak lanjut

       Pada akhir karyawisata siswa harus diminta laporannya baik lisan

       maupun tertulis yang merupakan inti masalah yang telah dipelajari

       pada waktu karyawisata.

l. Metode Resource Person (manusia sumber)

         Metode resource person adalah metode pembelajaran dengan

   mendatangkan orang luar (bukan guru) untuk memberikan pelajaran
                                                                       26




  kepada siswa. Metode pengajaran ini dapat dilakukan dengan dua cara,

  yaitu siswa yang datang ke tempat resource person atau resource person

  datang ke sekolah (resource visitor).

         Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan metode ini

  adalah:

  1. Tujuan yang akan dicapai dengan adanya resource person

  2. Materi apa yang akan diminta diajarkan kepada siswa

  3. Orang yang akan dijadikan resource dan berapa lama dia akan

      mengajar

  4. Kegiatan belajar siswa, hendaknya terdapat tanya jawab dan diskusi

      antara siswa dengan resource.

m. Metode Survai Masyarakat

         Metode     pembelajaran    survai   masyarakat   adalah   metode

   pembelajaran dengan cara siswa memperoleh informasi atau keterangan

   secara langsung dari sejumlah unit tertentu dengan jalan observasi dan

   komunikasi langsung. Jenis survai ini banyak macamnya, misalnya

   sosial survai, community survai, school survai dan lain sebagainya.

   Masalah-masalah yang dipelajari dalam survai adalah masalah-masalah

   dalam kehidupan sosial. Untuk mempelajari masalah-masalah sosial

   atau masalah yang terjadi pada masyarakat dapat digunakan observasi

   dan wawancara.
                                                                        27




n. Metode Simulasi

          Metode pembelajaran simulasi adalah cara untuk menjelaskan

    bahan pengajaran melalui perbuatan yang bersifat pura-pura atau

    melalui proses tungkah laku imitasi atau bermain peran mengenai suatu

    tingkah   laku   yang      dilakukan   seolah-olah   dalam     keadaan

    sebenarnya.Simulasi sebagai metode mengajar bertujuan untuk:

    1. Melatih keterampilan tertentu baik bersifat profesional maupun bagi

       kehidupan sehari-hari

    2. Memperoleh pemahaman tentang suatu konsep atau prinsip

    3. Melatih memecahkan masalah

    4. Meningkatkan keaktifan belajar dengan melibatkan siswa dalam

       mempelajari situasi yang hampir serupa dengan kejadian sebenarnya

    5. Menberikan motifasi belajar kepada siswa

    6. Melatih siswa untuk mengadakan kerjasama dalam situasi kelompok

    7. Menumbuhkan daya kreatif siswa

    8. Melatih siswa untuk mengembangkan sikap toleransi

       Pemilihan metode pembelajaran sangat erat kaitannya dengan

sumber belajar yang digunakan (Sudjana, 2003:87). Yang dimaksud sumber

belajar yang digunakan disini adalah penggunaan sumber belajar selain guru

yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar. Penggunaan

sumber belajar dimaksudkan untuk memperluas bahan pengajaran,

melengkapi kekurangan bahan dan sebagai kerangka mengajar yang
                                                                                 28




        sistematis. Dalam penelitian ini sumber belajar lainnya yang digunakan

        untuk menunjang proses belajar mengajar yaitu buku teks pelajaran anjuran

        dan buku teks pelajaran wajib.



2.3 Text Book Akuntansi Anjuran

   2.3.1 Text Book

              Dari berbagai jenis sumber belajar yang ada hingga dewasa ini dunia

       pengajaran praktis masih berpandangan bahwa sumber belajar (learning

       resources) adalah guru dan bahan-bahan pelajaran/bahan pengajaran baik

       buku-buku bacaan atau semacamnya. Hal ini terlihat dalam desain

       pengajaran yang biasa disusun guru terdapat salah satu komponen

       pengajaran yang dirancang berupa sumber belajar/pengajaran yang

       umumnya diisi dengan buku-buku rujukan (buku bacaan wajib/anjuran) atau

       lebih dikenal dengan sebutan buku teks (text book). Yang dimaksud buku

       teks (text book) disini adalah buku pelajaran untuk mata pelajaran tertentu

       dan jenjang tertentu.

              Menurut A.J Loveridge, dkk (dalam Hanafi 1981:11) yang disebut

       buku pelajaran (text book) adalah buku sekolah yang memuat bahan yang

       telah diseleksi mengenai mata pelajaran tertentu, dalam bentuk tertulis yang

       memenuhi syarat keadaan khusus dalam mengajar dan belajar, disusun

       secara sistematis untuk diasimilasikan.
                                                                           29




        Menurut Shores (dalam Yusup 1988:22) text book adalah buku

tentang suatu bidang studi tertentu yang ditulis dengan tujuan untuk

memudahkan pencapaian proses belajar dan mengajar antara murid dan

guru.

        Menurut Whitaker (dalam Yusup 1988:22) text book adalah buku

yang direncanakan untuk membantu murid (yang pada umumnya belajar

secara berkelompok) di bawah bimbingan seorang guru untuk belajar secara

efisien.

        Jadi, text book akuntansi adalah buku sekolah yang memuat bahan

yang telah diseleksi mengenai mata pelajaran akuntansi, dalam bentuk

tertulis yang memenuhi syarat keadaan khusus dalam mengajar dan belajar,

disusun secara sistematis terencana untuk diasimilasikan dalam proses

belajar mengajar akuntansi.

        Pengertian text book tidak sama dengan pengertian modul dan silabus

meskipun sama-sama bahan pengajaran berbentuk tertulis.

        Modul adalah bahan pengajaran yang secara utuh membahas suatu

topik tertentu, dimulai dari tujuan yang ingin dicapai setelah penguraian

suatu topik tersebut selesai dibaca sampai kelengkapan evaluasi hasil belajar

dari modul yang bersangkutan ( Yusup 1988:23). Sebenarnya modul sifatnya

lebih lengkap, namun tidak semua guru telah menyusun modul, dikarenakan

faktor waktu dan dalam menyusun modul diperlukan banyak referensi,
                                                                         30




apalagi sekarang banyak text book yang telah lengkap dari segi isi maupun

evaluasinya.

       Silabus adalah garis besar ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi

atau   materi   pelajaran   yang   berisi   pengembangan   kurikulum   dan

pembelajaran, apa yang akan diajarkan, bagaimana cara pembelajaran,

bagaimana dapat diketahui bahwa kompetensi dasar telah tercapai (Handout

Mata Kuliah Dasar Proses Pembelajaran)

       Menurut Mills dan Douglas (dalam Hanafi 1981:14), text book

mempunyai nilai-nilai (kelebihan) tersendiri yaitu:

a) Buku pelajaran (text book) memuat persediaan materi bahan pelajaran

    yang memudahkan guru merencanakan jangkauan bahan pelajaran yang

    akan disajikannya pada satuan-satuan jadwal pengajaran.

b) Buku pelajaran (text book) memuat masalah-masalah terpenting dari

    suatu bidang studi.

c) Buku pelajaran (text book) banyak memuat alat bantu pelajaran.

d) Buku pelajaran (text book) merupakan rekaman yang permanen yang

    memudahkan untuk mengadakan review dikemudian hari.

e) Buku pelajaran (text book) memuat bahan pelajaran yang seragam, yang

    dibutuhkan untuk kepentingan kesamaan evaluasi, dan juga pelancaran

    diskusi.

f) Buku pelajaran (text book) memungkinkan siswa belajar di rumah.
                                                                       31




g) Buku pelajaran (text book) memuat bahan pelajaran yang relatif telah

    tertata menurut sistem dan logika tertentu.

h) Buku pelajaran (text book) membebaskan guru dari kesibukan mencari

    bahan pelajaran sendiri sehingga sebagian waktunya dapat dimanfaatkan

    untuk membina siswa.

       Lebih lanjut Thomas dan Swartout (dalam Hanafi 1981:14)

mengemukakan beberapa kelebihan buku pelajaran (text book) yaitu:

a) Buku pelajaran merupakan the foundation of learning in classroom.

b) Buku pelajaran memuat bahan pelajaran yang sebaiknya disajikan (what

   to tech) dan juga sekuensi cara menyajikan bahan pelajaran itu.

c) Jangkauan, jumlah, dan jenis bahan pelajaran yang terdapat dalam buku

   pelajaran secara relatif pasti keadaannya sehingga guru dimungkinkan

   untuk mengalokasiknnya bedasarkan jadwal sekolah.

d) Paparan masalah atau pokok persoalan dalam buku pelajaran secara

   relatif teliti.

e) Materi pelajaran dalam buku pelajaran tertata cukup baik.

f) Buku pelajaran cukup banyak memuat alat bantu pengajaran.

g) Kesinambungan bahan pelajaran dalam buku pelajaran telah diatur oleh

   penyusunnya.

h) Buku pelajaran merupakan batu loncatan bagi siswa, mereka terbebas

   dari tugas mencatat.
                                                                        32




i) Buku pelajaran membantu sekolah yang tidak memiliki perpustakaan

   yang lengkap.

j) Buku pelajaran adalah barang dagangan dari penerbitnya, sehingga mutu

   sangat diperhatikan, disesuaikan dangan keinginan pemakainya.

       Namun terlepas dari semua kelebihan yang telah diuraikan di atas,

ada beberapa kelemahan dari buku pelajaran (text book) yaitu:

a) Buku pelajaran (text book) kurang mempertimbangkan perbedaan

   individual siswa.

b) Disainnya seringkali tidak sejajar dengan disain kurikulum.

c) Teks dan bahan pelajaran yang ada di dalam text book seringkali tidak

   sesuai dengan kondisi dan lingkungan siswa.

d) Bahan pelajarannya seringkali bias dan basi.

       Kekurangan atau kelemahan text book harus ditutup dengan bahan

pengajaran yang dicarikan oleh guru sendiri dari berbagai sumber, misalnya

dari buku penunjang, surat kabar, majalah ilmiah, dan lain sebagainya.

Menurut Sudjana (2005 : 69) ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh

guru dalam menetapkan bahan pengajaran, yaitu :

a) Bahan harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan.

b) Bahan yang ditulis dalam perencanaan mengajar hanya berbentuk garis

    besar.

c) Menetapkan bahan pengajaran harus serasi dengan urutan tujuan.
                                                                             33




    d) Urutan bahan hendaknya memperhatikan kesinambungan (kontinuitas),

        artinya bahan yang satu dengan bahan berikutnya ada hubungan

        fungsional, bahan yang satu menjadi dasar bagi bahan berikutnya.

    e) Bahan disusun dari yang sederhana menuju yang komplek, dari yang

        mudah menuju yang sulit, dari yang konkret menuju yang abstrak.

    f) Sifat bahan ada faktual ada yang konseptual.

              Untuk menyikapi adanya kelemahan-kelemahan text book         maka

    dalam memilih text book hendaknya diperhatikan ciri text book yang baik,

    yaitu :

    a) Direkomendasikan oleh guru-guru yang berpengalaman sebagai buku

        pelajaran yang baik.

    b) Bahan pelejarannya sesuai dengan tujuan pendidikan, kebutuhan siswa,

        dan kebutuhan masyarakat.

    c) Cukup banyak memuat teks bacaan, bahan drill (latihan/tugas).

    d) Memuat ilustrasi yang membantu siswa belajar.

2.3.2 Text Book Anjuran

         Buku teks pelajaran (text book) anjuran adalah buku teks pelajaran

    diluar buku teks pelajaran wajib yang pemilikannya hanya berupa anjuran

    dari guru dan bersifat tidak memaksa atau tidak mewajibkan (Permen Diknas

    No. 11 Tahun 2005).

         Jadi yang dimaksud dengan text book akuntansi anjuran disini adalah

    text book akuntansi yang penggunaannya berdasarkan anjuran guru dengan
                                                                               34




     penerbit tertentu yang telah ditentukan oleh guru mata diklat dan

     kepemilikannya tidak diwajibkan kepada semua siswa. Text book akuntansi

     yang dianjurkan oleh guru berasal dari penerbit yang berbeda dari penerbit

     text book wajib yang digunakan oleh sekolah tersebut. Fungsi dari buku teks

     pelajaran anjuran ini adalah untuk melengkapi buku teks pelajaran wajib

     yang digunakan oleh sekolah.

          Melihat fungsinya sebagai buku pelengkap buku teks pelajaran wajib

     yang digunakan oleh sekolah, maka dari segi isi materi dan soal latihan yang

     tersedia dalam text book anjuran lebih lengkap dan lebih menarik untuk

     dipelajari.

2.3.3 Text Book Wajib

          Buku teks pelajaran wajib adalah buku acuan wajib untuk digunakan di

     sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan

     keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan

     penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan

     estetis, potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar

     nasional pendidikan (Permen Diknas No. 11 Tahun 2005).

          Buku teks pelajaran wajib digunakan sebagai acuan wajib oleh guru

     dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Buku teks pelajaran wajib

     untuk setiap mata pelajaran yang digunakan pada satuan pendidikan dasar

     dan menengah dipilih dari buku-buku teks pelajaran yang telah ditetapkan

     oleh Menteri berdasarkan rekomendasi penilaian kelayakan dari Badan
                                                                             35




Standar Nasional Pendidikan, dan apabila Menteri belum menetapkan buku

teks pelajaran tertentu, rapat guru dengan pertimbangkan komite sekolah

dapat memilih buku-buku yang ada dengan mempertimbangkan mutu buku

(Permen Diknas No. 11 tahun 2005).

     Kenyataan yang ada di lapangan, pemerintah tidak menerbitkan buku

teks pelajaran wajib untuk mata diklat akuntansi, oleh karena itu pengadaan

buku teks pelajaran wajib untuk mata diklat akuntansi ditentukan

berdasarkan rapat guru dengan pertimbangan dari komite sekolah. Rapat

guru dalam menetapkan buku-buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh

satuan pendidikan tidak berasal dari satu penerbit, atau pemilihan penerbit

tidak harus dari penerbit tertentu. Sedangkan pembiayaan untuk pembelian

buku teks pelajaran wajib akuntansi berasal dari dana operasional sekolah.

     Berdasarkan Permen Diknas No. 11 tahun 2005, satuan pendidikan

menetapkan masa pakai buku teks pelajaran wajib paling sedikit 5 (lima)

tahun. Buku teks pelajaran wajib yang digunakan oleh sekolah tidak dipakai

lagi apabila ada perubahan standar nasional pendidikan, biasanya dengan

adanya perubahan kurikulum.

     Untuk membantu peserta didik yang tidak mampu memiliki akses ke

buku teks pelajaran anjuran, satuan pendidikan wajib menyediakan paling

sedikit 10 (sepuluh) eksemplar buku teks pelajaran wajib untuk setiap mata

pelajaran pada setiap kelas untuk dijadikan koleksi perpustakaanya.
                                                                          36




     Dalam hal peminjaman dan pelayanan text book wajib, sekolah

menyerahkannya kepada perpustakaan. Sebagai            lembaga yang ada

disekolah, perpustakaan bertugas untuk membantu sekolah untuk mencapai

tujuan pendidikan dan membantu kelancaran proses belajar mengajar,

berkaitan dengan fungsi perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar.

     Pernyataan ini sesuai dengan pengertian perpustakaan sekolah itu

sendiri yaitu, perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang ada di sekolah

sebagai sarana pendidikan untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan

prasekolah, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Soeatminah

1992:37)

     Perpustakaan sekolah sebagai sarana pendidikan berfungsi menunjang

pencapian tujuan pendidikan, memberi pelayanan kepada murid dan guru

dalam proses belajar mengajar. Guru harus banyak membaca agar

pengetahuannya bertambah, sehingga bahan yang diajarkannya kepada

murid dapat berkembang, aktual, sehingga murid tidak bosan. Murid harus

banyak membaca untuk dapat mengikuti Iptek dan dapat menambah bahan

pelajaran dari guru. Dengan banyak membaca, murid terlatih untuk belajar

secara mandiri.

     Penekanan fungsi perpustakaan sekolah adalah pada fungsi eduklatif

dan rekreatif. Fungsi rekreatif disini mengacu kepada hal-hal yang bersifat

positif-edukatif, oleh karena itu ecara umum perpustakaan sekolah berfungsi

sebagai pusat sumber informasi edukatif.
                                                                                37




            Koleksi yang ada pada perpustakaan sekolah terdiri dari buku fiksi dan

       buku nonfiksi. Buku fiksi inilah yang menunjang fungsi rekreatif.

       Sedangkan buku non fiksi digunakan untuk menunjang fungsi edukatif.

       Seperti telah diuraikan di depan, koleksi yang ada diperpustakaan sekolah

       termasuk didalamnya text book (buku pelajaran) dan buku pelengkap text

       book dan koleksi buku non fiksi. Perpustkaan sekolah hanya menyediakan

       text book wajib, sedangkan text book anjuran tidak. Text book akuntansi

       wajib yang digunakan oleh SMK YPE Kroya untuk kelas X Akuntansi yaitu

       buku Akuntansi terbitan Saudara.



2.4 Metode Pengajaran yang Digunakan Oleh Guru

         Dalam penelitian ini, berkaitan dengan penggunaan buku teks pelajaran

    anjuran dan buku teks pelajaran wajib sebagai sumber belajar, metode mengajar

    yang digunakan oleh guru adalah gabungan antara metode ceramah, tanya

    jawab, latihan dan tugas. Metode ceramah digunakan oleh guru untuk

    menyampaikan isi materi atau bahan pengajaran. Metode tanya jawab

    digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap apa yang telah

    disampaikan oleh guru melalui metode ceramah.

         Metode latihan digunakan untuk melatih ketangkasan dan keterampilan

    dari bahan yang telah dipelajarinya. Setelah materi disampaikan, siswa

    mengerjakan latihan-latihan soal dari buku teks pelajaran wajib(kelompok II)

    dan dari buku teks pelajaran anjuran(kelompok I).
                                                                               38




         Metode tugas digunakan untuk memantapkan penguasaan siswa terhadap

    bahan/materi yang telah disampaikan. Pada penelitian ini, tugas siswa diambil

    dari buku teks pelajaran wajib (kelompok II), sedangkan untuk kelas

    eksperimen, tugas siswa diambil dari buku teks pelajaran anjuran.

2.5 Metode Pembelajaran Menggunakan Text Book Anjuran

         Yang dimaksud metode pembelajaran menggunakan text book anjuran

    disini adalah kegiatan belajar m,engajar dimana metode pembelajarannya

    ditunjang dengan penggunaan text book mata diklat akuntansi yang telah

    ditentukan oleh guru (dianjurkan). Untuk dapat menggunakan text book anjuran

    ini maka terlebih dahulu siswa harus memilik text book akuntansi yang

    dianjurkan   tersebut   dengan   cara   membeli    maupun     meminjam   dari

    perseorangan. Karena perpustakaan sekolah hanya menyediakan text book

    wajib.

         Di SMK YPE Kroya kelas X Akuntansi, buku teks akuntansi anjuran yang

    digunakan atau yang dianjurkan oleh guru berasal dari 1 (satu) penerbit yang

    sama yaitu dari penerbit Armico. Semua siswa kelas X Akuntansi di SMK YPE

    Kroya menggunakan buku teks anjuran terbitan Armico, karena mata diklat

    akuntansi untuk seluruh kelas X Akuntansi diajar oleh guru yang sama.

         Dengan adanya text book akuntansi anjuran yang pemilikannya secara

    pribadi maka diharapkan dapat memperlancar proses belajar mengajar secara

    klasikal dengan dipimpin oleh guru mata diklat, kegiatan belajar mandiri di

    kelas dan belajar mandiri di rumah. Hal ini dikarenakan guru biasanya lebih
                                                                              39




banyak menggunakan text book anjuran daripada text book wajib, apalagi bagi

sekolah yang text book wajib yang tersedia terbatas, siswa hanya diperkenankan

meminjam text book wajib dari sekolah hanya pada saat proses belajar mengajar

berlangsung (tidak boleh dibawa pulang ke rumah).

     Kegiatan belajar klasikal, artinya semua siswa dalam waktu yang sama

mengerjakan kegiatan belajar yang sama. Namun demikian, tidak mustahil

tanggapan setiap siswa terhadap bahan yang sama dapat berbeda. Kegiatan

belajar klasikal dapat diperlancar dengan adanya penggunaan text book

akuntansi yang dianjurkan, hal ini dikarenakan guru biasanya lebih utama

mengambil bahan pengajaran dan latihan-latihan dari text book akuntansi yang

dianjurkan daripada dari text book wajib.

     Kegiatan belajar mandiri di kelas, artinya setiap siswa yang ada di kelas

melakukan kegiatan belajar masing-masing. Kegiatan belajar tersebut mungkin

sama untuk setiap siswa, mungkin pula berbeda antara siswa yang satu dengan

siswa yang lainya. Dalam kegiatan belajar mandiri di kelas setiap siswa dituntut

mengerjakan tugasnya sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Dengan

adanya text book anjuran maka siswa akan dipermudah dalam melaksanakan

belajar mandiri di kelas, karena dalam text book anjuran selain pembahasan

materi pelajaran juga ada contoh penyelesaian soal.

     Kegiatan belajar mandiri di rumah, artinya siswa di rumah melakukan

kegiatan belajar masing-masing, baik yang sifatnya hanya mengulang materi,

mengerjakan tugas, ataupun mengadakan latihan-latihan. Penggunaan siswa
                                                                                40




     akan text book akuntansi yang dianjurkan akan sangat membantu kegiatan

     belajar mandiri di rumah karena di dalam text book akuntansi yang dianjurkan

     dibahas materi, latihan-latihan, dan soal-soal. Apalagi biasanya guru

     memberikan tugas dari text book anjuran, meskipun kadang guru juga biasanya

     memberikan tugas dari text book wajib. Dari uraian di atas dapat disimpulkan

     bahwa dengan adanya penggunaan text book anjuran dapat memperlancar

     proses belajar mengajar klasikal maupun kegiatan belajar mandiri yang

     berlangsung baik di sekolah maupun di rumah. Diharapkan dengan adanya

     kelancaran proses belajar mengajar ini maka pencapaian prestasi belajar siswa

     akan lebih baik (meningkat).

2.6 Metode Pembelajaran Menggunakan Text Book Wajib

          Yang dimaksud dengan metode pembelajaran menggunakan text book

     wajib disini adalah proses belajar mengajar dimana metode pembelajarannya

     ditunjang dengan penggunaan text book wajib. Text book wajib diperoleh secara

     cuma-cuma oleh siswa untuk menunjang kegiatan belajar siswa baik secara

     klasikal disekolah maupun selepas jam sekolah. Hal ini dapat terwujud apabila

     text book wajib yang tersedia di perpustakaan sekolah jumlahnya memenuhi

     kebutuhan siswa. Jangka waktu peminjaman text book wajib seharusnya

     berbeda dengan jangka waktu peminjaman buku yang lain. Perpustakaan

     sekolah seharusnya meminjamkan buku teks dengan jangka waktu peminjaman

     yang berbeda dengan peminjaman buku perpustakaan (biasanya untuk satu

     tahun pelajaran) (Soeatminah 1992:38).
                                                                                   41




           Penggunaan buku teks pelajaran wajib sangat membantu siswa yang tidak

      memiliki text book anjuran, meskipun jika dilihat dari segi isi materi maupun

      latihan yang ada tidak selengkap buku teks pelajaran anjuran. Siswa yang hanya

      memanfaatkan text book wajib tidak perlu berkecil hati, karena materi akuntansi

      adalah adalah materi yang pasti, atau dengan kata lain metode penyelesaian dan

      jawaban soal untuk jenis pertanyaan yang sama akan selalu sama, meskipun

      buku acuannya berbeda. Siswa yang hanya memanfaatkan buku teks pelajaran

      akuntansi wajib seharusnya lebih kreatif untuk menyikapi kekurangan text book

      wajib tersebut, terutama jika guru lebih banyak menggunakan buku teks

      pelajaran anjuran.

2.7 Prestasi Belajar

           Menurut Sadiman (dalam Koswara 1998:23) bahwa dalam proses belajar

      paling tidak terkandung tiga hal, yaitu:

      1. Ada perubahan tingkah laku

      2. Sifat perubahan tersebut bersifat permanen

      3. Perubahan disebabkan oleh interaksi individu dengan lingkungan, bukan

          oleh proses pendewasaan ataypun perubahan-perubahan kondisi fisik yang

          sementara sifatnya

           Sekurang-kurangnya ada tiga aspek yang berubah pada tingkah laku

      seseorang sebagai akibat dari belajar, yaitu aspek      kognitif, afektif, dan

      psikomotor. Perubahan pada aspek kognitif yang terjadi misalnya, dari tidak

      tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Aspek afektif,
                                                                                      42




       misalnya perubahan dari tidak suka menjadi suka, dari tidak berminat menjadi

       berminat. Sementara itu, aspek psikomotorik menyangkut jeterampilan motorik.

            Hasil yang dicapai oleh siswa setelah proses belajar adalah prestasi

       belajar. Prestasi belajar yang dicapai biasanya disimbolkan dengan angka-angka

       tertentu.

       Pengertian prestasi belajar ada beragam:

        1. Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai sehubungan dengan

            penguasaan pengetahuan/ketrampilan yang dikembangkan oleh mata

            pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang

            diberikan oleh guru (Tu’u, 2004:75)

        2. Prestasi belajar adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah

            menerima pengalaman belajar (Sudjana, 1989:46)Dari pengertian-

            pengertian prestasi belajar di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi

            belajar:

             a. Prestasi belajar diperoleh oleh siswa setelah ada peristiwa belajar

             b. Prestasi belajar merupakan simbol dari hasil dari proses belajar

             c. Prestasi belajar disimbolkan dengan angka tertentu



2.8    Program Keahlian Akuntansi

              Program keahlian akuntansi adalah program keahlian yang akan diikuti

      peserta sesuai dengan potensi kemampuan, bakat dan minat serta ketersediaan

      bidang akuntansi (Depdikbud, 1999:1)
                                                                                 43




           Berdasarkan kurikulum SMK (1992:2) program keahlian akuntansi

     bertujuan untuk menyiapkan siswa tamatan:

     1. Memasuki lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap profesional

        dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen, khususnya akuntansi.

     2. Mampu memilih karir, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan

        diri dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen, khususnya akuntansi.

     3. Menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia

        usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam

        lingkup bisnis dan manajemen, khususnya akuntansi.

     4. Menjadi warga Negara yang produktif, adaptif, dan kreatif.



2.9 Pokok Bahasan Persamaan Dasar Akuntansi

          Dalam penelitian tidak untuk semua materi tetapi dilakukan pembatasan

   materi, yaitu pada pokok bahasan Persamaan Dasar Akuntansi (Accounting

   Equation).

   1. Konsep Dasar Persamaan Dasar Akuntansi

             Persamaan dasar akuntansi adalah suatu persamaan yang menunjukan

       bahwa jumlah semua harta atau sumber-sumber yang tercantum pada sisi kiri

       adalah berasal dari kreditur dan pemilik

       a. Sumber kekayaan perusahaan berasal dari pemilik perusahaan, maka

           persamaan dasar akuntansinya yaitu:

                    HARTA = MODAL SENDIRI
                                                                             44




    b. Sumber kekayaan perusahaan berasal dari hutang atau pinjaman dari

       pihak lain, maka persamaan dasar akuntansinya yaitu:

                  HARTA = HUTANG

    c. Sumber kekayaan perusahaan sebagian dari pemilik perusahaan dan

       sebagian dari pinjaman, maka persamaan dasar akuntansinya yaitu:

                  HARTA = HUTANG + MODAL

2. Transaksi Keuangan

        Adanya pencatatan yang dilakukan oleh perusahaan semuanya diawali

   karena adanya transaksi keuangan. Transaksi keuangan adalah suatu

   kejadian atau peristiwa yang terjadi didalam perusahaan yang dapat dinilai

   dengan uang yang menghendaki pencatatan dalam perkiraan-perkiraan

   karena kejadian tersebut menyebabkan perubahan posisi keuangan (harta,

   utang, modal) baik mengenai jumlahnya maupun jenisnya.

        Dari transaksi keuangan tersebut terdapat bukti transaksi sebagai dasar

   melakukan pencatatan. Bukti transaksi berupa faktur, nota, kuitansi, bon dan

   sebaginya.

   Penggolongan transaksi ada 4 jenis antar lain:

     1. Transaksi-transaksi pertukaran

         a. Transaksi yang menyebabkan perubahan harta dengan harta:

                a) Pembelian aktiva secara tunai

                b) Penerimaan dari piutang
                                                                       45




    b. Transaksi yang menimbulkan perubahan harta dengan utang:

         a) Pembelian secara kredit

         b) Mengambil pinjaman dari bank

         c) Pelunasan utang

         d) Pembelian sebagian dibayar perkas/ tunai sebagian kemudian

2. Transaksi pendaptan, biaya dan kerugian (income, expense and lost

   transactions)

         a) Penerimaan pendapatan

         b) Pembayaran biaya-biaya

         c) Penjualan harta tetap dengan menderita kerugian maupun

              mendapat keuntungan

3. Transaksi yang menimbulkan perubahan harta dan modal

         a) Penerimaan setoran investasi pemilik

         b) Pengambilan prive

4. Transaksi-transaksi pemindahan (transfer transaction)

   Yaitu transaksi yang hanya bersifat pemindahan tanpa mengakibatkan

   perubahan seperti tersebut diatas, misalnya pembelian perlengkapan

   keliru dicatat peralatan (sifatnya hanya koreksi).

   Secara garis besar hal tersebut di atas dapat diberikan contoh sebagai

   berikut:
                                                               46




1. Contoh transaksi keuangan yang menyebabkan perubahan harta

   dengan harta, tetapi tidak merubah atau mempengaruhi besarnya

   utang maupun modal:

      a. Pembelian perlengkapan secara tunai, maka persamaan

          dasar akuntansinya:

               Kas berkurang, perlengkapan bertambah

      b. Diterima pembayaran piutang atas penjualan jasa kredit

          bulan lalu:

               Kas bertambah, piutang berkurang

2. Contoh transaksi keuangan yang menyebabkan perubahan harta

   dengan hutang tetapi tidak merubah atau mempengaruhi

   besarnya modal:

      a. Pembelian kredit barang dagangan

              Barang dagangan bertambah, utang bertambah

      b. Perusahaan mengambil pinjaman dari bank

               Kas bertambah, utang bank bertambah

      c. Dibayar utang atas pembelian kredit barang dagangan

               Kas berkurang, utang berkurang

      d. Pembalian peralatan kantor sebagian dibayar tunai dan

          sebagian kemudian

             Kas berkurang, peralatan kantor bertambah, utang

             bertambah
                                                                           47




             3. Contoh transaksi keuangan yang meyebabkan perubahan harta

                dengan modal:

                 a. Diterima setoran uang tunai kedalam kas perusahaan

                     sebagai investasi modal pemilik

                        Kas bertambah, modal bertambah

                 b. Pemilik perusahaan mengambil uang tunai untuk keperluan

                     pribadinya

                        Kas berkurang, modal berkurang

                 c. Diterima tunai hasil penjualan jasa

                        Kas bertambah, modal bertambah

                 d. Dibayar biaya iklan

                        Kas berkurang, modal berkurang

                 e. Dijual kendaraan dengan menderita kerugian

                        Kas bertambah, kendaran berkurang, modal berkurang

                 f. Dijual gedung dengan mendapat laba hasil penjualan

                        Kas bertambah, gedung berkurang, modal bertambah



2.10 KERANGKA BERFIKIR

         Dalam proses belajar mengajar terkandung berbagai komponen-

   komponen yang saling berinteraksi di dalamnya untuk mencapai tujuan

   pengajaran, dan salah satu dari komponen tersebut adalah sumber belajar.
                                                                             48




Secara teoritis sumber belajar akan mempengaruhi kualitas proses dan hasil

belajar peserta didik. Sedangkan hasil belajar itu sendiri adalah cerminan dari

prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik.

       Sumber belajar dibagi menjadi dua yaitu manusia dan non manusia,

sumber belajar manusia adalah guru sedangkan sumber belajar non manusia

adalah semua sumber belajar non manusia yang digunakan menunjang proses

balajar mengajar.

       Kedudukan guru sebagai sumber belajar adalah sebagai pengelola

pengajaran, dimana guru adalah penentu strategi/metode pembelajaran yang

akan digunakan dan sumber belajar lainnya yang akan digunakan untuk

menunjang kegiatan belajar mengajar. Sampai saat ini dunia pendidikan (guru)

masih memandang bahwa buku adalah sumber belajar yang paling potensial

dalam menunjang proses belajar mengajar. Buku penunjang yang paling utama

dalam proses belajar mengajar adalah buku pelajaran (buku teks) atau dalam

istilah bahasa inggris disebut text book.

       Pemilihan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat erat

kaitannya dengan sumber belajar lainnya yang digunakan oleh guru dalam

kegiatan belajar mengajar. Metode pengajaran yang digunakan oleh guru

dengan penggunaan buku teks pelajaran wajib dan buku teks pelajaran anjuran

adalah metode ceramah, tanya jawab, latihan dan tugas.

       Text book yang digunakan di SMK YPE Kroya pada mata diklat

akuntansi ada 2 (dua) jenis yaitu text book wajib dan text book anjuran. Text
                                                                           49




book wajib akuntansi diperoleh dari pembelian dengan menggunakan dana

operasional sekolah, dan dipinjamkan kepada siswa secara cuma-cuma pada

saat proses belajar mengajar mata diklat akuntansi berlangsung. Sedangkan

peminjamannya sendiri ditangani oleh perpustakaan sekolah.

       Untuk melengkapi text book wajib, guru dapat menganjurkan siswanya

yang mampu untuk membeli buku pelengkap. Karena sifatnya yang tidak hanya

berupa anjuran dan bersifat tidak memaksa maka buku pelengkap text book

wajib ini disebut dengan text book anjuran.

       Sifat buku anjuran adalah untuk melengkapi text book wajib, maka

secara otomatis buku anjuran dari segi isi lebih lengkap daripada buku wajib.

Karena untuk memperoleh text book anjuran dengan jalan membeli, maka siswa

di SMK YPE Kroya hanya sebagian saja memiliki text book anjuran.

       Di SMK YPE Kroya, text book wajib akuntansi yang tersedia jumlahnya

terbatas maka hanya diperuntukkan bagi siswa yang tidak memiliki text book

akuntansi anjuran, itupun hanya pada saat proses belajar mengajar akuntansi

berlangsung, dan setelah itu dikembalikan kembali ke perpustakaan. Oleh

karena itu bagi siswa yang tidak memiliki text book akuntansi anjuran dalam

belajar mandiri selepas jam sekolah tidak dapat memanfaatkan text book

akuntansi sebagai sumber belajar.

       Ironisnya pada saat ini guru lebih utama menggunakan text book anjuran

sebagai buku penunjang dalam proses belajar mengajar daripada text book

wajib. Baik bahan pengajaran, latihan-latihan maupun penugasan lebih utama
                                                                            50




diambilkan dari text book anjuran, sedangkan text book wajib dari perpustakaan

hanya untuk menambah latihan-latihan dan bahan pengayaan. Sebenarnya bagi

siswa yang tidak memiliki text book akuntansi anjuran bukan suatu masalah

yang besar ketika mereka lebih kreatif untuk menyikapinya, misal pada saat ada

tugas dari text book akuntansi anjuran, mereka dapat mencatat soalnya, lalu

masalah penyelesaian soal tersebut dapat melihat dari bahan yang telah

diperoleh, karena pembahasan materi anatara di buku anjuran maupun text book

wajib intinya sama. Di SMK YPE Kroya, karena baik buku teks pelajaran wajib

dan buku teks pelajaran anjuran jumlahnya terbatas, maka siswa menggunakan

buku teks pelajaran wajib saja atau buku teks pelajaran anjuran saja. Fungsi

buku teks pelajaran anjuran yang sebenarnya sebagai pelengkap buku teks

pelajaran wajib, menjadi berdiri sendiri-sendiri.

       Di SMK YPE Kroya, karena baik buku teks pelajaran wajib dan buku

teks pelajaran anjuran jumlahnya terbatas, maka siswa menggunakan buku teks

pelajaran wajib saja atau buku teks pelajaran anjuran saja. Fungsi buku teks

pelajaran anjuran yang sebenarnya sebagai pelengkap buku teks pelajaran

wajib, menjadi berdiri sendiri-sendiri.

       Berdasarkan uraian tersebut, diduga ada perbedaan prestasi antara siswa

yang menggunakan text book akuntansi anjuran dengan yang menggunakan text

book akuntansi wajib pada siswa kelas X Akuntansi SMK YPE Kroya. Jika

digambarkan dalam bentuk bagan adalah sebagai berikut:
                                                                                                   51




        SMK YPE``                  KBM            Komponen                     Sumber
         Kroya                                    Pengajaran                   Belajar
   `

                    `
                                                                  Manusia                 Non
                                                                                         Manusia
   ``        `

   `
                                                                   Guru                   Buku




                                                                  Metode             Text Book Anjuran
                                                                 Pengajaran              dan Wajib
                           Menggunakan
                            Text Book
                             Anjuran
                           (Kelompok I)
Manakah                                        Metode Ceramah,               Pokok Bahasan
yang lebih                                      Latihan, dan                Persamaan Dasar
 Efektif                   Menggunakan          Tanya Jawab                    Akuntansi
                          Text Book Wajib
                           (Kelompok II)



                               Gambar 1. Diagram Alur Kerangka Pikir



    2.11 HIPOTESIS

                        Hipotesis adalah sebagai jawaban yang bersifat sementara terhadap

             permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul

             (Arikunto, 2002:64). Hipotesis merupakan jawaban yang bersifat sementara

             terhadap permasalaha penelitian tentang tingkah laku, fenomena (gejala),

             sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
                                                                         52




Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:

1. Ada perbedaan prestasi belajar akuntansi antara metode pembelajaran

    menggunakan text book anjuran dengan menggunakan text book wajib

    pada siswa kelas X Akutansi SMK YPE Kroya Tahun Ajaran 2006/2007.

2. Prestasi belajar siswa yang menggunakan text book anjuran lebih tinggi

    daripada prestasi belajar siswa yang menggunakan text book wajib pada

    siswa kelas X Akuntansi SMK YPE Kroya Tahun Ajaran 2006/2007.
                                                                               53




                                     BAB III

                            METODE PENELITIAN



3.1 Jenis dan Rancangan Penelitian

   3.1.1 Jenis penelitian

              Jenis penelitian ini adalah penelitian komparasi. Menurut Aswarni

        Sudjud (dalam Arikunto, 2002:236), penelitian komparasi merupakan

        penelitian yang dapat menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan-

        perbedaan tentang benda-benda, tentang orang, tentang prosedur kerja,

        tentang idi-ide, kritik terhadap orang, kelompok, terhadap suatu ide atau

        prosedur kerja. Dapat juga membandingkan kesamaan pandangan dan

        perubahan-perubahan pandangan orang, group atau negara, terhadap kasus,

        terhadap orang, peristiwa atau terhadap ide-ide.

   3.1.2 Rancangan Penelitian

        Rancangan penelitian ini meliputi 3 (tiga) tahap yaitu:

        a. Tahap Pra Lapangan

                 Tahap pra lapangan ini meliputi: memilih lapangan penelitian,

            mengurus surat ijin observasi, observasi lapangan, memanfaatkan

            informan, menyusun rancangan penelitian, menyiapkan perlengkapan

            penelitian. Perlengkapan penelitian yang dibutuhkan meliputi Rencana

            Pembelajaran dan Soal tes.




                                         53
                                                                       54




b. Tahap Lapangan

        Tahap lapangan ini meliputi: memahami latar penelitian dan

   persiapan diri, melakukan uji coba soal tes pada subjek bukan sample,

   melakukan penelitian. Melakukan penelitian yaitu sample yang telah

   terpilih diberi perlakuan yang berbeda dengan materi yang sama yaitu

   Persamaan Dasar Akuntansi.

                                 Table 2
                          Pelaksanaan Penelitian
   Nama Kelompok            Awal                               Treatment

   Kelompok I               Nilai Masuk Siswa (UAN SMP)        X

   Kelompok II              Nilai Masuk Siswa (UAN SMP)        Y

   Keterangan:

   X : Menggunakan Text Book Anjuran

   Y : Menggunakan Text Book Wajib

c. Tahap Pasca Lapangan

        Setelah semua materi pelajaran selesai disajikan kepada siswa

   maka langkah selanjutnya adalah pengukuran hasil belajar, dimana hasil

   belajar siswa digunakan untuk menggambarkan prestasi belajar siswa.

   Pengukuran hasil belajar dengan menggunakan Post Test yang sama

   baik kelompok I yang menggunakan buku teks pelajaran anjuran

   maupun kelompok II yang menggunakan buku teks pelajaran wajib.
                                                                                      55




                             Diagram Alir Penelitian

Pra Lapangan

                     1.   Memilih lapangan penelitian
                     2.   Mengurus surat ijin observasi
                     3.   Obsevasi lapangan
                     4.   Memanfaatkan informan
                     5.   Menyusun rancangan penelitian
                     6.   Menyiapkan perlengkapan penelitian


 Lapangan
                                              Kelompok I
            Memahami Latar Penelitian
                                              Kelompok II




            Melakukan Uji Coba Perlengkapan Penelitian Berupa Soal Test


                                        Kelompok I    Menggunakan Text Book Anjuran
            Melakukan Penelitian
                                        Kelompok II     Menggunakan Text Book Wajib

Pasca Lapangan

            Pokok bahasan PDA       Mengg. Text Book Anjuran         Post Test


            Pokok bahasan PDA       Mengg. Text Book Wajib         Post Test


                      Gambar 2. Diagram Alir Penelitian
                                                                                    56




3.2 Populasi dan Sampel

   3.2.1 Populasi penelitian

             Populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian (Arikunto,

        2002:108). Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah siswa kelas I

        SMK YPE Kroya tahun ajaran 2006/2007 program studi akuntansi. Adapun

        seluruh populasi berjumlah 176 siswa yang terbagi dalam 4 kelas yaitu 44

        siswa pada kelas 1 Akuntansi I, 44 siswa pada kelas 1 Akuntansi II, 44

        siswa pada kelas 1 Akuntansi III, dan 44 siswa pada kelas 1 Akuntansi IV.

   3.2.2 Sampel Penelitian

             Untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian, maka

        peneliti menggunakan sampel penelitian. Sampel adalah sebagian atau wakil

        dari populasi (Arikunto, 2002:109). Dalam penelitian ini sampel terbagi

        dalam kelompok I dan kelompok II, dan kemudian diterapkan treatment

        pada sampel tersebut. Kelompok I menggunakan text book anjuran dan

        kelompok II menggunakan text book wajib.

             Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan

        menggunakan teknik purposive sample dengan alasan memperhatikan

        kehomogenan. Karena penelitian ini dilakukan pada awal tahun ajaran dan

        objek penelitian adalah kelas X, maka peneliti menggunakan nilai masuk

        siswa (Nilai UAN SMP) sebagai dasar untuk menilai kehomogenan subjek

        penelitian.
                                                                         57




     Setelah melihat nilai masuk dari semua kelas X Akuntansi maka

peneliti mengambil kelas X Akuntansi 1 dan kelas X Akuntansi 2, dengan

alasan kedua kelas mempunyai rentangan nilai masuk yang tidak terlalu

signifikan (lihat lampiran 16), atas dasar ini peneliti beranggapan bahwa

kemampuan awal subjek penelitian adalah homogen.

     Langkah selanjutnya adalah memilih diantara kelas X Akuntansi 1 dan

kelas X Akuntansi 2 sebagai kelompok I dan kelompok II. Peneliti memilih

kelas X Akuntansi 1 sebagai kelompok I dengan pertimbangan bahwa

jumlah siswa yang memiliki text book anjuran lebih banyak (15 siswa)

daripada kelas X Akuntansi 2 (9 siswa), dan kelas X Akuntansi 2 sebagai

kelompok II.

     Agar dapat ditarik suatu kesimpulan tentang prestasi antara siswa yang

menggunakan text book anjuran dan text book wajib, maka semua siswa

kelompok I harus menggunakan text book anjuran dan semua siswa

kelompok II harus menggunakan text book wajib. Karena tidak semua siswa

kelas X Akuntansi 1 memiliki text book anjuran, maka peneliti meminjam

text book anjuran dari siswa kelas X Akuntansi 2, dan selebihnya peneliti

memfoto copy. Demikian juga dengan kelompok II, karena text book wajib

akuntasi yang tersedia di perpustakaan sekolah hanya 20 buah, maka

selebihnya peneliti juga memfoto copy untuk seluruh siswa.
                                                                                  58




3.3 Variabel Penelitian

         Variabel penelitian adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik

   perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2002:96). Dalam penelitian ini terdapat dua

   variabel yaitu:

   1. Variabel Bebas atau Variabel Independen

       Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah:

       a. Menggunakan text book Akuntansi anjuran

       b.   Menggunakan Text Book Akuntansi Wajib

   2. Variabel Terikat atau Variabel Dependen

       Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Prestasi Belajar

       Siswa

3.4 Teknik Pengumpulan Data

         Pengumpulan data adalah mengamati variabel yang akan diteliti dengan

   metode interviuw, tes, observasi, kuesioner, dan sebagainya (Arikunto,

   2002:237). Pada penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah:

   3.4.1 Metode Dokumentasi

               Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang

         berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulan,

         agenda dan sebagainya (Arikunto, 2002:236). Dalam penelitian ini metode

         dokumentasi digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data tentang daftar

         nama dan nilai masuk (nilai UAN SMP) responden baik kelas eksperimen

         maupun kelas kontrol.
                                                                            59




3.4.2 Metode Tes

         Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang

    digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelektual,

    kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok

    (Arikunto, 2002: 127). Dalam penelitian ini tes digunakan untuk mengukur

    tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari akuntansi pokok bahasan

    persamaan dasar akuntansi perusahaan jasa. Syarat tes adalah harus

    memenuhi kriteria-kriteria tentang soal yang baik diantaranya validitas,

    reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran.

    1. Validitas

                Validitas yaitu suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat

        kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2002:145). Sebuah

        instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang

        diinginkan dari suatu           penelitian atau dengan kata lain dapat

        mengungkapkan data variabel yang diteliti secara tepat. Dalam

        penelitian ini pengukuran validitas untuk mengunakan teknik korelasi

        produck moment dari Karl Pearson (Arikunto, 2002:146), yaitu:

                        N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y )
        rxy =
                 (N ∑ X − (∑ X ) ) (N ∑ Y
                         2          2            2
                                                     − (∑ Y ) 2   )
        Keterangan:

        rxy        = koefisien validitas yang akan dicari
                                                                          60




    N         = jumlah responden

    X         = nilai tes yang akan dicari

   Y          = jumlah skor total

         Setelah diperoleh rxy selanjutnya dikonsultasikan dengan ( r tabel)

   product moment dengan taraf signifikan 5%. Apabila r hitung > r tabel

   maka instrumen dikatakan valid dan apabila r hitung < r tabel maka

   instrumen dikatakan tidak valid.

         Berdasarkan tes uji coba penelitian pada lampiran 7 dan 12

   diketahui bahwa semua butir soal uji coba adalah valid karena memiliki

   harga r hitung > r tabel.

                                Tabel 3
                     Hasil Perhitungan Validitas
    No. Soal           r hitung          r tabel      Validitas
       1              0.683             0.297          Valid
       2              0.568             0.297          Valid
       3              0.637             0.297          Valid
       4              0.553             0.297          Valid
       5              0.548             0.297          Valid
       6              0.505             0.297          Valid
       7              0.815             0.297          Valid
       8              0.836             0.297          Valid
       9              0.698             0.297          Valid
      10              0.648             0.297          Valid


2. Relibialitas

         Relibialitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen

   cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data

   karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto,2002:154). Adapun
                                                                       61




rumus yang digunakan untuk menghitung reliabilitas tes bentuk obyektif

tes dalam penelitian ini adalah rumus K-R 20 dari Kuder dan Richardson

yaitu:

      ⎛ k ⎞⎛ S − ∑ pq ⎞
                 2

r11 = ⎜       ⎟⎜      ⎟
      ⎝ k − 1 ⎠⎜
               ⎝   S2 ⎟
                      ⎠

Keterangan:

r11      = reliabilitas instrumen

K        = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

p        = proporsi subjek yang menjawab item benar

q = 1-p = proporsi subjek yang menjawab item salah

S        = simpangan baku

∑ pq     = jumlah perkalian antara p dan q

      Dari hasil perhitungan        reliabilitas untuk soal objektif pada

lampiran 8 diperoleh harga r11 = 0.611 > r tabel = 0.297, dengan demikian

semua soal bentuk objektif yang diujicobakan reliabel dan dapat

digunakan untuk penelitian.

      Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung reliabilitas tes

bentuk esay adalah rumus alpha (Arikunto, 2002:171) yaitu:

      ⎡ K ⎤ ⎡ ∑σ b ⎤
                       2

r11 = ⎢      ⎥ ⎢1 −      ⎥
      ⎣ K − 1⎦ ⎢
               ⎣    σt2 ⎥⎦
                                                                               62




    Keterangan:

    r11            = reliabilitas instrumen

    K              = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

    ∑σ
               2
           b       = jumlah varians butir soal

    σt2            = varians total

           Jika r11 > r tabel instrumen dikatakan reliabel dan jika r11 < r tabel

   maka instrumen tersebut dikatakan tidak reliabel.

           Dari hasil perhitungan reliabilitas untuk soal esay pada lampiran

   13 diperoleh harga r11 = 0.724 > r tabel = 0.297, dengan demikian semua

   soal bentuk esay yang diujicobakan reliabel dan dapat digunakan untuk

   penelitian.

3. Tingkat kesulitan butir soal

           Perhitungan tingkat kesukaran item adalah pengukuran seberapa

   besar derajat kesukaran suatu item atau tes. Jika suatu item atau tes

   memiliki tingkat kesukaran seimbang maka dapat dikatakan bahwa tes

   tersebut baik. Dengan kata lain, suatu item atau tes hendaknya tidak

   terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah (Arifin, 1990:129). Untuk

   mengetahui tingkat kesukaran butir soal obyektif tes           menggunakan

   rumus sebagai berikut:

           JB A + JBB
    IK =
           JS A + JS B
                                                                             63




Keterangan:

IK               = Indeks Kesukaran

JBA              = Jumlah siswa yang menjawab benar pada butir soal pada

                   kelompok atas

JBB      B       = Jumlah siswa yang menjawab benar pada butir soal pada

                   kelompok bawah

JSA              = Jumlah siswa pada kelompok atas

JSB  B           = Jumlah siswa pada kelompok bawah

Kriteria:

                                  Tabel 4
                        Kriteria Indek Kesukaran
                          Interval IK       Kriteria

                        0.00 < IK ≤ 0.30     Sukar

                        0.30 < IK ≤ 0.70     Sedang

                        0.70 < IK ≤ 1.00     Mudah


              Dari hasil perhitungan tingkat kesukaran untuk soal obyektif pada

lampiran 10 diperoleh:

                                  Tabel 5
             Hasil Perhitungan Tingkat Kesulitan Soal Objektif
                    No. Soal IK           Kriteria
                    1.       0.70         Mudah
                    2.       0.73         Mudah
                    3.       0.66         Sedang
                    4.       0.68         Sedang
                    5.       0.66         Sedang
                    6.       0.73         Mudah
                                                                      64




          Untuk mengetahui tingkat kesukaran butir soal esay menggunakan

   rumus sebagai berikut:

          Banyaknya Siswa yang Gagal
   TK =                              × 100%
                      JS

   Keterangan:

       TK = Tingkat Kesukaran

       JS     = Banyaknya seluruh responden yang mengikuti tes

          Dengan menggunakan kriteria yang sama dengan soal obyektif

   diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut (lihat lampiran 14).

                          Tabel 6
       Hasil Perhitungan Tingkat Kesulitan Soal Esay
             No. Soal       TK          Kriteria
                7.         0.886        Mudah
                8.         0.659        Sedang
                9.         0.682        Sedang
               10.         0.273         Sukar


4. Daya pembeda soal

          Menurut Arikunto (1999:211) yang dimaksud dengan daya

   pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan

   antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang

   bodoh (berkemampuan rendah).

          Dalam penelitian ini untuk menghitung daya beda untuk soal

   bentuk obyektif digunakan rumus:

            JB A − JBB
   DP =
                JS A
                                                                       65




Keterangan:

DP           = Daya Pembeda

JBA          = Jumlah siswa yang menjawab benar pada butir soal pada

               kelompok atas

JBB   B      = Jumlah siswa yang menjawab benar pada butir soal pada

               kelompok bawah

JSA          = Jumlah siswa pada kelompok atas

             Kriteria:

                               Tabel 7
                       Kriteria Daya Pembeda
               Interval DP           Kriteria
            0.00 < DP ≤ 0.20           Jelek
            0.20 < DP ≤ 0.40          Cukup
            0.40 < DP ≤ 0.70           Baik
            0.70 < DP ≤ 1.00       Sangat Baik


           Dari hasil perhitungan daya pembeda pada lampiran 9 soal untuk

soal objektif diperoleh hasil:

                             Tabel 8
          Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal Objektif
               No. Soal       DP         Kriteria
                  1          0.50          Baik
                  2          0.36         Cukup
                  3          0.59          Baik
                  4          0.36         Cukup
                  5          0.50          Baik
                  6          0.45          Baik
                                                                          66




          Dalam penelitian ini untuk menghitung daya beda untuk soal

bentuk obyektif digunakan rumus:

              MH − ML
     t=
              ∑x        + ∑ x2
                    2            2
                1

               ni (ni − 1)

Keterangan:

t             : daya pembeda soal

MH            : mean kelompok atas

ML            : mean kelompok bawah


∑x
          2
      1       : jumlah deviasi skor kelompok atas


∑x
          2
      2       : jumlah deviasi skor kelompok bawah

ni            : jumlah responden pada kelompok atas atau bawah (27% x N)

N             : jumlah seluruh responden yang mengikuti tes

(Arifin, 1990:141)

          Setelah diperoleh harga t selanjutnya dikonsultasikan dengan harga

ttabel . Apabila harga t > ttabel maka soal dikatakan mempunyai daya

pembeda yang signifikan.
                                                                                 67




                 Dari hasil perhitungan pada lampiran 15 diperoleh:

                                 Tabel 9
                Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal Esay
          No. Soal         T           ttabel        Kriteria
             7           5.537        1.717         Signifikan
             8           6.649        1.717         Signifikan
             9           5.856        1.717         Signifikan
            10           2.660        1.717         Signifikan


3.5 Metode Analisis Data

   3.5.1 Analisis tahap awal

             Sebelum penelitian terlebih dahulu dilakukan Matched Group design

        atau M-G, ke titik tolak pada Group Matching.

        Dalam pelaksanaan dijelaskan:

             Sebelum suatu eksperimen dilakukan terlebih dahulu diadakan

        matching antara kelompok I dan kelompok II “diseimbangkan” lebih dahulu

        sehingga kedua-duanya berangkat dari titik yang sama (Hadi, 2000:475).

             Dalam penelitian ini, matching dilakukan terhadap nilai masuk siswa

        atau hasil UAN SMP.

        Pola M-G terdiri dari tiga langkah, yaitu:

        a) Mean matching

                 Mean matching adalah persamaan dari group-group yang turun

           dalam eksperimen yaitu kelompok I dan kelompok II. Apabila mean

           kedua kelompok itu sama atau hampir sama, maka dikatakan data telah

           matching. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
                                                                         68




   Me =
           ∑X     e
                      ,Mk =
                              ∑X   k

             ne               nk

b) Variance matching

         Variance matching digunakan untuk mempersamakan antara

   varians dari kedua kelompok. Rumus yang digunakan adalah sebagai

   berikut: f (n b − 1, n k − 1) = V b
                                       Vk

   Keterangan :

   Vb         = Varians yang lebih besar

   Vk         = Varian yang lebih kecil

   nb         = Jumlah subjek yang mempunyai varian besar

   nk         = Jumlah subjek yang mempunyai varian kecil

    (Hadi, 2000: 477)

         Hasil perhitungan yang dilakukan terhadap data yang ada

   dibandingkan dengan nilai F tabel distribusi F dengan taraf signifikasi

   5% sehingga dapat diketahui apakah varians-varians berbeda atau tidak.

   Jika Fdata < Ftabel maka kedua kelompok berasal dari populasi yang sama.

c) t- matching

         t- matching merupakan perpaduan antara mean matching dengan

   Variance matching. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

              Mk − Me
   t=
         SD 2 Mk + SD 2 Me
                                                                            69




        derajat kebebasan dalam rumus ini adalah nk + ne -2 dengan:

                        SD 2 k              SD 2 Me
         SD 2 M k =            , SD 2 M e =
                        nk −1                ne − 1

        Keterangan:

        Mk             = mean kelompok I

        Me             = mean kelompok II

        SD2Mk          = Variance matching kelompok I

        SD2Me = Variance matching kelompok II

        nk             = banyaknya anggota kelompok II

        ne             = banyaknya anggota kelompok I

        (Hadi, 2000: 480)

3.5.2 Analisis Tahap akhir

     1. Uji normalitas data

               Uji normalitas data dimaksudkan untuk mengetahui data yang

        diperoleh distribusi normal atau tidak. Rumus yang digunakan untuk uji

        normalitas adalah uji Chi kuadrat (X2), yaitu;

                 k
                       (O1 − E1 )2
         X2 =∑
                t =1       Ei




          Keterangan:

          X2           = Chi Kuadrat
                                                                           70




     Oi         = Frekuensi yang diperoleh dari sampel

     Ei         = Frekuensi yang diharapkan dari sampel

     K          = banyaknya keles interval

     (Sudjana, 2000: 273)

            Jika tebel Chi Kuadrat hitung lebih kecil dari harga Chi Kuadrat

   tabel, berarti data yang diperoleh telah mengikuti distribusi normal.

2. Uji Kesamaan dua varians

            Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelompok

   memiliki tingkat varians yang sama atau tidak pada tahap awal ini.

   Untuk menguji kesamaan dua varians data dari dua kelompok rumus

   yang digunakan adalah sebagai berikut:

    Ho : σ 12 = σ 22

  Ha : σ 12 ≠ σ 2 2

         S 12
  F=      2
         S2

  Diterima jika Ho Fhitung<Ftabel

  Ditolak jika Ho Fhitung>Ftabel

      (Sudjana, 2000:249)



3. Uji Hipotesis
                                                                          71




     Untuk menguji perbedaan rata-rata maka pasangan hipotesis yang

akan diuji yaitu:

H 0 = μ1≤ μ2

Ha = μ1 > μ2

     Untuk menguji kebenaran hipotesis yang dianjurkan digunakan uji

t dua pihak. Penggunaannya dibedakan menjadi dua yaitu:

a. Jika data mempunyai varians yang sama maka statistik yang

   digunakan adalah statiatik t, yang dapat dituliskan sabagai berikut:

             X1 − X 2                 (n1 − 1)S1 2 + (n 2 − 1)S 22
    t=                  dengan S =
              1   1                          n1 + n 2 − 2
         S      +
              n1 n 2

   Kreteria keputusan: Ho diterima jika thitung < t1-1/2α dan Ho ditolak

   jika t mempunyai harga yang lain dengan α = 5% dan dk = n1+ n2-2.

   (Sudjana, 2000: 239)

   Keterangan:

    X!       = rata-rata prestasi belajar kelompok I

    X 2 = rata-rata prestasi belajar kelompok II

   n1        = banyaknya kelompok I

   n2        = banyaknya kelompok II

   S1        = simpangan baku kelompok I

   S2        = simpangan baku kelompok II
                                                                                        72




   S      = simpangan baku gabungan

b. Jika data tidak memiliki kesamaan varians, maka rumus yang

   digunakan sebagai berikut:

                X1 − X 2
   t hitung =
     1
                       2
                 s12 s 2
                    +
                 n1 n 2

   Kreteria pengujian menurut Sudjana (2000: 241), Ho ditolak jika ;

          w1t1 + w2 t 2
   t1 ≥                 dan Ho diterima jika terjadi sebaliknya, dengan
           w1 + w 2

          s12         s2
   w1 =       dan w2 = 2 ; t1 = t(1−1 / 2α ), ( n1 −1) ; t 2 = t (1−1 / 2α ),( n2 −1)
          n1          n2
                                                                                                       73




                                              BAB IV

                   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



4.1 Hasil Penelitian

         Dalam     bab      ini     akan       dilaporkan        hasil-hasil      penelitian     beserta

   pembahasannya. Namun sebelum peneliti mengemukakan hasil penelitian, berikut

   ini peneliti sajikan pelaksanaan penelitian:

                                           Tabel 10
                                    Pelaksanaan Penelitian
Pertemuan                                         Metode Mengajar
    Ke           Ceramah                Tanya Jawab                   Latihan                Tugas
    I       a. Menjelaskan           a. Guru                    a. Siswa kelompok
               pengertian dan           melemparkan                I mengerjakan
               penggunaan               pertanyaan kepada          latihan-latihan
               persamaan dasar          siswa mengenai             soal dari buku
               akuntansi.               materi yang telah          teks pelajaran
            b. Menjelaskan              dipelajari.                anjuran.
               pengertian            b. Guru memberikan         b. Siswa kelompok
               Harta, Hutang            kesempatan                 II mengerjakan
                                                                                               ---
               dan Ekuitas.             kepada siswa lain          latihan soal dari
            c. Menjelaskan              untuk menjawab.            buku          teks
               bentuk                c. Guru meluruskan            pelajaran wajib.
               Persamaan                jawaban       dari
               Dasar                    siswa.
               Akuntansi.
    II      a. Menjelaskan           a. Memberikan              a. Siswa kelompok       Guru memberikan
               pengaruh                 kesempatan                 I mengerjakan        tugas    membuat
               transaksi                kepada         siswa       latihan-latihan      analisis transaksi
               terhadap unsur           untuk       bertanya       soal dari buku       untuk dikerjakan
               Persamaan dasar          mengenai materi            teks pelajaran       dirumah,      bagi
               Akuntansi.               yang            telah      anjuran.             kelompok I soal
            b. Menjelaskan              dipelajari.             b. Siswa kelompok       diambil dari kelas
               analisis transaksi    b. Memberi                    II mengerjakan       buku          teks
               untuk mencatat           kesempatan                 latihan soal dari    pelajaran anjuran,
               pengaruh                 kepada siswa lain          buku          teks   kelompok II dari
               transaksi                untuk menjawab.            pelajaran wajib.     buku          teks
               terhadap unsur        c. Guru meluruskan                                 pelajaran wajib.
               Persamaan                jawaban siswa.
               Dasar
               Akuntansi.


                                                   74
                                                                                                   74




III      Menjelaskan cara        a. Mencocokan tugas        a. Siswa kelompok       Guru memberikan
         mencatat pengaruh          membuat analisis           I mengerjakan        tugas mencatat ke
         transaksi ke dalam         transaksi.                 latihan-latihan      dalam Persamaan
         Persamaan Dasar         b. Memberikan                 soal dari buku       Dasar Akuntansi
         Akuntansi       atas       kesempatan                 teks pelajaran       berdasarkan
         dasar        analisis      kepada         siswa       anjuran.             analisis transaksi
         transaksi      yang        untuk       bertanya    b. Siswa kelompok       yang telah dibuat,
         telah dibuat.              mengenai materi            II mengerjakan       bagi kelompok I
                                    yang            telah      latihan soal dari    soal diambil dari
                                    dipelajari.                buku          teks   kelas buku teks
                                 c. Memberi                    pelajaran wajib.     pelajaran anjuran,
                                    kesempatan                                      kelompok II dari
                                    kepada siswa lain                               buku          teks
                                    untuk menjawab.                                 pelajaran wajib.
                                 d.Guru meluruskan
                                    jawaban siswa.
IV       Menjelaskan cara        a. Mencocokan              a. Siswa kelompok
         menyusun Laporan           tugas      membuat         I mengerjakan
         Keuangan       atas        Persamaan Dasar            latihan-latihan
         dasar Persamaan            akuntansi.                 soal dari buku
         Dasar Akuntansi         b. Memberikan                 teks pelajaran
         yang telah dibuat.         kesempatan                 anjuran.
                                    kepada         siswa    b. Siswa kelompok
                                    untuk       bertanya       II mengerjakan
                                    mengenai materi            latihan soal dari           ---
                                    yang            telah      buku          teks
                                    dipelajari.                pelajaran wajib
                                 c. Memberi
                                    kesempatan
                                    kepada siswa lain
                                    untuk menjawab.
                                 d. Guru meluruskan
                                    jawaban siswa.

      Setelah peneliti mengemukakan pelaksanaan penelitian dimana kelompok I

menggunakan buku teks pelajaran anjuran dan kelompok II menggunakan buku

teks pelajaran wajib dalam proses belajar mengajar, berikut ini peneliti laporkan

hasil penelitian yang meliputi, perbandingan prestasi belajar antara kelompok I

dengan kelompok II dilihat dari ketuntasan belajar, rata-rata kelas, perolehan nilai

tertinggi, perolehan nilai terendah.
                                                                              75




1. Perbandingan Prestasi Belajar Antara Kelompok I dengan Kelompok II

   Dilihat dari Ketuntasan Belajar

        Ketuntasan belajar siswa di SMK YPE Kroya dilihat dari perolehan nilai

   minimal yang diperoleh siswa pada setiap ulangan (test) yaitu sebesar 7,00.

   Dari hasil penelitian, setelah peneliti mengadakan post test, kelompok I yang

   menggunakan buku teks pelajaran anjuran, jumlah siswa yang memperoleh

   nilai kurang dari batas nilai tuntas belajar berjumlah 5 (lima) siswa.

   Sedangkan kelompok II yang menggunakan buku teks pelajaran wajib, jumlah

   siswa yang memperoleh nilai kurang dari batas nilai tuntas belajar berjumlah

   16 siswa. Perbandingan prestasi belajar antara kelompok I dengan kelompok

   II dari segi ketuntasan belajar dapat dilihat pada diagram berikut ini:


                 20                      16
                 15
                                                             Kelompok I
                 10
                                 5                           Kelompok II
                  5

                  0


    Gambar 3. Perbandingan Prestasi Belajar Antara Kelompok I dengan
               Kelompok II Dilihat dari Ketuntasan Belajar

2. Perbandingan Prestasi Belajar Antara Kelompok I dengan Kelompok II

   Dilihat dari Nilai Rata-Rata Kelas

        Dari hasil penelitian, setelah peneliti mengadakan post test, kelompok I

   yang menggunakan buku teks pelajaran anjuran, nilai rata-rata kelas yang

   diperoleh yaitu sebesar 80,41 (lihat lampiran 18). Sedangkan kelompok II
                                                                              76




   yang menggunakan buku teks pelajaran wajib, nilai rata-rata kelas yang

   diperoleh yaitu sebesar 73,18 (lihat lampiran 18). Baik kelompok I maupun

   kelompok II keduanya memperoleh nilai rata-rata kelas dengan kategori baik.

   Perbandingan prestasi belajar antara kelompok I dengan kelompok II dari segi

   rata-rata kelas dapat dilihat pada diagram berikut ini:


                 85            80.41
                 80
                                         73.18               Kelompok I
                 75
                                                             Kelompok II
                 70

                 65


    Gambar 4. Perbandingan Prestasi Belajar Antara Kelompok I dengan
              Kelompok II Dilihat dari Nilai Rata-Rata Kelas

3. Perbandingan Prestasi Belajar Antara Kelompok I dengan Kelompok II

   Dilihat dari Perolehan Nilai Tertinggi

        Dari hasil penelitian, setelah peneliti mengadakan post test, kelompok I

   yang menggunakan buku teks pelajaran anjuran, nilai tertinggi yang diperoleh

   siswa yaitu sebesar 98 (lihat lampiran 18). Sedangkan kelompok II yang

   menggunakan buku teks pelajaran wajib, nilai tertinggi yang diperoleh siswa

   yaitu sebesar 92 (lihat lampiran 18). Perbandingan prestasi belajar antara

   kelompok I dengan kelompok II dari segi perolehan nilai tertinggi dapat

   dilihat pada diagram berikut ini:
                                                                              77




                                98
                 98
                 96
                 94                    92                 Kelompok I
                 92                                       Kelompok II

                 90
                 88


    Gambar 5. Perbandingan Prestasi Belajar Antara Kelompok I dengan
           Kelompok II Dilihat dari Perolehan Nilai Tertinggi


4. Perbandingan Prestasi Belajar Antara Kelompok I dengan Kelompok II

   Dilihat dari Perolehan Nilai Terendah

        Dari hasil penelitian, setelah peneliti mengadakan post test, kelompok I

   yang menggunakan buku teks pelajaran anjuran, nilai terendah yang diperoleh

   siswa yaitu sebesar 55 (lihat lampiran 18). Sedangkan kelompok II yang

   menggunakan buku teks pelajaran wajib, nilai terendah yang diperoleh siswa

   yaitu sebesar 48 (lihat lampiran 18). Perbandingan prestasi belajar antara

   kelompok I dengan kelompok II dari segi perolehan nilai terendah dapat

   dilihat pada diagram berikut ini:

                                55
                 55

                 50                    48
                                                          Kelompok I
                                                          Kelompok II
                 45

                 40


    Gambar 6. Perbandingan Prestasi Belajar Antara Kelompok I dengan
           Kelompok II Dilihat dari Perolehan Nilai Terendah
                                                                                    78




  5. Prosentase Selisih Perolehan Prestasi Belajar Kelompok I dengan Kelompok

     II

              Pada kelas II yang menggunakan buku teks pelajaran wajib, nilai rata-

     rata prestasi belajar siswa yang diperoleh yaitu sebesar 73,18, sedangkan nilai

     rata-rata prestasi belajar siswa yang diperoleh oleh kelas I yaitu sebesar 80,41.

     Selisih prestasi belajar siswa yaitu sebesar 7,23, atau terjadi kenaikan prestasi

     belajar sebesar 9,88% dengan adanya penggunaan buku teks pelajaran

     anjuran.

              Perhitungan prosentase selisih perolehan prestasi belajar kelompok

     eksperimen dengan kelompok kontrol:

               80,41 − 73,18
                             x100%
                   73,18
               = 9,88%

4.2 Analisis Tahap Awal

          a. Mean Matching

                  Dalam mencari mean dimaksudkan untuk mencari persamaan rata-

             rata kedua kelompok. Dari perhitungan pada lampiran 17 diperoleh rata-

             rata nilai UAN pada kelompok I yaitu 7,27 (lihat lampiran 16) dan rata-

             rata pada kelompok II yaitu 7,34 (lihat lampiran 16). Dari nilai tersebut

             menunjukan ada kesepadanan rata-rata nilai UAN dari kedua kelompok,

             baik kelompok I maupun kelompok II.
                                                                                    79




b. Variance Matching

         Variance matching dimasudkan untuk mengetahui kesamaan kedua

   varians kedua kelompok. Dari hasil perhitungan pada lampiran 17

   diperoleh hasil yaitu F hitung = 1,185 < F 0,025( 43:43) = 1,83. Karena F hitung <

   F tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok tidak berbeda

   variansnya atau dengan kata lain kedua kelompok berasal dari populasi

   yang sama.

c. t – Matching

         Perhitungan t – matching dimaksudkan untuk mengetahui bahwa

   mean dan variance talah di matched dengan baik. Dari hasil perhitungan

   pada lampiran 17 diperoleh hasil yaitu t hitung = 0,40. Pada taraf

   signifikansi 5% dengan dk = 44 + 44 – 2 = 86 diperoleh t (1−1 / 2α )( ne + nk − 2) =

   1,99. Dengan demikian diketahui bahwa t hitung < t tabel dan terletak pada

   daerah penerimaan -1,99 < t < 1,99. Hal ini menunjukkan bahwa kedua

   kelompok tidak berbeda secara signifikan, karena kedua kelompok telah

   di matching dengan baik maka kedua kelompok tersebut sepadan atau

   dapat dikatakan pula bahwa kedua kelompok memiliki kemampuan awal

   yang sama atau homogen.
                                                                                        80




4.3 Analisis Tahap Akhir

       a. Uji normalitas data nilai hasil belajar

                Uji kenormalan data hasil belajar akuntansi siswa pada kelompok I

          diperoleh harga χ 2 hitung = 0,9649 dan hasil uji data hasil belajar

          akuntansi siswa pada kelompok II diperoleh χ 2 hitung               = 3,7907,

          sedangkan χ 2tabel = 7,81. Karena χ 2 hitung < χ 2tabel , maka data hasil

          belajar akuntansi siswa pada kelompok I dan kelompok II tersebut

          berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya pada lampiran 19 dan

          20

       b. Uji kesamaan dua varians nilai hasil belajar

                Hasil uji kesamaan dua varians nilai hasil belajar akuntansi siswa

          kelas X Akuntansi SMK YPE Kroya yang menggunakan buku teks

          pelajaran wajib dan yang menggunakan buku teks pelajaran anjuran

          diperoleh F hitung = 1,58 sedangkan F ( 0,025)( 43:43) = 1,83. Karena F hitung <

          F ( 0,025)( 43:43) maka dapat disimpulkan bahwa kelompok I dan kelompok II

          mempunyai varians yang tidak berbeda (ada kesamaan). Perhitungan

          selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 21

       c. Uji perbedaan rata-rata nilai hasil belajar (uji hipotesis)

                Rata-rata hasil belajar akuntansi siswa pada kelompok I yang

          menggunakan buku teks pelajaran anjuran adalah 80,41 dan pada

          kelompok II yang menggunakan buku teks pelajaran wajib adalah 73,18.
                                                                                       81




         Setelah dilakukan analisis data dengan menggunakan uji t dipeoleh

         t hitung = 2,934. sedangkan t ( 0,975)(86 ) = 1,99 (lihat lampiran 22), karena t

         berada pada daerah penolakan Ho, dengan demikian Ho yang

         menyatakan bahwa tidak ada perbedaan prestasi belajar antara kelompok

         I dengan kelompok II ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada

         perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok I dengan kelompok II.

         Rata-rata hasil belajar kelompok I sebesar 80,41 lebih baik daripada

         kelompok II yaitu sebesar 73,18 (lihat lampiran 18), atau dengan kata

         lain rata-rata hasil belajar mata diklat akuntansi pokok bahasan

         persamaan dasar akuntansi yang menggunakan buku teks pelajaran

         anjuran guru lebih baik daripada yang menggunakan buku teks pelajaran

         wajib.



4.4 Pembahasan

          Berdasarkan hasil uji kesamaan rata-rata data keadaan awal yang berupa

   nilai masuk siswa (nilai UAN SMP) dengan menggunakan pola matching group

   (M-G) dapat diketahui bahwa kelompok I dan kelompok II tidak mempunyai

   perbedaan varian dan perbedaan nilai masuk yang signifikan, sehingga dapat

   dikatakan bahwa kedua kelompok mempunyai keadaan awal yang sama.

   Setelah diberi perlakuan yang berbeda dalam proses belajar mengajar, yaitu

   kelompok I menggunakan buku teks pelajaran (text book) anjuran guru, dan
                                                                               82




kelompok II menggunakan buku teks pelajaran (text book) wajib dari sekolah.

Dari hasil perhitungan pada lampiran 18, diperoleh suatu temuan yaitu adanya

perbedaan rata-rata nilai hasil belajar yang signifikan yaitu sebesar 7,23 atau

sebesar 9,88%, kelompok I yaitu pembelajaran yang menggunakan text book

anjuran mempunyai rata-rata nilai hasil belajar yang lebih tinggi atau lebih baik

yaitu sebesar 80,41 daripada rata-rata nilai hasil belajar dari kelompok II yang

menggunakan text book wajib dari sekolah yaitu sebesar 73,18. Dengan kata

lain ada peningkatan prestasi belajar sebesar 9,88% dengan adanya penggunaan

buku teks pelajaran anjuran.

       Dengan hasil penelitian diatas, maka proses belajar mengajar yang

ditunjang dengan menggunakan buku teks pelajaran (text book) anjuran lebih

efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mempelajari mata

diklat akuntansi pokok bahasan persamaan dasar akuntansi. Hai ini dikarenakan

sifat buku teks pelajaran anjuran guru yang sifatnya sebagai buku pelengkap

buku teks pelajaran wajib yang telah digunakan oleh sekolah, sehingga secara

otomatis buku teks pelajaran anjuran guru lebih lengkap dari segi isi dan

latihannya dan tentunya lebih menarik untuk dipelajari. Dalam menganjurkan

buku teks pelajaran yang akan dibeli tentunya guru lebih memilih buku yang

lebih lengkap dan lebih menarik daripada buku teks pelajaran wajib yang telah

digunakan oleh sekolah.

        Selain dari segi kelengkapan isi buku, perbedaan hasil belajar antara

kelompok I yang menggunakan buku teks pelajaran anjuran dan kelompok IIl
                                                                            83




yang menggunakan buku teks pelajaran wajib juga dikarenakan adanya

perbedaan kurikulum buku, perlu digaris bawahi bahwa SMK YPE Kroya

masih menggunakan buku teks pelajaran wajib dengan kurikulum tahun 1994,

sedangkan buku teks anjuran yang digunakan telah menggunakan kurikulum

tahun 2004, namun dengan keterbatasan sekolah, maka buku teks pelajaran

wajib belum dapat diganti dengan yang menggunakan kurikulum 2004.

       Di SMK YPE Kroya, buku teks pelajaran adalah satu-satunya sumber

belajar selain guru yang menunjang proses belajar mengajar dikelas oleh karena

itu buku teks pelajaran diharapkan dapat memberi kemudahan belajar kepada

siswa yang pada akhirnya dapat menunjang pencapaian prestasi belajar siswa.

Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Rohani bahwa sumber

belajar mencakup manusia dan non manusia yang dapat memberi kemudahan

belajar kepada peserta didik. Sumber belajar sangat mempengaruhi kualitas

proses dan hasil belajar peserta didik. Dengan kata lain sumber belajar dapat

mempengaruhi kualitas pengajaran. Sedangkan salah satu sumber belajar itu

sendiri adalah buku teks pelajaran.

       Dengan adanya temuan bahwa ada perbedaan prestasi belajar antara

kelas yang menggunakan buku teks pelajaran anjuran dengan kelas yang

menggunakan buku teks pelajaran wajib, dimana kelas yang menggunakan

buku teks pelajaran anjuran mempunyai nilai rata-rata yang lebih tinggi,maka

buku teks pelajaran ankjuran lebih efektif guna menunjang proses belajar

mengajar.
                                                                                   84




                                      BAB V

                                    PENUTUP



5.1 Simpulan

   Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti dapat menarik simpulan:

   1. Ada perbedaan prestasi belajar Akuntansi pada pokok bahasan persamaan

      dasar akuntansi antara siswa yang dalam Proses Belajar Mengajar

      menggunakan buku teks pelajaran (text book)          anjuran dan siswa yang

      menggunakan buku teks pelajaran (text book) wajib.

   2. Siswa yang dalam Proses Belajar Mengajar menggunakan buku teks pelajaran

      anjuran mempunyai nilai rata-rata sebesar 80,41 sedangkan siswa yang

      menggunakan text book wajib mempunyai nilai rata-rata sebesar 73,18,

      dengan kata lain prestasi belajar siswa yang menggunakan text book anjuran

      lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan buku teks pelajaran wajib.

   3. Perbedaan rata-rata prestasi belajar antara siswa yang menggunakan buku teks

      pelajaran anjuran dan yang menggunakan buku teks pelajaran wajib adalah

      sebesar 7,23.

   4. Buku teks pelajaran (text book) anjuran lebih efektif untuk menunjang

      pencapaian prestasi belajar siswa, karena buku teks pelajaran anjuran dari segi

      isi dan latihan (drill) lebih lengkap daripada buku teks pelajaran wajib yang

      digunakan oleh sekolah.


                                         84
                                                                            85




5.2 Saran

   1. Perpustakaan sekolah dapat menyediakan buku teks pelajaran anjuran

      disamping buku teks pelajaran wajib meskipun dalam jumlah terbatas,

      sehingga membantu siswa yang tidak mampu membeli buku teks pelajaran

      anjuran.

   2. Bagi siswa yang memiliki buku teks pelajaran anjuran hendaknya

      memanfaatkannya dengan baik untuk menunjang proses belajar mengajar

      terutama pada saat belajar mandiri di rumah, sehingga dapat memperoleh

      prestasi belajar yang optimal.

   3. Orang tua/wali murid yang mampu diharapkan turut berperan serta dalam

      pengadaan buku teks pelajaran anjuran karena buku teks pelajaran anjuran

      lebih efektif untuk menunjang pencapaian prestasi belajar siswa.
                                                                                 86




                              DAFTAR PUSTAKA

Arifin,     Zainal. 1990. Evaluasi      Instruksional    (Prinsip-Teknik-Prosedur).
          Bandung: Remaja Rosdakarya

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
       Rineka Cipta

----- 1992. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan

----- 1999. Konsep Sekolah Menengah Kejuruan

Gie, The Liang. 2000. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta : Liberty

Hadi, Sutrisno. 2000. Metode Research Jilid IV. Yogyakarta: Andi

Hanafi, Imam. 1981. Bahan Pelajaran Bahasa Indonesia dalam Buku SMA. Jakarta :
       DEPDIKBUD

Holstein, Herman. 1986. Murid Belajar Mandiri. Bandung: Remaja Rosdakarya

Koswara, E. 1998. Dinamika Informasi dalam Era Globalisasi. Bandung: Remaja
      Rosdakarya

Nurhadi. 2004. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca. Bandung: Sinar
      Baru Algesindo

Pamuntjak dan Sjahrial, Rusiana. 2000. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan.
      Jakarta: Djambatan

Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Soeatminah. 1992. Perpustakaan Kepustakawanan dan Pustakawan. Yogyakarta:
      Kanisius

Somantri, Hendi. 2004. Memahami Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang
      SMK Tingkat I. Bandung: Armico

Sudjana. 2000. Metode Statistika. Bandung: Tarsito
                                                                           87




Sudjana, Nana. 2005. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
       Algesindo

----- dan Rivai, Ahmad. 2003. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru
       Algesindo

Sudjarwo, S. 1988. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Erlangga

Tu’u, Tulus. 2004. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta:
      Gramedia Widiasarana Indonesia

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
      Pendidikan Nasional. 2006. Jakarta: Diperbanyak oleh Fokusmedia

Wahyudin, Agus. 2002. Modul Dasar-dasar Akuntansi.

Yusup, M Pawit. 1988. Pedoman Mencari Sumber Informasi. Bandung: Remaja
      Rosdakarya
                                                                             88




Lampiran: 1

                         PROFIL SMK YPE KROYA


1. Nama dan alamat sekolah : SMK YPE KROYA
                                  Jl. Jend. Gatot Subroto Gg. II/ 85 Kroya
                                  Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap
2. Nama Yayasan                 : YAYASAN PENDIDIKAN EKONOMI (YPE)
3. Status Sekolah               : Diakui
4. Tahun Pendirian              : 1971
5. Tahun Beroperasi             : 1971
6. Status Tanah                 : Hak Milik
7. Jumlah Siswa dalam 3 (tiga) tahun terakhir:
                                              Jumlah Siswa
              Kelas
                           2004/2005           2005/2006        2006/2007
                I              343                346               350
               II              335                328               344
               III             348                324               325
             Jumlah           1026                998              1019
8. Data Ruang Kelas :
   Kelas I      : 8 (delapan) ruang
   Kelas II     : 8 (delapan) ruang
   Kelas III : 9 (sembilan) ruang
9. Jumlah Rombongan Belajar :
   Kelas I      : 8 (delapan) rombongan belajar

   Kelas II     : 8 (delapan) rombongan belajar

   Kelas III : 9 (sembilan) rombongan belajar
                                                                               89




10. Guru :
   Jumlah Guru                         : 43 orang
   Guru Tetap DPK P&K = 5, Depag = 1   : 6 orang
   Guru Tetap Yayasan Pusat            : 6 orang
   Guru Bantu                          : 5 orang
   TU                                  : 14 orang
11. Perpustakaan                       : Ada
12. Buku :
   Buku Teks Pelajaran                 : 105 buku
   Buku Penunjang                      : 55 buku
   Buku Fiksi & Ilmiah                 : 360 buku
13. Laboratorium Komputer              : Ada
   Jumlah Komputer                     : 45
14. Dana Operasional dan perawatan     : SPP, BP3, Yayasan, Subsidi, Lainnya
15. Akte Yayasan                       : Ada
                                                                               90


Lampiran: 2

                               Rencana Pembelajaran
                        Nama Sekolah      : SMK YPE Kroya
                        Mata Diklat       : Akuntansi
                        Kelas/ Semester   : X/ I
                        Alokasi Waktu     : 135 menit
A. Kompetensi Dasar
   Mencatat transaksi perusahaan ke dalam persamaan dasar akuntansi
B. Indikator
   -   Siswa dapat menjelaskan pengertian dan penggunaan persamaan dasar
       kuntansi
   -   Siswa dapat menjelaskan pengertian Harta, Hutang, dan Ekuitas
   -   Siswa mengetahui bentuk persamaan dasar akuntansi
   -   Siswa mengetahui pengaruh transaksi terhadap unsur persamaan dasar
       akuntansi
   -   Siswa dapat mencatat pengaruh transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi
   -   Siswa dapat menyusun laporan keuangan berdasarkan persamaan dasar
       akuntansi
C. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
   Materi pokok         : Siklus akuntansi perusahaan jasa
   Sub materi pokok : Persamaan dasar akuntansi
D. Skenario/ Langkah Pembelajaran
   1. Pembukaan
       a. Memberikan Salam, berdoa, absensi
       b. Menanyakan kepada siswa tentang kesiapan mereka terhadap meteri yang
             akan dipelajari
   2. Inti
       a. Menyuruh siswa membaca materi tentang pengaruh transaksi terhadap
             unsur persamaan dasar akuntansi
                                                                                91




       b. Menanyakan pemahaman siswa terhadap meteri yang telah dibaca
       c. Menjelaskan materi tentang pengaruh transaksi terhadap unsur persamaan
             dasar akuntansi
       d. Menjelaskan analisis transaksi sebagai dasar untuk dapat mencatat
             pengaruh transaksi terhadap unsur persamaan dasar akuntansi
       e. Memberikan latihan kepada siswa tentang analisis transaksi dan
             pengaruhnya terhadap unsur persamaan dasar akuntansi
       f. Memberikan tugas mengenai analisis transaksi untuk dikerjakan di rumah
   3. Penutup
       a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi
             yang telah dipelajari
       b. Melemparkan pertanyaan kepada siswa yang lain, guru hanya meluruskan
             jawaban siswa
       c. Memberikan kesimpulan atas materi yang telah dijelaskan
       d. Memberikan motivasi kepada siswa untuk mempelajari kembali, belajar
             materi selanjutnya, dan mengerjakan tugas di rumah
E. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
   1. Media : Papan tulis, kapur
   2. Alat      : Buku tulis folio, penggaris, bolpoint, pensil, kalkulator
   3. Sumber : - Kelas I AK 1 : Buku teks pelajaran terbitan Armico
                   - Kelas I AK 2 : Buku teks pelajaran terbitan Saudara
F. Penilaian
   Test tertulis         : Ulangan (post test)
                                                       Kroya, 22 Agustus 2006
                                                       Peneliti,




                                                       Priasih
                                                       NIM. 3301402019
                                                                               92




                            Rencana Pembelajaran
                      Nama Sekolah      : SMK YPE Kroya
                      Mata Diklat       : Akuntansi
                      Kelas/ Semester   : X/ I
                      Alokasi Waktu     : 135 menit
A. Kompetensi Dasar
   Mencatat transaksi perusahaan ke dalam persamaan dasar akuntansi


B. Indikator
   -   Siswa dapat menjelaskan pengertian dan penggunaan persamaan dasar
       akuntansi
   -   Siswa dapat menjelaskan pengertian Harta, Hutang, dan Ekuitas
   -   Siswa mengetahui bentuk persamaan dasar akuntansi
   -   Siswa mengetahui pengaruh transaksi terhadap unsur persamaan dasar
       akuntansi
   -   Siswa dapat mencatat pengaruh transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi
   -   Siswa dapat menyusun laporan keuangan berdasarkan persamaan dasar
       akuntansi


C. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
   Materi pokok       : Siklus akuntansi perusahaan jasa
   Sub materi pokok : Persamaan dasar akuntansi


D. Skenario/ Langkah Pembelajaran
   1. Pembukaan
       a. Memberikan Salam, berdoa, absensi
       b. Menanyakan kepada siswa tentang kesiapan mereka terhadap meteri yang
          akan dipelajari
                                                                              93




   2. Inti
      a. Mencocokan tugas siswa mengenai analisis transaksi dan pengaruhnya
             terhadap unsur persamaan dasar akuntansi
      b. Menanyakan kesulitan siswa atas tugas yang telah dikerjakan
      c. Menyuruh siswa untuk membaca tentang pencatatan pengaruh transaksi
             terhadap unsur persamaan dasar akuntansi
      d. Menerangkan cara mencatat pengaruh transaksi ke dalam persamaan dasar
             akuntansi atas dasar analisis yang telah dibuat
      e. Memberikan latihan pencatatan ke dalam persamaan dasar akuntansi
      f. Memberikan tugas tentang pencatatan pengaruh transaksi ke dalam
             persamaan dasar akuntansi


   3. Penutup
      a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi
             yang telah dipelajari
      b. Melemparkan pertanyaan kepada siswa yang lain, guru hanya meluruskan
             jawaban siswa
      c. Memberikan kesimpulan atas materi yang telah dijelaskan
      d. Memberikan motivasi kepada siswa untuk mempelajari kembali, belajar
             materi selanjutnya, dan mengerjakan tugas di rumah


E. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
   1. Media : Papan tulis, kapur
   2. Alat      : Buku tulis folio, penggaris, bolpoint, pensil, kalkulator
   3. Sumber : - Kelas I AK 1 : Buku teks pelajaran terbitan Armico
                  - Kelas I AK 2 : Buku teks pelajaran terbitan Saudara
                                                                    94




F. Penilaian
   Test tertulis   : Ulangan (post test)
                                           Kroya, 29 Agustus 2006
                                           Peneliti,




                                           Priasih
                                           NIM. 3301402019
                                                                               95




                            Rencana Pembelajaran
                      Nama Sekolah      : SMK YPE Kroya
                      Mata Diklat       : Akuntansi
                      Kelas/ Semester   : X/ I
                      Alokasi Waktu     : 135 menit
A. Kompetensi Dasar
   Mencatat transaksi perusahaan ke dalam persamaan dasar akuntansi


B. Indikator
   -   Siswa dapat menjelaskan pengertian dan penggunaan persamaan dasar
       akuntansi
   -   Siswa dapat menjelaskan pengertian Harta, Hutang, dan Ekuitas
   -   Siswa mengetahui bentuk persamaan dasar akuntansi
   -   Siswa mengetahui pengaruh transaksi terhadap unsur persamaan dasar
       akuntansi
   -   Siswa dapat mencatat pengaruh transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi
   -   Siswa dapat menyusun laporan keuangan berdasarkan persamaan dasar
       akuntansi


C. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
   Materi pokok       : Siklus akuntansi perusahaan jasa
   Sub materi pokok : Persamaan dasar akuntansi


D. Skenario/ Langkah Pembelajaran
   1. Pembukaan
       a. Memberikan Salam, berdoa, absensi
       b. Menanyakan kepada siswa tentang kesiapan mereka terhadap meteri yang
          akan dipelajari
                                                                                       96




      c. Menanyakan mengenai tugas yang telah diberikan
   2. Inti
      a. Mencocokan tugas siswa mengenai pencatatan pengaruh transaksi
             terhadap unsur persamaan dasar akuntansi
      b. Menanyakan kesulitan siswa atas tugas yang telah dikerjakan
      c. Menyuruh siswa untuk membaca tentang penyusunan laporan keuangan
             atas dasar informasi dari persamaan dasar akuntansi yang telah disusun
      d. Menerangkan cara menyusun laporan keuangan atas dasar informasi dari
             persamaan dasar akuntansi yang telah disusun
      e. Menyuruh siswa menyusun laporan keuangan atas dasar persamaan dasar
             persamaan dasar akuntansi yang telah disusun (berdasarkan latihan dan
             tugas)
      f. Memeriksa pekerjaan siswa dengan cara berkeliling kelas, sambil
             menyuruh siswa untuk maju mengerjakan di papan tulis
   3. Penutup
      a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi
             yang telah dipelajari
      b. Melemparkan pertanyaan kepada siswa yang lain, guru hanya meluruskan
             jawaban siswa
      c. Memberikan kesimpulan atas materi yang telah dijelaskan
      d. Memberikan motivasi kepada siswa untuk mempelajari kembali dan
             belajar materi selanjutnya di rumah untuk persiapan ulangan (post test)


E. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
   1. Media : Papan tulis, kapur
   2. Alat      : Buku tulis folio, penggaris, bolpoint, pensil, kalkulator
   3. Sumber : - Kelas I AK 1 : Buku teks pelajaran terbitan Armico
                  - Kelas I AK 2 : Buku teks pelajaran terbitan Saudara
                                                                     97




F. Penilaian
   Test tertulis   : Ulangan (post test)
                                           Kroya, 5 September 2006
                                           Peneliti,




                                           Priasih
                                           NIM. 3301402019
                                                                                        98




Lampiran: 3
                                   KISI-KISI SOAL
                Satuan Pendidikan : SMK
                Kelas/ Semester        : X/ I
                Materi pokok           : Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
                Sub Materi Pokok       : Persamaan Dasar Akuntansi
                 Materi Pokok
 Kompetensi                                                                   Nomor
                   dan Sub                       Indikator
    Dasar                                                                      Soal
                 Materi Pokok
 Mencatat       Siklus            • Menjelaskan pengertian dan penggunaan
 transaksi      akuntansi           persamaan dasar akuntansi                  1, 2
 perusahaan     perusahaan        • Menjelaskan pengertian harta, hutang,
 ke     dalam   jasa                dan ekuitas                               3, 4, 5
 persamaan      • Persamaan       • Mengetahui bentuk persamaan dasar
 dasar            dasar             akuntansi                                   6
 akuntansi        akuntansi       • Mengetahui pengaruh transaksi terhadap
                                    unsur persamaan dasar akuntansi (harta,
                                    hutang, ekuitas)                            7
                                  • Mencatat pengaruh transaksi tunai dan
                                    kredit ke dalam persamaan dasar
                                    akuntansi                                   8
                                  • Mencatat pengaruh transaksi yang masih
                                    harus diterima dan yang masih harus
                                    dibayar ke dalam persamaan dasar
                                    akuntansi                                   9
                                  • Mencatat pengaruh transaksi yang
                                    diterima di muka dan dibayar di muka ke
                                                                                10
                                    dalam persamaan dasar akuntansi
                                  • Menyusun laporan keuangan (Laporan
                                    Laba/Rugi, Laporan Perubahan Modal,
                                                                                10
                                    Neraca) berdasarkan persamaan dasar
                                    akuntansi
                                                                                 99




Lampiran: 4
            Mata Diklat               : Akuntansi
            Materi Pokok              : Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
            Sub Materi Pokok          : Persamaan Dasar Akuntansi
            Kelas                     : X Akuntansi
            Alokasi Waktu             : 120 Menit

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Di bawah ini adalah pengertian dari persamaan dasar akuntansi, kecuali....
   a. bentuk hubungan antara harta dengan kewajiban perusahaan dimana pada
      dasarnya jumlah harta sama dengan jumlah kewajibannya
   b. bentuk hubungan antara harta dengan modal pemilik dimana pada dasarnya
      jumlah harta sama dengan jumlah ekuitas pemilik
   c. bentuk hubungan antara harta dengan kewajiban dan ekuitas pemilik dimana
      pada dasarnya jumlah harta sama dengan kewajiban ditambah ekuitas pemilik
   d. bentuk hubungan antara harta dengan laba dimana pada dasarnya jumlah harta
      sama dengan jumlah laba yang diperoleh perusahaan

2. Dalam akuntasi, penggunaan persamaan dasar akuntansi adalah sebagai....
   a. dasar penerapan sistem pencatatan yang          dianut akuntansi yaitu sistem
      pencatatan tunggal (single entry system)
   b. dasar penerapan sistem pencatatan yang          dianut akuntansi yaitu sistem
      pencatatan ganda (double entry system)
   c. dasar penerapan sistem pencatatan yang          dianut akuntansi yaitu sistem
      pencatatan berkolom (column entry system)
   d. dasar penerapan sistem pencatatan yang          dianut akuntansi yaitu sistem
      pencatatan bersiklus (cycle entry system)

3. Aktiva (harta) perusahaan adalah.....
   a. hartsa benda yang dimiliki pemilik perusahaan
   b. harta benda yang dimiliki perusahaan dan harta benda pemilik perusahaan
   c. harta benda dan hak yang merupakan sumber daya yang yang dikuasai
      perusahaan
   d. kekayaan pemilik perusahaan yang diinvestasikan dalam perusahaan

4. Di bawah ini yang merupakan pengertian dari hutang (kewajiban) adalah....
   a. kewajiban yang harus dipenuhi pada saat yang telah ditentukan
   b. kewajiban yang harus dipenuhi pada saat transaksi terjadi
                                                                                                 100




      c. kewajiban yang timbul karena penerimaan kekayaan dari pihak ketiga
      d. kewajiban yang timbul karena penyerahan kekayaan kepada pihak ketiga

5. Berikut ini adalah pengertian dari ekuitas, kecuali....
      a.   setoran pemilik sebagai investasi dalam perusahaan
      b.   hak pemilik atas harta perusahaan setelah dikurangi dengan kewajiban
      c.   selisih antara aktiva perusahaan dengan hutang perusahaan
      d.   selisih antara kekayaan pemilik dengan kekayaan perusahaan

6. Yang bukan merupakan bentuk persamaan dasar akuntansi yaitu....
      a. Harta = Modal                          c. Harta = Hutang + Modal
      b. Harta = Hutang                         d. Hutang = Modal

7. Tunjukan pengaruh transaksi-transaksi di bawah ini terhadap unsur-unsur dasar
   persamaan dasar akuntansi dengan menuliskan tanda silang (X) pada kolom (+)
   untuk penambahan, atau pada kolom (-) untuk pengurangan.
                                                        Harta         Kewajiban      Ekuitas
                     Transaksi
                                                  (+)           (-)   (+)    (-)   (+)     (-)
 1.        Penerimaan setoran investasi dari
           pemilik
 2.        Pembelian         peralatan    dan
           perlengkapan dengan pembayaran
           kredit
 3.        Pembayaran beban sewa dan beban
           listrik
 4.        Pembayaran hutang kepada kreditor
 5.        Penerimaan uang tunai untuk
           pembayaran jasa yang diserahkan
           kepada pelanggan
 6.        Penyerahan jasa kepada pelanggan
           dengan syarat pembayaran 30 hari
           setelah tanggal faktur
 7.        Pembelian perlengkapan dengan
           pembayaran tunai
 8.        Penerimaan uang tunai dari debitur
           untuk pembayaran hutangnya
 9.        Pengambilan aktiva perusahaan
           untuk keperluan pribadi pemilik
           perusahaan
 10.       Mencatat perlengkapn yang habis
           dipakai
                                                                                101




8. Pada tanggal 1 Januari 2006, Ny. Lisa mendirikan salon kecantikan dengan nama
   “Salon Lisa”. Transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2006:
   1) Ny. Lisa menyetorkan uang tunai Rp 20.000.000,- sebagai investasi dalam
        usahanya
   2) Pembelian peralatan dan perlengkapan dengan pembayaran kredit masing-
        masing seharga Rp 3.000.000,- dan Rp 2.000.000,-
   3) Pembayaran beban sewa dan beban listrik bulan Juanuari sebesar Rp
        500.000,-
   4) Pembayaran hutang kepada kreditor sebesar Rp 3.000.000,-
   5) Peneriman uang tunai untuk pembayaran jasa rias wajah dan rambut selama
        bulan januari sebesar Rp 4.250.000,-
   6) Penyerahan jasa kepada pelanggan berupa rias pengantin sebesar Rp
        2.500.000,- tetapi baru dibayar 30 hari kemudian
   7) Pembelian perlengkapan seharga Rp 1.000.000,- secara tunai
   8) Penerimaan uang tunai dari debitor sebesar Rp 1.000.000,-
   9) Pengambilan aktiva perusahaan untuk keperluan pribadi Ny. Lisa sebesar Rp
        700.000,-
   10) Perlengkapan yang habis dipakai ditaksir sebesar Rp 2.500.000,-
   Berdasarkan data di atas, diminta:
   Buatlah persaman dasar akuntansi “Salon Lisa” dari pengaruh transaksi-transaksi
   di atas. Gunakan pos-pos sebagai berikut:

           AKTIVA                         =   KEWAJIBAN         + EKUITAS
Kas Piutang Perlengkapan Peralatan        =     Hutang            Modal Lisa

9.   Data keuangan pada perusahaan ”TRAVEL OTTO JAYA” pada 1 Maret 2006
     adalah sebagai berikut:
     Aktiva:
     • Kas                                  Rp 80.000.000,-
     • Kendaran travel                      Rp 600.000.000,-
     • Perlengkapan Travel                  Rp 30.000.000,-
     • Tanah dan bangunan                   Rp 500.000.000,-
                             Total aktiva   Rp 1.210.000.000,-
     Kewajiban dan Ekuitas:
     • Hutang usaha                         Rp 60.000.000,-
     • Hutang bank                          Rp 100.000.000,-
     • Modal pak Jaya                       Rp 1.050.000.000,-
                                            Rp 1.210.000.000,-
                                                                                            102




   Transaksi selama bulan Maret 2006 adalah sebagai berikut:
   Maret 02 Pembelian perlengkapan seharga Rp 12.000.000,- dibayar tunai Rp
                7.000.000,- dan sisanya dibayar kemudian.
          05 Membayar hutang kepada kreditor sebesar Rp 40.000.000,-
          12 Membayar beban listrik, air, dan telepon untuk bulan Maret 2006
                sejumlah Rp 800.000,-
          13 Pengambilan pribadi oleh pak Jaya dari kas sebesar Rp 5.000.000,-
          15 Menerima pendapatan dari operasional kendaraan sebesar Rp
                60.000.000,-
          20 Membayar angsuran kepada bank sebesar Rp. 5.000.000,-
          23 Mendapat order sewa kendaraan sebesar RP 10.000.000,- dibayar
                tunai Rp 6.000.000,- dan sisanya dibayar kemudian
          28 Membayar hutang untuk transaksi pada tanggal 2
          30 Menerima pendapatan dari operasional kendaraan untuk dwiminggu
                ke-2 sebesar Rp 48.000.000,-
          31 Membayar gaji pegawai untuk bulan Maret sebesar Rp 15.000.000,-
          31 Sisa perlengkapan yang dipakai sebesar Rp 15.000.000,-
   Berdasarkan data di atas, diminta:
   Buatlah persamaan akuntansi “TRAVEL OTTO JAYA” dari pengaruh transaksi-
   transaksi di atas. Gunakan pos-pos sebagai berikut:

                         AKTIVA                   =       KEWAJIBAN       +   EKUITAS
Kas Piutang Perlengkapan Kendaran Tanah&Bangunan = Hutang Usaha Hutang Bank    Modal Jaya

10. Data keuangan perusahaan “EVENT ORGANISER SATRIA” pada 1 September
    2006 adalah sebagai berikut:
    Aktiva:
    • Kas                                       Rp 35.000.000,-
    • Piutang usaha                             Rp 10.000.000,-
    • Perlengkapan                              Rp 3.000.000,-
    • Peralatan                                 Rp 5.000.000,-
    • Kendaraan                                 Rp 80.000.000,-
                             Total aktiva       Rp133.000.000,-
    Kewajiban dan ekuitas:
    • Hutang usaha                              Rp 20.000.000,-
    • Modal Joko                                Rp 113.000.000,-
    Total kewajiban dan ekuitas                 Rp 133.000.000,-
                                                                             103




Transaksi yang terjadi selama bulan September 2006 adalah sebagai berikut:
   Sept. 02 Mendapat pembayaran di muka sebesar Rp 8.000.000,- untuk
             menangani acara pernikahan
         05 Membayar sewa gedung untuk bulan September 2006 sebesar Rp
             1.000.000,- dan sekaligus membayar sewa untuk bulan Oktober dengan
             nominal yang sama
         08 Menerima pembayaran atas jasa bulan Agustus sebesar Rp 10.000.000,-
         10 Membeli perlengkapan secara kredit sebesar Rp 1.000.000,-
         16 Membayar beban listrik, air, dan telepon untuk bulan ini sebesar Rp
             400.000,-
         20 Menerima pendapatan jasa untuk menangani ulang tahun sebesar Rp
             1.000.000,-
         28 Membayar hutang kepada kreditor sebesar Rp 5.000.000,-
         30 Membayar gaji cleaning service sebesar Rp 300.000,-
         30 Sisa perlengkapan sebesar Rp 2.000.000,-
   Diminta:
   a. Susunlah Persamaan akuntansi dari transaksi di atas!
   b. Berdasarkan persamaan akuntansi tersebut susunlah laporan keuangan!
                                                                                                   104


 Lampiran: 5

                                       KUNCI JAWABAN
NOMOR 1 – 6 SKOR MASING-MASING 1
1. D
2. B
3. C
4. A
5. D
6. D
7. SKOR 20
   Pengaruh transaksi-transaksi dibawah ini terhadap unsur-unsur dasar persamaan
   akuntansi:
                                                        Harta         Kewajiban        Ekuitas
                 Transaksi
                                                  (+)           (-)   (+)    (-)   (+)       (-)
1. Penerimaan     setoran     investasi    dari
   pemilik                                        X                                X
2. Pembelian peralatan dan perlengkapan
   dengan pembayaran kredit                       X                   X
                                                           X                               X
3. Pembayaran beban sewa dan beban
   listrik

                                                           X                X
4. Pembayaran hutang kepada kreditor

5. Penerimaan       uang    tunai  untuk
   pembayaran jasa yang diserahkan
   kepada pelanggan
                                                  X                                X
6. Penyerahan jasa kepada pelanggan
   dengan syarat pembayaran 30 hari
   setelah tanggal faktur
                                                  X                                X
7. Pembelian       perlengkapan   dengan
   pembayaran tunai                               X        X
8. Penerimaan uang tunai dari debitur
   untuk pembayaran hutangnya                     X        X
9. Pengambilan aktiva perusahaan untuk
   keperluan pribadi pemilik perusahaan                    X                               X
                                                           X                               X
10. Mencatat    perlengkapn     yang      habis
    dipakai
Keterangan:
Jawaban betul setiap butir transaksi diberi skor 2
                                                                                                                                    105




8. SKOR 22

                                              SALON LISA
                                        PERSAMAAN AKUNTANSI
                                           Per, 31 Januari 2006
                         AKTIVA                                            = KEWAJIBAN +EKUITAS
                                                                                                                  Keterangan
            Kas           Piutang            Perlkp.       Peraltn.            Hutang       Modal Ny. Lisa
      Rp            -    Rp         -   Rp             -                  Rp            -   Rp            -          Saldo
  1        20.000.000               0                  0              0                 0     20.000.000            investasi
           20.000.000               0                  0              0                 0     20.000.000
  2                 0               0        2.000.000     3.000.000           5.000.000                  0     pemb.Perl&prlkp
           20.000.000               0        2.000.000     3.000.000           5.000.000      20.000.000
  3          (500.000)              0                0             0                   0        (500.000)      beban sewa&listrik
           19.500.000               0        2.000.000     3.000.000           5.000.000      19.500.000
  4        (3.000.000)              0                  0              0    (3.000.000)                    0       bayar hutang
           16.500.000               0        2.000.000     3.000.000           2.000.000      19.500.000
  5         4.250.000               0                  0              0                 0        4.250.000      pendapatan tunai
           20.750.000               0        2.000.000     3.000.000           2.000.000      23.750.000
  6                 0     2.500.000                    0              0                 0        2.500.000      penyerahan jasa
           20.750.000     2.500.000          2.000.000     3.000.000           2.000.000      26.250.000
  7        (1.000.000)              0        1.000.000                0                 0                 0     pembelian tunai
           19.750.000     2.500.000          3.000.000     3.000.000           2.000.000      26.250.000
  8         1.000.000     (1.000.000)                  0              0                 0                 0    penerimaan piutang
           20.750.000     1.500.000          3.000.000     3.000.000           2.000.000      26.250.000
  9          (700.000)              0                  0              0                 0         (700.000)          prive
           20.050.000     1.500.000          3.000.000     3.000.000           2.000.000      25.550.000
 10                 0               0    (2.500.000)                  0                 0        (2.500.000)   pemakaian perlkp.
           20.050.000     1.500.000           500.000      3.000.000           2.000.000      23.050.000
Keterangan:
Jawaban betul setiap tanggal transaksi diberi skor 2
                                                                                                                            106




       9. SKOR 20

                                               TRAVEL OTTO JAYA
                                             PERSAMAAN AKUNTANSI
                                                Per, 31 Januari 2006
                                                                                 (Dalam Ribuan Rp)
                            AKTIVA                                   = KEWAJIBAN + EKUITAS
                                                                                                              Keterangan
Tgl         Kas       Piutang   Perlkp       Kendrn       Tnh&Bngn Hutang UshHutang Bank Modal Jaya
2006
Mar-01      80,000         0    30,000       600,000       500,000     60,000      100,000    1,050,000          Saldo
       2    (7,000)        0    12,000                0          0      5,000            0              0      beli perlkp
            73,000         0    42,000       600,000       500,000     65,000      100,000    1,050,000
       5   (40,000)        0             0            0          0    (40,000)           0              0      Byr Hutang
            33,000         0    42,000       600,000       500,000     25,000      100,000    1,050,000
      12      (800)        0             0            0          0          0            0           (800)   Byr List,air&tlpn
            32,200         0    42,000       600,000       500,000     25,000      100,000    1,049,200
      13    (5,000)        0             0            0          0          0            0       (5,000)          Prive
            27,200         0    42,000       600,000       500,000     25,000      100,000    1,044,200
      15    60,000         0             0            0          0          0            0      60,000         pendapatan
            87,200         0    42,000       600,000       500,000     25,000      100,000    1,104,200
      20    (5,000)        0             0            0          0          0       (5,000)             0    Angsuran bank
            82,200         0    42,000       600,000       500,000     25,000       95,000    1,104,200
      23     6,000     4,000             0            0          0          0            0      10,000       sewa kendaraan
            88,200     4,000    42,000       600,000       500,000     25,000       95,000    1,114,200
      28    (5,000)        0             0            0          0     (5,000)           0              0      byr Hutang
            83,200     4,000    42,000       600,000       500,000     20,000       95,000    1,114,200
      30    48,000         0             0            0          0          0            0      48,000         pendapatan
           131,200     4,000    42,000       600,000       500,000     20,000       95,000    1,162,200
      31   (15,000)        0             0            0          0          0            0      (15,000)         byr gaji
           116,200     4,000    42,000       600,000       500,000     20,000       95,000    1,147,200
      31          0        0    (27,000)              0          0          0            0      (27,000)      perlkp dipakai
           116,200     4,000    15,000       600,000       500,000     20,000       95,000    1,120,200


       Keterangan:
       Jawaban betul setiap tanggal transaksi diberi skor 2
                                                                                                                 107




 10. SKOR TOTAL 32
     • Persamaan Dasar Akuntansi (SKOR 20)

                                    EVENT ORGANISER SATRIA
                                     PERSAMAAN AKUNTANSI
                                       Per, 31 September 2006
                                                                       (Dalam ribuan Rp)
                                   AKTIVA                              =KEWAJIBAN + EKUITAS
   Tgl        Kas       Piutang    Perlkp Sewa DM                   Hutang Ush
                                                      Pralt Kendaraan              Modal       Keterangan
    2006
   Sep-1     35,000     10,000      3,000        0    5,000   80,000     20,000    113,000        Saldo
         2    8,000           0          0       0       0        0           0      8,000     Pendapatan
             43,000     10,000      3,000        0    5,000   80,000     20,000    121,000
         5   (1,000)          0          0       0       0        0           0      (1,000)   Sewa Sept
             42,000     10,000      3,000        0    5,000   80,000     20,000    120,000
         5   (1,000)          0          0    1,000      0        0           0            0   Sewa Okt.
             41,000     10,000      3,000     1,000   5,000   80,000     20,000    120,000
         8   10,000     (10,000)         0       0       0        0           0            0   Trm piutang
             51,000           0     3,000     1,000   5,000   80,000     20,000    120,000
     10             0         0     1,000        0       0        0       1,000            0    Beli prlkp.
             51,000           0     4,000     1,000   5,000   80,000     21,000    120,000
     16        (400)          0          0       0       0        0           0       (400)    B. list,air,tlp
             50,600           0     4,000     1,000   5,000   80,000     21,000    119,600
     20       1,000           0          0       0       0        0           0      1,000     Pendapatan
             51,600           0     4,000     1,000   5,000   80,000     21,000    120,600
     28      (5,000)          0          0       0       0        0      (5,000)           0   Byr Hutang
             46,600           0     4,000     1,000   5,000   80,000     16,000    120,600
     30        (300)          0          0       0       0        0           0       (300)    Gj Cln Srvs
             46,300           0     4,000     1,000   5,000   80,000     16,000    120,300
     30             0         0     (2,000)      0       0        0           0      (2,000)   Pmkn Prlkp
             46,300           0     2,000     1,000   5,000   80,000     16,000    118,300


Keterangan:
Jawaban betul setiap tanggal transaksi diberi skor 2
                                                                                                                        108




       • Laporan Keuangan (SKOR 12)

                              EVENT ORGANISER SATRIA
                                 LAPORAN LABA/ RUGI
                       Untuk Bulan yang Berakhir, 31 September 2006
PENDAPATAN
Pendapatan Jasa Event Organiser                                                          Rp        9.000.000,00


BEBAN USAHA
Beban Gaji                                                        Rp        300.000,00
Beban Sewa                                                        Rp   1.000.000,00
Beban Listik,ar dan TeLepon                                       Rp        400.000,00
Beban Perlengkapan                                                Rp   2.000.000,00
               Total Beban Usaha                                                         Rp        (3.700.000,00)
                              Laba Bersih Dari Usaha                                     Rp        5.300.000,00


                              EVENT ORGANISER SATRIA
                            LAPORAN PERUBAHAN MODAL
                       Untuk Bulan yang Berakhir, 31 September 2006
Modal Joko Per 1 September 2006                                                               Rp    113,000,000.00
            Laba Bersih diperoleh bulan September 2006                 Rp    5,300,000.00
            Penambahan terhadap modal                                                         Rp       5,300,000.00
Modal Joko Per 31 September 2006                                                              Rp    118,300,000.00


                                   EVENT ORGANISER SATRIA
                                            NERACA
                                     Per, 31 September 2006
AKTIVA                                             KEWAJIBAN Dan EKUITAS
Kas                        Rp      46,300,000.00   KEWAJIBAN
Perlengkapan               Rp       2,000,000.00   Hutang Usaha                                Rp       16,000,000.00
Sewa Dibayar dimuka        Rp       1,000,000.00
Peralatan                  Rp       5,000,000.00   EKUITAS
Kendaraan                  Rp      80,000,000.00   Modal Joko                                  Rp      118,300,000.00
Total Aktiva               Rp    134,300,000.00    Total Kewajiban dan Ekuitas                 Rp      134,300,000.00


Keterangan:
Jawaban betul setiap Laporan Keuangan diberi skor 4