Embed
Email

Jurnal

Document Sample

Shared by: dandanhuanghuang
Categories
Tags
Stats
views:
464
posted:
1/5/2012
language:
pages:
11
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BANDWIDTH INTERVLAN DENGAN VYATTA

1 2 3

Hafiz Maulana , Periyadi, ST., , Prajna Deshanta Ibnugraha, ST.

Program Studi Teknik Komputer

Politeknik Telkom

Bandung

2010

Jl. Telekomunikasi Dayeuhkolot Bandung 40257



ABSTRAK



Adanya mobilitas didalam membangun sebuah jaringan komputer sangat diperlukan pada saat ini. Hal itu

menyangkut dengan beragamnya jenis pekerjaan yang ada dan diperlukannya sebuah konfigurasi jaringan komputer yang

dinamis tidak terpaku oleh hardware dan posisi tempat pekerja itu berada dalam pengkonfigurasiannya. Untuk mengatasi hal

itu pada saat ini telah muncul pilihan baru dan cara baru dalam pengkonfigurasian sebuah jaringan komputer apabila

menginginkan jaringan komputer yang dinamis yaitu Virtual Local Area Network (VLAN). Dan untuk meningkatkan

performansi jaringan menjadi lebih baik kita bisa menggabungkan VLAN ini dengan bandwidth management didalamnya.

Untuk membangun sebuah VLAN maka dibutuhkan sebuah perangkat router sebagai pengatur proses routing dalam

VLAN dan switch manageable sebagai database VLAN yang akan kita buat dan juga sebagai pembeda antara VLAN yang ada

baik berdasarkan port, MAC address, IP Address dan Protokol yang digunakan akan tetapi apabila kita memiliki keterbatasan

dalam hal hardware kita dapat mengganti salah satu hardware yang dibutuhkan yaitu router dengan PC router opensource

dalam hal ini adalah Vyatta Router Os.

Dengan membangun VLAN dan bandwidth management didalamnya dapat meningkatkan perfomansi jaringan

dengan baik karena network administrator sebagai admin jaringan dapat mengatur penggunaan bandwitdh yang ada sehingga

dapat diatur sesuai dengan keperluan dan kepentingan dalam penggunaannya



Kata kunci : bandwidth, Switch mangable, throughput, Virtual Local Area network (VLAN) dan Vyatta

core maka dana instalasi jaringan pun dapat lebih

1 PENDAHULUAN ditekan lagi tanpa mengurangi kehandalan jaringan

1.1 Latar Belakang komputer tersebut

Pengunaan teknologi jaringan komputer sebagai media Selain itu dengan menggabungkan VLAN dengan

komunikasi data sampai saat ini semakin berkembang. management bandwidth interVLAN tersebut maka

Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang ada akan membuat konsep jaringan menjadi lebih baik

dalam jaringan baik software maupun hardware telah dan dapat diandalkan dalam jaringan yang padat

mengakibatkan timbulnya berbagai pengembangan akan penggunaan bandwidth seperti perkantoran

teknologi jaringan itu sendiri. Sejalan dengan tingginya yang membutuhkan akses internet cepat dan stabil

penguna jaringan yang berharap maksimal terhadap untuk setiap karyawannya demi menunjang sistem

efisiensi kerja bahkan sampai tingkat kemanan jaringan kerjanya.

komputer itu sendiri. Maka akan terbangun sebuah jaringan komputer

Dengan memanfaatkan berbagai teknik khususnya teknik yang tidak mahal tetapi tetap handal dalam

subnetting dan penggunaan hardware yang lebih baik implementasinya.

(antara lain switch) maka muncullah konsep Virtual Local

Area Network (VLAN) yang diharapkan dapat memberikan 1.2 Tujuan

hasil yang lebih baik dibanding Local area Network (LAN). Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir adalah

Kondisi demikian menuntut adanya jaringan yang sebagai berikut:

mendukung mobilitas sehingga tidak perlu adanya 1. Melakukan implementasi Virtual Local Area

konfigurasi ulang dari sebuah jaringan ketika penggunanya Network (VLAN).

berpindah tempat. Oleh sebab itu, perlu dibangun jaringan 2. Diharapkan jaringan komputer yang akan

Virtual Local Area Network (VLAN). VLAN sebagai solusi diterapkan berjalan dengan aman, maksud

mengatasi permasalahan konfigurasi ulang dari sebuah aman adalah Untuk menekankan keamanan

jaringan karena user yang berpindah tempat. Oleh karena yang lebih baik dengan menjaga piranti-piranti

hal yang mendasar perbedaan LAN dan VLAN adalah VLAN sensitive terpisah kedalam suatu VLAN.

tidak dibatasi oleh topologi jaringan secara fisik, walaupun 3. Management bandwidth didalam VLAN pada

user berpindah tempat tetapi user tersebut tetap di dalam Vyatta router OS.

jaringan tersebut. 4. Mengukur Throughput dan Transfer rate yang

Dengan VLAN para administrator jaringan dapat lebih terjadi didalam VLAN setelah dilakukan

menghemat penggunaan dana karena teknologi VLAN tidak pengaturan bandwidth.

perlu router hanya switch layer 3, diimbangi dengan

aplikasi router OS yang Opensource dalam hal ini Vyatta 6.0

1

1.3 Perumusan Masalah dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan

asumsi awal pembuatan proyek akhir ini

Pada proyek akhir ini beberapa hal yang dibahas dalam

permasalahan sebagai berikut: 2 Dasar Teori

1. Bagaimana menerapkan Vlan menggunakan Vyatta dan 2.1 Pengertian VLAN

switch manageable. Sebuah Local Area Network (LAN) pada

2. Bagaimana menerapkan VLAN sehingga jaringan dapat dasarnya diartikan sebagai sebuat network dari

berjalan lebih aman karena memisahkan dapat kumpulan computer yang berada pada lokasi yang

mamisahkan piranti-piranti sensitive terpisah kedalam sama. Sebuah LAN diartikan sebagai single broadcast

suatu VLAN. domain, artinya ada sebuah broadcast informasi dari

3. Bagaimana menerapkan bandwidth management seorang user dalam LAN, broadcast akan diterima oleh

didalamVLAN yang telah dibuat. setiap user lain dalam LAN tersebut.Broadcast yang

4. Bagaimana mengukur throughput dan transfer rate keluar dari LAN bisa difilter dengan router. Susunan dari

untuk membuktikan bahwa bandwidth management broadcast domain tergantung juga dari jenis koneksi

telah berhasil diterapkan didalam VLAN fisik perangkat networknya. Virtual Local Area Network

(VLAN) dikembangkan sebagai pilihan alternatif untuk

1.4 Batasan Masalah mengurangi broadcast traffic.

Sebuah Virtual LAN merupakan fungsi logik

Adapun batasan-batasan masalah dalam Proyek Akhir ini adalah dari sebuah switch. Fungsi logik ini mampu membagi

sebagai berikut: jaringan LAN ke dalam beberapa jaringan virtual.

1. Konfigurasi VLAN hanya dikonfigurasi pada sebuah Jaringan virtual ini tersambung ke dalam perangkat fisik

mesin yang telah terinstall Vyattta router OS sebagai yang sama. Implementasi VLAN dalam jaringan

pengganti router cisco dan terhubung ke sebuah switch memudahkan seorang administrator dalam membagi

katalis. secara logik group-group workstation secara fungsional

2. Penerapan manajemen bandwidth dilakukan pada dan tidak dibatasi oleh lokasi.

VLAN id yang telah dibuat. Berikut ini diberikan beberapa terminologi di dalam

3. Pengukuran throughput hanya dilakukan sebatas VLAN.

menggunakan wireshark dan internet download a. VLAN Data

manager. VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi

4. Pengukuran Transfer rate hanya sebatas pengukuran

hanya untuk membawa data-data yang digunakan

rate download suatu file menggunakan aplikasi

internet download manager. oleh user. Dipisahkan dengan lalu lintas data

5. Algoritma pengaturan bandwidth yang digunakan suara atau pun manajemen switch. Seringkali

hanya rate-limiter dan traffic shapper. disebut dengan VLAN pengguna, User VLAN.

b. VLAN Default

1.5 Metodologi Penelitian Semua port switch pada awalnya menjadi

1. Observasi. anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch

Observasi dilakukan pada peralatan yang tersedia di

Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1 tidak dapat diberi

laboratorium sehingga dapat mengetahui langkah-

langkah yang akan dilakukan dalam nama dan tidak dapat dihapus.

mengimplementasikan proyek akhir ini yaitu c. Native VLAN

“Manajemen Bandwidth InterVLAN dengan Vyatta” Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking

dengan studi kasus di Politeknik Telkom. 802.1Q. port trunking 802.1Q mendukung lalu

2. Wawancara. lintas jaringan yang datang dari banyak VLAN

Wawancara dilakukan kepada para ahli dan

(tagged traffic) sama baiknya dengan yang datang

pembimbing proyek akhir guna mendapatkan

penambahan dan penerangan materi sehingga dari sebuah VLAN (untagged traffic). Port trunking

mengetahui hardware dan software apa saja yang akan 802.1Q menempatkan untagged traffic pada

diperlukan dalam membangun sistem ini. Native VLAN.

3. Studi pustaka. d. VLAN Manajemen

Studi pustaka ini dilakukan untuk mendapatkan VLAN Manajemen adalah VLAN yang

sumber-sumber informasi lain yang bias di dapat dari dikonfigurasi untuk memanajemen switch. VLAN 1

studi literature ataupun internet yang nantinya

akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita

berguna untuk memberikan arahan terhadap proyek

akhir yang sedang dikerjakan sehingga dengan tepat tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN

Manajemen. Kita dapat memberi IP address dan

2

subnet mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch Sangat dimungkinkan untuk

dapat dikelola melalui HTTP, Telnet, SSH, atau SNMP. menentukan suatu VLAN berdasarkan aplikasi

e. VLAN Voice yang dijalankan, atau kombinasi dari semua

VLAN yang dapat mendukung Voice over IP (VoIP). tipe di atas untuk diterapkan pada suatu

VLAN yang dikhusukan untuk komunikasi data suara. jaringan. Misalkan: aplikasi FTP (file transfer

protocol) hanya bias digunakan oleh VLAN 1

dan Telnet hanya bisa digunakan pada VLAN 2.

2.2 Tipe-tipe VLAN

2.4 Bagaimana VLAN bekerja

Terdapat 3 tipe VLAN dalam konfigurasi, yaitu:

1.7 Static VLAN – port switch dikonfigurasi secara Dalam tradisioanl LAN, workstation masing-

manual. masing terhubung dengan workstation yang lain dalam

1.8 Dynamic VLAN – Mode ini digunakan secara luas di sebuah hub. Perangkat ini akan menyebarkan semua

jaringan skala besar. Keanggotaan port Dynamic lalu lintas data di seluruh network. Jika ada dua user

VLAN dibuat dengan menggunakan server khusu yang mencoba mengirim informasi pada waktu yang

yang disebut VLAN Membership Policy Server sama, sebuah tabrakan (collision) akan terjadi dan

(VMPS). Dengan menggunakan VMPS, kita dapat semua pengiriman data akan hilang. Jika tabrakan

menandai port switch dengan VLAN? secara (collision) telah terjadi, pengiriman data akan

dinamis berdasar pada MAC Address sumber yang dilanjutkan disebar di seluruh network oleh hub.

terhubung dengan port. Informasi data asal akan terus mengirim sampai dengan

1.9 Voice VLAN - port dikonfigurasi dalam mode voice collision hilang. Dengan demikian akan banyak

sehingga dapat mendukung IP phone yang membuang waktu dan resource (sumber daya).

terhubung. Untuk mengatasi collision di sebuah network,

maka digunakanlah sebuah bridge atau sebuah switch.

2.3 Keanggotaan VLAN Perangkat ini tidak akan mem-forward collision, tapi

1. Berdasarkan Port bisa melewatkan broadcast (ke setiap user di network)

Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dan multicast. Dan sebuah router digunakan untuk

dasarkan pada port yang di gunakan oleh VLAN mencegah broadcast dan multicast dari lalulintas data

tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 6 network.

port, port 1 dan 3 merupakan VLAN 1 sedang port 2

dan 4 dimiliki oleh VLAN 2. Kelemahannya adalah user 2.5 Vyatta Router OS

tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus Vyatta adalah sistem operasi yang berfungsi

berpindah maka Network administrator harus sebagai router untuk mengatur jaringan di dalam

mengkonfigurasikan ulang. sebuah gedung atau fasilitas yang berhubungan dengan

2. Berdasarkan MAC Address jaringan, yaitu adanya aktivitas Server dan Client dalam

Keanggotaan suatu VLAN didasarkan pada melakukan transaksi data secara digital. Vyatta telah

MAC address dari setiap workstation /komputer yang mengubah dunia networking dengan mendistribusikan

dimiliki oleh user. Switch mendeteksi/mencatat semua router.

MAC address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN.

MAC address merupakan suatu bagian yang dimiliki

oleh NIC (Network Interface Card) di setiap

workstation. Kelebihannya apabila user berpindah

pindah maka dia akan tetap terkonfigurasi sebagai Gambar 2.1 Logo Vyatta Router OS

anggota dari VLAN tersebut.Sedangkan kekurangannya

bahwa setiap mesin harus di konfigurasikan secara 2.6 Pengertian Bandwidth

manual , dan untuk jaringan yang memiliki ratusan Definisi dari Bandwidth adalah banyaknya

workstation maka tipe ini kurang efissien untuk ukuran suatu data atau informasi yang dapat mengalir

dilakukan. dari suatu tempat ke tempat lain dalam sebuah

3. Berdasarkan tipe protokol yang digunakan network di waktu tertentu. Bandwidth dapat dipakai

Keanggotaan VLAN juga bisa berdasarkan untuk mengukur baik aliran data analog maupun data

protocol yang digunakan. digital. Sekarang sudah menjadi umum jika kata

4. Berdasarkan alamat subnet IP bandwith lebih banyak dipakai untuk mengukur aliran

Subnet IP address pada suatu jaringan juga data digital.

dapat digunakan untuk mengklasifikasi suatu VLAN. Satuan yang dipakai untuk bandwidth adalah

5. Berdasarkan aplikasi atau kombinasi lain Bits Per Second atau sering disingkat Bps. Seperti

diketahui bahwa bit atau binary digit adalah basis angka

3

yang terdiri dari 0 dan 1. satuan ini menggambarkan berapa

banyak bit (angka 0 dan 1) yang dapat mengalir dari satu Spesifikasi PC Router Vyatta

tempat ke tempat yang lainnya dalam setiap detiknya melalui Processor Intel Pentium 4

suatu media. Sedangkan batasan terhadap perlakuan atau cara Motherboard ASUS

pengiriman data misalnya adalah dengan pengiriman secara

Memory RAM 1 GB

parallel (synchronous), atau pengiriman secara serial

Hardisk 10 GB

(asynchronous), perlakuan terhadap media yang spesifik seperti

Monitor LCD Samsung 15

media yang tidak boleh ditekuk (serat optik), pengirim dan

penerima harus berhadapan langsung (line off sight), kompresi

3.2 Kebutuhan Yang Harus Dipenuhi

data yang dikirim.

Setelah melakukan pengumpulan data

2.7 Manajemen Bandwidth

melalui observasi, wawancara dan studi pustaka

Management Bandwith adalah suatu cara yang dapat

didapatkan hasil berupa kebutuhan yang harus

digunakan untuk management dan mengoptimalkan berbagai

dipenuhi dalam mendukung penyelesaian Proyek

jenis jaringan dengan menerapkan layanan Quality Of Service

Akhir adalah sebagai berikut:

(QoS) untuk menetapkan tipe-tipe lalulintas jaringan. QoS

1. Topologi jaringan yang digunakan

adalah kemampuan untuk menggambarkan suatu tingkatan

pada penelitian proyek akhir adalah

pencapaian didalam suatu sistem komunikasi data.

menggunakan topologi star.

Peningkatan pertumbuhan penggunaan internet

Penggunaan topologi star digunakan

ditambah dengan bertambahnya jumlah aplikasi-aplikasi

karena topologi ini mudah untuk

berbasis Web, telah mengakibatkan adanya permintaan

dikembangkan apabila ingin

ketersediaan sistem komunikasi yang sulit diprediksi. Dalam

menambah vlan id yang baru.

rangka mencapai suatu tingkat layanan yang dapat diterima dan

2. Pembuatan VLAN pada proyek akhir

mengatasi masalah Bandwith Bottleneck, maka para manajer

ini membutuhkan sebuah switch

jaringan memerlukan kemampuan untuk mengendalikan lalu

manageable, pada kasus ini akan

lintas jaringan dan mengembangkan prioritas kebijakan yang

digunakan Cisco 1801 Integrated

sesuai dengan Bandwith yang tersedia.

Router sebagai switch manageable.

2.7.1 Manajemen Bandwidth di Vyatta

3. Dengan adanya managemen

Mekanisme QoS Kualitas layanan adalah fitur yang

bandwitdth yang dibangun dengan

memungkinkan administrator jaringan untuk mengidentifikasi

menggunakan satu router OS berbasis

berbagai arus lalu lintas dan kemudian memperlakukan mereka

opensource akan menjadikan jaringan

sesuai dengan mereka masing-masing persyaratan, bukan

yang handal serta lebih efisien dari

hanya menggunakan mekanisme default. Pada sistem Vyatta

segi biaya.

default mekanisme QoS didasarkan pada antrian prioritas.

Selain mekanisme antrian default, sistem Vyatta menyediakan

berbagai QoS mekanisme untuk mengidentifikasi dan

3.3 Sistem yang Akan Dibuat

mengatasi berbagai arus lalu lintas yang dibuat melalui

Konfigurasi VLAN dan membangun

interface jaringan yang ada. Secara umum, ini dapat

manajemen bandwidth didalam VLAN tersebut.

dikategorikan sebagai mekanisme yang berlaku untuk lalu lintas

Semua konfigurasi dilakukan pada satu router os

inbound dan mekanisme yang berlaku untuk lalu lintas

yang digunakan yaitu Vyatta. Hal pertama yang

outbound.

akan kita konfigurasi adalah membangun VLAN

3 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

pada Vyatta dan membuat VLAN database di

3.1 Sistem yang telah ada

Swicth Menageable yang ada agar sesuai dengan

Pengerjaan proyek akhir ini akan menerapkan desain dan VLAN id yang ada di PC Router setelah itu barulah

implementasi Virtual Local Area Network dan managemen kita membuat sebuah pengaturan bandwidth

bandwitdh menggunakan Vyatta router OS pada PC router. didalam VLAN tersebut. Berikut ini adalah detail

Penelitian proyek akhir dengan judul “Managemen skema jaringan menggunakan Virtual LAN pada

bandwidth dengan menggunakan Vyatta”. Dan berikut proyek akhir ini, sebagai berikut :

adalah sistem perangkat komputer yang akan digunakan

pada studi kasus kali ini :









4

Linux Mempunyai beberapa kelebihan,

antara lain adalah:

1. Linux merupakan sistem operasi bebas dan

terbuka. Sehingga dapat dikatakan, tidak

terdapat biaya lisensi untuk membeli atau

menggunakan Linux. Serta saat ini jumlah

aplikasi bebas untuk Linux kian hari

meningkat dan menjamin kesinambungan

menggunakan Linux.

2. Jika dibandingkan dengan sistem operasi

windows sistem keamanan di Linux lebih

unggul. Sistem Operasi Windows mudah

terkena virus, spyware, trojan, adware,

rootkit, dsb. Namun dalam sistem operasi

Linux Hal ini hampir jarang terjadi.

3. Linux relatif stabil dibandingkan dengan

sistem operasi windows. Komputer yang

dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat

Gambar 3.1 Skema jaringan VLAN dan pengaturan dikenal stabil berjalan tanpa henti. Sehingga,

bandwidth tidaklah mengherankan bila Linux mempunyai

pangsa pasar server dunia yang cukup besar.

3.4 Analisis Kebutuhan Masukan “Dari hasil riset IDC, pangsa pasar server

System yang dibangun membutuhkan masukan-masukan dunia yang menggunakan Linux pada tahun

sebagai berikut: 2008 telah mencapai 65%” (sumber:

 Jumlah VLAN ID yang dibuat beserta ip addressnya http://www.eweek.com).

masing-masing. 4. Kebutuhan hardware lebih rendah pada

 Besaran bandwidth yang akan digunakan. sistem operasi Linux dan tidak perlu

 Pembagian bandwidth berdasarkan VLAN id yang ada. komputer terbaru. Serta Linux mempunyai

kompatibilitas ke belakang yang lebih baik

3.5 Analisis Kebutuhan Keluaran (better backward-compatibilty). Perangkat

System yang dibangun memiliki keluaran sebagai berikut:

keras (hardware) yang telah berusia lama,

 Adanya group VLAN yang telah dibangun. masih sangat berguna dan dapat dijalankan

 Pemakaian bandwidth yang lebih teratur dengan baik di atas Linux.

disesuaikan dengan kebutuhan sistem jaringan. 3.6.3 Analisis pemilihan router VLAN

Cisco merupakan sebuah perangkat keras

3.6 Analisis Pemilihan Perangkat Lunak

yang digunakan untuk bermacam macam kebutuhan

Untuk menyelesaikan proyek akhir ini, maka

untuk menangani lalu-lintas data network. Hampir di

dibutuhkan analisis beberapa perangkat lunak yang akan

semua perangkat ruting di seluruh dunia menggunakan

digunakan untuk dapat memenuhi kebutuhan dan mencapai

cisco dengan kemampuan seperti routing protokol BGP,

tujuan yang diinginkan.

OSPF, RIP, IGRP dan lain-lain. Namun perangkat

3.6.1 Analisis Sistem Operasi

tersebut sangat lah mahal harganya seperti Cisco

Pada tabel dibawah ini adalah tabel perbandingan

sistem operasi router antara vyatta dan cisco adalah sebagai

berikut :



LINUX WINDOWS KETERANGAN

Total 34 29 Kriteria Point

Gambar 3.2 Cisco

74% Penilaian

Skor 88% 7600 saja sudah Rp. 150.000.000. Sedangkan

Sempurna = 5

VYATTA adalah sebuah Router Yang mengklaim

(100%) Baik = 4

dirinya Sebagai CISCO competitor karena hampir

Cukup Baik = 3

bahasa Vyatta menggunakan Bahasa CISCO,

Kurang Baik = 2

Vyatta mendukung beberapa fungsi Router

Buruk = 1

Diantaranya : • Basic System - (Menggunakan CLI,

Management, Logging, SNMP, Installsi &

3.6.2 Kelebihan Sistem Operasi Linux Updgrades).

5

Internet







Pc Router

Gambar 3.3 Vyatta Gateway

 LAN Interfaces - (Ethernet, Loopback, VLAN,

Bridging, Ethernet Link Bonding)

 WAN Interfaces - (Serial, DSL, Wireless

Pc router VLAN

dan Manajemen

Bandwidth

Modem)

 Encapsulations and Tunnels - (Cisco HDLC,

SWICTH

Frame Relay, PPP, PPPoE, Multilink, Tunnels)

 IP Services - (SSH, Telnet, DHCP, DNS, NAT,

Web Caching)

 Basic Routing

VLAN 10 VLAN 20

 BGP Routing

 OSPF Routing

Gambar 3.4 Logical Design Jaringan

 RIP Routing

 IPv6 Commands 3.8.2

 Policy and QoS Physical Design

 VPN - (IPsec site-to-site, remote access,

INTERNET

OpenVPN)

 High Availability - (WAN LB, Clustering, VRRP,

RAID1)

 Security - (Firewall, Intrusion Prevention, PC Router Vyatta PC Router Vyatta

Filtering)

Itulah keunggulan dari vytta bayangkan kita bisa membuat

Jaringan Besar Dengan Vyatta Baik Itu Wan ataupun LAN, Routing VLAN dan NAT &

dengan hanya bermodalkan komputer Low Cost end ( butut Manajemen Bandwidth GATEWAY



) misalnya pentium III sudah dapat paling tidak sudah bisa

melakukan fungsi ruting seperti halnya Cisco.

Cisco 1801 Router

3.7 Analisis Pemilihan Perangkat Keras Tambahan Untuk Swicth Manageable Integrated



Simulasi Jaringan

Untuk menyelesaikan proyek akhir ini, maka

dibutuhkan analisis beberapa perangkat keras/hardware

yang akan digunakan untuk dapat memenuhi kebutuhan

dan mencapai tujuan yang diinginkan. Analisis yang

dilakukan antara lain sebagai berikut:

3.7.1 Analisis spesifikasi Jaringan VLAN 10 VLAN 20



Kemampuan jarigan komputer akan sangat berperan

dalam kinerja Virtual LAN dengan Radius dan Proxy server.

Gambar 3.5 Physical Design Jaringan

Tentu saja kinerja dari suatu jaringan akan dipengaruhi oleh

komponen jaringan yang akan digunakan. Idealnya Gambar diatas adalah skema jaringan yang

menggunakan komponen jaringan dengan kemampuan dibuat untuk memodelkan skema diagram

tinggi, tetapi hal itu akan berbanding lurus dengan harga jaringan yang ada di Politeknik Telkom khususnya

yang harus dikeluarkan. bagian laboratorium 3 lantai 3. Penyesuaian

3.7.2 Analisis Spesifikasi Penggunaan Hardware skema diagram jaringan Politeknik Telkom dengan

Pada implementasinya VLAN akan menggunakan 2 skema diagram jaringan untuk simulasi antara lain:

client dengan spesifikasi processor Pentium 4 dan 2 router 1. Internet di dalam pemodelan

vyatta dengan processor AMDX2 Athlon dan Intel Core 2 disesuaikan dengan internet yang

Duo. Kedua router memiliki masing-masing 2 NIC. terdapat di skema jaringan Politeknik

Telkom.

3.8 Analisis skema kerja jaringan 2. Switch Lab3 Lt.3 di dalam pemodelan

Berikut adalah skema analisis yang akan digunakan : disesuaikan dengan switch yang

3.8.1 Logical Design

6

terdapat di skema jaringan Politeknik Telkom 2. Setting IP Address untuk masing-masing

laboratorium lantai 3. VLAN ID.

3. Manajemen bandwidth dilakukan dildalam 4.3 Konfigurasi VLAN

VLAN id yang telah dibuat. 4.3.1 Konfigurasi VLAN pada switch manageable

4.1 Implementasi VLAN Switch>enable

Implementasi Virtual local area network kali Switch#vlan database

ini dilakukan pada router OS vyatta 6.0 core yang Switch(vlan)#vlan 10 name jarkom

merupakan versi terbaru dari vyatta saat ini. Vyatta di Switch(vlan)#vlan 20 name manajemen

install diatas virtual masin yang dijalankan diatas Switch(vlan)#exit

system operasi windows xp serial pack 2. PC yang Switch#configure terminal

digunakan terdapat 2 NIC, satu NIC terhubung ke Switch(config)#interface fastethernet 1

internet sedangkan 1 NIC lagi terhubung ke VLAN Switch(config-if)#switchport mode trunk

melalui cisco 1801 integrated router dan client terdiri Switch(config-if)#switchporttrunk

dari dua buah kelompok VLAN. encapsulation dot1q

Switch(config-if)#no shutdown

Tabel 4.1 IP Address VLAN Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface fastethernet 3

NAMA VLAN VLAN 10 VLAN 20 Switch(config-if)#switchport mode access

DESKRIPSI Jarkom Manajemen Switch(config-if)#switchport access vlan 10

192.168.2.3- 192.168.3.4- Switch(config-if)#no shutdown

IP ADDRESS 192.168.2.254 192.168.3.254 Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface fastethernet 6

Masing –masing anggota VLAN akan terkoneksi satu Switch(config-if)#switchport mode access

sama lain dan juga terkoneksi ke jaringan internet. Dan Switch(config-if)#switchport access vlan 20

untuk membuat jaringan VLAN dibutuhkan Hardware Switch(config-if)#no shutdown

untuk mendukung dalam pemuatan jaringan VLAN, Switch(config-if)#exit

berikut tabel kebutuhan hardware: Switch(config)#exit



 Konfigurasi Ip address tiap VLAN

Jumla menggunakan DHCP

Hardware Model Sfesifikasi h vyatta@vyatta # set service dhcp-server

shared-network-

Fast Ethernet

name vlan10 subnet

9 192.168.2.0/24

Switch

Cisco Wan Options vyatta@vyatta # set service dhcp-server

manageabl 1

1801 1, Console 1, shared-network-

e

Auxilary name vlan10 subnet

1,ASDL Port 192.168.2.0/24 start

192.168.2.2 stop

PC 192.168.2.254

Fast Ethernet

Route vyatta@vyatta # set service dhcp-server

Router 3, RAM 512, 2

r shared-network-

Harddisk 4Gb

Vyatta name vlan10 subnet

Komputer PC Ethernet 1 2 192.168.2.0/24

default-router

192.168.2.1

4.2 Langkah - langkah konfigurasi VLAN vyatta@vyatta # set service dhcp-server

shared-network-

 Konfigurasi yang harus kita lakukan pada switch

name vlan10 subnet

manageable adalah :

192.168.2.0/24 dns-

1. Membuat data VLAN didalam switch.

server

2. Setting Port Trunking.

202.105.88.155

3. Setting mode akses setiap port.

vyatta@vyatta # set service dhcp-server

 Konfigurasi yang harus kita lakukan pada PC router

shared-network-

vyatta adalah :

1. Membuat daftar VLAN ID.

7

name vlan20 subnet

192.168.3.0/24

vyatta@vyatta # set service dhcp-server shared-

network-name vlan20 subnet

192.168.3.0/24 start

192.168.3.2 stop

192.168.3.254

vyatta@vyatta # set service dhcp-server shared-

network-name vlan20 subnet

192.168.3.0/24 default-

router 192.168.3.1

vyatta@vyatta # set service dhcp-server shared- Gambar 4.2 ping VLAN 10 ke router VLAN

network-name vlan20 subnet

192.168.2.0/24 dns-server

202.105.88.155 b.Pengujian ping VLAN 20

vyatta@vyatta # commit



 Konfigurasi Routing RIP pada Router VLAN



vyatta@vyatta # set protocol rip route network

192.168.5.0/24

vyatta@vyatta # set protocol rip route network

192.168.2.0/24

vyatta@vyatta # set protocol rip route network

192.168.3.0/24

vyatta@vyatta # set protocol rip route network

192.168.1.0/24

 Konfigurasi Sistem Routing Router Gateway Gambar 4.3 ping VLAN 20 ke 10

vyatta@vyatta # set system gateway-address

10.100.7.8

vyatta@vyatta # set protocol rip route network

192.168.5.0/24



4.4 Pengujian VLAN

Dibawah ini adalah skema jaringan VLAN pengujian

yang akan dilakukan dengan menggunakan 2 client :

4.4.1 Skema pengujian VLAN

Melakukan tes koneksi ping antar VLAN client dan

internet.VLAN client akan melakukan tes ping ke router VLAN

dan router gateway untuk memastikan proses routing terjadi

dengan baik. Gambar 4.4 ping VLAN 20 Ke router VLAN

4.4.2 Pengujian client VLAN

a.Ping dari VLAN 10









Gambar 4.5 Ping VLAN 20 Ke Internet

Gambar 4.1 Ping VLAN 10 ke 20





8

4.5 Manajemen Bandwidth didalam VLAN vyatta@vyatta# set qos-policy traffic-

Langkah- langkah yang harus kita lakukan sebelum shapper vlan class 20

melakukan konfigurasi manajemen bandwidth adalah : vyatta@vyatta# set qos-policy traffic-

1. Membuat Network Address Translation(NAT) pada shapper vlan class 20

router gateway agar router VLAN beserta jaringan bandwidth 80%

VLAN terkoneksi ke internet. vyatta@vyatta# set qos-policy traffic-

2. Manajemen bandwidth yang ada di jaringan VLAN. shapper vlan class 20

4.5.1 Konfigurasi NAT PC Router Vyatta match vlan 20 interface

 Konfigurasi NAT Router gateway ke Router VLAN eth0.20

vyatta@vyatta# set service nat rule 10 vyatta@vyatta# set qos-policy traffic-

vyatta@vyatta# set service nat rule 10 outbound shapper vlan class 20

interface eth1 match vlan 20 vif 20

vyatta@vyatta# set service nat rule 10 protocol all 4.6 Pengujian manajemen bandwidth

vyatta@vyatta# set service nat rule 10 source Pengujian hasil manajemen bandwidth

address 192.168.5.0/24 dilakukan dengan menggunakan software downloader.

vyatta@vyatta# set service nat rule 10 type Dalam hal ini yang akan dianalisa adalah throughput

masquerade dan transfer rate dari jaringan vlan. Data diambil dari

vyatta@vyatta# commit masing-masing client VLAN :

 Konfigurasi NAT Router VLAN ke Jaringan VLAN 4.6.1 Pengujian Algoritma Traffic-shaper

vyatta@vyatta# set service nat rule 10 Berikut adalah hasil pengukuran transfer-rate

vyatta@vyatta# set service nat rule 10 outbound- pada algortima traffic-shaper antara VLAN 10 dan VLAN

interface eth0 20.Kedua VLAN diberikan bandwidth sebesar 20 Kbps

vyatta@vyatta# set service nat rule 10 protocol all sebagai batas limit transfer data VLAN tersebut, dalam

vyatta@vyatta# set service nat rule 10 source keadaan kedua client VLAN sama-sama melakukan

address 192.168.2.0/24 proses download maka didapatkan hasil sebagai berikut

vyatta@vyatta# set service nat rule 10 type :

masquerade

vyatta@vyatta# set service nat rule 11

vyatta@vyatta# set service nat rule 11 outbound-

interface eth0

vyatta@vyatta# set service nat rule 11 protocol all

vyatta@vyatta# set service nat rule 11 source

address 192.168.3.0/24

vyatta@vyatta# set service nat rule 11 type

masquerade

vyatta@vyatta# commit

vyatta@vyatta# save

 Konfigurasi Default routing static ke IP Gateway

vyatta@vyatta# set protocol static route 0.0.0.0/0

next-hop 10.100.1.1 Gambar 4.17 Hasil Pengujian traffic-shaper VLAN 10



4.5.2 Konfigurasi manajemen bandwidth didalam VLAN

 Konfigurasi pengaturan bandwidth

vyatta@vyatta# set qos-policy traffic-shapper vlan

vyatta@vyatta# set qos-policy traffic-shapper vlan

bandwidth 100 kbps

vyatta@vyatta# set qos-policy traffic-shapper vlan

class 10

vyatta@vyatta# set qos-policy traffic-shapper vlan

class 10 bandwidth 20%

vyatta@vyatta# set qos-policy traffic-shapper vlan

class 10 match vlan 10 interface

eth0.10

Gambar 4.18 Hasil Pengujian traffic-shaper VLAN 20

vyatta@vyatta# set qos-policy traffic-shapper vlan

class 10 match vlan 10 vif 10

9

Terlihat dari transfer-rate yang terjadi bahwa dari bandwidth

yang diberikan sebesar 20 Kbps untuk semua VLAN maka

masing-masing VLAN akan mendapatkan sharing bandwidth

sebesar 10Kbps. Dan berikut adalah percobaan kedua ketika

VLAN 10 menghentikan proses download yang dilakukan maka

transfer-rate pada VLAN 20 akan meningkat yaitu :









4.21 Pengujian Rate Limiting 50 Kbps



4.6 Analisis

Berikut adalah beberapa analisis hasil dari

konfigurasi yang dilakukan, hasil analisis yang didapat

adalah sebagai berikut :

Gambar 4.19 Hasil Pengujian Traffic-shaper 4.7.1 Analisis Konfigurasi VLAN

Dari hasil diatas terlihat sifat sharing bandwidth dari algoritma Pada pembuatan VLAN kali ini dibangun

traffic-shapper terjadi. Jika salah satu client tidak menggunakan dengan menggunakan IP Dynamic Host Configuration

bandwidth yang ada maka bandwidth tersebut akan digunakan Protocol (DHCP) sehingga mempermudah pekerjaan

oleh client yang lain yang sedang menggunakan bandwidth. dari seorang Network Administrator yang tidak harus

melakukan setting manual untuk setiap PC client VLAN.

4.6.2 Pengujian Algoritma Rate-limiter Akan tetapi jika dalam penerapannya jenis VLAN yang

Berikut adalah pengujian dan pengukuran terhadap digunakan harus disesuaikan dengan skema jaringan

algoritma rate-limiter yang telah diterapkan dalam hal ini ada yang ada, karena untuk menentukan jenis

dua kali pengujian untuk pengujian pertama bandwidth dibatasi pengelompokkan VLAN apakah kita ingin berdasarkan

sebesar 10 kbps dan untuk pebgujian kedua bandwidth dibatasi port, Ip address ataupun MAC address sesuai dengan

menjadi 50 kbps, pengujian dilakukan diwaktu yang sama secara kebutuhan jaringan yang ingin dibangun.

bergantian dengan besaran bandwidth total 500 kbps sehingga

jika tidak dilakukan pengaturan bandwidth maka kecepatan 4.7.2 Analisis Konfigurasi Manajemen Bandwidth

download dapat mencapai 500 kbps. Penerapan manajemen bandwidth didalam

VLAN membuat jaringan lebih teratur dalam hal traffic

internetnya.Hal ini meningkatkan perfomansi jaringan

sesuai dengan konfigurasi yang kita inginkan.Algoritma

traffic-shapper dan rate-limiter yang digunakan sudah

dapat diterapkan pada client VLAN yang telah kita

buat. Traffic jaringan client VLAN yang melewati router

yang telah kita buat didalamnya bandwidth

management akan sesuai dengan traffic yang kita

konfigurasi sehingga menciptakan jaringan yang handal.









4.20 Pengujian Rate Limiting 10 kbps









10

5.Penutup DAFTAR PUSTAKA

5.1 Kesimpulan [1] Courseware, Politeknik Telkom 2009.

Dari hasil implementasi analisis terhadap hasil pengujian Networkk Administrator.Penerbit Politeknik Telkom

system maka didapatkanlah beberapa kesimpulan yaitu : Bandung.

1. Dengan adanya VLAN yang telah dibuat dengan system [2] Herlambang, Moch. Linto dan Azis Catur. 2008.

pemberian IP address menggunakan DHCP-Server Panduan Lengkap Menguasai Router Masa Depan

maka mempermudah network administrator dalam Menggunakan Mikrotik RouterOS. Penerbit Andi,

melakukan pengembangan jaringan. Yogyakarta.

2. Dengan adanya VLAN yang dibangun berdasarkan [3] Sofana, Iwan. 2010. CISCO CCNA & Jaringan

pengkonfigurasian port maka hal ini dapat menjaga Komputer. Penerbit Informatika, Bandung.

piranti-piranti hardware jaringan yang sensitive ke [4] Syafrizal, Melwin. 2005. Pengantar Jaringan

dalam VLAN yang berbeda. Komputer. Penerbit Andi, Yogyakarta

3. Dengan adanya bandwidth management yang [5] Wahana, Komputer. 2009. Administrasi

menggunakan algoritma traffic-shaper dan rate-limiter Jaringan Menggunakan Linux Ubuntu 9. Penerbit Andi,

didalam penerapannya membuat performansi jaringan Yogyakarta.

VLAN lebih terjaga dalam keadaan traffic yang penuh. [6] Dian Ardyansah, “Tehnologi Jaringan

4. Penerapan bandwidth management ini berpengaruh Komputer”, Kuliah Ilmu Komputer,

besar dalam mengatur traffic jaringan dalam VLAN. http://www.ilmukomputer.com, Jakarta, 2004.

Setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil bahwa [7] E. Setio Dewo, “Bandwidth dan Throughput”,

kecepatan transfer rate client VLAN akan mengikuti Artikel Populer Ilmu Komputer,

kecepatan transfer yang telah ditentukan di router http://www.ilmukomputer.com, Jakarta, 2004.

Vyatta. [8] C

Herry Bayu Prasetyo, “Cisco Network Assistant

- Cara instant setting Switch Cisco ”, Website

5.2 Saran http://www.ilmukomputer.com, Jakarta, 2007

1. Pembangunan VLAN disesuaikan dengan sistem [9] http://candra.unsri.ac.id/

jaringan yang ada sehingga dapat dicocokkan keadaan [10]

system dengan tipe VLAN yang akan digunakan. http://www.cisco.com/warp/public/614/11.ht

2. Tidak menggunakan Vmware dalam penerapannya. ml(cisco)

[11] http://www.Vyatta.org/documentation.html









11



Related docs
Other docs by dandanhuanghua...
GEOL 104 – Earth Through Time Laboratory
Views: 0  |  Downloads: 0
WECC
Views: 1  |  Downloads: 0
FA
Views: 6  |  Downloads: 0
MMARS Liaisons - Mass.Gov
Views: 4  |  Downloads: 0
Papua New Guinea Update
Views: 1  |  Downloads: 0
INF739_PH
Views: 0  |  Downloads: 0
Dashboard
Views: 21  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!