JUDUL KARYA ILMIAH
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA PENGARANG
WOLTER RUDOLF,SE,MBA
JAKARTA
2011
Contoh penulisan karya ilmiah Page 1
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Karya ilmiah dengan judul,” membuat energy alternative dari bahan alami buah mangga”, telah
disetujui oleh
Dosen pembimbing Science sebagai penugasan unjuk kerja, yang pendisainannya diberikan waktu 2
minggu dan penulisan reportnya dalam waktu 2 minggu.
Karya ilmiah ini diberikan bobot 4 sks Tahun Pelajaran 2011/2012 semester ganjil dan bertujuan
untuk pengembangkan diri mahasiswa dalam bidang science.
Disusun oleh:
Nama : …………….
Kelas : …………..
Pembimbing Materi dan Teknis Karya Ilmiah
Wolter Rudolf,SE,MBA.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 2
ABSTRAKSI
Rudolf SMP Cahaya Sakti
“membuat sumber energy listrik dari buah alami”.
Jenis karya ilmiah ini adalah penelitian experimental dimana peneliti memanipulasi dan
mengendalikan satu atau lebih varibel bebas, serta mengamati variable terikat, untuk melihat
perbedaan sesuai dengan manipulasi variable bebas (independent) tersebut atau penelitian yang
melihat hubungan sebab akibat kepada dua atau lebih variable dengan member perlakuan lebih
(treatment) kepada kelompok eksperimen yang diberikan.
Abstraksi
Abstraksi merupakan ringkasan penelitian yang berisikan:
1. Nama penulis
2. Judul karya ilmiah
3. Tujuan penelitian dan latar belakang penelitian
4. Metode penelitian
5. Metode pengumpulan data
6. Analisis data
7. Hasil penelitian
8. Kesimpulan dan Rekomendasi
Contoh penulisan karya ilmiah Page 3
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.
Karena berkat dan rahmatnya penulisan karya ilmiah judul “Membuat sumber energy dari bahan
alami buah mangga”, dapat diselesaikan.
Penelitian ini ditulis sebagai rasa tanggung jawab penulis untuk meraih gelar ….
Ucapan terima kasih kepada …. Yang mendukung terlaksananya karya ilmiah ini tuliskan nama ….
Jakarta, Nopember 2011
Contoh penulisan karya ilmiah Page 4
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL KARYA ILMIAH ………………………………………………………….. i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.…………………………………… ii
ABSTRAKSI ………………………………………………………………………. iii
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………… iv
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………….. v
DAFTAR TABEL ………………………………………………………………….. vi
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………………. vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang penulisan judul karya ilmiah ………………….. 1
1.2. Permasalahan ……………………………….……………………. 2
1.2.1. Identifikasi Masalah ………………..……………………. 3
1.2.2. Pembatasan Masalah …………………………………… 4
1.2.3. Rumusan Masalah ……………….……………………… 4
1.3. Tujuan Karya Ilmiah ………………………………….…………… 5
1.4. Manfaat Karya Ilmiah ……………………………….……………. 6
1.5. Sistematika Penyusunan Karya Ilmiah ………………………… 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan teori ……………………………….………………….. 8
2.2. Pengertian sel sederhana ……………………………………… 9
2.3. Hipotesis …………………………………………………………. 10
BAB III METODOLOGI KARYA ILMIAH
3.1. Metodologi karya ilmiah ……………………….………………… 11
3.2. Populasi dan Sampel ….……………………….………………… 11
3.2.1. Populasi …………………………………………………… 12
3.2.2. Sampel ……………………………………………………. 12
3.3. Teknik pengumpulan data ………………………………………. 12
3.4. Teknik pengolahan data ………………………………………… 13
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Sampel 1 …………………………………………………………... 14
4.2. Sampel 2 …………………………………………………………… 15
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan ………………………………………..……………….. 17
5.2. Saran-saran ………………………………………………………… 20
Contoh penulisan karya ilmiah Page 5
DAFTAR TABEL
Halaman
Table 1 …………………………………………………………………………….. 20
Table 2 ……………………………………………………………………………… 22i
Contoh penulisan karya ilmiah Page 6
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1 sel sederhana ….……………………………………………………….. 25
Gambar 2 sel alami mangga ………………….…………………………………… 27
Contoh penulisan karya ilmiah Page 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang masalah
Latar belakang masalah memuat tentang alur pemikiran penulis tentang rentetan fenomena-
fenomena atau peristiwa-peristiwa dimasa lalu, sedang terjadi dan masa yang akan datang, yang
berhubungan dengan objek seting penelitian, serta penyimpangan yang memerlukan penelitian
untuk menganalisis masalah.
1.2. Permasalahan
1.2.1. Identifikasi masalah
Indentifikasi masalah merupakan kelanjutan dari latar belakang masalah, dalam latar belakang
masalah sudah dijelaskan faktor-faktor yang yang menyebabkan masalah. Semua faktor tersebut
diteliti, akan tetapi karena keterbatasan waktu, biaya, kemampuan dan referensi yang relevan, maka
tidak semua faktor yang menyebabkan masalah tersebut kita teliti, untuk lebih mendalam maka
peneliti memilih beberapa faktor-faktor yang sangat urgen (penting).
1.2.2. Pembatasan masalah
Pembatasan masalah perlu dilakukan karena adalanya keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti,
khususnya waktu, tenaga, kemampuan teoritik yang relevan dengan penelitian, sehingga diharapkan
penelitian dapat dilakukan lebih terfokus dan mendalam.
Pembatasan masalah penelitian dapat dilakukan berhubungan dengan fokus penelitian (variable-
variabel yang diteliti), pendekatan penelitian, tempat penelitian, subjek instrument penelitian, dan
hasil penelitian.
1.2.3. Rumusan masalah
Rumusan masalah merupakan uraian dari masalah-masalah yang dimunculkan dalam latar belakang
yang dikemukakan terdahulu.
Rumusan masalah adalah jawaban atas pertanyaan, “apa masalahnya?” rumusan masalah
sebaiknya dinyatakan dengan kalimat pertanyaan atau pernyataan yang jelas dan padat.
Contoh:
1. Apakah ada pengaruh tingkat keasaman larutan elektrolit dengan besarnya sumber tegagan
yang dihasilkan?
2. Adakah pengaruh volume larutan elektrolit terhadap besarnya tegangan yang dihasilkan?
3. Apakah ada perbedaan besarnya tegangan antara botol yang satu dengan lainnya yang
memiliki larutan elektrolit yang sama?
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah tujuan untuk menjawab pertanyaan masalah yang diteliti secara spesifik,
untuk mencapai penelitian yang dilakukan. Bukan tujuan penulisan karya ilmiah untuk mendapatkan
nilai, akan tetapi tujuan penelitian adalah bersifat ilmiah, untuk menjawab permasalahan penelitian.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 8
Contoh:
1. untuk melihat pengaruh keasaman larutan elektrolit terhadap besarnya tegangan yang
dihasilkan.
2. Melihat pengaruh volume larutan elektrolit terhadap besarnya tengangan yang dihasilkan.
3. Membandingkan besarnya tegangan yang dihasilkan antara satu botol dengan botol lain
dengan larutan elektrolit yang sama.
1.4. Manfaat Penelitian.
Manfaat penelitian dapat dilihat dari empat sisi:
1. Manfaat secara teoritis/kegunaan terhadap pengembangan kemajuan ilmu pengetahuan.
2. Manfaat secara metodologi dapat memberikan metode untuk mengungkapkan dan mencari
jawaban masalah penelitian secara ilmiah.
3. Manfaat secara praktis, hasil penelitian dapat bermanfaat dan berkontribusi dalam mengatasi
masalah yang ada pada objek yang diteliti.
4. Manfaat untuk rekomendasi, hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi kepada peneliti
yang berminat melanjutkan penelitian yang berhubungan dengan masalah tersebut.
1.5. Sistematika Pembahasan
Untuk mempermudah dalam memahami isi karya ilmiah ini, maka perlu kiranya penulis menguraikan
secara sistematis penulisan karya ilmiah ini. Adapun karya ilmiah ini terbagi dalam 5 (lima) Bab,
yang penyusunannya sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menjelaskan mengenai latar belakang, permasalahan yang
timbul, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika
pembahasan
BAB II : TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Dalam bab ini penulis menjelaskan mengenai gambaran penelitian terdahulu,
landasan teori yang meliputi defenisi energy, energy alternative dan sel sederhana.
Serta hipetetis.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang metode penelitian, populasi dan sample
penelitian, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan dan analisis data.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini merupakan inti dari penyusunan penelitian, dimana diuraikan dengan jelas
hasil penelitan dan apa penyebab sehingga besar kecilnya tegangan yang
dihasilkan.
BAB V : SIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini penulis mengakhiri penelitian dimana pada akhir bab ini berisikan
tentang kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil-hasil pembahasan pada bab-bab
sebelumnya serta berisikan saran-saran yang mungkin berguna untuk perbaikan
bagi akademisi maupun para siswa untuk selalu berusaha meningkatkan kecintaan
terhadap karya ilmiah.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Bagian ini membicarakan tentang kajian pustaka atau literature, hasil studi leteratur sangat penting
terutama penelitian kuantitatif, sebab penelitian ilmiah perlu didasarkan pada teoritis yang digunakan
untuk merumuskan masalah dan membangun hipotesis penelitian.
Konsep teoritis dapat diperoleh melalui buku-buku teks, media massa (majalah, Koran, dan laporan
hasil-hasil penelitian, jurnal-jurnal, tv, internet yang mempunyai hubungan dengan variable-variabel
yang akan diteliti.
Kajian Pustaka berisi tentang hal-hal sebagai berikut:
A. Deskripsi tentang teori
1. Teori yang berhubungan dengan masalah yang diteliti dan hubungan antara teori secara
konseptual.
2. Review tentang hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan masalah penelitian.
Contoh:
Sel sederhana pertama sekali dibuat oleh Volta, dengan membuat dua lempengan logam dari
Cupri (tembaga) sebagai elektroda positif dan Zinkum (seng) sebagai elektroda negative dan
menempatkan kedua logam tersebut kedalam larutan elektrolit yang berisi larutan elektrolit
asam sulfat, menghasilkan potensial listrik yang bertahan dalam waktu yang singkat karena
timbulnay polarisasi dengan ditandai dengan adanya gelombung (bubble) gas hydrogen yang
menempel pada logam tembaga.
B. Kerangka Konseptual/Kerangka Pemikiran.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan oleh Volta, maka dapat dibuat sumber tegangan
dengan menggunakan larutan asam yang berasal dari bahan alami seperti buah-buahan yang
memiliki rasa asam, seperti jeruk asam, jeruk limau, apel, dll
C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang hendak dicari solusi
pemecahan melalui penelitian, yang dirumuskan atas dasar pengetahuan, pengalaman dan
logika yang kemudian akan diuji kebenarannya melalui penelitian yang hendak dilakukan.
Hipotesis tidak harus selalu muncul dalam penelitian, namun harus disesuaikan dengan jenis
penelitian, jika penelitian bersifat deskriptif, hipotesis tidak perlu dimuat dalam penelitian.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 10
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Bagian ini merupakan tahapan penelitian yang menjelaskan cara bagaimana penelitian dapat
dilakukan, agar hipotesis penelitian dapat teruji secara ilmiah dan empiric.
Untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik, peneliti harus menentukan metode yang sesuai
dengan tujuan penelitan yang ingin dicapai. Adapun metode untuk menjalankan penelitan mencakup:
A. Menentukan Pendekatan atau Jenis Penelitian.
Pendekatan penelitian yang akan digunakan adalah aspek yang sangat penting dalam suatuan
penelitian, adapun pendekatan penelitian yang akan digunaka terdiri dari pendekatan penelitian
kualitatif dan pendekatan kuantitatif, sesuai dengan metode penelitan yang sesuai dengan
masalah penelitian.
Jenis penelitian dibagi dua berdasarkan data yang diperoleh:
1. Penelitian Kwantitatif
2. Penelitian Kwalitatif
Penelitian Kwantitatif berdasarkan metodenya terdiri dari:
1. Deskriptif
2. Komparatif (perbandingan)
3. Korelasi
4. Eksperimen
5. Expos the Facto
6. Survey
Deskripsi
Metode ini digunakan untuk membantu peneliti mendeskripsikan ciri-ciri variable-variabel yang
diteliti atau merangkum pengamatan penelitian yang telah dilakukan tanpa membuat kesimpulan
yang berlaku untuk umum.
Analisis deskripsi dengan menggunakan ukuran kecendrungan memusat (measures of central
tendency), ukuran keberagaman (measures of variability).
Ciri-ciri :
1. Memahami dan menjelaskan variable-variabel yang diteliti, variable diukur dengan alat ukur
yang ditentukan oleh peneliti.
2. Menghitung data dari nilai terendah hingga nilai tertinggi dan menghitung frekuensi yang
didapat.
3. Menggunakan statistic deskripsi dengan menggunakan ukuran kecendrungan memusat
(measures of central tendency), ukuran keberagaman (measures of variability).
Komparatif
Penelitian ini adalah membandingkan satu variable atau lebih dengan sampel besar, atau
penelitian dilakukan dengan mengkaji beberapa fenomena-fenomena dalam berbagai bidang
seperti social, iptek.
Tujuan penelitian komparatif adalah dipakai untuk menguji teori sehingga ditemukan perbedaan
dan kesamaan.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 11
Penelitian Asosiatif (Korelasional)
Penelitian ini sering disebut dengan penelitian hubungan sebab akibat (kausal korelation). Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih, atau hubungan
antara variable bebas dengan variable terikat. Penelitian ini merupakan pola yang memiliki
tingkat tertinggi dibandingkan dengan pola deskriptif dan komparatif.
Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen adalah merupakan suatu penelitian yang menuntut peneliti memanipulasi
dan mengendalikan satu atau lebih variable bebas serta mengamati variable terikat, untuk
melihat perbedaan sesuai dengan manipulasi variable bebas (independent) tersebut atau
penelitian yang melihat hubungan sebab akibat kepada dua atau lebih variable dengan memberi
perlakuan lebih (treatment) kepada kelompok eksperimen yang diberi treatmen dibandingkan
dengan yang tidak diberikan treatmen, kelompok ini biasanya disebut kelompok control.
Penelitian Expost Facto (Kausalitas)
Penelitian expost fakto adalah merupakan penelitian yang dilakukan untuk meneliti suatu
peristiea yang telah terjadi dan kemudian mengamati ke belakang tentak faktor-faktor yang dapat
menyebabkan timbulnay kajian tersebut. penelitian ini menggunakan logika dasar sama dengan
eksperimen, hanyha saja dalam penelitian ini tidak ada manipulasi langsung kepada variable
bebas.
Penelitian Survey
Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap suatu
gejala atau pengumpulan informasi dari populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari
adalah data dari sampel sebagai mewakili data populasi tersebut.
Ciri khas penelitian ini adalah data penelitian dikujmpulkan dari responden dengan menggunakan
kuesioner.
Penelitian survey digambarkan sebagai proses untuk mentransformasikan lima komponen
informasi ilmiah dengan menggunakan enam control metodologis. Komponen-komponen
infromasi ilmiah adalah :
1. Teori
2. Hipotesis
3. Observasi
4. Generalisasi empiris, kesimpulan dari data-data yang telah didisederhanakan
5. Penerrimaan atau penolokan hipotesis.
Adapun enam control metodologisnya adalah sebagai berikut :
Penelitian Kwalitatif berdasarkan metodenya terdiri dari :
1. Fenomenologi (fenomena yang terjadi di masyarakat)
2. Historis (sejarah)
3. Case Study (studi kasus)
4. Etnografi (kebudayaan)
5. Grounded theory
6. Action Research (Penelitian tindakan) misalnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Contoh penulisan karya ilmiah Page 12
B. Menentukan Subjek Penelitian (Populasi dan Sampel)
Sebuah penelitian tentu memiliki subjek yang hendak diteliti, subjek yang diteliti haruslah dapat
mewakili apa yang diteliti.
Contoh:
Populasi yang diguanakan adalah buah-buahan yang mengandung asam
Sampel yang digunakan dalam penelitian karya ilmiah ini adalah asam jeruk, asam sankis, limau,
asam kunci, apel, strawberi.
C. Instrument Penelitian
Instrument penelitian digunakan untuk mendapatkan data penelitian dengan tingkat ketercapaian
data sesuai dengan fokus penelitian, baik itu penelitian kuantitatif maupun penelitian kualitatif,
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data harus sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian.
Data yang dibutuhkan dalam penelitian dapat berupa data primer dan data sekunder.
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dengan cara inter view (wawancara),
kuesioner (angket), observasi (pengamatan), data eksperimen berupa percobaan.
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan
persoalan penelitian, seperti literature yang memiliki relevasi.
E. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti setelah data terkumpul, Analisis
data penelitian kuantitatif adalah menggunakan analisis statistic. Terdapat dua statistic yaitu
statistic deskriptif dan statistic inferesial.
Analisis deskriptif, digunakan untuk membantu peneliti mendeskripsikan ciri-ciri variable-variabel
yang diteliti atau merangkum hasil pengamatan penelitian yang telah dilakukan tanpa membuat
kesimpuan yang berlaku untuk umum.
Analisis Inferensial digunakan peneliti untuk menetapkan sejauh manakah dapat menyimpulkan
hasil penelitian dari data yang diperoleh dalam kelompok yang terbatas.
Penelitian ini biasanya digunakan karena populasi sampel terlalu besar, dan peneliti memiliki
keterbatasan untuk meneliti semua subjek populasi. Peneliti harus menguasai uji statistic yang
sesuai untuk digunakan. Uji statistic digunakan untuk menjawab hipotesis nol, seperti uji chi
kuadrat, uji t, uji Anova, korelasi dan regresi.
Didalam percobaan yang dilakukan maka uji yang dilakukan adalah menggunakan analisis
Deskripsi dengan menggunakan statistic sederhana. Yaitu dengan menggunakan rata-rata dan
sigma untuk enam botol percobaan.
Contoh:
Contoh penulisan karya ilmiah Page 13
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Memuat table data penelitian dengan merinci tiap-tiap eksperimen
Contoh penulisan karya ilmiah Page 14
BAB V
PENUTUP
1. Simpulan
2. Saran-saran
Contoh penulisan karya ilmiah Page 15
DAFTAR PUSTAKA
Contoh penulisan daftar pustaka
1. W Rudolf (2000), Keunggulan Investasi Dalam Bentuk Saham Dibandingkan Investasi Dalam
Bentuk Deposito Tahun 1999, Program MBA Saint John Jakarta.
2. W Rudolf (2002), Analisis Harga Saham Blue Chip di Bursa Efek Jakarta Tahun 2002,
Universitas Kertanegara Jakarta.
3. Iskandar, 2007 Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial Kuantitatif dan Kualitatif, Gaung
Persada Press, Jakarta.
Catatan :
Penulisan daftar pustaka ada dua model:
1. Nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, penerbit (jika ada edisi cantumkan), Kota
(tempat) diterbitkan.
2. Nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, Kota (tempat) ,diterbitkan, Penerbit (jika ada
edisi cantumkan),
Contoh penulisan karya ilmiah Page 16
JUDUL KARYA ILMIAH
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA PENGARANG
JAKARTA
2011
Contoh penulisan karya ilmiah Page 17
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Karya ilmiah dengan judul,” membuat energy alternative dari bahan alami buah mangga”, telah
disetujui oleh guru pembimbing Science SMP Cahya Sakti sebagai penugasan unjuk kerja, yang
pendisainannya diberikan waktu 2 minggu dan penulisan reportnya dalam waktu 2 minggu.
Karya ilmiah ini diberikan bobot satu kali ulangan harian pada Tahun Pelajaran 2011/2012 semester
ganjil dan bertujuan untuk pengembangkan diri siswa dalam bidang science untuk dapat ditampilkan
dalam karya ilmiah remaja dikemudian hari, semoga penulisan karya ilmiah ini dapat
mengembangkan minat para siswa untuk menggali energy alternative dihari yang akan datang.
Disusun oleh:
Nama : …………….
Kelas : …………..
Pembimbing Materi dan Teknis Karya Ilmiah
Wolter Rudolf,SE,MBA.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 18
ABSTRAKSI
Rudolf SMP Cahaya Sakti
Judul karya ilmiah ini adalah “membuat sumber energy listrik dari buah alami”, yang bertujuan untuk
mengembangkan energy alternative dari buah-buahan alami yang dapat diperoleh dengan mudah di
masyarakat.
Terbatasnya sumber energy yang berasal dari fosil akan berdampak pada habisnya energy tersebut
beberapa puluh tahun yang akan dating. Untuk mengatasinya maka perlu dicari terobosan baru
untuk mengatasi kelangkahan sumber energy tersebut. untuk itu dibuatlah enegi alternative dengan
merancang sel sederhana dengan menggunakan buah-buah alami yang dapat diperoleh dengan
mudah dimasyarakat seperti buah-buahan yang mengandung asam.
Jenis karya ilmiah ini adalah penelitian kwantitatif deskriptif dimana peneliti menggunakan
matematika statistic sederhana.
Metode pengumpulan data diperoleh dengan melakukan percobaan menggunakan Cupri sebagai
elektroda positif dan Zinkum sebagai elektroda negative dengan melarutkan kedua logam tersebut
dalam larutan elektrolit menggunakan tujuh buah-buahan.
Hasil percobaan kami analisis dengan menggunakan statistic sederhana yaitu dengan mencara rata-
rata dari enam botol percobaan dan juga menjumlahkan enam botol percobaan tersebut.
Hasil penelitian yang diperoleh ternyata Jeruk limau rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah
tegangan enam botol 5,45, Jeruk stroberi rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan
enam botol 5,45, Jeruk kunci rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45,
Jeruk lemon rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45, Jeruk jeruk nipis
rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45, Jeruk apel hijau rata-rata
perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45, Jeruk sunkis rata-rata perbotolnya
0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45
Dapat disimpulkan bahwa dari tujuh sampel yang diteliti ternyata jeruk limau memiliki voltase yang
paling besar dengan rata-rata 0,9125 Volt perbotol dan 5,450 Volt untuk enam botol. Yang paling
rendah adalah jeruk sunkis dengan rata-rata perbotol 0,1500 Volt perbotol dan 0,90 Volt untuk enam
botol. Pada percobaan ini lampu pijar kecil yang digunakan tidak dapat menyala, secara teoritis
dapat menyala karena jumlah enam botol sampel memiliki jumlah tegangan lebih dari 5 Volt
sementara spesifikasi lampu pijar yang digunakan hanya 2,5 Volt, penyebab tidak nyalanya lampu
disebabkan pemasangan rangkaian tidak baik sehingga tidak mampu untuk menyalakan lampu.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 19
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.
Karena berkat dan rahmatnya penulisan karya ilmiah judul “Membuat sumber energy dari bahan
alami buah mangga”, dapat diselesaikan.
Penelitian ini ditulis sebagai rasa tanggung jawab penulis akan tugas yang diberikan oleh guru IPA
(Fisika) SMP Cahaya Sakti untuk memenuhi tanggung jawab sebagai salah satu tuntutan satu kali
ulangan harian sekaligus pengembangan diri dalam bidang science.
Ucapan terima kasih kepada …. Yang mendukung terlaksananya karya ilmiah ini tuliskan nama ….
Jakarta, Nopember 2011
Contoh penulisan karya ilmiah Page 20
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL KARYA ILMIAH ………………………………………………………….. i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.…………………………………… ii
ABSTRAKSI ………………………………………………………………………. iii
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………… iv
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………….. v
DAFTAR TABEL ………………………………………………………………….. vi
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………………. vii
BAB I PENDAHULUAN
1.6. Latar belakang Masalah ……………………..………………….. 1
1.7. Permasalahan ……………………………………………………. 2
1.7.1. Identifikasi Masalah ………………..……………………. 3
1.7.2. Pembatasan Masalah …………………………………… 4
1.7.3. Rumusan Masalah ……………….……………………… 4
1.8. Tujuan Karya Ilmiah ……………………………………………… 5
1.9. Manfaat Karya Ilmiah ……………………………………………. 6
1.10. Sistematika Penyusunan Karya Ilmiah ………………………… 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.4. Landasan teori ……………………………….………………….. 8
2.5. Pengertian sel sederhana ……………………………………… 9
2.6. Hipotesis …………………………………………………………. 10
BAB III METODOLOGI KARYA ILMIAH
3.5. Metodologi karya ilmiah .……………………….………………… 11
3.6. Populasi dan Sampel ….……………………….………………… 11
3.6.1. Populasi …………………………………………………… 12
3.6.2. Sampel ……………………………………………………. 12
3.7. Teknik pengumpulan data ………………………………………. 12
3.8. Teknik pengolahan data .………………………………………… 13
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3. Sampel 1 …………………………………………………………... 14
4.4. Sampel 2 …………………………………………………………… 15
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.3. Kesimpulan ………………………………………..……………….. 17
5.4. Saran-saran ………………………………………………………… 20
DAFTAR PUSTAKA
Contoh penulisan karya ilmiah Page 21
DAFTAR TABEL
Halaman
Table 1 …………………………………………………………………………….. 20
Table 2 ……………………………………………………………………………… 22i
Contoh penulisan karya ilmiah Page 22
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1 sel sederhana ….……………………………………………………….. 25
Gambar 2 sel alami mangga ………………….…………………………………… 27
Contoh penulisan karya ilmiah Page 23
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sumber energy pada saat ini terbatas, dimana sumber energy utama adalah berasal dari fosil
berupa minyak bumi, batubara dan gas alam. Yang diperkirakan akan habis dalam beberapa tahun
lagi.
Misalnya Indonesia memilik6T2`i sumber fosil yang melimpah di tahun 1970 dan menjadi salah satu
pengekspor minyak bumi terbesar dan menjadi anggota OPEC, kini tidak menjadi pengekpor minyak
akan tetapi pengimpor minyak dengan produksi minyak kurang lebih 940 barrel perhari dan
mengkonsumsi minyak 1400 barrel perhari dipastikan Indonesia akan menginpor minyak untuk
kebutuhan dalam negeri.
Dengan berkurangnya cadangan minyak yang berasal dari fosil dipastikan suatu saat
manusia akan kekurangan sumber energy. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan terobosan
baru untuk mencari energy aternatif diantaranya energy sinar matahari, energy panas bumi, energy
air terjun, energy pasang surut air laut, energy bio disel, energy lain yang dapat diperbaharui yang
yang bersumber dari tumbuhan misalnya energy yang sudah banyak dikembembangkan berasal dari
buah jarak, crud palm oil (CPO) minyak sawit, akan tetapi sampai saat ini minyak sawit masih
merupakan energy yang mahal, lebih mahal dari minyak bumi, untuk itu maka dikembangkanlah
salah satu sumber energy dari sel sederhana yang dapat diperoleh secara mudah dimasyarakat
dengan menggunakan cupri (tembaga) sebagai elektroda posifit, dan zincum (sebagai elektroda
negative) dan larutan elektrolit digunakan asam yang berasar dari tumbuhan.
Terbatasnya sumber energy, diperkirakan dalam beberapa puluh tahun yang akan datang
diperkirakan akan habis, untuk itu diperlukan pengembangan energy alternative yang dapat
menggantikan energy fosil. Untuk itu dikembangkanlah energy yang dapat diperbaharui salah
satunya adalah dengan menggunakan sel sederhana yang dapat diperoleh di masyarakat dan tidak
akan pernah habis sepanjang masa.
1.2. Permasalah
1.2.1. Identifikasi masalah
Apakah energy yang dibangkitkan dari sumber tegangan dari sel sederhana dapat
dikebangkankan menjadi energy listrik?
1.2.2. Pembatasan masalah
Agar permasalah yang diteliti tidak terlalu luas maka digunakan buah-buah yang memiliki
rasa yang asam untuk digunakan sebagai larutan elektrolit, dalam hal ini buah yang memiliki
rasa asam yang digunakan adalah jeruk limau, jeruk asam, jeruk sankis, jeruk kunci,
strawberi, apel.
1.2.3. Rumusan masalah
Apakah ada pengaruh tingkat keasaman buah (larutan elektrolit) terhadap besarnya
tegangan yang dihasilkan?
1.3. Tujuan Penelitian
Penelitan ini dilakukan untuk mendapat gambaran secara jelas perbedaan tingkat keasaman
(buah) terhadap besarnya tegangan yang dihasilkan oleh sel sederhana.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 24
1.4. Manfaat Penelitian
Penelitian ini penulis lakukan sebagai rasa tanggung jawab penulis terhadap tugas yang
diberikan oleh guru science dalam rangkah pembutan karya ilmiah. Disamping itu penulis
juga mengharapkan agar hasil penelitian ini berguna untuk:
a. Siswa untuk pengembangkan potensi diri dalam melakukan penelitian sederhana sebagai
cikal bakal pengembangan ilmu untuk mencintai penelitian dalam rangka pengembangan
ilmu pengetahuan.
b. Bagi sekolah berguna untuk meningkatkan mutu sekolah dalam rangka pengembangan
ilmu yang diterapkan di SMP Cahaya Sakti, dan diharapkan pada masa yang akan datang
dapat mengikuti karya ilmiah remaja dan disertakan dalam lomba baik dilingkungan
Diknas, maupun penelitian yang dilakukan oleh LIPI.
c. Bagi masyarakat sebagai bahan referensi untuk mengembangkan penelitian yang lebih
lanjut dalam mencari energy alternative dikemudian hari.
d. Bagi penulis untuk menerapkan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku sekolah, agar
selalu melatih kemampuannya khususnya melakukan penelitian sederhana.
1.5. Sistematika Pembahasan
Untuk mempermudah dalam memahami isi karya ilmiah ini, maka perlu kiranya penulis menguraikan
secara sistematis penulisan karya ilmiah ini. Adapun karya ilmiah ini terbagi dalam 5 (lima) Bab,
yang penyusunannya sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menjelaskan mengenai latar belakang, permasalahan yang
timbul, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika
pembahasan
BAB II : TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Dalam bab ini penulis menjelaskan mengenai gambaran penelitian terdahulu,
landasan teori yang meliputi defenisi energy, energy alternative dan sel sederhana.
Serta hipetetis.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang metode penelitian, populasi dan sample
penelitian, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan dan analisis data.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini merupakan inti dari penyusunan penelitian, dimana diuraikan dengan jelas
hasil penelitan dan apa penyebab sehingga besar kecilnya tegangan yang
dihasilkan.
BAB V : SIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini penulis mengakhiri penelitian dimana pada akhir bab ini berisikan
tentang kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil-hasil pembahasan pada bab-bab
sebelumnya serta berisikan saran-saran yang mungkin berguna untuk perbaikan
bagi akademisi maupun para siswa untuk selalu berusaha meningkatkan kecintaan
terhadap karya ilmiah.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 25
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Elemen Listrik
Elemen listrik itu ialah salah satu sumber yang ada dari arus listrik yang searah. Ada
dua macam elemen listrik, yaitu ada elemen primer dan ada juga elemen sekunder.
2.1.1.1 Elemen primer
Elemen primer itu ialah sumber dari arus listrik yang tidak bisa diisi ulang lagi apabila
muatan listriknya sudah habis. Ini disebabkan akibat adanya suatu reaksi kimia yang terjadi
di dalam suatu elemen dan tidak bisa lagi kembali menjadi bahan kimia seperti semula
(irreversible). Contoh elemen primer adalah elemen Volta, elemen Lechlance, dan elemen
Daniell.
2.1.1.2 Elemen sekunder
Elemen sekunder ialah sumber arus listrik yang bisa diisi ulang kembali dengan
muatan listriknya yang sudah habis. Reaksi kimia yang sudah terjadi di dalam suatu elemen
sekunder dapat dikembalikan menjadi bahan kimia seperti semula. Contohnya aki, baterai isi
ulang, Sel NiCad.
2.2 Sel Volta
Penemu dari elemen volta adalah Alessandro Volta (1475-1827) , seorang ahli fisika dari
Italia. Berikut ilustrasi sederhana dari sel volta yang pertama kali ditemuka
Cu Zn Cu Zn
gelembung polarisasi
H2
H 2SO4
H2 encer
aliran.elektron
Sel.Sederhana
Contoh penulisan karya ilmiah Page 26
Prinsip kerja sel volta
Sel volta di sini berfungsi seperti baterai. Cu atau tembaga dihubungkan ke Zn atau
seng. Akibat dari reaksi ini, lampu di atas akan menyala. Sumber energinya adalah larutan
H2SO4. Tetapi ada masalah; Zn atau seng lama-lama akan terkikis oleh larutan H2SO4, dan
akan tercipta gelembung H2O. H2O ini akan menempel di Cu atau tembaga, dan jika
batangan tembaga sudah penuh dengan gelembung-gelembung H2O ini, listrik akan
terputus dan lampu akan mati. Hal ini terjadi ±5menit setelah listrik pertama kali
dihubungkan. Hal ini dikenal dengan istilah “polarisasi”.
Tahun 1835, John Daniell mencegah terjadinya polarisasi dengan menambahkan
suatu zat yang disebut “depolarisator”. Elemen Daniell ini terdiri dari silinder tembaga dan
larutan tembaga sulfat (CuSO4) dan batang seng dalam larutan asam seng sulfat (ZnSO4).
Elemen ini berhasil menghasilkan beda potensial sekitar 1.1 volt.
Tahun 1886 Leclanche membuat elemen leclanche dengan mengganti H 2SO4
dengan ammonium Klorida (NH4Cl). Sebagai depolarisator, beliau menggunakan mangan
oksida (MnO2) yang dicampur dengan serbuk karbon.Antara depolarisator dan larutan
elektrolit, dipisahkan dengan dinding berpori. Hasilnya, daya tahan lebih lama, dan beda
potensial 1,5 volt.
2.3 Kerangka Pemikiran
Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan Volta, Daniell, dan Leclanche,
ketiganya menggunakan larutan dengan PH rendah, dan terlihat jelas bahwa larutan asam
ini adalah salah satu material penting dalam berjalannya sel volta.
Bagaimana jika asam buatan ini diganti dengan asam dari sari buah-buahan yang
memiliki PH rendah juga.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 27
BAB 3
METODOLOGI KARYA ILMIAH
3.1 Metodologi karya ilmiah
Bagian ini merupakan tahapan penelitian yang menjelaskan cara penelitian yang
dilakukan agar penelitian dapat teruji secara ilmiah.
Metode penelitian ini adalah metode kwantitatif deskriptif
Metode ini digunakan untuk membantu peneliti mendeskripsikan ciri-ciri variable yang
diteliti/ merangkum pengamatan penelitian yang telah dilakukan tanpa membuat
kesimpulan yang berlaku untuk umum. Analisis deskripsi dengan menggunakan
ukuran kecenderungan memusat ( measures of central tendency) ukuran keberagaman.
Ciri-ciri deskripsi :
1. Variable diukur dengan alat ukur yang ditentukan peneliti
2. Menghitung data dari nilai terendah hingga tertinggi, hitung frekuensi yang
didapat.
3. Menggunakan statistic deskripsi dengan menggunakan ukuran kecenderungan
memusat, ukuran keberagaman.
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1. Populasi
Populasi yang digunakan sebagai larutan elektrolit adalah semua jenis buah-
buahan yang mengandung rasa asam.
3.2.2. Sampel
Sampel yang digunakan adalah buah Jeruk limau, stowberi, jeruk lemon, jeruk
kunci, jeruk nipis, apel hijau, jeruk sankis.,
3.3 Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara melakukan
percobaan/eksperimen.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 28
1. Pertama-tama Siapkan alat dan bahannya yaitu :
- Alat : 6 botol plastic sebagai tempat sel sederhana,6 seng sebagai elektroda
negative,6tembaga sebagai elektroda positive.
- Bahan : (secukupnya) asam buah sebagai larutan elektrolit.
Contoh : Buah jeruk nipis, jeruk limau, jeruk kunci, strauberi, sunkis, & apel
hijau
2. Kedua melubangi 2 lubang (kiri dan kanan) bagian atas botol yg seimbang, sebanyak 6
botol lalu di tata berderetan.
3. Memblender dan memeras buah yang akan diuji tanpa di beri air untuk di ambil sari air
asam aslinya.
4. Merangkai kabel
5. Masukkan sari air buah yang sudah diperas ke dalam botol.
6. Sambungkan ujung kabel kanan dengan tembaga dan sambungkan ujung kabel kiri
dengan seng
7. Ukur tegangannya yang dihasilkan dari sari air buah masing-masing botol
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah yang bersifat asam dan
sempel yang digunakan adalah jeruk limau, jeruk nipis, jeruk kunci, strobery, lemon,
apel hijau,dan sankis
3.4 Teknik pengolahan data
Teknik pengolahan yang digunakan adalah menggunakan cara analisis mathematic
statistic dengan menghitung rata-rata enam botol sel sederhana dan menjumlahkannya
Hasil tegangan (voltase) dari sari air buah dari masing-masing tiap botol di buatkan
table. Tabel tersebut berisi jumlah dan rata-rata voltase yang dihasilkan dari tiap botol
percobaan.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 29
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Percobaan 1
NO JERUK LIMAU PH VOLTASE
1 Botol 1 0,91
2 Botol 2 0,90
3 Botol 3 0,89
4 Botol 4 0,93
5 Botol 5 0,91
6 Botol 6 0,92
Jumlah ∑ 5,45
Rata-rata 0,9125
Percobaan 2
NO STROBERI PH VOLTASE
1 Botol 1 0,90
2 Botol 2 0,85
3 Botol 3 0,93
4 Botol 4 0,91
5 Botol 5 0,86
6 Botol 6 0,89
Jumlah ∑ 5,34
Rata-rata 0,89
Percobaan 3
NO JERUK KUNCI PH VOLTASE
1 Botol 1 0,91
2 Botol 2 0,82
3 Botol 3 0,90
4 Botol 4 0,89
5 Botol 5 0,90
6 Botol 6 0,91
Jumlah ∑ 5,33
Rata-rata 0,9888
Percobaan 4
NO LEMON PH VOLTASE
1 Botol 1 0,93
2 Botol 2 0,92
3 Botol 3 0,95
4 Botol 4 0,54
5 Botol 5 0,91
6 Botol 6 0,92
Jumlah ∑ 5,17
Rata-rata 0,8617
Contoh penulisan karya ilmiah Page 30
Percobaan 5
NO JERUK NIPIS PH VOLTASE
1 Botol 1 0,63
2 Botol 2 0,72
3 Botol 3 0,72
4 Botol 4 0,84
5 Botol 5 0,78
6 Botol 6 0,75
Jumlah ∑ 4,44
Rata-rata 0,7400
Percobaan 6
NO APEL HIJAU PH VOLTASE
1 Botol 1 0,39
2 Botol 2 0,40
3 Botol 3 0,38
4 Botol 4 0,37
5 Botol 5 0,38
6 Botol 6 0,38
Jumlah ∑ 2,30
Rata-rata 0,3833
Percobaan 7
NO JERUK SANKIS PH VOLTASE
1 Botol 1 0,19
2 Botol 2 0,22
3 Botol 3 0,09
4 Botol 4 0,06
5 Botol 5 0,08
6 Botol 6 0,26
Jumlah ∑ 0,90
Rata-rata 0,15
NO SAMPLE PH VOLTASE
1 Jeruk Limau 0,9125
2 Stroberi 0,9890
3 Jeruk Kunci 0,9888
4 Lemon 2,0 – 3,0 0,8617
5 Jeruk Nipis 2,0 – 2,8 0,7400
6 Apel Hijau 0,3833
7 Jeruk Sankis 0,1500
Jumlah ∑ 5,0253
Rata-rata 0,8376
Dari hasil percobaan diperoleh :
Contoh penulisan karya ilmiah Page 31
1. Jeruk limau rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45
2. Jeruk stroberi rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45
3. Jeruk kunci rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45
4. Jeruk lemon rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45
5. Jeruk jeruk nipis rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45
6. Jeruk apel hijau rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45
7. Jeruk sunkis rata-rata perbotolnya 0,912 Volt dan jumlah tegangan enam botol 5,45
Pembahasan
Dari seluruh percobaan dengan menggunakan buah-buahan maka jeruk limau menghasilkan voltase
paling besar dengan rata-rata 0,9125 Volt perbotol dan 5,45 Volt untuk enam botol. Sementara
paling rendah adalah jeruk sunkis dengan rata-rata 0,1500 Volt perbotol dan 0,90 Volt untuk enam
botol.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 32
BAB V
PENUTUP
SIMPULAN DAN SARAN
Dari tujuh sampel yang diteliti ternyata jeruk limau memiliki voltase yang paling besar dengan rata-
rata 0,9125 Volt perbotol dan 5,450 Volt untuk enam botol. Yang paling rendah adalah jeruk sunkis
dengan rata-rata perbotol 0,1500 Volt perbotol dan 0,90 Volt untuk enam botol.
Secara teoritis bila kita menggunakan 14 botol jeruk limau maka dapat dipergunakan untuk
menghidupkan mobil yang menggunakan akumulator 12 Volt sebagai sumber tegangan.
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa buah-buahan yang mengandung kadar asam yang
tinggi dapat dipergunakan untuk membangkitkan tegangan listrik.
Contoh penulisan karya ilmiah Page 33
Contoh penulisan daftar pustaka
DAFTAR PUSTAKA
4. W Rudolf (2000), Keunggulan Investasi Dalam Bentuk Saham Dibandingkan Investasi Dalam
Bentuk Deposito Tahun 1999, Program MBA Saint John Jakarta.
5. W Rudolf (2002), Analisis Harga Saham Blue Chip di Bursa Efek Jakarta Tahun 2002,
Universitas Kertanegara Jakarta.
6. Iskandar, 2007 Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial Kuantitatif dan Kualitatif, Gaung
Persada Press, Jakarta.
Catatan :
Penulisan daftar pustaka ada dua model:
3. Nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, penerbit (jika ada edisi cantumkan), Kota
(tempat) diterbitkan.
4. Nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, Kota (tempat) ,diterbitkan, Penerbit (jika ada
edisi cantumkan),
Contoh penulisan karya ilmiah Page 34