Docstoc

Koperasi

Document Sample
Koperasi Powered By Docstoc
					                                                                                    1




        PERNYATAAN ORIGINALITAS DAN PUBLIKASI

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Judul PI               : Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah

Nama                   : Cynthia Permata Sari

Npm                    : 11210636

Kelas                  : 2EA13

Fakultas/Jurusan       : Ekonomi/ Management S1

Waktu Penyelesaian : November 2011



        Dengan ini menyatakan bahwa hasil penulisan ilmiah (PI) ini di buat murni
hasil kerja sendiri dan menyatakan benar akan keasliannya. Apabila ternyata di
kemudian hari penulisan ilmiah ini merupakan hasil plagiat atau penjiplakan
secara keseluruhan terhadap karya orang lain, maka saya bersedia
mempertanggung jawabkan sekaligus bersedia menerima sanksi berdasarkan
tatatertib yang berlaku di unversitas Gunadarma.

      Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa
paksaan dari siapapun.




                                                    Bekasi, 01 November 2011




                                                      (Cynthia Permata Sari)




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                           2




                      LEMBAR PENGESAHAN


Judul PI               : Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah

Nama                   : Cynthia Permata Sari

NPM                    : 11210636

Fakultas/Jurusan       : Ekonomi/ Management S1

Waktu Penyelesaian : November 2011



                               Menyetujui,



 Pembimbing,                                             Koordinator PI

                                                      Fakultas Ekonomi




   (Nurhadi)                           (Fettiana Gianadevi, Skom., MMSI)




                         Ketua Jurusan Management




                        (Iman Murtono Soenhadji, Ph.D)



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                    3




                               ABSTRAKSI


Cynthia Permata Sari, 11210636

Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah

PI. Jurusan Management, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2011

Kata Junci : Bank umum, Syariah



        Bank (cara pengucapan: [bang]) adalah sebuah lembaga intermediasi
keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan
uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai
banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran
uang . Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha
yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-
bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun
terakhir. Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat
ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat
mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan.

        Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan
yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan
sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun
meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi
untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan
dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll),
dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                   4




                           KATA PENGANTAR


        Pertama-tama saya panjatkan puji dan syukur atas kehadiran ALLAH SWT
yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya dapat menyelesaikan karya
tulis ilmiah ini dengan baik. Dan tepat waktu.

        Penulisan Ilmiah ini di buat untuk melengkapi nilai mata kulaih Bank dan
Lembaga Keuangan 1. Agar terpenuhinya nilai tugas dan mendapatkan nilai yang
maksimal dalam mata kuliah ini.

        Pada kesempatan kali ini, saya selaku penulis juga ingin mengucapkan
terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan
karya tulis ini, terutama Bapak Nurhadiselaku Dosen Pembimbing, kepada kuarga
saya yang juga slalu memotivasi, dan kepada Muhammad Rizky Aprianto selaku
motivator terbaik dan teman-teman di 2EA13 yang telah membantu atas
terselesainya penulisan ilmiah ini dengan baik, juga teman-teman saya yang lain
yang ikut membantu memberi spirit agar terselesaikannya tugas penulisan ilmiah
ini. Dan juga berbagai sumber yang telah saya pakai sebagai data dan fakta pada
karya tulis ini.

        Saya mengakui bahwa saya adalah manusia yang mempunyai
keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat
diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan karya tulis ini yang
telah saya selesaikan. Tidak semua hal dapat saya deskripsikan dengan sempurna
dalam karya tulis ini. Saya melakukannya semaksimal mungkin dengan
kemampuan yang saya miliki. Di mana saya juga memiliki keterbatasan
kemampuan.

        Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa saya memiliki
keterbatasan dan juga kekurangan, saya bersedia menerima kritik dan saran dari



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                 5




pembaca yang budiman. Saya akan menerima semua kritik dan saran tersebut
sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis saya di masa datang.
Sehingga semoga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan
dengan hasil yang lebih baik.

       Dengan menyelesaikan karya tulis ini saya mengharapkan ada manfaat
yang dapat diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat
membantu kita untuk mengetahui tentang “KREDIT” khususnya bagi kita
mahasiswa yang masih belum begitu paham tentang hal ini.




                                                    Bekasi, 11 November 2011

                                                            Penulis,




                                                      Cynthia Permata Sari




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                          6




                       HALAMAN PERSEMBAHAN

       Penulisan ilmiah ini di persembahkan untuk,

            Dosen Mata kuliah ini, Bapak Nurhadi

            Para Mahsiswa

            Dan seluruh pembaca yang ingin mengetahuin ttng perbank-an
             syariah (khususnya)




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                               7




                               DAFTAR ISI


Pernyataan Originalitas …………………………………………………………..…………………….                 1

Halaman Pengesahan ……………………………………………………………………………….….                      2

Abstraksi …………………………………………………………………………………………………..….                       3

Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………….…….                      4

Halaman Persembahan …………………………………………………………………………........                  6

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………….……………                       7

Daftar Gambar ………………………………………………………………………………………….….. 10

Daftar Tabel …………………………………………………………………………………………….…… 12



BAB I : PENDAHULUAN

   1.1. Latar Belakang ……………………………………………………..…….………………….. 13

   1.2. Rumusan Masalah Dan Batas Masalah………………………………….………..             14

       1.2.1. Rumusan Masalah ………………………………………………………………..…. 14

       1.2.2. Batasan Masalah …………………………………………………………..………… 14

   1.3. Tujuan penulisan …………………………………………………………………………..... 14

   1.4. Manfat Penulisan ……………………………………………………………………………. 14

   1.5. Metode penelitian ………………………………………………………………………….. 15

        1.5.1. Objek Penelitian …………………………………………………………………….. 15

        1.5.2. Data / Variable ………………………………………………………..……………. 15

        1.5.3. Metode Pengumpulan Data ………………………………...................... 15




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                8




BAB II : LANDASAN TEORI

   2.1. Kerangka Teori

       2.1.1. Pengertian Pembelajaran Perbankan Syariah …………………..…….       16

       2.1.2. Tujuan Dari Pembelajaran Perbankan Syariah …………………........   16

       2.1.3. Pengertian Perbankan Syariah……………………………………………….… 16

       2.1.4. Pinsp Perbankan Syariah………… ………………………………………………               16

       2.1.5. Dewan Pengawas, Komisaris, dan Direksi ……………………………….. 17

       2.1.6. Kegiatan Usaha Bank Syariah ………………………………………………….. 17

       2.1.7. Dasar Hukum Perbankan Syariah ……………………………………………. 18

       2.1.8. Bank Muamalat ……………………………………………………………………….. 18



BAB III : METODE PENELITIAN

   3.1. Objek Penelitian …………………………………………………………………………..…… 19

   3.2. Data / Variable ……………………………………………………………....................... 19

   3.3. Metode Pengumpulan Data ……………………………………………………………… 19



BAB IV : PEMBAHASAN

   4.1. Data dan Profil Penelitian ………………………………………………………………… 20

   4.2. Sumber Data dan Hasil Penelitian …………………………………………………….. 20

       4.2.1. Pengertian Perbankan Syariah……….………………………………………… 20

       4.2.2. Prinsip Pebangkan Syariah ……………………………………………………….. 21

       4.2.3. Dewan Pengawas, komisaris, dan Direksi………..………………………... 24

       4.2.4. Kegiatan Usaha Bank Syariah ………………………………………………….… 28

       4.2.5. Dasar Hukum Perbankan Syariah ………………….……………………….. 29



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                               9




       4.2.6. Bank Muamalat ……………………………………………………………………….. 29



BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

    5.1. Kesimpulan ………………………………………………………………….. ………………… 33

    5.2. Saran ………………………………………………………………………………………………... 33



Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………………………… 34




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                      10




                          DAFTAR GAMBAR


Gambar 1.0 (Komisaris Bank Muamalat saat ini, 2011)




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                    11




Gambar 1.1 (Direksi Bank Muamalat saat ini, 2011)




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                              12




                               DAFTAR TABEL
Tabel 1.0




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                 13




                                  BAB I
                               PENDAHULUAN
1.1    Latar belakang

              Semakin berkembangnya zaman, Perbankan didunia (khususnya
       Indonesia) pun ikut berkembang. Berawal dari pandangan orang-orang
       islam yang menganggap bunga itu adalah riba hukumnya dalam islam,
       maka muncullah perbankan dengan prinsip islamiah atau perbankan
       syariah.

              Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa
       menggunakan embel-embel islam, karena adanya kekhawatiran rezim
       yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis.
       Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar, mengambil bentuk sebuah
       bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit
       Ghamr pada tahun 1963. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967,
       dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. Bank-
       bank ini, yang tidak memungut maupun menerima bunga, sebagian besar
       berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung
       dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat
       dengan para penabung.

              Sedangkan di Indonesia sendiri perbankan syariah baru lahir pada
       tahun 1991 dan secara resmi dioperasikan tahun 1992. Berbagai prinsip
       perbankan syariah telah diterapkan dengan aturan perjanjian
       berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan
       dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang
       sesuai dengan syariah. Adapun jenis produk atau jasa perbankan syariah
       adalah jasa untuk peminjam dana dan jasa untuk penyimpan dana.

             Pembelajaran mengenai perbankan syariah ini, Agar kita
       mengetahui apa perbedaan bank umum konvesnional dengan bank
       umum syariah. Juga apah kelebihan dan kekurangannya juga dasar
       hokum yang mengikatnya.

              Pada dasarnya kita telah mengenal perbankan syariah dengan
       baik. Dan secara singkat dapat di lihat bahwa perbedaannya ada pada



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                  14




       system pembagian hasilnya. Untuk lebih jelasnyaa saya akan membahasa
       dala penulisan karya ilmiah saya ini.

1.2    Rumusan dan Batasan Masalah

       1.2.1. Rumusan Masalah

               Dalam penulisan Ilmiah kali ini kami akan membahas,

               “Dasar Hukum, Pengertian Prinsip Syariah, Dewan Pengawas,
               Komisaris,dan Direksi, Kegiatan Usaha Bank syariah, dan mengenai
               Bank muamalat.”

       1.2.2. Batasan Masalah

               Batasan masalah ini hanya pada Dasar Hukum, Pengertian prisip
               syriah, Dewan pengawas, Komisaris, dan Direksi, Kegiatan Usaha
               bank syariah, dan mengenai bank muamalat

1.3    Tujuan Penulisan

               Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah

           a. Memberi pengetahuan ttng Perbankan umum yang berbasis
              syariah,

           b. Mengetahui Dasar Hukumnya,

           c. Mengetahui mengenai Dewan pengawas, Komisaris, dan Direksi
              pada perbankan syariah,

           d. Mengetahui Kegiatan Usaha bank syariah,

           e. Memberikan pengetahuan mengenai Bank Muamalat.

1.4    Manfaat Penulisan

                      Saya mengharapkan agar tulisan ilmiah yang saya buat ini
               dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, bagi nilai mata kuliah
               saya, bagi mahasiswa/i yang ingin mengetahui ttng perbankan
               syariah, juga bagi seluruh pembaca yang membaca tulisan ini agar
               bermanfaat.




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                 15




1.5    Metode Penelitian

       1.5.1. Objek Penelitian

                     Dalam penulisan kali ini saya mengambil objek penelitian
               pada bank-bank syariah secara keseluruhan (objective).

       1.5.2. Data/Variable

                      Data yang di dapat agar lebih akurat maka mengunakan
               prinsip yang di ambil dari undang-undang dasar mengenai
               pengkreditan di Indonesia.

       1.5.3. Metode Pengumpulan Data

                   1) Metode Pustaka
                       Penelitian yang di lakukan dengan membaca dan
               mempelajari beberapa buku sehingga di peroleh beberapa
               infomasi mengenai perihal yang di bahas dalam penulisan ini.
                   2) Metode Browsing
                       Penelitian yang di lakukan dengan mengambil beberapa
               data dari beberawa website dengan cara browing internet. Dan di
               ambil bagian-bagian penting yang memang ada sangkut pautnya
               dengan tema dari penulisan ini.




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                    16




                                      BAB II
                               LANDASAN TEORI
2.1.   Kerangka Teori
2.1.1. Pengertian Pembelajaran Perbankan Syariah
               Pengertian pembelajaran Perbankan syariah adalah agar dapat
       mengetahui dasar hokum, struktur perbankan syariah, kegiatan usaha
       yang di lakukan juga prinsip dan bank muamalatnya.
2.1.2. Tujuan dari pembelajaran Perbankan syariah
               Bertujuan untuk memberitahukan kepada kita tting perbankan
       syariah,   dasar   hukumnya,    strukturnya,   juga   prinsip   dan   bank
       muamalatnya.
2.1.3. Pengertian Perbankan Syariah
               Dalam Undang-Undang Perbankan Syariah Nomor 21 Tahun 2008,
       dikatakan bahwa perbankan syariah adalah segala sesuatu yang
       menyangkut tentang Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, mencakup
       kelembagaan, kegiatan usaha, serta tata cara dan proses dalam
       melaksanakan kegiatan usahanya. Adapun juga pengertian Perbankan
       syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang
       dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan
       sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut
       maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta
       larangan investasi untuk usaha- usaha yang dikategorikan haram (misal:
       usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha
       media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh
       sistem perbankan konvensional.
2.1.4. Prinsip Perbankan Syariah
               Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam
       antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau


Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                 17




       pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan
       syariah.
               Ada beberaprinsip yang di anut oleh perbankan syariah. Dan akan
       di bahas pada bab IV.
2.1.5. Dewan Pengawas, Komisaris, dan Direksi
               Dewan Pengawas (DPS) di perbankan syariah syariah memiliki
       peran penting dan strategis dalam penerapan prinsip syariah di bank
       syariah. DPS bertanggung jawab untuk memastikan semua produk dan
       prosedur bank syariah sesuai dengan prinsip syariah.
               Dewan Komisaris adalah sebuah dewan yang bertugas untuk
       melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada direktur
       Perseroan terbatas (PT). Di Indonesia Dewan Komisaris ditunjuk oleh
       RUPS dan di dalam UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas
       dijabarkan fungsi, wewenang, dan tanggung jawab dari dewan komisaris.
               Direktur (dalam jumlah jamak disebut Dewan Direktur) adalah
       seseorang yang ditunjuk untuk memimpin Perseroan terbatas (PT).
       Direktur dapat seseorang yang memiliki perusahaan tersebut atau orang
       profesional yang ditunjuk oleh pemilik usaha untuk menjalankan dan
       memimpin perseroan terbatas. Penyebutan direktur dapat bermacam-
       macam, yaitu dewan manager, dewan gubernur, atau dewan eksekutif.
       Di Indonesia pengaturan terhadap direktur terdapat dalam UU No. 40
       Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dijabarkan fungsi, wewenang,
       dan tanggung jawab direksi.
2.1.6. Kegiatan Usaha Bank Syariah
               Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah
       antara lain:
       Jasa untuk peminjam dana
              Mudhorobah
              Musyarokah (Joint Venture)



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                    18




              Murobahah
       Jasa untuk penyimpan dana
              Wadi'ah (jasa penitipan)
              Deposito Mudhorobah
2.1.7. Dasar Hukum Perbank Syariah
               Sebagaimana diuraikan diatas prinsip-prinsip dasar sistem
       ekonomi Islam akan menjadi dasar beroperasinya bank Islam yaitu yang
       paling menonjol adalah tidak mengenal konsep bunga uang dan yang
       tidak kalah pentingnya adalah untuk tujuan komersial Islam tidak
       mengenal      peminjaman        uang       tetapi   adalah   kemitraan   /
       kerjasama(mudharabah dan musyarakah) dengan prinsip bagi hasil,
       sedang peminjaman uang hanya dimungkinkan untuk tujuan sosial tanpa
       adanya imbalan apapun.
2.1.8. Bank muamalat
               Bank Muamalat Indonesia, adalah bank umum pertama di
       Indonesia yang menerapkan prinsip Syariah Islam dalam menjalankan
       operasionalnya. Didirikan pada tahun 1991, yang diprakarsai oleh Majelis
       Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia. Mulai beroperasi pada
       tahun 1992, yang didukung oleh cendekiawan Muslim dan pengusaha,
       serta masyarakat luas. Pada tahun 1994, telah menjadi bank devisa.
       Produk pendanaan yang ada menggunakan prinsip Wadiah (titipan) dan
       Mudharabah (bagi-hasil). Sedangkan penanaman dananya menggunakan
       prinsip jual beli, bagi-hasil, dan sewa.




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                19




                                    BAB III
                               Metode Penelitian
3.1.   Objek Penelitian
               Dalam penelitian kali ini saya mengambil pembahasan mengenai
       perbankan syariah yang memfokuskan objek pada perbankan syariah di
       Indonesia seacar keseluruhan atau objective.
3.2.   Data/Variable
               Data di peroleh dari beberapa sumber, dan mengunakan Undang-
       undang tentang perbankan di Indonesia.
3.3.   Metode Pengumpulan Data
               1)       Metode Pustaka
               Penelitian yang di lakukan dengan membaca dan mempelajari
       beberapa buku sehingga di peroleh beberapa infomasi mengenai perihal
       yang di bahas dalam penulisan ini.
               2)       Metode Browsing
               Penelitian yang di lakukan dengan mengambil beberapa data dari
       beberawa website dengan cara browing internet. Dan di ambil bagian-
       bagian penting yang memang ada sangkut pautnya dengan tema dari
       penulisan ini.




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                 20




                                      BAB IV
                                PEMBAHASAN
4.1.   Data dan Profil Penelitian
                       Objek penelitian dalam hal ini adalah perbankan syariah
       yang berbasis di Indonesia dan di bicarakan secara perbankan
       keseluruhan atau secara objective.
4.2.   Sumber Data dan Hasil Penelitian
4.2.1. Pengertian Perbankan Syariah
               Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem
       perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam.
       Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam
       untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut
       dengan riba serta larangan           investasi untuk usaha-usaha yang
       dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi
       makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal
       ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.
               Dalam Undang-Undang Perbankan Syariah Nomor 21 Tahun 2008,
       dikatakan bahwa perbankan syariah adalah segala sesuatu yang
       menyangkut tentang Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, mencakup
       kelembagaan, kegiatan usaha, serta tata cara dan proses dalam
       melaksanakan kegiatan usahanya. Adapun juga pengertian Perbankan
       syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang
       dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan
       sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut
       maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta
       larangan investasi untuk usaha- usaha yang dikategorikan haram (misal:
       usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                    21




       media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh
       sistem perbankan konvensional.
4.2.2. Prinsip Perbankan Syariah
       Didalam menjalankan operasinya fungsi bank Islam akan terdiri dari:
              Sebagai penerima amanah untuk melakukan investasi atas dana-
               dana yang dipercayakan oleh pemegang rekening investasi /
               deposan atas dasar prinsip bagi hasil sesuai dengan kebijakan
               investasi bank.
              Sebagai pengelola investasi atas dana yang dimiliki oleh pemilik
               dana / sahibul mal sesuai dengan arahan investasi yang
               dikehendaki oleh pemilik dana (dalam hal ini bank bertindak
               sebagai manajer investasi)
              Sebagai penyedia jasa lalu lintas pembayaran dan jasa-jasa lainnya
               sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah
              Sebagai pengelola fungsi sosial seperti pengelolaan dana zakat
               dan penerimaan serta penyaluran dana kebajikan (fungsi optional)
       Dari fungsi tsb maka produk bank Islam akan terdiri dari :
              Prinsip Mudharabah
                       Perjanjian antara dua pihak dimana pihak pertama sebagai
               pemilik dana / sahibul mal dan pihak kedua sebagai pengelola
               dana / mudharib untuk mengelola suatu kegiatan ekonomi
               dengan menyepakati nisbah bagi hasil atas keuntungan yang akan
               diperoleh sedangkan kerugian yang timbul adalah resiko pemilik
               dana sepanjang tidak terdapat bukti bahwa mudharib melakukan
               kecurangan atau tindakan yang tidak amanah (misconduct).
               Berdasarkan kewenangan yang diberikan kepada mudharib maka
               mudharabah dibedakan menjadi mudharabah mutlaqah dimana
               mudharib diberikan kewenangan sepenuhnya untuk menentukan
               pilihan investasi yang dikehendaki,    sedangkan jenis yang lain



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                  22




               adalah      mudharabah muqayyaddah dimana arahan investasi
               ditentukan oleh pemilik dana sedangkan mudharib bertindak
               sebagai pelaksana/pengelola.
              Prisip Musyarakah
                         Perjanjian antara pihak-pihak untuk menyertakan modal
               dalam suatu kegiatan ekonomi dengan pembagian keuntungan
               atau kerugian sesuai nisbah yang disepakati . Musyarakah dapat
               bersifat tetap atau bersifat temporer dengan penurunan secara
               periodik atau sekaligus diakhir masa proyek.
              Prinsip Wadiah
                         Titipan dimana pihak pertama menitipkan dana atau
               benda kepada pihak kedua selaku penerima titipan dengan
               konsekuensi titipan tersebut sewaktu-waktu dapat diambil
               kembali, dimana penitip dapat dikenakan biaya penitipan.
               Berdasarkan kewenangan yang diberikan maka wadiah dibedakan
               menjadi wadiah ya dhamanah yang berarti penerima titipan
               berhak        mempergunakan      dana/barang    titipan    untuk
               didayagunakan tanpa ada kewajiban penerima titipan untuk
               memberikan imbalan kepada penitip dengan tetap pada
               kesepakatan dapat diambil setiap saat diperlukan, sedang disisi
               lain     wadiah amanah tidak memberikan kewenangan kepada
               penerima titipan untuk mendayagunakan barang/dana yang
               dititipkan.
              Prinsip Jual Beli (Al Buyu')
               Terdiri dari :
                      a. Murabahah yaitu akad jual beli antara dua belah pihak
                         dimana pembeli dan penjual menyepakati harga jual yang
                         terdiri dari harga beli ditambah ongkos pembelian dan
                         keuntungan bagi penjual. Murabahah dapat dilakukan



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                      23




                       secara tunai bisa juga secara bayar tangguh atau bayar
                       dengan angsuran.
                   b. Salam yaitu pembelian barang dengan pembayaran
                       dimuka dan barang diserahkan kemudian
                   c. Ishtisna' yaitu pembelian barang melalui pesanan dan
                       diperlukan proses untuk pembuatannya sesuai dengan
                       pesanan pembeli dan pembayaran dilakukan dimuka
                       sekaligus atau secara bertahap.
              Jasa-Jasa terdiri dari :
                    Ijarah yaitu kegiatan penyewaan suatu barang dengan
                       imbalan pendapatan sewa, bila terdapat kesepakatan
                       pengalihan pemilikan pada akhir masa sewa disebut Ijarah
                       mumtahiya bi tamlik(sama dengan operating lease).
                    Wakalah yaitu pihak pertama memberikan kuasa kepada
                       pihak kedua (sebagai wakil) untuk urusan tertentu dimana
                       pihak kedua mendapat imbalan berupa fee atau komisi.
                    Kafalah yaitu pihak pertama bersedia menjadi penanggung
                       atas kegiatan yang dilakukan oleh pihak kedua sepanjang
                       sesuai dengan yang diperjanjikan dimana pihak pertama
                       menerima imbalan berupa fee atau komisi (garansi).
                    Sharf yaitu pertukaran /jual beli mata uang yang berbeda
                       dengan penyerahan segera /spot berdasarkan kesepakatan
                       harga sesuai dengan harga pasar pada saat pertukaran
              Prinsip Kebajikan yaitu penerimaan dan penyaluran dana
               kebajikan dalam bentuk zakat infaq shodaqah dan lainnya serta
               penyaluran alqardul hasan yaitu penyaluran dan dalam bentuk
               pinjaman untuk tujuan menolong golongan miskin dengan
               penggunaan       produktif   tanpa   diminta   imbalan       kecuali
               pengembalian pokok hutang.



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                    24




               Dari uraian diatas maka produk perbankan Islam dalam
       prakteknya dapat diringkas sebagai berikut : (Tabel 1.0)




4.2.3. Dewan Pengawas, Komisaris, dan Direksi
       Dewan Pengawas
               Dewan Pengawas (DPS) di perbankan syariah syariah memiliki
       peran penting dan strategis dalam penerapan prinsip syariah di bank
       syariah. DPS bertanggung jawab untuk memastikan semua produk dan
       prosedur bank syariah sesuai dengan prinsip syariah.
               Karena pentingnya peran DPS tersebut, maka dua Undang-Undang
       di Indonesia mencantumkan keharusan adanya DPS tersebut di
       perusahaan syariah dan lembaga perbankan syariah, yaitu Undang-
       Undang UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan UU No.
       21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dengan demikian, secara
       yuridis, Dewan Pengawas Syariah (DPS) di lembaga perbankan menduduki
       posisi yang kuat, karena keberadaannya sangat penting dan strategis.
       Menurut UU No 40 Tahun 2007 Pasal 109 :
                   1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan
                       prinsip syariah selain mempunyai Dewan Komisaris wajib
                       mempunyai Dewan Pengawas Syariah.
                   2) Dewan Pengawas Syariah sebagaimana dimaksud pada
                       ayat (1) terdiri atas seorang ahli syariah atau lebih yang
                       diangkat oleh RUPS atas rekomendasi Majelis Ulama
                       Indonesia.
                   3) Dewan Pengawas Syariah sebagaimana dimaksud pada
                       ayat (1) bertugas memberikan nasihat dan saran kepada
                       Direksi serta mengawasi kegiatan Perseroan agar sesuai
                       dengan prinsip syariah.



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                  25




               Berdasarkan Undang-Undang tersebut, setiap perusahaan yang
       berbadan hukum Perseroan Terbatas wajib mempunyai Dewan Pengawas
       Syariah.
       Sejalan dengan itu,     Undang-Undang No 21 Tahun 2008 Pasal 32
       menyebutkan :
       1) Dewan Pengawas Syariah wajib dibentuk di Bank Syariah dan Bank
       Umum Konvensional yang memiliki UUS.
       2) Dewan Pengawas Syariah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
       diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham atas rekomendasi Majelis
       Ulama Indonesia.
       3) Dewan Pengawas Syariah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
       bertugas memberikan nasihat dan saran kepada direksi serta mengawasi
       kegiatan Bank agar sesuai dengan Prinsip Syariah.
       4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembentukan Dewan Pengawas
       Syariah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan
       Bank Indonesia.
               Berdasarkan kedua Undang-Undang tersebut kedudukan DPS
       sudah jelas dan mantap serta sangat menentukan pengembangan bank
       syariah dan perusahaan syariah.
       Peranan Dewan Pengawas
               Menurut Dubai Islamic Banking, tugas penting anggota DPS ialah
       sebagaimana dipaparkan di bawah ini :
       Important Duties of the Sharia Board :
       1. It is the source of expert knowledge on Islamic Principles (Including
       Fatwas)
       2. It oversees the development of all products to ensure no Shariah
       repugnant feature arises.




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                   26




       3. It analyses unprecedented situations not covered by fatwa, in the
       Bank’s transactions to ensure Sharia compliance.
       4. It analyses contracts and agreements concerning the Bank’s
       transactions to ensure Sharia compliance.
       5. It ensures the immediate correction of breaches (if any) in compliance
       to Shariah
       6. It supervises Sharia training programmes for the Bank’s staff
       7. It prepares an annual report on the Bank’s balance sheet with respect
       to its Sharia compliance.
       8. The Sharia Board supervises the development and creation of
       innovative Sharia-compliant investment and financing products and
       services.


       Berdasarkan kutipan di atas, maka tugas penting DPS ada delapan
       macam:
       1. DPS adalah seorang ahli (pakar) yang menjadi sumber dan rujukan
       dalam penerapan prinsip-prinsip syariah termasuk sumber rujukan fatwa.
       2. DPS mengawasi pengembangan semua produk untuk memastikan tidak
       adanya fitur yang melangar syariah
       3. DPS menganalisa segala situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya
       yang tidak didasari fatwa di     transaksi perbankan untuk memastikan
       kepatuhan dan kesesuaiannya kepada syariah.
       4. DPS menganalisis segala kontrak dan perjanjian mengenai transaksi-
       transaksi di bank syariah untuk memastikan kepatuhan kepada syariah.
       5. DPS memastikan koreksi pelanggaran dengan segera (jika ada) untuk
       mematuhi Syariah. Jika ada pelanggaran, anggota DPS harus mengkoreksi
       penyimpangan itu dengan segera agar disesuaikan dengan prinsip syariah
       6. DPS memberikan supervise untuk program pelatihan syariah bagi staf
       Bank Islam



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                  27




       7. DPS menyusun sebuah laporan tahunan tentang neraca bank syariah
       tentang kepatuhannya kepada syariah.. Dengan pernyataan ini seorang
       DPS memastikan kesyariahan laporan keuangan perbankan syariah.
       8. DPS melakukan supervisi dalam pengembangan dan penciptaan
       investasi yang sesuai syariah dan produk pembiayaan yang inovatif.
                 Untuk menjalankan tugas-tugas tersebut, maka seorang DPS mesti
       memenuhi kualifikasi tertentu. Artinya, untuk menjadi DPS tidak
       sembarang orang, sebagaimana terjadi selama ini. DPS tidak cukup hanya
       mengerti ilmu keuangan dan perbankan sebagaimana juga tidak bisa
       hanya ulama dan cendikiawan muslim yang tak mengerti operasional
       perbankan dan ilmu ekonomi keuangan. Dengan demikian, seorang DPS
       haruslah scholars of high repute with extensive experience in law,
       economics and banking systems and specialising in law and finance as
       prescribed by Islamic Sharia make up the DIB’s Fatwa & Sharia
       Supervision Board. (Dubai Islamic Banking,2008).
       Komisaris
                 Dewan Komisaris adalah sebuah dewan yang bertugas untuk
       melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada direktur
       Perseroan terbatas (PT). Di Indonesia Dewan Komisaris ditunjuk oleh
       RUPS dan di dalam UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas
       dijabarkan fungsi, wewenang, dan tanggung jawab dari dewan komisaris.
       Direksi
                 Direktur (dalam jumlah jamak disebut Dewan Direktur) adalah
       seseorang yang ditunjuk untuk memimpin Perseroan terbatas (PT).
       Direktur dapat seseorang yang memiliki perusahaan tersebut atau orang
       profesional yang ditunjuk oleh pemilik usaha untuk menjalankan dan
       memimpin perseroan terbatas. Penyebutan direktur dapat bermacam-
       macam, yaitu dewan manager, dewan gubernur, atau dewan eksekutif.




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                  28




       Di Indonesia pengaturan terhadap direktur terdapat dalam UU No. 40
       Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dijabarkan fungsi, wewenang,
       dan tanggung jawab direksi.


       Gambar 1.0 (Komisaris Bank Muamalat)
       Gambar 1.1 (Direksi Bank Muamalat)


4.2.4. Kegiatan Usaha Bank Syariah
               Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah
       antara lain:
       Jasa untuk peminjam dana
              Mudhorobah, adalah perjanjian antara penyedia modal dengan
               pengusaha. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut
               rasio tertentu yang disepakati. Resiko kerugian ditanggung penuh
               oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan
               pengelolaan, kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti
               penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan.
              Musyarokah (Joint Venture), konsep ini diterapkan pada model
               partnership atau joint venture. Keuntungan yang diraih akan
               dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan
               dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing
               pihak. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam
               konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya
               sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan
              Murobahah , yakni penyaluran dana dalam bentuk jual beli. Bank
               akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa
               kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga
               yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank,
               dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. Besarnya



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                  29




               angsuran flat sesuai akad diawal dan besarnya angsuran=harga
               pokok ditambah margin yang disepakati. Contoh:harga rumah,
               500 juta, margin bank/keuntungan bank 100 jt, maka yang dibayar
               nasabah peminjam ialah 600 juta dan diangsur selama waktu yang
               disepakati diawal antara Bank dan Nasabah. (asuransi islam)
       Jasa untuk penyimpan dana
              Wadi'ah (jasa penitipan), adalah jasa penitipan dana dimana
               penitip dapat mengambil dana tersebut sewaktu-waktu. Dengan
               sistem wadiah Bank tidak berkewajiban, namun diperbolehkan,
               untuk memberikan bonus kepada nasabah. Bank Muamalat
               Indonesia-Shahibul Maal.
              Deposito Mudhorobah, nasabah menyimpan dana di Bank dalam
               kurun waktu yang tertentu. Keuntungan dari investasi terhadap
               dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank
               dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu.
4.2.5. Dasar Hukum Perbankan Syariah
               Sebagaimana diuraikan diatas prinsip-prinsip dasar sistem
       ekonomi Islam akan menjadi dasar beroperasinya bank Islam yaitu yang
       paling menonjol adalah tidak mengenal konsep bunga uang dan yang
       tidak kalah pentingnya adalah untuk tujuan komersial Islam tidak
       mengenal      peminjaman      uang    tetapi    adalah    kemitraan    /
       kerjasama(mudharabah dan musyarakah) dengan prinsip bagi hasil,
       sedang peminjaman uang hanya dimungkinkan untuk tujuan sosial tanpa
       adanya imbalan apapun.
4.2.6. Bank Muamalat
               Bank Muamalat Indonesia, adalah bank umum pertama di
       Indonesia yang menerapkan prinsip Syariah Islam dalam menjalankan
       operasionalnya. Didirikan pada tahun 1991, yang diprakarsai oleh Majelis
       Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia. Mulai beroperasi pada



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                   30




       tahun 1992, yang didukung oleh cendekiawan Muslim dan pengusaha,
       serta masyarakat luas. Pada tahun 1994, telah menjadi bank devisa.
       Produk pendanaan yang ada menggunakan prinsip Wadiah (titipan) dan
       Mudharabah (bagi-hasil). Sedangkan penanaman dananya menggunakan
       prinsip jual beli, bagi-hasil, dan sewa.
       Pendirian
               Ide mendirikan Bank Muamalat Indonesia (BMI) tercetus dalam
       sebuah lokakarya MUI bertema "Masalah Bunga Bank dan Perbankan"
       yang diadakan pada pertengahan Agustus 1990 di Cisarua, Bogor. Peserta
       lokakarya sepakat menugaskan Komite Pengembangan Ekonomi umat
       membentuk sebuah bank yang kegiatannya berpedoman pada Syariah
       Islam. keputusan ini dikukuhkan dalam Munas MUI akhir Agustus 1990 di
       Jakarta. Tim yang terbentuk, yang kemudian dikenal sebagai Tim
       Perbankan MUI, diketuai Dr. H.M. Amin Aziz.
               Bank Islam yang terbentuk disepakati bernama Bank Muamalat
       Indonesia (BMI). "Muamalat" dalam istilah fiqih berarti hukum yang
       mengatur hubungan antarmanusia. Nama alternatif lain yang muncul
       pada masa pembentukan itu adalah Bank Syariat Islam. Namun
       mengingat pengalaman pemakaian kata 'syariat islam' pada Piagam
       Jakarta, akhirnya nama itu tidak dipilih. Nama lain yang diusulkan adalah
       Bank Muamalat Islam Indonesia. Presiden Soeharto kemudian menyetujui
       nama terkahir dengan menghilangkan kata "Islam".
       Jaringan
               Sejak kehadirannya pada 27 Syawwal 1412 Hijriah, Bank
       Muamalat telah membuka pintu kepada masyarakat yang ingin
       memanfaatkan layanan bank syariah. Kehadiran Bank Muamalat tidak
       hanya untuk memposisikan sebagai bank pertama murni syariah, namun
       dilengkapi dengan keunggulan jaringan Real Time On Line terluas di
       Indonesia. Saat ini Bank Mumalat memberikan layanan melalui 312 gerai



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                    31




       yang tersebar di 33 provinsi, didukung jaringan lebih dari 3.800 Kantor
       Pos Online/SOPP di seluruh Indonesia, serta merupakan satu-satunya
       bank syariah yang telah membuka cabang luar negeri, yaitu di Kuala
       Lumpur, Malaysia.
       Prestasi
                Saat ini Bank Muamalat melayani hampir 3.000.000 nasabah
       seluruh Indonesia. Memantapkan eksistensinya di antara perbankan
       syariah, Bank Muamalat Indonesia menjadi bank syariah pertama yang
       membuka layanan di luar negri. Tak tanggung-tanggung, BMI menjalin
       kerjasama dengan jaringan Malaysia Electronic Payment System (MEPS)
       sehingga layanan BMI dapat diakses di lebih dari 2000 ATM di Malaysia.
       Sebagai Bank Pertama Murni Syariah, bank muamalat berkomitmen
       untuk menghadirkan layanan perbankan yang tidak hanya comply
       terhadap syariah, namun juga kompetitif dan aksesibel bagi masyarakat
       hingga     pelosok   nusantara.   Komitmen   tersebut   diapresiasi   oleh
       pemerintah, media massa, lembaga nasional dan internasional dan
       masyarakat luas melalui lebih dari 70 award bergengsi yang diterima oleh
       BMI. Award tersebut diberikan kepada BMI secara institusional,
       disamping itu, juga terhadap Sumber Daya Insani (SDI) serta produk dan
       layanannya, menyisihkan tidak hanya bank syariah lain namun bahkan
       saudara-saudara tuanya, perbankan konvensional. Di antara award bagi
       institusi BMI yang paling bergengsi antara lain sebagai Bank Nasional
       Terbaik (Harian Bisnis Indonesia, 2008). Award bagi produk bank
       muamalat paling banyak diraih oleh tabungannya, Shar-e. Secara fantastis
       produk ini pernah memborong 4 award sekaligus dari Museum Rekor
       Indonesia (MURI) yaitu sebagai rekening bank instan dalam kemasan
       pertama di Indonesia, sebagai kartu bank pertama yang nomor kartunya
       sesuai dengan nomor rekening, sebagai produk dengan pertumbuhan
       Jaringan Real Time Online dengan jumlah terbanyak, serta sebagai



Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                                   32




       tabungan dengan pertumbuhan prosentase nasabah produk bank
       tercepat di Indonesia. Produk Shar-e menjangkau nasabah hingga pelosok
       pedesaan di Indonesia hingga memungkinkan nasabah melakukan
       transaksi setor tunai secara gratis di lebih dari 3800 kantor pos online.
       Disamping itu, nasabah dapat melakukan tarik tunai secara gratis di ATM
       semua Bank di Indonesia serta transaksi debet di lebih dari 100.000
       merchant, suatu fitur yang amat jarang dimiliki oleh kompetitornya.
       Dengan fitur produk yang sangat unggul, berbagai award yang diraih
       tentu merupakan hal yang pantas.




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                               33




                                    BAB V
                     KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.   Kesimpulan
               Kesimpulan yang dapat di ambil dari makalah ini adalah,
       Perbankan pada dasarnya memiliki fungsi yang ama. Hanya saja, ada
       beberapa org yang memiliki pemikiran yang berbeda tentang Bunga
       bank. Hal itu yang mendorong terbentuknya Bank syariah, atau Bank
       yang berbasis system perekonomian dalam islam.
               Pada bank syariah tidak mengenal kata bunga, dan pada saat
       kitaa meminjam uang pun harus ada mufakat diantara ke 2belah pihak
       dan adanya ijab dan qobul.
               Bank syariah mau pun bank unum konvensional lainnya
       sebenarnya sama saja, Hanya bagaimana kitaa menyikapinya sebgai
       nasabah. Nasabah yang baik bukannya hanya asal menabung. Tapi juga
       harus tau dana yang di peroleh dari mana, Apakah aman aatau tidak,
       cocok atau tidak, dll.
               Bank syariah tidak hanya untuk kaum muslim saja . Kaum non is
       pun dapat menikmati layanan ayng di berikan.


5.2.   Saran
       Bank umum dan bank syariah sama saja :D. Tergantung bagaimana kita
sebagai nasabah menyikapinya. Kalo kita mengangap bunga itu adalah riba.
Ada baiknya kita mengunakan jasa bank syariah. Yang terpenting, teliti
sebelum memilih bank yang kita mau, baik hanya untuk sekedar menabung,
investasi hingga untuk meminjam kredit. Atau hal lainnya. Pikirkan propek
kedepannya. Terimakasih 




Cynthia Permata Sari (2EA13)
                                                                          34




                               DAFTAR PUSTAKA

      http://id.wikipedia.org/wiki/Perbankan_syariah

      http://id.wikipedia.org/wiki/Bank

      http://duniabaca.com/sejarah-prinsip-serta-produk-perbankan-
       syariah.html

      http://www.scribd.com/doc/24768208/PENGERTIAN-PERBANKAN-
       SYARIAH

      http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/E736319E-6D52-4199-ACF9-
       247D719BF119/3018/bempvol2no3des99.pdf

      http://mei-azzahra.com/2010/01/14/dewan-pengawas-syariah-dan-
       manajemen-risiko-bank-syariah/

      http://www.muamalatbank.com/index.php/home/about/bod

      http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Komisaris

      http://id.wikipedia.org/wiki/Direktur

      http://www.muamalatbank.com/index.php/home/about/boc

      http://shariahlife.wordpress.com/2007/02/13/pola-manajemen-bank-
       syariah-selesai/

      http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Muamalat_Indonesia




Cynthia Permata Sari (2EA13)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:422
posted:12/30/2011
language:Malay
pages:34